Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
156 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8, No 2 (2019)"
:
156 Documents
clear
Analisis Pengembangan Ekonomi Lokal Industri Alas Kaki terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto
Dwi Yulia Rohmatina;
Belinda Ulfa Aulia
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.123 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49310
Kecamatan Prajurit Kulon merupakan salah satu kecamatan di Kota Mojokerto yang memiliki jumlah IKM alas kaki terbanyak dan selalu meningkat setiap tahunnya. Akan tetapi peningkatan jumlah industri ini tidak diiringi dengan penyerapan tenaga kerja yang baik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya penyerapan tenaga kerja dan merumuskan arahan terhadap permasalahan rendahnya penyerapan tenaga kerja di kecamatan Prajurit Kulon. Tahap awal dalam penelitian ini dilakukan dengan menganalisis faktor atau variabel yang berpengaruh terhadap rendahnya penyerapan tenaga kerja menggunakan metode content analysis melalui pengambilan data in depth interview dan diolah menggunakan software Nvivo 12 Plus. Setelah didapatkan faktor atau variabel yang berpengaruh terhadap rendahnya penyerapan tenaga kerja dilakukan tahap selanjutnya dengan menggunakan metode analisis deskriptif-kualitatif yaitu melakukan perumusan arahan menggunakan triangulasi sumber data (hasil transkrip wawancara stakeholder, best practice dan kebijakan yang berlaku). Penelitian ini menghasilkan arahan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja pada industri alas kaki yaitu dengan meningkatkan pendidikan masyarakat baik pendidikan formal maupun informal, memanfaatkan teknologi internet sebagai media promosi dan pemasaran serta mengenalkan pentingnya penggunaan internet dalam dunia bisnis, memanfaatkan teknologi mesin sehingga dapat mempercepat proses produksi dan meningkatkan demand, pemerataan perluasan kesempatan kerja yaitu dengan kerjasama antara pemerintah dan swasta dalam peningkatan perluasan kesempatan kerja dan pemberdayaan masyarakat yang kreatif, dan bantuan penyediaan sarana dan prasarana dari pemerintah sebagai media promosi dan pemasaran sehingga dapat membuka peluang kerja yang baru.
A Literature Review: Strategy Design of Transition Space Using Wind Potential
Andyka Dwi Acsazha;
I Gusti Ngurah Antaryama;
Vincentius Totok Noerwasito
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (621.715 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49657
Transition space is a link between one space and another space where this space has a function of adaptation to changing conditions from the previous space to the next space, this study discusses some transition space design strategies in building skyscrapers and groundscrapers by utilizing wind potential through usable design building elements. By implementing a transitional space strategy in building skyscrapers or groundscrapers where buildings can adapt energy-efficient buildings. Energy savings can be applied through available natural elements, one of which is wind potential. This research phase requires literature review and transitional space theory to translate the role of transition space in buildings to achieve energy-efficient buildings by utilizing wind. The case study will provide a direct example of the building of transitional space functions to anticipate the wind. The results of this study will provide a transitional space design strategy through architectural passive elements that respond to wind so as to provide comfort for building users using natural ventilation so that energy use is more efficient.
Design Strategies for Working Space to Reduce The Behavior of Stress and Preserve The Heritage Values of Banjarbaru City Hall Building
Adithea Syahputra Perdana;
Asri Dinapradipta;
Fransciscus Teddy Badai Samodra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (687.015 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49671
Designing government working space is proposed to solve the productivity issues among the workers inside the city hall office building of Banjarbaru city in South Borneo. This caused either by their work span inside the office and the style of working cubical or the interior element which has colonialsm values. The design of the building case is using the colonial style which is this building’s materials have color dominated with white colour and the architecture elements are containing a heritage value. Therefore, in this paper discuss the literature review to make a design srtategies for working space inside the office with building heritage’s values that suitable to maximizing the productivity of the workers by involving them in the process of design in advance, for instance, the design process will use a participatory design paradigm that will be reviewed before applicate it in the Banjarbaru government office design proposal. From those theories can be concluded that field area like shape, colors, and perception of space which related to an interior element can be controlled to maximizing the productivity and preserving the values of building heritage.
Validation of CFD Simulation for Wind Velocity Measurement in High-Rise Apartment Buildings in Surabaya
Fristatesa Andriani;
Arsi Dinapradipta;
Fransciscus Teddy Badai Samodra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (580.468 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49672
The double-loaded circulation system makes the performance of cross ventilation in apartment buildings to be ineffective. Therefore, the alternative of the ventilation system is necessary to be examined in order to obtain an adequate velocity comfort. To determine the appropriate alternatives, we need to discover the suitable software. In this study, a validation of a simulation method using Computational Fluid Dynamics (CFD) is carried out to determine whether the software is capable to provide useful analysis for high-rise apartments. Based on the results, the validation of the correlation value (R²) between the measurement and simulation is 0.67. It shows that the influence between variables is sufficient.
Prediksi Keandalan Pengendara Mobil Terkait Drowsiness (Studi Kasus Pengendara Mobil di Jalan Tol Surabaya-Surakarta).
Muhammad Miqdad Shiddiq Afif;
Arief Rahman
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (179.867 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.45249
Kecelakaan lalu lintas saat ini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. World Health Organization (WHO) mencatat selama 2017 terdapat 1,35 juta orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Begitu pula di Indonesia, angka kecelakaan lalu lintas masih stabil berada di kisaran 90-100 ribu kasus tiap tahunnya. Menurut Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, manusia menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan dengan lebih dari 90% kasus kecelakaan disebabkan oleh manusia. Di antara faktor-faktor manusia tersebut, drowsiness menjadi penyebab terbesar nomor lima dari sepuluh penyebab terjadinya kecelakaan yang diakibatkan oleh manusia. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat pengendara yang mengalami drowsiness, penelitian ini dilakukan terhadap pengendara di jalan tol Surabaya-Surakarta untuk dinilai keandalannya. Tiga responden akan diamati selama mengemudi dari gerbang tol Surabaya di Warugunung sampai dengan gerbang keluar tol di Sragen dan sebaliknya. Pengamatan meliputi frekuensi kedipan mata serta detak jantung dari responden selama berkendara. Kedipan mata sebanyak lebih dari 24 kali dalam satu menit diindikasikan sebagai gejala drowsiness dan dianggap sebagai eror, kemudian akan digunakan untuk menghitung keandalan responden. Sementara itu detak jantung digunakan sebagai pembanding kondisi responden. Hasilnya frekuensi kedipan mata responden berdistribusi Weibull dengan shape parameter sebesar 274,674 dan scale parameter sebesar 1,3161. Keandalan responden mengalami penurunan secara konstan selama pengamatan berlangsung. Sementara itu keandalan sebesar 0,5 akan dicapai responden setelah megnemudi selama 300 menit, sementara untuk mencapai 0,6 dan 0,7 responden harus berkendara selama masing-masing 165 menit dan 125 menit. Sementara dari pola frekuensi kedipan mata, responden terindikasi mengalami drowsiness setelah mengemudi selama 60-90 menit.
Perencanaan Angkutan Bus Trayek Terminal Bubulak - Terminal Baranang Siang (Lewat Stasiun Bogor)
Rizki Alfiansyah;
Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (346.088 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.45630
Kota Bogor dikenal dengan permasalahan angkutan umumnya terutama Angkutan Kota. Seiring dengan pesatnya kenaikan jumlah kendaraan di Kota Bogor dirasa perlu untuk mengganti jenis layanan transportasi yang semula Angkutan Kota (AK) menjadi angkutan massal jenis bus yang memiliki kapasitas angkut yang lebih banyak demi mengurangi kepadatan lalu lintas yang sering terjadi saat ini. Menurut data yang terdapat dalam RENSTRA Kota Bogor 2014-2019, sampai tahun 2014 terdapat 32 Angkutan Kota (AK) dengan jumlah armada sebanyak 3.412 unit, 10 trayek Angkutan Antar Dalam Propinsi (AKDP) dengan jumlah armada sebanyak 4.426 unit, 3 Angkutan Massal Trans Pakuan dengan jumlah 30 unit yang beroperasi di Kota Bogor. Dan terdapat 11 titik kemacetan yang 6 diantaranya berada dalam jalur Perencanaan Angkutan Bus Terminal bubulak-Terminal Baranang Siang. Dengan adanya permasalahan kepadatan lalu lintas yang mengakibatkan kemacetan pada area tersebut, diperlukannya perencanaan angkutan bus pada trayek Terminal Bubulak-Terminal Baranang Siang (lewat Stasiun Bogor) serta meninjau operasionalnya pada awal tahun yang dilihat dari pembebanan, frekuensi dan headway dan dilakukan forecast selama 5 dan 10 tahun rencana ke depan dilihat dari pembebanan, frekuensi, dan headway. Pada perencanaan angkutan bus ini dalam pengerjaannya menggunakan analisa demand penumpang yang didapatkan dari survey lapangan yang diolah dengan kalibrasi occupancy, analisa forecasting demand penumpang dengan cara furness model, analisa kapasitas kendaraan dan headway yang terjadi. Hasil perhitungan operasional kendaraan pada tahun 2019 dibutuhkan 26 jenis bus midi dengan kapasitas 37 penumpang, headway 4 menit dan frekuensi 14 bus/jam. Sedangkan untuk hasil dari perhitungan operasional kendaraan setelah dilakukan forecast untuk 5 dan 10 tahun kedepan pada tahun 2024 dibutuhkan 30 jenis bus midi dengan kapasitas 37 penumpang, headway 4 menit dan frekuensi 17 bus/jam. Untuk tahun 2029 dibutuhkan 37 jenis bus midi dengan kapasitas 37 penumpang, headway 3 menit dan frekuensi 21 bus/jam.
Alternatif Perencanaan Timbunan dan Perbaikan Tanah Dasar pada Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (STA 12+434 s/d STA 12+684)
Alam Maulana;
Noor Endah Mochtar;
Putu Tantri Kumalasari
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.182 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.45914
Jawa Timur merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia. Hal ini ditunjukan dengan laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur pada triwulan III 2017 mencapai 5,21%. Hal ini tidak terlepas dari dua kota industri penting di Jawa Timur yakni Sidoarjo dan Gresik. Laju pertumbuhan ekonomi yang besar mengakibatkan kedua kota tersebut perlu akses jalan yang cepat dan saling terintegerasi. Pemerintah sudah merencanakan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sepanjang 38,29 km sebagai solusi untuk mengurangi kemacetan serta mempermudah akses kedua kawasan industri tersebut. Pada seksi II pengerjaan tol tersebut, tepatnya pada STA 12+434 s/d STA 12+684 akan dibangun jembatan yang melewati jalan raya yang menghubungkan Desa Katimoho barat dengan timur. Pada awalnya oprit jembatan direncanakan menggunakan pile slab dikarenakan kedalaman tanah lunak yang mencapai 14 meter. Tanah lunak yang relatif dalam dikhawatirkan akan mengakibatkan penurunan tidak seragam yang besar dan dapat menganggu pengerjaan proyek jalan tol KLBM ini. Namun penggunaan pile slab dirasa kurang efektif mengingat harganya yang sangat mahal. Oleh sebab itu perlu direncanakan alternatif timbunan yang murah, aman terhadap longsor, dan penurunan tidak seragam yang dapat dikendalikan. Pada penulisan tugas akhir ini akan memodifikasi desain awal oprit jembatan yang awalnya dengan konstruksi pile slab, dirubah menjadi timbunan tanah atau EPS geofoam. Pemilihan material timbunan tanah ditinjau dari segi ekonomi dan ketersediaan material dilapangan. Untuk mengendalikan penurunan yang terjadi pada tanah dasar, maka pada timbunan tanah digunakan prefabricated vertical drain (PVD) untuk mempercepat penurunan yang terjadi. Dalam perencanaan timbunan tanah juga akan digunakan perkuatan berupa geotextile dan encapsulated stone column (ESC). Hasil dari perencanaan dan perhitungan biaya didapatkan alternatif yang paling efisien adalah menggunakan timbunan tanah dengan pemasangan PVD pola segitiga jarak 1,1 meter dan perkuatan timbunan berupa geotextile dengan kuat tarik 120 kN. Harga yang diperlukan untuk alternatif timbunan dan perbaikan tanah dasar tersebut sebesar 12,088 milyar rupiah.
Analisis Kinerja Bus Suroboyo Rute Barat-Timur terhadap Kepuasan Pelaku Transportasi
Dyah Ayu Risnu Indahsari;
Anak Agung Gde Kartika;
Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (993.119 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46491
Fenomena naiknya tingkat perekonomian, industri kota Surabaya ada kaitannya dengan kebutuhan penggunaan transportasi darat. Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari keberadaan transportasi umum sebagai prasarana pendukung utama bagi pelayanan jasa transportasi umum. Respon transportasi umum terhadap peningkatan ini idealnya diiringi dengan perbaikan fasilitas dan sarana prasarana pendukung. Akan dikumpulkan data dari kuesioner tentang kepuasan pelaku transportasi yang terdiri dari 87 penumpang Bus Suroboyo. Namun sebelumnya dilakukan identifikasi atribut penilaian yang dikelompokkan ke dalam 5 dimensi kualitas jasa, yaitu tangible, reliability, responsive, assurance, dan empathy. Variabel-variabel tersebut selanjutnya akan dijadikan pertanyaan-pertanyaan bagi penumpang. Pada tahap akhir dilakukan pemetaan nilai antara kepuasan dan kepentingan penumpang terhadap kinerja Suroboyo Bus, yaitu dengan menggunakan analisis kuadran sehingga dapat diketahui variabel mana yang hendaknya diberikan prioritas utama untuk dilaukan perbaikan. Dari analisis yang sejauh ini telah dilakukan, didapatkan berupa hasil penelitian diantaranya adalah variabel mana yang secara signifikan mempengaruhi kualitas kinerjanya. Hal ini dapat dilihat pada kuadran I dimana atribut yang termasuk dalam kuadran I adalah atribut yang harus diberikan prioritas utama untuk perbaikan. Selanjutnya setelah diketahui faktor apa saja yang termasuk prioritas utama untuk perbaikan, akan dilakukan analisis improvement dimana pada analisis improvement ini didapatkan solusi atau cara bagaimana melakukan perbaikan untuk faktor-faktor tersebut agar kinerja Suroboyo Bus bisa menjadi semakin baik dan penumpang semakin nyaman dalam menggunakan Suroboyo Bus untuk moda trasnportasi sehari-hari.
Analisis Respon Vibrasi Roda-Rel Arah Lateral sebagai Langkah Pengendalian Kebisingan Derit LRT Palembang pada Tikungan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II
Muhammad Bintang Tsaqib;
Wiratno Argo Asmoro
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (98.554 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46090
LRT merupakan salah satu moda transportasi massal yang murah, efisien dan dapat mengatasi kemacetan yang ada di Palembang. Lintasan LRT memiliki beberapa tikungan. Akan tetapi, saat LRT melalui tikungan bandara terjadi gaya kontak antara roda-rel yang menyebabkan Vibrasi arah lateral dan menyebabkan timbulnya kebisingan derit. Kebisingan derit terjadi pada frekuensi dimana telinga manusia sensitif. Untuk itu dilakukan analisa mengenai karakteristik bising derit beserta karakteristik dinamik roda sebagai penyebab kebisingan derit serta langkah yang direkomendasikan untuk mengurangi kebisingan derit. Karakteristik bising derit LRT saat melalui tikungan bandara memiliki frekuensi dominan pada rentang frekuensi 842 Hz, 2844 Hz, 3709 Hz, dan 4675 Hz dengan nilai TTB ekivalen dari kebisingan derit sebesar 94,93 dBA. Karakteristik dinamik roda memiliki lima nilai frekuensi natural yang berpengaruh terhadap terjadinya derit yaitu pada frekuensi 965,34 Hz; 2989,5 Hz; 3977,4 Hz; dan 4722,4 Hz. Langkah pengendalian bising derit dapat dilakukan dengan memberikan rekomendasi kecepatan maksimum 13 km/jam untuk kondisi penumpang penuh dan kecepatan maksimum 14 km/jam untuk kondisi penumpang normal. Selain itu langkah pengendalian bising derit juga dapat dilakukan penambahan koefisien kekakuan dan redaman. Untuk LRT dengan kecepatan 20 km/jam diberikan rekomendasi penambahan koefisien kekakuan sebesar 10% dan penambahan koefisien redaman sebesar 280%. Untuk LRT dengan kecepatan 15 km/jam diberikan rekomendasi penambahan koefisien redaman sebesar 200%. Kedepannya untuk menghindari derit jari-jari tikungan minimum yang direkomendasikan adalah 205 m.
Perencanaan Gedung Park and Ride pada Terminal Bratang Surabaya
Salman Alfarizi;
Wahju Herijanto;
Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.823 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46142
Terminal Bratang adalah salah satu terminal angkutan massal yang berada di Surabaya Timur. Terminal Bratang dapat dilalui untuk menuju Surabaya kota. Rute yang menuju Surabaya kota akan menjadi rute yang dilalui Angkutan Massal Cepat (AMC) yang sedang direncanakan. AMC ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum yang menuju Surabaya kota, sehingga mengurangi jumlah kendaraan pribadi di Surabaya kota. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka diperlukan perencanaan sistem Park and Ride di terminal Bratang Surabaya untuk menampung kendaraan pribadi calon pengguna AMC. Metode yang digunakan untuk menghitung demand pengguna park and ride menggunakan metode sampling. Data didapatkan dengan melakukan survey lapangan, wawancara, dan data dari internet. Dari hasil pengolahan data tersebut didapatkan karakteristik pengguna fasilitas park and ride dan juga jumlah demand pengguna fasilitas park and ride untuk sepeda motor sebesar 14155, sedangkan untuk mobil sebesar 2771 dengan umur rencana hingga tahun 2023 (5 tahun). Dari jumlah demand tersebut direncanakan gedung park and ride yang dapat menampung 14155 sepeda motor, dan 2771 mobil dengan jumlah lantai yaitu 6 lantai untuk motor dan 13 lantai untuk mobil.