cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 156 Documents clear
Studi Numerik Perpindahan Panas Konveksi Paksa pada Pin Fin Berpenampang Circular dengan Susunan Staggered Rezky Anugrah Wicaksono; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.997 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47384

Abstract

Fin merupakan suatu benda aplikasi perpindahan panas secara konveksi dan konduksi. Fin sendiri digunkanan untuk meningkatkan perpindahan panas dengan cara menambah luasan atau area perpindahan panas.. Md. Abu Jafar Rasel dkk. melakukan penelitian secara numerik mengenai perpindahan panas secara konveksi pada fin yang disusun secara staggered dalam rectangular duct yang memiliki kesamaan terhadap penelitian eksperimen alat praktikum perpindahan panas yang dilakukan Alik D. (2019) yang bertujuan untuk mengetahui heat transfer rate dari base maupun fin dengan memvariasikan kecepatan inlet diameter, dan temperatur base. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak ANSYS 18.1 sebagai pemodelan geometri dan FLUENT 18.0 sebagai solver. Pin fin berpenampang circular disusun secara staggered yang diletakkan di dalam rectangular duct. Variasi yang dilakukan berupa diameter 10 mm dan 16 mm dengan ST=20mm SL=20mm konstan dan panjang pin fin 70 mm dengan temperatur pada base plate tetap konstan sebesar 500C. Dilakukan 4 variasi kecepatan udara masuk sebesar 2.64m/s, 3.65m/s, 3.96m/s dan 4.20m/s. Untuk mendapatkan hasil yang baik, terlebih dahulu dilakukan grid independence test sehingga diperoleh kerapatan mesh yang optimal. Hasil akan ditampilkan baik secara kualitatif berupa gambar kontur temperatur dan, kontur velocity maupun secara kuantitatif berupa grafik distribusi temperatur sepanjang pin fin. Hasil penelitian menjunjukkan distribusi temperatur menurun di sepanjang fin. Temperatur permukaan fin tertinggi terdapat pada fin baris keempat. Temperatur terendah terjadi pada v = 4.20 m/s dan temperatur tertinggi terjadi pada v = 2.64 m/s. Fin diameter 10 mm mempunyai luas permukaan yang lebih kecil dan memberikan jarak antar fin yang lebih luas daripada fin diameter 16 mm. Jarak tersebut memungkikan fluida yang melalui fin dapat membawa panas dari fin dan menyebabkan penurunan temperatur yang besar. Pada kecepatan yang sama, fin 10 mm mempunyai koefisien konveksi yang lebih besar daripada fin 16 m
Simulasi Numerik Pengaruh Penambahan Bodi Pengganggu terhadap Karakteristik Aliran Fluida Melintasi Silinder Sirkular Tersusun Tandem di Dalam Saluran Sempit Intan Pandang Prinda Sakti; Wawan Aries Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.803 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47452

Abstract

Interaksi antara fluida dengan struktur merupakan salah satu pokok analisis yang dilakukan pada suatu struktur. Dengan mengetahui karakteristik dari suatu aliran fluida yang mengalir dapat diprediksi, dianalisa dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat mendesain suatu konstruksi yang dapat menghasilkan nilai tambah dan meningkatkan efisiensi kinerja. Salah satu kasus interaksi fluida dengan struktur yang sering kita jumpai yaitu fenomena aliran fluida melintasi benda maupun saluran, sebagai contoh heat exchanger dimana di dalamnya terdapat tube yang dialiri oleh fluida dan instalasi pipa internal sebagai elemen structural yang sering ditemukan pada industri. Tugas akhir ini menggunakan metode simulasi numerik dua dimensi unsteady dan incompressible flow menggunakan software CFD Ansys Fluent versi 19R1. Variasi yang dilakukan adalah rasio jarak longitudinal antara silinder sirkular dengan bodi pengganggu L/D = 1,25; 1,5; 1,75; 2,0 dan variasi rasio besar diameter d/D=0,16; 0,32 serta bilangan Reynolds sebesar 1,58x104. Pemodelan turbulence viscous yang digunakan adalah shear stress transport k-ω. Penambahan bodi pengganggu d/D=0,16 dapat mereduksi coefficient drag sebesar 32%. Sedangkan pada d/D=0,32 dapat mereduksi coefficient drag sebesar 34%
Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan Berdasarkan Neraca Air Siska Aprilia Sari; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47942

Abstract

Prigen merupakan daerah yang memiliki sumber air melimpah dengan kualitas baik. Seiring bertambahnya waktu, kondisi ini menyebabkan aktivitas industri berkembang pesat. Selain industri, jumlah penduduk di Prigen juga meningkat. Dampaknya kebutuhan air domestik dan tutupan lahan juga ikut meningkat. Hal tersebut berpotensi memberikan dampak yang besar terhadap ketersediaan sumberdaya air didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arahan pengelolaan sumberdaya air di Prigen berdasarkan kondisi faktual dan analisis neraca air. Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan rasionalistik dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, analisis neraca air dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, Ketersediaan air di Prigen untuk kegiatan domestik dan industri yang menggunakan air tanah berada dalam kondisi aman bersyarat, sedangkan ketersediaan air untuk kegiatan pertanian yang menggunakan air sungai masih berada dalam kondisi aman. Arahan pengelolaan sumberdaya air di Prigen difokuskan kepada dua hal yaitu, konservasi kawasan lindung dan pengendalian akivitas di Prigen yang berfungsi sebagai daerah resapan air.
Analisa Laju Erosi pada Elbow Pipa Karena Partikel Pasir Dalam Aliran Fluida Gas Menggunakan Simulasi CFD Linggar Rhodam Krisnanda; Agoes Santoso; Taufik Fajar Nugroho
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.276 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48218

Abstract

Dalam industri minyak dan gas bumi sering terjadi permasalahan berupa erosi yang terjadi pada internal pipa. Erosi didefinisikan sebagai suatu kerugian hilangnya sebagian material pipa karena bergeseknya dinding material dengan partikel pasir yang terbawa dalam alian multi fase. Aliran multi fase merupakan sebuah sistem aliran yang terdiri lebih dari satu fase, dalam hal ini fase gas dan fase padat. Menurut penelitian, sumur minyak dan gas bumi dewasa ini semakin banyak kandungan partikel pasir yang terbawa oleh fluida gas atau minyak seiring dengan menurunnya produksi minyak dan gasnya yang selaras dengan bertambahnya umur asset. Erosi terbesar terjadi pada bagian elbow dikarenakan partikel pasir dapat tertumbuk secara langsung ke dinding material dengan kecepatan tertentu yang disebabkan adanya belokan secara tiba-tiba mengikuti desain elbow. Prediksi hasil analisa yang akurat dapat digunakan sebagai acuan untuk meminimalisir kegagalan pada pipa. Dalam analisa ini menggunakan pemodelan CFD (computational fluid dynamic) pada aplikasi ANSYS untuk menganalisa laju erosi pada pipa dengan melakukan variasi ukuran partikel pasir, flowrate partikel pasir, kecepatan aliran dan jenis elbow. Didapatkan hasil berupa laju erosi pada elbow pipa yang dibandingkan dengan perhitungan menurut DNV RP O501. Hasil validasi dari perhitungan menurut DNV RP O501 dengan hasil simulasi Ansys Fluent menunjukkan perbedaan nilai antara 4,8% - 5,9% hal tersebut menunjukkan bahwa hasil percobaan sangat akurat. Dari hasil simulasi menunjukkan bahwa nilai laju erosi berbanding lurus dengan banyaknya flowrate partikel pasir, besar diameter partikel dan kecepatan aliran. Pada elbow pipa 900 nilai laju erosi lebih besar dibandingkan dengan elbow pipa 450. Nilai remaining life berbanding terbalik dengan nilai laju erosi yang terjadi pada elbow pipa.
Studi Modifikasi Pembangkit Listrik Siklus Ganda Cogeneration Menggunakan Software Cycle Tempo Sri Wahyuni Widiyaningtias; Atok Setiyawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.809 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48507

Abstract

Salah satu industri yang menerapkan sistem kogenerasi adalah PT. Ajinomoto Indonesia (PT AI) yang berlokasi di kabupaten Mojokerto. Pembangkit kogenerasi yang terdapat di PT AI yaitu pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU)  yang memproduksi listrik sebesar 12 MW dan dilengkapi 3 coal boiler untuk memenuhi kebutuhan uap dalam proses industri sebesar 100 Ton/h. Pembangkit kogenerasi yang terdapat di PT AI belum pernah dilakukan modifikasi untuk mendapatkan efisiensi pembangkit yang lebih tinggi. Oleh sebab itu maka perlu dilakukan perhitungan ulang efisiensi pembangkit kogenerasi serta melakukan modifikasi pembangkit kogenerasi di PT AI menggunakan Software Cycle tempo. Hal ini dikarenakan perhitungan dan modifikasi menggunakan Software Cycle tempo dinilai lebih mudah dan efektif. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan. Pada tahapan awal dilakukan identifikasi masalah dengan melakukan studi lapangan di PT AI. Dari masalah yang didapat kemudian dilakukan simulasi pemodelan pembangkit dalam kondisi existing. Setelah itu, dilakukan simulasi tiga pemodelan pembangkit dalam kondisi yang telah dimodifikasi yaitu pada pemodelan pertama modifikasi dilakukan dengan menghilangkan komponen coal boiler, pemodelan kedua modifikasi dilakukan dengan menambahkan Preheater dan pemodelan ketiga modifikasi dilakukan dengan mengganti komponen superheater 1 menjadi reheater. Dari masing-masing pemodelan didapatkan hasil berupa nett power, dan masukan kalor. Hasil dari pemodelan dalam kondisi existing dan sesudah dimodifikasi ini kemudian diolah untuk mendapatkan nilai efisiensi pembangkit dari masing-masing pemodelan yang selanjutnya dibandingkan dan dilakukan analisa. Berdasarkan simulasi Software Cycle tempo yang dilakukan pada laju aliran massa uap yang sama untuk proses industri, didapatkan hasil efisiensi pembangkit kogenerasi PT AI pada kondisi existing, modifikasi penghilangan coal boiler, penambahan Preheater, dan penggantian superheater 1 menjadi reheater berturut-turut sebesar 69,34%; 87,44%; 69,36 dan 70,18%.
Modifikasi Desain Sistem Ventilasi Kamar Mesin KMP. Tanjung Sole Hario Pramudito; Alam Bahermasyah; Ede Mehta Wardhana
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.344 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49592

Abstract

KMP. Tanjung Sole merupakan salahsatu kapal (sister ships) yang dibangun untuk melayani rute pelayaran di wilayah Timur Indonesia. Tidak seperti sister ship-nya, pada saat KMP. Tanjung Sole beroperasi terjadi kenaikan temperatur udara kamar mesin yang melebihi ambang batas persyaratan yaitu di atas 45 0C. Perbedaan KMP. Tanjung Sole dengan sister ship-nya hanyalah pada tata letak permesinan di dalam kamar mesin dan desain ducting dari sistem ventilasi kamar mesin. Untuk mencari solusi permasalahan dari KMP. Tanjung Sole tersebut maka dilakukan evaluasi dan simulasi beberapa alternatif desain serta tata letak ducting sistem ventilasi kamar mesin kapal tersebut. Simulasi dilakukan dengan pendekatan CFD (Computational Fluid Dynamic) guna menganalisa sebaran temperatur dan aliran udara ventilasi di dalam kamar mesin, baik sebelum dilakukan perubahan desain ventilasi maupun sesudahnya. Ada tiga alternatif desain sistem ventilasi yang ditawarkan dan dikaji. Dari hasil simulasi yang dilakukan untuk sistem ventilasi terpasang di KMP. Tanjung Sole diperoleh data distribusi temperatur rata-rata udara di dalam kamar mesin adalah sebesar 54,3 °C – mendekati kondisi riil di kapal. Setelah dilakukan perbaikan desain ducting sistem ventilasi maka dengan menggunakan desain alternatif atau variasi 1 temperatur udara di kamar mesin turun menjadi 47,6 °C. Adapun pada variasi 2 dan variasi 3 temperatur udara kamar mesin KMP. Tanjung Sole turun menjadi  43,5 °C yang mana ini berarti sudah memenuhi persyaratan. Perbedaan dari variasi 3 dengan variasi 2 hanya pada adanya ducting penghubung dan damper antara sistem ventilasi sisi kanan dengan sisi kiri kamar mesin yang mana masing-masing disuplai oleh satu fan. Hasil kajian menunjukkan alternatif sistem ventilasi yang paling baik digunakan untuk mengatasi permasalahan temperatur udara kamar mesin KMP. Tanjung Sole adalah model variasi ke-3.
Analysis CID Volcanic Earthquake in The Sunda Strait Due to The Eruption of Anak Gunung Krakatau Atika Sari; Mokhamad Nur Cahyadi
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.485 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49701

Abstract

In earthquakes occur three types of waves, namely acoustic waves with vertical directions from the epicenter to the ionosphere F, gravity waves are waves generated from the tsunami, and the resulting Rayleigh waves move away from the epicenter. These waves create disturbances in the ionosphere, namely at electron density. The electron density in the ionosphere layer is called Total Electron Content (TEC). This phenomenon is detected as CID (Coseismic Ionosphere Disturbance), ie TEC fluctuations that occur ` 10 minutes after the earthquake. Earthquakes that are used as case studies are earthquakes that occur in the volcanic earthquake in the Sunda strait due to volcanic eruptions of krakatu children resulting in tsunamis on the Sunda Strait on December 22, 2018 (doy 356) with magnitude 5 SR at 13.55 UTC. In this study using the data of GNS (Global Navigation Satellite System) BIG CORS (Continuous Operating Reference Station) (Geospatial Information Agency uses CRKS, CPSR and CGON stations. The results of this study note that GPS number 3 detects TEC fluctuations after a volcanic earthquake. The biggest fluctuation worth 0.422 TECU which is at 9 minutes after the volcanic earthquake of the child of Mount Krakatau.
Crowding and Territoriality within Urban Safety (Case Study: Ketabang, Surabaya, Indonesia) Fery Asta Wibowo; Dewi Septanti; Haryo Sulistyarso
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.83 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49747

Abstract

The city of Surabaya is one of the largest metropolitan cities in Indonesia with positive city growth and development. Along with this, the wave of urbanization and the increase in safety threats also increased. The increased threats triggered the procurement of facilities related to high safety. However, Ketabang, as one of the regions that have the availability of complete safety facilities, still has a great record of safety threats, especially in public space. Thus, an evaluation of the effectiveness of the facility needs to be carried out, especially on the topic of controlling the crowd and clear territorial boundaries. The control itself is related to the limitation of public activities, which can be one of the factors that cause reduced awareness and surveillance of the perpetrators of safety threats. Because of it, this region needs further research on each level of territorial crowds and territorial boundaries that can affect safety in public spaces. This study uses qualitative data analysis, character appraisal of related facilities, and cognitive mapping as a research method. The results of the analysis process outline the influence of crowds and territorial boundary on the safety of users of public spaces in the study area. These results are the main handle in providing an evaluation of the design and provision of facilities that can improve the safety of public space users.
Restoring Image and Identity of Old City Kupang Through Visual Enhancement Paulus Kusuma Dewata Hoka Djoka; Arina Hayati; Endang Titi Sunarti
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.198 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49748

Abstract

The old city in Kupang is a dense area that has multicultural ethnicity with its history. With long historical background influenced by colonialism and multicultural diversity, the old city of Kupang has strong and unique images. This paper aims to find the image and the identity of the old city area in Kupang supported by using factors in Lynch’s theory of image of the city. This research using descriptive-qualitative research method and applied several data collection techniques such as field observation through walkthrough analysis and documentation. The research method has successfully identified the old city’s image and identity; (1) Soekarno Street and Siliwangi Street as the path element; (2) meeting point of main streets and streets around the old city area including Soekarno and Siliwangi street as nodes element; (3) Pancasila Monument identified as landmark element. The result of this study is important as a reference to enhance the visual quality of Kupang old city by strengthening the character of the image and identity of the old city area.
Analisis Deformasi Berdasarkan Pergeseran Titik Pengamatan GPS di Kota Surabaya Andika Mauradhia; Ira Mutiara Anjasmara; Susilo Susilo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.703 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.44592

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang dikelilingi oleh Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, Lempeng Laut Filipina, dan Lempeng Pasifik. Interaksi antar lempeng tersebut menyebabkan Indonesia rawan akan bencana gempa bumi, gunung api, dan tsunami. Kota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur sekaligus kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Salah satu ancaman bencana di wilayah Surabaya berasal dari sesar Kendeng. Aktivitas dari sesar ini dapat menyebabkan deformasi di Kota Surabaya sehingga menimbulkan terjadinya gempa bumi. Maka dari itu, perlu adanya pengamatan deformasi secara berkala di Kota Surabaya pada titik-titik yang telah ditentukan. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pengamatan deformasi adalah metode Global Navigation Satellite System (GNSS) menggunakan data Global Positioning System (GPS).Dari hasil dan analisis pengolahan data GPS, diperoleh nilai besar dan arah kecepatan pergeseran. Pergeseran horizontal titik-titik pengamatan GPS di Kota Surabaya dominan menuju ke arah tenggara dengan rentang nilai kecepatan pergeseran antara 1,034 cm/tahun hingga 5,674 cm/tahun. Kecepatan pergeseran horizontal terkecil terjadi  pada BM16 dan terbesar pada BM23. Pada pergeseran vertikal, titik-titik selain BM23, BM29, dan BM24 mengalami subsidence dengan rentang nilai kecepatan pergeseranan antara -0,19 cm/tahun hingga -5,769 cm/tahun. Kecepatan pergeseran vertikal terkecil terjadi pada CSBY dan terbesar pada BM02.

Page 3 of 16 | Total Record : 156