cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 156 Documents clear
Analisa Highest and Best Use Lahan Gedung Convention Hall Arief Rahman Hakim Surabaya Eka Indriani; Retno Indyani
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.373 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47080

Abstract

Lahan gedung Convention Hall Arief Rahman Hakim Surabaya terletak di jalan Arief Rahman Hakim 131-133 Surabaya, dengan luas tanah sebesar 22.843 m2 dan luas gedung utama sebesar 4.847 m2. Ditinjau dari lokasi dan luas lahan, gedung ini sebenarnya cukup strategis dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi sebagai properti komersil tetapi nilai Koefisien Dasar Bangunan (KDB) lahan tersebut hanya sebesar 21,22%. Hal ini menunjukkan bahwa lahan pada gedung Convention Hall Arief Rahman Hakim belum dimanfaatkan secara optimal sehingga diperkirakan nilai lahan masih rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis Highest and Best Use (HBU). Analisis ini meliputi aspek legal, aspek fisik, aspek finansial dan produktivitas maksimum. Analisa legal berupa analisa zoning, analisa fisik meliputi analisa bentuk, ukuran lahan dan building code, dan analisa finansial meliputi analisa biaya investasi, pendapatan dan pengeluaran dan analisa arus kas. Analisa produktivitas dilakukan untuk nilai tanah yang memiliki nilai tertinggi. Dari hasil analisa didapat bahwa alternatif berupa perluasan convention hall dengan luas lantai dasar menjadi 7.355.m2 dengan hotel bintang 3 pada lantai 2 serta pembuatan outdoor exhibition sebesar 3.898 m2, merupakan alternatif yang paling optimum yaitu menghasilkan nilai lahan sebesar Rp. 42.309.482/m2 dengan nilai produktivitas sebesar 203%.
Identifikasi Faktor Internal dan Faktor Ekternal Permukiman Kumuh di Kawasan Peri Urban (Studi Kasus: Sidoarjo Peri Urban Surabaya) Indira Kurnia Dewi; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47789

Abstract

Kurangnya ketersediaan lahan dan peningkatan kebutuhan rumah murah di Surabaya, mengakibatkan banyak masyarakat berpenghasilan rendah memilih kawasan peri urban sebagai salah satu solusinya. Namun peningkatan kebutuhan rumah di wilayah peri urban Surabaya khususnya di Kabupaten Sidoarjo tidak diimbangi dengan pemeliharaan lingkungan yang baik, sehingga terdapat kelurahan/desa yang termasuk kumuh. Ini terjadi di Desa Berbek dan Desa Wadungasri, dimana lokasi kedua desa yang berbatasan dengan Surabaya dan berhubungan erat dengan kegiatan yang orientasi ke Kota Suarabaya. Artikel ini bertujuan untuk mengindentifikasi faktor internal dan faktor ekternal yang terjadi di permukimanan kumuh kawasan peri urban.  Hasil penelitian faktor internal berupa karakteristik permukiman kumuh peri urban dan faktor eksternal berupa tantangan serta peluang penanganan permukiman kumuh peri urban yang didasari pendapat key responden dari hasil Content Analysis. Kedua desa, Desa Berbek dan Wadungasri, memiliki karakteristik, tantangan, dan peluang yang hampir sama sehingga dapat mewakilkan karakteristik permukiman kumuh di kawasan peri urban. Tantangan dan peluang di kedua desa terdapat sekitar 7 kesamaan tantangan dan peluang, dengan sekitar 2 tantangan dan peluang yang berbeda. Karakteristik yang dominan adalah kepadatan penduduk dari banyaknya migrasi datang dan kedekatan lokasi dengan tempat kerja, selain itu dari radius jangkauan sarana yang dapat dan dipilih masyarakat sebagian didapatkan dari Surabaya.
Pemodelan Perubahan Penggunaan Lahan Berbasis Cellular Automata pada Wilayah Peri Urban Kota Surabaya di Kabupaten Sidoarjo Mardiyah Rahmawati; Nursakti Adhi Pratomoatmojo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48484

Abstract

Kota Surabaya sebagai kota kedua terbesar setelah Jakarta, memiliki wilayah peri urban. Salah satu wilayah peri urban Kota Surabaya adalah Kabupaten Sidoarjo. Tidak semua wilayah Kabupaten Sidoarjo sebagai peri urban Kota Surabaya. Kecamatan Waru, Kecamatan Sedati, Kecamatan Taman, Kecamata Gedangan dan Kecamatan Sukodono sebagai wilayah peri urban kota Surabaya. Wilayah peri urban Kota Surabaya mengalami perubahan dari tahun 2009-2018, dengan penggunaan lahan yang bertumbuh cepat adalah permukiman, perdagangan jasa dan industri. Penggunaan lahan industri mengalami pertambahan 1298,05 Ha, perdagangan jasa bertambah 375,90 Ha dan permukiman bertambah 6696,79 Ha dari tahun 2009-2018. Salah satu teknik yang digunakan untuk mengatahui perubahan lahan adalah Cellular Automata pada software LanduseSim versi 2.3.1. Adanya perubahan tersebut belum diketahui secara pasti mempengaruhi perkembangan lahan dimasa mendatang. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian dengan tujuan menyusun model perubahan penggunaan lahan melalui prediksi berdasarkan tren perubahan lahan di wilayah peri urban Kota Surabaya (Kabupaten Sidoarjo). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lahan permukiman mengalami pertumbuhan seluas 2328,93 Ha (66,1%), perdagangan jasa mengalami pertumbuhan 115,74 Ha (3,1%) dan industri bertambah 1080 Ha (30,6%). Sedangkan lahan yang terkonversi adalah tanah kosong seluas 466,2 Ha (13,2%), pertanian 2659,86 Ha (75,5%) dan tambak seluas 398,43 Ha (11,3%). Validasi menggunakan tools map comparison di software LanduseSim dengan membandingkan antara hasil simulasi tahun 2018 dan peta kondisi eksisting tahun 2018. Hasil validasi menunjukan overall accuracy 83,63% yang artinya hasil simulasi sangat baik.
Arahan Peningkatan Investasi Daerah di Kota Batam Berdasarkan Faktor Ketenagakerjaan, Pelayanan Infrastruktur dan Lahan Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47939

Abstract

Kota Batam merupakan salah satu wilayah KPBPB di Indonesia yang memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia terutama dalam bidang investasi karena letaknya yang strategis yaitu berada di jalur perairan internasional. Akan tetapi nilai investasi yang masuk ke Kota Batam terus mengalami penurunan dan puncak penurunannya terjadi pada tahun 2017 di mana terdapat 36 perusahaan industri yang tutup serta nilai realisasi investasi yang juga menurun drastis. Hal ini disebabkan karena tiga faktor daya tarik investasi daerah yaitu faktor ketenagakerjaan, pelayanan infrastruktur serta lahan yang belum bekerja secara optimal di Kota Batam dan menyebabkan semakin tidak diminatinya investasi di Kota Batam terutama dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui upaya-upaya yang diperlukan dalam rangka meningkatkan investasi di Kota Batam berdasarkan faktor-faktor daya tarik investasi daerah di tinjau dari preferensi investor/pengusaha. Pada proses perumusan arahan ini terlebih dahulu dilakukan identifikasi permasalahan/hambatan dari masing-masing variabel penelitian menggunakan analisis fishbone untuk mendapatkan akar permasalahan masing-masing variabel berdasarkan kondisi eksistingnya yang dapat menghambat masunya investasi di masa depan melalui in-depth interview. Setelah diketahui akar permasalahannya, maka dilanjutkan dengan analisis triangulasi untuk menentukan arahan peningkatan investasi daerah. Berdasarkan hasil analisis triangulasi di peroleh 12 arahan peningkatan investasi daerah di Kota Batam.
Penilaian Tingkat Efektivitas Kebijakan Rusunawa sebagai Solusi Kebutuhan Bermukim Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat Nur Arning Tengara Kasih; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48080

Abstract

Pada tahun 2017 di Kota Mataram jumlah rumah tangga MBR mencapai 36.376 dari 6 Kecamatan. Terjadi backlog di Kota Mataram pada tahun 2017 sebesar 81.869. Kebutuhan rumah di Kota Mataram ± 27.930 unit/tahun atau sebesar 20% per tahun. Daya tampung kota Mataram dengan luas perumahan 551,05 Ha sudah tidak dapat mencukupi. Sehingga untuk mengurangi angka backlog dan memenuhi kebutuhan bermukim MBR, pemerintah Kota Mataram mengeluarkan kebijakan salah satunya penyediaan rumah susun sewa bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Angka backlog yang seharusnya menurun namun ternyata kebutuhan rumah sampai dengan tahun 2018 meningkat 59,16 % atau 221.519 unit. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat efektivitas kebijakan rusunawa dalam mengurangi angka backlog dan memenuhi kebutuhan bermukim sesuai dengan arahan tata ruang kota. Penelitian ini melakukan tiga tahap analisis. Tahap pertama identifikasi kebutuhan bermukim MBR di Kota Mataram dengan scoring dan service quality. Tahap kedua analisis kebijakan pemerintah daerah kota mataram dengan literature review. Tahap ketiga penilaian efektivitas kebijakan rusunawa sebagai solusi kebutuhan bermukim MBR di Kota Mataram dengan overlay, literature review, input hasil analisis sasaran 1 dan 2. Didapatkan data bahwa berdasarkan penilaian tiga indikator yang telah ditentukan bahwa kebijakan rusunawa dalam memenuhi kebutuhan bermukim kurang efektif. Lokasi rusunawa belum sesuai dengan lahan peruntukkan yang tertulis dalam RTRW Kota Matararam 2011-2031, kebijakan rusunawa belum berhasil mengurangi angka backlog, dalam implementasi kebijakan bermukim MBR, jumlah kebutuhan bermukim yang belum terpenuhi lebih besar dari jumlah kebutuhan bermukim yang sudah terpenuhi.
Pola Keterkaitan Kota-Desa dari Segi Pergerakan Orang Antara Kota Mojokerto dengan Wilayah Peri Urban di Kabupaten Mojokerto Ahmad Zaki Rosyidi; Belinda Ulfa Aulia
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48393

Abstract

Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto merupakan 2 wilayah yang saling bersinggungan. Kedua wilayah tersebut memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda. Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhannya masyarakat di kedua wilayah tersebut melakukan pergerakan, baik dari kota ke desa maupun dari desa ke kota. Hal ini menyebabkan terbentuknya pola keterkaitan kota-desa antara kedua wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola keterkaitan kota-desa darisegi pergerakan orang antra Kota Mojokerto dengan wilayah peri urban di Kabupaten Mojokerto. Untuk mendapatkan hasil luaran yang diinginkan yaitu pola keterkaitan kota-desa dari segi pergerakan orang, peneliti menggunakan analisis tipologi dan analisis deskiptif dalam penelitian ini. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa pola keterkaitan kota-desa dari segi pergerakan orang yang terbentuk adalah hubungan timbal balik antar wilayah. Pola keterkaitan kota-desa yang terbentuk dilandasi oleh motif sosial ekonomi.
Karakteristik Desa Wisata Religi Dalam Pengembangan Desa Bejagung sebagai Sebuah Desa Wisata Religi Deva Danugraha Imandintar; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48404

Abstract

Desa Bejagung merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Tuban yang memiliki arahan pengembangan sebagai desa wisata, dengan fokusan sebagai desa wisata yang berbasis religi. Desa Bejagung masuk dalam Zona I kawasan peruntukan pariwisata Kab. Tuban, Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD) Kab. Tuban, serta masuk dalam Destinasi Pariwisata Daerah (DPD) Kab. Tuban. Destinasi yang diusung oleh Desa Bejagung berupa Makam Sunan Bejagung Lor, Makam Sunan Bejagung Kidul, Situs Watu Gajah, serta Makam Citrosoman. Akan tetapi sampai saat ini belum ditemukan ciri khas yang membedakan Desa Wisata Religi Bejagung dengan desa wisata lain yang ada di Kabupaten Tuban. Suasana desa wisata di Desa Bejagung masih belum menunjukkan suasana khas desa wisata yang bertemakan religi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik desa wisata religi yang dimiliki oleh Desa Bejagung berkaitan dengan pengembangan Desa Bejagung sebagai desa wisata religi. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif dengan pendekatan yang bersifat rasionalistik. Tahapan yang akan dilakukan pada penelitian ini berupa pengamatan menggunakan metode observasi partisipatif dan wawancara stakeholder dengan menggunakan metode content analysis. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 28 karakteristik desa wisata religi yang dimiliki oleh Desa Bejagung, antara lain: salah satu daya tarik budaya yang berupa tradisi yang ada di Desa Bejagung berupa barikan, sedekah bumi (manganan), keduk sumur, dawetan, dan juga haul Sunan Bejagung, Desa Bejagung menjadi patokan sebagai awal dari pelaksanaan tradisi sedekah bumi yang ada di Kabupeten Tuban, serta di Desa Bejagung tidak dijumpai penjual kuliner khas khususnya nasi, dikarenakan kepercayaan masyarakat yang masih dipercaya berupa larangan untuk jual beli nasi.
Perencanaan Perbaikan Tanah dan Perkuatan Tanggul Lepas Pantai Teluk Jakarta Apriana Hanggara Dewi; Yudhi Lastiasih; Herman Wahyudi
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.135 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48493

Abstract

Jakarta merupakan Ibukota Indonesia. Jakarta terletak di pantai utara Pulau Jawa. Berada pada perairan laut Jawa menyebabkan Teluk Jakarta menjadi tempat bermuaranya sungai-sungai yang membelah kota Jakarta. Wilayah Jakarta mengalami penurunan tanah antara 10 cm sampai 180 cm, tergantung pada letak wilayahnya, sehingga mengancam kawasan Jakarta tergenang secara permanen. Salah satu solusi untuk menangani ancaman tergenangnya kawasan Jakarta adalah akan dibuat tanggul laut. Sehingga dilakukan  penyelidikan tanah disepanjang Teluk Jakarta dimana susunan dan karakteristik lapisan tanahnya akan dikelompokan atas 15 (lima belas) ruas sungai dengan parameter kedalaman diukur dari MTS (Muka Tanah Setempat) dan pantai. Hasil dari penyelidikan tanah tersebut menyatakan bahwa sebagian besar kondisi tanah dasar dari Teluk Jakarta merupakan tanah lunak dengan nilai N-SPT < 10 dengan ketebalan yang bervariasi. Berdasarkan kondisi tanah seperti yang dijelaskan  di atas, untuk mendapatkan tanggul yang stabil serta aman terhadap longsor dan juga gelombang air laut, maka pada Tugas Akhir ini perlu direncanakan dan dibandingkan tanggul dengan menggunakan sistem lereng dengan armour, secant pile dan SUPW (Sistem Urug dengan Perkuatan Wadah). Sedangkan untuk mengatasi permasalahan yang mungkin terjadi pada tanah dasar lunak yang harus menerima beban urugan, direncanakan perbaikan tanah tanah dengan metode pre-loading dan juga PVD (Prefabricated Vertical Drain). Dari hasil perencanaan PVD didapatkan hasil jarak pemasangan PVD masing-masing zona adalah antara 0,5 m-1,0 m dengan menggunakan pola pemasangan segitiga. Sedangkan untuk perkuatan lereng dengan armour, kemiringan lereng adalah 1:2 dengan tebal lapisan primer 1,2 m, lapisan sekunder 0,6 m dan berm 1,2 m. Besar angka keamanan untuk masing-masing zona adalah antara 1,5-1,96.. Selanjutnya perkuatan tanggul dengan secantpile, besar diameter secantpile masing-masing zona antara 1,6 m -2,0 m. Angka keamanan dari perkuatan secantpile adalah antara 5,74-8,7. Selanjutnya perkuatan SUPW, lebar pemasangan SUPW untuk masing-masing zona antara 11 m – 24,2 m. Angka keamanan yang didapatkan dari perkuatan SUPW adalah antara 1,54 – 1,9.
Penentuan Faktor Perubahan Penggunaan Lahan pada Kawasan Konservasi Mangrove Pamurbaya di Kecamatan Rungkut dan Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya Adrian Ekoyudho Nugroho; Mochamad Yusuf
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48567

Abstract

Di Kecamatan Rungkut dan Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya banyak dari penggunaan lahannya diperuntukkan sebagai kawasan konservasi mangrove Pamurbaya. Seiring berjalannya waktu, terdapat perubahan penggunaan lahan di kawasan konservasi mangrove Pamurbaya khususnya di Kecamatan Rungkut dan Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya. Pada 18 Juni 2018, terdapat 686 kavling warga yang berada di kawasan konservasi mangrove Pamurbaya. Padahal, kawasan tersebut berada di kawasan peruntukkan konservasi. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini berfokus untuk menentukan faktor-faktor perubahan penggunaan lahan pada kawasan konservasi Pamurbaya yang terjadi di Kecamatan Rungkut dan Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya. Metode analisis yang digunakan dalam penentuan faktor perubahan penggunaan lahan pada kawasan konservasi mangrove Pamurbaya di Kecamatan Rungkut dan Kecamatan Gunung Anyar adalah dengan menggunakan metode analisis Delphi.
Penentuan Lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah yang Ramah Lingkungan di Kabupaten Bekasi Daniel William Manurung; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.489 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48801

Abstract

TPA Burangkeng adalah TPA yang melayani Kabupaten Bekasi. Namun, TPA ini masih menggunakan sistem open dumping yang memberikan dampak buruk bagi lingkungan sekitarnya, seperti terjadinya pencemaran air dan udara. Selain itu, TPA Burangkeng juga mengalami overload. Pemindahan lokasi ke lokasi yang lebih layak serta penggantian metode pengelolaan sampah dari open dumping menjadi metode pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memberikan rekomendasi lokasi TPA sampah yang ramah lingkungan di Kabupaten Bekasi. Metode pengelolaan sampah yang digunakan yakni metode lahan urug saniter / sanitary landfill. Penentuan lokasi juga memperhatikan kebutuhan luas lahan serta kriteria-kriteria yang didapat dari studi literatur. Kriteria tersebut dibobotkan dengan metode AHP serta dianalisis dengan weighted overlay menggunakan bantuan sistem informasi geografis agar didapat lokasi yang optimal. Hasil dari analisis yang telah dilakukan didapat lokasi yang paling cocok untuk dijadikan TPA yang ramah lingkungan yakni di Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu dengan luas sebesar 164,55 ha.

Page 5 of 16 | Total Record : 156