cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 156 Documents clear
Pemodelan Spasial Prediksi Perkembangan Kawasan Permukiman Berbasis Cellular Automata dengan Pendekatan Kependudukan di Surabaya Timur Windy Lestari; Nursakti Adhi Pratomoatmojo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.935 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48665

Abstract

Pertumbuhan penggunaan lahan permukiman di Surabaya Timur mengalami peningkatan luas tertinggi dibandingkan penggunaan lahan lain dengan luas pertumbuhan dari tahun 2011-2018 sebesar 176,8 Ha. Pertumbuhan permukiman akan memberikan dampak terhadap penggunaan lahan lainnya seperti berkurangnya lahan kosong (188,5 Ha), pertanian (9,6 Ha) dan tambak (23,3 Ha). Untuk meminimalisir dampak perkembangan permukiman terutama dampak negatif yang diberikan, maka diperlukan sebuah upaya pencegahan. Upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan informasi mengenai prediksi perkembangan permukiman di masa mendatang dengan memanfaatkan kemajuan teknologi salah satunya adalah Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model spasial prediksi perkembangan permukiman di Surabaya Timur pada tahun 2034 dengan menggunakan metode analisis CA (Cellular Automata) yang ditunjang dengan metode analisis delphi dan AHP (Analytical Hierarchy Process). Metode   analisis CA digunakan untuk melakukan prediksi perkembangan permukiman tahun 2034 sedangkan metode analisis delphi dan AHP digunakan dalam menentukan variabel yang mempengaruhi perkembangan permukiman beserta bobotnya. Hasil dari penelitian ini adalah model perkembangan permukiman di Surabaya Timur tahun 2018-2034 dengan tingkat akurasi sebesar 91,83%. Perkembangan permukiman di Surabaya Timur pada tahun 2018-2034 adalah seluas 1602,2 Ha (berdasarkan pendekatan penduduk dan trend perkembangan lahan permukiman). Terjadinya pertumbuhan luas lahan permukiman tersebut disebabkan oleh beberapa variabel diantaranya adalah jalan lingkungan, jalan utama, jaringan listrik, jaringan air bersih, lahan permukiman eksisiting, fasilitas perdagangan, fasilitas pendidikan dan fasilitas perkantoran. Pertumbuhan lahan permukiman yang terjadi mengonversi beberapa penggunaan lahan diantaranya lahan kosong yang berkurang seluas 737,1 Ha, tambak yang berkurang seluas 248,2 Ha dan pertanian yang berkurang sebesar 178,2 Ha.
Prediksi Perkembangan Pemukiman Berbasis Cellular Automata dengan Batasan Kawasan Rawan Banjir di Perkotaan Kabupaten Bojonegoro Dwiky Satrio Septawicaksono; Nursakti Adhi Pratomoatmojo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.073 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48831

Abstract

Banjir di Kabupaten Bojonegoro terjadi hampir setiap tahun. Pada fakta tahun 2016 banjir merendam 3.627 rumah yang tersebar di 15 kecamatan dengan potensi kerugian mencapai Rp 4.681.950,-. Terutama pada kecamatan yang diarahkan untuk pengembangan Permukiman seperti Kecamatan Bojonegoro, Kecamatan Dander, dan Kecamatan Kapas dengan jumlah penduduk terpapar bahaya banjir sebanyak 229.894 jiwa pada tahun 2018. Jumlah tersebut menyebabkan Kecamatan Bojonegoro, Kecamatan Dander, dan Kecamatan Kapas termasuk kedalam jumlah penduduk terpapar yang paling tinggi. Ketiga kecamatan tersebut merupakan kawasan perkotaan Kabupaten Bojonegoro. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk memprediksikan pola perkembangan penggunaan lahan permukiman pada tahun 2038 dengan mempertimbangakan daerah bahaya bencana banjir di Perkotaan Kabupaten Bojonegoro dengan menggunakan metode Cellular Automata. Dalam proses prediksi penelitian ini menggunakan variabel kedekatan dalam membangun peta transisi perkembangan lahan pemukimannya. Prediksi perubahan penggunana lahan yang dilakukan menggunakan metode Cellular Automata menghasilkan prediksi perkembangan permukiman tahun 2038 pada bertambah menjadi 576,6 Ha dengan prosentase pertambahan keseluruhannya sebesar 30%. Jika dilihat prosentase pada Kecamatan Bojonegoro, Kecamatan Kapas, dan Kecamatan Dander prosentase pertumbuhannya masing-masing sebesar 21,48%; 13,95%; dan 18,72% dari tahun 2006. Hasil dari pemodelan tahun 2016 memiliki overall accuracy sebesar 97%, yang termasuk kedalam kategori model yang sangat baik. Model dengan batasan zona banjir ini dapat memodelkan pemukiman seluas 49.09 Ha di tahun 2038 tidak berkembang di wilayah bahaya banjir.
Karakteristik Desa Berdasarkan Kriteria Community Based Tourism di Desa Wisata Kamasan, Kabupaten Klungkung I Putu Jiwandana Winata; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.475 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48910

Abstract

Desa Wisata Kamasan memiliki daya tarik utama berupa daya tarik wisata budaya seperti lukisan gaya kamasan, kerajinan seni logam dan kerajinan tenun. Selain itu terdapat beberapa komunitas lokal yang terbagi atas jenis pekerjaan yang sudah ada di dalam peraturan adat Desa Kamasan. Akan tetapi, pengelolaan kawasan Desa Wisata Kamasan belum optimal dikarenakan masih belum optimal perencanaan dan pelaksanaannya dikarenakan kurang sinkronnya pelaksanaan peran masing-masing pihak pada umumnya dan kurangnya pelibatan kelompok masyarakat pada khususnya dalam pengembangan kawasan Desa Wisata Kamasan sehingga masyarakat lokal kurang merasakan dampak ekonomi dari kegiatan pariwisata tersebut. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keuntungan dari segi pariwisata melalui arahan pengembangan wisata dimana responden penelitian dilakukan kepada tiga responden yang terdiri dari kelompok pemerintah, swasta, dan masyarakat. Guna mencapai hal tersebut diperlukan identifikasi karakteristik melalui content analysis.
Identifikasi Faktor Penyebab Terjadinya Permukiman Kumuh di Kelurahan Kalisari Kecamatan Mulyorejo Kota Surabaya Fernanda Nadyana Yustika; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.728 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48986

Abstract

Kelurahan Kalisari merupakan permukiman yang berada di Kecamatan Mulyorejo Kota Surabaya. Kelurahan Kalisari merupakan salah satu permukiman yang masuk dalam Daftar Kawasan Prioritas II Penataan dan Peningkatan Kualitas Perumahan dan Permukiman di Kota Surabaya. Terdapat tujuh indikator yang menjadi indikator kumuh. Adapun tujuh indikator itu yaitu kondisi jalan,penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan sampah dan pennganan kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang berpengaruh terhadap timbulnya permukiman kumuh di Kelurahan Kalisari Kecamatana Mulyorejo Kota Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa indikator yang berpengaruh terhadap timbulnya permukiman kumuh diantaranyajalan lingkungan, drainase lingkungan, pengelolaan sampah dan bangunan gedung. Sedangkan indikator yang tidak berpengaruh dalam timbulnya permukiman kumuh adalah penyediaan air minum, pengelolaan air limbah dan penanganan kebakaran.
Faktor-Fakor yang Mempengaruhi Kognisi Spasial Masyarakat Kampung Merak terhadap Bentuk Permukimannya Rizki Arum Ramadhanita; Putu Rudy Satiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49182

Abstract

Kawasan permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan, yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. Salah satu kawasan permukiman yang menarik untuk diteliti dalam pola spasial adalah kawasan permukiman Kampung Merak di Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Letak kampung merak yang didalam hutan Taman Nasional Baluran menyebabkan akesibilitas menuju kampung tersebut sulit diakses. Sehingga kampung tersebut hanya bisa diakses dengan kendaraan roda dua melalui jalur darat dan perahu melalui jalur laut. Selain wilayah Kampung Merak yang terletak di dalam dalam hutan, permukiman tersebut memiliki pola aktivitas masyarakat yang bermata pencaharian utama sebagai pengembala sapi. Dengan adanya aktivitas sosial masyarakat dan pola ruang fisik di Kampung Merak, sehingga dapat diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi pola spasial permukiman Kampung Merak. Penelitian ini menggunakan metode content analysis. Dari penelitian ini didapatkan faktor-faktor-faktor yang mempengaruhi kognisi spasial yaitu kondisi tanah, vegetasi, sosial masyarakat, kegiatan keagaaman, tradisi, mata pencaharian, jaringan jalan, tata letak, arah hadap bangunan, lintasan hewan ternak, dan batas territorial.
Analisis Lokasi Pengembangan Sub Sistem Agropolitan Berbasis Komoditas Pala di Kabupaten Fakfak Klara Hay; Belinda Ulfa Aulia
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.095 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49190

Abstract

Kabupaten Fakfak merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Papua Barat, dengan memiliki potensi unggulan berupa komoditas pala atau pala Papua. Luas lahan tanaman pala adalah sebesar 17.542 Ha dengan persebaran yang merata di seluruh distrik terkecuali distrik Bomberay, distrik Karas dan distrik Tomage. Peluang pemanfaatan komoditas pala di Kabupaten Fakfak sangat besar. Adapun hasil analisis overlay yang dilakukan didapatkan kesesuaian distrik pada masing-masing sub sistem. Distrik sub sistem produksi meliputi distrik Fakfak Tengah , distrik Fakfak Timur Tengah, dan distrik Fakfak Timur. Distrik Sub sistem pengolahan meliputi distrik pariwari, distrik Fakfak Timur, Fakfak Tengah, distrik Fakfak Timur Tengah. Sedangkan distrik sub sistem pemasaran meliputi distrik Fakfak.
Kajian Keterkaitan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau di Kota Madiun Abim Nurhuda Yaqin Prakosa; Putu Rudy Satiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49256

Abstract

Ruang terbuka hijau penting untuk menciptakan suasana nyaman di perkotaan, terutama di Kota Madiun yang terus berkembang. RTH yang ada belum mencapai 30% sesuai ketentuan, terutama RTH publiknya yang hanya 8,82% dari luas kota sehingga perlu adanya penambahan RTH publik. Dalam penyediaaan RTH perkotaan terdapat faktor-faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu perkembangan lahan. Penggunaan lahan di Kota Madiun selalu bertambah/berkembang tiap tahunnya sedangkan RTH publik yang ada di Kota Madiun justru mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan antara faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan RTH di Kota Madiun. Peneitian ini terbagi ke dalam dua tahap, yaitu : (1) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan RTH di Kota Madiun, (2) Merumuskan keterkaitan amtara faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan RTH di Kota Madiun. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa faktor-faktor seperti industri, fasilitas umum, perkantoran, dan tanah milik pemerintah memiliki keterkaitan dengan ketersediaan RTH di Kota Madiun.
Land Stability at The Final Closing of Waste Final Disposal Supit Urang in Malang City Yustika Aristya Widyasari; I.D.A.A Warmadewanthi; Putu Tantri Kumala Sari
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.154 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49665

Abstract

Amount of waste that enters waste final disposal (TPA) Supit Urang is 833.625 m3/day, with a gradual pile pattern up to ± 12 meters. From 2018 until 2020, new cell was being established. On 13th July 2018, landslide hit the active cell area so that it was necessary to close the landfill zone at the TPA. Based on this background, it is necessary to calculate the landfill stability in landfill management until the new cell is done. The stability calculation also anticipates the subgrade strength and remaining waste cell capacity. Research method was carried out by observing the amount of incoming waste, characteristics of waste at the TPA, topography measurement and the results of observations of subgrade strength. In determining the calculation of land stability analysis, Geo 5 program was used. For technical data, topographic measurement was conducted directly at the TPA and compared with existing topography obtained from secondary data. Based on the topography result, it will be determined the contour slice in the field and a total slice of landfill plan. The result of this study shows that the landfill stability depends on subgrade type and landfill structuring at the TPA.
Evaluating GPS CORS Data for Crustal Deformation Analysis in East Java Irene Rwabudandi; Ira Mutiara Anjasmara; Susilo Susilo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.168 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49686

Abstract

The tectonic setting of Indonesia is very complex due to its location on the boundaries of several major tectonic plates. The complexity of the tectonics also makes Indonesia prone to natural disasters such as earthquakes, tsunamis, volcanic eruptions etc. Crustal deformation caused by the tectonics activities can be monitored using geodetic techniques such as Global Positioning System (GPS) survey, Interferometry Synthetic Aperture Radar (InSAR) processing, etc. In this research, we analyze the crustal deformation in the northern part of East Java using ten GPS Continuously Operating Reference Stations (CORS) data provided by the Indonesian Geospatial Information Agency from 2015 to 2018. The results showed the horizontal movement toward southeast for all the stations. The horizontal velocity rates are range between 2.63 cm/yr and 2.96 cm/yr. For the vertical displacements, nine stations are subject to subsidence with the rates range from -0.021cm/yr to -0.4 cm/yr that we suspect related to the geological settings of the study area.
Desain Self-Righting Rescue Boat untuk BASARNAS Adi Budi Cahyana Putra; Hasanudin Hasanudin
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.597 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.43135

Abstract

Kondisi cuaca dan gelombang tinggi berkontribusi signifikan terhadap kecelakaan kapal di Perairan Selatan Jawa Timur. Hal tersebut juga menjadi salah satu faktor penghambat operasi SAR (Search And Rescue) untuk melakukan pertolongan pada korban kecelakaan kapal di wilayah tersebut. Untuk menunjang proses operasi SAR, BASARNAS memerlukan sebuah desain self-righting rescue boat yang mampu berakselerasi tinggi dan dapat menembus berbagai kondisi laut yang ekstrem. Dengan konsep stabilitas self-righting ini, memungkinkan rescue boat tetap dapat beroperasi pada perairan yang memiliki ketinggian gelombang yang cukup besar karena kapal akan dapat kembali keposisi semula walaupun kapal mengalami oleng hingga sudut 1800. Payload yang digunakan adalah kapasitas crew dan penumpang dari self-righting rescue boat. Ukuran utama awal kapal ditentukan dengan menggunakan metode Geosim Prosedure. Kemudian dilakukan perhitungan teknis yang meliputi koefisien bentuk lambung, hambatan, berat dan titik berat kapal, freeboard, trim, stabilitas self-righting, dan MSI (Motion Sickness Incidence). Ukuran utama yang memenuhi kriteria teknis dan regulasi adalah LoA: 14.32 m, Lpp: 13.6 m, B: 4.0 m, H: 2.3 m, dan T: 0.8 m. Untuk metode self-righting yang digunakan adalah inherent self-righting. Metode ini diperoleh dengan cara membesarkan volume bangunan atas rescue boat dengan variasi lebar bangunan atas. Dari analisis MSI dengan parameter ISO 2631, rescue boat dinilai nyaman untuk beroperasi pada ketinggian gelombang 2.5 m hingga 4 m (sea state 5) atas pertimbangan 2 jam pelayaran dan dinilai nyaman untuk beroperasi pada ketinggian gelombang 4 m hingga 6 m (sea state 6) atas pertimbangn 30 menit pelayaran. Estimasi biaya pembangunan self-righting rescue boat adalah sebesar Rp 2,619,236,881.22.

Page 6 of 16 | Total Record : 156