cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 215 Documents clear
Evaluasi Kinerja Unit Filter IPAM Karangpilang III PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Aliza Camellia; Bowo Djoko Marsono
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54839

Abstract

PDAM Surya Sembada Kota Surabaya berupaya untuk meningkatkan pelayanan hingga mencapai 100% dengan melakukan uprating pada IPAM Karangpilang III. Permasalahan yaitu penurunan kualitas efluen filter dan peningkatan frekuensi backwash pada unit filter dalam satu hari dan tidak menentu mengakibatkan tidak stabilnya kuantitas dan kualitas air produksi sehingga diperlukan evaluasi terhadap unit filter. Dilakukan 2 evaluasi untuk menentukan kinerja unit filter dan kinerja backwash unit filter. Parameter yang digunakan yaitu nilai kekeruhan. Evaluasi pertama meliputi pengukuran nilai kekeruhan influen dan efluen filter, penghitungan persentase rasio volume air backwash terhadap air produksi serta penghitungan unit filter run volume (UFRV). Data menunjukkan bahwa nilai kekeruhan efluen dari seluruh unit sudah memenuhi baku mutu dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 Tahun 2010. Namun, 5 unit tidak memenuhi kriteria dari Key Performance Indicator (KPI) PDAM yaitu kurang dari 1 NTU. Persentase rasio volume air backwash terhadap volume air produksi menujukkan bahwa kinerja filter nomor 5 hingga 10 normal yaitu diantara rentang 3-7%. Hanya 5 unit yang memenuhi kriteria UFRV yaitu 300-500 m3/m2. Dari hasil evaluasi pertama dilakukan penilaian sehingga filter nomor 2, 10, dan 14 terpilih untuk dievaluasi secara khusus menggunakan metode filter coring. Kehilangan media, media yang tidak rata, cracking, dan air binding terlihat pada filter nompr 2 dan 10. Berdasarkan profil nilai kekeruhan setelah backwash, efisiensi penyisihan dan kualitas efluen filter nomor 2 lebih dari filter nomor 10. Profil floc retention filter nomor 10 menunjukkan kondisi media pada titik 1 dan 2 sangat kotor dan mengandung mud balls sementara titik ke 3 memiliki media yang kotor dan adanya kemungkinan terbentuk mud balls pada media.
Evaluasi dan Perencanaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Berbasis Serapan Emisi Karbon Dioksida (CO2) di Zona Tenggara Kota Surabaya (Studi Literatur dan Kasus) Laras Rachmayanti; Sarwoko Mangkoedihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54854

Abstract

Emisi karbon dioksida (CO2) merupakan salah satu penyebab dari pencemaran udara dan pemanasan global. Kota Surabaya merupakan ibukota Provinsi Jawa Timur, dimana terjadi pertumbuhan pada setiap sektor kegiatan atau aktivitas yang menghasilkan emisi CO2. Oleh karena itu, diperlukan analisis kemampuan daya serap emisi CO2 oleh Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Surabaya, khususnya wilayah Zona Tenggara Kota Surabaya. penelitian ini menggunakan metode studi literatur, pengumpulan data sekunder, dan studi kasus berupa perencanaan RTH selama 25 tahun kedepan atau sampai dengan tahun 2045. Perhitungan kemampuan daya serap emisi CO2 oleh RTH eksisting dilakukan berdasarkan luas area RTH dan daya serap tanaman yang berada pada RTH eksisting tersebut. Luas RTH eksisting di Zona Tenggara Kota Surabaya adalah 357,3 ha, dengan kemampuan daya serap terhadap emisi CO2 sebesar 372.121,74 ton/tahun. RTH publik eksisting mampu menyerap emisi CO2 sebesar 27,48% dari keseluruhan emisi CO2 yang dihasilkan yaitu sebesar 1.354.162,74 ton CO2/tahun.
Kajian Penggunaan Tower Tank Krembangan pada Sistem Distribusi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Ajeng Dwi Andaresta; Alfan Purnomo
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54946

Abstract

PDAM Surya Sembada Kota Surabaya mempunyai nilai tekanan sambungan pelanggan yang terlayani dengan tekanan lebih dari 7 m pada tahun 2018 hanya sebesar 19,84%. Sebagai upaya peningkatan kualitas air pelanggan, maka dilakukan kajian untuk mengaktifkan kembali bangunan tower tank Krembangan berkapasitas 1.500 m3 setinggi 35 m. Kajian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis kondisi eksisting jaringan pipa distribusi jika menggunakan pompa Krembangan dalam menyuplai air, menganalisis kemampuan tower tank Krembangan dalam menyuplai air pada tahun 2030, dan menentukan sistem pengaliran yang sesuai dalam segi tekanan yang dihasilkan dan penggunaan energi listrik pompa. Analisis jaringan distribusi menggunakan pemodelan dengan program WaterCAD V8i series5. Pemodelan jaringan distribusi dilakukan dengan beberapa parameter, yaitu debit, kecepatan, tekanan, dan biaya pengoperasian pompa. Hasil komputasi program WaterCAD untuk kondisi eksisting jaringan pipa distribusi menggunakan 4 pompa Krembangan pada tahun 2019 menghasilkan total 367 titik junction yang mempunyai nilai dibawah 10 m. Nilai tekanan kurang disebabkan karena pompa eksisting tidak dapat mengatasi fluktuasi pemakaian air pada daerah pelayanan. Dalam analisis kemampuan tower tank Krembangan dalam menyuplai air pada tahun 2030, terbagi menjadi 3 trial. Hasil trial 1 dengan menggunakan tower tank menghasilkan total terdapat 63 titik junction yang mempunyai nilai dibawah 10 m. Nilai tekanan yang masih kecil pada junction disebabkan oleh nilai headloss yang masih tinggi. Pada trial 2 dengan memasang booster pump pada jaringan yang mempunyai nilai tekanan kecil dapat menghasilkan nilai tekanan rata-rata 17 m pada jam puncak. Dan pada trial 3 dengan pembatasan area pelayanan tower tank menghasilkan nilai tekanan rata-rata 23 m pada jam puncak. Dari segi efisiensi energi pompa dan nilai tekanan yang paling memenuhi, trial 3 menggunakan tower tank dengan pembatasan area pelayanan merupakan alternatif terbaik dalam kajian penggunaan tower tank Krembangan.
Pengelolaan Limbah Elektronik di Asrama Mahasiswa di Kota Surabaya Mutiara Aulia Adi; Yulinah Trihadiningrum
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54987

Abstract

Asrama Mahasiswa (AM) menghasilkan limbah elektronik yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti timbal, merkuri, kadmium, dan lainnya. Limbah elektronik dapat mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan jumlah limbah elektronik, mengkaji kesesuaian kondisi eksisting sistem pengelolaan limbah elektronik dengan peraturan yang berlaku, serta membandingkan sistem pengelolaan limbah elektronik di AM ITS, AM UNAIR, dan AM UPN dengan di negara lain. Data jenis, dimensi, jumlah, dan berat limbah didapatkan dari observasi dan pengumpulan limbah elektronik secara langsung menggunakan drop-box selama dua minggu. Kondisi eksisting didapatkan dari observasi secara langsung dan wawancara dengan pengurus asrama. Pengelolaan limbah elektronik di AM LN didapatkan dari literatur atau artikel ilmiah. AM ITS menghasilkan limbah elektronik yaitu AC, microwave, lampu sorot, lampu PJU, headphone, kabel USB, mouse, handphone, headset, lampu, baterai AA, dan baterai AAA. AM UNAIR menghasilkan limbah elektronik facsimile, rice cooker, water kettle electric, setrika, monitor, UPS, laminator, CPU, mouse, router, keyboard, lampu, headset, adaptor, kabel olor, kabel aux, kabel USB, obat nyamuk elektrik, dan baterai laptop. Limbah elektronik yang dihasilkan oleh AM UPN yakni mesin cuci, kipas angin, televisi, lemari es, lampu, berbagai jenis kabel, saklar lampu, adaptor, headset, baterai AAA, lampu, dan obat nyamuk elektrik. Limbah elektronik di ketiga AM telah dikelola sebagai barang/aset negara namun belum dikelola sesuai dengan peraturan mengenai limbah B3 dan sampah spesifik. Persamaan pengelolaan limbah elektronik dengan di LN, yakni limbah elektronik disimpan dalam ruang penyimpanan di asrama. Perbedaan terletak pada sistem pemilahan dari sumber serta daur ulang limbah elektronik. AM luar negeri telah menerapkan hal tersebut, sedangkan AM di Kota Surabaya belum
Kajian Pengelolaan Limbah Padat B3 di Rumah Sakit X Surabaya Annisa Hanako; Yulinah Trihadiningrum
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55026

Abstract

Pengelolaan limbah padat di Rumah Sakit (RS) merupakan hal penting karena limbah yang dihasilkan memiliki potensi mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Terbatasnya data mengenai jenis dan laju timbulan limbah padat B3 di RS X Surabaya memerlukan kajian mengenai kondisi pengelolaan yang telah dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan laju timbulan dan komposisi limbah yang dihasilkan, mengkaji kondisi pengelolaan limbah padat B3, dan memberi rekomendasi untuk perbaikan pengelolaan limbah padat B3. Limbah padat B3 di RS berasal dari instalasi rawat jalan, rawat inap, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi Perawatan Intensif (ICU/ICCU), ruang operasi dan Ruang Recovery (RR), unit laboratorium, depo farmasi dan hemodialisa center. Metode pengambilan data berupa pengambilan sampel limbah padat B3 yang dilakukan selama 8 hari berturut – turut sesuai dengan prosedur SNI 19-3964-1994 tentang metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan. Metode pengukuran lainnya berupa observasi secara langsung dan wawancara. Data lain didapatkan dari dokumen – dokumen yang mendukung analisis dengan persetujuan pihak RS. Hasil penelitian menunjukkan laju timbulan limbah padat B3 yang dihasilkan sebesar 270,19 kg/hari dengan persentase terbesar berupa limbah infeksius (88,72%). Pengelolaan limbah padat B3 di RS belum semua sesuai dengan PP No. 101/2014, Permen LHK No. 56/2015, dan Permenkes No. 7/2019.
Perwujudan Faktor Ruang yang Dapat Bertahan (Defensible Space) Terhadap Kriminalitas di Kecamatan Kamal Riski Sriwijayati; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55961

Abstract

Permukiman tradisional di Kecamatan Kamal teridentifikasi memiliki elemen pembentuk defensible space namun saat ini elemen-elemen tersebut telah mengalami perubahan. Meski Kecamatan Kamal cenderung mengalami penurunan angka kriminalitas, namun tingkat kriminalitas di Kecamatan Kamal termasuk tertinggi kedua dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Bangkalan. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengetahui perwujudan faktor ruang yang dapat bertahan terhadap kriminalitas di Kecamatan Kamal saat ini. Peneliti berfokus pada empat faktor dari konsep defensible space yakni territoriality, natural surveillance, image, dan milieu. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif-kuantitatif (mix method) dengan pendekatan rasionalistik. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner, wawancara, dan observasi. Temuan menunjukkan bahwa keempat faktor defensible space berpengaruh pada tingkat kriminalitas di Kecamatan Kamal. Faktor territoriality (berfungsinya public space, aktifnya paguyuban warga, dan tingginya kesadaran ruang), faktor natural surveillance (pencahayaan yang baik, keterbukaan visual yang tidak terhadalang tanaman, dan pengawasan penduduk secara alami), faktor image (kesan terawat), faktor milieu (heterogenitas dan aksesibiitas) berpengaruh dalam mengurangi tingkat kriminalitas di lokasi studi.
Analisis Hubungan Karakteristik Masyarakat dan Bentuk Partisipasi Pengelolaan Sampah di Kelurahan Maro, Distrik Merauke Maria Donata Oratmangun; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik masyarakat dan bentuk partisipasi yang dipilih dalam melakukan pengelolaan sampah. Tujuan tersebut dijabarkan ke dalam dua sasaran, yaitu (1) Mengidentifikasi karakteristik masyarakat di Kelurahan Maro dengan menggunakan analisis persentase. (2) Menganalisis hubungan antara karakteristik masyarakat dengan bentuk partisipasi dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Maro menggunakan analisis Cross Tabulation (Crosstab). Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah bentuk partisipasi semua kelompok karakteristik masyarakat yang cenderung melakukan partisipasi uang. Selain itu, berdasarkan hasil uji pearson chi-square, terdapat satu hubungan antara variabel yang menunjukan hubungan signifikan, yaitu variabel karakteristik status hunian dengan bentuk partisipasi.
Kriteria Pengembagan Kampus Ramah Disabilitas di Universitas Airlangga Tahmida Lailatul Hikmah; Mochamad Yusuf; Riswan Septriayadi Sianturi
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55409

Abstract

wujudkan kota inklusi yang dicetuskan oleh PBB dalam Covention on the Right of Person with Disabilities (Konvensi tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas) tahun 2006 yakni menyelenggarakan fasilitas pendidikan tinggi ramah disabilitas yang tertera dalam .Permenristekdikti No 44 tahun 2015. Mengingat bahwa belum ada kriteria kampus sesuai dengan kebutuhan mahasiswa disabilitas (tunanetra) di Surabaya maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kriteria kampus inklusi yang baik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk merumuskan kriteria kampus ramah disabilitas (tunanetra) yakni Universitas Airlangga yang saat ini memiliki jumlah populasi mahasiswa tunanetra yang paling banyak di Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menggabungkan kondisi eksisting, pendapat ahli, kebijakan pemerintah, teori atau best practice. Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa disabilitas tunanetra, membutuhkan kampus yang dapat memenuhi prinsip kegunaan, kemudahan, kenyamanan, dan kemandirian serta kelembagaan. Pengembangan kriteria kampus ramah disabilitas juga mencakup baik aspek fisik maupun non-fisik.
Kelimpahan dan Karakteristik Mikroplastik pada IPAM Karangpilang III Kota Surabaya Mar`atusholihah Mar`atusholihah; Yulinah Trihadiningrum; Arlini Dyah Radityaningrum
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55473

Abstract

PDAM Surya Sembada Surabaya memiliki enam Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM), salah satunya IPAM Karangpilang III. IPAM Karangpilang III menggunakan Kali Surabaya sebagai sumber air baku. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelimpahan dan karakteristik mikroplastik (MP) pada air baku dan air produksi di IPAM Karangpilang III dan menentukan efisiensi penyisihan mikroplastik pada setiap unit di IPAM Karangpilang III Kota Surabaya. Adapun variabel penelitian yang digunakan adalah unit-unit operasi yang terdapat pada IPAM. Unit-unit di IPAM Karangpilang III terdiri atas intake, aerator, prasedimentasi, flashmix, clearator, filtrasi, dan desinfeksi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode grab sampling sebanyak satu kali pada pukul 06.00 – 09.00 WIB, pada tanggal 22 Februari 2020. Prosedur ekstraksi MP pada sampel air dilakukan dengan Wet Peroxide Oxidation. Kemudian dilanjutkan dengan penyaringan menggunakan vacuum filter dan membran PTFE (ukuran pori: 0,2 μm). Selanjutnya partikel MP dipisahkan secara manual dari membran filter menggunakan pinset di bawah dissecting microscope (Sunshine SZM45T-B1 dan Dino Capture 2.0) dengan pembesaran 40× – 60×. Kelimpahan MP selama proses pengolahan air minum menurun dari 54,4 partikel/L di air baku menjadi 13 partikel/L di air produksi (efisiensi penyisihan 76,1%). Bentuk MP didominasi oleh serat 94,1% di air baku dan 81,5% di air produksi. MP didominasi oleh partikel berukuran 351 – 1000 μm 42,3% di air baku dan 35,4% di air produksi). Partikel MP didominasi oleh warna hitam (53,7 % di air baku) dan biru (33,8% di air produksi). Kelimpahan MP berbeda pada setiap unit operasi. Tingkat penurunan kelimpahan MP adalah 62,17% di unit aerator, 33,33% di unit prasedimentasi, dan 75,1% di unit desinfeksi.
Prinsip Penataan Bangunan Permukiman Kawasan Bencana Banjir Di Desa Centini Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan Rizki Nur Thoyibah; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55775

Abstract

Banjir di Desa Centini akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo terjadi setiap tahun. Kondisi alur Sungai Bengawan Solo yang yang berubah-ubah menyebabkan terendamnya bangunan permukiman di lahan milik warga dan mengakibatkan dampak kerugian bagi masyarakat sehingga diperlukan upaya penyesuaian bangunan permukiman terhadap kondisi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk merumuskan prinsip penataan bangunan dalam meminimalisir dampak banjir terhadap permukiman di Desa Centini, Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Tahapan penelitian diawali dengan mengidentifikasi karakteristik banjir dan penataan bangunan permukiman Desa Centini dengan participatory mapping sehingga menghasilkan karakterisik penyebab tingginya dampak dan input tahap selanjutnya. Tahapan kedua yaitu menganalisis variabel yang berpengaruh dalam meminimalisir dampak banjir dengan menggunakan content analysis terhadap stakeholder terkait sehingga menghasilkan 7 variabel berpengaruh. Pada tahapan akhir dilakukan perumusan prinsip penataan bangunan kawasan bencana banjir di Desa Centini melalui metode triangulasi dan menghasilkan 3 aturan prinsip penataan bangunan permukiman banjir yakni aturan tata bangunan berfokus pada keamanan bangunan dengan elevasi bangunan, aturan prasarana sarana minimum berfokus pada pemenuhan prasarana sarana minimal sesuai kebutuhan permukiman banjir dengan pemenuhan kebutuhan sanitasi dan air bersih, dan aturan ketentuan khusus guna menanggapi kondisi rawan banjir sehingga dapat meminimalisir dampak banjir di permukiman dengan pemilihan material bangunan, penggunaan antru dan perahu kayu.

Page 6 of 22 | Total Record : 215