cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Identifikasi Potensi Komoditas Unggulan Pada Koridor Jalan Lintas Selatan Jatim di Kabupaten Tulungagung-Trenggalek Dwi Puspita Yulianto; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.382 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4338

Abstract

Permasalahan disparitas antarwilayah di Pulau Jawa menunjukkan bahwa ssecara fisik kawasan utara lebih berkembang dibanding dengan kawasan selatan yang terbukti dengan persentase perbandingan nilai PDRB per kapita. Dalam mengatasi disparitas tersebut, maka disusun Penataan Ruang Wilayah untuk Percepatan Pembangunan Koridor Pansela Jawa yang mengandung strategi pengembangan ekonomi/SDA dan SDM serta pengembangan prasarana dan pengelolaan pembangunan. Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek yang termasuk dalam WP Kediri dan sekitarnya memiliki keeratan hubungan geografis yang diperkuat dengan adanya rencana Jalan Lintas Selatan Jawa. Tujuan penelitian adalah mendapatkan pemetaan komoditas unggulan dari kecamatan-kecamatan yang dilalui Jalan Lintas Selatan (JLS) Jatim di Kabupaten Tulungagung-Trenggalek dengan 1 tahapan analisi yaitu mencari komoditas basis dari masing-masing subsektor yang memiliki daya saing tinggi dengan tingkat pertumbuhan yang baik serta tergolong komoditas progresif/maju pada tiap kecamatan. Dalam melakukan analisis ini, hasil dapat dicapai dengan menggunakan perhitungan LQ (Location Quotient) dan SSA (Shift Share Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi dan dominasi komoditas unggulan dari kedua kabupaten yang terdapat pada tujuh kecamatan yang dilalui oleh JLS Jatim tidak mencakup semua komoditas, yaitu padi sawah, padi gogo, jagung, kacang tanah, kedelai, jambu mente, kelapa, kapuk randu, cengkeh, sengon, acasia, perikanan tangkap, sapi potong, kambing, pasir besi dan marmer.
Identifikasi Kawasan Rentan Terhadap Abrasi di Pesisir Kabupaten Tuban Veranita Hadyanti Utami; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.749 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4340

Abstract

Pada tahun 1993 hingga 2009,  3,6 juta m2 wilayah pesisir Kabupaten Tuban hilang akibat abrasi. Adanya abrasi tersebut menjadi faktor yang menghambat pembangunan dan pengembangan kawasan ekonomi di pesisir Kabupaten Tuban. Kawasan pesisir Kabupaten Tuban dalam berbagai rencana tata ruang direncanakan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kawasan rentan terhadap abrasi di pesisir Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan metode AHP untuk menentukan bobot faktor yang berpengaruh terhadap kerentanan akan abrasi dan analisa Weighted Overlay untuk menentukan zona kerentanan kawasan. Dari hasil analisa, didapat hasil bahwa terdapat dua zona kerentanan, yaitu zona kerentanan rendah dan kerentanan sedang. Zona kerentanan rendah berada pada Desa Karangagung, Glodok, Leren Kulon, Kradenan, Gesikharjo, Tasikmadu, Panyuran, Beji, Kaliuntu, Wadung, Mentoso, Remen, Tambakboyo, Pabean, Gadon, Bancar, dan Sukolilo. Sedangkan zona kerentanan sedang berada pada Desa Palang, Sugihwaras, Jenu, Tasikharjo, dan Socorejo. Faktor kerentanan yang paling mempengaruhi kerentanan di pesisir Kabupaten Tuban adalah faktor fisik
Penentuan Kawasan Agroindustri Berdasarkan Komoditas Unggulan di Kabupaten Bondowoso Raden Mohammad Eddo Sapratama; Ketut Dewi Martha Erli H
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.634 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4341

Abstract

Sektor pertanian di Kabupaten Bondowoso merupakan sektor utama dan merupakan penyumbang PDRB terbesar. Selain itu, adanya arahan dari RTRW Jawa Timur tahun 2011 tentang kebijakan arahan SWP Jember (Cluster Jember-Bondowoso-Situbondo) sebagai kegiatan kawasan industri pertanian di Jawa Timur. Sehingga pertanian merupakan potensi utama dalam peningkatan perekonomian. Namun potensi ini belum mampu memberikan nilai tambah (added value) terhadap pengembangan Kabupaten Bondowoso. Tujuan penelitian adalah menentukan kawasan agroindustri di Kabupaten Bondowoso yang dilakukan dengan tiga tahapan analisis, yaitu menentukan komoditas unggulan di Kabupaten Bondowoso dengan menggunakan alat analisis Static Location Quotion (SLQ), Dinamic Location Quotion (DLQ) dan Shift Share Analysis (SSA), kedua menentukan tingkat pengaruh (bobot) faktor-faktor yang menentukan dalam penentuan kawasan agroindustri dengan menggunakan analisa AHP, ketiga menentukan alternatif kawasan agroindustri yang berbasis komoditas unggulan dengan menggunakan alat analisa teknik overlay. Berdasarkan hasil analisis maka diperoleh dua jenis komoditas unggulan, yaitu komoditas padi dan komoditas jagung. Kemudian untuk tingkat pengaruh (bobot) faktor penentu kawasan agroindustri yaitu faktor bahan baku yang memiliki pengaruh paling besar. Sedangkan faktor kelembagaan merupakan faktor yang memiliki pengaruh yang paling kecil. Adapun kecamatan yang terpilih sebagai alternatif utama kawasan agroindustri di Kabupaten Bondowoso adalah Kecamatan Tlogosari dan Bondowoso untuk komoditas padi, dan Kecamatan Wringin untuk komoditas jagung. Dengan adanya penentuan kawasan Agroindustri di Kabupaten Bondowoso ini, diharapkan adanya pengelolaan komoditas unggulanyang optimal bagi peningkatan nilai tambah.
Pengaruh Sektor Migas terhadap Pengembangan Wilayah Bojonegoro Dwi Retno Ariyanti; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.641 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4343

Abstract

Kabupaten Bojonegoro merupakan kabupaten penghasil migas tertinggi di Jawa Timur. Akan tetapi wilayah ini masih dikatakan belum berkembang dilihat dari pencapaian indikator pengembangan wilayah, yakni pendapatan perkapita, nilai IPM, dan tingkat kemiskinan yang berada dibawah Provinsi Jawa Timur. Selama ini belum diketahui seberapa besar pengaruh sektor migas terhadap pengembangan wilayah Bojonegoro yang mana hal itu dianggap penting guna kemajuan Bojonegoro kedepannya. Dengan menggunakan teknik analisis jalur dapat diketahui bagaimana pengaruh sektor migas terhadap pencapaian pengembangan wilayah Bojonegoro baik secara langsung maupun tidak langsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor migas dapat memberikan pengaruh langsung terhadap pencapaian pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita. Selain itu sektor migas juga mempengaruhi secara tidak langsung terhadap penurunan tingkat kemiskinan. Untuk mengurangi tingkat kemiskinan, sektor migas dapat berkembang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi ataupun melalui peninngkatan jumlah tenaga kerja sehingga sektor ini mampu mengurangi tingkat kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro
Kriteria Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Kawasan Cagar Budaya (Studi Kasus: Kawasan Cagar Budaya Peneleh, Surabaya) Nindy Rosita Dewi; Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.257 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4344

Abstract

Perkembangan suatu kota yang berdampak pada perubahan fisik kawasan bersejarah menyebabkan dibutuhkannya suatu upaya pelestarian kawasan cagar budaya dengan partisipasi masyarakat di dalamnya. Sehingga dapat terwujud suatu konsep pelestarian cagar budaya yang berkelanjutan. Dalam mencapai tujuan penelitian, dilakukan empat tahapan analisa, yaitu identifikasi perubahan fisik dan lingkungan kawasan cagar budaya, identifikasi karakteristik partisipasi masyarakat sesuai dengan tingkat perubahan, penentuan bentuk pelestarian kawasan cagar budaya sesuai dengan tingakt perubahan dan partisipasi masyarakat, dan penentuan kriteria partisipasi masyarakat dalam pelestarian kawasan cagar budaya di Peneleh. Dengan demikian diperoleh hasil penelitian berupa tiga tipologi perubahan fisik dan lingkungan, yaitu Tipologi Perubahan Sedang pada Embong Purnomo dan Undaan Kulon, Tipologi Perubahan Kecil pada Kampung Plampitan, dan Tipologi Tidak Ada Perubahan pada Kampung Pandean. Karakteristik partisipasi masyarakat pada tiap tipologi ini berbeda-beda. Bentuk pelestarian yang diarahkan pada tiap tipologi disesuaikan dengan karakteristik partisipasi masyarakat yang dimiliki. Kriteria partisipasi masyarakat dalam pelestarian kawasan cagar budaya adalah adanya pengurus harian cagar budaya, adanya peningkatan pemahaman mengenai perawatan cagar budaya dan jaring asrpirasi secara rutin oleh pemerintah dengan didampingi komunitas peduli cagar budaya pada masyarakat
Analisis HBU dalam Penentuan Pemanfaatan Lahan Kosong pada Kawasan Segitiga Koridor Lingkar Timur Sidoarjo Wika Eka Syahfardyn; Haryo Sulistyarso
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.624 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4345

Abstract

Persoalan mengenai lahan kosong perlu dicermati secara mendalam, dikarenakan keberadaan dari lahan kosong tersebut akan menimbulkan inefisiensi penggunaan lahan yang dapat menghambat masyarakat atau pihak terkait dalam mendapatkan manfaat optimal dari suatu lahan. Tujuan dari penelitian ini untuk merumuskan optimalisasi pemanfaatan lahan kosong pada koridor Lingkar Timur Sidoarjo. Dalam penelitian ini diperlukan dua sasaran untuk mencapai tujuan penelitian, yakni (1)mengidentifikasi kebutuhan akan kegiatan apakah yang berpotensi untuk berkembang pada wilayah penelitian, untuk mencapai sasaran tersebut digunakan alat analisis scoring. Pada tahap ini dilakukan skoring untuk masing-masing jenis pemanfaatan lahan dengan menggunakan skala likert, (2)menguji kelayakan pemanfaatan lahan, untuk mencapai sasaran ini digunakan analisis Highest an Best Use. Pada tahap ini nanti akan ditentukan jenis alternatif pemanfaatan lahan manakah yang paling berpotensi untuk berkembang dan yang memiliki nilai penggunaan lahan tertinggi dan terbaik pada wilayah penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah alternatif pemanfaatan lahan sebagai komplek pergudangan merupakan pemanfaatan lahan yang paling optimal dan potensial untuk diimplementasikan pada lokasi penelitian, guna mendapatkan peningkatan nilai lahan tertinggi dan terbaik
Arahan Pengembangan Kawasan Wisata Terpadu Kenjeran Surabaya Apridev Khomenie; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.615 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4349

Abstract

Pesisir Kenjeran memiliki sejumlah daya tarik wisata yang belum dikembangkan secara optimal, di antaranya Pantai Watu-Watu, Pantai Kenjeran, Kenjeran Park, serta produk olahan hasil laut masyarakat lokal. Daya tarik wisata yang ada di lokasi ini letaknya saling berdekatan dan berada dalam satu kawasan pesisir. Namun, beragamnya potensi objek dan daya tarik wisata Kenjeran saat ini ternyata belum mampu menjadikan kawasan wisata Kenjeran menjadi destinasi wisata unggulan bagi kota Surabaya. Oleh karena itu, pengembangannya membutuhkan arahan yang sesuai dengan potensi dan permasalahan wilayah serta kebijakan yang terkait pengembangan kawasan tersebut. Arahan pengembangan pariwisata Kenjeran dilakukan dengan konsep Kawasan Wisata Terpadu dengan sasaran terumuskannya arahan pengembangan kawasan wisata terpadu Kenjeran Surabaya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Deskriptif dan Delphi, serta pendekatan Triangulasi. Hasil akhir penelitian ini menghasilkan 12 arahan pengembangan kawasan wisata terpadu Kenjeran yang kemudian arahan-arahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan potensi pariwisata Kenjeran sebagai kawasan wisata bahari terpadu di Surabaya
Identifikasi Sebaran Daerah Rawan Bahaya Kekeringan Meteorologi di Kabupaten Lamongan Fery Irfan Nurrahman; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.577 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4350

Abstract

Kabupaten Lamongan merupakan salah satu kabupaten yang termasuk kedalam kategori daerah yang rawan bahaya kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat bahwa telah terjadi kerusahakan lahan, gagal panen, dan kekurangan air akibat dari kekeringan di Kabupaten Lamongan. Manajemen resiko suatu bencana merupakan salah satu upaya pendekatan yang bersifat non struktural yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi dampak bencana. Setidaknya terdapat dua komponen utama didalam melakukan penilaian terhadap resiko bencana, yaitu melakukan penilaian bahaya dan melakukan penilaian terhadap kerentanan. Didalam tahap awal perlu dilakukan pembatasan daerah terdampak bahaya kekeringan. Oleh karenanya diperlukan penelitian yang berusaha untuk memberikan informasi awal mengenai sebaran daerah yang teridentifikasi memiliki bahaya kekeringan. Terdapat tiga tahapan analisa pada penelitian ini. Pertama mengidentifikasi pos curah hujan pada wilayah studi. Kedua dilakukan analisa curah hujan untuk mendapatkan indeks kekeringan meteorologi dari masing-masing pos curah hujan dengan alat ukur Standardize Precipitation Index(SPI). Ketiga dilakukan analisa interpolasi nilai indeks kekeringan dari masing-masing pos hujan untuk mendapatkan sebaran  kekeringan. Tingkat kerawanan kekeringan meteorologi pada Kabupaten Lamongan tersebar dari tingkat kekeringan ringan sampai dengan tingkat kekeringan ekstrim. Sebaran  kekeringanmeteorologi mencakup lima belas kecamatan yang tersebar di wilayah tengah, selatan dan timur dari Kabupaten Lamongan. Kecamatan tersebut antara lain kecamatan Lamongan, Deket, karangbinangun, Turi, Sukodadi, Kembangbahu, Glagah, Sukorame, Ngimbang, Blubuk, Modo, Kedungpring, babat, Sekaran , dan Laren
Klaster Pengembangan Industri Berbasis Perkebunan dalam Pengembangan Wilayah di Provinsi Aceh Adinda Putri Siagian; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.873 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4351

Abstract

Sektor strategis yang menentukanwilayah berkembang dengan cepat adalah sektor basis dan sektor industri.Provinsi Aceh memiliki laju pertumbuhan wilayah lambat karena termasuk 10 provinsi termiskin di Indonesia.Provinsi Aceh memiliki sektor basis pertanian khususnya subsektor perkebunan sebagai penopang ekonomi di luar sektor migas.Sedangkan kondisi sektor industri (non migas) belum memberi kontribusi ekonomi signifikan.Upaya peningkatan laju pertumbuhan wilayah Aceh perlu didukung oleh adanya pengembangan industri berbasis perkebunan.Maka perlu adanya penentuan klaster wilayah pengembangan industri berbasis perkebunan dalam pengembangan wilayah di Provinsi Aceh.Tahapan penelitian terdiri atas 1) Penentuan jenis komoditas unggulan perkebunan Aceh dan 2) Pembagian klaster wilayah pengembangan industri berbasis perkebunan dalam Provinsi Aceh.Metode penelitian menggunakan teknik analisa Location Quotient (LQ), Shift-Share Analysis (SSA), Quartil,dan Hierarchihal Cluster.Hasil penelitian didapatkan jenis komoditas unggulan perkebunan Aceh adalah Karet, Kakao, Kelapa Sawit. Pembagian Klaster pengembangan wilayah industri :1) Klaster wilayah pengembangan industri I berbasis bahan baku terdiri dari Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Utara, 2) Klaster wilayah pengembangan industri II berbasis pemasaran terdiri atas Kabupaten/Kota Aceh Singkil, Aceh Besar, Banda Aceh, Lhokseumawe, Pidie, Bireuen, 3) Klaster wilayah pengembangan industri III berbasis tenaga kerja meliputi Kabupaten/Kota Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Gayo Lues, Bener Meriah, Simeulue, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Langsa, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Subulussalam dan Aceh Barat
Studi Angkutan Sedimen Sudetan Pelangwot-Sedayu Lawas Sungai Bengawan Solo Chandra Murprabowo Mudjib; Umboro Lasminto
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.836 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i3.5236

Abstract

Sungai Bengawan Solo merupakan salah satu sungai terpanjang di Indonesia yang mengalir mulai dari area hulu di Kabupaten Wonogiri dan Ponorogo hingga ke area hilir di Kabupaten Gresik. Perubahan fungsi lahan di area hulu dan peningkatan debit yang melalui Sungai Bengawan Solo membuat banjir terjadi di area hilir sungai yakni di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Gresik. Sudetan Pelangwot sepanjang 13 km merupakan saluran yang dibuat untuk mengurangi debit banjir yang terjadi dengan mengalirkannya ke laut Jawa. Namun dikarenakan pendangkalan yang terjadi akibat sedimentasi, kapasitas Sudetan Pelangwot dalam mengalirkan debit menurun. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisa sedimentasi yang terjadi pada sudetan Pelangwot dengan menggunakan program bantu HEC-RAS 4.1.0 Konsep yang digunakan dalam pengerjaan tugas akhir ini adalah dengan memodelkan Sudetan Pelangwot menggunakan program HEC-RAS 4.1.0 kemudian melakukan simulasi aliran sudetan untuk mengetahui sedimentasi yang terjadi. Dari hasil simulasi yang dilakukan dengan menggunakan program HEC-RAS 4.1.0 diketahui perkiraan volume sedimentasi yang terjadi di sudetan selama musim penghujan dari tanggal 1 Desember 2010 hingga 21 Mei 2011 adalah sebesar 325.030,23 m3. Agradasi terjadi di sebagian besar penampang sudetan sedangkan degradasi hanya terjadi di beberapa titik. Kantong sedimen dapat dibuat sebagai upaya pengendalian sedimen pada dasar saluran sudetan di tiga titik yang berbeda dengan kapasitas total 175.875 m3.Pemeliharaan kantong sedimen dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan melakukan pengerukan pada kantong sedimen.