Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
3,978 Documents
Kriteria Pengembangan Desa Slopeng sebagai Desa Wisata di Kabupaten Sumenep
Mira Hawaniar;
Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (83.713 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i3.5129
Kawasan Pantai Slopeng adalah daerah tujuan wisata yang berprospek cerah. Akan tetapi hingga saat ini potensi wisata ini masih belum optimal pemanfaatannya. pengembangan kawasan ini sebagai kawasan pariwisata terkendala kondisi sosial budaya masyarakat setempat yang kurang bisa menerima kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan atau tata cara kehidupan masyarakat setempat. Sejak tahun 2011 Desa Slopeng mulai dilirik untuk dikembangkan menjadi kawasan desa wisata. Pada penelitian ini dihasilkan kriteria pengembangan Desa Slopeng sebagai desa wisata berdasarkan karakteristik dan faktor pengembangannya. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik analisisnya yaitu analisa deskriptif untuk menghasilkan karakteristik Desa Slopeng sebagai desa wisata kemudian analisa Delphi untuk menentukan faktor pengembangan serta analisa deskriptif untuk menghasilkan kriteria pengembangan Desa Slopeng sebagai desa wisata. Hasil akhir penelitian berupa kriteria prioritas yang berupa kriteria mengenai atraksi, akomodasi dan proses integrasi pengembangan desa wisata dengan masyarakat setempat serta kriteria pendukung pengembangan Desa Slopeng sebagai desa wisata berupa kriteria mengenai sarana dan prasarana dasar, fasilitas pendukung desa wisata, pengelola desa wisata dan hubungan Desa Slopeng sebagai desa wisata pengembangan pariwisata lain di Kabupaten Sumenep
Analisa Risiko Pada Proyek Pembangunan Underpass Di Simpang Dewa Ruci Kuta Bali
Ayunita Indria Dewi;
Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.863 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4162
Proyek Pembangunan Underpass di Simpang Dewa Ruci Kuta Bali diharapkan dapat memecah kemacetan yang sangat tinggi di pulau Bali dan dapat digunakan saat kegiatan APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) 2013. Pada proyek ini terdapat pekerjaan galian dengan MAT (Muka Air Tanah) tinggi dan banyak ketidakpastian yang sulit diprediksi, sehingga diperlukan adanya analisa risiko. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui risiko Proyek Pembangunan Underpass di Simpang Dewa Ruci Kuta Bali. Untuk mengetahui risiko pada proyek ini dilakukan survey lapangan, kuisioner, dan wawancara. Tahapan penelitan dibagi menjadi tiga bagian yaitu identifikasi risiko, analisa risiko dan respon risiko. Identifikasi adalah tahap mencari variable-variabel risiko yang relevan pada proyek. Tahapan ini diawali dengan melakukan studi literatur dan kemudian melakukan survey pendahuluan kepada responden. Analisa risiko adalah proses mencari beberapa risiko yang signifikan dari segi waktu maupun biaya. Analisa risiko diterapkan terhadap hasil survey utama yang telah dilakukan sebelumnya. Metode yang digunakan adalah Severity Index dan Matriks Probabilitas-Dampak. Tahap terakhir adalah menentukan respon risiko terhadap risiko yang signifikan terhadap biaya dan waktu. Respon risiko didapat dengan melakukan wawancara terstruktur dengan para responden yaitu beberapa personel kontraktor yang menangani proyek pembangunan Underpass di Simpang Dewa Ruci Kuta Bali. Berdasarkan hasil analisa risiko maka diketahui bahwa hanya ada satu macam variable risiko yang signifikan terhadap waktu dan biaya,yaitu muka air tanah yang tinggi. Respon risiko yang dilakukan adalah dengan menyediakan pompa dengan kapasitas besar dan banyak.
Keterkaitan Komoditas Unggulan Antar Desa Kota dalam Pengembangan Kawasan Agropolitan Pacet-Mojokerto
Rini Ratna Widya Nirmala;
Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (76.795 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4323
Pembangunan wilayah di tahun 2012 masih dihadapkan pada permasalahan utama yaitu masih tingginya kesenjangan antar wilayah, terutama antara kawasan perdesaan dan perkotaan. Dewasa ini, pembangunan perkotaan tidak memberikan efek penetasan pembangunan pada perdesaan, melainkan pengurasan sumber daya yang ada di perdesaan. Seperti halnya yang terjadi pada kawasan agropolitan di Kecamatan Pacet. Keunggulan usaha budidaya pertanian tidak serta merta membawa kesejahteraan bagi petani. Hal ini dikarenakan aliran komoditas yang belum maksimal dan melemahkan posisi daya tawar petani, sehingga pertumbuhan ekonomi perdesaan semakin tertinggal dari perkotaan. Dalam upaya penyeleseian permasalahan ini, tidak dapat lagi diselesaikan secara terpisah, melainkan dengan intensifikasi keterkaitan desa kota yang bersifat saling menguntungkan. Untuk dapat mengintensifikasikan keterkaitan, maka penting untuk diidentifikasi keterkaitan desa dan kota yang terjadi. Analisa yang digunakan adalah analisa deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukan keterkaitan antar desa masih kurang terjalin dalam aspek keterkaitan komoditas tanaman pangan dikarenakan faktor jarak. Sedangkan keterkaitan komoditas hortikultura telah cukup terjalin di wilayah studi. Disamping itu, keterkaitan komoditas yang terjadi antara desa-desa di Kecamatan Pacet dengan kota-kota di sekitarnya terjalin dengan kota Mojokerto, Sidoarjo, Jombang, Batu dan Surabaya
Revitalisasi Kawasan Pelabuhan Kamal Di Madura
Evi Akbarwati;
Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (45.026 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4324
Pelabuhan Kamal awalnya merupakan pintu gerbang utama keluar masuk Pulau Madura, yang memberi pengaruh terhadap peningkatan kemajuan kawasan Pelabuhan Kamal. Keberadaan Jembatan Suramadu menyebabkan penurunan vitalitas kawasan Pelabuhan Kamal yang ditinjau dari aspek fisik dan aktivitas. Tujuan studi ini untuk merumuskan arahan revitalisasi kawasan Pelabuhan Kamal yang ditempuh melalui dua tahapan penelitian yaitu: Analisa faktor penyebab penurunan vitalitas kawasan pelabuhan dengan Teknik Content Analysis; dan Perumusan arahan dengan teknik analisis Deskriptif dan Expert Judgement. Dari Hasil analisa faktor diketahui bahwa penurunan vitalitas kawasan disebabkan oleh faktor fisik, aktivitas, dan institusional, dengan faktor penyebab utama adalah penurunan aktivitas penyeberangan. Arahan revitalisasi bagi kawasan Pelabuhan Kamal adalah dengan mengembangkan fungsi baru yaitu wisata bahari melalui pengembangan fisik kawasan dan institusional
Penentuan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketertinggalan Kawasan Kabupaten Pamekasan
Riezky Ayudia Trinanda;
Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (494.166 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4326
Penelitian ini bertujuan untuk mngetahui faktor-faktor penyebab ketertinggalan kawasan di Kabupaten Pamekasan. Dalam Penelitian ini, menggunakan alat analisis yaitu analisis Delphi yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi ketertinggalan kawasan di Kabupaten Pamekasan berdasarkan opini/pendapat para pakar/ stakeholders dengan menggunakan variabel yang diperoleh dari hasil tinjauan pustaka tinjauan teori. Penerapan teknik Delphi ini sesuai dengan tujuan dari proses identifikasi faktor yang mempengaruhi ketertinggalan kawasan di Kabupaten Pamekasan. Responden yang digunakan dalam identifikasi faktor ini merupakan responden dari hasil analisa stakeholder berdasarkan kepentingan dan pengaruhnya. Terhadap pengembangan kawasan tertinggal di Kabupaten Pamekasan.. Berdasarkan hasil analisis, diproleh faktor-faktor yang mempengaruhi ketertinggalan kawasan
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Masyarakat dalam Memilih Lokasi Hunian Peri Urban Surabaya di sidoarjo
Media Ayesha Serlin;
Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.592 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4328
Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak Urban Sprawl dari pertumbuhan Kota Surabaya. Kebutuhan lahan permukiman yang semakin terbatas dan mahalnya lahan permukiman di daerah Kota Surabaya terutama yang berada di pusat kota membuat masyakarat lebih memilih bermukim di daerah pinggiran kota Surabaya yaitu Kecamatan Waru dan Kecamatan Taman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih lokasi hunian Peri Urban Surabaya di Sidoarjo. Pada jenis penelitian ini menggunakan pendekatan positivistik dengan jenis deskriptif. Dari hasil didapat 9 faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih lokasi hunian antara lain: Aksesibilitas (Kemudahan menuju pertokoan) Ketersediaan air bersih, Ketersediaan Fasilitas Pertokoan, Ketersediaan Fasilitas Peribadatan (mushola), Keindahan (Kebersihan), Aksesibilitas (Kemudahan menuju angkutan umum ), Aksesibilitas (Kemudahan menuju sekolah), Ketersediaan jaringan listrik, Harga Lahan/Rumah. Dengan demikian, Aksesibilitas menjadi faktor primer dalam pemilihan lokasi hunian peri urban Surabaya di Sidoarjo
Pengembangan Komoditas Unggulan Pertanian dengan Konsep Agribisnis di Kabupaten Pamekasan
Ratiza Rizkian Azwartika;
Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (128.294 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4332
Sektor unggulan di Kabupaten Pamekasan adalah sektor pertanian, namun potensi tersebut belum termanfaatkan secara maksimal. Agar dapat lebih meningkatkan perekonomian setempat, maka perlu diketahui komoditas unggulannya untuk menentukan kegiatan agribisnis pascapanen dan pengolahan yang tepat. Untuk mengetahui komoditas unggulannya, digunakan analisa Location Quotient dan Shift Share Analysis, serta dikuatkan dengan data komoditi unggulan di Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pamekasan dan hasil wawancara. Hasil penelitian diperoleh dua komoditas unggulan pertanian yang potensial untuk dikembangkan yaitu komoditas sapi dan jagung. Kedua komoditas tersebut merupakan komoditas yang berpotensi dan memiliki daya saing sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut. Kegiatan agribisnis pascapanen komoditas sapi dan jagung dibutuhkan terutama dalam penyediaan bahan baku berkualitas untuk kegiatan pengolahan selanjutnya. Kegiatan pengolahan komoditas pertanian dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas tersebut. Hasil dari kegiatan pengolahan berupa produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan perekonomian
Faktor Pengembangan Kawasan Wisata Bahari di Kabupaten Jember
Cinditya Estuning Pitrayu Nastiti;
Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.218 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4333
Di setiap wilayah yang sedang berkembang pasti memiliki suatu permasalahan yang dapat menghambat proses perkembangan itu sendiri. Kabupaten Jember yang saat ini memiliki banyak potensi wisata dari keindahan alamnya, namun belum dikembangkan secara maksimal, khususnya pada kawasan wisata bahari yang masih belum terkemas. Hal ini menunjukkan bahwa pengemasan DTW satu dengan yang lainnya tidak dilakukan secara merata. Oleh sebab itu perlu ditemukannya faktor pengembangan untuk kawasan wisata bahari di Kabupaten Jember agar perkembangannya dapat dilakukan secara merata. Dalam penentuan faktor pengembangan akan digunakan teknik analisa Delphi dengan melibatkan para stakeholder sebagai responden. Teknik analisa ini dilakukan dengan dua tahap karena pada tahap pertama ditemukan satu faktor yang perlu di iterasi sehingga perlu dilakukan anlaisa Delphi tahap dua. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan sepuluh faktor pengembangan yaitu daya tarik wisata, prasarana dan sarana, partisipasi masyarakat, kelembagaan, kualitas lingkungan, kesempatan investasi, perlindungan sumberdaya, kebijakan dan pemasaran. Diharapkan dengan ditemukannya faktor pengembangan ini pengembangan wisata bahari di Kabupaten Jember dapat dilakukan secara merata.
Penentuan Prioritas Pengembangan KAPET DAS KAKAB Di Kabupaten Barito Selatan
Andrea Yuandiney;
Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.205 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4334
Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) merupakan alat pegembangan wilayah yang dibuat pemerintah pusat untuk menghilangkan disparitas antara Kawasan Timur Indonesia dengan Kawasan Barat Indonesia. Kabupetan Barito Selatan merupakan satu dari empat kabupaten yang termasuk dalam KAPET Daerah Aliran Sungai Kapuas Kahayan Barito yang terdapat di Provinsi Kalimantan tengah (KAPET DAS KAKAB). KAPET DAS KAKAB sebagai alat pengembangan wilayah masih belum mampu menjalankan fungsinya. Oleh karena itu perlu penelitian untuk menentukan prioritas pengembangan KAPET DAS KAKAB berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerjanya. Tujuan penelitian adalah menentukan prioritas pengembangan KAPET DAS KAKAB di tiap kecamatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode service quality dan metode Importance Performance Analysis. Metode service quality digunakan untuk menentukan kinerja faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan KAPET DAS KAKAB. sedangkan metode Importance Performance Analysis untuk menentukan faktor-faktor prioritas dalam pengembangan KAPET DAS KAKAB.Variabel-variabel pengembangan KAPET DAS KAKAB dibagi menjadi 4 prioritas pada tiap kecamatan. Prioritas 1 merupakan kelompok variabel yang mempengaruhi pengembangan KAPET DAS KAKAB namun pengembangannya belum sesuai dengan harapan, Prioritas 2 adalah kelompok yang dianggap penting dan pengembangannya sudah baik, prioritas 3 adalah kelompok yang kurang penting pengaruhnya dan masih kurang berkembang, prioritas 4 adalah kelompok yang kurang penting pengaruhnya dan pengembangan berlebih
Identifikasi Variabel Berpengaruh Pada Peningkatan Keunggulan Kompetitif Industri Alas Kaki di Kabupaten Mojokerto
Andini Okky Nivitasari;
Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (428.389 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4336
Kabupaten Mojokerto merupakan wilayah yang memiliki potensi dalam sektor industry, terutama dalam sektor industri kecil menengah seperti industri alas kaki. Potensi produk unggulan alas kaki di Kabupaten Mojokerto berpeluang untuk mengembangkan perekonomian lokal masyarakat setempat. Namun kondisi ini belum dimaksimalkan oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisa peningkatan keunggulan kompetitif industri alas kaki di Kabupaten Mojokerto, dengan fokus wilayah penelitian pada Kecamatan Sooko, Kecamatan Puri dan Kecamatan Mojoanyar. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa variabel yang berpengaruh terhadap peningkatan keunggulan kompetitif industri alas kaki dengan menggunakan analisa diskriptif dari hasil nilai mean pada masing-masing variabel pada indikator penelitian kemampuan produksi, kondisi permintaan pasar, ketersediaan industri pendukung, kemampuan strategi struktur dan persaingan antar industri. Hasil dari penelitian ini adalah ketiga kecamatan memiliki karakteristik yang berbeda, akan tetapi terdapat satu variabel yang dianggap berpengaruh yaitu permintaan pasar lokal, dan terdapat satu variabel yang dianggap kurang berpengaruh yaitu permintaan pasar ekspor