cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pengembangan Ekonomi Lokal di Kawasan Perikanan Berdasarkan Preferensi Masyarakat Nelayan Nambangan Kedung Cowek Rheza Firmantyo Pramono; Haryo Sulistyarso
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.066 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3928

Abstract

Wilayah nambangan memiliki prosentase 40% sebagai nelayan menggantungkan dengan kondisi pesisir, mengindikasikan bahwa wilayah nambangan memiliki potensi pesisir yang cukup besar. Namun masih mempunyai beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan seperti SDA, SDM, Pendanaan, Prasarana Sarana, Kelembagaan, dan teknologi di kawasan pesisir Nambangan Kedung Cowek. Tujuan penelitian ini untuk merumuskan arahan pengembangan ekonomi lokal wilayah nambangan berdasarkan preferensi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis pertama penentuan faktor kurang berkembangnya ekonomi lokal menggunakan teknik delphi, selanjutnya menentukan preferensi masyarakat dan faktor prioritas menggunakan teknik servqual. Melalui metode servqual ditemukan banyak faktor prioritas yang harus dikembangkan yaitu SDA, SDM , Pendanaan, Prasarana Sarana, Kelembagaan, Teknologi, dan Pemasaran. Selanjutnya menentukan arahan pengembangan ekonomi lokal beradasakan faktor prioritas menggunakan teknik triangulasi berdasarkan tujuh faktor priortas dengan menggabungkan studi literatur, studi kasus wilayah lain dan temuan fakta emipiri di lapangan. Hasil akhir berupa peningkatan prasarana sarana berupa penataan lingkungan sempadan pantai, pengelolahan limbah, peningkatan sumberdaya manusia berupa pelatihan mutu pendidikan dan wawasan ekonomi. Selanjutnya peningkatan upaya pemasaran dengan membangun mina store dan peningkatan fasilitas alat tangkap.
Keterkaitan Sektoral di Kabupaten Lumajang Ivan Agusta Farizkha; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.362 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3929

Abstract

Keterkaitan antar sektor adalah faktor penting dalam ajaran teori ekonomi regional. Dengan adanya saling keterkaitan antar sektor maka sinergi antar daerah akan terbentuk. Sinergi antar daerah ini adalah modal dalam upaya mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Kabupaten Lumajang sebagai salah satu Kabupaten dengan kriteria pertumbuhan ekonomi lambat (relatif tertinggal) dipertanyakan meilhat adanya potensi pada masing – masing Kecamatan di Kab. Lumajang. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya percepatan pertumbuhan ekonomi dengan memaksimalkan peran sektor ekonomi potensial melalui keterkaitan antar sektor. Analisis Jalur digunakan sebagai metode analisis guna mencari pengaruh kinerja antar antar sektor sehingga akan nampak pola keterkaitan sektor yang terjadi. Dari delapan kegiatan ekonomi (sektor/sub-sektor) yang diduga memiliki keterkaitan, ternyata hanya lima sektor yang memiliki hubungan keterkaitan. Pemaksimalan kinerja lima kegiatan ekonomi (sektor/sub-sektor) ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi melalui arahan kebijakan yang tepat.
Identifikasi Faktor-Faktor Kerentanan Terhadap Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Rosmayani Noor Latifah; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.852 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3930

Abstract

Fenomena bencana kebakaran hutan dan lahan beserta dampak yang telah ditimbulkan di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan mengindikasi kurangnya kewaspadaan dan kesiapan menghadapi ancaman bahaya kebakaran hutan dan lahan berpengaruh terhadap meningkatnya kerentanan akan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan dengan dampak yang lebih besar dan luas. Kerentanan merupakan suatu kondisi masyarakat yang tidak dapat menyesuaikan perubahan yang disebabkan oleh ancaman tertentu, oleh karena itu perlunya suatu identifikasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kerentanan akan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan. Dalam mencapai tujuan penelitian, dilakukan analisa terhadap faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kerentanan (vulnerability) menggunakan analisa skala likert, uji validitas dan reliabilitas dan analisa deskriptif untuk mendapatkan faktor-faktor kerentanan yang berpengaruh terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan. Dari penelitian ini didapatkan identifikasi faktor kerentanan yang mempengaruhi bencana kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru.
Penentuan Alternatif Lokasi Industri Pengolahan Sorgum di Kabupaten Lamongan Nanda Gayuk Candy; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.267 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3932

Abstract

Seiring dengan perkembangan wilayah dan penduduk yang sangat pesat, maka dibutuhkan sebuah perubahan struktur ekonomi dari sektor primer menuju sektor sekunder. Sektor sekunder atau industri ini juga perlu dikembangkan di Kabupaten Lamongan. Mengingat produksi Sorgum sebagai salah satu produksi pertanian ketiga terbesar di Kabupaten Lamongan sehingga industri pengolahan Sorgum sangat berpotensi untuk dikembangkan di wilayah ini. permasalahan yang ada di wilayah studi ini adalah perekonomian petani sorgum tidak meningkat walaupun potensi sorgum di Lamongan besar maka perlu adanya pembangunan industri pengolahan sorgum untuk meningkatkan perekonomian petani sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alternatif lokasi industri pengolahan Sorgum di Kabupaten Lamongan. Studi ini menentukan lokasi industri pengolahan Sorgum yang sesuai dan layak berdasarkan kriteria-kriteria penentuan lokasi industri pengolahan Sorgum. Alat analisis LQ digunakan untuk mengidentifikasi kecamatan basis Sorgum sehingga nantinya didapatkan beberapa kecamatan yang memiliki LQ Sorgum ≥ 1. Alat analisis deskriptif dengan metode komparatif untuk menilai kontinuitas komoditas sehingga nantinya didapatkan beberapa kecamatan yang memiliki beberapa kontinuitas. Alat analisis AHP untuk mendapatkan bobot faktor dan sub-faktor dan alat analisis Weighted Overlay pada ArcGIS 10.1 untuk mengidentifikasi lokasi industri pengolahan tanaman Sorgum yang sesuai. Hasil dari penelitian ini adalah kecamatan yang berpotensi untuk lokasi industri pengolahan Sorgum di Kabupaten Lamongan. Akhirnya didapatkan 4 kecamatan yang layak untuk dijadikan alternatif lokasi industry pengolahan sorgum di Kabupaten Lamongan.
Pengembangan Kawasan Wisata Pesisir Talang Siring di Kabupaten Pamekasan Alifiana Hafidian Rizkiyani; Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.88 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3934

Abstract

Kawasan wisata pesisir Talang Siring adalah salah satu potensi wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Pamekasan yang terletak di Kecamatan Larangan. Berdasarkan. Potensi ini masih belum dimanfaatkan dan dikembangkan secara maksimal dan masih belum memiliki keterkaitan antar potensi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi wisata tersebut. Tahapan pada penelitian ini, yaitu mengidentifikasi potensi wisata, menganalisa keterkaitan antar potensi, faktor pendukung pengembangan wisata, kriteria pengembangan wisata dan konsep pengembangan wisata. Pada Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik. Teknik analisa yang digunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran antara lain sasaran pertama dengan menggunakan metode analisa deskriptif theoretical dan Analisa Scoring (Pembobotan dengan skala likert), sasaran kedua menggunakan analisis empirical analytic serta dilanjutkan analisa delphi bertujuan untuk menentukan konsensus group untuk faktor pendukung, pada sasaran keempat menggunakan analisis deskriptif theoritical dan sasaran kelima menggunakan analisis triangulasi untuk merumuskan konsep pengembangan. Penelitian ini menghasilkan tiga zona pengembangan, yaitu zona inti, pendukung dan konservasi. Dengan penanganan konsep pariwsata Bahari yang harus dilakukan antara lain meningkatkan daya tarik utama dengan penambahan jenis sajian atraksi wisata khususnya di zona inti wisata, mempertahankan kelestarian lingkungan dengan rehabilitasi kerusakan lingkungan, ketersediaan fasilitas pendukung dan penunjang khususnya di zona pendukung wisata serta menjalin linkage kawasan dengan obyek wisata lain yang dilakukan kerja sama antara masyarakat dengan wisatawan agar obyek wisata yang belum berkembang mendapatkan dampak dari wisata utamanya.
Identifikasi Variabel Untuk Mendukung Kinerja Pusat-Pusat Kegiatan Dalam Pengembangan Komoditas Unggulan Tongkol Di Wilayah Pesisir Timur Provinsi Aceh Muthmainnah Muthmainnah; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.989 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3940

Abstract

Wilayah Pesisir Timur merupakan salah satu wilayah pengembangan (WP) di Provinsi Aceh yang memiliki keunggulan pada sektor primer salah satunya sub sektor perikanan. Struktur hirarki pusat kegiatan WP terdiri dari pusat kegiatan nasional (PKN), pusat kegiatan wilayah (PKW) dan pusat kegiatan lokal PKL yang memliki peran sebagai pusat pertumbuhan dan mendukung pengembangan wilayah termasuk pengembangan komoditi unggulan. Namun demikian keunggulan pada sub sektor perikanan belum mendapat dukungan dalam hal pengembanganya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel apa saja yang mempengaruhi kinerja pusat kegiatan dalam mendukung pengembangan komoditas unggulan perikanan. Untuk menjawab tujuan ini dilakukan tiga tahapan penelitian yaitu penentuan komoditas unggulan perikanan dengan analisa location quotient (LQ) dan shift share analysis (SSA). Tahapan kedua, melihat kondisi aliran nilai tambah komoditi unggulan di pusat kegiatan dengan analisa deskriptif, dan analisa variabel pengaruh kinerja dengan analisa pengkodean (coding). Hasil analisa awal dengan LQ dan SSA menunjukkan bahwa komoditi Tongkol merupakan komoditi unggulan WP Pesisir Timur. Sementara pada analisis deskriptif aliran nilai tambah menunjukkan tidak terjadinya pertambahan nilai bagi komoditi unggulan. Terakhir, analisa kualitatif coding ditemukan bahwa variabel yang mempengaruhi kinerja pusat kegiatan WP Pesisir Timur terhadap pengembangan komoditi unggulan Tongkol yaitu ketersedian jumlah pasar, ketersedian jumlah industri pengolahan, ketersedian jumlah jenis industri pengolahan, ketersediaan jaringan transportasi, ketersedian prasarana listrik dan ketersedian prasarana air bersih.
Pola Spatial Persebaran Pusat Perbelanjaan Modern Di Surabaya Berdasarkan Probabilitas Kunjungan Achmad Miftahur Rozak; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.847 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3943

Abstract

Surabaya sebagai kota besar saat ini  mulai dipenuhi dengan pusat perbelanjaan modern hingga mencapai lebih dari 20 unit. Perkembangannya saat ini menyebabkan  adanya persaingan antar pusat perbelanjaan satu dengan yang lain.  Dengan kondisi seperti ini, diperlukan identifikasi mengenai besaran nilai probabilitas masing-masing pusat perbelanjaan terhadap penduduk yang ada di Suarabaya. Dalam penelitian ini, penentuan probabilitas kunjungan didapatkan dari model Huff. Model ini menghitung nilai probabilitas penduduk yang ada terhadap pusat perbelanjaan dengan menggunakan variabel jarak dan luas bangunan total. Hasil perhitungan tersebut kemudian dikombinasikan dengan perkiraan jangkauan pelayanan tiap pusat perbelanjaan sehingga didapatkan tipologi kecamatan terhadap kemungkinan mengunjungi seluruh pusat perbelanjaan yang ada di Surabaya. Didapatkan bahwa terdapat empat kategori yang masing-masing memiliki karakteristik dan variabel yang mempengaruhinya. Kategori pertama merupakan 5 kecamatan dengan probabilitas rendah dan terjangkau dengan faktor yang berpengaruh adalah luas lantai bangunan serta jarak yang digambarkan oleh jangkauan pelayanan. Kategori kedua merupakan 22 kecamatan dengan probabilitas sedang dan terjangkau dengan faktor yang mempengaruhi adalah jangkauan pelayanan serta jarak terhadap masing-masing pusat perbelanjaan. Kategori tiga merupakan 2 kecamatan dengan probabilitas tinggi dan terjangkau dengan faktor yang berpengaruh adalah luas pusat perbelanjaan. Sedangkan kategori terakhir adalah 2 kecamatan dengan probabilitas sedang namun belum terjangkau oleh layanan pusat perbelanjaan
Analisa Penetapan Harga Jual Unit Rumah pada Proyek Perumahan Soka Park, Bangkalan Fahad Fahad; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.169 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4070

Abstract

PT. Soka Abadi merupakan sebuah perumahan yang sedang dibangun di kabupaten Bangkalan. Perumahan yang dibangun di wilayah Kecamatan Socah ini menawarkan beberapa produk berupa rumah tinggal tipe 39, 49, 54, 63 dan 71. Di sekitar wilayah Socah juga cukup banyak pengembang lainnya yang menawarkan rumah dengan tipe yang hampir sama. Perumahan tersebut akan menjadi kompetitor bagi Soka Park dalam hal penjualan rumah tipe yang setara dengan tipe rumah di Soka Park. Persaingan yang ketat antar perumahan mendorong harga jual sebagai faktor utama bagi pengembang. Harga jual rumah merupakan acuan pertimbangan pemilihan rumah oleh pembeli, disamping berbagai fasilitas yang ditawarkan. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya harga jual yang pantas untuk tiap tipe rumah pada proyek perumahan Soka Park berdasarkan analisa biaya dan analisa permintaan pasar. Hasil analisa penetapan harga jual didapatkan dari metode analisa titik impas dimana analisa ini mempertemukan kurva biaya dan kurva pendapatan untuk mendapatkan harga. Pada penelitian ini kurva pendapatan didapatkan dari kurva permintaan. Berdasarkan metode ini  diketahui harga jual rumah yang dapat diterima oleh pengembang dan konsumen. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan maka harga jual unit rumah berdasarkan jumlah unit terjual optimum untuk tipe 39 adalah Rp 107.355.393, tipe 49 adalah Rp 130.976.971, tipe adalah 54 Rp 160.761.740, tipe 63 adalah Rp 168.290.784 dan tipe 71 adalah Rp 189.040.787
Arahan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Menjadi Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Katingan Arnold Setiawan; Heru Purwadio
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.199 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i3.5127

Abstract

Perkembangan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Katingan sangat pesat. Di satu sisi perkembangan perkebunan kelapa sawit berdampak positif bagi pendapatan daerah, di sisi lain mengancam ketahanan pangan dengan berkembangnya trend alih fungsi lahan pertanian pangan menjadi perkebunan. Tujuan penelitian adalah mendapatkan arahan pengendalian alih fungsi lahan pertanian pangan menjadi perkebunan kelapa sawit. penelitian ini menggunakan dua tahap analisa. Analisa tahap pertama dilakukan untuk mendapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan pertanian pangan dengan menggunakan metode analisa deskriptif kualitatif dan expert judgement, sedangkan analisa tahap kedua untuk merumuskan arahan pengendalian alih fungsi lahan pertanian pangan dengan metode deskriptif kualitatif dan expert judgement . Alih fungsi lahan pertanian pangan dipengaruhi oleh faktor nilai sewa tanah, peraturan, biaya produksi, harga jual hasil panen, resiko usaha tani, ketersediaan air, teknik budidaya, dan harga lahan. Arahan pengendalian dari faktor nilai sewa tanah adalah dengan keringanan pajak lahan pertanian pangan dan retribusi hasil produksi perkebunan kelapa sawit. Arahan pengendalian dari faktor peraturan adalah dengan penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan melalui rencana tata ruang dan penegasan sanksi bagi pelanggar. Arahan pengendalian dari faktor biaya produksi adalah dengan memberikan bantuan sarana produksi bagi petani tanaman pangan. Arahan pengendalian dari faktor harga jual hasil panen adalah dengan jaminan harga jual hasil pertanian pangan yang menguntungkan. Arahan dari faktor resiko usaha tani adalah dengan penerapan pembasmian hama terpadu. Arahan pengendalian dari faktor ketersediaan air adalah denganmengembangkan dan merawat saluran irigasi. Arahan pengendalian dari faktor teknik budidaya adalah dengan diversifikasi pertanian. Arahan pengendalian dari faktor harga lahan adalah dengan memperketat perizinan perkebunan kelapa sawit
Arahan Peningkatan Ekonomi Masyarakat Petani Jeruk Siam berdasarkan Perspektif Petani di Kec. Bangorejo – Kab. Banyuwangi Nyimas Martha Olfiana; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.987 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i3.5128

Abstract

Pertanian jeruk siam di Kecamatan Bangorejo berpotensi untuk dikembangkan, dilihat dari kontribusi tinggi terhadap PDRB pertanian sebesar 16,19%, namun potensi ini belum mampu meningkatkan ekonomi lokal masyarakat petani jeruk siam yang dapat dilihat dari pendapatan perkapita masyarakat masih rendah dan tingginya angka kemiskinan. Tujuan penelitian yaitu merumuskan arahan peningkatan ekonomi masyarakat jeruk siam di Kecamatan Bangorejo berdasarkan perspektif petani, dengan tahapan menentukan faktor yang berpengaruh dengan diawali teknik analisa skala Guttman untuk memperoleh variabel berpengaruh, kemudian dideskriptifkan sehingga diperoleh faktor yang berpengaruh. Tahap selanjutnya dilakukan analisa deskrptif untuk mengetahui kinerja dari faktor berpengaruh. Pada tahap akhir, dilakukan perumusan arahan dengan teknik analisa deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan analisa Guttman diperoleh 14 variabel berpengaruh, kemudian dideskriptifkan menjadi 11 faktor yang berpengaruh. Kemudian dari faktor-faktor tersebut, dilakukan analisa kinerja dari faktor berpengaruh dan diperoleh 4  faktor dengan kategori “tidak baik”yaitu : a)Dukungan pemerintah dan pihak swasta terhadap program peningkatan ekonomi masyrakat petani jeruk siam b)Pemerataan luas kepemilikan lahan garapan petani jeruk siam c)Ketersediaan petugas penyuluh lapangan (PPL) sebagai fasilitator dialog diantara stakeholders d)Ketersediaan lembaga permodalan dalam memberikan kredit usaha. Sehingga dari hasil kinerja tersebut, arahan peningkatan ekonomi masyarakat petani jeruk siam di Kecamatan Bangorejo disesuaikan dengan faktor yang mempengaruhinya