cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Identifikasi Tingkat Pelayanan Pasar Tradisional Agrobis Babat Kabupaten Lamongan Risty Utami; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.296 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11242

Abstract

Tujuan pembangunan Pasar Tradisional Agrobis Babat di kawasan Perkotaan Babat adalah sebagai kawasan perdagangan dan jasa skala kabupaten. Namun, kualitas pelayanan pasar yang diberikan masih rendah. Oleh karena itu, tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui tingkat kualitas pelayanan Pasar Agrobis Babat. Tahapan dalam penelitian ini meliputi mengetahui karakteristik pelayanan pasar Agrobis Babat menggunakan metode deskriptif, mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan pelayanan menggunakan CFA dan mengetahui tingkat pelayanan pasar menggunakan IPA (Importance Performing Analysis).  Tingkat pelayanan Pasar Agrobis Babat terbagi menjadi 4 (empat) kuadran yaitu prioritas utama, pertahankan kualitas pelayanan,  prioritas rendah dan terlalu berlebih. Variabel yang berada di prioritas utama terdiri dari keberadaan sampah, ketersediaan terminal, kedekatan dengan fasilitas umum lainnya, harga barang dan adanya kegiatan promosi. Variabel yang berada di pertahankan kualitas pelayanan yaitu keberadaan PKL, ketersediaan angkutan umum, kelengkapan jenis barang, jumlah pedagang, ketersediaan los pasar, dan kios pasar. Variabel yang berada di prioritas rendah yaitu keberadaan genangan air, toilet umum, jaringan drainase, dan jaringan sanitasi. Dan variabel yang berada di terlalu berlebih yaitu ketersediaan lahan parkir, dan ketersediaan jaringan air bersih.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN RUANG TERBUKA PUBLIK SEBAGAI FUNGSI SOSIAL DI GOR DELTA SIDOARJO BERDASARKAN PREFERNSI MASYARAKAT Dini Faza Illiyin; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.867 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11274

Abstract

GOR Delta Sidoarjo merupakan salah satu taman kota yang diarahkan sebagai ruang terbuka publik yang memiliki fungsi sosial. Namun, fungsi sosial pada ruang terbuka di GOR Delta Sidoarjo masih kurang optimal karena terdapat permasalahan seperti penyalahgunaan fungsi fasilitas umum yang mengurangi minat masyarakat untuk melakukan aktivitas sosial. Oleh karena itu, dibutuhkan analisa untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam penggunaan ruang terbuka publik agar fungsi sosial di GOR Delta dapat terwujud. Tahapan analisa yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu mengidentifikasi karakteristik ruang terbuka di GOR Delta Sidoarjo. Selanjutnya, menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam menggunakan ruang terbuka publik di GOR Delta Sidoarjo. Hasil penelitian ini berupa faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam penggunaan ruang terbuka sebagai fungsi sosial yang didasarkan preferensi masyarakat. Faktor yang dihasilkan sebanyak tiga faktor yaitu terkait aksesbilitas, kenyamanan dan keamanan serta kemampuan menarik pengguna.
Vermikompos Sampah Kebun dengan Menggunakan Cacing Tanah Eudrilus eugeneae dan Eisenia fetida Etik Rahmawati; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.524 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11292

Abstract

Durasi yang panjang diperlukan dalam pengomposan konvensional sampah organik yang memerlukan waktu selama 2-3 bulan. Pengurangan waktu pengomposan dapat dilakukan dengan digunakannya cacing sebagai dekomposer. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat degradasi sampah kebun menggunakan proses vermikomposting dan menentukan pengaruh jenis cacing Eudrilus eugeneae dan Eisenia fetida. Empat reaktor berukuran 8 L digunakan dalam penelitian ini. Percobaan dilakukan secara duplo selama 60 hari. Parameter yang dianalisis pada penelitian ini adalah ammonia nitrogen (NH3-N), nitrat nitrogen (NO3-N), Total Kjeldahl Nitrogen (TKN), dan C/N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat degradasi sampah kebun dengan pengolahan vermikomposting yang dapat dicapai adalah 64,94-72,52%. Produksi kompos yang lebih tinggi dengan penggunaan Eisenia fetida.
Penetuan Tema Ruang Terbuka Hijau Aktif Di Kota Malang Berdasarakan Preferensi Masyarakat Bagiar Adla Satria; Prananda Navitas
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.224 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11341

Abstract

Kota Malang merupakan kota layak huni terbaik ketiga di Indonesia. Salah satu indikator tingkat kenyamanan suatu kota adalah ruang terbuka hijau berupa taman. Berdasarkan persepsi masyarakat di Kota Malang ketersediaan dan persebaran taman sudah terpenuhi secara baik, namun tingkat daya tarik dan kondisi taman dinilai masih belum optimal. Taman tematik di Kota Malang belum memiliki keterkaitan tema dengan bangunan di sekitarnya, serta kesesuaian aktivitas pengunjung taman. Kota Malang memiliki 4 taman yang belum dikembangkan dengan tema tertentu, sehingga diperlukan alternatif tema yang sesuai dengan karakteristik berdasarkan preferensi masyarakat. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dan wawancara lisan untuk mengidentifikasi karakteristik RTH aktif di Kota Malang. Wawancara dan penyebaran kuisioner untuk memperoleh preferensi masyarakat sekitar yang kemudian dianalisis menggunakan metode Delphi. Hasil yang diperoleh adalah tema RTH aktif yang sesuai dengan karakterisitik kondisi eksisting serta preferensi masyarakat di sekitar taman. Taman Alun-alun Tugu dikembangkan dengan tema ciri khas kota. Taman Cerme dikembangkan dengan tema sejarah/historis kawasan. Taman Slamet dikembangkan dengan tema kesehatan. Taman Mojolangu dikembangkan dengan tema olahraga.
Faktor-Faktor yang Berpengaruh dalam Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) pada Koridor Jalan Pasar Besar Kota Malang Akhmad Raditya Maulana Fajrin; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.605 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11414

Abstract

Kota Malang merupakan pusat orientasi bagi area Malang Raya dengan pusat Kota Malang berada pada Kecamatan Klojen. Jalan Pasar Besar merupakan bagian dari Kawasan Pasar Besar yang berfungsi sebagai kawasan bisnis atau jantung perekonomian Kota Malang, namun terdapat permasalahan yang sedang terjadi yakni keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Keberadaan Pedagang kaki lima (PKL) menimbulkan berbagai macam persoalan perkotaan yang menyebabkan kemacetan, menurunya estetika kota dan menurunnya fungsi trotoar. Hal ini disebabkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan menggunakan fasilitas umum dan pedagang tidak menata barang dagangan mereka secara rapi. Oleh karena itu, dibutuhkan kajian dalam menganilisa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penataan pedagang kaki lima (PKL), sebagai bahan untuk merumuskan arahan penataan pedagang kaki lima (PKL) pada Koridor Jalan Pasar Besar Kota Malang. Melalui teknik analisis Content Analyisis dapat diketahui faktor-faktor penataan pedagang kaki lima (PKL) yang berada pada Koridor Jalan Pasar Besar Kota Malang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 9 faktor yang berpengaruh dalam penataan pedagang kaki lima (PKL)
Pengembangan Kawasan Wisata Bahari Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek Siti Fadilah; Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.284 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11422

Abstract

Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi wisata bahari yang cukup besar, akan tetapi keberadaan daya tarik tersebut belum terkelola dengan baik. Permasalahan yang ada adalah potensi-potensi yang terdapat di Kecamatan Watulimo belum terintegrasi dan tereksplorasi, sehingga dibutuhkan suatu arahan pengembangan kawasan. Sebelum menentukan arahan pengembangan dilakukan analisis karakteristik objek daya tarik wisata (ODTW) bahari terlebih dahulu menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Tahap selanjutnya yaitu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kawasan wisata menggunakan analisis deksriptif dan analisis Delphi. Analisis Delphi ini untuk mendapatkan konsensus dari para responden yang berpengaruh terhadap faktor yang terbentuk. Maka tahap terakhir yang dilakukan adalah analisis perumusan arahan pengembangan kawasan menggunakan analisis triangulasi. Sehingga hasil yang didapatkan yaitu terbentuklah arahan pengembangan kawasan wisata bahari Kecamatan Watulimo yang terdiri dari 4 ODTW. Hasil akhir penelitian ini menghasilkan 10 arahan pengembangan kawasan wisata bahari Kecamatan Watulimo yang kemudian arahan tersebut diharapkan dapat mengembangkan potensi wisata bahari Watulimo.
Pembentukan Cluster Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) di Kota Yogyakarta Sarita Novie Damayanti; Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.695 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11563

Abstract

Kota Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan di Pulau Jawa memiliki potensi unsur tradisional, baik budaya maupun keramahtamahan masyarakat lokal. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penarik wisatawan terutama wisatawan mancanegara untuk mengunjungi Kota Yogyakarta. Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan devisa Kota Yogyakarta. Di sisi lain, meskipun telah dilakukan upaya pengembangan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, masih terdapat permasalahan berupa kurang meratanya distribusi wisatawan mancanegara antar ODTW di pusat dan pinggir kota, sehingga dibutuhkan integrasi ODTW sebagai bentuk pemerataan kunjungan. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian terkait pengembangan integrasi ODTW Kota Yogyakarta, dimana artikel ini memuat proses pembentukan cluster sebagai salah satu langkah dalam meningkatkan integrasi ODTW. Tahapan yang dilakukan antara lain menentukan tingkat kepentingan komponen cluster dengan theoritical descriptive analysis, kemudian menyusun kriteria pembentukan cluster dan membentuk cluster ODTW dengan mengelaborasi hasil theoritical descriptive analysis dan karakteristik eksisting ODTW Kota Yogyakarta yang didapatkan dari empirical descriptive analysis. Berdasarkan hasil analisis, dari 21 ODTW Kota Yogyakarta, terbentuk 5 cluster ODTW di Kota Yogyakarta yang selanjutnya akan menjadi input dalam peningkatan integrasi antar ODTW Kota Yogyakarta.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Komoditas Unggulan Hortikultura di Kawasan Agropolitan Ngawasondat Kabupaten Kediri Dwi Agustina Wantika Sari; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.538 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.14195

Abstract

Kawasan agropolitan Ngawasondat merupakan salah satu kawasan agropolitan di Kabupaten Kediri yang memiliki potensi sumberdaya alam yang baik untuk dikembangkan. Kawasan agropolitan Ngawasondat terdiri dari lima kecamatan yaitu Kecamatan Ngancar, Wates, Plosoklaten, Ringinrejo, dan Kandat. Terdapat komoditas unggulan kawasan agropolitan Ngawasondat terutama pada sub sektor hortikultura buah-buahan yaitu nanas dan pepaya. Namun dikarenakan belum adanya integrasi yang optimal antara kegiatan on farm dengan off farm maka diperlukan suatu upaya untuk dapat meningkatkan produksi dari komoditas unggulan yang menunjang pendapatan dan nilai tambah bagi kawasan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan komoditas unggulan hortikultura buah-buahan di kawasan agropolitan Ngawasondat. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis LQ dan SS untuk mengidentifikasi komoditas unggulan hortikultura buah-buahan kawasan agropolitan Ngawasondat di setiap kecamatan. Input data yang digunakan pada perhitungannya adalah nilai produksi masing-masing komoditas di setiap kecamatan dan nilai produksi komoditas total. Selanjutnya dilakukan teknik analisis Delphi berdasarkan opini/pendapat dari stakeholders penelitian untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan komoditas unggulan hortikultura buah-buahan di kawasan agropolitan Ngawasondat. Sehingga faktor-faktor yang didapat dari hasil analisis Delphi adalah faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembangan komoditas unggulan kawasan. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh sepuluh faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan komoditas unggulan hortikultura buah-buahan di kawasan agropolitan Ngawasondat yaitu daya dukung fisik, karakteristik petani, sarana dan prasarana, aksesibilitas, kelembagaan, keterkaitan kegiatan on farm dengan off farm, teknologi, kebijakan, kepemilikan modal, dan kemitraan.
Variabel Prioritas Pengembangan Sentra Industri Batik di Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember Heru Purwadio; Prasetyo Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.126 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.13789

Abstract

Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember memiliki budaya kerajinan batik yang telah berkembang secara turun-temurun sejak tahun 1935, dan berkembang menjadi sebuah industri pada tahun 1965. Sejak sekitar tahun 1985 industri-industri batik di kawasan tersebut mengalami penurunan bahkan kebangkrutan akibat permasalahan seperti permodalan, tenaga kerja, infrastruktur, bahan baku dan belum layak disebut sebagai sebuah sentra industri. Agar tidak mengalami penuruan yang lebih jauh lagi, industri batik di Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember memerlukan sebuah arahan pengembangan sentra industri batik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan variabel prioritas yang mempengaruhi pengembangan sentra industri di kawasan tersebut. Untuk memperoleh variabel prioritas tersebut, terlebih dahulu perlu diidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan sentra industri batik dengan menggunakan teknik Analisa Triangulasi. Setelah itu, langkah berikutnya adalah melakukan pembobotan dengan mengaplikasikan teknik analisa Analytical Hierarchy Process (AHP), yang selanjutnya dikombinasikan dengan Rumus Sturgess dalam penyajian datanya. Dan dari hasil analisa-analisa tersebut, diketahui bahwa variabel prioritas yang mempengaruhi pengembangan sentra industri batik di Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember antara lain: Prioritas 1 adalah kualitas tenaga kerja; Prioritas 2 adalah modal; Prioritas 3 meliputi jaringan penjualan, bahan baku, kelengkapan prasarana; Prioritas 4 meliputi lokasi sentra terhadap pengrajin, kuantitas tenaga kerja; Prioritas 5 meliputi lokasi sentra terhadap pasar, pelaku usaha, koperasi/lembaga keuangan, kebijakan pemerintah, kelengkapan sarana, jaringan bahan baku, omzet, lokasi sentra terhadap penyedia bahan baku, program pelatihan, organisasi pengrajin batik
Analisa Alternatif Revitalisasi Pasar Gubeng Masjid Surabaya dengan Metode Highest And Best Use Marsha Swalia Mustika; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.841 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17164

Abstract

Dalam era globalisasi ini banyak bermunculan pasar-pasar modern yang dibangun dengan segala kelebihan dan fasilitasnya. Munculnya pasar-pasar modern membuat keberadaan pasar tradisional tersudut, tidak terkecuali Pasar Gubeng Masjid Surabaya. Namun keberadaan pasar yang strategis yaitu dekat dengan perkantoran, hotel dan pusat perbelanjaan, serta stasiun kereta api membuat pasar tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi properti yang memberikan nilai lahan tertinggi dan terbaik. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisa Highest and Best Use (HBU) yang dapat memberikan masukan untuk melakukan investasi terbaik. Analisa HBU ini menggunakan empat kriteria yaitu secara fisik dimungkinkan, secara legal diizinkan , secara finansial layak, dan memiliki produktivitas maksimum. Alternatif yang memiliki produktivitas maksimum tersebut dapat dijadikan sebagai nilai lahan tertinggi dan terbaik pada lahan Pasar Gubeng Masjid Surabaya. Dari hasil penelitian didapatkan alternatif yang menghasilkan nilai lahan tertinggi dan produktivitas maksimum adalah alternatif pengembangan multi use pasar dengan pusat perbelanjaan.. Nilai lahan yang didapatkan sebesar Rp 46.946.524,-/m2 dengan produktivitas meningkat sebesar 312%.