cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Rancangan Nozzle Waterjet untuk Meningkatkan Kecepatan pada Tank BMP-3F (Infantry Fighting Vehicle) Yhoga S. Wardanu; Agoes Santoso; Adji S. Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.219 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3059

Abstract

Di awal tahun 2008, indonesia melakuka kegiatan besar-besaran dalam menguatkan sistem pertahanan negara dengan memproduksi dan membeli kendaraan tempur. Salah satu kendaraan yang dibeli adalah tank amphibi BMP-3F, tank kelas berat buatan rusia ini hampir dikatakan sempurna karena pembaharuan sistem kendaraan dan kekuatan jelajahnya. Tetapi kendaraan ini apabila dioperasikan di air hanya mencapai kecepatan 10 km/h,oleh karena itu akan dilakukan perancangan nozzle waterjet untuk dapat meningkatkan kecepatan renang dari tank BMP-3F. Oleh karena itu akan dilakukan beberapa variasi nozzle yang akan dianalisa menggunakan CFD yakni variasi mengenai diameter nozzle dari kondisi awal 140 mm hingga menjadi 100 mm, serta perbedaan sudut nozzle yang nantinya akan membentuk cone, dari 10 hingga 40. Dari hasil analisa yang dilakukan kecepatan dan thrust tertinggi dihasilkan oleh nozzle yang berbentuk cone dengan sudut kemiringan 40yakni menghasilkan thrust sebesar 122,271 kilo Newton dengan kecepatan renang sebesar 17,27 km/h pada saat thrust deduction factor sebesar 0,3076.
Pengaruh Elevasi Muka Air Laut Pada Koefisien Transmisi dan Refleksi Composite Breakwater Arya Okvan Pradana Putra; Haryo Dwito Armono
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.378 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3106

Abstract

Breakwater merupakan bangunan pantai yang dirancang untuk melindungi daerah sepanjang garis pantai dari hempasan gelombang laut. Tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan dari kerusakan pada wilayah pantai yang berada dibelakangnya dengan menghancurkan energi gelombang sebelum mencapai pantai, sehingga tidak terjadi kerusakan pada bangunan-bangunan disekitar wilayah pantai tersebut. Elevasi muka air merupakan salah satu parameter penting dalam perencanaan pembangunan breakwater, maka pada tugas akhir ini akan diteliti pengaruh elevasi muka air laut pada composite breakwater terhadap koefisien transmisi dan refleksi. Di bagian depan breakwater dipasang tumpukan kantong pasir sebagai peredam refleksi gelombang. Penelitian berupa pengujian fisik di laboratorium dengan melakukan variasi-variasi periode gelombang, tinggi gelombang dan elevasi muka air laut dengan spektrum gelombang JONSWAP. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa kinerja composite breakwater yang paling baik apabila pada perbandingan antara tinggi peredam terhadap elevasi muka air (d/h) sebesar 0,75.
Studi Potensi Obyek Wisata Pantai di Kabupaten Sampang R. Candra Satrya Rukmana; Haryo Dwito Armono
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.09 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3114

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi wisata pantai dengan menggunakan teknik skoring dan integrated beach value index (IBVI) dengan parameter  beach index (BI), knowledge index (KI), dan monetary index (MI) serta mengetahui permasalahan pengembangan pariwisata di Kabupaten Sampang. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sampang yaitu Pantai Camplong, Pantai Toroan, dan Pantai Nepa. Berdasarkan pada nilai skoring, Pantai Camplong merupakan pantai dengan potensi paling tinggi, diikuti dengan Pantai Nepa dan Pantai Toroan. Sedangkan untuk nilai IBVI, Pantai Nepa mendapatkan rata-rata nilai tertinggi, diikuti dengan Pantai Camplong dan Pantai Toroan dengan nilai terendah. Pantai yang memiliki nilai potensi wisata terendah adalah Pantai Toroan dengan nilai skoring 19 dan nilai IBVI 0,81. Kurangnya sarana dan pra-sarana merupakan permasalahan dari ketiga pantai. Teknik skoring dan IBVI dapat digunakan sebagai pembanding untuk menentukan potensi wisata satu dengan lainnya, juga sebagai evaluasi untuk meningkatkan kualitas tempat pariwisata.
Studi Eksperimen perbandingan Laju Korosi pada Plat ASTM (American Society For Testing and Material) A36 dengan Menggunakan Variasi Sudut Bending Amri Royan Hidayat; imam rochani
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.79 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3115

Abstract

Proses pembentukan plat baja dalam industri kelautan diketahui bervariasi proses pengerjaannya, tidak hanya pengelasan saja, namun dapat pula konstruksi bending (bengkok). Bending, mempunyai dua variasi metode yaitu hot bending dan cold bending. Untuk mengetahui metode mana yang lebih tepat digunakan pada industri kelautan, dilakukan penelitian dengan menggunakan perbandingan kedua metode bending tersebut menggunakan variasi sudut yakni 90° dan 135°. Masing-masing sudut yang digunakan dibagi menjadi tiga spesimen yang akan mempengaruhi laju korosi pada plat tersebut. Uji laboratorium dengan menggunakan NaCl 2% dilakukan untuk mengetahui berapa laju korosi dari metode hot bending dan metode cold bending. Perhitungan kemudian dilakukan setelah hasil laju korosi didapat, untuk menentukan grafik laju  korosi dari variasi bending tersebut. Hasil uji laju korosi pada metode cold bending dengan sudut bending 90° adalah 0,54 mm/year, dan untuk sudut bending 135° adalah 0,32 mm/year. Sedangkan hasil uji laju korosi pada metode hot bending dengan sudut bending 90° adalah 0,53 mm/year, dan untuk sudut bending 135° adalah 0,24 mm/year. Metode cold bending diketahui mempunyai nilai laju korosi lebih besar dibandingkan metode hot bending. Morfologi permukaan spesimen dianalisa dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Permukaan spesimen dengan metode cold bending diketahui mengalami perubahan yang cukup besar dibanding spesimen dengan metode hot bending.
Analisis Perbandingan Stabilitas Dinamis Barge Menggunakan Flounder Plate dengan Single Lead Pendant Pada Operasi Towing Herlambang Satriayoga; Eko Budi Djatmiko; Mas Murtedjo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.087 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3139

Abstract

Pada tugas akhir ini telah dilakukan analisis perbandingan stabilitas pada operasi towing CPO Barge dengan menggunakan single lead pendant dan flounder plate untuk variasi kondisi muatan penuh, setengah dan kosong. Analisis yang pertama dilakukan adalah menentukan karakteristik gerakan CPO Barge (RAO) di atas gelombang reguler dalam domain frekuensi. Hasil yang didapat adalah karakteristik gerakan pada operasi towing, yakni untuk gerakan heave 0,966 m/m, 0,974 m/m  dan 0,954 m/m dengan arah datang gelombang 00.. Untuk respon roll 8,836 deg/m, 8,203 deg/m dan 6,654 deg/m dengan arah datang gelombang 900. Sedangkan untuk respon pitch 2,414 deg/m , 2,682 deg/m  dan 2,792 deg/m dengan arah datang gelombang 1800, masing – masing untuk setiap variasi muatan penuh, setengah dan kosong. Setelah itu dilakukan analisis terhadap stabilitas dinamis CPO Barge, stabilitas dinamis maksimum akibat proses towing dengan menggunakan single lead pendant dengan muatan penuh, setengah dan kosong adalah masing – masing 7311,1 ton.m, 3352,3 ton.m dan 2277,9 ton.m. Sedangkan nilai stabilitas dinamis maksimum dengan menggunakan flounder plate untuk muatan penuh, setengah dan kosong adalah 6774,5 ton.m, 2863,9 ton.m dan 1789,5 ton.m.
Perancangan Propeler Self-Propelled Barge Billy Teguh kurniawan; Eko Budi Djatmiko
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.662 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3142

Abstract

Makalah ini menyampaikan suatu penelitian tentang perancangan propeler yang optimal beserta pemilihan daya mesin yang efisien pada self-propelled barge dengan memperhitungkan besarnya nilai tahanan dari barge tersebut. Dengan penambahan sistem propulsi, diharapkan barge dapat beroperasi dengan lebih efisien dibandingkan saat barge beroperasi menggunakan sistem towing atau ditarik tug boat. Perhitungan tahanan barge dilakukan menggunakan metode Holtrop dan Guldhammer-Harvald sehingga dapat diperhi-tungkan geometri dan jenis propeler yang optimal beserta daya mesin yang efisien untuk barge. Propeler yang dianalisis adalah propeler tipe B-Troost Series, sedangkan variasi yang dilakukan untuk perencanaan propeler pada kajian ini adalah variasi putaran propeler pada rentang antara 310-800 rpm, serta variasi jumlah daun pada rentang tiga, empat, lima, dan enam. Besarnya nilai tahanan self-propelled barge untuk metode Holtrop adalah 105.91 kilonewton, sedangkan hasil per-hitungan dari metode Guldhammer-Harvald didapatkan nilai sebesar 109.14 kilonewton. Tipe propeler yang dipilih setelah dilakukan uji kavitasi adalah tipe Troost Series B4-40, dengan diameter sebesar 2.1 m, efisiensi sebesar 0.421, pitch ratio se-besar 0.591, dengan putaran propeler 400 rpm. Daya mesin yg dibutuhkan barge pada kondisi maksimum (BHPMCR) sebesar 1669.5 HP. Dengan mempertimbangkan daya tersebut, maka dipilih mesin jenis Caterpillar tipe Marine 3516B yang mem-punyai daya maksimum sebesar 1285 kilowatt atau 1722.5 horsepower dengan putaran mesin sebesar 1200 rpm
Analisis Integritas Struktur Kaki Jack-up yang Mengalami Retak dengan Pendekatan Ultimate Strength; Studi Kasus Jack-up Maleo MOPU (Mobile Offshore Production Unit) Alit Winiscoyo; Eko Budi Djatmiko
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1477.688 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3143

Abstract

Jack-up adalah suatu struktur bangunan lepas pantai yang terdiri dari lambung (hull), kaki (legs), dan suatu sistem jacking sehingga memungkinkan untuk dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Pada penelitian ini akan dilakukan studi kasus struktur Maleo MOPU (Mobile Offshore Production Unit) yang dioperasikan oleh SANTOS (Madura) Pty.Ltd. yang beroperasi di Selat Madura blok Maleo dengan kedalaman perairan di lokasi ini adalah 57 m terhadap MSL (Mean Sea Level). Studi kasus ini dilakukan karena ditemukan indikator retak lelah/damage pada sambungan antara kaki jack-up dan mudmat. Analisis ultimate strength akan dilakukan untuk mengetahui integritas struktur terhadap beban maksimal . Variasi dead load, live load dan environmental load menjadi tahapan penting dalam analisa ini untuk mengetahui tingkat integritas struktur. Dengan pengaruh variasi beban (dead load dan live load) terhadap struktur untuk tiap-tiap kasus didapatkan nilai unity check (UC) yang dari semua kasus dikategorikan aman karena tidak ada nilai UC yang melebihi 1,3 (API RP 2A WSD). Dari semua analisis yang dilakukan dead load lebih berpengaruh dibandingkan dengan live load. Dari analisis pushover yang telah dilakukan pada jack-up Maleo MOPU yang dimitigasi dengan menambahkan brace dan menambahkan ketebalan dihasilkan nilai Reserve Strength Ratio (RSR) terkecil pada arah pembebanan 2700 dengan nilai 6,5 pada Brace Clamp case dan terbesar dengan nilai 18,3 pada X-Bracing case. Nilai RSR tersebut masih memenuhi syarat yang telah ditetapkan API RP 2A berupa nilai RSR minimal untuk platform berpenghuni adalah 1,6.  
Desain Sistem Pendingin Ruang Muat Kapal Ikan Tradisional dengan Menggunakan Campuran Es Kering dan Cold Ice yang Berbahan Dasar Propylene Glycol Mas Alamil Huda; Alam Baheramsyah; Beni Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.26 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3155

Abstract

Penanganan ikan hasil perikanan supaya tetap segar biasanya menggunakan es basah, terutama oleh nelayan tradisional. Penggunaan es basah hanya bertahan dalam waktu singkat. Propylene glycol merupakan salah satu bahan yang mampu menjaga kestabilan suhu rendah. Sehingga sangat efektif dan efisien apabila digunakan sebagai bahan pendingin ikan. Selain tidak membutuhkan tempat yang luas dalam penyimpanannya, propylene glycol mampu mempertahankan suhu rendah dalam waktu yang lama, tidak beracun dan mudah didegradasi oleh lingkungan (ramah lingkungan). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lama waktu yang dicapai alat pendingin dengan penambahan uap es kering dan propylene glycol. Serta mengetahui mutu ikan dengan menggunakan sistem pendingin yang dirancang dengan bahan dasar propylene glycol. Sistem pendingin ini dirancang dengan menggunakan cool box yang terdiri dari dua box yang terpisah. Coolbox yang pertama sebagai tempat ikan dengan es basah. Coolbox yang ke dua (yang lebih kecil) sebagai tempat es kering dan propylene glycol. Uap dingin dari es kering dan propylene glycol dialirkan ke kotak yang pertama dengan menggunakan blower. Sistem pendingin yang dirancang ini akan mampu mempertahankan suhu rendah dan menjaga kualitas ikan hasil tangkapan tetap segar. Sehingga sistem pendingin yang berbahan dasar propylene glycol akan lebih efektif, efisien dan ramah lingkungan.
Perancangan Sistem Pengendalian Manuver Kapal Pada Daerah Narrow Channel Berdasarkan Data AIS (Automatic Identification System) Dan Danger Zone Berbasis Logika Fuzzy Wahyudi, Imron; Aisjah, Aulia Siti; Masroeri, Agoes Achmad
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3250

Abstract

Peningkatan kualitas manajemen transportasi laut dalam mengatur keluar-masuknya kapal  melalui narrow channel dengan penggunaan teknologi AIS (Automatic Identification System) dan danger zone telah diterapkan. AIS dapat memberikan informasi statis dan dinamis dari kapal kepada kapal lain maupun kepada pihak Vessel Traffic Service di darat. Pengendalian otomatis dalam mengatur keluar-masuknya kapal dapat dilakukan dengan memanfaatkan data AIS untuk penentuan danger zone dan kontrol kecepatan kapal. Pada Tugas Akhir ini telah berhasil dilakukan perancangan sistem kontrol otomatis dalam mengatur keluar-masuknya kapal di daerah narrow channel berdasarkan data AIS dan danger zone. Sistem kontrol yang digunakan adalah logika fuzzy tipe Sugeno untuk mengendalikan manuver dan fuzzy tipe Mamdani untuk mengendalikan kecepatan kapal dan penentuan danger zone dalam upaya pengaturan keluar-masuk kapal di daerah narrow channel. Kapal yang digunakan adalah LCT Bintang Samudra II dengan diberikan halangan di depan dan di kiri kapal, serta gangguan berupa arus laut dan kecepatan angin dengan sudut datang 300 dan 1500.
Perancangan Sistem Kontrol Logika Fuzzy pada Manuver Nonlinear Kapal Peang Kelas Sigma KELAS SIGMA (Extended) Firdianda, Dandy Haris; Aisjah, Aulia Siti; Masroeri, Agus Achmad
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3274

Abstract

Ketidakmampuan sistem kontrol PID pada kapal perang kelas SIGMA model induk dalam mengatasi adanya perubahan gelombang secara tiba-tiba berpengaruh terhadap stabilitas manuver kapal ketika berlayar pada perairan bebas. Semakin besar gangguan yang mengenai badan kapal berbanding lurus dengan besarnya error tracking yang dihasilkan. Pada pengembangan model terbaru dengan penambahan panjang dan lebar kapal, diperlukan adanya sistem kontrol yang mampu beradaptasi dengan baik terhadap perubahan gangguan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah merancang sistem kontrol logika fuzzy pada manuver nonlinier kapal perang kelas SIGMA. Perancangan dilakukan secara simulasi komputer menggunakan sistem kontrol logika fuzzy tipe Takagi Sugeno dengan masukan error heading dan yaw rate dan keluaran berupa sinyal rudder. Uji simulasi dilakukan tanpa halangan dan gangguan, uji dengan gangguan tanpa halangan, uji dengan halangan tanpa gangguan dan uji dengan halangan dan gangguan. Dilakukan perbandingan dengan menggunakan metode linier dimana metode tersebut tidak dapat menghasilkan respon kestabilan dan kekokohan terhadap gangguan gelombang setinggi 6 meter. Performansi manuver dengan kontrol logika fuzzy diperoleh jarak advance diameter dan tactical diameter sebesar 1,45 Lpp dan 1,72 Lpp dan telah sesuai dengan standar IMO (International Maritime Organization).