cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Teknis dan Ekonomis Perancangan dan Produksi Pontoon Lift untuk Kapal Ikan 60 GT Dimas Dwi Hadiansyah; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.857 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22766

Abstract

Pada Studiini dilakukan penelitian terhadap Pontoon yang digunakan sebagai fasilitas utama (docking facility) untuk proses pengedokan maupun peluncuran (ship launching) kapal ikan berukuran 60 GT. Fungsi dari Pontoon sebagai sarana angkat kapal (lift) yang memanfaatkan gaya angkat dari volume zat cair yang dipindahkan dalam ruang Pontoon sehingga dapat disebut Pontoon Lift. Pertama, penelitian diawali dengan melakukan survei ukuran kapal ikan 60 GT daerah Rembang, Tuban, Probolinggo, dan Benoa. Kedua, mendapatkan panjang (L), lebar (B), tinggi ponton (h), dan TLC Pontoon Lift. Ketiga, perhitungan beban kerja untuk penentuan fasilitas produksi. Terakhir, perhitungan estimasi harga produk dan analisis kelayakan investasi industri. Berdasarkan hasil analisis teknis, didapatkan ukuran utama Pontoon Lift adalah L = 30 m, B = 13,2 m, D = 5,219 m, T = 0,6 m, Tmax = 4,219 m, Ttransfer = 1,7 m, dan H = 3,219 m dengan estimasi biaya produksi sebesar Rp 6,346 miliar. Untuk fasilitas produksi Pontoon Lift dibutuhkan lahan industri seluas 7875 m2 dengan harga investasi industri total sebesar Rp 25,633 yang berlokasi di Jl. Ikan Tuna IV, Kec. Denpasar Selatan, Kel. Pedungan, Pelabuhan Benoa, Bali. Dengan menggunakan metode analisis kelayakan Net Present Value, dan Internal Rate of Return didapatkan hasil Payback Period terjadi pada tahun ke-6 bulan ke-5 setelah terjual sebanyak 15 unit, NPV = Rp 9,908 miliar dan IRR = 15,23% untuk interest rate (faktor bunga) = 10,25%.
Perancangan Aplikasi Berbasis Android untuk Pemeriksaan Pengecatan Kapal Bangunan Baru Dandy Adrianto; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.501 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22775

Abstract

Proses pemeriksaan pengecatan kapal yang ada saat ini dilakukan secara manual dimana coating inspector dan pihak terkait lainnya yang melakukan pemeriksaan mengacu pada form pemeriksaan yang telah disetujui. Penginputan dan pelaporan hasil pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan kertas yang ditulis secara manual sehingga tidak efektif dan terdapat resiko besar jika terjadi kehilangan dokumen karena tidak memiliki backup. Selain itu, proses pemeriksaan cat yang dilakukan kurang efektif dikarenakan antar pihak terkait yang melakukan pemeriksaan tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman yang sama. Tujuan dari pengerjaan Studi ini adalah untuk merancang aplikasi berbasis android yang berfungsi sebagai sarana untuk memudahkan praktisi di lapangan dalam proses pemeriksaan dan dokumentasi pemeriksaan pengecatan kapal. Dalam pengerjaan Studi ini, pertama dilakukan observasi pada kegiatan pemeriksaan pengecatan kapal bangunan baru yang dilakukan oleh coating inspector di lapangan. Kemudian yang kedua adalah studi literatur tentang lingkup pekerjaan dari coating inspector, standart pemeriksaan dari tahap perisapan hingga final, dan standart untuk melaporkan hasil pemeriksaan cat. Setelah itu dilakukan perancangan aplikasi. Perancangan aplikasi dilakukan dengan pembuatan kerangka dasar aplikasi, diagram alir data dan entitas, mock up aplikasi, perancangan database, dan pengkodingan aplikasi yang dirancang. Pada aplikasi yang dirancang dapat dilakukan penginputan hasil pemeriksaan pada form pemeriksaan yang didalamnya terdapat batasan pemeriksaan yang telah ditentukan, review hasil pemeriksaan, penyimpanan hasil pemeriksaan dalam bentuk file, dan fitur search dokumen hasil pemeriksaan dan dokumen lain yang terkait. Uji coba aplikasi dilakukan kepada responden yang merupakan praktisi di lapangan yang melakukan pemeriksaan pengecatan kapal bangunan baru. Dari hasil pengujian kuisoner yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa aplikasi yang dirancang perlu diaplikasikan sebagai sarana pendukung proses pemeriksaan pengecatan kapal bangunan baru.
Analisis Risiko Terjadinya Kerusakan Kapal Pada Proses Penurunan dengan Metode Airbag Tri Sukrisna Wisnawa; Triwilaswandio Wuruk Pribadi; Imam Baihaqi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.145 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22836

Abstract

Penurunan kapal dengan metode airbag memiliki potensi risiko yang besar terhadap dampak pada kerusakan kapal. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan masih adanya kecelakaan penurunan kapal dengan metode airbag. Sehingga sampai saat ini belum ada badan asuransi yang berani menanggung risiko pada peluncuran kapal menggunakan airbag. Oleh karena itu pada studi ini dilakukan analisis risiko kerusakan kapal pada proses peluncuran dengan metode airbag. Hal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses perhitungan yang benar, risiko-risiko apa saja yang dapat terjadi dan apa rekomendasi preventif (pencegahan) yang diberikan agar risiko tersebut berkurang atau bahkan hilang pada proses peluncuran kapal dengan metode airbag. Metode yang digunakan dalam menganalisis risiko kejadian didapatkan berdasarkan dari beberapa langkah pengerjaan. Pertama, adalah mengidentifikasi faktor-faktor risiko. Kedua, mengidentifikasi bahaya sehingga dampak risiko dapat diketahui. Ketiga, melakukan evaluasi risiko berdasarkan penilaian kuantitatif pada tingkat probabilitas dan tingkat keparahan. Terakhir, hasil dari penilaian risiko dimitigasi dengan memisahkan mana risiko yang dapat diterima dan mana risiko yang harus diberikan tindakan. Pada proses identifikasi akar permasalahan (root cause) dilakukan dengan bantuan Fault Tree Analysis, dimana identifikasi dilakukan dengan diawali asumsi kegagalan peluncuran (top event) kemudian penyebab kegagalan dirinci hingga sampai pada suatu kegagalan dasar. Rekomendasi preventif diberikan berdasarkan dari akar permasalahan yang muncul. Pada proses perhitungan digunakan kapal kontainer 100 TEUs sebagai referensi kapal yang akan diluncurkan dengan metode airbag. Dengan berat peluncuran 1156.94 ton dibutuhkan airbag sebanyak 20 buah dengan diameter 1 meter dan bearing capacity sebesar 16.66 ton/m. Kapasitas winch yang dibutuhkan untuk menahan kapal tersebut adalah 795.4 kN. Gaya angkat buritan terjadi setelah langkah 7 dan terapung bebas setelah langkah 8. Sedangkan pada identifikasi risiko dilakukan berdasarkan periode peluncuran. Untuk periode 1 pada kondisi kritis kapal bisa anjlok, untuk periode 2 kapal membentur landasan atau badan kapal bisa patah sedangkan untuk periode 3 pada kondisi kritis kapal bisa karam atau kapal bisa mengalami dropping. Dari hasil identifikasi akar permasalahan yang dilakukan dengan Fault Tree Analysis, didapatkan 11 rekomendasi preventif yang harus dilakukan pada proses penurunan kapal dengan metode airbag.
Desain Multi-purpose Support Ship sebagai Sarana Pengamanan, Pemetaan, dan Pusat Komando untuk Meningkatkan Keamanan Perairan Indonesia Dewangga Aradea Widjatmiko; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.04 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22837

Abstract

Akibat maraknya pelanggaran-pelanggaran seperti illegal fishing, perompakan, penyelundupan, dan pelanggaran wilayah perbatasan laut Sulawesi, Indonesia. maka dibutuhkan kapal yang memiliki beragam kemampuan yaitu sebagai kapal kombatan (anti kapal permukaan, anti kapal selam, dan anti serangan udara), kapal markas (command ship), kapal hidro-oseonagrafi (kapal survey dan riset), kapal bantu angkut personel dan kendaraan tempur (support ships), dan kapal pengawas lingkungan (environmental protection). Jenis kapal yang dibuat adalah Multi-purpose Support Ship (MSS), dikarenakan kegunaan yang dapat diubah sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan keamanan laut Indonesia. Dari proses desain ini didapat ukuran Multi-purpose Support Ship yaitu; Lpp = 110.0 m, B =14 m, H = 6.5 m, T= 4,5 m.
Analisis Teknis dan Ekonomis Pembangunan Kapal Ikan Tradisional Ukuran Aditya Amor Patria; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.204 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22839

Abstract

Langkanya kayu utuh berukuran besar yang biasa digunakan untuk bahan baku kapal ikan tradisional tipe lesung dan tingginya minat komunitas nelayan yang menggunakan kapal ikan tradisional tidak sebanding dengan pertumbuhan kayu yang membutuhkan waktu hingga 20 hingga 30 tahun untuk dapat di produksi. Maka dari itu dilakukan penelitian dengan menganalisis segi teknis proses pembangunan kapal lesung dengan teknologi laminasi dan menganalisis secara ekonomis dari pembangunan kapal ikan dengan teknologi laminasi kayu dengan kayu yang dipilih yaitu kayu Mahoni. Kayu Mahoni berpotensi sebagai bahan baku pambangunan kapal dengan teknologi laminasi dikarenakan tingginya produktivitas tebangan hutan kayu Mahoni di jawa timur dan juga pertumbuhan kayu Mahoni yang cepat yaitu 15 tahun. Analisis teknis yang dilakukan adalah dengan membangun model kapal dimulai dari survei kapal dan kuisioner nelayan untuk menentukan ukuran utama, lalu membuat mould loft kapal yang dilanjutkan dengan penyusunanan bilah yang nantinya akan dilakukan pengeleman dan pembentukan badan kapal. Kekuatan laminasi kayu Mahoni didapatkan dengan melakukan pengujian tarik yang nantinya dibandingkan dengan kayu Mahoni utuh dan Jati utuh. Analisis ekonomis dilakukan dengan menentukan harga kapal dengan teknologi laminasi kayu Mahoni dan menentukan investasi galangan kapal ikan tradisional ukuran <10 GT dengan teknologi laminasi kayu Mahoni. Dari hasil kuisioner yang dilakukan, nelayan setuju adanya pembangunan kapal dengan teknologi laminasi kayu Mahoni dan berdasarkan pembangunan model kapal yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa teknologi laminasi kayu Mahoni dapat digunakan untuk membangun kapal ikan tradisional ukuran <10 GT dengan kayu utuh (lesung) dengan hasil kuat tarik laminasi kayu Mahoni rata– rata 115,625 MPa yang nilainya lebih besar dibanding dengan kuat tarik rata- rata kayu Mahoni utuh 90,833 MPa dan kayu Jati utuh 97,1 MPa. Dari analisis ekonomis, didapat harga jual produk sebesar Rp 6.200.000,00 lebih tinggi dari harga kapal pada umumnya Rp 6.000.000,00. Biaya investasi yang diperlukan dalam pembangunan industri galangan kapal ikan tradisional sebesar Rp 588.100.000,00. ROI sebesar Rp 212.400.000,00dan pay back periode terjadi pada 5 tahun 9 bulan. Nilai IRR sebesar 29% lebih besar dari bunga bank yang telah ditetapkan yakni 10,25% sehingga investasi ini layak digunakan bila dilihat dari analisis ekonomisnya.
Analisis Pengaruh Cooling Rate pada Material ASTM A36 Akibat Kebakaran Kapal Terhadap Nilai Kekuatan, Kekerasan dan Struktur Mikronya Stevanus Arie Nugroho; Totok Yulianto; Septia Hardy Sujiatanti
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.994 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22845

Abstract

Pemadaman api pada kasus kebakaran kapal biasanya menggunakan air laut. Proses pemadaman api menyerupai perlakuan panas dengan pendinginan cepat yaitu quenching. Quenching adalah salah satu perlakuan panas pada material dengan pendinginan dalam waktu yang singkat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh laju pendinginan cepat (quench) terhadap nilai kekuatan, kekerasan serta struktur mikro dari material dengan variasi waktu quenching 30, 60 dan 90 menit serta variasi suhu 750oC, 850oC, dan 950oC untuk masing-masing perlakuan quenching. Hasil dari penelitian ini didapat, material dengan perlakuan panas dan tanpa perlakuan panas memiliki nilai kuat tarik, kekerasan dan struktur yang berbeda. Didapatkan nilai kuat tarik berbanding lurus dengan nilai kekerasan namun berbanding terbalik dengan diameter butir. Nilai kuat tarik tertinggi dimiliki oleh pelat dengan perlakuan suhu 850oC dan quenching 30 menit dengan nilai 587.51 MPa sedangkan nilai kuat tarik terendah dimiliki oleh pelat tanpa perlakuan dengan nilai 294.817 MPa. Pelat dengan nilai kekerasan tertinggi dimiliki oleh pelat dengan perlakuan suhu 950oC dan quenching 30 menit dengan nilai kekerasan 167.07HV dan nilai kekerasan terendah dimiliki oleh pelat tanpa perlakuan dengan nilai 108.17HV. Pelat tanpa perlakuan memiliki diameter butir terbesar yaitu 85.99 μm dan pelat dengan perlakuan suhu 950oC dan quenching 30 menit memiliki diameter besar butir 44.83 μm. Tingginya kuat tarik pelat dengan perlakuan suhu 850oC juga disebabkan karena jumlah persentase Pearlite yang tinggi sebesar 64.56%.
Studi Kasus : Analisis Peningkatan Efisiensi Thrust Akibat Penerapan Energy Saving Device pada Kapal Tanker Pertamina (Persero) 40000 LTDW dengan Ansys Fluent Menggunakan Metode Moving Mesh Noor Muhammad Ridha; I Ketut Aria Pria Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.272 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22907

Abstract

Energy Saving Device (ESD) merupakan alat yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi gaya dorong pada kapal, sehingga energi yang dikeluarkan oleh mesin kapal tidak mengalami loss energy yang cukup berpengaruh pada konsumsi bahan bakar. Alat ini dipasang di sekitar propeller, yang tujuannya untuk mengurangi hambatan pada daerah propeller sehingga hambatan yang dialami oleh kapal dapat berkurang. PT. Pertamina (PERSERO) selaku BUMN yang bergerak di bidang minyak dan gas, membutuhkan kapal tanker yang ramah konsumsi bahan bakar. Dari kasus ini, kemudian dicari model ESD yang akan dipakai untuk kapal tanker tersebut. ESD dimodelkan menggunakan Ansys Fluent dengan menggunakan metode Moving Mesh kemudian dianalisis efisiensi dari ESD dan gaya dorong pada kapal sebelum dan setelah dipasang ESD. Dari hasil perhitungan ditemukan adanya peningkatan efisiensi thrust sebesar 2.526% pada kecepatan 10 knot, 4.452% pada kecepatan 15 knot, dan 5.176% pada kecepatan 18 knot. Untuk gaya dorong ditemukan nilai 658182 N pada kecepatan 10 knot, 804881 N pada kecepatan 15 knot, dan 1182150 N pada kecepatan 18 knot dalam kondisi tanpa menggunakan ESD, Sedangkan dalam kondisi menggunakan ESD ditemukan  nilai gaya dorong sebesar 668186 N pada 10 knot, 808917 N pada 15 knot, dan 1195770 N pada kecepatan 18 knot. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan efisiensi thrust dan meningkatnya gaya dorong pada kondisi kapal menggunakan ESD bila dibandingkan dengan kondisi kapal tidak menggunakan ESD.
Analisis Teknis dan Ekonomis Pembangunan Galangan Kapal untuk ProduksiFPU (Floating Production Unit) Samsul Latif; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.99 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22940

Abstract

Potensi sumber daya minyak dan gas nasional saat ini cukup besar, namun hingga kini ketersediaan kapal untuk menunjang kegiatan operasi pengeboran minyak dan gas bumi di Indonesia masih sangat minim, padahal kebutuhannya sangat besar dari tahun ke tahun. Salah satu kebutuhan kapal penunjang tersebut adalah FPU (Floating Production Unit).  Tujuan dari studi ini adalah menganalisis secara teknis dan ekonomis pembangunan galangan kapal untuk produksi FPU. Pertama dilakukan analisis peluang pasar FPU. Kedua dilakukan analisis pada aspek teknis untuk menentukan fasilitas yang dibutuhkan serta tata letak galangan kapal untuk memproduksi FPU. Ketiga dilakukan analisis pada aspek ekonomis untuk mengukur kelayakan pembangunan galangan kapal. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, didapatkan perencanaan galangan di Desa Sidokelar, Paciran, Lamongan dengan luas 350 m x 200 m. Sarana pokok galangan kapal yang dibutuhkan untuk menunjang proses produksi berupa slipway dan skidway (transfer lift system) yang digunakan untuk proses load out topside processing module ke FPU hull melalui jetty pada galangan. Pembangunan galangan kapal untuk produksi FPU memerlukan biaya sekitar 336, 289 milyar rupiah dan perkiraan investasi kembali pada tahun ke-8 bulan ke-9 dengan nilai Return on Investment sekitar 11,754 milyar rupiah. Nilai Internal Rate of Return sebesar 11,07 % lebih besar dari bunga bank yang telah ditetapkan yakni 10,25%. Sehingga investasi pembangunan galangan kapal untuk produksi FPU layak dilakukan.
Desain Kapal Motor Penyeberangan dengan Sistem Penggerak Hibrida untuk Rute Ujung Surabaya-Kamal Bangkalan Dwi Agustin; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.644 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23359

Abstract

The condition of crossing from Ujung to Kamal make loss to PT. ASDP that they plan to close this route. One of the many factors is high operational cost. Besides that, Surabaya is one of the cities in Indonesia with high emission gas. This final project gives solutions to reduce emission gas and reduce the use fossil fuel with hybrid-propulsion concept. The type of hybrid used in this final project are diesel engine, hydrogen fuel cell, and solar panel cell. Payloads of this passenger ship is the amount of passenger crossing from Ujung-Kamal of PT. ASDP. From that data, an initial design is made to determine deck area payload (passenger deck and vehicle deck) so that the main dimension of the vessel is obtained from the decks layout. In continuance, ratio of main dimensions are calculate. There should be a technical calculation concerning on weight, trim, freeboard, and stability. The main dimension calculated are Lpp =42 m; B = 6.9 m; H = 3 m; T = 2 m. The minimum freeboard height is 150 mm, tonnage capacity is 295 GT, and the stability condition of the Passenger Ship has passed the criteria of Intact Stability (IS) Code Reg. III/3.1). The ship building cost is Rp 13,173,344,991.91 with the BEP on the 68th month, so the ship is feasible to be built.
Pembuatan Konsep Desain Unmanned Surface Vehicle (USV) untuk Monitoring Wilayah Perairan Indonesia Dwiko Hardianto; Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.032 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23366

Abstract

Indonesia dengan luas wilayah laut hampir dua pertiga dari luas daratanya, menjadi perhatian khusus dari pemerintah untuk melindungi keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan luas wilayah perairan yang cukup besar maka wilayah perairan yang harus dijaga oleh pemerintah tidaklah sedikit. Dalam Tugas Akhir ini dibuat konsep desain Kapal Tanpa Awak yang selanjutnya disebut Unmanned Surface Vehicle (USV) yang dirasa dapat memenuhi kebutuhan monitoring wilayah perairan Indonesia. Proses desain USV berupa perhitungan teknis, Rencana Garis, Rencana Umum, dan model tiga dimensi dapat dilakukan setelah mendapatkan ukuran utama. Ukuran utama kapal ditentukan dari kebutuhan platform yang digunakan pada USV berdasarkan operational requirements dan decision tree yang digunakan untuk menentukan tipe lambung, material, dan sistem propulsi. Pada akhirnya didapatkan hasil desain USV dengan tipe lambung katamaran dan menggunakan sistem propulsi elektrik. Ukuran utama yang didapatkan adalah Lpp = 6.94 m; B = 3.5 m; H = 1.27 m; T = 0.5 m; S/L = 0.196. Nilai  freeboard dan stabilitas kapal memenuhi sesuai standar Non-Convention Vessel Standard (NCVS) dan HSC Annex 7 Multihull 2000.