cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pengaruh Penambahan Inhibitor Alami terhadap Laju Korosi pada Material Pipa dalam Larutan Air Laut Buatan Ardi Prasetia Yanuar; Herman Pratikno; Harmin Sulistiyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.305 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18938

Abstract

Korosi merupakan penurunan mutu logam akibat adanya reaksi elektrokimia dengan lingkungannya. Banyak faktor yang dapat menyebabkan korosi suatu material, salah satu diantaranya yakni pengaruh konsentrasi media korosi. Ada banyak metode untuk menghambat proses terjadinya korosi. Salah satu diantara banyak metode yaitu penggunaan inhibitor. Inhibitor organik salah satu jenis inhibitor yang bersifat non-toksik, murah, sudah tersedia di alam, mudah diperbaharui dan tidak merusak lingkungan. Inhibitor organik tersebut diperoleh dengan mengekstrak beberapa bahan yang ada di alam. Dalam penetilitian ini inhibitor yang digunakan antara lain daun jambu biji, daun teh, kedelai dan kopi. Inhibitor tersebut digunakan pada material pipa baja dalam media air laut buatan yang memiliki kadar salinitas 35 ‰. Metode perhitungan laju korosi baja menggunakan metode weight loss dan electroplating. Laju korosi paling kecil yakni sebesar 3.10 mpy untuk API 5L dan 1.94 mpy untuk ASTM A53 dengan inhibitor daun teh. Inhibitor yang kurang maksimal dalam menghambat laju korosi yaitu inhibitor kopi yakni 6.12 mpy untuk API 5L dan 2.66 mpy untuk ASTM A53. Nilai laju korosi spesimen API 5L dan ASTM A53 yang tidak menggunakan inhibitor masing-masing 50.26 mpy dan 3.83 mpy. Inhibitor teh memiliki nilai effisiensi mencapai 93.83%. Sedangkan daun jambu biji memiliki nilai effisiensi mencapai 93.45%. Nilai effisiensi inhibitor kedelai mencapai 91.72% dan inhibitor kopi memiliki nilai effisiensi paling rendah hanya mencapai 87.83%.
Analisis Remaining Life dan Penjadwalan Program Inspeksi pada Pressure Vessel dengan Menggunakan Metode Risk Based Inspection (RBI) Dyah Arina Wahyu Lillah; Dwi Priyanta; Dhimas Widhi H
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19100

Abstract

Seiring perkembangan eksplorasi minyak dan gas bumi di dunia, perusahaan minyak dan gas di Indonesia juga turut berlomba-lomba untuk mendapatkan ladang minyak dan gas bumi sebanyak-banyaknya. Perkembangan ini turut dipengaruhi oleh aturan-aturan pemerintah mengenai keselamatan dan pencegahan bahaya baik pada unit yang dikelola maupun tenaga kerja pengelola. Untuk itu semua perlatan-peralatan (unit kerja) harus dijamin kehandalaannya agar tidak menimbulkan bahaya baik bagi pekerja maupun lingkungan. Subjek penelitian dalam tugas akhir ini ialah pada pressure vessel yang dimiliki oleh Terminal LPG Semarang. Kemungkinan bahaya yang dapat menyebabkan kerusakan pada pressure vessel perlu dianalisis agar dapat meminimalkan resiko yang akan terjadi. Metode Risk Based Inspection (RBI) diharapkan dapat meminimalkan resiko yang ada pada pressure vessel. Penilaian resiko dalam tugas akhir ini mengacu pada standar API RP 581. Untuk mengetahui besarnya resiko yang ada pada plant, maka terlebih dahulu harus dihitung besarnya probabilitas kegagalan dan konsekuensi apabila terjadi kegagalan. Langkah selanjutnya ialah membandingkan besarnya resiko yang didapat dengan target resiko yang dimiliki oleh perusahaan. Dari hasil perbandingan ini dapat diketahui tingkat resiko pressure vessel, sehingga dapat ditentukan jadwal inspeksi dan metode inspeksi yang tepat.
Kajian Teknis dan Ekonomis Bunkering LNG untuk Pemenuhan Bahan Bakar Gas Kapal Pelni Adi Mas Nizar; Ketut Buda Artana
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.469 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19238

Abstract

Penggunaan bahan bakar gas pada bidang perkapalan merupakan suatu keuntungan karena dapat menghemat biaya operasi dan mengurangi emisi gas buang. Pemanfaatan gas juga sesuai dengan tujuan pemerintah yang terdapat pada PP No.55/2009 tentang alokasi produksi gas dalam negeri untuk penggunaan lokal sebesar 25%. Proses pengisian bahan bakar (bunkering) LNG pada umumnya dapat dilakukan dengan tiga skema yaitu ship to ship, truck to ship dan onshore to ship. Untuk itu perlu dilakukan kajian untuk menentukan lokasi dan skema bunkering LNG yang akan digunakan pada studi kasus kali ini, yaitu untuk armada kapal PT. Pelni. Penentuan lokasi bunkering dilakukan dengan memperhatikan frekuensi kedatangan dan kebutuhan bunkering LNG pada setiap pelabuhan. Konversi kebutuhan bahan bakar minyak menjadi bahan bakar gas memakai asumsi bahwa motor diesel dimodifikasi menjadi duel fuel engine menggunakan konverter yang dapat dioperasikan dengan rasio bahan bakar HSD dengan LNG sebesar 50:50. Dari hasil didapatkan pada skenario I adalah Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Ambon dan Sorong. Skenario II dengan penambahan Bau-bau dan Skenario III dengan penambahan Jayapura. Untuk skema bunkering yang akan dipilih ditentukan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan kriteria yang dipakai diantaranya teknis, keselamatan dan biaya. Dari hasil pembobotan yang terpilih adalah skema truck to ship. Studi ditutup dengan kajian ekonomi dari sisi penyedia LNG dan dari sisi pemilik kapal. Beberapa parameter yang dipakai adalah Net Present Value, Internal Rate Return, dan Payback Period.
Analisa Teknis Pemakaian Kombinasi Lampu Metal Halide Dan Led Sebagai Pemikat Ikan Pada Kapal Pukat Cincin (Purse Seine) Dan Pengaruhnya Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Genset Septian Ragil Wibisono; Alam Baheramsyah
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.94 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19273

Abstract

Saat ini lampu Metal Halide dipakai sebagai pemikat ikan  oleh nelayan Purse Seine. Peggunaan lampu tersebut memerlukan daya Genset yang besar karena satu lampu Metal Halide berdaya 1500 Watt. Semakin banyak lampu Metal Halide yang digunakan semakin besar pula konsumsi bahan bakar Genset. Dalam upaya penghematan energi bahan bakar maka digunakan lampu LED sebagai alternatif pemikat ikan. Lampu LED dikenal sebagai lampu yang hemat energi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan membandingkan konsumsi bahan bakar Genset saat menggunakan kombinasi lampu Metal Halide dan LED. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data konsumsi bahan bakar Genset untuk menyalakan sejumlah lampu Metal Halide dan lampu LED, kemudian dilakukan analisa regresi untuk mendapatkan model persaamaan konsumsi bahan bakar Genset. Selanjutnya dilakukan ekstrapolasi untuk memprediksi konsumsi bahan bakar saat Genset dengan jumlah lampu tertentu. Hasilnya dengan besar fluks cahaya yang hampir sama, saat penggunaan 6 lampu Metal Halide konsumsi bahan bakar sebesar 13.606,03 liter, dan saat menggunakan kombinasi lampu 1 Metal Halide dan 25 lampu LED konsumsi bahan bakar sebesar 13.255,63 liter, yang artinya terjadi penghematan bahan bakar sebesar 2,58%.
Analisa Teknis dan Ekonomis Automatic Stacking Crane di PT. Terminal Teluk Lamong PELINDO III Elton Kristian Silalahi; Sardono Sarwito; Adi Kurniawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.539 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19360

Abstract

Aplikasi  Automatic Stacking Crane sebagai alat angkut atau memindahkan container di pelabuhan telah menjadi obyek penelitian pada beberapa tahun terakhir ini. Ketertarikan ini berdasarkan pertimbangan pada upaya untuk mengurangi polusi udara dan suara yang dihasilkan oleh Rubber Tyred Gantry Crane yang selama ini digunakan. Pada penulisan tugas akhir akan dikaji secara teknis dan ekonomis mengenai perancangan dan operasi Automatic Stacking Crane yang telah digunakan oleh PT. Terminal Teluk Lamong PELINDO III. Kajian teknis meliputi penempatan lokasi, komponen, suplai daya dan transmisi, control crane. Kajian ekonomis meliputi biaya operator, biaya operasional, biaya pemeliharaan, biaya pengadaan, biaya pemasukan, biaya pengeluaran, pelunasan dan aliran kas. Hasil yang diperoleh dari penggunaan Automatic Stacking Crane di pelabuhan adalah Automatic Stacking Crane lebih menjamin keselamatan, rendah getaran, suara, dan emisi, lebih baik mudah dalam kontrol dan monitoring dan lebih baik dalam integrasi data, lebih murah dalam biaya operator, operasional, dan pemeliharaan, dan baik untuk investasi jangka panjang, dimana pada tahun ke-16 aliran kas lebih besar 11,767,574,905 dari pada Rubber Tyred Gantry Crane. 
Desain Alternatif Sistem Ventilasi Udara pada Ruang Muat Kapal Pengangkut Ternak dengan Menggunakan Two-wheel Desiccant Hadits Shofar Fauzi; Alam Baheramsyah
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.005 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19376

Abstract

Sebagai sarana transportasi yang memuat makhluk hidup berupa hewan ternak, kapal pengangkut ternak membutuhkan desain sistem ventilasi khusus pada ruang muat guna menjaga agar hewan ternak terhindar dari heat stress akibat temperatur dan rasio kelembaban yang tinggi. Salah satu upaya untuk menghindari rasio kelembaban yang tinggi adalah memberikan suplai udara kering dengan menggunakan desiccant. Tujuan skripsi ini adalah merencanakan alternatif sistem ventilasi dengan two-wheel desiccant melalui analisa perhitungan terhadap penurunan rasio kelembaban udara setelah melewati dua rotor desiccant serta pemenuhan kebutuhan alat pemanas dan sistem pendinginnya menggunakan panas gas buang dan air kondensat mesin AC. Dari hasil analisa didapatkan hasil bahwa untuk memberikan suplai udara pada ruang muat sebesar 41221 m3/h, diperoleh spesifikasi dua rotor desiccant yang memiliki diameter 2190 mm dengan ketebalan 200 mm untuk menurunkan rasio kelembaban udara luar sebesar 26.1 gw/kgda menjadi 14.70 gw/kgda. Temperatur udara hasil dehumidifikasi sebesar 72.8oC akan diturunkan menjadi 26oC dengan menggunakan koil pendingin dan media pendingin lain berupa air kondensat. Penggunaan air kondensat sebagai media pendingin mampu mengurangi beban pendinginan sebesar 18.41 kW dari total kebutuhan pendinginan sebesar 490.63 kW, sedangkan untuk kebutuhan pemanas udara reaktivasi sebesar 412.57 kW akan dipenuhi dengan memanfaatkan daya dari panas gas buang sebesar 440.99 kW. 
Perencanaan Simulasi Pengaturan Pembangkitan Daya Pada Kapal Fast Patrol Boat 60 M dengan Propulsi Hybrid Fikri Nuruddin Muzakki; Eddy S. Koenhardono; Adi Kurniawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.916 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19411

Abstract

Sistem propulsi hybrid yang memberikan berbagai keuntungan untuk pengoperasian kapal, seperti pertimbangan konsumsi bahan bakar yang rendah, pengaturan kecepatan dengan penggunaan propulsi yang optimal ataupun khusus untuk jenis kapal tertentu. Tentunya sistem propulsi hybrid memiliki kelamahan pula, salah satunya adalah pengaturan pembangkitan daya yang kompleks dibandingkan dengan system propulsi lain. Setiap kecepatan membutuhkan daya yang berbeda dan bahan bakar yang berbeda pula. Keputusan yang kurang tepat dapat mengurangi keunggulan dari pemasangan sistem propulsi hybrid. Oleh karena itu dibutuhkan Decision Support System untuk membantu nahkoda menentukan pengaturan propulsi yang optimal pada kecepatan yang diinginkan dan pada kondisi yang ada pada perairan yang dilalui. Dalam makalah ini dibuat Decision Support System dengan input utama berupa kecepatan dalam knot, service margin, dan kebutuhan listrik. Kecepatan dan sevice margin digunakan untuk menentukan kebutuhan tenaga penggerak dan selanjutnya digunakan untuk analisa alat penggerak. Untuk digunakan referensi nahkoda dapat memilih propulsi yang optimal dengan konsumsi bahan bakar yang minimum, dan dengan jumlah daya yang diperlukan untuk pengoperaian tersebut. Berdasarkan hasil simulasi penggunaan Decision Support System pada kapal Fast Patrol Boat 60 m ini menujukkan pemakaian terbaik pada kecepatan 20 knot dengan menggunakan sistem Shaft Generator pada daya 1181 kW disertai pengoperasian genset pada daya 0 kW dan jumlah pemakaian bahan bakar 482,99 kg per jam.
Effect Analysis of Unbalanced Electric Load in Ship at Three Phase Synchronous Generator on Laboratory Scale Radhin Dzaky Yulisetiawan; Eddy S. Koenhardono; Sardono Sarwito
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.953 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19417

Abstract

The generator is the main power supply of electricity in the ship. The generator can supply each ship’s electricity consumer regarding the generator capacity and consumer requirement. Until now, some research been developed to increase the efficiency of the generator. Besides that, in the operation of generator, there are several problems that cause the generator works inefficient, which one is an unbalanced load on each phase in generator. This final project analyzed the effect of unbalanced load in three phase synchronous generator. In this research conducted a simulation of the operational of the generator on board ship with a laboratory experiment. This research includes the phasor diagram drawing, efficiency, as well as vibrations generated by the generator at several loading conditions. The research results were when the generator on 50% load of the generator capacity (240 Watt), and the loads are getting unbalanced, the power produced by the generator is increased 30%, and the neutral current value also increased by 50%, compared with balanced load condition. Besides that, the vibration value in each condition is tend to fluctuate. This is applied for another experiment. In accordance to the generator operation on ship is when the loads are getting unbalance, the fuel consumption also increase. This shows that there is dissipation use in fuel oil consumption 
Analisa Operabilitas serta Evaluasi Aspek Slamming dan Greenwater pada Tugboat - Studi Kasus Towing FSO Arco Ardjuna dari Jurong Port menuju Ardjuna Marine Terminal Rainhart Gabriel; Eko B. Djatmiko; Mas Murtedjo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.928 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19538

Abstract

AHTS (Anchor Handling Tug Supply) MP Premier adalah kapal penarik yang digunakan dalam operasi towing FSO Arco Ardjuna dari jurong port menuju ardjuna marine terminal. Penelitian ini menganalisa gerakan AHTS MP Premier saat operasi towing dalam ranah time domain, selain itu Penelitian ini meninjau kemungkinan terjadinya slamming dan greenwater dengan melakukan analisa respon spektra relatif vertikal haluan AHTS MP Premier berdasarkan RAO heave dan pitch. Aspek-aspek tersebut dibandingkan dengan kriteria seakeeping untuk mengetahui kemampuan AHTS dalam melakukan operasi towing. Semua analisa dilakukan dalam keadaan melaju dengan kecepatan 5 knot untuk sejumlah arah propagasi gelombang. Didapat Gerakan rata-rata roll terbesar 4,53 deg pada kondisi 85% fuel tank dengan arah gelombang 120°, nilai rata-rata pitch terbesar 3,42 deg pada kondisi 85% fuel tank dengan arah datang gelombang 180°, nilai signifikan percepatan heave terbesar 1,98 m/s2 pada kondisi 85% fuel tank dengan arah datang gelombang 180 dan nilai signifikan kecepatan heave terbesar 2,36 m/s pada kondisi 85% fuel tank dengan arah datang gelombang 180°. sedangkan probability slamming terbesar 0,01259 pada kondisi 85% fuel tank dengan arah datang gelombang 180° dan probability greenwater terbesar 0,01741 pada kondisi full load dengan heading 180°. Berdasarkan aspek tersebut didapat operabilitas AHTS MP Premier saat pross towing sebesar 98,99% dengan batas gelombang general criteria sebesar 4m.
Analisa Pengaruh Sudut Serang Hidrofoil Terhadap Gaya Angkat Kapal Trimaran Hidrofoil Aji Suryadi; Irfan Syarif Arief; Amiadji Amiadji
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.642 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19577

Abstract

Indonesia merupakan negara maritim, namun sebagian besar masyarakat Indonesia masih menggantungkan hidupnya pada sektor agraris. Sektor maritim perlu dikembangkan dan kendaraan laut sangat dibutuhkan sebagai fasilitas untuk mengembangkan sektor maritim. Pengembangan efisiensi kerja kapal bisa dilakukan dengan penambahan komponen hidrofoil yang dipasang pada lambung kapal Trimaran. Prinsip kerja dari hidrofoil yang terpasang pada lambung kapal Trimaran adalah hidrofoil yang memiliki sudut serang akan bergesekan dengan aliran sehingga menghasilkan gaya hambat kapal searah sumbu-X dan gaya angkat kapal searah sumbu-Y. Pada penulisan tugas akhir ini penulis menganalisa mengenai pengaruh sudut serang hidrofoil terhadap gaya angkat kapal Trimaran Hidrofoil. Sudut serang divariasikan sebesar 100, 200 dan 300 dengan Analisa menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa sudut serang terbaik berbeda-beda pada tiap kecepatan. Kecepatan 20 knot memiliki sudut serang hidrofoil terbaik sebesar 30 derajat. Kecepatan 30 knot memiliki sudut serang hidrofoil terbaik sebesar 20 derajat. Kecepatan 40 knot kapal sudah mencapai kondisi stall dimana kapal hidrofoil sudah kehilangan gaya angkat.