cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Perancangan Ulang Sistem Plambing dan Pengolahan Air Limbah pada Rumah Susun Tanah Merah Kota Surabaya Septian Setyo Prakoso; Mohammad Razif
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.088 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29146

Abstract

Rumah susun Tanah Merah Kota Surabaya telah beroperasi selama lebih dari 5 tahun serta banyak mengalami permasalahan terkait sistem plambing dan pengolahan air limbah, mulai dari tidak tercukupinya air saat pagi hari (jam puncak), tersumbat dan meluapnya air dari saluran pembuangan, meluapnya tanki septik. Evaluasi terhadap kinerja sIstem plambing dan pengolahan air limbah rumah susun tanah merah di Surabaya diperlukan untuk memperbaiki beberapa permasalahan yang timbul. Berdasarkan hasil evaluasi diketahui ada bebrapa masalah yang terjadi pada sistem plambing dan pengolahan air limbah diantaranya yaitu tidak tercukupinya kebutuhan air bersih secara kontinu, meluapnya tanki septik, kebocoran pipa air limbah dan mampetnya saluran pembuangan. Perancangan ulang dilakukan pada sistem plambing yaitu dengan Penambahan pompa untuk menunjang kebutuhan air pada saat jam puncak sehingga penghuni rusun tidak kekurangan air pada saat jam puncak. Penambahan dudukan pada rooftank reservoar sehingga sisa tekan pada unit rumah susun dapat terpenuhi. Pada pengolahan air limbah direncanakan bangunan pengolahan air limbah berupa Anaerobic Baffled Reactor dengan jumlah kompartemen sebanyak 12 dengan 1 bak pengendap. Dimensi tiap kompartemen yaitu P = 1,2 m L= 3 m dan kedalaman = 2 m sedangkan dimensi bak pengendap yaitu P 4,5 m L = 3 m dan kedalaman 3 m. Anggran biaya yang dibutuhkan yaitu Rp. 918.216.165 ,00.
Analisis Pola Kebisingan Akibat Transportasi di Sekitar Area Fasilitas Kesehatan Kota (Studi Kasus: RSUD dr. Soetomo Surabaya Pratama Heru Prasetyo; Abdu Fadli Assomadi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.015 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29148

Abstract

RSUD dr. Soetomo merupakan aset sangat penting di kota Surabaya sebagai salah satu fasilitas kesehatan kota dengan skala pelayanan tingkat provinsi. Lokasi RSUD dr. Soetomo berada di pusat aktifitas kota yang sangat dekat dengan fasilitas transportasi, perdagangan, pendidikan dan fasilitas lainnya. Padatnya area sekitar terutama dari aktivitas transportasi yang melalui empat ruas jalan di sekeliling RSUD dr. Seotomo mengakibatkan potensi tingginya kebisingan pada fasilitas kesehatan ini. Mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup RI No. 48 tahun 1996 tentang metode pemantauan dan baku tingkat kebisingan di area rumah sakit maka dilakukan penelitian kebisingan di kawasan sekitar RSUD dr. Soetomo. Hasil penelitian ini kemudian dikorelasikan dengan nilai ambang baku mutu kebisingan sesuai dengan nilai kebisingan maksimum di area rumah sakit. Data primer tingkat kebisingan diambil di beberapa titik lokasi di jalan raya sekitar area rumah sakit. Data-data diperoleh digunakan untuk menghitung nilai intensitas kebisingan ekivalen siang hari (Ls) dan malam hari (Lm), serta intensitas rata-rata kebisingannya per hari (Lsm) didapatkan nilai 73dB(A) . Nilai Lsm diolah menjadi peta kebisingan menggunakan software surfer dan dianalisis pola penyebaran kebisingan terutama dari sumber lalu lintas..
Modifikasi Perencanaan Struktur Gedung Apartemen Brooklyn Alam Sutera menggunakan Struktur Komposit Baja-Beton dengan Sistem Rangka Berpengaku Eksentris Muhammad Zulfikar Fauzi; Endah Wahyuni; Budi Suswanto
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.381 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29171

Abstract

Struktur komposit merupakan struktur yang terdiri dari dua atau lebih material berbeda sifat dan karakteristik yang berkerja bersama sama untuk memikul beban yang berkerja pada suatu struktur dalam hal ini digunakan material baja dan beton. Struktur komposit baja-beton memungkinkan pemanfaatan karakteristik dasar masing-masing bahan secara optimal, sehingga dengan penampang yang lebih kecil, mampu memikul beban serta dengan bentang yang sama dengan beton bertulang biasa. Gedung Brooklyn Alam Sutera Apartment merupakan gedung yang terdiri dari 20 lantai dan 1 lantai atap yang pada awalnya didesain dengan menggunakan struktur beton bertulang. Perancangan bangunan ini dimodifikasi menggunakan struktur komposit baja-beton. Dalam tugas akhir ini dilakukan perencanaan ulang menggunakan struktur komposit baja-beton dengan Sistem Rangka Bresing Eksentris (SRBE). Kelebihan sistem ini adalah daktilitas struktur yang baik dengan mekanisme kelelehan geser yang terjadi pada link. Link adalah bagian pada elemen struktur balok yang dibentuk oleh perpotongan balok dan bresing. Telah dilakukan perencanaan struktur gedung menggunakan komposit baja-beton Sistem Rangka Bresing Eksentris (SRBE) yang memenuhi persyaratan keamanan struktur berdasarkan SNI 2847-2013, SNI 03-1729-2002, SNI 1729:2015, SNI 1726:2012, SNI 1727:2013. Dari analisa dan hasil perhitungan diperoleh hasil yaitu : tebal pelat lantai dan atap 10 cm, dimensi balok induk WF 500x300x11x15, dimensi balok link WF 600x300x13x24 dengan panjang elemen link 120 cm, dimensi bresing WF 450x300x11x15, dimensi kolom CFT 600x600x25. Perencanaan pondasi menggunakan tiang borepile beton diameter 80 cm dengan kedalaman 10 meter. Kolom pedestal direncanakan dengan dimensi 800 mm x 800 mm. Dan dimensi Sloof 40 cm x 60 cm. ===========================================he composite structure is a structure consisting of two or more different material properties and characteristics that work together to carry a load on a structure. In this case, steel and concrete materials are used. The steel-concrete composite structure allows the optimal utilization of the basic characteristics of each material, so that with smaller cross-sections, and able to carry the load with the same span as regular reinforced concrete Brooklyn Alam Sutera Apartment is a 20-storey building and 1 story roof which was originally designed using reinforced concrete structures. The design of this building was modified using a steel-concrete composite structure. In this final project is done by re-design using a steel-concrete composite structure with Bracing Eccentrically Frame System (EBF). The advantages of this system are good structure ductility with yielding shear mechanisms that occur in link. The link is a part of the beam structure elements formed by the intersection of beams and bracing. Design of the building structure has been done using steel-concrete composite with Eccentrically Braced Frame System (EBF). Which meets the structural safety requirements under SNI 2847-2013, SNI 03-1729-2002, SNI 1729:2015, SNI 1726:2012, and SNI 1727:2013. The results of the analysis and calculation indicated that the thickness of the floor deck and roof deck are 10 cm, the dimension of the primary beam is WF 500x300x11x15, the dimension of link beam is WF 600x300x13x24 with the length of the link element are 120 cm, the dimension of bracing is WF 450x300x11x15, the dimension of column is CFT 600x600x25. the design of foundation using 80 cm diameter of borepile with 10 meters depth. The pedestal columns are designed with dimensions of 800 mm x 800 mm. And the dimensions of Sloof 40 cm x 60 cm.
Perencanaan IPAL Pengolahan Limbah Cair Industri Pangan Skala Rumah Tangga Dinda Syifa Sakinah; Ipung Fitri Purwanti
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1201.687 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29178

Abstract

Beberapa permasalahan timbul jika limbah industri pangan tidak dikelola dengan baik sebelum dibuang ke lingkungan. Seperti halnya yang terjadi pada salah satu industri pangan skala rumah tangga di Surabaya. Permasalahan yang timbul antara lain terganggunya kehidupan organisme perairan sehingga mengakibatkan kematian dan bau busuk, kelebihan nitrogen dan fosfor yang menyebabkan eutrofikasi, dan sebagainya. Dampak negatif tersebut terjadi karena limbah industri pangan mengandung bahan organik yang tinggi. Dampak ini memerlukan upaya pengolahan limbah melalui alternatif teknologi yang efektif dan efisien. Teknologi yang digunakan meliputi unit grease trap, bak pengendap, bak ekualisasi, Anaerobic Baffled Reactor (ABR) dan constructed wetland. Perencanaan dimulai dengan pengumpulan data yang terdiri dari data primer maupun sekunder diperoleh melalui survei lapangan, sampling maupun dari laporan perencanaan terdahulu. Perhitungan Engineering Design mencakup perhitungan dimensi dan aspek hidrolika bangunan IPAL. Berdasarkan perhitungan Engineering Design (ED), diketahui bahwa IPAL yang digunakan terdiri dari 1 buah grease trap dengan volume 0,081 m3. Bak pengendap berjumlah 1 buah dengan volume 0,166 m3. 1 buah bak ekualisasi bervolume 1 m3. Anaerobic baffled reactor yang terdiri dari tangki anaerobik dan 4 kompartemen dengan total volume 5,91 m3. Constructed wetland berjumlah 1 buah dengan volume 6,19 m3. Perencanaan ini membutuhkan biaya pembangunan IPAL sebesar Rp 75.300.000 dan pengoperasian IPAL sebesar Rp 2.750.000 per bulan
Desain Cylinder Pile untuk Struktur Giant Sea Wall Jakarta dengan Beban Dinamis Akmilia Aswarini; Priyo Suprobo; Kriyo Sambodho
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.643 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29206

Abstract

Giant Sea Wall Jakarta merupakan tanggul penahan yang dibangun di teluk Jakarta untuk melindungi wilayah utara pesisir dari erosi dan pasang-surut air laut yang menyebabkan banjir rob. Selain itu, Giant Sea Wall Jakarta juga berfungsi sebagai dinding penahan tanah reklamasi. Strukturnya berbentuk sheet pile. Dari data perencanaan Giant Sea Wall Jakarta oleh PT. WIKA Beton, ditemukan bahwa pembebanan yang direncanakan hanya akibat beban statis yaitu beban tambahan sebesar 15 kN/m2 di atas tanah reklamasi. Struktur tidak direncanakan terhadap beban dinamis yaitu kemungkinan terjadinya gempa. Struktur ini akan dijadikan sebagai preliminary desain. Struktur akan didesain secara elastis. Dari hasil analisa yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa momen terbesar ialah akibat beban dinamis dengan cara analitis yaitu 2391,7 kNm/m dengan panjang cylinder pile 24 m dan diameter 1,2 m. Pada analisa penampang didapatkan tegangan pratekan saat peralihan -18,29 MPa. Setelah dihitung momen crack penampangnya, didapat lebih besar dari momen yang terjadi yaitu sebesar 2784,5 kNm/m. Sehingga preliminary desain sebelumnya dapat digunakan untuk struktur Giant Sea Wall Jakarta.
Analisis Rework Terhadap Biaya pada Proyek Pembangunan Apartemen Gunawangsa Tidar Surabaya dengan Metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Expected Monetary Value (EMV) Hansel Samuel Eiros Saragih; I Putu Artama Wiguna
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.838 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29568

Abstract

Pada pelaksanaan proyek konstruksi, besar kemungkinan untuk terjadi rework. Rework merupakan salah satu faktor dalam terjadinya pembengkakan biaya dalam suatu proyek konstruksi, terutama pada proyek high rise building. Telah banyak penelitian yang membahas mengenai rework. Namun sangat jarang yang membahas mengenai dampak rework terhadap biaya menggunakan metode EMV (Expected Monetary Value). Objek pada penelitian ini adalah proyek pembangunan Apartemen Gunawangsa Tidar Surabaya, periode 2015-2017 yang mengalami pembengkakan biaya akibat rework. Oleh karena itu, perlunya diadakan penelitian terhadap biaya akibat faktor-faktor penyebab terjadinya rework pada proyek tersebut. Variabel rework didapat pertama dari studi pustaka dan survey lapangan. Variabel rework kemudian divalidasi kepada beberapa responden yang terlibat untuk mengetahui item-item rework yang terjadi pada proyek. Untuk mengetahui item-item rework yang paling sering terjadi didepatkan dengan menghitung Mean dan Standar Deviasi. Item-item rework tersebut didesain Fault Tree Analysis (FTA) nya, lalu dicari probabilitas setiap Basic Event. Nilai Basic Event digunakan untuk menghitung probabilitas Intermediate Event dan Top Event. Setelah didapat nilai probabilitas, dilanjutkan dengan menghitung dampak (impact) terhadap biaya, untuk menghitung Expected Monetary Value (EMV). Hasil dari penelitian ini adalah item-item rework yang sering terjadi pada proyek, seperti repair kolom/shearwall yang melembung, repair kolom/shearwall yang keropos, repair kolom/shearwall yang retak, dan repair precast facade yang retak gompal. Faktor-faktor penyebab utama dari setiap item rework tersebut dikarenakan adanya Kesalahan Pelaksanaan di Lapangan (Intermediate Event B) dan Kesalahan Manajerial oleh Site Engineering (Intermediate Event C), dengan biaya perkiraan (Expected Monetary Value) yang terkecil adalah Rp 20.664,00 dan yang terbesar Rp 510.000,00. 
Modifikasi Perencanaan Jembatan Sipait Pekalongan dengan Menggunakan Sistem Jembatan Busur Rangka Baja Daryl Julian Muhammad Akbar; Endah Wahyuni
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4640.523 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32360

Abstract

Jembatan Sipait terletak pada Ruas Jalan Pekalongan - Pemalang (KM.Pekalongan 10+300). Jembatan Sipait merupakan jembatan beton pratekan yang terbagi menjadi 3 bentang dengan panjang bentang masing - masing 25,6 meter, 40,8 meter, dan 25,6 meter. Struktur atas Jembatan Sipait ditopang oleh 2 abutment pada bagian tepi sungai dan 2 pilar pada bagian badan sungai. Dalam perencanaan ini, Jembatan Sipait dimodifikasi menjadi jembatan busur rangka baja dengan tipe Through Arch untuk menghilangkan 2 pilar yang ada pada badan sungai. Jembatan didesain dengan bentang 92 m, tinggi busur 18 m, tinggi tampang 3,5 m, dan lebar 9,5 m. Perhitungan yang dilakukan dalam perencanaan menggunakan peraturan SNI 1725:2016, SNI 2833:2016, SNI 2847:2013, RSNI T-03-2005, RSNI T-12-2004 dan peraturan lain yang berkaitan dengan perencanaan jembatan baja. Program bantu yang digunakan adalah SAP2000 untuk analisa struktur dan AutoCAD untuk gambar perencanaan. Dari hasil perhitungan didapatkan tebal pelat lantai 20 cm, dimensi profil ikatan angin terbesar CHS 219,1x6,8, dimensi profil rangka utama terbesar Box 400x400x25, dimensi kolom dan balok portal akhir Box 500x500x25, diameter kabel penggantung 60mm, perletakan tipe POT bearing. Pondasi berupa tiang pancang sebanyak 30 buah sedalam 28 meter pada tiap abutment.
Strategi Revitalisasi Kawasan Banten Lama Aluh Shiba Hizmiakanza; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33833

Abstract

Provinsi Banten memiliki Kawasan Strategis berupa Kawasan Banten Lama yang merupakan bagian dari Urban Heritage dimana kawasan tersebut mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi. Fenomena mengenai Kawasan Banten Lama saat ini mengalami penurunan dalam segi kualitas fisik dan fungsi kawasan. Turunnya vitalitas Kawasan Banten Lama menjadi salah satu ancaman dari kelestarian cagar budaya pada Provinsi Banten. Guna mempertahankan kawasan tersebut, upaya dari pemerintah adalah mengusung program revitalisasi pada Kawasan Banten Lama namun sampai saat ini belum terealisasikan. Maka dari itu, upaya dari penelitian ini adalah merumuskan strategi revitalisasi pada Kawasan Banten Lama. Penentuan faktor – faktor penyebab turunnya vitalitas kawasan dianalisa memakai metode Root-Cause Analysis dengan tools diagram sebab-akibat. Sedangkan, perumusan strategi revitalisasi dianalisa memakai metode SWOT Analysis dengan tools IFAS EFAS, Diagram Cartesius dan Matriks SWOT. Hasil dari Root-Cause Analysis berupa faktor – faktor yang ada memiliki keterkaitan satu sama dengan yang lain, hal ini terlihat dari faktor ekonomi, faktor fisik, serta faktor kebudayaan mempunyai akar permasalahan dari faktor sosial masyarakat dan faktor institusional. Sedangkan, hasil dari Analisis SWOT berupa Kawasan Banten Lama terletak pada kuadran IV dimana kondisi tersebut menggambarkan Kawasan Banten Lama tidak menguntungkan dengan di dominasi pada kelemahan dan ancaman. Strategi pertahanan merupakan kriteria yang paling cocok dalam strategi revitalisasi Kawasan Banten Lama 
Studi Perbandingan Kekuatan Lentur Balok Prategang di Daerah Risiko Gempa Berdasarkan SNI 03-2847-2002, SNI 2847:2013, dan ACI 318M-14 pada Struktur Apartemen Enviro Bekasi Hemas Mutia Anggraini; Tavio Tavio; I Gusti Putu Raka
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.109 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34421

Abstract

Suatu teknologi konstruksi dengan mengkombinasi antara beton mutu tinggi dengan baja mutu tinggi dengan cara menarik baja dan menahannya pada beton, sehingga membuat beton dalam keadaan tertekan yang disebut dengan beton prategang. Keuntungan beton prategang dibandingkan beton bertulang yaitu penggunaan dimensi penampang struktur prategang akan lebih kecil atau langsing, sebab seluruh luas penampang dipergunakan secara efektif. Dikarenakan kebutuhan akan ruang yang luas pada gedung Apartemen Enviro dimana digunakan sebagai ruang pertemuan maupun pesta maka pada lantai 12a dibangun multifunction hall. Atas dasar kebutuhan ruangan yang luas tanpa kolom sehingga membutuhkan balok yang panjang maka elemen struktur beton bertulang diganti menggunakan beton prategang. Selain balok prategang juga meninjau sistem rangka momen dan lokasi gedung Apartemen Enviro. Berdasarkan identifikasi tanah dari hasil uji Standart Penetration Test (SPT) dan Peta Hazard 2017, diketahui bahwa Kota Bekasi merupakan wilayah dengan jenis tanah sedang yaitu KDS D, maka struktur bangunan direncanakan dengan metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Sedangkan untuk desain struktur mengacu pada SNI 2847:2013. Dalam studi ini penulis juga membandingkan penggunaan tiga jenis peraturan yaitu SNI 2847-2002, SNI 2847:2013 dan ACI 318M-14 yang akan digunakan untuk merencanakan gedung Apartemen Enviro pada balok prategang dengan tinjauan kekuatan lentur. Studi ini dilakukan untuk mendapatkan perturan mana yang paling efisien dan memenuhi segala persyaratan keamanan, sehingga nantinya perencanaan dapat dilaksanakan dengan tepat.
Perbandingan Perencanaan Pondasi Tiang Pancang Menggunakan Metode Konvensional dan Metode P-Z Curve pada Modifikasi Gedung Apartemen Puncak MERR Surabaya Riky Dwi Prasetyo; Indrasurya Budisatria Mochtar; Yudhi Lastiasih
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.915 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34318

Abstract

Surabaya merupakan kota dengan pertumbuhan ekonomi besar yang selalu di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Banyak penduduk dari luar Surabaya datang ke kota ini sebagai pendatang tiap tahunnya untuk melaksanakan kegiatan ekonomi. Keterbatasan lahan yang ada menuntut perlunya pembangunan bangunan vertikal untuk tempat tinggal, salah satunya adalah Apartemen Puncak MERR yang memiliki kedalaman tanah keras yang cukup dalam sehingga biaya yang harus dikeluarkan untuk pondasi dalam cukup besar. Pada pembangunan gedung dengan pondasi dalam, semakin dalam pondasi maka semakin mahal biaya sehingga tidak ekonomis. Pada metode perencanaan konvensional, perletakan untuk kolom struktur atas terhadap pondasi dianggap jepit dan tidak ada penurunan (settlement) pada tanah. Pada tanah lempung yang bersifat compressible, pengaruh beban akan menyebabkan terjadinya penurunan tanah sehingga muncul konsep perhitungan tiang pancang yang memperhatikan penurunan tanah dan menganggap perletakan struktur atas berupa perletakan pegas dengan metode P-Z curve. Dengan memperhatikan adanya penurunan tanah akan menyebabkan kedalaman tiang pancang berkurang. Metode perencanaan yang digunakan yaitu konvensional (perletakan jepit) dan P-Z curve (perletakan pegas/ spring). Variasi daya dukung yang digunakan pada perencanaan ini yaitu SF = 3 untuk metode konvensional dan Qizin = 0,3 Qult, Qizin = 0,5 Qult, Qizin = 0,7 Qult, dan Qizin = 0,9 Qult pada metode P-Z curve. Perencanaan pondasi tiang pancang pancang menggunakan spun pile diameter 60 cm. Kedalaman tanah daya dukung yaitu 21 meter untuk pondasi end bearing dan 16 meter untuk pondasi friction. Hasil dari Tugas Akhir ini adalah mendapatkan variasi alternatif hasil analisis metode perencanaan pondasi dalam dengan metode konvensional dan metode P-Z curve. Dari hasil perhitungan didapat jumlah kebutuhan tiang pancang pada metode P-Z curve lebih sedikit dibandingkan dengan metode konvensional. Untuk menghemat biaya pembangunan gedung modifikasi Apartemen Puncak MERR maka digunakan pondasi tiang pancang dengan metode P-Z curve tumpuan end bearing dengan Qizin = 0,9 Qult.