cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Desain Modifikasi Struktur Gedung Twin Tower Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya dengan Menggunakan Sistem Ganda dan Balok Pratekan pada Lantai Atap Wisnu Priambodo; Endah Wahyuni; Bambang Piscesa
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.786 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.35215

Abstract

Gedung Twin Tower Universitas negeri sunan ampel Surabaya merupakan gedung yang difungsikan sebagai rektorat yang memiliki 9 lantai ditambah lantai atap. Struktur gedung Twin Tower merupakan struktur beton bertulang biasa. Pada lantai 9 merupakan ruang serba guna sehingga tidak ada kolom ditengah ruangan. Dan pada lantai atap terdapat balok bentang panjang yang memiliki dimensi 60 x 120 cm. Penggunaan balok bentang panjang dengan beton bertulang biasa akan menghasilkan dimensi yang besar dan juga tulangan yang banyak. Selain itu, dalam penerapannya beton bertulang biasa dinilai kurang efektif baik dalam segi bahan maupun materialnya, sebagai langkah efektif maka dilakukan perubahan struktur pada lantai atap menggunakan sistem beton pratekan. Dalam perencanaannya, struktur Gedung Twin Tower UINSA Surabaya ini menggunakan Sistem Ganda. Sistem Ganda (dual system) adalah salah satu sistem struktur yang beban gravitasinya dipikul sepenuhnya oleh rangka utama, sedangkan beban lateralnya dipikul bersama oleh rangka utama dan dinding struktur. Rangka utama dan dinding struktur didesain sebagai Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Dinding Struktur Beton Khusus (DSBK) Berdasarkan hasil analisa didapatkan dimensi balok pratekan 50 x 75 cm dengan bentang 15 m dan tebal shearwall 350 mm. Dari perhitungan di dapatkan Shearwall menahan beban gaya gempa arah x 73% dan arah y 70%, sedangkan rangka pemikul momen menahan beban gempa arah x 27% dan arah y 30%. Kemudian di dapat gaya pratekan awal sebesar 1300 KN dengan jumlah tendon 1 dan berisi 12 strand. Selanjutnya di dapat kehilangan pratekan sebesar 23,4% serta prestressing partial ratio (PPR) 24,46 %.
Modifikasi Perencanaan Apartemen Puncak CBD Wiyung dengan Menggunakan Sistem Ganda dan Balok Pratekan pada Lantai Atap Nadia Jasmine Setianty Simanjuntak; Endah Wahyuni; Data Iranata
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.072 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.35329

Abstract

Abstrak – Gedung Apartemen Puncak CBD merupakan hunian vertikal yang terdiri dari 37 lantai untuk unit kamar yang terletak di daerah Wiyung, Surabaya Barat. Apartemen ini dibangun dengan struktur beton bertulang biasa pada keseluruhan lantai dan dilakukan modifikasi pada lantai atap. Modifikasi ini bertujuan untuk mengubah lantai paling atas gedung menjadi suatu ruang serbaguna. Ruang serbaguna didesain memiliki panjang 30 meter dan lebar 13,65 meter dimana kolom-kolom interior ruangan akan dihilangkan dan digantikan fungsinya oleh balok pratekan agar luas ruangan menjadi optimal. Metode beton pratekan yang digunakan dalam modifikasi ini adalah metode post tension (pasca tarik) yang cocok diterapkan pada konstruksi gedung. Perencanaan gedung ini juga menggunakan Sistem Ganda karena apartemen terletak di Kategori Desain Seismik D. Dari hasil Analisa yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa syarat Sistem Ganda terpenuhi, dimana rangka utama gedung mampu menahan beban lateral X dan Y sebesar 29,63% dan 27,39%. Gaya pratekan yang dikenakan pada balok pada saat jacking sebesar 1840 kN dengan kehilangan gaya sebesar 19,06%.
Desain Modifikasi Gedung Fave Hotel Cilacap Menggunakan Metode Flat SLab Dody Burhanuddin; Endah Wahyuni; Djoko Irawan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.707 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.35455

Abstract

Gedung Fave Hotel Cilacap adalah gedung  hotel dengan 6 lantai yang dibangun di daerah Cilacap yang merupakan kategori risiko gempa tinggi. Modifikasi yang dilakukan diantaranya dengan menambah jumlah lantai menjadi 10 lantai dan menggunakan sistem flat slab dan shearwall sebagai perkuatan dalam menerima beban gempa pada wilayah gempa tinggi. Gedung akan dimodelkan 3 dimensi dengan dibebani beban gravitasi dan gempa. Gedung harus memenuhi persyaratan base shear dan harus memenuhi persyaratan drift untuk memenuhi aspek keamanan gedung. Dalam modifikasi ini, secara keseluruhan direncanakan dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dengan dinding geser beton bertulang khusus karena dalam perencanaannya bangunan ini terletak pada zona gempa tinggi sehingga beban lateral akan dipikul oleh dinding struktur sebesar 75% dari beban lateral keseseluruhan struktur bangunan. Hasil dari perancangan didapatkan tebal pelat 240 mm , tebal drop panel 160 mm dengan lebar 300 cm baik kea rah sumbu x maupun kea rah sumbu y, dan dengan penggunaan kolom dengan dimensi 700 mm x 700 mm. Dinding geser dirancang dengan ketebalan 400 mm dengan menggunakan komponen batas.
Desain Modifikasi Struktur Gedung Asrama Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Barat Menggunakan Srpmk Dan Balok Prategang Pada Lantai Atap Muhammad Satrya Ageta; Endah Wahyuni; Bambang Piscesa
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.144 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.35996

Abstract

Kompleks Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) berlokasi di Kota Padang. Kebutuhan akan ruang dan kurangnya lahan pada komplek LPMP merupakan tantangan yang harus diatasi dalam pembangunan. Bangunan bertingkat banyak adalah salah satu solusi pembangunan terhadap kurangnya lahan dan ruang. Perencanaan gedung asrama LPMP setinggi 10 lantai (± 40 m) dirancang menggunakan beton bertulang pada keseluruhan lantai, serta menggunakan beton prategang pada balok lantai atap. Lantai atap tersebut akan didesain sebagai ruang ballroom tanpa ada struktur kolom ditengah ruangan. Sehingga, ruang ballroom menjadi lebih nyaman dan luas dibandingkan jika menggunakan balok nonprategang yang dapat menghasilkan dimensi lebih besar. Pada era modern ini beton prategang merupakan salah satu teknologi struktur yang dikembangkan dan sering digunakan untuk pembangunan gedung bertingkat yang memiliki balok dengan bentang yang cukup panjang tanpa ada kolom ditengah bentang. Balok beton prategang pada gedung bertingkat memiliki kendala dari sifat beton prategang yang getas. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan khusus dalam desain balok beton prategang agar dapat bersifat daktail yang cukup untuk menahan beban gempa yaitu berupa metode pelaksanaan pekerjaan balok beton prategang dengan metode penarikan posttension dan cast in situ, sehingga hubungan balok prategang dan kolom monolit. Struktur gedung LPMP menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Dimana sistem ini dirancang untuk daerah rawan gempa sesuai peraturan SNI 1726:2012, untuk pembebanan sesuai peraturan SNI 2847:2013, dan analisa struktur menggunakan program bantu SAP2000.
Perencanaan Modifikasi Jembatan Kali Legi Menggunakan Busur Baja dengan Lantai Kendaraan Di Tengah (A Half Through Arch) Emilia Nur Apriani Sutisna; Endah Wahyuni
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.35682

Abstract

Jembatan Kali Legi yang berada di Kabupaten Blitar Jawa Timur merupakan akses utama transportasi menuju ke Malang, atau sebaliknya. Perencanaan awal jembatan ini merupakan jembatan dengan kontruksi gelagar beton prategang, dengan panjang total jembatan 325 meter. Dalam penulisan ini akan direncanaan Jembatan Kali Legi Blitar menggunakan sistem busur baja dengan lantai kendraan di tengah (A Half Through Arch Bridge) 2 bentang 100  meter, dan 125 meter jembatan pratekan dengan 4 pilar. Pada perencanaannya, di dapatkan tebal pelat lantai Kendaraan 20 cm. Profil gelagar memanjang yang digunakan yaitu WF 450 x 200 x 9 x 14 serta profil gelagar melintang WF 900 x 300 x 18 x 34. Selanjutnya tahap perhitungan struktur utama dan sekunder dilakukan dengan menghitung beban-beban yang bekerja sehingga didapatkan profil box untuk rangka utama jembatan busur. Setelah dilakukan perhitungan dan kontrol jembatan busur, direncanakan dimensi dari bangunan bawah jembatan (pilar). Digunakan pilar dengan 1 kolom pier serta kebutuhan tiang pancang 36 buah dengan panjang 20 meter . Hasil perhitungan dituangkan dalam gambar teknik standar.
Perbandingan Biaya Material Dengan Memodifikasi Struktur Bangunan Menggunakan Beton Ringan Pada Proyek Gedung Asrama Berlantai 5 LPMP Sumatera Barat Kharista Hadya Nata Putra; Tri Joko Wahyu Adi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.765 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.36178

Abstract

Material inovatif adalah material material konstruksi yang dapat dijadikan pilihan atau pertimbangan lain dalam penggunaanya pada konstruksi dan telah memenuhi fungsi dari penggunaanya pada konstruksi. Dampak dari penggunaan material-material yang inovatif adalah metode pelaksanaan lebih mudah, beban yang diterima struktur dari material bangunan juga lebih ringan, waktu pelaksanaan dan beberapa kelebihan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biaya material pada modifikasi struktur bangunan yang menggunakan material yang inovatif yang ringan yaitu pelat lantai pracetak ringan dan bata ringan dengan struktur eksisting bangunan yang menggunakan pelat lantai beton biasa dan bata merah. Dengan modifikasi struktur diharapkan dimensi struktur akan berubah jika menggunakan material yang inovatif dan membandingkan perubahannya terhadap biaya material terpasang. Ada 3 skenario perbandingan  yang dilakukan pada penelitian ini, skenario pertama adalah struktur eksisting  yaitu struktur yang  pelat lantai dan dindingnya sama dengan bangunan aslinya yaitu pelat lantai konvensional dan dinding bata merah, skenario kedua adalah struktur modifikasi 1 yaitu struktur bangunan dengan penggantian pelat lantai konvensional dengan pelat lantai pracetak ringan dari beton aerasi dan dinding tetap menggunakan bata merah, dan scenario  ketiga adalah struktur modifikasi 2 yaitu struktur bangunan dengan penggantian pelat lantai konvensional dengan pelat lantai pracetak ringan dari beton aerasi dan dinding bata merah dengan dinding bata ringan dari beton aerasi. Pada penelitian ini, proyek yang digunakan sebagai studi kasus adalah proyek Gedung Asrama Berlantai 5 LPMP Sumatera Barat. Lokasi proyek berada di kawasan kampus Universitas Negeri Padang, kota Padang. Dari hasil analisa yang telah dilakukan penurunan biaya antara struktur eksisting dengan struktur modifikasi 1, adalah sebesar 12.70 % yaitu Rp 925,923,369.61  dan penurunan biaya antara struktur eksisting dengan struktur modifikasi 2 adalah sebesar 18.36 % yaitu Rp 1,338,149,665.30. Alternatif penggunaan pelat lantai pracetak ringan dan bata ringan sangat mempengaruhi struktur terutama pada beban yang diterima struktur yang secara langsung mempengaruhi volume sebuah struktur dan dapat direkomendasikan saat perencanaan sebuah gedung.
Konsep Tourism Area Life Cycle Dalam Mengidentifikasi Karakteristik Taman Wisata Di Bantaran Sungai Kalimas Surabaya Galih Pranata; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.36387

Abstract

Taman wisata di sepanjang kalimas adalah taman yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan 30% ruang terbuka hijau di Surabaya serta merevitalisasi kawasan kalimas yang pernah mengalami degradasi lingkungan. Meski telah dibangun, mayoritas kondisi infrastruktur taman wisata kalimas ditemukan tidak terawat dan rusak yang berpotensi menyebabkan degradasi lingkungan kembali. Untuk mengantisipasi terjadinya degradasi kembali di sungai kalimas, perlu dilakukan identifikasi karakteristik taman wisata kalimas berdasarkan siklus hidup pariwisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik taman wisata di kalimas melalui analisa deskriptif kualitatif yang membandingkan kondisi di lapangan dengan variabel-variabel dan kriteria tahapan berdasarkan siklus hidup pariwisata. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari segi atraksi rata-rata semua taman wisata telah terbangun atraksi alami dan buatan. Jumlah kunjungan kebanyakan meningkat signifikan namun juga terdapat beberapa taman yang hanya meningkat sedikit. Sarana yang terbangun rata-rata sarana rekreasi dan sanitasi.
Perencanaan Gedung Parkir RSUD Dr. Soetomo Surabaya Ade Wisnu Muktyarso; Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.618 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.37150

Abstract

Sebagai rumah sakit daerah terbesar di Jawa Timur dan sebagai salah satu rujukan utama bagi rumah sakit-rumah sakit yang ada di Jawa Timur, RSUD Dr. Soetomo setiap harinya menampung banyak kendaraan-kendaraan pasien yang berkunjung. Hal ini membuat kebutuhan akan lahan parkir menjadi meningkat setiap tahunnya. Lahan parkir yang sudah ada, kini sudah hampir tidak dapat menampung beban volume kendaraan yang masuk ke area rumah sakit. Artikel ini membahas mengenai perencanaan lahan parkir bagi RSUD Dr. Soetomo untuk menampung kelebihan volume kendaraan parkir yang telah ada. Data survei yang didapat menunjukkan bahwa volume parkir fasilitas yang diamati telah melebihi kapasitas normal. Selain itu rata-rata durasi pemakaian parkir yang tinggi juga mengakibatkan ruang yang tersedia untuk parkir menjadi lebih sedikit. Berdasarkan hal ini, gedung parkir direncanakan untuk menampung kelebihan volume parkir tersebut sampai umur rencana selama 5 tahun. Perencanaan ini menghasilkan sebuah gedung parkir dengan kapasitas 437 SRP untuk kendaraan roda 4 dan 1471 SRP untuk kendaraan roda 2. Kapasitas ini diharapkan dapat memenuhi umur rencana hingga tahun 2026.
Analisis dan Perencanaan Pengembangan Sistem Distribusi Air Terhadap Pertumbuhan Proyek Pembangunan Apartemen Di Zona 2 PDAM Kota Surabaya Nadia Nafisa; Wahyono Hadi
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.084 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.38702

Abstract

Pada tahun 2017, di Zona 2 distribusi PDAM Kota Surabaya dengan air yang di-supply dari IPAM Ngagel I, Ngagel III dan Karang Pilang III telah mampu melayani 97% kebutuhan air penduduk. Sesuai dengan RISPAM Tahun 2014-2035, per tahun 2018 sistem jaringan perpipaan yang ada diharapkan mampu melayani 100%. Permasalahan yang dialami PDAM Kota Surabaya ada pada jumlah penduduk yang terus bertambah dari tahun ke tahun, dibarengi dengan bermunculannya proyek pembangunan apartemen baru. Terdata sebanyak 41,57% pembangunan apartemen berada di Zona 2 dengan pertumbuhan 15.63% setiap tahunnya. Dibutuhkan analisis untuk mengetahui kondisi sistem distribusi eksisting dan merencanakan pengembangan untuk dapat melayani kebutuhan air penduduk. Metode yang digunakan dalam perhitungan dan perencanaan sesuai dengan kriteria perencanaan, RTRW Kota Surabaya dan RISPAM Tahun 2014-2035 yang dikeluarkan oleh PDAM Kota Surabaya. Analisis dan permodelan dilakukan menggunakan aplikasi WaterCAD. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurangnya aliran air yang sampai ke sambungan rumah pelanggan disebabkan oleh kurangnya tekanan pada sistem dan tingginya unit headloss pada pipa. Mengantisipasi hal tersebut, dilakukan program pengembangan untuk jangka waktu sepuluh tahun dan terbagi dalam dua tahap, Tahap I (2018-2022) dan Tahap II (2023-2027). Pengembangan diasumsikan akan didukung dengan supply air tambahan dari proyek SPAM Umbulan, pemanfaatan kapasitas idle IPAM Karang Pilang III, serta proyek pembangunan reservoir baru Karang Pilang IV pada  tahun 2024. Perencanaan pengembangan meliputi penambahan pipa distribusi secara paralel pada ruas pipa dengan nilai headloss yang tinggi dan pemaksimalan booster pompa yang ada. Rencana anggaran biaya untuk pengembangan PDAM Kota Surabaya sebesar Rp. 18,337,431,999.
Perencanaan Struktur Bawah Dan Approach Jembatan Joyoboyo Surabaya, Jawa Timur Indra Giri Angga Kusuma; Yudhi Lastiasih; Putu Tantri Kumala Sari
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.417 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.38972

Abstract

emerintah Surabaya berencana membangun jembatan baru yang menghubungkan Jalan Raya Wonokromo ke bangunan Terminal Joyoboyo yang kelak akan berfungsi juga sebagai park and ride untuk angkutan masal cepat (trem). Jembatan baru yang direncanakan adalah Jembatan Joyoboyo. Jembatan Joyoboyo merupakan jembatan yang mempunyai dua jalur. Tiap jalur mempunyai 2 lajur dengan lebar lalu lintas 20 m yang terdiri dari lebar jalan 4 m dan bahu jalan 3 m pada tiap sisi. Jembatan ini dibangun diatas sungai Surabaya. Jembatan ini direncanakan memiliki panjang 130 meter dan menggunakan struktur utama berupa cable stay yang menumpu pada dua abutmen. Pada pangkal jembatan sisi kanan terdapat rencana oprit jembatan dengan timbunan tertinggi sebesar 3,5 meter. Jembatan ini dibangun di atas tanah dengan kedalaman tanah keras berada di kedalaman 16 m. Kondisi tanah dasar dilapangan sangat mempengaruhi daya dukung tanah untuk menerima beban sehingga pada perencanaan struktur bawah dan approach jembatan ini perlu adaanya perencanaan yang tepat untuk menentukan alternatif perencanaan yang efektif dan efisien. Makalah kali ini membahas tentang perencanaan struktur bawah meliputi perencanaan abutmen dan pondasi tiang pancang serta akan menganalisa 2 alternatif perencanaan perkuatan tanah yaitu penggunaan geotextile wall dan penggunaan geogrid kombinasi dengan keystone-wall. Kemudian dari hasil analisa perhitungan perencanaan dinding penahan tanah didapatkan hasil bahwa perencanaan oprit menggunakan alternatif pertama memerlukan biaya material total sebesar Rp 755.234.150,00 dan untuk alternatif kedua memerlukan biaya material total sebesar Rp 721.376.150,00. Untuk perencanaan abutment direncanakan abutment dengan tinggi 4 meter dan pilecap berukuran 6 meter x 20 meter dan ditopang oleh 30 buah pondasi tiang pancang, dimana pondasi tiang pancang yang digunakan berdiameter 50 cm sedalam 27 m.