cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Pengembangan Ekonomi Lokal Industri Alas Kaki terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto Dwi Yulia Rohmatina; Belinda Ulfa Aulia
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.123 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49310

Abstract

Kecamatan Prajurit Kulon merupakan salah satu kecamatan di Kota Mojokerto yang memiliki jumlah IKM alas kaki terbanyak dan selalu meningkat setiap tahunnya. Akan tetapi peningkatan jumlah industri ini tidak diiringi dengan penyerapan tenaga kerja yang baik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya penyerapan tenaga kerja dan merumuskan arahan terhadap permasalahan rendahnya penyerapan tenaga kerja di kecamatan Prajurit Kulon. Tahap awal dalam penelitian ini dilakukan dengan menganalisis faktor atau variabel yang berpengaruh terhadap rendahnya penyerapan tenaga kerja menggunakan metode content analysis melalui pengambilan data in depth interview dan diolah menggunakan software Nvivo 12 Plus. Setelah didapatkan faktor atau variabel yang berpengaruh terhadap rendahnya penyerapan tenaga kerja dilakukan tahap selanjutnya dengan menggunakan metode analisis deskriptif-kualitatif yaitu melakukan perumusan arahan menggunakan triangulasi sumber data (hasil transkrip wawancara stakeholder, best practice dan kebijakan yang berlaku). Penelitian ini menghasilkan arahan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja pada industri alas kaki yaitu dengan meningkatkan pendidikan masyarakat baik pendidikan formal maupun informal, memanfaatkan teknologi internet sebagai media promosi dan pemasaran serta mengenalkan pentingnya penggunaan internet dalam dunia bisnis, memanfaatkan teknologi mesin sehingga dapat mempercepat proses produksi dan meningkatkan demand, pemerataan perluasan kesempatan kerja yaitu dengan kerjasama antara pemerintah dan swasta dalam peningkatan perluasan kesempatan kerja dan pemberdayaan masyarakat yang kreatif, dan bantuan penyediaan sarana dan prasarana dari pemerintah sebagai media promosi dan pemasaran sehingga dapat membuka peluang kerja yang baru.
A Literature Review: Strategy Design of Transition Space Using Wind Potential Andyka Dwi Acsazha; I Gusti Ngurah Antaryama; Vincentius Totok Noerwasito
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.715 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49657

Abstract

Transition space is a link between one space and another space where this space has a function of adaptation to changing conditions from the previous space to the next space, this study discusses some transition space design strategies in building skyscrapers and groundscrapers by utilizing wind potential through usable design building elements. By implementing a transitional space strategy in building skyscrapers or groundscrapers where buildings can adapt energy-efficient buildings. Energy savings can be applied through available natural elements, one of which is wind potential. This research phase requires literature review and transitional space theory to translate the role of transition space in buildings to achieve energy-efficient buildings by utilizing wind. The case study will provide a direct example of the building of transitional space functions to anticipate the wind. The results of this study will provide a transitional space design strategy through architectural passive elements that respond to wind so as to provide comfort for building users using natural ventilation so that energy use is more efficient.
Design Strategies for Working Space to Reduce The Behavior of Stress and Preserve The Heritage Values of Banjarbaru City Hall Building Adithea Syahputra Perdana; Asri Dinapradipta; Fransciscus Teddy Badai Samodra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.015 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49671

Abstract

Designing government working space is proposed to solve the productivity issues among the workers inside the city hall office building of Banjarbaru city in South Borneo. This caused either by their work span inside the office and the style of working cubical or the interior element which has colonialsm values. The design of the building case is using the colonial style which is this building’s materials have color dominated with white colour and the architecture elements are containing a heritage value. Therefore, in this paper discuss the literature review to make a design srtategies for working space inside the office with building heritage’s values that suitable to maximizing the productivity of the workers by involving them in the process of design in advance, for instance, the design process will use a participatory design paradigm that will be reviewed before applicate it in the Banjarbaru government office design proposal. From those theories can be concluded that field area like shape, colors, and perception of space which related to an interior element can be controlled to maximizing the productivity and preserving the values of building heritage.
Validation of CFD Simulation for Wind Velocity Measurement in High-Rise Apartment Buildings in Surabaya Fristatesa Andriani; Arsi Dinapradipta; Fransciscus Teddy Badai Samodra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.468 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49672

Abstract

The double-loaded circulation system makes the performance of cross ventilation in apartment buildings to be ineffective. Therefore, the alternative of the ventilation system is necessary to be examined in order to obtain an adequate velocity comfort. To determine the appropriate alternatives, we need to discover the suitable software. In this study, a validation of a simulation method using Computational Fluid Dynamics (CFD) is carried out to determine whether the software is capable to provide useful analysis for high-rise apartments. Based on the results, the validation of the correlation value (R²) between the measurement and simulation is 0.67. It shows that the influence between variables is sufficient.
Perancangan dan Implementasi Kontroler Optimal State Feedback untuk Waypoints Tracking pada Fixed-Wing UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Nurdien, Adryan; Astrowulan, Katjuk; Abdul Kadier, Rusdhianto Effendie
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.178

Abstract

UAV adalah kendaraan udara tanpa awak yang memiliki suplai tenaga sendiri. Pada umumnya pilot harus mengendalikan pesawat sepanjang waktu agar pesawat tidak hilang kendali. Oleh sebab itu dirancang suatu sistem navigasi agar UAV mampu terbang sendiri tanpa adanya kendali langsung dari pilot, sehingga beban kerja pilot dapat dikurangi.Dengan menggunakan IMU (Inertial Measurement Unit), modul GPS (Global Positioning System), dan mikrokontroler ArduPilot Mega maka data posisi dan arah UAV dapat diketahui setiap waktu. Data tersebut kemudian dapat digunakan sebagai dasar perhitungan kontroler untuk menggerakkan rudder yang mempengaruhi sudut yaw pada gerak lateral UAV. Metode kontrol LQT (Linear Quadratic Tracking) dirancang untuk mengatur gerak pesawat berdasarkan nilai referensi hasil perhitungan tersebut. Kontroler LQT mampu membuat sistem untuk mengikuti sinyal referensi yang diberikan. Hasil pengujian dan implementasi sistem menunjukkan bahwa pesawat mampu mengikuti titik-titik waypoint yang telah ditentukan dengan baik meskipun terdapat gangguan berupa hembusan angin.
Model Pengembangan Wilayah Untuk Pembangunan Pelabuhan: Studi Kasus Pantai Selatan Jawa Timur Wahyu Putra Gantara; Tri Achmadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.897 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.376

Abstract

Pelabuhan merupakan pintu gerbang dalam terjadinya pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat tercipta apabila didukung oleh beberapa faktor yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia masing – masing daerah. Sumber daya alam dapat berupa sektor poyensial suatu daerah yang dapat  dikembangkan sehingga dapat di ekspor ke luar daerah. Untuk mencari sektor yang potensial di tiap daerah Jawa Timur Selatan, maka digunakanlah beberapa metode analisis diantaranya yaitu Location Quotient dan Shift Share. Metode Shift Share memiliki tiga komponen yaitu Differential Shift, Proportional Shift dan Regional Share. Dari hasil perhitungan analisis yaitu LQ dan Shift Share, maka dapat dilihat bahwa Sektor Pertanian, Pertambangan, Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan dan sektor Jasa merupakan sektor potensial. Biaya transportasi distribusi muatan ekspor dari Pelabuhan Tanjung Wangi ke Benoa yang paling minimum adalah Rp 16.350.021 dengan DWT 1050 ton dan biaya angkut per ton sebesar Rp 15.571. Dengan BOR pelabuhan sebesar 85.57%, maka panjang dermaga yang dibutuhkan sebesar 573 meter.
Analisis Penentuan Variabel dari Biaya Kapal Sebagai Acuan Penentuan Subsidi untuk Kapal Perintis :Studi Kasus Maluku Rio Jagarin Silaban; Firmanto Hadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.794 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.377

Abstract

Subsidi diberikan untuk menjembatani ketidak-seimbangan antara harga atau tarip yang ditetapkan produsen dengan kekuatan daya beli konsumen dikarenakan konsumen tersebut tidak dapat membayar sesuai dengan tarip yang ditetapkan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji formula penentuan subsidi saat ini dan mengeloborasi dengan solusi alternatife. Studi dilakukan dengan  menentukan  variabel jarak, yang ada di biaya kapal perintis dan dapat dijadikan sebagai acuan penentuan  subsidi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan subsidi saat ini  hanya ditentukan oleh variabel Jarak saja dan variabel penentu saat ini belum bisa menghitung besaran subsidi dengan lebih objektif karena ada beberapa variabel penentu lainnya yang bisa dijadikan sebagai acuan penentuan subsidi seperti GT, BHP, ABK dan Umur.
Analisis Penanganan Limbah Minyak Di Kawasan Pelabuhan: Tinjauan Dari Segi Transportasi Laut Evan Eryanto; Tri Achmadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.138 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.378

Abstract

Dalam IMO (International Maritime Organization) yang dimandatkan dalam konvensi MARPOL 73/78, bahwa setiap pelabuhan harus memiliki fasilitas penanganan limbah (Port Reception Facilities) di setiap pelabuhan dengan tujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat buangan limbah dari kapal. Sedangkan Indonesia yang telah meratifikasi peraturan MARPOL 73/78 Annex I, tidak sepenuhnya mematuhi peraturan tersebut yaitu membangun fasilitas penanganan limbah. Ketiadaan fasilitas limbah di pelabuhan tersebut dikarenakan tidak ada dukungan secara finansial dari pengelolah pelabuhan. Dalam penelitian ini diberikan solusi penanganan limbah, khususnya limbah minyak dengan konsep transportasi laut. Penanganan tersebut dengan mengangkut limbah minyakmenggunakan kapal pengangkut limbah yaitu tongkang minyak propulsi mandiri (Self Propelled Oil Barge). Dan membangun tangki penampungan di setiap pelabuhan yang akan dilayani, serta membangun fasillitas penanganan limbah di pelabuhan utama/pelabuhan penumpukan akhir limbah minyak. Perencanaan rute operasi kapal menggunakan konsep Travellling Salesman Problem(TSP). Setelah itu, proses optimasi perencanaan tongkang minyak propulsi mandiri ini bertujuan untuk mengetahui ukuran utama tongkang, kecepatan tongkang, dan kecepatan bongkar muat yang optimum (unit biaya terkecil). Dalam proses optimasi dilakukan secara berulang –ulang dengan mengubah collecting time (lama waktu penumpukan) limbah minyak. Sehingga didapatkan collecting time yang memilki unit biaya terkecil.
Pengembangan Indikator Logistik untuk Wilayah Kepulauan Agsari Aulia Pamudji; Tri Achmadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.035 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.379

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan pulau-pulau besar dan beberapa gugusan pulau kecil yang menuntut adanya sistem logistik yang efisien dan efektif. Publikasi World Bank tentang Indeks Kinerja Logistik tahun 2010 (Logistik Performance Index) menempatkan Indonesia dengan kinerja logistik yang kurang bagus, yaitu pada urutan 75 dari 155 negara. LPI kurang mencerminkan kondisi Indonesia yang berupa kepulauan, sehingga perlu dibuat suatu kajian ulang mengenai penyusunan indeks logistik yang sesuai dengan karakteristik Indonesia. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui indikator yang mencerminkan kondisi kepulauan di Indonesia dan untuk mengetahui cara menyusun indeks logistik. Jumlah indikator yang ditentukan adalah lima indikator kinerja logistik. Pembuatan indikator memperhatikan beberapa faktor, yaitu Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bounded, dan Continuously Improve. Wilayah yang dijadikan sampel dalam Tugas Akhir ini adalah Surabaya, Jakarta, Makassar, Kepulauan Nusa Tenggara Timur, dan Kepulauan Maluku. Penyusunan indeks dilakukan dengan membuat model matematika dan pembobotan indikator dilakukan dengan Analytic Hierarchy Process. Model matematika tersebut berisi kerangka penyusunan indeks. Data yang diperlukan untuk Tugas Akhir ini adalah data operasional kapal, pelabuhan, tarif, data survei kuesioner dan wawancara. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk menguji tingkat kevalidan dan reliabilitas data yang digunakan sebagai input dari perhitungan. Data tersebut kemudian diujikan dalam model matematis sehingga menghasilkan indeks dari masing-masing kepulauan, yaitu Kepulauan Maluku =2.85, Kepulauan Nusa Tenggara Timur =2.78, dan Makassar = 2.95.
Penentuan Pola dan Pusat Distribusi Bahan Pokok Untuk Wilayah Berbasis Kepulauan Tiara Figur Alfenza; Tri Achmadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.058 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.380

Abstract

Wilayah kepulauan Indonesia yang tersebar hingga ujung perbatasan negeri menyebabkan terjadinya kesenjangan perekonomian, khususnya untuk ketersediaan bahan pokok. Harga bahan pokok yang dijual di wilayah kepulauan terluar Indonesia jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga jual di Pulau Jawa. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi tersebut adalah dengan merencanakan pusat distribusi dan pola jaringan transportasi laut yang sesuai dengan karakteristik kepulauan. Penentuan pusat distribusi menggunakan metode gravitasi dan didapat Pulau Ulu dan Pulau Sangihe sebagai  hub port. Penentuan rute optimum menggunakan teori Travelling Salesman Problem. Teori jaringan yang direncanakan adalah multiport calling dan hub and spoke network. Dalam satu tahun kapal untuk konsep multiport calling dapat beroperasi 52 kali dan untuk konsep hub and spoke network dapat beroperasi 53 kali. Selisih unit biaya kedua pola tersebut adalah sebesar 2%.