cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pengurangan Panjang Perjalanan Siswa Ke Sekolah Melalui Rayonisasi Sekolah Dasar Di Kota Surabaya Ayu Tarviana Dewi; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.047 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18640

Abstract

Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua yang memiliki fasilitas pendidikan yang memadai. Pada tahun 2012 tercatat bahwa total pergerakan dengan maksud sekolah berada di urutan kedua dengan nilai sebesar 18,31% setelah pergerakan dengan maksud bekerja. Fasilitas pendidikan jenjang sekolah dasar seharusnya berada dalam satu neighborhood unit dengan radius pelayanan antara 400-800 m (walkable distance). Namun faktanya pemilihan sekolah tidak berdasarkan tempat tinggal atau berada di luar radius pelayanannya sehingga panjang perjalanan siswa SD menjadi lebih panjang dari yang seharusnya. Hal ini berkaitan dengan adanya fenomena pergeseran preferensi para orang tua dalam memilih fasilitas pendidikan. Fenomena SD favorit dan non favorit yang dikaitkan dengan citra dari SD tersebut akan membuat SD favorit mayoritas diisi oleh siswa yang berasal diluar wilayah yang seharusnya menerima jangkauan pelayanannya. Oleh karena itu diperlukan sebuah kajian terkait pengurangan panjang perjalanan siswa ke sekolah melalui rayonisasi sekolah dasar di Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan merumuskan pola rayonisasi sekolah dasar yang dapat mengurangi panjang perjalanan siswa ke sekolah di Kota Surabaya. Tujuan tersebut dicapai melalui 3 tahapan yang telah disusun sebelumnya. Tahapan pertama adalah mengidentifikasi rata-rata panjang perjalanan siswa sekolah dasar di Kota Surabaya dengan teknik analisis statistik deskriptif, kemudian tahapan kedua adalah menentukan pola rayonisasi melalui pembentukan kluster sekolah dasar di Kota Surabaya dengan teknik grouping analysis pada software ArcGIS. Tahapan terakhir adalah menghitung rata-rata pengurangan panjang perjalanan berdasarkan pola rayonisasi yang telah dihasilkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata panjang perjalanan siswa di Kota Surabaya sebesar 1585 m sehingga panjang perjalanan siswa SD di Kota Surabaya telah melebihi jarak walkable distance yakni 800 m.  Rata-rata panjang perjalanan siswa yang melebihi jarak walkable distance terjadi di tengah kota artinya pergerakan dengan maksud bersekolah pada tingkat sekolah dasar cenderung bergerak ke tengah kota. Pada tahapan kedua jumlah kluster yang dihasilkan sebanyak 68 kluster. 68 kluster tersebut memiliki jumlah anggota dan jangkauan pelayanan yang bervariasi. Rayon yang berada di tengah Kota Surabaya cenderung memiliki jangkauan pelayanan yang lebih kecil dibandingkan dengan luas rayon yang berada di pinggiran Kota Surabaya. Rayon yang telah terbentuk terbukti optimal berdasarkan uji statistik berupa nilai Pseudo F yang meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah kluster yang terbentuk. Berdasarkan hasil rayonisasi, diperoleh rata-rata pengurangan panjang perjalanan siswa yang signifikan sebesar 1094 m.
Pengaruh NiCrAlY, Ni/Cr2O3/CrxCy Sebagai Variasi Bond Coat Dengan Penambahan Lapisan Al2O3 dan YSZ Pada Inconel 625 Terhadap Struktur Mikro Lapisan Menggunakan Metode Flame Spraying Aprian Immanuel; Hariyati Purwaningsih; Sigit Tri Wicaksono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.12 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18751

Abstract

Thermal Barrier Coating (TBC) berfungsi untuk mengurangi temperatur substrat serta meningkatkan daya tahannya terhadap korosi dan oksidasi. Pada penelitian ini, digunakan flame spraying dari variasi bond coat (Ni-Cr-Al-Y), (Ni/CrO3/CrXCY) dan tanpa bond coat serta melapisi kembali lapisan bond coat dengan Al2O3 dan ZrO2 – 8%Y2O3 sebagai Thermal Barrier Coating untuk diteliti pengaruhnya terhadap struktur mikro lapisan yang terbentuk. Hasil flame spray diamati dengan SEM pada variasi bond coat NiCrAlY ditemukan beberapa serbuk dari material top coat dengan beberapa kondisi yaitu meleleh (melted), meleleh sebagian (semi melted), dan tidak meleleh (unmelted). Ditemukan poros yang merata hampir di seluruh permukaan sampel dan munculnya pengintian retak. Perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan ada pada persebaran setiap unsur di setiap spesimen, dan lapisan oksida yang terbentuk pada seluruh variasi bond coat
Penentuan Skema Negosiasi Tarif Jasa Giling Clinker menjadi Semen dari Perspektif Produsen Semen dan Pemilik Grinding Plant Mira Ammalia Perdana Putri
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.722 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18858

Abstract

Keseluruhan proses produksi semen dapat diolah oleh full plant. Proses yang bisa dilaksanakan terpisah merupakan pengolahan dari clinker menjadi semen menggunakan grinding plant. Konsumsi semen nasional diproyeksikan akan meningkat, sehingga Perseroan berencana menyelesaikan proyek pembangunan grinding plant di Cigading, Banten untuk mempertahankan pangsa pasar. Grinding plant yang pernah dibangun dikelola oleh Perseroan. Namun, investasi grinding plant dipengaruhi banyak faktor ketidakpastian sehingga memiliki risiko tinggi. Untuk meminimumkan risiko dan memenuhi kebutuhan pendanaan investasi grinding plant melalui dana eksternal (pihak ketiga) bagi Perseroan, muncul sebuah usulan skema bisnis dimana grinding plant dikelola oleh pihak ketiga sehingga muncul profil skema negosiasi yang menghasilkan transaksi berupa tarif jasa giling semen. Penelitian akan membantu Perseroan dan Pihak Ketiga menentukan profil skema negosiasi yang sesuai melalui perspektif manfaat ekonomis keberadaan grinding plant bagi kedua belah pihak. Range skema negosiasi tarif yang feasible bagi kedua belah pihak terletak pada Rp 304.000,- hingga Rp 328.000,- dengan titik keseimbangan Rp 328.000,-/ton semen. Titik keseimbangan merupakan salah satu pertimbangan dalam penentuan tarif jasa giling semen yang sebaiknya diambil. Pergeseran tarif tergantung dari pihak mana yang mau mengalah dengan memperoleh nilai manfaat ekonomis (NPV) lebih sedikit dibandingkan dengan pihak lainnya.
Studi Kelayakan Pembangunan Fly Over di Simpang Gedangan Sidoarjo Ditinjau dari Segi Lalu Lintas dan Ekonomi Jalan Raya Nanang Firmansyah; Istiar Istiar
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.96 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18895

Abstract

Kemacetan lalu lintas adalah masalah umum di Sidoarjo, terutama pada persimpangan Gedangan yang merupakan kawasan industri. Penyebabnya adalah lalu lintas yang padat, terutama pada jam puncak dan adanya perlintasan kereta api di Jalan Sedati. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dibangun jembatan layang (flyover) di persimpangan Gedangan. Sebelum jembatan layang (flyover) dibangun, perlu meninjau studi kelayakan terhadap kinerja lalu lintas dan jalan raya ekonomi. Studi kelayakan yang didasarkan pada kinerja lalu lintas, adalah untuk membandingkan derajat kejenuhan jalan sebelum dan sesudah jembatan dibangun. Sementara studi kelayakan yang didasarkan pada jalan raya ekonomi, ditinjau dari parameter BCR (rasio nilai sekarang manfaat dengan biaya) dan NPV (selisih nilai sekarang antara manfaat biaya) dari konstruksi flyover Gedangan. Metode yang digunakan untuk analisis kinerja lalu lintas, Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Dan untuk metode yang digunakan kendaraan analisis biaya operasi, metode Jasa Marga dan metode Clarkson H. Oglesby & R. Gary Hicks. Dengan pembangunan jembatan, derajat kejenuhan berkurang dari 1,4 ke 0,7 untuk arah Surabaya - Sidoarjo, dan sementara derajat kejenuhan dalam arah yang berlawanan berkurang dari 1,39 ke 0,7. Jadi pembangunan flyover tersebut layak, ditinjau dari kinerja lalu lintas. Sedangkan perhitungan analisis kelayakan ekonomi, diperoleh nilai BCR adalah 24 dan Net Present Value adalah 2.140.715.260.868. Sehingga, pembangunan flyover Gedangan persimpangan Sidoarjo adalah layak secara ekonomis.
PERENCANAAN GEOMETRIK DAN PERKERASAN JALAN TOL PANDAAN-MALANG DENGAN JENIS PERKERASAN LENTUR Muhammad Bergas Wicaksono; Istiar Istiar
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.981 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19021

Abstract

Dengan terus meningkatnya perekonomian di wilayah Jawa Timur terutama perekonomian di dua kota besar yaitu kota Surabaya dan Malang, maka mobilitas atau pergerakan barang dan jasa antara kedua wilayah inipun semakin meningkat. Hal itu tentu menuntut akan adanya perkembangan di segi fasilitas transportasi yang menghubungkan kedua kota ini. Salah satu bagian jalur yang menghubungkan kota Surabaya dan kota Malang adalah jalur Pandaan-Malang. Jalur ini adalah jalur yang vital dikarenakan banyak kendaraan berat, kendaraan umum seperti bis, serta mobil penumpang yang melewati jalur ini karena jalur ini merupakan jalur utama dan merupakan jalur tercepat untuk menuju kota Surabaya jika dari kota Malang. Oleh karena itu diperlukan adanya jalur alternatif yang menghubungkan Malang-Pandaan dan dipilih jalan tol sebagai jalur alternatif. Tugas akhir ini berisi tentang penilaian trase alternatif terhadap trase rencana jalan tol milik Bina Marga, perencanaan geometrik, perencanaan tebal perkerasan jalan, kebutuhan akan fasilitas jalan tol, serta besarnya volume pekerjaan. Perencanaan geometrik dilakukan berdasarkan “Tata Cara Perencanaan geometrik Jalan Antar Kota tahun 1997” sedangkan untuk perencanaan tebal perkerasan berdasarkan “Manual Desain Perkerasan Jalan tahun 2013” serta “Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Metode Analisa Komponen tahun 1987”. Perencanaan geometrik dan perhitungan volume bahan dan volume cut and fill pada tugas akhir ini dilakukan dengan bantuan software Autocad Civil 3D 2016. Dari hasil perencanaan jalan tol ini didapatkan panjang jalan tol 39,523 km dengan 14 PI dan PPV sebanyak 168. Tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan adalah sebesar 20 cm untuk lapisan surface dengan bahan Laston MS= 744 kg, 20 cm untuk lapisan pondasi atas dengan bahan batu pecah kelas A, serta 10 cm untuk lapisan pondasi bawah dengan bahan sirtu kelas A. Volume timbunan didapatkan sebesar 11.720.504,65 m3 dan volume galian didapatkan sebesar 2.022.332,38 m3.
Desain Rantai Pasok Gas Alam Cair (LNG) untuk Kebutuhan Pembangkit Listrik di Indonesia Bagian Timur Made Arya Satya Dharma Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.717 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19120

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki gas alam yang melimpah, namun kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan gas tersebut untuk kebutuhan listrik di Indonesia yang sekarang sedang dalam krisis terutama di Indonesia Timur. Salah satu penyebab krisis tenaga listrik yang terjadi di Indonesia adalah tingginya nilai harga bahan bakar minyak, dimana High Speed Diesel Oil merupakan bahan bakar utama bagi pembangkit listrik di Indonesia. Gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) dapat menjadi solusi alternatif bahan bakar bagi pembangkit listrik di Indonesia.Studi kali ini bertujuan untuk pemanfaatan gas alam cair (LNG) untuk kebutuhan pembangkit listrik di Indonesia Timur dengan menentukan pola distribusi LNG dengan menggunakan Blok Masela sebagai sumber LNG dan menggunakan kapal untuk mendistribusikannya. Terdapat 39 pembangkit yang tersebar di 4 pulau yaitu Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Kapal yang digunakan untuk mendistribusikan terdapat 5 kapal dengan ukuran 2500 m3, 7500 m3, 10000 m3, 19500 m3, 23000 m3. Untuk mendapatkan rute distribusi, studi ini menggunakan metode Linear Programing dan dalam Vehicle Routing Problem. Hasil optimasi pada distribusi ini adalah rute dan kapal yang optimal / terbaik dengan biaya ekonomi yang minimal.Dari hasil penelitian ini pembangkit akan dibagi menjadi 5 cluster dimana terdapat 5 rute yang terpilih dengan menggunakan 6 kapal yaitu 5 kapal ukuran 2500 m3 dan 1 kapal dengan ukuran 7500m3. Biaya total yang diperlukan dalam mendistribusikan LNG sebesar US$ 111,863,119.15 untuk Opex dan US$ 283,967,000.00 untuk Capex. Hasil dari kajian ekonomi menunjukan bahwa margin penjualan yang terpilih adalah antara US$ 3.5 sampai US$ 3.9 dengan payback period selama 6.8 – 4.7 tahun tahun dari waktu operasi 20 tahun.
Analisa Pengaruh Penerapan Bulbous Bow Terhadap Pemakaian Bahan Bakar pada Kapal Trawler Vessel di Perairan Laut Arafura Perlambang Kasih Djatmiko
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.784 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19387

Abstract

Laut Arafura memiliki potensi produksi lestari lebih kurang 770.000 ton ikan per tahun. Kini di perairan itu beroperasi 776 kapal berbendera Indonesia dan 592 kapal berbendera asing dengan total produksi lebih dari 990.000 ton ikan . Namun kondisi ombak di Laut Arafura yang terkadang kurang bersahabat mengakibatkan kapal penangkap ikan sulit melakukan manuver di perairan Laut Arafura. Saat ini telah dilakukan berbagai penelitian dalam bidang desain kapal yang bertujuan untuk meningkatkan hasil yang optimum. Salah satunya adalah dalam hal tahanan dan konsumsi pemakaian bahan bakar. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui pengaruh modifikasi terhadap lambung kapal dengan menambahkan bulbous bow untuk meningkatkan manuver terhadap mempengaruhi tahanan kapal serta konsumsi bahan bakar kapal. Dalam proses pengerjaan peneliti menguji model kapal non bulbous bow serta kapal yang menggunakan bulbousbow model O, Segitiga dan V menggunakan software numeca.                                                                                             Hasil pengerjaan skripsi ini di dapatkan perbandingan tahanan kapal dan jumlah konsumsi bahan bakarnya.
Analisis Kenyamanan Serta Redesain Pegas Suspensi Mobil Toyota Fortuner 4.0 V6 SR (AT 4x4) Puja Priyambada; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.617 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20100

Abstract

Perkembangan dunia otomotif mengalami kemajuan yang sangat pesat. Seiring dengan perkembangan  tersebut kualitas kenyamanan kendaraan merupakan faktor yang harus diperhatikan. Dalam upaya meningkatkan kualitas kenyamanan kendaraan dilakukan pengembangan dalam sistem suspensi. Hal ini yang mendasari penulis untuk melakukan penelitian terkait suspensi mobil Toyota Fortuner 4.0 V6 SR. Pada penelitian ini, terdapat dua tahap, yakni tahap pengujian dan tahap analisis. Tahap pengujian untuk mendapatkan persentase road holding yang digunakan dalam menentukan kriteria keamanan kendaraan. Pada tahap analisis dilakukan simulasi untuk mengetahui percepatan rms yang dialami penumpang dengan pemodelan Half Car memanjang. Selanjutnya dilakukan perancangan ulang pegas suspensi yang lebih baik dari segi keamanan dan kenyamanan. Dari penelitian ini diketahui bahwa desain dari mobil Toyota Fortuner mengutamakan kenyamanan untuk penggunaan di jalan perkotaan. Berdasarkan standar ISO 2631 menunjukkan bahwa respon suspensi redesain untuk jalan perkotaan menghasilkan kenyamanan yang lebih baik daripada suspensi aktual. Berdasarkan kriteria keamanan BEISSBARTH dari hasil pengujian menunjukkan bahwa suspensi mobil Toyota Fortuner termasuk dalam kategori kurang baik sedangkan hasil simulasi untuk suspensi aktual dan redesain termasuk dalam kategori cukup baik. Dari hasil penelitian didapatkan kekakuan pegas untuk suspensi depan (ksf) = 44631,61 N/m dan (ksr) = 53500 N/m untuk suspensi belakang.
Analisis Karakteristik Traksi Serta Redesign Rasio Transmisi Mobil Toyota Fortuner 4.0 V6 Sr (At 4x4) Nico Yudha Wardana; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.299 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20101

Abstract

Produksi mobil Indonesia tahun 2014 mengalami peningkatan sebanyak 1,29 juta unit, meningkat 7,5 persen dari tahun sebelumnya dan terus mengalami peningkatan pada tahun 2015 sebesar 2 juta unit (Kemenprin, 1/16). Tingginya penjualan mobil tersebut tidak diiringi dengan upaya produsen untuk mencerdaskan konsumen mengenai performa mobil. Hal tersebut yang mendasari penulis untuk melakukan analisa karakteristik traksi pada mobil Toyota fortuner 4.0 V6 SR (4X4 AT). Dalam penelitian ini, telah dilakukan tiga tahapan pengujian. Tahapan pertama adalah melakukan pengujian dynotest pada mobil untuk mengetehaui efisiensi transmisi. Tahap kedua, dilakukan analisa perhitungan sehingga di dapatkan grafik karakteristik mobil pada kondisi standar. Selanjutnya tahap ketiga dilakukan evaluasi terhadap grafik karakteristik traksi mobil standar, dilanjutkan dengan proses redesign tingkat transmisi untuk mengoptimalkan kinerja mobil menggunakan metode progressi geometri. Dari penelitian ini diperoleh grafik karakteristik traksi mobil untuk kondisi rasio gigi standar serta hasil redesign dengan 5,6 dan 7 tingkat kecepatan. Setelah dilakukan analisa, ternyata distribusi traksi pada mobil kondisistandar tidak merata, terdapat loses yang cukup besar terutama pada 3 tingkatan gigi awal. Hasil redesign dengan menggunakan teori progressi geometry menunjukan distribusi traksi yang lebih baik dari kondisi standar. Loses traksi untuk perpindahan gigi pertama menuju tingkat gigi kedua yang awalnya pada kondisi standar sebesar 4.564 kN dapat diminimalisir sampai dengan 1 kN setelah dilakukan redesign dengan 7 tingkat kecepatan.
Pemodelan Gerak Belok Steady State dan Transient pada Kendaraan Empat Roda Yansen Prayitno; Unggul Wasiwitono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.299 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20349

Abstract

Kemajuan pesat di bidang industri kendaraan harus diimbangi oleh kemajuan ilmu pengetahuan bidang otomotif, khususnya pada bidang simulasi dinamika kendaraan. Hasil simulasi dari pemodelan dinamika kendaraan dapat digunakan untuk mengetahui respon dan karakteristik kendaraan  terhadap perintah pengendara maupun gangguan jalan. Untuk melakukan simulasi tersebut, dibutuhkan sebuah model dinamis yang dapat merepresentasikan sebuah kendaraan, dimana model tersebut tersusun dari persamaan-persamaan matematis yang bersesuaian. Pada tugas akhir ini dilakukan pemodelan gerak belok kendaraan empat roda, dengan menggunakan jenis pemodelan kendaraan single-track. Gerak belok kendaraan dianalisa pada dua kondisi, yaitu kondisi steady-state dan transient. Input dari model dinamis yang dibuat adalah nilai dari parameter kendaraan (meliputi massa, inersia, letak pusat massa, dan kekakuan belok ban), kecepatan kendaraan konstan, dan sudut kemudi roda depan. Model dinamis gerak belok kendaraan yang telah dibuat dapat menampilkan karakteristik kemudi kendaraan (understeer, neutralsteer, dan oversteer), grafik respon variabel gerak belok kendaraan (radius belok, yaw rate, dan sudut slip), besarnya kecepatan kritis kendaraan, serta visualisasi lintasan belok kendaraan. Hasil simulasi model dinamis kendaraan telah sesuai bila merujuk dari penelitian model single-track dan mempunyai ketidaksesuaian 30-60% jika dibandingkan dengan penelitian model twin-track.