cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Sistem Pengering Anggur Berbasis Kolektor Surya dengan Pelacak Matahari dan Kontroler PID Bagus Caesar Muharam; Muhammad Rivai; Fajar Budiman
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53541

Abstract

Anggur memiliki kandungan air sebesar 75-80%, sehingga rentan terhadap aktivitas fisiologis seperti respirasi dan transpirasi yang menyebabkan anggur sensitif terhadap aktivitas mikroba seperti pembusukan. Produksi anggur di Indonesia selama 10 tahun ke belakang memiliki rata-rata sebesar 10.932,8 ton. Menanggapi sifat dan peluang produksi anggur, pengeringan anggur menjadi kismis merupakan solusi untuk memperpanjang umur konsumsi anggur. Metode pengeringan dengan penjemuran langsung di bawah matahari memerlukan waktu yang lama, dan menghasilkan luaran yang kurang bagus. Untuk menambah efisiensi dan memaksimalkan luarannya, maka pada penelitian ini digunakanlah teknologi rekayasa surya dan rangkaian elektronika sebagai perbaikan dari cara konvensional. Alat ini menggabungkan prinsip pengeringan anggur dengan energi surya secara tidak langsung, dengan kolektor surya yang sudah dilengkapi dengan pelacak matahari serta kontrol proporsional integral derivative (PID) pada sistem penyaluran udaranya. Pengujian alat menghasilkan suhu udara 72,69 C, dengan sistem pengaliran udara yang lebih merata. Dengan suhu yang dioptimalkan, serta sistem pengeringan yang lebih merata dihasilkan pengeringan yang lebih cepat dimana anggur pada alat pengering memiliki berat akhir sebesar 48,19 gram setelah 4 hari pengeringan. Dalam keadaan tersebut anggur sudah dapat disimpan dengan waktu penyimpanan lebih lama sementara penjemuran konvensional masih menyisahkan 194,33 gram.
Pengembangan Software untuk Evaluasi Kecukupan Operasional Sistem Tenaga Listrik dengan Pembangkit Listrik Tenaga Terbarukan Gokma Eunike Napitu; Rony Seto Wibowo; Ontoseno Penangsang
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53838

Abstract

Mengevaluasi kecukupan operasional sistem tenaga listrik merupakan salah satu bentuk dari perencanaan sistem tenaga listrik yang baik guna memenuhi kebutuhan kosumen yang terus meningkat. Pada penelitian ini dirancang perangkat lunak untuk mengevaluasi kecukupan operasional sistem tenaga listrik. Perangkat lunak ini menggunakan DDCOPF untuk menghitung optimasi pembangkitan dengan beban yang dinamis agar biaya total pembangkitan seminimal mungkin dengan tetap memperhatikan batasan seperti daya terbangkitkan, ramp rate, kapasitas pembangkit, dan kapasitas saluran yang dikhususkan untuk operasi pada mikrogrid dengan pembangkit energi terbarukan. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan optimum adalah quadratic programming. Perangkat lunak pada penelitian ini dirancang menggunakan MATLAB R2013a, dan dengan bantuan Graphical User Interface Development Environment (GUIDE). Berdasarkan hasil simulasi parameter perhitungan dengan perangkat lunak menghasilkan nilai yang lebih akurat dan didapatkan nilai yang optimal untuk fungsi objektif, dan perhitungan dengan menggunakan perangkat lunak dapat membantu pengguna dalam evaluasi kecukupan sistem tenaga listrik dengan menggunakan pembangkit energi terbarukan.
Studi Eksperimen Pengaruh Silinder Sirkular Didepan Returning Blade Turbin Angin Savonius Terhadap Performa Turbin dengan Rasio S/D = 1,6 dan d/D = 0,5 Festy Merbasari Mahardina; Tri Yogi Yuwono
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53928

Abstract

Studi eksperimen dilakukan dengan menggunakan Turbin Angin Savonius dengan diameter sudu turbin (D) sebesar 167 mm, tinggi turbin (H) sebesar 298 mm, lebar turbin (L) sebesar 309 mm, diameter endplate (D0) sebesar 320 mm dan diameter poros turbin (e) sebesar 19 mm. Dengan diameter silinder pengganggu (d) sebesar 83 mm, dengan tinggi (h) sebesar 500 mm. Rasio diameter silinder pengganggu dengan diameter sudu turbin angin Savonius (d/D) sebesar 0,5 dan rasio jarak pusat silinder penganggu dengan pusat turbin angin Savonius terhadap diameter sudu turbin angin Savonius (S/D) sebesar 1,6 dengan variasi kecepatan angin sebesar 3 m/s, 4 m/s, 5 m/s, 6 m/s, 7 m/s, 8 m/s, dan 9 m/s. Hasil yang dicapai pada penelitian ini yaitu pemberian silinder pengganggu didepan returning blade turbin angin Savonius dengan rasio S/D =1,6 dan d/D = 0,5 efektif dalam meningkatkan Coefficient of Power, Coefficient of Moment serta kemampuan Self-Starting. Coefficient of Power yang paling tertinggi terletak pada kecepatan angin 5 m/s dengan nilai CoP maksimum sebesar 0,1225 atau sebesar 12,25% dengan kenaikan CoP sebesar 85,3% dibandingkan dengan tanpa silinder pengganggu.
Studi Eksperimen Peningkatan Kinerja Turbin Angin Savonius dengan Penempatan Silinder Sirkular di Depan Returning Blade Turbin pada Jarak S/D = 2,6 Afiyah Shuhufam; Tri Yogi Yuwono
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53929

Abstract

Turbin angin yang cocok dan bisa digunakan di Indonesia adalah jenis turbin angin sumbu vertikal tipe Savonius, namun performa yang dihasilkan masih cukup rendah sehingga menarik untuk diteliki. Tujuan dari Eksperimen ini adalah meningkatkan performa turbin Savonius dengan meletakkan silinder penganggu di depan returning blade. Studi eksperimen ini dilakukan menggunakan turbin angin Savonius yang memiliki dua sudu dengan dimensi yaitu diameter sudu turbin (D) sebesar 167 mm, tinggi (H) sebesar 298 mm, dan diameter poros (b) sebesar 19 mm. Penelitian ini menggunakan pengganggu yang berbentuk silinder dengan diameter (d) sebesar 83 mm dan tinggi (L) sebesar 309 mm. Sumber angin yang digunakan berasal dari axial fan yang dibantu oleh honeycomb di depannya agar aliran udara yang mengalir seragam. Untuk mengatur kecepatan axial fan menggunakan voltage regulator. Penelitian ini menggunakan rasio diameter pengganggu terhadap diameter sudu turbin d/D sebesar 0,5 dengan variasi jarak dari titik pusat turbin sampai titik pusat silinder pengganggu terhadap diameter turbin S/D = 2,6 dan variasi kecepatan angin= 3,8; 4,4; 5; 6; 7; 8; dan 9m/s. Untuk mengukur kecepatan angin menggunakan anemometer, untuk mengukur torsi dinamis menggunakan brake dynamometer, untuk mengukur torsi statis menggunakan torsi meter dan untuk mengukur putaran turbin menggunakan tachometer. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah, bahwa turbin angin Savonius dengan silinder pengganggu berukuran d/D=0,5 di depan returning blade pada posisi S/D = 2,6 pada bilangan Reynolds 9,6 x 104 yang paling efektif meningkatkan performa turbin. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai Coefficient of Power maksimum (CoPMax), Coefficient of Moment maksimum (CmMax), dan Static Torque Coefficient (Cts) dibandingkan dengan Turbin Savonius tanpa pengganggu.
Studi Eksperimen Peningkatan Kinerja Turbin Angin Savonius dengan Penempatan Silinder Sirkular di Depan Returning Blade Turbin Pada Jarak S/D = 2,4 Michael Lawrence Budihartono; Tri Yogi Yuwono
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53981

Abstract

Turbin Savonius adalah salah satu turbin yang dapat memanfaatkan potensi energi angin di Indonesia dengan mengubah gaya dari hembusan angin menjadi energi listrik. Karena efisinesinya rendah maka diperlukan penelitian untuk meningkatkan kinerja Turbin Savonius. Studi eksperimen Turbin Savonius dengan pemasangan silinder penghalang di depan returning blade dilakukan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan performa turbin. Studi eksperimen ini menggunakan instalasi Turbin Savonius yang memiliki 2 sudu dengan panjang karakteristik efektif sapuan angin (L) sebesar 309 mm. Pengganggu yang digunakan berbentuk silinder dengan rasio diameter pengganggu terhadap diameter sudu turbin d/D = 0,5 Angin berasal dari axial fan yang kecepatan putarnya diatur oleh voltage regulator; serta dibantu oleh honeycomb di depannya untuk menciptakan aliran uniform. Variasi pada rasio jarak dari titik pusat pengganggu sampai titik pusat turbin terhadap diameter sudu turbin S/D = 2,4, dan variasi kecepatan angin sebesar 3,8 ; 4,4 ; 5; 6; 7; 8; dan 9 m/s. Untuk mengukur kecepatan angin menggunakan anemometer, untuk mengukur putaran turbin menggunakan tachometer, dan untuk mengukur torsi statis menggunakan torquemeter. Digunakan instalasi brake dynamometer untuk mengukur torsi dinamis turbin dengan menggunakan beban pemberat. Hasilnya didapatkan bahwa pemberian silinder pengganggu dengan jarak S/D = 2,4 pada turbin mampu menghasilkan peningkatkan performa tubrin Savonius pada seluruh variasi kecepatan angin. CoP tertinggi yang dihasilkan pada kecepatan angin 6 m/s, dengan kenaikan CoP sebesar 11,65% dari 0,0724 menjadi 0,0808 pada TSR 0,78; dan CM yang dihasilkan naik sebesar 21,7 % dari 0,1381 menjadi 0,168 pada TSR 0. Selain itu pemberian silinder pengganggu juga meningkatkan nilai Static Torque Coefficient (Cts) turbin pada seluruh variasi kecepatan meskipun masih terdapat beberapa nilai Cts yang negatif pada sudut turbin tertentu.
Review Pengaruh Temperatur Tahan Pada Reduksi Langsung Bijih Besi Naufal Muzakkii; Dian Mughni Fellicia; Fakhreza Abdul
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53996

Abstract

Pada tahun 2018 konsumsi baja nasional mengalami peningkatan sebesar 11% atau mencapai 15,1 juta ton dimana konsumsi baja nasional masih didominasi penggunaan raw material besi scrap. Dengan ketersediaan bijih besi yang melimpah, Indonesia dapat mengolah bijih besi menjadi besi spons yang memiliki nilai lebih. Bahan baku yang umum digunakan untuk pembuatan sponge iron antara lain adalah bijih besi, reducing agent (batubara, kokas, arang, gas, dll), dan flux agent (batu kapur). Reduksi langsung bijih besi merupakan metode peningkatan kadar Fe pada besi dengan mereduksi bijih besi yang sudah dijadikan pelet dibawah titik lebur besi yang bertujuan mengikat oksigen menggunakan karbon yang didapatkan dari batubara. Review ini bertujuan untuk mengetahui temperatur optimal pada reduksi bijih besi. Didapatkan temperatur dengan hasil paling optimal pada 1000°C - 1200°C. Pada beberapa kasus yang sudah dilakukan, didapatkan hasil yang berbeda walaupun menggunakan temperatur proses yang sama. Hal ini disebabkan karena karakteristik bahan yang digunakan seperti bijih besi, reduktan, dan batu kapur memiliki karakteristik yang berbeda serta waktu proses yang digunakan juga memiliki pengaruh pada hasil reduksi.
Pengaruh Penempatan Silinder Sirkular di Depan Returning Blade Pada S/D=1,8 untuk Meningkatkan Performa Turbin Angin Savonius Elza Lisdarina; Tri Yogi Yuwono
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54152

Abstract

Pada eksperimen ini, digunakan silinder sirkular yang diletakkan di depan returning blade turbin angin Savonius. Turbin angin Savonius pada eksperimen ini memiliki ukuran diameter sudu (D) 167 mm, tinggi (H) 298 mm, diameter endplate (D0) 321 mm, dan digunakan poros turbin dengan diameter (b) 19 mm. Turbin angin Savonius dioperasikan pada kecepatan angin 3,8 – 9 m/s atau bilangan Reynold 7,4×104 – 17,5×104. Silinder sirkular yang digunakan memiliki ukuran diameter 0,5D yang diletakkan pada jarak 1,8D di depan returning blade. Peletakan silinder sirkular ini terbukti mampu menurunkan gaya drag yang terjadi pada returning blade, sehingga performa turbin angin Savonius meningkat. Peningkatan tertinggi didapatkan pada kecepatan 3,8 m/s, yaitu meningkatkan Coefficient of Power(CoP) sebesar 168,1% dan Coefficient of Moment (CM) sebesar 89%. Sedangkan untuk nilai Coefficient of Static Torque, didapatkan hasil dengan silinder pengganggu memiliki self starting pada kecepatan 5-9 m/s.
Studi Eksperimen Peningkatan Kinerja Turbin Angin Savonius dengan Penempatan Silinder Sirkular di Depan Returning Blade Turbin pada Jarak S/D = 2,2 Dionisius Jeremia; Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54340

Abstract

Turbin angin Savonius dapat bergerak pada kecepatan angin rendah sehingga cocok dengan kondisi iklim di Indonesia, namun memiliki efisiensi terendah dibanding turbin jenis lainnya sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi dari turbin ini Eksperimen ini menggunakan turbin angin Savonius bersudu dua dengan diameter sudu turbin (D) sebesar 167 mm, tinggi (H) sebesar 298 mm, diameter poros (b) sebesar 19 mm, dan diameter end plate () sebesar 320 mm. Penelitian ini menggunakan silinder pengganggu dengan diameter (d) sebesar 63 mm yang diletakkan di depan returning blade untuk mengurangi gaya drag pada returning blade. Angin berasal dari axial fan yang melewati honeycomb agar aliran udara menjadi uniform. Voltage regulator digunakan untuk mengatur kecepatan axial fan. Rasio diameter pengganggu terhadap diameter sudut turbin (d/D) adalah 0,5 dengan rasio jarak dari titik pusat turbin sampai titik pusat silinder penggangu terhadap diameter sudu turbin (S/D) sebesar 2,2 dengan variasi kecepatan angin sebesar 3,8 m/s; 4,4 m/s; 5 m/s, 6 m/s, 7 m/s, 8 m/s, 9 m/s. Kecepatan angin diukur menggunakan anemometer, torsi dinamis diukur menggunakan brake dynamometer, Coefficient of Static Torque diukur menggunakan torque meter dan putaran turbin diukur menggunakan tachometer. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah penempatan silinder pengganggu di depan returning blade turbin pada posisi S/D = 2,2 efektif meningkatkan Coefficient of Power, Coefficient of Moment, dan kemampuan self starting turbin angin Savonius. pada kecepatan angin 3,8 m/s hingga 9 m/s.
Studi Eksperimen Peningkatan Kinerja Turbin Angin Savonius dengan Penempatan Silinder Pengganggu di Depan Returning Blade Turbin pada S/D =1,2 Bagas Ramadhan Ananto; Tri Yogi Yuwono
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54358

Abstract

Salah satu energi alternatif yang dapat dikembangkan di Indonesia adalah energi angin. Kecepatan angin di Indonesia tergolong rendah yakni sekita 3 - 7 m/s. Turbin angin yang optimal diterapkan sesuai kecepatan angin di Indonesia adalah turbin Savonius. Turbin Savonius bekerja dengan memanfaatkan perbedaan dari gaya drag pada advancing blade dan returning blade. Perbedaan gaya drag antara kedua sudu menghasilkan torsi yang akan membuat rotor berputar. Turbin Savonius memiliki kelemahan yaitu memiliki efisiensi yang rendah, sehingga penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan performa turbin Savonius dengan cara meletakkan silinder pengganggu di depan returning blade turbin. Silinder pengganggu diletakkan di depan returning blade dengan jarak (y/D)= 0,5 yang memiliki diameter (d) = 83 mm. Penelitian ini dilakukan dengan variasi kecepatan angin 3,8 - 9 m/s pada jarak (S/D) = 1,2. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa Turbin Savonius dengan silinder pengganggu di depan returning blade pada kecepatan angin 5 m/s paling efektif dalam meningkatkan CoP dan Cm, dengan didapatkan nilai sebesar 74,28% dan 73,24%. Namun penggunaan silinder pengganggu dengan ukuran d/D = 0,5, posisi y/D = 0,5 dan jarak S/D = 1,2 untuk semua variasi kecepatan belum mampu menyebabkan turbin Savonius memiliki self starting pada semua posisi angular sudu.
Pra-Desain Pabrik DME dari Gas Alam dengan Proses Langsung Mohamad Aulia Ramadhan; Faza Bahiy Auliyaurrahman; Rizky Tetrisyanda; Gede Wibawa
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58638

Abstract

Sejak Indonesia menjalankan program konversi minyak tanah ke LPG pada tahun 2007, konsumsi LPG dalam negeri melonjak drastis. Kebutuhan energi dan pentingnya pengembangan bahan bakar alternatif menjadi latar belakang utama pendirian industri DME ini. Didukung dengan ketersediaan bahan baku gas alam di Indonesia yang cukup untuk memproduksi DME sebagai bahan bakar alternatif. Dengan kondisi demikian maka industri DME di Indonesia memiliki prospek positif kedepannya. Proses pembuatan DME menggunakan metode direct process dan dapat diuraikan menjadi 5 tahapan, yaitu proses reforming, heat recovery steam generator (HRSG), purifikasi syngas, reaksi pembentukan DME, dan purifikasi produk. Dari penghitungan analisa ekonomi diperoleh Internal Rate Return (IRR) sebesar 26,99%, waktu pengembalian modal (pay out period) selama 3,5 tahun, dan Break Event Point (BEP) yang diperoleh sebesar 31,98%. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pabrik layak untuk didirikan.