cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Studi Teknologi Pengolahan Biowaste Perkotaan dan Potensi Timbulan Gas Rumah Kaca Almira Rahmadya Muslih; Arseto Yekti Bagastyo
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.82435

Abstract

Komposisi timbulan sampah perkotaan di Indonesia didominasi oleh biowaste. Dalam sektor persampahan, biowaste merupakan salah satu penyumbang terbesar emisi GRK. Namun, pengolahan biowaste di Indonesia masih belum optimal. Teknologi biokonversi berpotensi baik dalam pengolahan biowaste karena secara umum lebih sederhana dan tidak membutuhkan banyak pengolahan awal. Studi pustaka ini membahas teknologi pengolahan biowaste dengan biokonversi dan potensi timbulan GRK. Teknologi yang dibahas adalah landfill, komposter, dan anaerobic digester. Kajian pustaka dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi dari studi terdahulu mengenai mekanisme proses, aspek teknis, dan potensi timbulan GRK setiap teknologi. Hasil kajian digunakan sebagai dasar dari penyelesaian studi kasus berupa penentuan teknologi pengolahan biowaste yang optimal berdasarkan aspek teknis dan potensi timbulan GRK di Kota Surabaya. Potensi timbulan GRK dihitung dengan persamaan dari IPCC 2006 yang diadopsi dari Emission Quantification Tool (EQT) IGES. Penentuan teknologi pengolahan optimal pada studi kasus dilakukan dengan Analytic Hierarchy Process (AHP). Kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini adalah urutan teknologi terpilih yaitu two stage AD, single stage AD, controlled landfill, sanitary landfill, in-vessel composting, BSFL composting, windrow composting, aerated static pile composting, dan vermicomposting.
Optimasi Pengangkutan Sampah di Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Junia Istingadah; IDAA Warmadewanthi
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.82658

Abstract

Kecamatan Kebumen merupakan pusat kota Kabupaten Kebumen sehingga kegiatan pengangkutan sampah difokuskan di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi sistem pengangkutan sampah sehingga penggunaan sarana yang ada dapat dimaksimalkan dan anggaran yang dikeluarkan dapat diturunkan. Analisis timbulan dan densitas sampah dilakukan menggunakan metode Load-count analysis dan Weight-volume analysis. Analisis waktu, jarak, dan kecepatan kendaraan dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung terhadap kendaraan pengangkut sampah. Pengumpulan data finansial dilakukan dengan wawancara kepada sopir dan tenaga muat truk serta pengambilan data bulanan kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kebumen. Optimasi biaya operasional dilakukan dengan membandingkan biaya pengangkutan antara kondisi eksisting dengan hasil optimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendaraan arm roll truck dan dump truck melakukan pengangkutan sampah sebanyak 1-2 rit/hari. Persentase pelayanan pengangkutan sampah di Kecamatan Kebumen sebesar 59,42%. Optimasi pengangkutan sampah dilakukan dengan memanfaatkan sisa waktu kerja kendaraan arm roll truck. Penambahan ritasi sebanyak 1 rit/hari menyebabkan penggunaan arm roll truck dapat direduksi dari 10 unit menjadi 7 unit. Penambahan ritasi juga mengakibatkan biaya operasional dan pemeliharaan kendaraan naik sebesar 12,70%. Pengurangan jumlah kendaraan yang digunakan membuat anggaran pengangkutan sampah yang harus dikeluarkan setiap harinya mengalami penurunan sebesar 5,06%.
Penentuan Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Pengembangan Budidaya Komoditas Jeruk Keprok di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Pramasetya Kinasih Gusti; Surya Hadi Kusuma
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.83883

Abstract

Salah satu sentra pengembangan komoditas jeruk keprok di Jawa Timur adalah Kota Batu yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Holtikultura pada tahun 2009 melalui Program Keproknisasi Nasional. Berdasarkan Renstra Dinas Pertanian Kota Batu tahun 2017 – 2022, Desa Punten telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan komoditas hortikultura di Kecamatan Bumiaji. Desa Punten merupakan desa yang telah melahirkan salah satu komoditas hortikultura berupa varietas jeruk unggulan nasional yaitu Jeruk Keprok Batu 55. Jeruk Keprok Batu 55 memiliki harga jual 75 % lebih tinggi dibandingkan harga jual apel, dengan proyek keuntungan 82 % lebih tinggi dibandingkan proyeksi keuntungan apel. Dari segi produktivitas jeruk keprok mengalami peningkatan sebesar 7 % pada tahun 2019, sementara produktivitas apel yang mengalami penurunan sebesar 7,34 % pada tahun yang sama. Karena Desa Punten berpotensi untuk menjadi sentra pengembangan jeruk keprok, sehingga diperlukan penelitian mengenai penentuan faktor – faktor yang berpengaruh dalam pengembangan budidaya komoditas jeruk keprok di Desa Punten sebagai input dalam penyusunan arahan pengembangan sentra komoditas jeruk keprok di Desa Punten. Penelitian ini menggunakan metode Content Analysis untuk menentukan faktor – faktor yang berpengaruh dalam pengembangan budidaya komoditas jeruk keprok di Desa Punten. Selanjutnya untuk mengetahui kesesuaian faktor-faktor pengembangan tersebut dengan kondisi fakta (potensi masalah) di lapangan digunakan teknik Analisa Deskriptif. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan budidaya jeruk keprok batu 55 adalah komoditi primer, kualitas bibit, lahan pertanian, gapoktan, koperasi, program pertanian, kualitas petani, tenaga kerja produksi, tingkat kebutuhan konsumen, dan irigasi.
Studi Pengaruh Ukuran Bracket Pondasi Mesin terhadap Tegangan dengan Menggunakan Finite Element Method Jonathan Adhi Putra; Mohammad Nurul Misbah
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.82025

Abstract

Bracket berfungsi sebagai kekuatan tambahan atau penopang dua elemen konstruksi untuk meminimalisir terjadinya crack atau deformasi. Salah satu penggunaan bracket terletak pada kontruksi pondasi mesin kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa ukuran bracket yang optimal dalam sebuah konstruksi pondasi mesin. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan dengan variasi ukuran kaki-kaki bracket untuk melihat pengaruh ukuran bracket terhadap tegangan yang terjadi pada bracket. Ukuran kaki bracket yang digunakan adalah ukuran existing dari data kapal, ukuran dari hasil perhitungan menurut standar Biro Klasifikasi Indonesia, 468 mm, 398 mm, 328 mm, dan 257 mm. Penelitian ini menggunakan Finite Element Software untuk mempermudah proses perhitungan. Selain ukuran bracket, dilakukan juga perhitungan dengan mempertimbangkan sudut kemiringan dari pondasi mesin akibat gerak rolling kapal yaitu sebesar 00, 50, 100, 150, 200, dan 300. Untuk mengetahui bahwa tegangan pada setiap bracket diijinkan atau tidak, maka tegangan dibandingkan dengan tegangan ijin yang sudah ditentukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah semua variasi ukuran bracket masih memenuhi tegangan ijin bahan pada setiap kemiringan yang diuji. Akan tetapi, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai umur dari konstruksi bracket untuk setiap variasi akibat perubahan tegangan normal yang terjadi karena gerak rolling kapal.
Perencanaan Sanitary Landfill dan Lapisan Dasar Landfill pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sekoto-Kabupaten Kediri Achmad Winardi; Noor Endah Mochtar; Putu Tantri Kumala Sari
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.82062

Abstract

TPA Sekoto berada di Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, melayani pengangkutan sampah dari 13 Kecamatan. TPA Sekoto yang telah menerapkan sistem controlled landfill, pada kenyataannya masih memberikan dampak negatif pada lingkungan. Hal ini disebabkan oleh rusaknya saluran pembuangan air lindi dan kolam instalasi pengolahan air lindi (IPAL). Kondisi ini juga diperparah dengan landfill yang mengalami overload pada tahun 2020 dan ditemukan air yang berupa air rembesan lindi pada lokasi TPA. Oleh karena itu, TPA baru dibangun disamping lokasi TPA lama. Perencanaan TPA baru harus mempertimbangkan dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Dalam Tugas Akhir ini, direncanakan TPA Sekoto Baru dengan sistem sanitary landfill. Perencanaan meliputi perencanaan tanggul, pekuatan tanggul dengan geotekstil, dan perkuatan tanah dasar landfill dengan cerucuk, kombinasi lapisan liner di bawah landfill, tinggi dan kapasitas landfill, struktur kolam IPAL, dan jaringan perpipaan air lindi.
Optimalisasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kecamatan Bondowoso, Bondowoso Anita Catur Wahyuni; Arseto Yekti Bagastyo
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.82099

Abstract

Sistem pengelolaan sampah yang kurang efisien dan partisipasi masyarakat yang minim menyebabkan permasalahan sampah seperti timbunan sampah pada TPS dan TPA melebihi kapasitas. Perencanaan ini bertujuan untuk mengkaji dan mengevaluasi cakupan dan persentase pelayanan TPS di Kecamatan Bondowoso saat ini, mengkaji peningkatan pelayanan pada salah satu TPS yang terpilih sebagai pilot project, dan menganalisis perkiraan biaya operasional pengoptimalan TPS di Kecamatan Bondowoso. Data yang digunakan pada perencanaan ini adalah data primer dan sekunder. Pengukuran timbulan sampah rumah tangga (SRT) untuk mengetahui persentase pelayanan di Kecamatan Bondowoso menggunakan metode load count analysis selama 8 hari secara berturut-turut dan 5 hari untuk pengukuran timbulan sampah pasar. Pada tahun 2021, timbulan sampah rumah tangga di Kecamatan Bondowoso sebesar 0,4 kg/orang.hari, dengan densitas sampah di gerobak adalah 190,93 kg/m3 dan timbulan sampah pasar adalah sebesar 0,34 kg/m2. Optimalisasi ditentukan berdasarkan skenario yang terpilih. Skenario pengelolaan yang terpilih adalah skenario yang memfokuskan pada peningkatan pelayanan, rit pengangkutan sampah, dan memaksimalkan lahan TPS yang belum dimanfaatkan. Pada tahun 2030, jumlah penduduk terlayani sebesar 69.894 jiwa dengan timbulan SRT sebesar 25,86 ton/hari dan SSRT sebesar 25,93 ton/hari sehingga total volume sampah yang ditangani pada tahun 2030 adalah 271,26 m3/hari. Hasil analisis potensi reduksi pada TPS Tamansari dan TPS pasar hewan, kedua TPS tersebut dapat mereduksi sampah sebesar 11,05 m3 sampai 12,05 m3 per harinya. Hasil optimalisasi TPS Tamansari sebagai pilot project dengan luas lahan 150 m2 dengan kapasitas pengolahan berupa komposting dan penyimpanan sampah lapak sebesar 2,1 ton/hari. Dengan lahan sekian, TPS Tamansari membutuhkan biaya investasi untuk konstruksi dan pengadaan alat sebesar Rp 395.605.978 sedangkan untuk biaya operasional dan perawatan per tahunnya adalah Rp 199.721.640.
Uprating Instalasi Pengolahan Air Minum Konstruksi Baja Amanda Marini Hariono; Bowo Djoko Marsono
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.82579

Abstract

Seiring bertambahnya tahun, jumlah penduduk terus meningkat. Hasil proyeksi menunjukkan jumlah penduduk Indonesia akan meningkat dari 270,2 juta jiwa pada tahun 2020 menjadi 318,9 juta jiwa pada tahun 2045. Sedangkan, total kapasitas Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) di Indonesia sebesar 100.000 liter/detik atau setara melayani sekitar 100 juta penduduk. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kebutuhan air minum jauh melampaui kapasitas IPAM. Untuk itu perlu dilakukan peningkatan kapasitas produksi air minum salah satunya dengan uprating IPAM, yang dapat menambah volume atau debit produksi hingga dua kali volume atau debit awal. Mekanisme dan volume pekerjaan uprating IPAM dapat disesuaikan kembali sesuai masalah layanan air minum masing-masing. Kajian ini membahas mekanisme uprating pada unit koagulasi-flokulasi, sedimentasi, dan filtrasi pada IPAM berdasarkan kombinasi kriteria desain uprating pada SNI 6774:2008 dengan kriteria desain lain yang memenuhi ketentuan. Kajian dilanjutkan dengan simulasi perencanaan uprating unit pengolahan air minum pada instalasi pengolahan air paket 50 L/detik IPAM Siwalanpanji Sidoarjo. Didapatkan hasil bahwa dengan uprating pada tiap unit pengolahan air, debit IPAM yang semula 36 L/detik dapat ditingkatkan hingga dua kali lipat yakni menjadi 72 L/detik dengan mekanisme dan kriteria desain uprating yang memenuhi. Mekanisme uprating yang dilakukan pada simulasi ini antara lain mempersingkat waktu detensi (td) dan menambah 1 unit koagulasi-flokulasi dan sedimentasi. Sedangkan, debit pada unit filtrasi ditingkatkan dengan mengganti ukuran masing-masing media filter (antrasit dan pasir silika).
Analisis Pengaruh Interval Jarak Profil Melintang untuk Perhitungan Volume dengan Metode Penampang Rata-rata Ilham Alfin Azzumardi; Yanto Budisusanto; Yuwono Yuwono
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.81850

Abstract

Pembangunan jalan raya selalu berhubungan erat dengan kegiatan survei topografi, pengerasan jalan raya, serta perhitungan volume untuk galian, dan timbunan material. Bentuk volume tanah galian dan timbunan digambarkan dalam sebuah profil sesuai dengan rencana perkerasan jalan. Profil melintang jalan ditentukan dengan interval jarak tertentu yang diberi tanda dengan notasi STA (Station). Terdapat perbedaan interval jarak antar STA di setiap instansi pelaksana proyek dan belum ada standardisasi mengenai hal tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval jarak antar STA untuk perhitungan volume material pada jalan raya menggunakan metode penampang rata-rata. Hasil perhitungan volume pada setiap interval akan dibandingkan dengan data yang dianggap benar. Data perhitungan volume yang dianggap benar adalah hasil perhitungan manual volume data profil interval STA 25 meter menggunakan perangkat lunak pengolah angka. Analisis perhitungan volume menggunakan metode paired sample T- test untuk menguji kelayakan penggunaan perubahan interval jarak antar STA dalam perhitungan volume, serta uji toleransi ASTM untuk menguji akurasi perhitungan volume masing-masing interval STA data topografi profil dengan batas toleransi sebesar 2,78%. Berdasarkan hasil paired sample T-test dengan tingkat kepercayaan 95%, diperoleh hasil bahwa data topografi profil dengan interval STA 25 meter, 50 meter, dan 100 meter layak digunakan untuk perhitungan volume. Namun pada uji ASTM hanya terdapat tiga jenis data yang memenuhi batas toleransi 2,78% yaitu data topografi profil interval STA 25 meter, perhitungan volume interval section 25 meter memiliki selisih volume cut sebesar 0,021% dan selisih volume fill sebesar 0,051%. Data topografi profil interval STA 25 meter, perhitungan volume interval section 50 meter memiliki selisih volume cut 1,187% dan selisih volume fill sebesar 0,847%. Serta pada data topografi profil interval STA 50 meter, perhitungan volume interval section 50 meter memiliki selisih volume cut sebesar 0,850% dan selisih volume fill sebesar 1,784%.
Permodelan Stated Preference Dalam Peralihan Pemilihan Moda Motor ke Angkutan Pedesaan (Rute: Trenggalek-Pule) Novie Wahyu Dhanayani; Siti Nurlaela
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.81896

Abstract

Peningkatan kebutuhan terhadap transportasi untuk Rute Pule- Trenggalek sudah diakomodasi melalui penyediaan angkutan pedesaan, hanya saja masih kurangnya minat masyarakat dalam menggunakan angkutan pedesaan yang tersedia. Penelitian ini menggunakan pendekatan stated preference dengan pengisian kuosioner oleh responden. Hasil dari penelitian ini menggunakan analisis faktor diketahui bahwasanya yang mempengaruhi dalam pemilihan moda antara motor dan angkutan pedesaan adalah biaya (X1) dan frekwensi kedatangan kendaraan (X2). Dari hasil permodelan logit binomial menggunakan stated preference diketahui bahwasanya ketepatan model dalam memprediksi kemungkinan beralihnya pengguna motor untuk beralih ke angkutan pedesaan sebesar 60,7%. Peningkatan biaya per km sebanyak Rp.250,-, menurunkan minat pengguna moda angkutan pedesaan sebesar 0,595 kali. Meningkatnya 1 frekwensi kendaraan per jam membuat minat naik angkutan pedesaan naik sebesar 1,436 kali. Dari penelitian ini kami sangat berharap bahwasanya pemerintah dapat melakukan permodelan dengan menurunkan biaya dan meningkatkan frekwensi agkutan pedesaan agar masyarakat cenderung memilih naik angkutan pedesaan.
Perencanaan Gedung Park and Ride di Stasiun Maguwo Yogyakarta untuk Mendukung Beroperasinya KRL Solo - Yogyakarta Firda Aurellia Darmawan; Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.82290

Abstract

KRL Commuter Line Solo – Yogyakarta adalah jaringan kereta komuter di Indonesia yang menghubungkan dua wilayah penting yakni Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kota Surakarta. Namun dalam pemilihan sistem transportasi, masyarakat di DI Yogyakarta lebih memilih kendaraan pribadi atau single occupancy vehicle (SOV) dibandingkan fasilitas transportasi umum yang sudah tersedia. Hal tersebut menjadi penyebab kemacetan yang terjadi di pusat kota Yogyakarta. Untuk memaksimalkan tingkat pelayanan KRL, gedung Park and Ride sebagai fasilitas pendukung di Stasiun Maguwo Yogyakarta dapat menarik pengguna SOV untuk menggunakan KRL yang merupakan high occupancy vehicle (HOV). Dalam perencanaan gedung Park and Ride ini diperlukan beberapa data pendukung. Data didapatkan dengan melakukan survei kuesioner penumpang di lokasi perencanaan, wawancara, instansi-instansi terkait, studi literatur, dan dari internet. Dari hasil pengolahan data tersebut didapatkan jumlah demand calon pengguna fasilitas Park and Ride untuk sepeda motor sebesar 388 kendaraan sedangkan untuk mobil pribadi sebesar 140 kendaraan dengan umur rencana hingga tahun 2031 (10 tahun). Dari jumlah demand tersebut direncanakan gedung Park and Ride yang dapat menampung 396 sepeda motor dan 160 mobil dengan jumlah lantai parkir total 6 lantai.