cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Kecelakaan Lalu Lintas di Ruas Jalan Raya Sumenep-Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur Lusiana Widari; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.82302

Abstract

Berdasarkan hasil anev Satlantas Polres Sumenep, Jalan Raya Sumenep-Pamekasan ditetapkan sebagai salah satu jalur tengkorak yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Seringnya terjadi kecelakaan di Jalan Raya Sumenep-Pamekasan membuat perlunya dilakukan audit terhadap jalan tersebut. Karena kecelakaan terjadi akibat banyak faktor, diantaranya kelalaian pengguna jalan, kondisi infrastruktur jalan yang kurang baik ataupun kondisi lingkungan yang kurang mendukung, dan ketidakpatuhan pengguna jalan. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis mengenai kecelakaan lalu lintas. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kecelakaan dari tiap tingkat keparahan korban menggunakan metode Accident Rate, ruas-ruas jalan yang rawan terjadi kecelakaan dengan menggunakan metode Z-score, mengetahui besaran kerugian yang diakibatkan oleh kecelakaan menggunakan metode The Gross Output (Human Capital), dan dapat menemukan alternatif yang bisa digunakan untuk mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas pada ruas Jalan Raya Sumenep-Pamekasan di masa mendatang.mDari hasil analisis memperlihatkan bahwa angka kecelakaan tertinggi pada tahun 2016 sampai 2020 untuk kelas meninggal dunia, luka berat, dan luka ringan adalah Jalan Raya Saronggi dengan angka kecelakaan sebesar 111,42 kecelakaan /100JPKP untuk kelas meninggal dunia, Jalan Raya Pragaan dengan angka kecelakaan sebesar 77,22 kecelakaan/100JPKP untuk kelas luka berat, dan Jalan Raya Saronggi dengan angka kecelakaan sebesar 270,58 kecelakaan/100JPKP untuk kelas luka ringan. Daerah rawan kecelakaan (black site) yang berada di kuadran 1 yaitu kuadran dengan angka kecelakaan tinggi dan pertumbuhan di atas nilai rata–rata angka kecelakaan di seluruh ruas jalan yang ditinjau adalah Jalan Raya Bluto dengan angka kecelakaan sebesar 1,33 dan pertumbuhan kecelakaan sebesar 0,58. Total biaya korban kecelakaan berdasarkan metode gross output human capital pada ruas Jalan Raya Sumenep-Pamekasan adalah pada tahun 2016 sebesar Rp 9.525.282.378,00- , tahun 2017 sebesar Rp 9.869.560.677,00- , tahun 2018 sebesar Rp 13.783.177.461,00- , tahun 2019 sebesar Rp 16.424.599.273,00- , dan tahun 2020 sebesar Rp 16.431.044.096,00-.
Perencanaan Gedung Park And Ride di Stasiun Jurang Mangu, Kecamatan Ciputat, Kota Tanggerang Selatan, Banten Muhammad Nadim Cundoko; Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.82578

Abstract

Kota Tanggerang Selatan adalah kota yang merupakan bagian dari megapolitan Jabodetabek dan memiliki jumlah penduduk mencapai 1,75 juta dan mengalami peningkatan jumlah menjai 1,8 juta penduduk di tahun 2020. Seiring dengan berkembangnya perekonomian warga setempat, jumlah pemilik dan pengguna kendaraan pribadi di Kota Tanggerang Selatan pun meningkat pesat, yang menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas. Kemacetan juga bertambah karena banyaknya jumlah kendaraan yang masuk ke Tangerang Selatan. Masyarakat Kota Tangerang Selatan lebih memilih kendaraan pribadi daripada kendaraan angkutan umum yang disediakan oleh pemerintah. Hal ini terjadi karena sarana dan prasana angkutan umum yang kurang memadai. Untuk itu dibutuhkan sebuah solusi untuk mengurangi kemacetan dengan cara memaksimalkan manfaat dari transportasi umum seperti kereta Commuter Line. Salah satu solusi yang dapat ditawarkan adalah pembangunan gedung Park and Ride sebagai fasilitas penunjang transportasi pada Stasiun Jurang Mangu, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Dalam perencanaan gedung park and ride diperlukan data pendukung untuk mempermudah pengerjaan Studi ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer berupa data volume penumpang dan survei kuisioner penumpang. Data ini diperoleh dengan cara melakukan survei langsung di lokasi perencanaan yang dimulai pada pukul 06.00 WIB dimana merupakan waktu tersibuk para pengguna commuter line untuk bekerja menuju Jakarta. Adapun data sekunder yang digunakan berupa data yang didapat dari instansi-instansi terkait serta berdasarkan studi literatur. Data-data tersebut kemudian diolah untuk merencanakan layout gedung Park and Ride. Dari hasil pengolahan data tersebut menggunakan bantuan program aplikasi Microsoft Excel didapatkan jumlah demand calon pengguna fasilitas park and ride untuk sepeda motor sebesar 646 kendaraan, sedangkan untuk mobil pribadi sebesar 236 kendaraan dengan umur rencana hingga tahun 2026 (5 tahun rencana). Dari jumlah demand tersebut direncanakan gedung park and ride yang dapat menampung 756 sepeda motor dan 276 mobil dengan jumlah lantai parkir 12 lantai.
Studi Kelayakan Jalan Lingkar Selatan Sampang dari Segi Lalu Lintas dan Ekonomi Nur Zaida Sukmadina; Anak Agung Gde Kartika
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.83064

Abstract

Pergerakan lalu lintas di Kabupaten Sampang masih tertumpu pada jalan nasional yang melewati pusat kota. Dengan kondisi tersebut, pergerakan dalam kabupaten dan antar kabupaten tercampur. Untuk mengurai permasalahan lalu lintas yang ada, Pemerintah Kabupaten Sampang berencana membangun jalan lingkar selatan (JLS) sebagai alternatif rute pergerakan. Sebelum JLS dibangun, perlu dilakukan studi kelayakan pembangunan JLS dari segi lalu lintas dan ekonomi. Studi kelayakan dari segi lalu lintas dilakukan dengan mengukur derajat jenuh jalan sebelum dan setelah adanya JLS. Sedangkan studi kelayakan dari segi ekonomi dilakukan dengan menghitung BCR, NPV, EIRR, dan FYRR. Berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan, pembangunan JLS Sampang dikatakan layak secara lalu lintas dikarenakan terjadi perbaikan kinerja jalan eksisting setelah adanya JLS. Pembangunan JLS dikatakan layak secara ekonomi dengan nilai BCR sebesar 1,39 > 1, NPV sebesar Rp 189.806.798.826,123 > 0, nilai EIRR sebesar 11,85%>4,63%. Berdasarkan nilai FYRR sebesar 14,25%>4,63%, pada tahun 2023 pengoperasian JLS dapat dimulai dan layak.
Identifikasi Rute Shuttle Lyn dengan Suroboyo Bus di Wilayah Surabaya Timur Ikhsan Tjandra; Siti Nurlaela
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.83790

Abstract

Tingginya pertumbuhan dan perkembangan Kota Surabaya berdampak pada penyelenggaraan dan pelayanan transportasi kota. Hambatan atau permasalahan transportasi yang terjadi saat ini di Kota Surabaya adalah tingginya angka kemacetan. Selain itu dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, pelayanan operasional angkutan kota (lyn) mengalami penurunan. Beberapa trayek sudah tidak sesuai dengan rute dan jadwal yang telah ditetapkan. Pada tahun 2018 Pemerintah Kota Surabaya menyediakan sarana transportasi baru yaitu Suroboyo Bus. Adanya Suroboyo Bus semakin memperburuk kondisi angkutan kota (lyn), dikarenakan masyarakat lebih memilih menggunakan Suroboyo Bus daripada angkutan kota (lyn). Seharusnya, dengan adanya Suroboyo Bus kedudukan angkutan kota (lyn) dapat dijadikan sebagai jaringan feeder (pengumpan). Namun dengan adanya Suroboyo Bus pelayanan transportasi di Wilayah Surabaya Timur juga belum efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rute shuttle lyn yang terintegrasi dengan jaringan BRT (Suroboyo Bus) di Wilayah Surabaya Timur. Dalam melakukan penelitian terdapat tiga sasaran untuk mencapai tujuan. sasaran pertama mengidentifikasi karakteristik pergerakan masyarakat di wilayah Surabaya Timur dengan menggunakan metode analisis statistic deskriptif dan matriks asal-tujuan. Selanjutnya sasaran kedua mengidentifikasi kondisi jaringan jalan eksisting di wilayah Surabaya Ttimur dengan menggunakan analisis statistic deskriptif dan spasial deskriptif. Dan yang terakhir sasaran ketoga yaitu merumuskan rute shuttle lyn di wilayah Surabaya Timur yang dianalisis dengan menggunakan spasial deskriptif. Dalam penelitian ini wilayah penelitian dibagi menjadi tujuh zona berdasarkan batas administrasi kecamatan. Hasil analisis matriks asal-tujuan menunjukkan terdapat empat zona yang memiliki potensi sebagai zona tujuan (bangkitan) yaitu zona 1, 2, 4, dan 7. Untuk zona asal, seluruh zona dalam penelitian merupakan zona asal. Sedangkan, berdasarkan hasil analisis jaringan jalan di Wilayah Surabaya Timur, terdapat 115 ruas jalan yang berpotensi sebagai jaringan jalan angkutan kota (lyn). Sehingga, dalam hasil perumusan rute angkutan kota (lyn) dihasilkan 19 rute yang dapat terintegrasi dengan Suroboyo Bus yang melayani Wilayah Surabaya Timur.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode FMEA pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Ruas Sigli - Banda Aceh Struktur Elevated Afra Faradilla Ihsan; Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.85958

Abstract

Sektor konstruksi memiliki peranan penting dalam pembangunan, namun turut mencatatkan tingkat kecelakaan kerja yang tinggi. Kecelakaan kerja pada proyek konstruksi dapat terjadi kapanpun, cukup sulit untuk dihilangkan sepenuhnya, serta memberikan dampak dari yang cukup ringan hingga serius. Kecelakaan kerja dapat terjadi akibat kelalaian individu maupun penerapan peraturan keselamatan kerja yang kurang maksimal. Kecelakaan kerja pada proyek konstruksi dapat diminimalisir dan dikurangi dampaknya dengan penerapan manajemen risiko. Analisis risiko merupakan salah satu bagian dari manajemen risiko yang berfungsi untuk mengetahui tingkat risiko kecelakaan kerja. Analisis risiko dalam penelitian ini dilakukan pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Ruas Sigli - Banda Aceh Struktur Elevated. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Identifikasi risiko pada proyek konstruksi dilakukan berdasarkan penelitian terdahulu dan tinjauan lapangan, untuk selanjutnya divalidasi melalui kuesioner pendahuluan kepada responden. Selanjutnya dilakukan penilaian tingkat keparahan (severity), tingkat kejadian (occurrence), dan tingkat deteksi (detection) oleh responden melalui pengisian kuesioner utama, dengan menggunakan skala penilaian yang telah ditentukan sebelumnya. Kemudian hasil penilaian diurutkan untuk mendapatkan variabel nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi. Risiko kecelakaan kerja dengan nilai RPN tertinggi yaitu pekerja terjatuh dari ketinggian pada pekerjaan erection girder dengan nilai RPN 158.667. Pengendalian risiko yang dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan kerja yaitu dengan cara mengubah desain (ukuran, material, dan spesifikasi teknis) dan mengembangkan peralatan deteksi.
Rancang Bangun Sistem Pengukuran Luas Permukaan Kulit Menggunakan Konveyor dan Sensor Optik Berbasis Arduino Gayuh Wahyu Nugroho; Rusdhianto Effendi
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.82219

Abstract

Kulit merupakan salah satu bagian dari hewan yang dimanfaatkan menjadi berbagai produk olahan kerajinan. Harga dari satu lembar kulit ditentukan oleh kualitas, motif, serta ukuran luas permukaan. Satuan luas yang digunakan adalah satuan feet persegi. Dengan bahan dasar yang diperoleh dari alam maka bentuk yang diperoleh dari masing-masing lembar kulit berbeda dan tidak beraturan (irregular). Oleh karena itu UKM penyamakan kulit mengalami kesulitan dalam menentukan luas dari satu lembar kulit. Perancangan sistem ini diperlukan agar mempermudah para pelaku UKM penyamakan kulit untuk mendapatkan hasil pengukuran dari satu lembar kulit. Selain itu sistem yang direncanakan bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi waktu kerja. Komponen yang diukur adalah luas bidang dua dimensi dan waktu ukur. Pengolahan komponen pengukuran dilakukan menggunakan papan kendali terpadu Arduino Uno. Untuk mencapai tujuan sistem diperlukan kelengkapan mekanik berupa konveyor dan sensor optik untuk mendeteksi keberadaan lembar kulit. Selain itu untuk menampilkan hasil pengukuran digunakan LCD Oled 0,96 inc. Dari hasil pengujian diperoleh hasil kesalahan dalam pengukuran luas sebesar 2.47 %. Sedangkan untuk nilai efisiensi waktu kerja yang dapat ditingkatkan adalah sebesar 56.23%. Dan dari responden dari pelaku UMKM menyatakan sebesar 95% alat dapat digunakan sedangkan 5% sisanya dikarenakan ketidak biasaan operator menggunakan alat.
Kajian Fitoremediasi untuk Rehabilitasi Lahan Pertanian Akibat Tercemar Limbah Industri Pertambangan Emas Koesma Nurina Ghassani; Harmin Sulistiyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.82682

Abstract

Banyaknya pengalihan fungsi lahan menjadi kawasan industri pertambangan, dimana pembangunan industri tersebut berdampak positif dan juga berdampak negatif bagi pembangunan pertanian, antara lain yaitu jika pembuangan limbah industri tidak melalui pengolahan terlebih dahulu (IPAL), hasil pembuangan limbahnya berpotensi untuk mencemari lingkungan, khususnya terhadap tanah-tanah pertanian, diantaranya adalah logam berat, yang berpotensi terhadap percemaran lingkungan pertanian, yaitu Merkuri (Hg), Timbal (Pb), Kadmium (Cd), Krom (Cr), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Kobalt (Co), dan Nikel (Ni). Oleh karena itu, perlu dicari alternatif penanggulangannya melalui penelitian rehabilitasi lahan. Penyingkiran polutan logam berat menggunakan metode fitoremediasi dengan mekanisme fitoekstraksi menggunakan tumbuhan hiperakumulator yang mampu mengikat Merkuri (Hg) secara cepat dan tepat. Jenis tumbuhan yang digunakan adalah Kacang Kalopo (Calopogonium mucunoides) pada fitoremediasi in-situ dan ex-situ secara single plant species. Sedangkan tumbuhan yang digunakan untuk fitoremediasi ex-situ secara mixed plants species adalah Kacang Kalopo (Calopogonium mucunoides) dan Rumput Gajah Kate (Pennisetum purpureum CV. Mott). Presentase keberhasilannya berada diantara 90-100%.
Kajian Bioaugmentasi untuk Menurunkan Konsentrasi Logam Berat di Wilayah Perairan Menggunakan Bakteri (Studi Kasus: Pencemaran Merkuri di Sungai Krueng Sabee, Aceh Jaya) Dwi Retno Rahayu; Sarwoko Mangkoedihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i1.82791

Abstract

Pencemaran lingkungan terjadi hampir di semua negara di dunia. Kegiatan industri menyebabkan pencemaran lingkungan dalam bentuk pencemaran air, tanah dan udara. Salah satu pencemar di perairan adalah logam berat yang berasal dari pertambangan, peleburan logam, dan industri lainnya. Pencemar logam berat telah menyebabkan terjadinya penurunan kualitas air dan sedimen di badan air seperti sungai, danau dan waduk. Logam berat dapat terakumulasi pada tubuh biota di perairan, yang mana dapat masuk kedalam tubuh manusia jika dikonsumsi dan akan menyebabkan gangguan kesehatan. Diperlukan adanya metode dalam meremediasi polutan logam berat di perairan. Dipilihlah metode bioaugmentasi sebagai cara untuk menurunkan konsentrasi logam berat di perairan. Metode ini dipilih karena operasionalnya yang mudah, ramah lingkungan, dan dapat meremediasi dalam jangka waktu yang lama. Mikroorganisme yang digunakan dalam metode bioaugmentasi ini adalah bakteri. Bakteri merupakan mikroorganisme yang dapat menguraikan pencemar dari senyawa toksik menjadi tidak toksik. Bakteri dapat bertahan hidup di kondisi lingkungan yang ekstrem salah satunya adalah suhu yang tinggi. Studi kasus di wilayah Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya menunjukkan bahwa logam berat merkuri (Hg) telah mencemari sungai Krueng Sabee dimana logam berat merkuri (Hg) sudah terakumulasi pada biota air yang terdapat di sungai tersebut. Metode dalam mengurangi konsentrasi logam berat merkuri (Hg) adalah bioaugmentasi dengan pemanfaatan konsorsium atau kultur campuran dari tiga jenis bakteri yaitu Pseudomonas putida, Pseudomonas aeruginosa, dan Citrobacter freundii. Jenis bakteri penyusun dan waktu degradasi berpengaruh terhadap kemampuan reduksi merkuri (Hg). Gabungan dari beberapa bakteri pendegradasi yang sesuai dapat meningkatkan potensi reduksi merkuri (Hg) pada sedimen air tercemar semakin tinggi.
Optimasi dan Redesain Sistem Pengelolaan Sampah di TPST Lingkar Timur Kabupaten Sidoarjo Ayu Auliya Rahmah; Yulinah Trihadiningrum
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.82614

Abstract

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo membangun TPST Lingkar Timur yang beroperasi sejak 12 Desember 2015. TPST tersebut melayani sebagian besar sampah di Kecamatan Sidoarjo, Candi, dan Buduran dengan total 6.510 KK. Kondisi yang ada di TPST ini masih belum sesuai dengan Permen PU nomor 03/PRT/M/2013, karena belum memiliki zona penyangga, sistem pengendalian pencemaran lingkungan, dan instalasi pengolahan. Selain itu, belum ada tempat untuk menyimpan sampah terpilah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kuantitas dan komposisi sampah yang diolah di TPST, mengevaluasi kondisi eksisting pengelolaan sampah di TPST Lingkar Timur, dan merencanakan ulang desain dan optimasi pengelolaan sampah di TPST, meliputi dari aspek teknis dan finansial. Perencanaan diawali dengan kegiatan survei dan sampling untuk mendapatkan data berupa kuantitas sampah yang ditangani, data komposisi sampah, densitas sampah, potensi daur ulang sampah, juga kondisi sarana serta prasarana yang ada. Hasil penelitian menunjukkan komposisi sampah terdiri dari sisa makanan dan kebun (44,6%), plastik (30,92%), kardus/karton (9,82%), kain (1,90%), kaca (1,16%), logam (0,60%),karet/kulit 0,44%, B3 rumah tangga (0,2%) dan lain-lain (10,37%). Selain itu terdapat fasilitas lain yang tidak tercatat pada Permen PU nomor 03/PRT/M/2013 yaitu fasilitas berupa kamar tidur, dapur, dan warung. Optimasi pengelolaan sampah dilakukan dengan hanya mengolah jenis sampah kering (plastik, kaca, logam, karet/kulit). Pemilahan dilakukan dengan kecepatan 80 kg/jam/orang agar mencapai nilai reduksi hingga 35,82%, dan memenuhi target pengurangan sampah Jakstrada Kabupaten Sidoarjo tahun 2025. Luas lahan optimasi yang dibutuhkan yaitu 2.931,4 m2 dengan tenaga kerja berjumlah 50 orang. Lahan yang ada, dapat melayani sampah hingga 6.825 KK dan 36 fasilitas umum. Biaya investasi yang dibutuhkan yaitu Rp 1.157.344.970 dan biaya operasional Rp 2.287.316.928/tahun. Potensi pemasukan dari penjualan dan retribusi yaitu Rp 306.152.422/bulan. Dengan metode NPV proyek redesain ini dianggap layak secara finansial.
Kajian Remediasi Tanah Terkontaminasi Logam Berat Timbal di Desa Pesarean, Kabupaten Tegal dengan Stabilisasi/Solidifikasi Wisda Isnaini Wijayati; Ipung Purwanti
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.83122

Abstract

Perkembangan industri memberikan dampak yang tidak hanya positif pada kehidupan manusia, melainkan juga terdapat dampak negatif terhadap lingkungan melalui pencemaran yang dihasilkan dari limbah industri. Sebagian besar, industri menghasilkan logam berat. Logam berat merupakan bahan pencemar berbahaya karena sifatnya yang tidak dapat dihancurkan (non degradable) oleh organisme hidup sehingga nantinya terakumulasi di lingkungan. Zat berbahaya dan beracun yang masuk ke dalam tanah terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Pada tanah terkontaminasi logam berat di Desa Pesarean diperlukan suatu metode yang tepat untuk menurunkan konsentrasi timbal yang terkandung di dalamnya. Maka dari itu, dipilihlah metode stabilisasi/solidifikasi untuk menurunkan konsentrasi logam berat timbal (Pb) pada tanah tercemar. Metode Stabilisasi/Solidifikasi ini digunakan karena bahan pengikat yang digunakan mudah didapat, membutuhkan biaya yang rendah serta bahan hasil pencampuran mempunyai kekuatan yang tinggi sehingga bisa digunakan kembali. Bahan pengikat yang digunakan dalam metode stabilisasi/solidifikasi yaitu Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe 1. Semen Portland Tipe I ini dapat menurunkan konsentrasi logam berat khususnya timbal secara efektif dan efisien serta membuat kontaminan yang terkandung dalam tanah menjadi terstabilkan. Kajian kasus pencemaran tanah oleh logam berat timbal di Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Indonesia dengan stabilisasi/solidifikasi secara ex-situ. Hasil perhitungan dibutuhkannya 1290 semen untuk meremediasi 1/4 lahan tercemar pada Area Selatan 1, serta menghasilkan 123 cetakan batako yang nantinya akan dimanfaatkan kembali. Penambahan 1,9 x 10-3 mg Fe(III) juga diperlukan untuk menurunkan galena (PbS) dan menjadi anglesite (PbSO4), sehingga menghasilkan konsentrasi timbal yang memenuhi baku mutu saat setelah perlakuan S/S sebesar 6x10-4 mg/L.