Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
3,978 Documents
Study Analysis of Flue Gas Utilization as Alternative Power Generation in Cement Plant Using Organic Rankine Cycle System
Rahmat Ranggonang Anwar
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (252.123 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19323
Abstract—Cement plant produce large amount of heat source in cement making process, due to inefficiency of system there still waste heat available in form of flue gas that can be utilize. Flue gas in cement plant can be utilized as alternative power generation. With the 200-300oC temperature output range of flue gas from suspension preheater and air quenching cooler (AQC) in cement plant, organic rankine cycle (ORC) can be suitable option for alternative power generation. ORC is development of rankine cycle, the different is the working fluid in ORC using refrigerant. In cement plant that produce 8466 TPD kiln production, used flue gas from suspension preheater to dry raw material and produce 163888 m3/h flue gas from AQC that still not utilized. Flue gas with 235oC temperature from AQC can utilized for power generation purpose using ORC system. Waste heat recovery calculation carried out to know the potential recovery. Operating condition of the ORC system will determine power produced that can be generated and ORC components calculated and selected according to the operating condition of the system. Using R141b as working fluid with 8 bar pressure and 110oC temperature inlet to turbine, power produced by turbine is 666 kW. For the components, evaporator and condenser use shell and tube heat exchanger, with evaporator heat transfer area is 676.49 m2 while condenser has 510 m2 of heat transfer area. And for working fluid pump it needs 16.235 Kw power to pump R141b back to evaporator.
PERENCANAAN ENERGI LISTRIK ALTERNATIF TENAGA AIR LAUT DENGAN MENGGUNAKAN MAGNESIUM SEBAGAI ANODA UNTUK PENERANGAN ALTERNATIF PADA KAPAL NELAYAN
Dwiki Novditya Bagaskara Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (451.276 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19367
Nelayan sangat membutuhkan penerangan saat berlayar untuk mencari ikan pada malam hari. Energi listrik alternatif diperlukan untuk mengurangi kerja dari generator pada kapal nelayan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan air laut dengan bantuan menggunkan magnesium sebagai anoda sehingga bisa menciptakan suatu sumber listrik yang disebut elektrokimia. Sumber daya kimia biasanya mengadopsi logam aktif sebagai anoda untuk memberikan elektron. Metode pengujian yang igunakan adalah dengan memvariasikan katoda-katoda serta dengan memvariasikan volume air laut. Selain itu digunakan pula rangkaian listrik tunggal,seri dan pada penelitian. Untuk penggunaan katoda lebih efisien dengan menggunakan katoda carbon dimana memiliki nilai tegangan 1,92 V dan efisiensi sebesar 83,84 %. Sedangkan Untuk mengcover lighting di navigation deck selama 11 jam memerlukan sebanyak 69 blok cell yang dipararelkan, dimana setiap blok cell terdiri dari 13 cell yang diserikan serta mengkonsumsi daya sebesar 3408,6 Wh. Dimensi prototype untuk yang direncanakan adalah sebesar 130 cm x 175 cm x 20 cm dan berat prototype ditambah air laut adalah 690,69 Kg.
Perencanaan Sistem Propulsi Hybrid Untuk Kapal Fast Patrol Boat 60 M
Hangga Krisna Prasetya;
Eddy Setyo Koenhardono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.401 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19398
Kapal fast patrol boat 60 m beroperasi pada kecepatan bervariasi untuk menjalankan misi melindungi perairan Indonesia. Untuk mencapai operasional yang optimal pada setiap kecepatan operasional kapal perencanaan sistem propulsi kapal fast patrol boat 60 m menggunakan sistem propulsi hybrid. Pada perencanaan sistem propulsi hybrid untuk kapal fast patrol boat 60 m menggabungkan sistem propulsi mekanik dan sistem propulsi elektris. Dengan sistem propulsi hybrid kapal dapat beroperasi dengan menggunakan tiga mode. Untuk memperoleh opersional yang optimal pada masing-masing kecepatan operasional kapal perencanaan mode operasi setiap kecepatan operasional kapal haruslah tepat. Pada tugas akhir ini dilakukan perhitungan dan analisa mengenai tahanan kapal, daya engine yang dibutuhkan untuk sistem propulsi dan sistem kelistrikan, kebutuhan daya motor listrik, kebutuhan generator dan analisa ekonomi pada sistem propulsi hybrid kapal fast patrol boat 60 m. Hasil dari analisa ini menunjukkan bahwa penggunaan sistem propulsi hybrid memberikan efisiensi lebih tinggi 6 % di bandingkan penggunaan sistem propulsi mekanis dan 2%lebih tinggi dibandingkan penggunaan sistem propulsi elektrisKapal fast patrol boat 60 m beroperasi pada kecepatan bervariasi untuk menjalankan misi melindungi perairan Indonesia. Untuk mencapai operasional yang optimal pada setiap kecepatan operasional kapal perencanaan sistem propulsi kapal fast patrol boat 60 m menggunakan sistem propulsi hybrid. Pada perencanaan sistem propulsi hybrid untuk kapal fast patrol boat 60 m menggabungkan sistem propulsi mekanik dan sistem propulsi elektris. Dengan sistem propulsi hybrid kapal dapat beroperasi dengan menggunakan tiga mode. Untuk memperoleh opersional yang optimal pada masing-masing kecepatan operasional kapal perencanaan mode operasi setiap kecepatan operasional kapal haruslah tepat. Pada tugas akhir ini dilakukan perhitungan dan analisa mengenai tahanan kapal, daya engine yang dibutuhkan untuk sistem propulsi dan sistem kelistrikan, kebutuhan daya motor listrik, kebutuhan generator dan analisa ekonomi pada sistem propulsi hybrid kapal fast patrol boat 60 m. Hasil dari analisa ini menunjukkan bahwa penggunaan sistem propulsi hybrid memberikan efisiensi lebih tinggi 6 % di bandingkan penggunaan sistem propulsi mekanis dan 2%lebih tinggi dibandingkan penggunaan sistem propulsi elektris.
DESAIN BLADE TURBIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ARUS LAUT DI BANYUWANGI BERBASIS CFD
Ricardo Martin Lopulalan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (442.178 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19413
Perancangan pembangkit listrik tenaga arus laut telah dilakukan di Negara-negara maju sebagai energy alternative yang dimanfaatkan sebagai sumber energy listrik. Indonesia mempunyai potensi sumber terbarukan berlimpah namun masih belum termanfaatkan secara maksimal. Potensi sumber energi terbarukan Indonesia salah satunya adalah pemanfaatan aliran pasang surut air laut (ocean current) sebagai sumber energi penghasil listrik. Pada penulisan tugas akhir akan dikaji secara teknis mengenai perancangan pembangkit listrik tenaga arus laut untuk diaplikasikan di Banyuwangi. Kajian meliputi tipe turbin gorlov, Coefisien Lift, Gaya Hidrodinamik, besarnya torsi dan besarnya daya yang dihasilkan dengan memvariasikan ketinggian dari turbin 1,5 m, 2 m, dan 3 m. Hasil yang diperoleh nantinya desain turbin yang menghasilkan daya terbesar yang diaplikasikan di Banyuwangi. Gaya hidrodinamik yang dihasilkan oleh turbin arus laut sebesar 125,96 N dan daya listrik terbesar dihasilkan oleh tipe blade dengan jumlah daun 4 dan ketinggian 3m sebesar 349 Watt.
Analisa Perbandingan Torsi dan RPM Turbin Tipe Darrieus Terhadap Efisiensi Turbin
Aris Febrianto;
Agoes Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (553.776 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19414
Telah dilakukan studi eksperimental untuk mengetahui pengaruh Mekanisme Active Pitch pada Turbin Hidrokinetik Tipe Darrieus terhadap efisiensi turbin. Eksperimen dilakukan di Umbulan, Pasuruan. Variasi kecepatan yang digunakan untuk eksperimen adalah 0.674 m/s, 0.806 m/s, 0.944 m/s dengan menggunakan 3 variasi jumlah foil, 3,6 dan 9 foil . Hasil yang diperoleh adalah pengukuran nilai rerata Torsi maksimum mekanisme 3 foil pada kecepatan 0.944 m/s sudut azimuth 30˚ sebesar 5.36 Nm, sedangkan rerata RPM maksimum pada kecepatan 0.944 m/s sebesar 21.1 Rpm.sedangkan 6 foil hasil pengukuran nilai rerata Torsi maksimum pada kecepatan 0.944 m/s sudut azimuth 30˚ sebesar 5.4 Nm, sedangkan rerata RPM maksimum pada kecepatan 0.944 m/s sebesar 12.5 Rpm. Dan 9 foil menghasilkan pengukuran nilai rerata Torsi maksimum pada kecepatan 0.944 m/s sudut azimuth 30˚ sebesar 5.45 Nm, sedangkan rerata RPM maksimum pada kecepatan 0.944 m/s sebesar 10.9 Rpm. Data hasil pengukuran tersebut dapat disimpulkan bahwa variasi 3 foil memiliki efisiensi turbin terbaik dengan nilai 91.6 % pada kecepatan arus 0.994 m/s.
Pemanfaatan Perbedaan Temperatur pada Main Engine Cooling System sebagai Energi Alternatif untuk Pembangkit Listrik di Kapal
Teguh Julianto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (714.184 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19434
Dari 100 persen bahan bakar yang masuk ke dalam mesin kapal, hanya sekitar 40 persem yang dikonversi menjadi daya. Sedangkan 30 persen panas dilepas menuju sistem pendingin (cooling system) dan sisanya menjadi gas buang (exhaust). Energi panas yang terbuang tersebut bisa dimanfaatkan menjadi energi listrik. Perbedaan temperatur antara air panas yang keluar dari mesin kapal dan air laut yang digunakan sebagai pendingin dapat dikonversi menjadi energi listrik dengan menggunakan thermoelectric. Besarnya daya listrik yang dihasilkan tergantung pada besarnya perbedaan temperatur dan jumlah thermoelectric yang dipasang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan metode yang tepat guna memanfaatkan energi panas yang terbuang pada sistem pendingin mesin. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan kajian pustaka serta analisa ekperimen menggunakan prototype. Hasil penelitian berdasarkan keluaran jacket water mesin Wartsila 6L20 sebesar 91 oC yang harus didinginkan dengan air laut bertemperatur 30oC didapatkan daya sebesar 32,4 Watt dari 12 thermoelectric yang dipasang. Dengan penyerapan energi sebesar 0,4 persen. Dengan begitu, masih banyak potensi energi yang masih bisa diserap untuk diubah menjadi energi listrik. Sehingga, dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa panas yang terbuang dari mesin yang dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi energi listrik yang ramah lingkungan.
Kajian Teknis dan Ekonomis Distribusi Gas Alam dari FSRU Menuju Superblok
Adhi Muhammad Faris Katili;
Ketut Buda Artana;
A.A.B. Dinariyana D.P
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (992.591 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19519
Penggunaan gas alam di Indonesia saat ini didominasi oleh sektor industri dan pembangkit. Badan pengkaji dan penerapan teknologi (BPPT) memproyeksikan dalam rentang 2012-2035 total konsumsi gas bumi di perkirakan akan tumbuh sebanyak 2,2% per tahun menjadi 2.367 BCF pada tahun 2035. Yang menariknya adalah pertumbuhan penggunaan gas bumi terbesar ada di sektor retail yang pertama adalah rumah tangga (17,6%), transportasi (13,4%) dan komersial (3,9%). Disisi lain pengembangan kawasan yang terintegrasi atau superblok di Indonesia atau Jabodetabek khususnya semakin banyak berkembang namun kawasan superblok saat ini tidak memiliki jaringan gas terpadu. Studi ini membahas tentang menjangkau pasar retail pada LNG, untuk menjawab pertanyaan apakah investasi ini layak untuk direalisasikan? Bagaimana alur distribusi gasnya? Seperti apa desain terminal penerimanya? Secara garis besar penelitian ini terbagi menjadi 2 yaitu kajian keekonomian dan teknis, pada keekonomian menggunakan metode optimasi untuk memilih ukuran kapal yang digunakan dan NPV,PBP,ROI sebagai indikator layak atau tidaknya sedangkan kajian teknis difokuskan pada desain terminal yang ada di Superblok dengan standar yang digunakan adalah NFPA 59A. Hasil dari studi menunjukkan NPV baru bernilai positif jika margin dari penjualan gas yang diambil 6 dollar per mmbtu. Dengan nilai investasi awal sebesar 19,070,000 US$ dan biaya operasional pertahunya sebesar 1,666,436 US$ maka investasi ini akan kembali pada tahun ke 8 dengan return of Investment 12%. Kemudian hasil dari mendesain terminal penerima pada salah satu superblok didapatkan luas lahan yang dibutuhkan yang sesuai dengan NFPA 59A adalah 50x50 meter.
Analisis dan Evaluasi Kestabilan Tegangan dengan Metode Continuation Power Flow (CPF) pada Sistem Microgrid
Radhilia Sofianna Ruzi;
Ontoseno Penangsang;
Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1087.487 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19535
Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan tegangan pada sistem microgrid akibat adanya penambahan beban secara kontinyu sehingga terjadi ketidak mampuan sistem dalam mengendalikan atau mempertahankan tegangan pada masing-masing bus. Penyelesaian tugas akhir diawali dengan mengetahui aliran daya pada sistem dengan menggunakan metode “Backward-Forward Sweep” kemudian dilanjutkan dengan mengunakan Continuation Power Flow (CPF) sebagai metode untuk mengidentifikasi bus sistem yang paling sensitif mengalami jatuh tegangan serta mendapatkan nilai pembebanan maksimum pada masing-masing bus. Analisis dan simulasi kedua metode ini dilakukan pada jaring distribusi radial IEEE 33 bus dan IEEE 69 bus[1]. Efek daripada penempatan DG yang tepat dengan metode Continuation Power Flow (CPF) adalah dapat meningkatkan profil tegangan dan dapat mengatasi ketidak-stabilan tegangan, sehingga analisis dan evaluasi kestabilan tegangan dapat terlihat saat kondisi sebelum dan sesudah penambahan DG.
Analisa Pengaruh Posisi Sinyal Terhadap Sudut Datang Arah Angin pada Generator Windbelt Terhadap Performa Daya Output
Zaenal Abidin;
Sardono Sarwito;
Eddy Setyo K
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (595.471 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19702
Windbelt merupakan alat konversi energi angin menjadi listrik selain turbin dan kincir angin. Dibandingkan dengan turbin dan kincir angin windbelt sangat murah dan tidak memerlukan area yang luas dalam instalasinya. serta tidak menimbulkan kebisingan seperti turbin dan kincir angin. Terobosan desain alat konversi energi angin ini masih terbilang baru, sehingga perlu untuk dikembangkan dan diadakan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan efisiensi yang tinggi. Karena dibandingkan dengan turbin dan kincir angin, windbelt memiliki efisiensi yang sangat kecil sehingga hanya digunakan untuk pembangkit skala kecil. Maka dalam penulisan tugas akhir ini akan dibahas mengenai kajian yang fokus pada analisa pengaruh posisi windbelt terhadap sudut datang arah angin dengan melakukan percobaan variasi sudut datang arah angin dari posisi 0o sampai 90o dengan beda 5o. Dalam percobaannya digunakan sebuah blower yang berkecepatan angin rata-rata 10,3 m/s. Dari percobaan ini didapatkan sudut terbaik pada 75o dengan hasil tegangan dan arus rata-rata sebesar 2,9 volt dan 0,05 A.
Experiment and Simulation Study of Single Cylinder Diesel Engine Performance, Using Soybean Oil Biodiesel
Muhammad Rizqi Ariefianto;
Aguk Zuhdi Muhammad Fathallah;
Wolfgang Busse
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (629.762 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19825
Abstract— The most common fuel uses in the world is made from fossil. Fossil fuel is categorized as a non-renewable energy source. For that reason, there should be an alternative fuel to replace fossil fuel by using biodiesel and one of the stock comes from soybean bean. Before using the biodiesel made from soybean bean oil, there should be a research to find out the properties and the effect of biodiesel from soybean bean oil regarding the performance of the engine. The research can be conducted in experiment and simulation. The properties result of soybean oil biodiesel should be tested to confirm whether this biodiesel have meet the standard requirement of biodieselor not. This biodiesel sproperties are Flash Point value is 182 o C , Pour Point value is -7 o C, Density at 15 o C is 890 Kg/m3, Kinematic Viscosity at 40 o C is 5.58 (cSt), and Lower Heating Value is 42.27686 MJ/kg. The result from this research is the highest power from simulation is 9% higher than the experiment. The highest torque from the experiment is 37% lower than the simulation’s torque. Lowest SFOC from experiment is 28% lower than the simulation’s SFOC. Highest BMEP from simulation is 20% higher than the highest BMEP from experiment. The highest thermal efficiency from experiment is 6% higher than the highest thermal efficiency from simulation. The engine performance result using soybean oil biodiesel is not better than the Pertamina Dex. For that reason, the use of this biodiesel is not suggested to substitute Pertamina Dex.