cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Vp/Vs Hasil Independent Inversion Gelombang PP dan PS Untuk Menentukan Litologi Reservoir Gigih Prakoso Wigantiyoko; Widya Utama; Firman Syaifuddin
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.625 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18441

Abstract

Abstrak—Gelombang seismik terkonversi (converted wave) digunakan untuk menunjang gelombang seismik konvensional (gelombang PP) dalam hal interpretasi jika kondisi bawah permukaan memliki kondisi yang kompleks (gas chimney). Gelombang PP, kurang mampu untuk mendeskripsikan kondisi bawah permukan yang tersaturasi fluida karena sifat dari gelombang P yang dapat merambat disegala medium. Oleh karena itu, diperlukan gelombang S, dikarenakan sifat dari gelombang S yang tidak dapat merambat pada medium fluida, sehingga kontras bawah permukan yang tersaturasi fluida dapat secara jelas terpetakan. Dalam penenlitian ini, converted wave yang dimaksud adalah gelombang seismik PS. Gelombang PS (converted wave) didapatkan dari konversi pantulan gelombang P. Dengan menggabungkan kedua gelombang antara gelombang PP dan gelombang PS, maka akan didapatkan interpretasi bawah permukaan yang baik. Hasil dari penggabungan antara gelombang PP dan PS dalam penelitian ini adalah berupa perbandingan Vp/Vs. Perbandingan Vp/Vs didapatkan dari trace math antara impedansi akustik (Zp) dengan impedansi shear (Zs) hasil inversi secara terpisah (independent inversion) gelombang PP dan PS. Dengan melakukan analisis Vp/Vs hasil independent inversion, maka litologi reservoir dapat teridentifikasi dengan baik sehingga dapat diketahui jenis litologi reservoir pada daerah penelitian.
Pengaruh Penambahan SiO2 (x=2 dan 2,5) pada Pembentukan Natrium Superionik Konduktor (Na1+XZr2SixP3-XO12) Dan Sifat Konduktifitas Ionik Baterai Elektrolit Padat Syifa' Errahmah; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.074 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18546

Abstract

Energi merupakan isu hangat yang selalu diperlukan inovasi dari tahun ke tahun. Salah satu inovasi di dalamnya adalah bidang material penyimpan, contohnya baterai. Selama 30 tahun, aplikasi dari  NASICON (Na1+xZr2SixP3-xO12) lebih kepada sensor gas. Pada penelitian ini, pembentukan NASICON menggunakan metode sol-gel dari NaOH, SiO2, H3PO4 dan ZrOCl2.8H2O. SiO2 untuk pembentukan NASICON diekstrak dari sekam padi dengan metode acid-leaching. Hasil dari XRD menunjukkan bahwa silika hasil ekstraksi berbentuk amorf. Hasil FTIR ekstraksi silika menunjukkan bahwa adanya ikatan Si-O-Si pada sampel. Hasil XRD NASICON menunjukkan bahwa  struktur sebelum pemanasan kedua adalah monoklinik, sedangkan setelah melalui proses kompaksi dan pemanasan kembali berstruktur rhombohedral. Hasil LCR menunjukkan bahwa Nyquist Plot dari kedua komposisi bersifat semikonduktor dengan konduktivitas tertinggi dimiliki oleh nasicon dengan komposisi penambahan sio2 pada x=2.
Studi Mekanisme Kerusakan Tube Reformer Pada Industri Petrokimia Novielly Lolong; Nizhamul Latif; Lukman Noerochim Noerochim; Budi Agung Kurniawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1479.963 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18559

Abstract

Reformer biasanya dipakai pada industri Petrokimia untuk menghasilkan hidrogen. Salah satu permasalahan kerusakan/kegagalan yang  terjadi adalah pada bagian Tube reformer yang disebabkan oleh pengoperasian pada pengaruh temperatur tinggi. Kegagalan yang terjadi pada tube reformer yang secara visual yaitu adanya crack pada bagian permukaan OD. Analisis yang akan dilakukan yaitu ada 5 pengujian antara lain SEM, Uji tarik, Uji Kekerasan, Uji Komposisi, dan Metalografi. Didapatkan bahwa kegagalan disebabkan oleh overheating yang menyebabkan terjadinya crack yang terdapat pada batas butir. Dari hasil pengujian metalografi ditemukan adanya void – void dan microcrack. Timbulnya void ini disebabkan oleh overheating dan menyebabkan nilai hardness yang tinggi, nilai hardness yang tinggi juga didukung oleh hasil dari EDX, hasil EDX menunjukkan adanya unsur kromium yang tinggi sehingga material menjadi getas. Void yang terdapat pada material HP modified mempengaruhi hasil dari tensile dikarenakan void membuat nilai tensile menjadi rendah. Dari hasil Uji komposisi didapatkan bahwa terdapat unsur yang tidak sesuai seperti Sulfur dan Pospor yang dapat menurunkan sifat dari ketahanan pada temperature tinggi
Analisa Teknik dan Ekonomis Terhadap Metode Direct System Pada Solar Energy Distillation di Pulau Tabuhan untuk Kapasitas 100 L/hari Galih Irvandi; Taufik Fajar Nugroho; Hari Prastowo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.344 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18773

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Ketersediaan air bersih semakin berkurang, terutama di daerah pesisir Indonesia. Di daerah pesisir Jawa Timur misalnya, masyarakat harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau mengonsumsi air dengan kondisi yang kurang layak. Hal ini akan berdampak pada kesehatan dan juga perekonomian masyarakat setempat. Solusi alternatif untuk mengatasi krisi air ini adalah pemurnian air laut menjadi air bersih dengan cara destilasi. Destilasi diketahui sebagai proses pengubahan air laut menjadi air tawar dengan metode dipanaskan untuk menguapkan air laut dan kemudian uap air yang dihasilkan dikondensasi untuk memperoleh air tawar. Pada penelitian ini pemurnian air laut menggunakan destilasi tenaga matahari sebagai sumber panas untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Pulau Tabuhan, Banyuwangi. Dimana dilakukan pembuatan prototype alat destilasi menggunakan bahan kaca yang memiliki konduktivitas termal terbesar. Pada sistem ini, air laut diuapkan dengan menggunakan panas dari matahari, kemudian uap air yang dihasilkan keluar dari ruang basin yang kemudian dialirkan menuju keluar sistem. Kata kunci : destilasi, tenaga matahari, penguapan, Pulau Tabuhan.
Implementasi Power Turbin pada Diesel Generator di Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dalam meningkatkan produksi energi listrik Aditya Wahyu Saputra; I Made Ariana
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.405 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18836

Abstract

Aplikasi Power Turbine merupakan salah satu aplikasi PTO (Power Take-Off) yang mampu meningkatkan produksi energi listrik dengan memanfaatkan aliran gas buang dari motor bakar (diesel maupun bensin) yang mengandung energi kalor (panas) yang digunakan untuk memutar turbin dan generator. Penelitian ini bertujuan mencari besar potensi daya listik yang bisa dihasilkan power turbine. Hal ini dicapai dengan cara menganalisa pengaruh pembebanan power turbine terhadap kinerja motor diesel sehingga kita dapat melihat seberapa jauh power turbine tersebut dapat diaplikasikan pada motor bakar. Dari hasil analisa dan perhitungan, didapat bahwa power turbine tersebut dapat menghasilkan energi listrik sebesar 250 kW pada continuous rating (93,23%).
Karakterisasi Resevoir Gas Biogenik Pada Lapangan “TG” dengan Menggunakan Atribut Inversi Impedansi Akustik (IA) Natassa Adi Putri; Dwa Desa Warnana
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.012 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18974

Abstract

Gas Biogenik merupakan gas yang relatif dangkal terbentuk pada ekosistem lautan yang dangkal. Telah banyak ditemukan hidrokarbon dengan jenis gas biogenik di Indonesia, salah satunya adalah di Lapangan “TG”. Oleh karena itu, dibutuhkan karakterisasi reservoir pada lapangan ini untuk memvalidasi keterdapatan hidrokarbon dan mengetahui karakteristik fisik reservoir dari lapangan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode inversi seismik model based dengan parameter hard constraint untuk mengetahui properti fisik dari reservoir Lapangan “TG”. Parameter impedansi hasil dari inversi seismik kemudian di korelasikan dengan porositas sehingga mendapatkan hubungan persaman dari kedua parameter tersebut. Aplikasi dari persamaan terebut adalah penampang porositas pada daerah yang menjadi ketertarikan studi (interest) dan memiliki indikasi keterdapatan gas biogenik. Didapatkan bahwa Impedansi Akustik tinggi yang menjadi daerah interest merupakan reservoir karbonat dengan IA bernilai 4800-5300 (m/s)*(g/cc).
Analisa Variable Moment of Inertia (VMI) Flywheel pada Hydro-Shock Absorber Kendaraan Hasbulah Zarkasy; Harus Laksana Guntur
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.363 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19969

Abstract

Flywheel selama ini dimanfaatkan untuk menyimpan energi mekanik pada mesin, membuat mesin berputar dengan lebih lembut. Prinsip kerja dari flywheel adalah dengan memanfaatkan momen inersia. Baru-baru ini dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan dari flywheel, yakni pada sistem suspense, akan tetapi selama ini penelitian yang dilakukan terbatas pada flywheel dengan momen inersia yang konstan (Constant Moment of Inertia). Kali ini akan dilakukan penelitian mengenai Variable Moment of Inertia Flywhel atau dengan kata lain flywheel yang momen inersianya berubah-ubah. Flywheel ini terdiri dari dua bagian utama, yakni flywheel berongga dan slider yang dapat bergerak bebas di sepanjang guide track. Percobaan bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik gaya redam dari VMI Flywheel. Juga akan dianalisa seperti apa respon dinamis dari slider selama flywheel berputar. Selain itu respon dinamis kendaraan saat VMI Flywheel ini dipasangkan juga dianalisa. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa variasi massa slider berpengaruh terhadap gaya redam yang dihasilkan oleh VMI Flywheel. Semakin besar massa slider, gaya redam yang muncul juga semakin besar. Faktor frekuensi input juga berpengaruh, sebab semakin besar frekuensi input yang pada shock absorber, gaya redam yang timbul juga membesar. Perpindahan yang dialami oleh slider juga tergantung pada jenis massa slider tersebut. Semakin besar massa slider, perpindahan yang dialami juga akan semakin besar. Performa VMI Flywheel secara umum pada frekuensi rendah. Sedangkan pada frekuensi tinggi, performa VMI Flywheel cenderung tidak bagus dan menyebabkan kendaraan tidak nyaman.
Pengaruh pH, Kecepatan Putar dan Asam Asetat terhadap Karakteristik CO2 Corrosion Baja ASME SA516 grade 70 Faris Adham; Budi Agung Kurniawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.72 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19191

Abstract

Fenomena korosi merupakan sesuatu yang pasti terjadi pada setiap logam. Laju korosi dari suatu material dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu nilai pH lingkungan dan karakteristik aliran fluida yang kontak langsung dengan logam. Pada oil and gas industry, baja ASME SA 516 grade 70 sering digunakan sebagai material flowline dan banyak terjadi CO2 Corrosion. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi laju korosi material baja ASME SA 516 grade 70 yang mengandung CO2. Penelitian dilakukan dengan metoda weight loss menggunakan alat Rotating Cylinder Electrode (RCE) selama 10 hari dan metode Polarization selama 1 jam. Selain itu digunakan pula XRD dan SEM guna mendukung data-data analisa. Pada penelitian ini digunakan media elektrolit NaCl 3,5% dengan kandungan CH3COOH sebesar 0 ppm dan 1500 ppm dengan variasi kecepatan putaran yaitu 0 RPM, 150 RPM, 300 RPM, dan 450 RPM pada pH 5 dan 6. Pada pengujian polarization, didapatkan hasil laju korosi tertinggi sebesar 9.9323 mm/y pada larutan CH3COOH 1500 ppm pH 5 dan kecepatan putar 450 RPM, sedangkan data dari pengujian weight loss sebesar 4.8795 mm/y. Hasil pengamatan SEM menunjukkan adanya perbedaan morfologi pada permukaan spesimen karena pengaruh kecepatan putaran. Kecepatan putaran mengakibatkan tergerusnya produk korosi oleh aliran. Pada pengujian XRD dengan menggunakan spesimen pH 5 dengan kandungan 0 ppm dan 1500 ppm 0 RPM ditemukan FeCO3, Fe(OH)3 dan senyawa FeOOH sebagai produk korosi.
Technical Analysis of Organic Rankine Cycle System Using Low-Temperature Source to Generate Electricity in Ship Akram Faisal; Taufik Fajar Nugroho
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.732 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19309

Abstract

Nowadays, the shipping sector has growth rapidly as followed by the increasing of world population and the demands for public transportation via sea. This issue entails the large attention on emission, energy efficiency and fuel consumption on the ship. Waste Heat Recovery (WHR) is one of the solution to overcome the mentioned issue and one of the WHR method is by installing Organic Rankine Cycle (ORC) system in ship. ORC demonstrate to recover and exploit the low temperature waste heat rejected by the ship power generation plant. The main source of heat to be utilized is obtained from container ship (7900 kW BHP, DWT 10969 mt) ship jacket water cooling system and use R-134a as a refrigerant. The main equipment consists of evaporator, condenser, pump and steam turbine to generate the electricity. The main objective is to quantifying the estimation of electrical power which can be generated at typical loads of the main engine. As the final result of analysis, the ORC system is able to generate the electricity power ranged from 77,5% - 100% of main engine load producing power averagely 57,69 kW.
Perencanaan Sistem Pembangkit Listrik Hybrid (Sel Surya dan Diesel Generator) Pada Kapal Tanker Dhear Prima Putri; Eddy S. Koenhardono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.352 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19318

Abstract

Sistem pembangkit listrik hybrid (sel surya dan diesel generator) merupakan salah satu alternatif solusi dari dampak negatif sistem pembangkit konvensional  pada kapal – kapal di Indonesia. Penggunaan sistem pembangkit listrik hybrid ini dapat mendukung pengembangan teknologi kapal ramah lingkungan, ketika isu global warming semakin marak. Manfaat penerapan sistem pembangkit listrik hybrid adalah pengurangan konsumsi bahan bakar generator sekaligus pengurangan emisi gas buang dari kapal. Pemilihan sistem hybrid dengan tenaga surya disebabkan potensi sinar matahari Indonesia yang melimpah. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis secara teknis dan ekonomis untuk melakukan perancangan sistem pembangkit listrik hybrid (sel surya dan diesel generator). Analisis teknis dan ekonomis dilakukan menggunakan objek penelitian kapal tanker MT. Gunung Geulis dengan membandingkan pembangkit listrik sistem hybrid dengan sistem konvensional yang saat ini banyak digunakan pada kapal – kapal di Indonesia. Dari hasil penelitian, penerapan pembangkit listrik sistem hybrid pada kapal MT. Gunung Geulis menghasilkan penghematan konsumsi bahan bakar sebesar 15,5 % per tahun bila dibandingkan dengan penggunaan sistem pembangkit listrik konvensional. Oleh karena itu, akibat kenaikan biaya investasi dan pengurangan biaya operasional pada sistem pembangkit listrik hybrid bila dibandingkan dengan sistem konvensional, maka break event point dapat tercapai pada tahun ke 3,69 atau setara dengan nilai nominal biaya total sebesar Rp 23.980.000.000,00 atau $ 1.803.007,52.

Page 96 of 398 | Total Record : 3978