Articles
28 Documents
Search results for
, issue
"Vol 13, No 1 (2024)"
:
28 Documents
clear
Sequence Narrative Dahayu Angreyog pada Lahan Bekas Tambang Kapur Sampung Ponorogo
Pratama, Aldimas Kurniawan;
Irvansyah, Irvansyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.133893
Pusat budaya dan literasi sejarah ponorogo yang berada di lahan bekas tambang kapur yang sudah rusak kemudian direspon dengan pendekatan regenerative design dan metode naratif. Hal ini bertujuan untuk menjadi suatu pemicu pengembangan kawasan dan peningkatan value lahan dengan mempertimbangkan semua masalah yang ada di tapak secara menyeluruh dan terdapat dalam suatu ekosistem. Melalui masterplan dengan sekuens bangunan, narasi cerita reyog digunakan untuk menghubungkan pengalaman ruang secara holistik. Perancang berusaha menciptakan pengalaman yang terhubung antara sekuens sehingga pengunjung dapat menikmati satu kesatuan desain. Dengan menggunakan narasi yang tepat, legenda reyog dapat menjadi sarana yang kuat untuk melestarikan budaya, menyampaikan nilai-nilai positif, dan menginspirasi orang untuk lebih menghargai dan mengenal warisan budaya mereka.
Penerapan Aksesibilitas pada Revitalisasi Pasar Buku Palasari
Lathifa, Anisa Nurul;
Mahendra, Angger Sukma
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.130169
Pasar Tradisional Palasari merupakan pasar yang terbilang unik karena komoditas penjualan utamanya yang berupa buku. Pasar ini sendiri sudah berdiri cukup lama, namun setelah mengalami pandemi dan digitalisasi yang membuat turunnya minat masyarakat terhadap buku fisik dan berbelanja secara fisik, fungsi lahannya menjadi kurang optimal karena penurunan vitalitas Pasar Palasari, diikuti oleh penurunan jumlah pengunjung dan penyewa kios pasar membuat masyarakat seakan lupa akan adanya Pasar Tradisional Palasari ini. Permasalahan ini juga ditambah dengan aksesibilitas dan sirkulasi Pasar Tradisional Palasari yang tergolong buruk dan minim exposure untuk pengamat dari luar. Pada rancangan kali ini, penulis berusaha untuk menyelesaikan permasalahan turunnya vitalitas Pasar Palasari lewat Revitalisasi yang dibantu oleh Force Based Framework untuk melihat kebutuhan dan merespon dari context, culture, dan needs pada kawasan Pasar Tradisional Palasari. Diiringi juga dengan melihat dan menjadikan aspek-aspek dari dimensi manusia, panca indra, dan skala sebagai acuan untuk membantu rancangan menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut.
Tektonika Ruang Empat Dimensional berdasarkan Diskursus Ruang Arsitektural pada Kelompok De Stijl
Awanda, Ara;
Muchlis, Nurfahmi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.133511
Definisi ruang banyak mengalami perubahan pada era modern, terutama akibat adanya perubahan cara pandang terhadap ruang dan waktu. Di era yang sama, terdapat kelompok arsitek dan seniman dengan nama De Stijl yang juga membahas dinamika ruang tersebut. De Stijl merupakan gerakan seni yang dimulai pada tahun 1917 di Belanda. Di dalam kelompok De Stijl, terdapat dua tokoh penting yang secara jelas menyatakan pendapat yang saling bertolak belakang mengenai ruang, yaitu Piet Mondrian dan Theo van Doesburg. Perancangan ini dibahas sebagai sebuah kajian terhadap konsep ruang yang diperbincangkan di dalam kelompok tersebut untuk mengetahui konstruksi dan komposisi tektonika ruang dalam arsitektur jika ditinjau pada dimensi keempat berdasarkan diskursus ruang pada De Stijl. Perancangan ini merupakan proyek eksperimental berupa penerapan teori Neoplastisisme dari kelompok De Stijl dalam upaya memahami kompleksitas tapak. Eksplorasi tektonika ruang yang dilakukan dalam perancangan mengangkat kawasan Ampel, Surabaya sebagai studi kasus perancangan arsitektur. Proses perancangan dilakukan dengan mengoperasikan transformasi formal yang sama dengan yang sudah pernah dilakukan sebelumnya terhadap arsitektur pada tapak dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip De Stijl.
Mengubah Sampah Menjadi Rumah: Solusi Inovatif untuk Permukiman Kumuh
Abisca, Bonaventura Rah;
Muchlis, Nurfahmi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.143165
Permukiman kumuh merupakan tantangan global yang memerlukan solusi kreatif untuk mencapai perubahan yang positif. Selama lima puluh tahun terakhir, pemerintah berupaya mengatasi masalah ini dengan penggusuran, akan tetapi solusi ini belum sepenuhnya mengatasi akar permasalahannya. Kerja sama dan komunikasi antara pemerintah, pihak swasta, dan komunitas terlibat diperlukan untuk mengatasi masalah permukiman kumuh. Perancangan ini berfokus pada aspek desain sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan permukiman kumuh. Melalui analisis tapak dan eksperimentasi material, perancangan ini berupaya untuk mengeksplorasi material yang dianggap sebagai sampah untuk membangun rumah warga. Penggunaan material daur ulang seperti botol plastik dan ban bekas dapat mengurangi pencemaran dan memberikan solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah, sembari memberdayakan komunitas untuk berpartisipasi dalam pembangunan rumah mereka sendiri sehingga memperkuat hubungan sosial dan meningkatkan rasa kepemilikan dalam kampung.
Strategi Arsitektur dalam Mengurangi Emisi Karbon pada Bangunan Riset
Rahmadanis, Desy;
Ekasiwi, Sri Nastiti N.
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.139469
Emisi karbon berlebih menimbulkan dampak buruk yaitu pemanasan global. Dampak buruk ini dirasakan oleh makhluk hidup. Kesulitan beradaptasi dengan suhu yang panas dirasakan oleh hewan dapat berujung kepada kepunahan. Sektor konstruksi dan industri terkaitnya merupakan penyumbang emisi karbon terbesar. Karbon yang dihasilkan pada sektor ini mengganggu siklus karbon yang ada, sehingga langkah perancangan bangunan yang tepat akan berdampak besar terhadap langkah dunia dalam mengurangi emisi karbon dan menormalkan kembali sikus karbon di alam. Dengan menggunakan pendekatan ecological design dan metode biomimetic yang mengimitasi fotosintesis, rancangan bangunan riset kelautan dan perikanan memiliki pandangan baru tentang penerapan teknologi dan penerapan material yang minim emisi karbon. Teknologi biomimetic yang diterapkan merupakan fasad alga yang dapat membantu dalam mengurangi karbon hingga 3,5 ton setiap tahunnya. Selain itu, strategi dalam pemilihan material yang menghasilkan sedikit karbon dalam siklus hidupnya, serta meminimalisir penggunaan air conditioner dengan mengatur orientasi bangunan akan membantu dalam mengurangi emisi karbon secara signifikan.
Penggunaan Narrative Architecture pada Tunjungan Gamer Hub
Putraadi, Eusibius Diananto;
Krisdianto, Johanes
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.130402
Video games yang hadir merupakan hasil dari perkembangan teknologi. Ketika proses tersebut terjadi dalam dunia virtual, namun kegiatan bermain masih terjadi di dunia nyata dan karena kegiatan itu juga muncul budaya baru. Di sisi lain ketika untuk bermain di dunia virtual hadir di dunia nyata, kegiatan tersebut belum memiliki tempat yang khusus ditujukan kepada hal itu sehingga ketika dilakukan di tempat umum, tidak optimal dimana terlihat dari berbagai masalah. Rancangan ini ingin menjawab permasalahan ini dengan menciptakan sebuah tempat dimana bangunan yang dirancang dapat mewadahi berbagai kegiatan yang muncul dari budaya bermain video games. Dalam perancangan ini metode yang digunakan adalah metode observasi untuk mendapatkan fakta dan kebutuhan di lapangan kemudian pendekatan yang digunakan adalah dengan arsitektur naratif. Konsep utama dari rancangan ini adalah Gaming Hub dimana pemain game memiliki wadah berkegiatan dengan tempat yang memang disesuaikan dengan mereka. Bagunan dirancang berdasarkan narasi tentang kehidupan seorang gamer dimana dalam rancangan tahapan tersebut dijadikan rangkaian sekuens dan ruang-ruang yang ada disesuaikan dengan sekuens tersebut. kemudian untuk memenuhi kualitas yang diperlukan.
Penerapan Arsitektur Sensoro untuk Menciptakan Ruang Transisi Bagi Anak Autis
Dharma, Farhan Kamil;
Dinapradipta, Asri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.131783
Penderita autisme memiliki beberapa gejala, yang pertama adalah violation of social relationships. Penderita ASD tidak memiliki keterikatan secara sosial dan emosional kepada orang lain, dan biasanya memiliki mimik wajah dan gesture yang tidak bisa dikontrol. Yang kedua adalah Speech and language disorders. Mereka tidak bisa berbicara dengan jelas, dan sering kali menyuarakan dengan lantang apa yang ada di dalam kepalanya. Yang terakhir adalah a stereotyped, repetitive repertoire of actions and interests. Penderita ASD seringkali berperilaku tidak normal yang dilakukan secara berulang-ulang. Mereka juga memiliki ketertarikan yang tidak biasa pada hal-hal yang menarik bagi indra sensory. Tujuan dari Objek rancangan ini adalah untuk melatih kemandirian anak autis, dan bagaimana arsitektur berkontribusi dalam proses sensory integration therapy. Pendekatan perancangan yang digunakan adalah pendekatan sensory, untuk merespon permasalahan sensory yang mereka miliki. Pendekatan digunakan untuk mengeksplorasi karakter-karakter dan preferensi yang dimiliki oleh anak autis, dan perbedaan jenis hypersensitive dan hyposensitive pada anak autis. Selain itu, pendekatan juga digunakan untuk mengeksplorasi kebutuhan sensori anak autis dalam proses Terapi. Objek rancang ini berfokus pada jalur sirkulasi bagi anak autis agar mereka bisa berlatih bersirkulasi secara mandiri, dan melatih kemampuan sensori mereka melalui stimulasi-stimulasi disekitar bangunan.
Keterhubungan Pengguna dalam Perancangan Ulang Stasiun Surabaya Pasar Turi
Rahmawati, Fatihalhusna Lina;
Soemardiono, Bambang
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.132624
Stasiun Surabaya Pasar Turi merupakan salah satu stasiun besar di Kota Surabaya yang aktif melayani penumpang hingga sekarang. Permasalahan yang ditemukan dalam stasiun adalah lonjakan mobilitas penumpang yang mengakibatkan sirkulasi dalam bangunan menjadi kurang teratur, serta dapat mengakibatkan kurangnya rasa keterhubungan pengguna dengan bangunan. Untuk menjawab permasalahan, perlu dilakukan redesain kembali area Stasiun Surabaya Pasar Turi. Konsep keterhubungan pengguna secara spasial dan visual juga ditambahkan ke dalam perancangan. Redesain menggunakan metode infill, yang merupakan penambahan bangunan baru dan mempertahankan bangunan lama yaitu bangunan peron kereta api agar kualitas ruang di dalamnya semakin optimal. Metode infill menghadirkan aspek sejarah yang telah lama hilang, sekaligus membantu pengguna untuk kembali merasakan keterhubungan dengan bangunan stasiun saat ini dengan menghadirkan ekspresi bangunan lama ke dalam bangunan redesain. Perancangan memberikan konsep rancangan stasiun baru yang lebih mempunyai keterhubungan dengan pengguna bangunan, menjadi stasiun yang optimal, sebuah ikon, menjadi sebuah area transportasi publik yang baik, serta lebih memperhatikan pengguna dan sejarah yang ada di dalamnya.
Konsep Second Home dalam Hunian Pesantren melalui Behavior Setting Design
Saadah, Imarotus;
Septanti, Dewi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.129010
Sarana pendidikan nonformal pondok pesantren di Indonesia menarik dan mengalami peningkatan dari masa lampau hingga sekarang. Namun, kesesakan dalam hunian (crowded) sering terjadi pada pesantren golongan menengah ke bawah yang berdampak pada masalah ruang personal dan privasi pengguna. Salah satu pondok pesantren yang mengalami permasalahan tersebut adalah pondok pesantren Darunnajah di Kabupaten Trenggalek yang difokuskan pada santri laki laki. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penyelesaian rancangan dengan metode contextualisme yang berfokus pada pendekatan arsitektur perilaku (behavior setting). Perilaku penghuni, terutama santri, dalam beraktivitas dan belajar menjadi aspek penting dalam mengurangi masalah kesesakan dan menghadirkan rancangan arsitektur yang mempertimbangkan kenyamanan penghuni. Selain santri, elemen utama yang mendukung kenyamanan hunian pesantren antara lain pengelola, pengurus, pengajar, masyarakat sekitar, hingga wali santri. Rancangan menggunakan rorce based framework sebagai alur berpikir untuk menghasilkan alur rancangan yang sesuai. Dengan mempertimbangkan force interaction dan place, kriteria desain dirancang untuk menjawab permasalahan yang ada. Konsep second home dipilih dengan memprioritaskan penghuni sebagai pertimbangan utama hadir untuk mengatasi permasalahan crowded pada hunian pesantren. Penataan massa mengikuti zoning dan fungsi massa yang menjadikan existing masjid sebagai guidline. Site terdiri dari dua fungsi : kegiatan pembelajaran dan kegiatan peningkatan skill serta pemenuhan kebutuhan hunian segi penunjang. Dengan konsep second home tersebut, penataan program ruang pondok pesantren menghasilkan penataan yang mempertimbangkan interaksi pada ruang personal dan ruang bersama yang dihadirkan dalam santri corner dan collaborative space. Hal ini menjawab kenyamanan dan privasi penghuni dengan perkembangkan dan kebutuhan pendidikan manusia di masa depan.
Wisata Budaya Bahari di Kawasan Pesisir Tanjung-Sampang dengan Pendekatan Holistik
Firdauzy, Irfiana Nur;
Setijanti, Purwanita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.134098
Kawasan pesisir memiliki sumber daya alam dan jasa lingkungan yang sangat potensial bagi pembangunan. Seperti masyarakat pesisir Tanjung memiliki sejarah dan karakter budaya masyarakat Madura yang sangat kuat. Tidak hanya sebagai nelayan dan pedagang, namun mereka juga secara tidak sadar membentuk aktivitas seharian yang menarik sebagai bagian dari objek wisata di kawasan tersebut. Namun, sebagian kegiatan mereka berlangsung pada tempat yang kurang tepat, meluber ke jalan raya dan mengganggu aktivitas lain yang berlangsung di tempat tersebut, untuk itu, diperlukan suatu sarana yang tidak hanya memperbaiki dan meningkatkan kualitas lingkungan, namun juga dapat mewadahi objek-objek wisata tersebut. Sebuah sarana wisata bahari berbasis budaya dengan fasilitas rekreasi, yang juga dapat dimanfaatkan sebagai area transit Selain itu, penghadiran pasar ikan, kios oleh-oleh, tempat makan dapat menjadi penunjang kebutuhan ekonomi bagi masyarakat pesisir yang tinggal di dalamnya. Dengan pendekatan holistik, perancangan wisata bahari berbasis budaya ini dapat mengintegrasikan pengelolaan sumber daya pesisir dan laut, dengan fasilitas rekreasi dan fasilitas transit dengan baik. Proses dan metode desain menggunakan force-based framework. Force yang teridentifikasi adalah kondisi pesisir Tanjung-Sampang, aktivitas lokal penduduk setempat dan perilaku user, aktivitas pengunjung, dan karakter masyarakat Madura setempat.