cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 139 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018)" : 139 Documents clear
Analisis Reliabilitas dan Availabilitas pada Mesin Produksi Lampu Pijar Sistem Seri Menggunakan Pendekatan Analisis Markov di PT. Sinar Angkasa Rungkut Ramadhani Etika Wulandari; Diaz Fitra Aksioma; Haryono Haryono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.553 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33178

Abstract

Penambahan daya listrik oleh negara akan secara langsung mengerek permintaan lampu. PT. Sinar Angkasa Rungkut merupakan produsen lampu merek Chiyoda dengan lini produksi yang terdiri dari lampu pijar, lampu neon dan lampu LED. Setiap unit produksi lampu pijar terdiri dari lima mesin yaitu mesin Flare, mesin Stem, mesin Mounting, mesin Sealex, dan mesin Basing. Unit 22 seringkali belum mampu mencapai target yang ditetapkan dimana hal ini disebabkan oleh sering terjadinya kerusakan mesin produksi pada unit 22 yang menunjukkan bahwa belum optimalnya perawatan mesin.Reliabilitas adalah peluang suatu mesin untuk bekerja dengan sebagaimana mestinya pada waktu dan kondisi tertentu. Analisis reliabilitas adalah metode yang digunakan untuk menghitung peluang mesin atau komponen beroperasi dengan baik. Availabilitas adalah peluang suatu sistem beroperasi pada suatu waktu atau dalam selang waktu tertentu dan mengandung kondisi perbaikan. Availabilitas dapat digunakan untuk menilai keberhasilan atau efektifitas dari kegiatan perawatan yang telah dilakukan. Evaluasi untuk kondisi sistem produksi unit 22 dilakukan menggunakan analisis availabilitas dan reliabilitas menggunakan pendekatan analisis Markov dan pendekatan diferensial sebab kondisi subsistem saling dependen. Hasil penelitian menunjukkan agar performance sistem meningkat, subsistem Sealex harus diberi prioritas utama dalam hal maintenance.Hal itu disebabkan karena perubahan laju kerusakan subsistem Sealex memberikan perubahan yang signifikan terhadap availabilitas dan reliabilitas sistem.
Pengendalian Kualitas Produk Tuna Kaleng di PT. X Menggunakan Peta Kendali Multivariat Dwita Bening Safitri; Muhammad Mashuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.084 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33274

Abstract

Produk tuna kaleng merupakan produk yang paling sering diproduksi oleh PT. X. Meskipun perusahaan telah ber-upaya menjaga kualitas produknya, namun pengendalian yang dilakukan tersebut masih berupa pengendalian secara deskriptif. Dalam penelitian ini pengendalian kualitas yang dilakukan meng-gunakan empat variabel karakteristik kualitas, yaitu histamin, kadar garam, pH, dan vakum. Pengendalian kualitas secara mul-tivariat dilakukan dengan menggunakan peta kendali T2-hotelling dan Improved Generalized Variance. Pengendalian kualitas pro-ses produksi tuna kaleng pada fase I sudah terkendali secara sta-tistik dalam varians prosesnya, namun belum terkendali dalam rata-rata prosesnya. Dengan menggunakan batas kendali pada fase I didapatkan pengendalian kualitas proses produksi tuna ka-leng pada fase II dalam varians dan rata-rata prosesnya belum terkendali secara statistik. Hal ini mengindikasikan bahwa telah terjadi pergeseran baik dalam varians maupun rata-rata proses produksi tuna kaleng pada fase II. Selain itu juga didapatkan bahwa proses belum kapabel.
Pengendalian Kualitas Kantong Semen di PT. Industri Kemasan Semen Gresik Menggunakan Peta Kendali Demerit dan Fuzzy Demerit Nanda Eka Putri R; Diaz Fitra Aksioma
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.289 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33275

Abstract

PT. Industri Kemasan Semen Gresik (PT. IKSG) merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. Semen Gresik Tbk. (persero) yang bergerak dalam bidang pembuatan kantong semen. Seiring perkembangannya, PT. IKSG selalu berupaya meningkatkan mutu layanan dan kualitas produknya. Dalam menentukan kualitas produk, perusahaan melakukan pengendalian berupa menghitung proporsi cacat setiap line yang dibandingkan dengan batas toleransi kebijakan perusahaan. Pengendalian kualitas yang telah dilakukan tersebut memiliki kesamaran dalam memutuskan apakah proses pembuatan kantong semen telah terkendali sehingga perlu dilakukan pengendalian kualitas secara statistika. Pengendalian kualitas yang dilakukan menggunakan peta kendali demerit dan fuzzy demerit. Hasil peta kendali demerit dan fuzzy demerit menunjukkan proses produksi kantong semen jenis pasted di semua line selama periode Januari – Desember 2017 belum terkendali secara statistik. Peta kendali fuzzy demerit lebih sensitif dibandingkan dengan peta kendali demerit, dimana hal ini ditunjukkan oleh lebih banyaknya titik pengamatan out of control yang dapat ditangkap oleh peta kendali fuzzy demerit daripada peta kendali demerit. Adanya pengamatan out of control dominan disebabkan oleh faktor manusia dalam proses pembuatan adonan lem, penyetelan mesin dan bahan baku di awal produksi, kebersihan mesin, dan pemakaian mesin saat dilakukan perbaikan.
Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Kematian Ibu di Jawa Timur Menggunakan Geographically Weighted Generalized Poisson Regression Insan Amalia Mutfi; Vita Ratnasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.421 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34091

Abstract

Kematian ibu merupakan salah satu indikator dalam menggambarkan kesejahteraan di suatu negara serta indikator derajat kesehatan perempuan. Jumlah kematian ibu dihitung dari kematian selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas atau pengelolaannya tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan atau terjatuh. Angka Kematian Ibu mengalami penurunan pada tahun 1991-2007 namun mengalami peningkatan tahun 2012 dan mengalami penurunan kembali tahun 2015 menjadi 305 per 100.000 kelahiran hidup. Namun hal ini masih jauh dari target Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu sebesar 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Jawa Timur menduduki peringkat ketiga tahun 2013 dengan jumlah kematian ibu terbanyak yaitu 642 kasus. Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kematian ibu yaitu Geographically Weighted Generalized Poisson Regression (GWGPR) karena data mengalami kasus overdispersi dan terdapat efek spasial. Pemodelan GWGPR menghasilkan bahwa variabel persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan persentase penanganan komplikasi kebidanan berpengaruh signifikan terhadap jumlah kematian ibu di semua kabupaten/kota di Jawa Timur. Terdapat satu variabel yang tidak signifikan di kabupaten/kota yaitu persentase rumah tangga menerima bantuan tunai.
Pemodelan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat di Kota Surabaya Menggunakan Regresi Spasial Rizky Cahyani; Sutikno Sutikno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.726 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34092

Abstract

Salah satu permasalahan kesejahteraan yang telah lama belum teratasi oleh pemerintah Indonesia adalah kemiskinan. Surabaya merupakan kota metropolitan dan termasuk kota industri yang masih memiliki banyak rumah tangga miskin. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan rumah tangga miskin di Kota Surabaya diduga adaanya pengaruh antarwilayah atau seringkali disebut pengaruh spasial. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesejah-teraan rumah tangga di Kota Surabaya pada tiap kecamatan menggunakan regresi spasial. Model Regresi Spasial merupakan pengembangan model regresi dimana setiap parameter dihitung pada setiap lokasi, sehingga setiap lokasi geografis mempunyai nilai parameter regresi yang berbeda-beda. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui model terbaik kesejahteraan masyarakat di Kota Surabaya beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya pada tiap kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor kesejahteraan rumah tangga di Kota Surabaya berpengaruh secara spasial. Pada regresi spasial ini digunakan pembobot queen contiguty. Model spasial yang dianggap mempengaruhi kesejahteraan pada penelitian ini digunakan metode SAR dengan nilai AIC terendah sebesar 174,219. Dengan menggunakan SAR, didapatkan model pada tiap kecamatan di Kota Surabaya.
Pemetaan Total Fertility Rate (TFR) di Jawa Timur Menggunakan Pendekatan Regresi Logistik Biner dengan Efek Interaksi Nisa Andini; Vita Ratnasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.278 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34095

Abstract

Total Fertility Rate (TFR) atau Angka Fertilitas Total merupakan salah satu indikator untuk membandingkan keberhasilan antar wilayah dalam melaksanakan pembangunan sosial ekonomi, seperti menunjukkan tingkat keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Pada tahun 2015, TFR Jawa Timur adalah 2,03 anak dimana angka tersebut berada di bawah TFR nasional. Perwakilan BKKBN Jawa Timur menargetkan Angka Fertilitas Total kabupaten/kota berada di bawah 2,03. Kabupaten/kota dibagi menjadi dua kategori, dikatakan belum mencapai target apabila TFR lebih dari 2,03 dan sudah mencapai target apabilai TFR kurang dari 2,03. Data menunjukkan adanya kesenjangan Angka Fertilitas Total antar kabupaten dan kota di Jawa Timur dimana masih terdapat daerah yang memiliki Angka Fertilitas Total tinggi di atas 2,03. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa persentase unmet need, rata-rata lama sekolah perempuan, informed consent, PDRB Perkapita, persentase pasangan usia subur, serta interaksi antara informed consent dan PDRB perkapita berpengaruh terhadap Angka fertilitas total pada tingkat kepercayaan 90%. Ketepatan klasifikasi yang diperoleh sebesar 92,1% dimana masih ada tiga daerah yang misklasifikasi, yaitu Kabupaten Jember, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Pacitan.
Pengendalian Kualitas Pupuk Npk di PT Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) Palembang Menggunakan Peta Kendali Maximum Multivariate Cumulative Sum (Max-MCUSUM) Siti Aisyah; Muhammad Mashuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.322 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34096

Abstract

Pupuk NPK merupakan produk pupuk yang baru diproduksi oleh PT Pupuk Sriwidjaja yang sangat mengutamakan kualitas agar pupuk NPK PT PUSRI dapat bersaing, sehingga tidak terjadi kerugian secara finansial bagi produsen dan secara penggunaan bagi konsumen. Dalam penelitian ini, akan dilakukan pengendalian kualitas secara statistik pada pupuk NPK melalui peta kendali. Penelitian akan dilakukan pada 3 variabel utama dan terpenting dalam komposisi pupuk NPK, yaitu nitrogen (N), phospat (P) dan kalium (K), dimana variabel penelitian memiliki hubungan satu sama lain dan memiliki pergeseran proses yang kecil yaitu sebesar 0,92σ, 0,11σ dan 0,18σ. Maka digunakan peta kendali Max-MCUSUM yang lebih sensitif dalam mendeteksi pergeseran proses yang kecil, serta efektif karena memonitor rata-rata dan variabilitas secara simultan dalam satu peta kendali. Setelah dilakukan simulasi, didapatkan batas interval (h) sebesar 29.89. Hasil dari penelitian menggunakan peta kendali Max-MCUSUM pada proses produksi pupuk NPK fase I adalah telah terkendali secara statistik setelah dilakukan identifikasi terhadap penyebab titik yang keluar batas interval dan dilakukan perbaikan. Sedangkan pada fase II, proses produksi pupuk NPK belum terkendali secara statistik Hal ini dikarenakan masih terdapat titik pengamatan yang berada di atas batas interval (h) yang disimbolkan dengan C+. Kemudian, pada perhitungan kapabilitas proses, dapat diketahui bahwa secara multivariat, nilai indeks kapabilitas kinerja proses baik MPp maupun MPpk kurang dari 1. Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses produksi pupuk NPK pada PT PUSRI belum kapabel karena memiliki tingkat presisi dan akurasi yang rendah. Analisis Kapalitas; Pengendalian Kualitas Statistika; Peta Kendali Max-MCUSUM; Pupuk NPK; PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
Pemodelan Waktu Survival Pekerja dengan Menggunakan Regresi Cox Proportional Hazard Nadia Rahma Nur Insyira; R. Mohamad Atok; Imam Safawi Ahmad
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.879 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34697

Abstract

Kematian merupakan peristiwa yang tidak dapat diperkirakan waktu kejadiannya sehingga dapat dialami oleh semua orang. Kematian dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, dalam penelitian ini diduga ada lima faktor yang mempengaruhi kematian seorang pekerja atau aparatur sipil negara (ASN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model survival yang terjadi pada kematian seorang pekerja aparatur sipil negara (ASN). Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi kematian seorang pekerja akan dimodelkan dengan waktu ketahanan hidup (waktu survival), sehingga akan diketahui faktor-faktor mana saja yang berpengaruh secara signifikan terhadap waktu survival pekerja. Pada penelitian ini akan dilakukan pendekatan dengan metode bootstrap, yang merupakan pengambilan sampel secara random berdasarkan data asli sehingga akan didapatkan parameter-parameter yang signifikan dengan melakukan pengujian confidence interval. Berdasarkan analisis ini dengan memasukkan semua variabel, hasil Kaplan-Meier menunjukkan menurun sampai rentang waktu 40 tahun. Pengujian log-rank menunjukkan variabel jenis kelamin dan anak tidak ada perbedaan secara signifikan antara kurva survival disetiap kelompoknya. Berbeda dengan variabel golongan pekerja dan pasangan diketahui bahwa variabel tersebut memiliki perbedaan kurva survival antar kelompoknya. Pemodelan regresi cox proportional hazard menghasilkan variabel golongan 4 dan pasangan yang berpengaruh secara signifikan terhadap waktu survival pekerja.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengeluaran Rumah Tangga Miskin (RTM) dan Bukan Rumah Tangga Miskin (Non-RTM) di Jawa Timur untuk Konsumsi Air Bersih Menggunakan Analisis Regresi Tobit Annisa Nurhadirat; Ismaini Zain
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.306 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34698

Abstract

Permasalahan kebutuhan air bersih harus teratasi agar dapat memenuhi tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030. Salah satu masalah yang timbul yaitu biaya yang harus dikeluarkan oleh setiap rumah tangga miskin (RTM) dan bukan rumah tangga miskin (non-RTM) dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran untuk konsumsi air bersih dan memodelkan pengeluaran konsumsi air bersih terhadap faktor-faktor yang diduga mempengaruhi dengan analisis regresi tobit. Data yang digunakan adalah data SUSENAS 2016 dengan variabel respon yaitu pengeluaran untuk konsumsi air bersih dan unit penelitiannya yaitu rumah tangga. Hasil analisis yang diperoleh pada model non-RTM yaitu variabel yang berpengaruh signfikan pada model biaya pengeluaran untuk konsumsi air bersih pada non-RTM adalah jenjang pendidikan terakhir kepala rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, total pengeluaran bukan makanan perbulan dan fasilitas air minum dengan nilai Pseudo R2 yang dihasilkan yaitu 5,28%. Selanjutnya hasil analisis pada model RTM diperoleh kesimpulan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap biaya pengeluaran konsumsi air bersih untuk RTM hanya dua variabel yaitu jumlah anggota rumah tangga dan dan fasilitas air minum dengan nilai Pseudo R2 yang dihasilkan yaitu 15,30%.
Pemodelan Tingkat Konsumsi Ikan di Jawa Timur Menggunakan Pendekatan Regresi Nonparametrik Spline Dias Setya Prayogo; Wiwiek Setya Winahju; Pratnya Paramitha Oktaviana
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.389 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34699

Abstract

Indonesia merupakan negara maritim dan merupa-kan perairan yang cukup luas. Potensi yang cukup luas terdapat di laut Indonesia, sektor perikanan memiliki peluang yang cukup besar dan berkembang. Namun penduduk Indonesia memiliki ti-ngkat konsumsi ikan yang masih rendah di bandingkan dengan negara-negara tetangga. Mengutip data Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) pertumbuhan konsumsi ikan tahun 2010-2014 Jawa Timur memiliki pertumbuhan diatas 10% sebesar 10,12%. Dalam kaitannya dengan tingkat konsumsi ikan yang masih rendah untuk Indonesia khususnya di daerah Jawa Timur, maka salah satu hal yang dapat dilakukan adalah apa faktor-faktor yang berkaitan dengan tingkat konsumsi ikan di Jawa Timur masih rendah. Sehingga pada penelitian kali ini akan digunakan salah satunya adalah menggunakan pendekatan reg-resi nonparametrik spline untuk melihat pemodelan tingkat kon-sumsi ikan di Jawa Timur tahun 2016. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa seluruh variabel prediktor berpengaruh signi-fikan dan semua asumsi telah terpenuhi. Model regresi nonpara-metrik spline terbaik adalah spline dengan kombinasi knot. Model ini memiliki nilai koefisisen determisani sebesar 85,61%.

Page 2 of 14 | Total Record : 139