Articles
119 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8, No 2 (2019)"
:
119 Documents
clear
Perancangan Board Game sebagai Media Penguatan Pendidikan Karakter dengan Tema Petualangan Pramuka untuk Usia 9-12 Tahun
Hana Juwita Nur Azizah;
Rabendra Yudistira Alamin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.47484
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah untuk memperkuat karakter siswa. Permasalahan yang ditemukan adalah kondisi karakter siswa yang rawan mengalami degradasi moralitas, estetika, dan budi pekerti pada era globalisasi. Terkait hal itu, Dinas pendidikan Kota Malang memberikan otoritas penuh pada setiap sekolah dasar untuk menjalankan program tersebut, maka dibutuhkan media interaktif yang bisa mengimplementasikan program tersebut. Menurut kerucut pengalaman oleh Edgar Dale, salah satu media yang memenuhi hampir seluruh aspek agar pembelajaran mudah tersampaikan dan diingat oleh peserta didik adalah Board Game. Maka dirancanglah desain board game yang dapat mengajarkan peserta didik nilai utama dari PPK. Dengan mengangkat tema petualangan pramuka sama karena kegiatan pramuka adalah salah satu kegiatan yang memiliki semua aspek dari nilai utama PPK dan dimainkan secara bekerja sama. Perancangan ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif berupa studi literatur mengenai mekanisme permainan dan psikologi anak, melakukan obsevasi dilapangan terhadap target, metode iteration design untuk mendapatkan mekanisme board game yang diinginkan. Metode kuantitatif berupa kuisioner visual untuk menentukan kartun dan gaya gambar kesukaan, pretes dan postes untuk mengetahui skor tingkat keberhasilan dari permainan yang telah di uji cobakan. Hasil dari perancangan ini adalah board game bergenre petualangan pramuka dengan menggunakan mekanik kerja sama yang terdiri dari papan permainan, 58 kartu, 6 pion, 75 token, 53 tiles dengan menggunakan gaya gambar kartun. Dengan bermain board game Kapten Tunas Kelapa peserta didik menunjukkan bahwa nilai utama PPK telah berhasil dipahami dengan baik.
Desain Interior Daycare & Preschool sebagai Pendukung Metode BCCT dengan Implementasi Konsep Stimulating Space
Nihla Azkiya;
Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.47503
Pendidikan prasekolah menjadi sebuah hal yang lazim ditemui pada era modern ini. Hal ini didasari oleh perkembangan anak yang dimulai dari usia dini, dan pentingnya pembentukan karakter serta pendidikan maupun pembelajaran dini yang sangat berpengaruh pada keberhasilan anak menghadapi masa depan. Untuk mendukung landasan tersebut, terciptanya sarana pendidikan prasekolah yang ditujukan untuk anak berusia 0-6 tahun. Bentuk dari sarana tersebut dapat berupa fasilitas penitipan anak (daycare), taman bermain (playgroup), maupun taman kanak-kanak (kindergarten). Menurut penelitian, diketahui bahwa lingkungan prasekolah memiliki pengaruh yang besar terhadap pekembangan anak usia dini. Salah satu wujud dari lingkungan tersebut adalah sebuah desain interior pada sarana prasekolah. Perancangan ini akan memperhatikan pengaruh konsep stimulating spacepada desain interior dan keterlibatannya dalam mendukung metode Beyond Center and Circle Time(BCCT). Melalui konsep ini, aspek-aspek perkembangan anak akan distimulasi melalui elemen-elemen yang hadir pada desain interior fasilitas prasekolah. Stimulasi yang diciptakan ini diharapkan dapat membantu memaksimalkan pertumbuhan anak usia dini serta sesuai dengan metode pembelajaran BCCT yang diterapkan pada sarana prasekolah.
Perancangan Desain Karakter untuk Serial Animasi 2D “Puyu to The Rescue” dengan Mengapatasi Biota Laut
Danika Clarafitri Hermanudin;
Nugrahadi Ramadhani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.47758
Karakter atau tokoh pada sebuah animasi merupakan salah satu unsur utama dalam membawa jalan cerita dan pesan yang disampaikan. Perancangan karakter dalam serial animasi “Puyu to The Rescue” ini mengangkat isu kerusahan lingkungan, dimana kehidupan biota laut mengalami pencemaran yang berkepanjangan. Untuk mendukung konsep cerita, pengadaptasian desain karakter akan terbagi menjadi dua yaitu mengadaptasi biota laut di Indonesia sebagai karakter utama dan sekuder, dengan tujuan mengenalkan keanekaragaman serta kekayaan hayati laut negeri ini dan mengadaptasi isu kehidupan biota laut yang sudah mulai tercemar sebagai karakter antagonis. Keseluruhan animasi ini akan dibangun sesuai untuk anak usia sekitar 6-8 tahun, sehingga akan dibawakan secara ringan, tidak mengandung kekerasan yang berat, mudah dipahami dan aman untuk dikonsumsi dengan cerita yang menghibur. Perancangan ini fokus pada metode studi eksperimental. Setiap bagian mempunyai metode tersendiri dalam menyusun referensi untuk desain karakter. Pengumpulan data riset terbagi menjadi, kualitatif dengan pencarian sumber data statistik responden target audien, data primer berupa literatur-literatur ilmiah dan melakukan depth interview, serta studi literatur dan teori-teori terkait. Hasil dari perancangan ini adalah 9 karakter terdiri dari 3 tokoh utama , 3 tokoh sekunder dan 3 tokoh antagonis dengan berbagai ekspresi dan gesture yang diharapkan mewakili ciri karakteristik biota laut.
Pengembangan Platform Mobil Listrik Renault Twizy 2 Seater Menjadi 4 Seater untuk Pasar Indonesia
Yoga Wahyu Vedakamala;
Andhika Estiyono;
Arie Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3724.919 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.47987
Aliansi Renault bernama “Aliance 2022” yang beranggotakan Renault, Nissan, dan Mitsubishi memperluas pasar di Asia Tenggara, dan melakukan riset pengembangan mobil listrik bersama dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) di Indonesia. Riset ini dilakukan berdasarkan basis model transportasi milik Renault, yakni Renault Twizy, dimana Renault Twizy merupakan mobil listrik berkapasitas 2 seater. Dengan demikian, Reanult berusaha mengembangkan mobilnya dengan target market untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia yaitu mobil dengan kapasitas 4 seater. Mengembangkan mobil dari 2 seater menjadi 4 seater tidak semudah kedengarannya, dimana riset ini perlu dilakaukan pengembangan platform yang cukup signifikan. Tujuan dari riset ini adalah mengembangkan platform chassis Renault Twizy yang berkapasitas 2 seater menjadi 4 seater yang sesuai dengan dimensi orang Indonesia. Adapun metode yang dilakukan untuk pengembangan menentukan basic dimensi platform adalah analisa passenger package berdasarkan antropometri orang Indonesia. Kemudian dilakukan implementasi platform ke dalam basic dimensi platform tersebut dengan metode Detail Integrated Design menggunakan software. Dari beberapa proses tersebut didapatkan hasil berupa desain platform chassis Renault Twizy berkapasitas 4 seater untuk pasar Indonesia, disertai dengan dokumen desain terkait dengan engineering Renault Twizy 2 seater menjadi 4 seater. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah didapatkan metode pengembangan platform dari 2 seater menjadi 4 seater.
Eksplorasi Motif Tegel Adaptasi Batik Klasik, Pesisir, dan Sumatra
Alvinda Nurul Fidauz;
Senja Aprela Agustin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48526
Tegel merupakan elemen finishing lantai yang unik, estetis, dan berkarakter. Motif yang terdapat pada tegel dapat memperkuat tema tertentu yang akan diterapkan pada suatu rancangan desain interior. Selama ini kebanyakan motif tegel semen yang ada di masyarakat adalah batik peninggalan Belanda. Atas permintaan pasar diperlukan motif baru yang mengandung seni Indonesia. Dalam melakukan perancangan ini digunakan beberapa metode yaitu, studi literatur, studi eksisting, observasi, depth interview, dan studi eksperimental. Eksplorasi batik Indonesia yang mencakup batik klasik, batik pasisir, dan batik Sumatra yang diaplikasikan pada tegel semen diharapkan dapat memperkaya ragam motif tegel saat ini yang masih mengandalkan motif peninggalan zaman Belanda. Dalam mengadaptasi motif batik tersebut digunakan analisis tipologi dari karya batik yang sudah ada, kemudian eksplorasi motif dibedakan lagi menjadi motif tradisional yang identik dengan batik aslinya, dan motif modern yang lebih sederhana.
Perancangan Konten Digital Perkembangan Musik Indonesia Era 50an (1950-1959) sebagai Penunjang Pengembangan Situs Museum Musik Indonesia
Mochamad Hanif Akhyar;
Denny Indrayana Setyadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (172.676 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48057
Musik sebagai bagian dari pembangun kebudayaan berperan penting dalam membentuk identitas suatu bangsa. Namun, saat ini banyak terjaSFdi kasus pengakuan kebudayaan oleh bangsa lain salah satunya bidang seni musik. Beberapa penyebabnya adalah kurangnya apresiasi masyarakat terhadap musik dalam negeri serta lemahnya segi dokumentasi industri musik Indonesia. Pemerintah membangun Museum Musik Indonesia (MMI) pada tahun 2016 sebagai sarana konservasi warisan musik nusantara. Namun selama 3 tahun, Museum Musik Indonesia kini masih memerlukan beberapa proses perbaikan dan pengembangan khususnya pada segi konten di dalam museum. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari jenis media informasi yang tepat untuk dikembangkan sebagai konten pada museum. Pencarian data dilakukan dengan melakukan observasi aktivitas pengunjung, lingkungan museum, koleksi, serta wawancara mendalam kepada pengelola dan pengunjung museum. Data yang telah diadapat kemudian diolah menggunakan diagram afinitas untuk mengetahui formulasi permasalahan dan formulasi kebutuhan museum serta krtieria media yang sesuai dengan kondisi museum saat ini. Berdasarkan hasil data yang selesai diolah, maka dirancanglah konten digital dengan menggunakan basis media touchscreen kiosk yang bertujuan untuk mempermudah pengunjung dalam menngakses informasi di dalam museum. Informasi yang digunakan pada konten berupa pengetahuan mengenai perkembangan musik di Indonesia dari pada era 50an. Konsep yang diusung dalam merancang konten digital pun harus memenuhi beberapa syarat, diantarnya mudah, informatif, dan adaptif. Diharapkan melalui konten digital tersebut dapat mempermudah pengunjung dalam menggali informasi isi koleksi yang ada di dalam museum.
Perancangan Desain Grafis Lingkungan Museum Maritim Surabaya North Quay di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
Reno Bahelwan Miazaki;
Denny Indrayana Setyadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (345.37 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48183
Terminal Gapura Surya Nusantara atau yang biasa dikenal dengan Surabaya North Quay adalah bagian dari Pelabuhan Tanjung Perak yang dikelola oleh PT. Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) yang berfokus kepada daerah maritim dan juga mengembangkan kawasan wisata. Guna terus mengembangkan diri di sektor wisata, strategi utama yang dilakukan antara lain Food and Beverage, Community, Festive, dan Education. Namun, strategi edukasi ini masih belum ada fasilitas yang dapat mewadahi. Oleh karna itu, Pihak Pelindo Property Indonesia berencana untuk membangun sebuah Museum maritim di Surabaya North Quay sebagai sarana edukasi. Tujuan perancangan ini adalah Menciptakan rancangan Desain Grafis Lingkungan yang dapat mendukung penyampaian informasi dalam Museum Maritim Surabaya North Quay pada Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dalam perancangan museum, perancangan desain grafis yang dapat menunjang penyampaian konten informasi didalamnya. Penelitian dilakukan dengan observasi pada kondisi arsitektur bangunan dan juga keadaan dari Pelabuhan Tanjung Perak itu sendiri, serta interview kepada pihak Pelindo III dan Pelindo Property Indonesia. Metode studi experimental dilakukan berdasarkan hasil dari observasi dan interview yang nantinya di depth interviewkan dan digunakan dalam proses pembuatan konsep desain. Konsep desain yang dihasilkan berupa konten informasi yang divisualisasikan dalam bentuk eksibisi dengan acuan identitas dan lingkungan pelabuhan yang telah di sederhanakan sehingga mampu menunjang penyampaian konten informasi. Luaran dari perancangan ini meliputi sistem area berupa pembagian zona, dan alur sirkulasi, desain eksibisi berupa desain eksibisi, desain mural dan desain gate, desain informasi berupa wall graphic dan konten informasi, serta desain penanda berupa panel informasi, panel objek dan directional sign.
Perancangan Buku Tutorial Sulam Kristik untuk Fesyen Wanita Bertema Bunga Indonesia
Della Novita Fauziah;
Senja Aprela Agustin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48288
Sulam kristik merupakan salah satu seni kriya tekstil yang sudah dikenali dan digemari sebagai hobi oleh masyarakat Indonesia. Namun faktanya, kegiatan menyulam tersebut bagi sebagian masyarakat Indonesia, terutama wanita dewasa muda saat ini adalah hal yang membosankan dan cenderung dianggap sebagai kegiatan yang hanya dilakukan oleh kaum lanjut usia. Oleh karena itu tujuan penulis adalah untuk mengembangkan pola sulam kristik dengan implemetasi yang berbeda, yaitu pada produk fesyen wanita dengan objek sulam bunga Indonesia. Pada perancangan ini objek yang dipilih adalah bunga Indonesia yang memiliki nilai sebagai Identitas bangsa. Perancangan buku visual ini menggunakan beberapa metodelogi penelitian diantaranya analisis komparatif, visual exploration, marketing research, studi eksisting dan literatur. Data yang didapat kemudian disimpulkan untuk mendapatkan sebuah konsep desain dan konten buku yang sesuai. Konsep perancangan ini adalah “Attractive Fashion Cross Stitch” yang dapat diartikan sebagai sulam kristik yang atraktif pada produk fesyen wanita. Dari hal tersebut merupakan sebuah peluang untuk merangkul kembali sulam kristik yang dianggap sebagai kegiatan ketinggalan zaman untuk kembali digemari sebagai hobi kekinian. Hasil luaran dari perancangan ini adalah buku tutorial dengan konten mengenai bunga-bunga Indonesia, tutorial singkat sulam kristik, hasil eksplorasi desain pola, serta berbagai contoh implementasi pola sulam kristik yang telah dibuat pada produk fesyen wanita dewasa muda.
Perancangan Video Dokumenter Nostalgia Masa Kejayaan Ludruk RRI Surabaya
Muhammad Rofiqi;
Nugrahardi Ramadhani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48613
Ludruk RRI (Radio Republik Indonesia) sebagai ludruk yang menjadikan radio sebagai panggung utamanya untuk mengadakan pertunjukan pernah mengalami masa kejayaan pada tahun 1980 sampai 1995. Pada masa itu Ludruk RRI menjadi salah satu hiburan yang paling dinanti masyarakat. Hal ini karena pada masa itu radio menjadi media hiburan utama yang mudah dijangkau oleh masyarakat Jawa Timur. Akan tetapi generasi maestro yang mengalami masa kejayaan tersebut sudah mulai berkurang. Ditambah dengan keberadaan ludruk radio yang semakin tersisihkan oleh media dan hiburan yang lebih modern. Hal tersebut menjadikan cerita euforia pemain dan masyarakat hanya dimiliki oleh orang-orang yang mengalami masa tersebut. Dibutuhkan sebuah media audio visual berupa video dokumenter yang mampu mendokumentasikan tentang euforia masa kejayaan Ludruk RRI sehingga cerita tersebut bisa diwariskan ke generasi mendatang. Metode yang digunakan dalam pembuatan video dokumenter ini adalah studi literatur, observasi, dan studi eksisting untuk mengumpulkan data seputar Ludruk RRI dan video dokumenter. Data yang didapat lalu disusun menjadi poin-poin dalam afinity diagram yang selanjutnya menjadi acuan dalam studi eksperimental (naskah dan storyboard). Hasil dari studi eksperimental kemudian dikonformasi oleh ahli film dokumenter. Sehingga dihasilkan video dokumenter euforia masa kejayaan Ludruk RRI dengan nuansa nostalgia.
Perancangan Film Dokumenter Tari Jathilan Yogyakarta
Lukas Bagas Mukti Wibowo;
Denny Indrayana Setyadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3597.571 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48618
Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki berbagai macam kebudayaan lokal dengan nuansa tradisional dan berkaitan dengan kekuatan alam sekitar. Kebudayaan lokal ini merupakan suatu bentuk identitas dan penghormatan akan kekuatan alam serta tradisi yang telah berlaku sejak jaman dahulu kala. Akan tetapi dengan perkembangan teknologi saat ini dan modernisasi yang berkembang, kebudayaan lokal ini mulai kurang mendapat perhatian dan dapat berdampak pada punahnya atau hilangnya kebudayaan tersebut. Salah satu budaya lokal tersebut adalah Tari Jathilan Yogyakarta. Film dokumenter Tari Jathilan Yogyakarta merupakan suatu bentuk upaya yang dilakukan agar kebudayaan lokal tetap mendapat perhatian terutama oleh generasi muda dan dapat dipertahankan oleh masyarakat luas di tengah perkembangan jaman modern ini. Film dokumenter ini menekankan Sejarah Jathilan dan dinamika pelaku Jathilan dalam mempertahankan kesenian ini. Metode berupa depth interview dengan pelaku Jathilan dan observasi pada pementasan kemudian pengolahan data agar dapat digunakan dalam penyusunan konsep film sehingga didapatkan hasil yang maksimal. Film berdurasi 17 menit ini memberi gambaran kekuatan magis dari Tari Jathilan yang merupakan suatu bentuk kesatuan manusia dnegan Sang Pencipta yang dapat menghasilkan suatu keindahan yang dapat dinikmati oleh semua orang. Diharapkan dengan perancangan film dokumenter Tari Jathilan Yogyakarta dapat memberi sebuah wawasan dan gambaran mengenai Tari Jathilan Yogyakarta kepada kalangan masyarakat luas serta dengan mengetahui akan pagelaran seni Tari Jathilan Yogyakarta dapat menumbuhkan rasa kebanggaan dan kecintaan terhadap budaya lokal sehingga dapat terus dilestarikan untuk generasi berikutnya.