cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Perancangan Buku Visual Adat Istiadat Suku Batak Toba sebagai Bentuk Pelestarian Budaya Angeline Claudia; Baroto Tavip Indrojarwo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36051

Abstract

Adat dan budaya Batak selama ini lebih banyak disebarkan melalui mulut ke mulut dan dampaknya lama kelamaan bisa menyebabkan kepunahan. Sehingga, adat dan budaya perlu dilestarikan secara tertulis agar informasi tentang adat tetap dapat diketahui oleh generasi penerusnya. Tujuan perancangan buku visual ini untuk menjelaskan dan memberi gambaran tentang adat istiadat Batak Toba sebagai bentuk pelestarian budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan Raja Adat, petenun ulos, pengukir gorga rumah adat, dan guru musik yang berlokasi di tanah Batak. Selain itu wawancara juga dilakukan kepada dosen antropologi UI (Universitas Indonesia) dan pihak penerbit GPU (Gramedia Pustaka Utama). Pengumpulan data juga dilakukan melalui studi etnografi dan riset AEIOU (activity, environment, interaction, object, dan user) dengan mengunjungi situs budaya dan perkampungan adat di Pulau Samosir untuk mendapatkan data visual sekaligus mengamati proses adat yang terjadi di lokasi secara langsung. Sebagai data sekunder, dilakukan pula kajian pustaka terhadap buku-buku yang berkaitan dengan adat suku Batak Toba. Hasil dari perancangan ini adalah buku visual adat istiadat Batak Toba yang terdiri dari 6 topik yaitu sejarah, marga, upacara adat, ulos, rumah adat,dan kesenian. Penyajian konten dan visual dalam buku menggunakan jenis fotografi still life untuk menunjukkan artefak suku Batak, foto lanskap untuk menggambarkan keindahan tanah Batak, foto jurnalistik dan potrait untuk menunjukkan proses kegiatan adat dan masyarakat Batak Toba serta teknik digital imaging untuk menggabungkan dua atau lebih foto dalam rangka merekayasa ulang peristiwa lampau. Fotografi yang tajam dan kontras memberikan kesan suku Batak yang kuat dan tegas. Ilustrasi pena hitam putih dalam bentuk outline dan diberi arsir gelap terang dengan latar belakang warna krem seperti warna kertas yang menguning untuk memberi kesan klasik dan otentik. Buku visual menjadi sumber referensi yang mudah dipahami oleh orang-orang yang tertarik mempelajari kebudayaan, menyukai fotografi dan desain, khususnya suku Batak Toba di perantauan yang jauh dari kampung halaman.
Perancangan Clothing dengan Desain Khas Lombok sebagai Suvenir Baiq Nindiastuty Fitrimaghfira; R. Eka Rizkiantono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i1.36063

Abstract

Wisatawan Pulau Lombok membutuhkan suvenir pakaian dengan keunikan dan kekhasan pulau Lombok yang memiliki daya tarik. Suvenir pakaian yang berkembang saat ini memiliki tema dan karakteristik desain yang cenderung sama dengan yang lain. Desain yang ditawarkan menarik tetapi belum menonjolkan khas pulau Lombok. Oleh karena itu dibutuhkan desain suvenir pakaian yang berbeda dari suvenir yang sudah ada. Dengan menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh dari metode depth interview Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Mataram dan pemilik sasaku Lombok, observasi, kajian literatur bersumber pada buku pedoman statistik kepariwisataan, buku fashion dan sejarah gaya desain sehingga mendapatkan konsep Authentic Lombok. Dengan melakukan explorasi berbagai gaya desain yang mengacu pada tren desain vintage salah satunya Artdeco. Artdeco merupakan gaya desain yang menggunakan unsur geometris untuk membentuk objek. Konsep authentic lombok menampilkan kebudayaan seperti gendang beleq, tari oncer, perang peresean yang diaplikasikan pada kaos, scarf dan kemeja. Kemudian wisata alam seperti pantai batu bolong dengan kegiatan olahraga bersepeda pada kaos dan kuliner Lombok seperti sate bulayak pada outer dan syal. Selain itu edisi desain peta daerah lombok yang menunjukkan lokasi wisata. Suvenir pakaian dengan tema authentic lombok sudah menggambarkan khas lombok. Warna warna yang digunakan pada desain menarik disertai bahan pakaian yang lembut dan hasil cetak yang sesuai. Beberapa desain perlu dikembangkan dengan menggunakan tren desain yang lain.
Eksperimen Sistem Sambungan Tanpa Penggunaan Sekrup dan Baut Untuk Display Pameran Ninik Rini Haryani; Ellya Zulaikha
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36320

Abstract

Sambungan adalah hasil dari penyatuan beberapa bagian atau konstruksi dengan menggunakan suatu cara tertentu. Sambungan memenuhi fungsi kekuatan, teknologi dan operasional-estetis yang penting dalam konstruksi furnitur. Saat ini fungsi sambungan mengalami pergeseran. Mulai muncul produk-produk yang mengangkat sambungan sebagai point of interest. Dengan sistem sambungan, fleksibilitas dalam konstruksi bisa dicapai. Konsep pengembangan sistem sambungan untuk konstruksi fleksibel tersebut dapat diaplikasikan pada berbagai produk seperti display pameran. Terdepat peluang untuk mengaplikasikan sambungan pada display pameran karena display pameran membutuhkan dimensi yang cukup besar sehingga proses pembawaannya pun sulit. Dengan menerapkan sistem sambungan pada display pameran, dapat memudahkan sistem perakitan dan pembongkaran dalam display pameran yang bersifat sementara dan portable. Tidak hanya itu konstruksi dalam display pameran akan lebih fleksibel sesuai kebutuhan dengan sistem sambungan serta mudah dan ringkas saat dibawa. Untuk mewujudkan gagasan tersebut, diperlukan beberapa percobaan dan analisis. Percobaan meliputi variabel dan prinsip sambungan, eksperimen sambungan kepada material serta eksperimen struktur dan konstruksi untuk mencari inovasi baru. Sedangkan analisis-analisis yang diperlukan adalah analisis terkait pasar, meliputi peluang pasar, target konsumer, target user, dan market position. Pada akhir penelitian ditemukan beberapa varian sambungan meliputi, prinsip sambungan, material yang akan disambung dan dijadikan diplay pameran, serta struktur konstruksi yang bisa dicapai menggunakan sistem sambungan yang dapat mempermudah user dalam perakitan dan fleksibel sesuai kebutuhan user.
Desain Interior KM Kelimutu sebagai Kapal Wisata dengan Nuansa Budaya Indonesia Timur yang Modern Mochamad Ilham Fahma; Thomas Ari Kristianto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.947 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i1.37900

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan obyek wisata bahari yang sangat melimpah dan diminati oleh wisatwan domestic mau pun mancanegara. Pada tahun 2014, 30% dari 9,4 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung, merupakan wisatawan bahari. Tiap tahun jumlah selalu meningkat dengan dipermudahnya akses kapal pesiar asing berlayar di laut Indonesia untuk melakukan wisata bahari. Potensi ini dinilai PT Pelni selaku perusahaan kapal terbesar di Indonesia sebagai prospek yang menjanjikan dalam dunia pariwisata Indonesia, khususnya bahari. Mengingat belum adanya kapal pesiar milk dalam negeri, PT Pelni berencana untuk memodifikasi KM Kelimutu sebagai kapal pesiar dengan rute menuju Indonesia timur meliputi Bali, Kepulauan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Berdasarkan rute yang ditentukan, desain interior yang mengusung budaya Indonesia timur dinilai cocok untuk diterapkan untuk lebih mengenalkan kebudyaan dan objek wisata yang akan dikunjungi. Elemen interior yang ada pada kapal tentu berbeda dengan bangunan daratan. Material yang diterapkan harus mengikuti regulasi yang ada pada kapal untuk keamanan dan kenyaman penumpang. Dengan mempertimbangkan aspek budaya dan regulasi, diharapkan interior yang didesain dapat memberikan keamanan dan kenyamanan penumpang. Selain itu, diharapkan karya Tugas Akhir ini dapat dijadikan referensi dalam dunia interior kapal di Indonesia.
Desain Sepeda Kampus Yang Menunjang Sistem Bike-Share Generasi Keempat(+) Untuk Kawasan Kampus Universitas Indonesia Dengan Konsep Unisex Melvina Pangestika Putri; Bambang Tristiyono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.741 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36357

Abstract

Sejak Juli 2007 kampus Universitas Indonesia telah menjadi pelopor “Bike to Campus” di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan program “Sepeda Kuning”. Sepeda kampus UI tersebar di seluruh area kampus dengan sistem peminjaman manual, sehingga harus ada petugas yang berjaga selama sepeda kampus ini beroperasi. Sepeda kampus UI masih menggunakan desain sepeda gunung yang umum dijual di pasaran, sehingga kurang cocok untuk pengguna wanita terutama yang memiliki ukuran tubuh kecil saat mengendarai. Sepeda kampus UI ini belum memiliki karakter desain tersendiri sehingga belum menunjang kebutuhan masyarakat kampus ketika membawa barang-barang. Sepeda kampus UI ini juga masih belum memiliki konsep desain yang sesuai dengan keadaan pengguna di area kampus. Maka dari itu perlu dilakukan riset untuk memperbaiki sepeda kampus UI baik dari segi karakter desain dan konsep desain yang diusung. Dalam penelitian ini, untuk menyelesaikan masalah tersebut maka konsep yang ditawarkan adalah unisex. Karena sepeda kampus ini nantinya akan digunakan oleh wanita maupun pria dari semua kalangan usia sehingga akan cocok digunakan untuk semua gender terutama dari desain frame sepeda. Desain frame sepeda ini sendiri juga diambil dari bentuk daun sebagai salah satu simbol Eco Green. Dengan karakter desain bentuk frame ini diharapkan masyarakat dapat membedakan dengan sepeda kampus lainnya. Adanya proyek sepeda kampus dengan sistem bike share berkonsep unisex ini, diharapkan dapat lebih meningkatkan peringkat Universitas Indonesia dalam kategori Green Matic.
Pengembangan Desain Interior Minibus untuk Shuttle Travel Rute Bandara Katon Ageng Rezkita; Bambang Tristiyono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.836 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36441

Abstract

Shuttle travel dengan rute bandara adalah layanan jasa transportasi, baik dari bandara ke berbagai kota maupun sebaliknya yang menggunakan kendaraan jenis minibus. Perkembangan inovasi dalam bisnis shuttle travel mengalami stagnansi dalam pelayanannya, baik servis maupun kualitas interior kendaraan, sedangkan orientasi konsumen perlahan berubah dari yang dulunya harga menjadi kualitas. Mengacu pada target konsumen pra- dan pasca-penerbangan, shuttle travel rute bandara memiliki kebutuhan-kebutuhan spesifik, seperti storage interior yang memadai dan desain interior yang nyaman. Namun, kebutuhan untuk meningkatkan pelayanan ini tidak dapat dipenuhi oleh interior minibus produksi karoseri yang ada. Melihat permasalahan tersebut, konsep comforting dan organized diimplementasikan pada desain interior minibus ini berdasarkan brainstorming idea dan analisis user yang telah dilakukan. Konsep comforting mencakup perlakuan spesifik kepada user dimana interior minibus menawarkan driving experience yang baik dan berbeda. Selain itu, konsep organized mencakup konfigurasi interior secara menyeluruh baik dari kursi penumpang hingga storage dan bagasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain interior minibus yang sesuai dengan kebutuhan spesifik user-nya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah in-depth interview dan tinjauan berbagai literatur. Beberapa studi dan analisis yang berhubungan dengan konfigurasi interior, kenyamanan berkendara, impresi desain interior, hingga penerapan teori jarak dan ruang antar individu dilakukan dalam perancangan interior minibus ini.
Pengembangan Layout Interior Pesawat N219 Air Ambulance untuk Meningkatkan Teamwork Tim Paramedis Udara pada Proses Transfer Antar Rumah Sakit Fahriza Prima Abdillah; Andhika Estiyono; Muji Hendro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.466 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36482

Abstract

Indonesia sebagai negara berkembang masih memiliki berbagai masalah pada aspek pelayanan medis. Banyak daerah di Indonesia tidak memiliki fasilitas medis yang memadai. Rendahnya ketersediaan ambulans menyebabkan penduduk di daerah terpencil mengalami kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Ambulans udara membantu mengoptimalkan mobilisasi ambulans sebagai sarana warga dalam mengakses layanan kesehatan ketika mentransfer lebih dari 241 km dengan perawatan medis. Transfer antar rumah sakit memfasilitasi transfer pasien dari rumah sakit daerah terpencil ke rumah sakit pusat atau rumah sakit spesialis untuk perawatan khusus. Desain kabin ambulans udara untuk transfer antar rumah sakit di Indonesia sebagian besar kurang mempertimbangkan formasi yang sesuai untuk mendukung tugas paramedis. Hal ini dapat menyebabkan ketidaksesuaian aktivitas dan peralatan medis yang diperlukan sehingga dapat menghambat aktivitas dan kerjasama paramedis dalam penanganan kepada pasien. Metode penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui metode seperti Contextual Inquiry, User Journey Map, Deep Interview, dan User Stories. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan desain interior pesawat N219 sebagai ambulans udara dalam rangka mempermudah tim paramedis udara untuk melakukan kerjasama, komunikasi internal, dan tetap berfokus pada pasien selama on flight treatment.
Perancangan User Interface Aplikasi Mobile Sebagai Media Promosi Digital UMKM Tour dan Travel Atnis Kurnia Rianingtyas; Kartika Kusuma Wardani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.672 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36874

Abstract

Potensi besar sektor pariwisata di Indonesia mengakibatkan ketatnya persaingan usaha di bidang tour dan travel. Hal ini menyulitkan bagi pemilik usaha skala UMKM karena sebagian besar pangsa pasar dikuasai oleh tour dan travel skala besar. Di sisi lain potensi pasar yang ada memungkinkan media berbasis digital agar dapat bersaing dalam kondisi tersebut. Pemilik usaha tour dan travel skala UMKM membutuhkan desain media yang tepat untuk memperkenalkan kualitas jasa yang dimiliki kepada wisatawan sebagai penggunanya. Metode deep interview dan customer journey map dilakukan untuk memetakan kebutuhan pengguna. Selain itu juga dilakukan studi literatur tentang media user interface, promosi digital dan e-commerce, aplikasi mobile eksisting, dan karakteristik wisatawan yang didapat dari penelitian sebelumnya, buku, jurnal, dan artikel. Keseluruhan proses perancangan menggunakan metode desain kontekstual kemudian hasilnya dirangkum, diolah secara keseluruhan dan disintesis menjadi sebuah konsep desain interface aplikasi mobile sebagai dasar dari perancangan ini. Aplikasi mobile ini menggunakan sistem operasi android. Desain yang dihasilkan meliputi pemetaan kebutuhan pengguna, dan desain user interface yang dirancang berdasarkan riset. Selain itu, UMKM tour dan travel juga mendapatkan perencanaan strategi promosi yang terintegrasi dengan konten di dalam aplikasi. Konsep user interface aplikasi mobile dapat diterapkan dan dikembangkan ke berbagai daerah. Adanya desain user interface aplikasi mobile ini diharapkan dapat menyampaikan informasi kualitas jasa yang dimiliki oleh UMKM tour dan travel dapat kepada wisatawan sebagai pengguna dari aplikasi mobile.
Pengembangan Material Serat Sabut Kelapa untuk Home Decor Elna Wahyuning Tyas; Ellya Zulaikha
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.208 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36573

Abstract

Indonesia adalah penghasil kelapa terbesar di dunia sebesar 18.3 juta ton pertahunnya. Sabut kelapa merupakan hasil samping dan merupakan bagian yang terbesar dari buah kelapa, yaitu sekitar 35 persen dari bobot buah kelapa. Dengan demikian maka terdapat sekitar 6,4 juta ton limbah sabut kelapa yang dihasilkan dan belum termanfaatkan. Sejauh ini, sabut kelapa merupakan bahan baku untuk industri otomotif, home appliancedan kerajinan seperti sapu dan keset khususnya di Indonesia. Penelitian dimulai dengan melakukan survey lapangan dan wawancara dengan distributor dan pengrajin serat sabut kelapa yang dilanjutkan dengan eksperimen material. Lalu penulis melakukan analisis terhadap eksperimen material tersebut, analisis luaran produk, dan studi bentuk melalui moodboard, studi user melalui persona, studi market melalui tinjauan produk sejenis dan studi pasar melalui segmentasi pasar dan positioning product. Melalui hasil eksperimen dan penelitian ini diperoleh bahwa produk serat sabut kelapa dapat dibentuk se-fleksibel mungkin dengan menganyam sabut kelapa pada rangka baja, sehingga bentuk yang diperoleh tidak hanya terbatas menjadi bentuk persegi empat seperti yang biasa diterapkan pada keset. Konsep produk yang dikembangkan pada penelitian ini adalah konsep rustic, karena menyesuaikan dengan karakter sabut kelapa yang cenderung kaku dan kasar.Sebagai langkah awal, produk yang dihasilkan adalah home décoruntuk di café atau hotel.
Eksplorasi Material Alami: Bahan Anti Semut untuk Produk Dinnerware Indana Ulfah Sitopmul; Ellya Zulaikha
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.163 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36582

Abstract

Aktivitas makan merupakan aktivitas primer sehari-hari yang tak lepas dari kerawanan permasalahan gangguan semut. Semut yang datang tersebut ada kemungkinan membawa bakteri yang dapat mengkontaminasi kualitas makanan. Salah satu cara yang sering digunakan untuk mengantisipasi semut adalah menggunakan bahan kimia seperti kapur semut atau obat semprot. Namun penggunaan bahan kimia mengandung potensi bahaya, terutama jika bahan tersebut tidak termasuk kategori food grade. Adapun cara lain untuk mengantisipasi datangnya semut adalah menggunakan bahan alami seperti kayu manis, cengkeh, kopi dan teh. Bahan-bahan tersebut dapat mengacak sistem sensor pada semut untuk menemukan makanan. Pada penelitian ini penggunaan bahan kayu manis dan cengkeh diekplorasi menjadi produk dinnerware, karena produk dinnerware anti semut masih belum banyak dikembangkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen untuk menemukan komposisi yang tepat agar diperoleh dinnerware yang rigid. Selanjutnya, dilakukan eksplorasi bentuk. Akhirnya dilakukan uji ketahanan produk terhadap semut untuk mengetahui seberapa lama dan seberapa kuat produk dinnerware anti semut alami ini dapat mengantisipasi datangnya semut.