cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Istana Kebyar-Kebyar Tema: Tahi Kucing Rasa Coklat Dolorosa, Zefanya; Prijotomo, Josef
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1095

Abstract

Abstrak—Gombloh dikenal sebagai salah satu tokoh musik Indonesia yang berasal dari kota Surabaya. Lagu-lagunya masih banyak didengarkan hingga sekarang baik oleh anak muda maupun orang dewasa. Namun, sayang sekali apresiasi ataupun tempat untuk mengenang Gombloh masih sedikit sekali. Lagunya masih banyak didengar, namun nama penyanyinya, yakni Gombloh, sudah mulai tenggelam. Istana Kebyar-Kebyar merupakan tempat untuk memberikan apresiasi lebih kepada musisi Gombloh. Lagu-lagunya, kisah hidupnya, dan barang-barang memorabilianya dapat dikenang dan diapresiasi di tempat ini. Istana Kebyar-Kebyar juga menggunakan konsep yang menekankan pada olahan ruang terbuka hijau. Hal ini untuk menanggapi isu ruang terbuka hijau yang selalu menjadi bahan pembicaraan yang hangat terutama di perkotaan. Tema yang digunakan dalam merancang Istana Kebyar-Kebyar adalah Tahi Kucing Rasa Coklat. Frasa ini adalah penggalan lirik lagu Gombloh yang berjudul “Lepen”. Tema ini mempunyai inti yaitu membuat sesuatu yang biasa menjadi luar biasa dan juga menekankan pada konsep arsitektur yang evolutif dan kontekstual..   Kata Kunci—Gombloh, ruang publik hijau, musium, evolusi, kontekstual
Aplikasi Monumentalisme dalam Perancangan Museum Gempa Yogyakarta sebagai Upaya Membangkitkan Kesadaran Masyarakat akan Ketanggapan Terhadap Gempa Bumi di Yogyakarta Fardilla Rizqiyah; Wahyu Setyawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.434 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1114

Abstract

Monumen merupakan suatu benda atau bangunan yang dibangun dengan tujuan untuk membangkitkan kenangan terhadap sesuatu. Prinsip monumental sengaja dibubuhkan pada bangunan yang dirancang untuk menarik perhatian orang-orang di sekitar agar tertuju pada bangunan tersebut.  Oleh karena itulah, perancangan sebuah museum erat kaitannya dengan monumentalisme yang ingin dibangkitkan di dalamnya serta menarik perhatian khalayak yang melintasinya. Prinsip inilah yang kemudian diaplikasikan pada museum gempa Yogyakarta sebagai salah satu sarana edukatif yang diharapkan dapat membangkitkan semangat dan minat para penduduk Indonesia khususnya dalam mempelajari beragam hal mengenai gempa bumi berikut cara mitigasi maupun riset dan teknologinya. Lokasi site merupakan salah satu wilayah dalam zona rawan gempa yaitu Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi perancang untuk menjadikan objek rancang sebagai salah satu contoh bangunan edukatif yang aman gempa. Sehingga, unsur megah dan kuat yang dibubuhkan pada rancangan menjadi poin penting untuk menghadirkan kesan bangkit secara visual bagi para penikmatnya.
Perancangan Maternity Wings RSUD Dr Soetomo Surabaya sebagai Upaya Pelayanan Komperhensif dalam Kesehatan Wanita Karina Anindita; Purwanita Setijanti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1745.861 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1118

Abstract

Tingginya AKI di Indonesia dapat menghambat tercapainya program pemerintah dalam konsep pembangunan millennium (Millennium Development Goals / MDGs) tahun 2015 yang salah satu nya adalah dengan pemberdayaan perempuan dan meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. RSUD Dr Soetomo Surabaya sebagai rumah sakit milik pemerintah provinsi Jawa Timur mempunyai kewajiban untuk ikut dalam mengatasi masalah tersebut agar dapat mewujudkan tercapainya MDGs 2015 dengan menyediakan suatu tempat atau sarana untuk dapat memberikan fasilitas yang terbaik serta terpadu untuk kesehatan perempuan serta pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang diolah dengan sistem manajemen yang baik sehingga Maternity Wings yang terletak pada lingkungan sekitar kompleks RSUD Dr Sutomo Surabaya merupakan sebuah solusi yang diambil. Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan sebuah rancangan bangunan Maternity Wings yang sesuai dengan kebutuhan dari pemilik rumah sakit maupun pasien berbagai kalangan dengan cara membawa image yang baik Serta dapat mendesain bangunan RSUD Dr sutomo yang dapat menjadi contoh bagi daerah yang lainnya.
Metafora Kembang Api dalam Objek Rancang Galeri Seni Instalasi Indonesia Aryo Mahardika; Wahyu Setyawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2588.563 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1329

Abstract

Dalam melakukan pendekatan rancang banyak alternatif yang dapat digunakan, salah satunya adalah dengan pendekatan metafora. Objek yang akan dirancang dengan pendekatan ini adalah Galeri Seni Instalasi Indonesia. Galeri Seni Instalasi Indonesia adalah suatu tempat yang mempunyai fungsi sebagai ruang pamer seni instalasi karya seniman Indonesia juga membantu dalam memasarkan karya seni instalasi bagi seniman di Indonesia dan sebagai wahana entertainment bagi masyarakat kota Surabaya. Pendekatan tema rancangan pada objek ini akan menggunakan pendekatan metafora. Pemilihan tema Kembang Api merupakan pendekatan tema yang berasal dari isu-isu yang berkaitan dengan objek rancang baik secara arsitektural maupun secara kawasan. Galeri akan dimunculkan dari karakteristik sifat-sifat kembang api yang dipindahkan ke dalam karakterisrik objek rancang seperti gemerlapnya cahaya, gubahan bentuk ledakan dari gerakan kembang api, tak beraturan dan unsur kejutan.
Keatraktifan Galeri Seni di Kawasan Cagar Budaya Surabaya Rizvanda Ryan Savero; I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.094 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1330

Abstract

Galeri seni yang ada di Surabaya saat ini merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk memamerkan karya-karya seni. Sayangnya, desain dari galeri yang ada cenderung kurang memperhatikan desain eksterior bangunan serta kualitas ruang yang dapat mendukung aktivitas dalam galeri itu sendiri. Padahal galeri seni juga harus bisa membuat pengunjung dapat menikmati dan merasakan keindahan karya seni, tidak hanya sekedar melihat karya didalamnya saja. Desain eksterior yang menarik dan kualitas desain ruang dalam yang baiklah yang dapat membuat pengunjung merasakan atmosfer galeri seni. Terlebih kesan atraktif dan tampil beda dalam desain galeri ini sehingga dapat menimbulkan daya tarik yang kuat terhadap penikmat dan pengunjung galeri. Galeri ini bertujuan sebagai tempat interaksi yang edukatif dan rekreatif agar dapat meningkatkan minat pengunjung dalam mengapresiasi seni.
Penerapan Tema Buraq dalam Rancangan Rumah Sakit Jantung (Surabaya Cardiac Center) Dimas Adi Pratama; Sudradjat Sudradjat
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2052.223 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1333

Abstract

Pada jaman sekarang ini kehidupan modern telah menjadi suatu kebiasaan terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke atas. Orang-orang sibuk mengejar kebutuhan hidup dengan cara yang praktis dan serba otomatis, seperti mengkonsumsi makanan yang cepat saji, makanan yang berlemak, jarang berolahraga, stress berkepanjangan, dan lain sebagainya. Kadangkala pola hidup yang demikian mengakibatkan meningginya faktor terkena serangan jantung. Penulis mengusulkan sebuah bangunan yang dapat mewadai pelayanan penyakit jantung, dimana perencanaan dan perancangan rumah sakit jantung di Surabaya ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Timur khususnya kota Surabaya, dalam menghadapi penyakit jantung yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Surabaya Cardiac Center merupakan Pusat Pelayanan Penyakit Jantung (bangunan rumah sakit Jantung). Dimana pusat pelayanan ini tergolong dalam rumah sakit khusus, yakni hanya memberikan pelayanan terhadap penderita penyakit jantung, mulai dari diagnostik, perawatan dan rehabilitasi. Oleh karena itu pusat pelayanan ini didalamnya memilki beberapa fasilitas, seperti UGD, unit bedah, unit diagnosa, rawat jalan, rawat inap, dan fasilitas penunjang lainnya.
Fungsional Versus Estetika: Inkubasi dalam Rancangan TPA Yusuf Ariyanto; I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2538.359 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1335

Abstract

Pertentangan fungsionalitas dan estetika sebuah bangunan TPA berasal dari penanganan sampah menjadi satu hal yang sangat perlu diperhatikan dalam pengelolaan kota, dengan kata lain sampah adalah bagian dari kota. Terkait hal tersebut, maka TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) memiliki peran aktif dalam mengatasinya, demikian dengan keberadaan lokasi TPA Benowo yang terletak dikawasan SSC (Surabaya Sport Center). Permasalahan yang timbul dari pertentangan antara fungsionalitas dan estetika dalam rancangan ini adalah bagaimana korelasi rancangan tempat pembuangan dengan tempat kunjungan edukasi dan kawasan ikon Surabaya dengan nilai estetika area SSC yang menurun akibat dari adanya kawasan pembuangan sampah tersebut. Perancangan ini memiliki tujuan dapat melahirkan gagasan untuk mewujudkan TPA (Tempat Pengolahan Sampah Akhir) Benowo tidak hanya sebagai tempat penampungan dan pengolahan sampah sebagai unsur fungsional, tetapi merupakan obyek rancang yang menampilkan keindahan rupa bangunan dengan detail utilitas dari unsur fungsionalitas tersebut serta menjadi bagian dari kawasan ikon Surabaya yaitu SSC. Ekspresi arsitektur yang menampakkan sisi fungsional bangunan, yaitu elemen utilitas bangunan dan elemen struktur sebagai unsur estetika.
Meng-‘abadi’-kan Arsitektur dalam Rancangan Gedung Konser Musik Klasik Surabaya Fanny Florencia Cussoy; I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.732 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1337

Abstract

Abadi dapat didefinisikan sebagai keadaan yang tak lekang oleh waktu dan tidak berubah. Keadaan yang tidak terpengaruh oleh waktu tersebut berusaha direpresentasikan dalam rancangan Gedung Konser Musik Klasik Surabaya melalui berbagai aspek arsitektural, sehingga objek rancang dapat hadir sebagai sesuatu yang ’abadi’. Konteks lingkungan yang berada di area cagar budaya menjadi tantangan tersendiri dalam proses merancang, terutama dalam hal menghilangkan keterikatan objek terhadap waktu pada sebuah area yang sangat terikat terhadap zaman perkembangannya. Area cagar budaya memiliki keterikatan yang sangat jelas terhadap waktu, terutama berkaitan dengan aspek kesejarahannya, sehingga untuk menghadirkan objek yang ’abadi’, perancang harus mempertimbangkan setiap keputusan desain agar tetap menghormati konteks lingkungan di mana ia berada dan di saat yang sama tetap merepresentasikan keabadian yang menjadi tema rancangan.
Redevelopment Pasar Bunga, Burung, dan Ikan Hias di Malang sebagai Penyeimbang antara Kegiatan Ekonomi dan Lingkungan Samsul Budi Akmal; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2621.363 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2331

Abstract

Redevelopment Pasar Bunga, Burung, dan Ikan Hias di Malang dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pasar ini dalam rangka mendukung peningkatan tren pariwisata di Malang. Berlokasi di lahan eksisting Pasar Bunga, Burung, dan Ikan Hias Malang, redevelopment ini akan dikembangkan dengan tujuan menyeimbangkan kegiatan ekonomi yang berlangsung dengan kondisi lingkungannya. Pendekatan yang digunakan dalam redevelopment ini diadopsi dari Green Architecture. Hasil rancangan pasar difokuskan pada penataan pola sirkulasi radial-grid pada pasar bunga, dan pola kurva linier pada pasar burung dan ikan hias. Massa bangunan dilengkapi dengan plaza di bagian tengah, dan utilitas yang sesuai dengan pola aktivitas pasar. Bentuk bangunannya mempertahankan gaya arsitektur kolonial Belanda. Penerapan struktur tree-like column dengan bentuk yang menonjolkan karakter lingkungannnya, dan penggunaan Pohon Cempaka untuk mengatasi efek polusi dari aktivitas pasar burung
Penerapan Tema Improvisasidalam Rancangan Gedung Seni Pertunjukan Teater di Surabaya Gilang Maulana Dentiasa; Baskoro Widyo Isworo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2622.767 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.3218

Abstract

Di dalam lingkup seni pertunjukan, improvisasi dianggap sebagai salah satu teknik dalam pementasan/pertunjukan.Improvisasi mempunyai kedudukan tersendiri bagi pemain/performer maupun pengamat, karena improvisasi merupakan suatu upaya untuk menampilkan ekspresi maupun kreativitas performer secara spontan dan lebih dinamis pada sebuah pertunjukan langsung.Karakteristik tersebutlah yang menjadikan improvisasi dapat diangkat sebagai tema dalam perancangan ini. Metoda yang digunakan untuk mendukung dalam proses perancangan ini adalah studi literatur, survey lapangan dan wawancara, serta studi kasus.Hasil rancangan adalah penerapan karakteristik improvisasi kedalam bentukan dan fasad bangunan yang terlihat dari garis dan bidang lengkung, pola perulangan, tinggi rendah serta maju mundur dari bentuk bangunan yang menghasilkan bentukan yang dinamis. Sehingga diharapkan objek rancang ini dapat menjadi landmark baru di kota Surabaya