cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Pusat Pelatihan Meditasi Yoga di Surabaya Merupakan Wujud Intepretasi dari Kontemplasi Anggara Afianto; Andy Mappajaya
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1457.813 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.3219

Abstract

Pengertian Pusat Pelatihan Meditasi Yoga di Surabaya adalah sebagai pusat kegiatan meditasi dan yoga, baik seminar maupun pelatihan dengan menghadirkan miniatur alam sebagai pengisi atmosfir pada tatanan tapaknya serta sebagai pengkondisi atmosfir udara di kota Surabaya. Dengan tema ‘kontemplasi’ yang merupakan esensi dari meditasi dan yoga, diharapkan mampu menciptakan ikatan emosi antara obyek rancang dengan penggunanya sehingga dapat tercipta kenyamanan dan ketenangan. Maksudnya, meditasi (jiwa) diartikan sebagai proses pemahaman pergerakan ketika sedang berkonsentrasi, sedangkan pada yoga (tubuh) diartikan sebagai proses pemahaman akan pergerakan tubuh itu sendiri. Proses tersebut membutuhkan keseimbangan baik dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Proses tersebut menjadi acuan dalam menciptakan atmosfer ketika mendesain Pusat Pelatihan Meditasi Yoga di Surabaya. Menghadirkan konsep yang menerapkan tatanan, pola dan gubahan bentuk berdasarkan hirarki setiap fasilitas yang disediakan agar dapat dengan jelas menginterpretasikan tema, fungsi dan guna obyek rancang secara intangible metaphor dengan diikuti kaidah-kaidah Arsitektural yang sesuai tema ke dalam obyek rancang.
Canon, sebuah Teori Musik sebagai Tema Objek Rancang Sekolah Tinggi Seni Pertunjukan Melati Rahmi Aziza; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.825 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.3249

Abstract

Me”musik”kan arsitektur, menjadi pemikiran pertama kali sebelum memulai perancangan. Mengutip perkataan Goethe, filosofi terkenal yang berbicara tentang arsitektur sebagai musik yang dibekukan. Sama halnya dengan musik, arsitektur juga dapat memiliki irama. Karena itu, dipilihlah Canon sebagai tema Sekolah Tinggi Seni pertunjukan. Mengingat Canon dalam musik ternyata dapat menciptakan melodi yang atraktif, sehingga sesuai sebagai tema sekolah yang bertajuk pertunjukan. Perancangan ini memakai teori Tangible Metaphore. Proses yang dibutuhkan adalah bagaimana menuangkan karakter dari Canon, agar dapat terlihat pada rancangan nantinya, melalui proses transformasi. Adapun karakter Canon adalah pengulangan melodi; terdapat melodi Leader dan Follower dengan durasi tertentu dan imitasi oleh melodi Follower berupa ritme/ interval yang sama atau transformasi dari ritme/ intervalnya. Sehingga kesan akhir yang didapatkan adalah tercipta melodi yang saling bersahutan membentuk keharmonisan. Berdasarkan karakter tersebut, akhirnya dihasilkan desain rancangan yang meliputi siteplan dengan sistem sirkulasi outer ring road dengan pola pengulangan garis, massa bangunan dengan pola layering dan pengulangan pola bentuk, dan interior dengan pola Canonicnya.
Penerapan Tema Cablak pada Rancangan Rumah Budaya Betawi Alivia Bianca Bella; Murtijas Sulistijowati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.297 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3405

Abstract

Tema pada sebuah bangunan merupakan sebuah wujud dari identitas dan penerapan konsep rancangan. Konsep rancangan tersebut yang nantinya akan menerapkan berbagai macam elemen mulai dari bentuk, material, konsep ruang luar, dan interior bangunan. Dalam Rumah Budaya Betawi ini pengambilan tema juga disesuaikan dengan apa yang ingin ditunjukkan. Tema Cablak diambil karena diharapkan mampu mengaplikasikan  salah satu karakter dari orang Betawi ke dalam objek rancang. Hal ini ditinjau karena karakter ini merupakan salah satu karakter kuat yang tercermin pada hampir setiap individu orang Betawi. Maka karakter tersebutlah yang menjadikan cablak dapat diangkat sebagai tema dalam perancangan ini. Metoda yang digunakan untuk mendukung dalam proses perancangan ini adalah studi literatur, studi lapangan, studi kasus, dan wawancara. Hasil rancangan adalah penerapan karakteristik cablak ke dalam lansekap dan bentuk yang ditata menjadi lebih terbuka, lebih mudah diakses, dan akrab bagi pengguna Rumah Budaya Betawi, yang diutamakan bagi penduduk sekitar yaitu penduduk Perkampungan Budaya Betawi, kampung Kalibata.
Penerapan Aksesibilitas pada Desain Fasilitas Pendidikan Sekolah Luar Biasa Narulita Anugrahing Widi; Rullan Nirwansyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.964 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3407

Abstract

Pada dasarnya setiap sekolah memiliki fasilitas pendidikan yang kebutuhannya disesuaikan dengan aktivitas ataupun kurikulum yang ada di dalamnya. Tidak beda dengan Sekolah Luar Biasa yang memiliki Fasilitas Pendidikan khusus bagi anak – anaknya. Selain kurikulum dan pembelajarannya yang berbeda, desain ruang kelas sampai kamar mandi pun memiliki kekhususan dalam penempatannya. Desain ruang kelas tidak hanya berkutat pada bagaimana ruang kelas tersebut mampu menciptakan suasana yang kondusif, tetapi melihat dari kekhususan anak – anak tersebut maka perlu diciptakannya suasana yang komunikatif, nyaman, aman, dan edukatif. Oleh karena itu perlu adanya penerapan aksesibilitas secara khusus pada desain fasilitas pendidikan yang ada utamanya untuk Sekolah Luar Biasa
Struktur Arsitektur dalam Objek Rancang Pusat Komunitas Berperilaku Hijau Surabaya Faranita Dwi Hapsari; I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.147 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3410

Abstract

Struktur merupakan unsur yang sangat penting dan harus diperhatikan dalam merancang sebuah arsitektur. Dengan struktur sebuah bangunan dapat dinilai kekohonnya. Struktur bukanlah sebuah pelengkap perancangan, namunseharusnya juga menjadi konsep utama dalam mewujudkan sebuah bentukan / wujud arsitektur. Struktur juga bisa menjadi unsur estetika sebuah bangunan. Pada Objek Pusat Komunitas Berperilaku Hijau Surabaya pengaplikasian struktur menjadi hal pokok dalam perancangan bangunan. Struktur yang digunakan pada objek rancang tidak hanya menjadi sebuah bagian demi menunjang kekokohan bangunan, namun juga menjadi unsur pembentuk estetika bangunan. Sistem struktur ruangmembantu tiap level bangunan untuk mengatasi permasalahan strukturnya sendiri, dibantu dengan kordan kolom untuk menopangnya. Hal itu demi mewujudkan konsep bangunan melayang pada objek rancang.
Penerapan Tema Simbiosis dalam Akses Rancangan Redesain Taman Hiburan Rakyat Surabaya Mahyndrana Cahyaning Putri; Baskoro Widyo Isworo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.546 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3421

Abstract

Taman Hiburan Rakyat Surabaya berada yang di Jalan Kusuma Bangsa dulu melegenda dan banyak dikunjungi masyarakat baik dari dalam kota maupun dari luar kota. THR saat ini mengalami penurun yang cukup drastis. Beberapa faktor yang mempengaruhinya salah satunya adalah permasalahan akses pada THR yang saat ini tidak terlihat dari jalan raya oleh pengunjung sehingga membuat pengunjung enggan mendatangi THR. Penerapan tema simbiosis ini diperoleh melalui identifikasi permasalahan akses yang terjadi pada THR sehingga diperoleh tema tersebut dan diterapkan pada pengaplikasian desainnya. Oleh karena itu diharapkan Redesain Taman Hiburan Rakyat dengan tema simbiosis yang juga diterapkan pada akses menuju ke THR dapat meningkatkan kembali gairah Taman Hiburan Rakyat yang mati saat ini. Dengan menerapkan tema simbiosis pada akses menuju ke THR diharapkan mampu menghubungkan THR dengan lingkungan sekitarnya dengan baik.
Pengaplikasian Tema Ekspresif pada Pusat Ekspresi Seni di Surabaya Rayi Karamina; Purwanita Setijanti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.829 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3422

Abstract

Seni telah berkembang menjadi sebuah sarana untuk berekspresi bagi manusia. Seni musik, tari, lukis semua mempersembahkan, menunjukkan, atau menyampaikan sebuah pesan yang tersirat dan seni juga dapat menghibur orang – orang disekitarnya. Di Surabaya, tidak banyak tempat pertunjukan seni yang hidup, beberapa tempat pertunjukan seni di Surabaya tidak berkembang sehingga sepi pengunjung. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah Pusat Pertunjukan Seni di Surabaya. Pusat Ekspresi Seni disini selain ingin mewadahi pecinta seni, ingin menjadikan obyek ini menjadi sebuah karya seni yang dipamerkan pada area ini maka dari itu, tema Ekspresiflah yang diambil. Kata ekspresif diambil karena merupakan salah satu sifat sebuah karya seni. Beberapa penjabaran dari nilai Ekspresif tersebut yang digunakan sebagai acuan mengeksplor obyek rancang ini.
Alternatif Desain Properti di Kawasan Kota yang Diminati Masyarakat Menengah ke Atas Rizky Aulia; Happy Ratna Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1478.765 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3435

Abstract

Rumah atau tempat tinggal saat ini telah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, khususnya masyarakat kelas menengah keatas. Sementara itu, Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat tiap tahunnya. Hal ini berbanding lurus dengan gaya hidup masyarakatnya yang makin meningkat juga. Bagi masyarakat menengah keatas, rumah adalah simbol atau lambang dari kesejahteraan pemiliknya. Bisa dikatakan rumah dan lingkungan dimana mereka tinggal menjadi identitas siapa pemiliknya. Apalagi masyarakat modern yang menginginkan tinggal di lingkungan yang aman dengan tingkat privasi yang tinggi, dekat dengan segala fasilitas yang menunjang tempat tinggalnya yang kini lebih sering dikenal dengan one stop living. Dalam perkembangannya ternyata rumah juga merupakan alternatif investasi yang menarik dengan harapan capital gain yang akan di terima di masa depan
Penerapan Tema Sportif dalam Rancangan Pusat Pelatihan Basket Bima Sakti Nikko Steel Malang Ocky Dwi Saktian Kusuma; Purwanita Setijanti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.09 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3436

Abstract

Olahraga di Indonesia saat ini mengalami penurunan prestasi. Banyak yang menganggap karena kurangnya sarana penunjang untuk olahraga tersebut yang memenuhi standar masih jarang keberadaannya serta kurang nya pembinaan atlet-atlet sejak dini. Pusat Pelatihan Basket Bima Sakti Nikko Steel Malang adalah tempat untuk mengembangkan dan membina dasar-dasar dan teknik bermain basket ke tingkat cangih agar para pemain lebih maju dan berkembang dalam bermain basket. Olahraga identik dengan kontak fisik yang mengakibatkan terjadinya ketidaktertiban pada saat pertandingan berlangsung sehingga menghambat jalannya pertandingan. Sikap sportif disini sangat penting agar tidak terjadi hal-hal yang dapat menghambat jalannya pertandingan sehingga Pusat Pelatihan Basket Bima Sakti Nikko Steel malang ini mengambil tema Sportif dalam merancang.Konsep rancangan dengan mengelompokan zona publik dan privat dalam tatanan massa bangunan dan sirkulasinya agar rancangan nantinya dapat memiliki fungsi-fungsi bangunan yang teratur di dalam lahan rancangan
Keterkaitan Tema Chaos di Terminal Intermoda Banjarmasin Nurika Irliza; Rullan Nirwansyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1311.364 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3437

Abstract

Tema merupakan suatu pola atau gagasan yang berulang diseluruh desain pada suatu proyek. Tema memudahkan kita ketika proses mendesain sedang berlangsung, karena tema memberikan batasan-batasan dalam memberikan solusi permasalahan. Chaos merupakan suatu ketidakteraturan yang memiliki pola tersendiri. Sedangkan Terminal Intermoda ialah terminal yang didalamnya terdapat 2 atau lebih moda transportasi dan terjadi peralihan penumpang atau barang. Mendesain terminal intermoda memerlukan sebuah tema untuk memberikan suatu inovasi dan membatasi permasalahan dan konsep yang di gunakan.