cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Metafora Akselerasi dalam Objek Rancang Sirkuit Balap Drag Nasional Abu Hasan Asy’ari; Rullan Nirwansyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.316 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3816

Abstract

Dalam melakukan pendekatan rancang banyak alternatif yang dapat digunakan, salah satunya adalah dengan pendekatan metafora. Objek yang akan dirancang dengan pendekatan ini adalah Sirkuit balap Drag Nasional Surabaya. Sirkuit Balap Drag Nasional Surabaya adalah sebuah jalan yang dipakai untuk perlombaan adu kecepatan antara dua buah kendaraan bermotor dalam satu waktu dengan lintasan yang lurus sepanjang 402 meter, dengan peserta yang berasal dari bangsa sendiri dan berlokasi di kota Surabaya. Pendekatan tema rancangan pada objek ini akan menggunakan pendekatan metafora. Adanya tema rancangan yaitu akselerasi untuk sirkuit ini, merupakan pendekatan yang berasal dari setiap issue yang ada, sehingga tujuan utama dari perancangan sirkuit ini adalah sebagai sebuah fasilitas untuk mencetak bakat tercepat dalam taraf nasional maupun internasional secara keseluruhan. Sirkuit Drag akan dimunculkan dari karakteristik sifat akselerasi yaitu dinamis, signifikan, adanya gubahan bentuk perulangan gerakan , dan terarah. Perwujudan tema akselerasi nantinya akan banyak dimunculkan melalui sistem struktur yang terekspos
Penerapan Tema “Pesawat Terbang” pada Museum Teknologi Penerbangan M. Rizal Fahmi; Rullan Nirwansyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.42 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5913

Abstract

Perkembangan teknologi pada saat ini semakin pesat, terutama perkembangan transportasi di Indonesia, khususnya di bidang transportasi udara. Semakin banyak pesawat yang terbang melintasi langit nusantara dan semakin banyak pula jenisnya. Beragam teknologi canggih ditambahkan pada pesawat-pesawat tersebut untuk mendukung performa dan meningkatkan keamanannya. Perkembangan teknologi yang pesat harus diimbangi dengan adanya pembelajaran bagi generasi penerus. Oleh karena itu  perlu adanya fasilitas yang mampu memawadahi hal tersebut, salah satunya dengan perancangan museum teknologi penerbangan. Museum teknologi penerbangan dirancang berdasarkan sifat pesawat, salah satunya dengan gubahan massa yang menyerupai pesawat terbang. Dengan adanya museum teknologi pesawat ini diharapkan mampu mewadahi permasalahan tersebut.
Redesain Pelabuhan Balohan Sebagai Landmark Baru Kota Wisata Pulau Weh Fachrurrazi Fachrurrazi; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1740.569 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5914

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia memiliki potensi dan kekayaan alam yang luarbiasa, tersebar diseluruh pulau besar dan kecil. Salah satunya adalah potensi di sektor pariwisata kekayaan alam tropis dan kekayaan bahari. Melirik salah satu pulau yang berada di ujung paling barat Indonesia yaitu pulau Sabang atau juga dikenal dengan sebutan Pulau Weh laksana mutiara hitam yang belum banyak di ketahui oleh orang banyak, letaknya yang sangat strategis di ambang pintu masuk jalur pelayaran internasional selat malaka dan potensi wisata alam hujan tropis dan keindahan bawah laut melengkapi keeksotikan yang sudah ada. Faktanya pelabuhan Balohan yang merupakan pintu masuk kawasan pulau Sabang masih sangat jauh dibawah standar yang diharapkan. Sehingga upaya untuk meredesain pelabuhan Balohan Sabang dirasa sangat diperlukan dengan suatu konsep rancangan yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan semua aspek dan potensi yang ada. Dalam hal ini pelabuhan Balohan dirancang kembali dengan; memenuhi standar suatu pelabuhan wisata yang baik, menwujudkan tampilan bangunan yang menarik, berindentitas dan gampang diingat/dikenali, menambah fasilitas komersial yang sekaligus sebagai sarana rekreasi baru bagi masyarakat sabang dan para penggunan pelabuhan secara umum.
Pendekatan Tema Sinergi pada Rancangan Pusat Media dan Penyiaran Muhammad Alfian Rizki Saputra; Sri Nastiti N. Ekasiwi; Arina Hayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.514 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6471

Abstract

Media massa elektronik dengan lingkup siar luas harus dapat menawarkan konten siaran yang bermutu agar bisa dinikmati khalayak umum. Adanya Pusat Media dan Penyiaran, diharapkan dapat memproduksi program acara (Televisi, Radio, maupun Portal Berita) dengan konten yang terkait dalam satu manajemen yang sama, sehingga Pusat Media tersebut mampu meningkatkan kualitas produksi siarannya. Pendekatan tema sinergi dipilih sebagai sarana utama untuk menangani isu-isu desain yang muncul dari upaya penggabungan ketiga media massa ini. Isu utama yang harus diperhatikan berupa isu sirkulasi yang mengatur hubungan antar komponen aktivitas, dan isu teritorial yang berkaitan dengan pengaturan zona-zona berdasarkan tingkat interaksinya. Dalam proses desain, isu ini akan mempengaruhi perancangan tata ruang, fungsi ruang luar, dan gubahan massa bangunan.
Eksplorasi Simbolisasi Kepahlawanan dalam Perancangan Galeri Kapal Laut Rizky Darmadi; Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3296.772 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6515

Abstract

Keuletan kapal-kapal laut Indonesia telah dikenal sejak abad ke-8 dimana bukti kekuatan dan ketangguhan para pelaut Indonesia tercatat dalam relief candi Borobudur. Namun di masa kini, akibat kurangnya minat dalam menghargai setiap detail pembangunan bangsa, dengan minimnya apresiasi dan kesadaran masyarakat terhadap potensi maritim dan kebaharian, sehingga perlu untuk merancang suatu objek rancang arsitektur yang dapat menggugah masyarakat dan mencerminkan kekuatan dan ketangguhan kapal laut. Objek rancang merupakan Galeri Kapal Laut yang kemudian mengangkat tema kepahlawanan, dengan menggunakan salah satu metode rancang yaitu simbolisasi. Pemilihan tema rancang merupakan pendefinisian dari makna dan karakter dari sifat kepahlawanan. Pemilihan tema berangkat dari isu-isu dan persyaratan bangunan yang akan diterapkan dalam sebuah bangunan galeri. Karakter kepahlawanan dapat menjadi alat pijakan dalam menguatkan citra akan kekuatan dan potensi maritim melalui kesan tangguh dan ikonik yang terlihat pada eksterior, interior, bentuk dan ekspresi struktur yang digunakan.
Penataan Ruang Sebagai Kunci Utama dalam Proses Rancang Gelanggang Mahasiswa Rizky Thaariqi CahyaPutra; Totok Noerwasito
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7158.976 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6521

Abstract

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Kampus ITS kerap kali mengalami pasang surut, yang diantaranya disebabkan oleh proses regenerasi yang kurang baik serta fasilitas yang kurang mendukung. Gelanggang Mahasiswa Kampus ITS Surabaya merupakan suatu objek bangunan yang berfungsi sebagai tempat berkumpul sekaligus mewadahi kegiatan kemahasiswaan khususnya ko-kurikuler di Kampus ITS Surabaya. Gelanggang Mahasiswa ini merupakan bangunan semi public dimana mayoritas pengguna objek ini nantinya adalah subjek yang berkepentingan dan memiliki izin atas regulasi yang ada. Terkait dengan fungsi tersebut, penataan ruang per ruang menjadi satu kunci utama dalam kesuksesan merancang objek ini. Ruang-ruang yang bersifat mulai dari public, semi public, private, dan service membutuhkan penataan yang tepat guna agar selaras dan sesuai dengan kebutuhan dan penggunaan ruang yang ada. Selain itu, penataan ruang yang begitu majemuk ini juga akan mempengaruhi aspek lainnya mulai dari struktur, ME, plumbing, penghawaan, hingga aspek kenyamanan dalam penggunaan objek ini nantinya.
Penjelajahan Ruang dalam Space Frame Raksasa Emiria Krisanda; I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2525.49 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6523

Abstract

Space frame merupakan aplikasi dari sistem struktur rangka batang, dimana rangka batang merupakan struktur yang rigid dalam menerima gaya eksternal. Pada umumnya, space frame hanya digunakan sebagai rangka atap atau pengaku bentang lebar. Dalam obyek rancang  ini, space frame diaplikasikan sebagai struktur utama bangunan hotel berkategori middle rise building dengan ketinggian 9 lantai. Kekhasan dari obyek rancang ini adalah ruang-ruang yang terbentuk di antara batang space frame dipertegas menjadi sebuah ruangan tertutup yang fungsional, sehingga space frame menjadi berukuran raksasa karena terdapat standar aktivitas di dalamnya. Hal ini berdampak pada impresi dan pengalaman yang dirasakan oleh pengamat
Resiliensi: Narasi melalui Ruang Tiara Kartika Rini; I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.361 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6524

Abstract

Kelahiran dan kematian merupakan peristiwa alami yang dialami setiap makhluk hidup. Setiap adat dan keyakinan memiliki caranya sendiri dalam melaksanakan penghormatan terakhir kepada yang meninggal. Salah satunya upacara pembakaran mayat atau kremasi. Perubahan sosial dan budaya di masyarakat modern dengan  pemikiran praktis orang modernis akan makin menipisnya lahan untuk pemakaman sampai kesulitan dalam membayar uang kavling pemakaman yang berdampak pada penggusuran melatarbelakangi pembangunan krematorium dewasa ini. Akan tetapi, tidak banyak perancang yang memahami peran krematorium tidak hanya untuk mewadahi sebuah kegiatan, lebih dari itu krematorium memliki peran yang kuat terhadap psikologis seseorang. Tidak sedikit kasus syok maupun trauma yang terjadi pada fasilitas umum ini. Pemilihan tema resiliensi diambil dari kamus psikologi, mengangkat bahwa sebenarnya arsitektur dapat berbicara lebih daripada kehadiran sebuah bangunan. Melalui tema ini, perancang bertujuan untuk membangkitkan psikologi pengunjung yang dituangkan ke dalam alur perjalanan seseorang ketika melaksanakan upacara kremasi
Kesinambungan pada Galeri Kesenian Wayang Kulit Jawa Timur Muhammad Ilhamullah; Murni Rachmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4409.857 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6546

Abstract

Budaya  kesenian wayang kulit merupakan salah satu warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang telah mendapat pengakuan secara internasional oleh UNESCO sebagai World Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tanggal 7 November 2003. Galeri Kesenian Wayang Kulit Jawa Timur merupakan objek rancang yang menghadirkan kembali budaya wayang kulit Jawa Timuran di tengah-tengah kehidupan masyarakat sebagai sarana edukasi dan rekreasi. Objek ini dikembangkan menggunakan tema “Kesinambungan” yang bermakna suatu media penyambung yang susah diputus. Dihadirkan dengan kesan yang dinamis namun tetap mempertahankan sisi tradisional agar masyarakat dapat lebih mudah mengenal serta melestarikan budaya ini[5]. Simbol gunungan merupakan ciri khas dari kesenian wayang kulit, proses rancang menggunakan metode metafora dalam menyelesaikan isu-isu yang terdapat dalam objek rancangan[1]. Objek ini diharapkan dapat menghidupkan dan mengembangkan kebudayaan wayang kulit jawa timuran dengan ilmu dan teknologi yang berkembang, tanpa melupakan aturannya, sehingga tercipta sesuatu yang baru dengan bentuk, arti, dan fungsi yang sama[8]. Penerapan konsep dan tema terlihat pada eksterior, interior, bentuk dan struktur yang diterapkan pada galeri kesenian wayang kulit jawa timur.
Penerapan Tema Fantasi Pada Objek Pusat Sinema Sidoarjo Reggy Satria Rinaldhy; Baskoro Widyo Isworo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3556.484 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6715

Abstract

Pusat Sinema merupakan suatu tempat yang mewadahi segala aktivitas yang berhubungan dengan bidang sinematografi. Aktivitas yang disediakan di dalamnya antara lain studio bioskop (mulai dari studio reguler hingga premiere), museum sinema (untuk memberikan informasi mengenai perkembangan sinematografi dari awal muncul hingga saat ini), souvernir shop, ruang seminar, public space (bisa digunakan untuk mengadakan acara-acara seperti adanya kompetisi film pendek dan hal-hal semacamnya). Dengan tema fantasi diharapkan bahwa gedung tersebut tidak hanya menjadi bangunan yang mewadahi ruang-ruang di dalamnya melainkan juga menjadi wahana, yang artinya bangunan tersebut dapat memberikan kesan tersendiri bagi para pengunjung yang datang berkunjung. Suasana yang dibangun di dalam maupun pada fasad gedung diharapkan dapat menghadirkan fantasi-fantasi pada pikiran mereka.