cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Teras Kota : Penerapan Bangunan Ramah Lingkungan dengan Suasana layaknya Teras Rumah pada Mall Kota Surabaya Ira Endra Kartika; Irvansyah Irvansyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.183 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6716

Abstract

Seiring dengan isu pemanasan global Penerapan desain ramah lingkungan banyak dilakukan dimana berpacu pada tiga aspek, yaitu efisiensi energi, penggunaan material dan teknologi baru dan pengolahan limbah. Penerapan desain ini akan terasa manfaatnya bila diterapkan pada bangunan skala besar dan ditempatkan di dalam Pusat Kota yang lebih merasakan dampak pemansan global. Penerapan desain layaknya Teras rumah yang diletakkan dalam skala Kota, selain untuk merespon isu pemanasan global juga sebagai tempat singgah sementara dari kepenatan rutinitas. Menurut Gaudi Hindarto, A studio architect, Teras adalah bagian rumah yang menyambut tamu-tamu datang, kadangkala kesan yang ditangkap oleh para tamu bisa terbawa hingga ke rumah. Dan menurut Luis Wirth, Kota adalah pemukiman yang relative besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya. Dengan mengangkat tema teras kota,  perancangan ini memiliki ide pokok yang berpacu pada aspek bangunan ramah lingkungan. Aplikasi konsep ini pada objek rancang yaitu dengan menciptakan teras melalui peleburan ruang dalam dan luar bangunan. Teras ini memberikan pengalaman merasakan ruang luar menjadi ruang dalam,sehingga batas yang membedakan ruang luar dan ruang dalam menjadi kabur layaknya Teras rumah. Hasil dari perancangan ini adalah wujud penerapan desain berbasis bangunan ramah lingkungan melalui beberapa metode pada ruang-ruang di objek rancang, sebagai aplikasi dari konsep Teras Kota.  Penerapan dari tema rancang Teras Kota ini terlihat pada ekspresi interior bangunannya.
Eksplorasi Tema Sebagai Upaya Memunculkan Landmark Kabupaten dalam Desain Stasiun Komuter Majora Nuansa Al-Ghin; Happy Ratna
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7146.146 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6722

Abstract

Dalam sebuah daerah dengan karakter kebudayaan yang tinggi seperti Kabupaten Ponorogo, akan sangat penting sebuah penanda atau landmark yang mampu mewakili identitas utama Kabupaten Ponorogo. Berkaitan dengan hal di atas, tema sangat berperan dalam memunculkan identitas tersebut. Objek rancang pada kasus ini adalah sebuah stasiun kereta api komuter di Kabupaten Ponorogo, dimana stasiun ini berjenis stasiun terminus yang artinya adalah stasiun akhiran di Kabupaten Ponorogo. Di dalam area lahan terdapat beberapa fasilitas pendukung diantaranya adalah pasar, pertokoan, minimarket, hingga rumah makan dan cafe. Tema yang dipilih adalah  “Reog”. Merupakan ikon dari Kabupaten Ponorogo berupa tarian yang namanya sudah terkenal hingga luar negeri. Pendekatan tema desain stasiun adalah secara analogik yaitu menganalogikan bentuk reog (dadak merak) ke dalam desain bangunan stasiun, mulai dari unsur ketegasan, hingga unsur lekuk gemulai dari tari reog.
Pendekatan Rancang Metafora dalam Perancangan Kafe dan Karaoke Nadia Arrumaisa; Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2705.506 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6724

Abstract

Dalam melakukan pendekatan rancang banyak cara yang dapat digunakan, salah satunya adalah dengan sudut pandang metafora. Objek yang akan dirancang dengan menggunakan metode ini adalah Kafe dan Karaoke Tunjungan. Kafe dan Karaoke Tunjungan adalah tempat yang berfungsi sebagai tempat hiburan keluarga yang berlokasi di tengah Kota Surabaya. Adanya tema rancang layang-layang, merupakan pendekatan yang berasal dari setiap isu yang ada, sehingga tujuan utama dari perancangan kafe dan karaoke ini adalah sebagai sebuah fasilitas hiburan keluarga. Penerapan dari tema rancang layang-layang ini terlihat pada eksterior, interior, dan fasad bangunan.
Penerapan Tema “Piring” dalam Perancangan Objek Wisata Kuliner Atikah Atikah; Bambang Soemardiono; Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4626.242 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6726

Abstract

Didalam merancang terdapat berbagai cara untuk melakukan pendekatan objek rancang, salah satunya dengan tema, adapun tema yang di pilih ialah Piring, dan objek rancang yang menggunakan pendekatan tersebut ialah Pusat Wisata Kuliner Khas Sidoarjo. Wisata Kuliner ialah suatu tempat yang menampung berbagai macam jenis kegiatan kuliner serta  menampung para PKL yang ada di Sidoarjo di dalam satu kawasan kuliner. Pendekatan tema rancangan yang di terapkan pada objek tersebut menggunakan pendekatan Metafora, yaitu combine metaphor. Isu yang di pilih berdasarkan dari tema  piring akan diwujudkan melalui bentuk dan penataan ruang luar. Hasil rancangan berupa bangunan yang mengambil karakter dari susunan vertikal piring yang fleksibel, sedangkan  bagian  ruang luar  menggunakan karakter piring sebagai tempat sajian, ruang luar akan di rancang sebagai tempat yang menyajikan tempat kuliner yang menarik.
Penerapan Tema “Kontras Harmoni” dalam Proses Rancang Resort Tepi Pantai di Bawean Tuffahati, Deasy; Soelistijowati, Murtijas
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.6732

Abstract

Resort tepi pantai ini akan menjadi fasilitas yang mewadahi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan, berekreasi di sekitar Pulau Gili. Pulau Gili, merupakan pulau terbesar kedua di Kepulauan Bawean. Pulau ini memiliki daya tarik berupa hamparan pasir putih dengan lautnya yang biru dan ombak yang tenang. Tetapi pulau ini merupakan pulau yang telah berpenghuni dan ketersediaan sarana prasarana yang belum sempurna. Sehingga resort pantai ini dirancang dengan menggunakan tema “Kontras Harmoni” di mana alami dan buatan akan diolah untuk menemukan harmoni. Tema ini sebagai batasan pengembangan konsep. Resort ini diharapkan mampu memberikan akomodasi bagi wisatawan yang berkunjung untuk mendapatkan suasana dan kenyamanan yang berbeda dengan mempertimbangkan beragam aspek mulai dari potensi alam, keadaan site, dan berdasarkan tema yang dipilih.
Konsep Perancangan Menara Surabaya Sebagai Landmark dalam Fenomena ‘Iconisation’ Angga Dwi Susilohadi; Bambang Soemardiono; Rabbani Kharismawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2647.461 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6739

Abstract

Keunikan dan keistimewaan adalah hal yang penting yang harus dimiliki untuk mendapatkan perhatian. Citra yang dihasilkan dari keunikan inilah yang akan membentuk suatu keistimewaan yang akan menjadi pembeda akan suatu hal lainnya. Arsitektur merupakan cara dalam pembentukan citra pada lingkup kota, salah satunya adalah dengan menghadirkan Titik Orientasi Visual (Landmark). Ikonisasi Menara Surabaya hendaknya memiliki tolak ukur untuk menentukan keberhasilan dari kehadirannya. Dengan dirumuskan terlebih dahulu mengenai kriteria yang tepat, maka dihasilkan konsep perancangan Menara Surabaya
Arsitektur Nokturnal: Menghadirkan Ruang Gelap dalam Terang Theodorus Mulyanandrio Wicaksono; I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.273 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6740

Abstract

Permasalahan intensitas cahaya lingkungan pada stasiun pengamatan antariksa menjadi isu yang sering dijumpai pada fasilitas penelitian ini. Penataan tata ruang yang tidak baik, semakin mendukung permasalahan tersebut. Selain itu, kebiasaan peneliti yang bekerja secara aktif di malam hari dan beristirahat di siang hari (nokturnal), menjadi satu pokok masalah yang unik untuk diangkat dalam penyelesaian desain. Terhadap permasalahan tersebut pendekatan tematik dengan metode metafora dipilih untuk menjawab permasalahan tersebut. Hasilnya ialah konsep desain yang kontradiktif dengan menghadirkan ruang gelap dalam terang. Konsep ini diwujudkan dengan pemanfaatan teknologi yang dapat mengatur kuantitas cahaya.
Penerapan Tema “Airways” dalam Perancangan Bandara Blimbingsari Mohammad Firmansyah; Ispurwono Soemarno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7955.534 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6741

Abstract

Dewasa ini semakin meningkatnya pengguna modal transportasi udara yang berimbas dengan semakin banyaknya peredaran pesawat di udara Indonesia yang mengakibatkan semakin penuh sesaknya bandara-bandara, terutama yang berada di kota besar. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan pengembangan bandara-bandara itu sendiri. Bandara Blimbingsari adalah salah satu bandara yang memiliki potensi untuk di kembangkan karena selain memiliki lahan yang terbulang cukup potensi yang ada  di Banyuwangi sendiri tempat bandara ini berada juga sangat mendukung untuk adanya bandara yang lebih layak. Tema yang di gunakan dalam merancang Bandara Blimbingsari ini adalah Airways. Dimana yang menjadi inti dari airways ini adalah pergerakannya yang tidak memiliki jalur yang baku (abstrak) akan tetapi memiliki titik penting yang menjadi awalan maupun akhirnya.Maka konsep yang akan di terapkan dari tema ini adalah bagaimana menghadirkan suatu bandara yang dapat menciptakan emosi antara bandara dengan Banyuwangi.
Pendekatan Tema Ramah Lingkungan pada Rancangan Pusat Pelatihan Lingkungan Hidup Nur Maghfirotun Nisa; Sri Nastiti Ekasiwi; Arina Hayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3064.042 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6752

Abstract

Pusat Pelatihan Lingkungan Hidup (PPLH) merupakan tempat kegiatan untuk memperoleh pengetahuan tentang pemanfaatan sumber daya alam lingkungan sekitarnya. PPLH dirancang untuk mengembangkan kawasan Gresik ke depannya sebagai kawasan berwawasan lingkungan. Dengan pendekatan tema ekologi arsitektur, rancangan pusat pelatihan ini mampu menjadi sebuah tempat yang dapat memenuhi wawasan edukasi dan pengolahan sumber daya alam yang ramah lingkungan. Dari memahami potensi sumber daya alam dan permasalahannya, PPLH di rancang dengan memanfaatkan potensi lingkungan eksisting (jenis tanah, kontur lahan dan material). Sehingga Pusat Pelatihan Lingkungan Hidup dapat mewadahi semua kegiatan pelatihan dan memberikan pengaruh positif di daerah Gresik dalam menciptakan daerah yang berwawasan lingkungan.
Pendekatan Tema Ekspresi Pada Objek Rancangan Pusat Kesenian Tari Probolinggo Aprilia Fitriani; Endrotomo Endrotomo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2437.619 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6753

Abstract

Landmark merupakan salah satu unsur pembentuk karakter kawasan yang dapat diartikan sebagai penanda. Keberadaan landmark berfungsi sebagai orientasi bagi pengunjung. Dalam menentukan orientasi agar mudah dikenal oleh pengunjung, maka desain landmark menggunakan pendekatan tema ekspresi. Pendekatan tersebut dapat direpresentasikan melalui aspek fungsi dan estetika baik pada ruang, bentuk, dan struktur bangunan. Dengan perpaduan kedua aspek yaitu fungsi dan estetika tersebut mampu memberikan kesan ekspresif pada bangunan. Selain disesuaikan dengan kesatuan lingkungan sekitar juga potensi-potensi yang terdapat disekitar kawasan objek rancangan. Bentukan ekspresif tidak hanya ditonjolkan pada interior untuk menunjukkan level dan kesan ruang, namun juga pada eksterior bangunan untuk menegaskan kembali identitas kota atau kawasan