Articles
2,279 Documents
Perancangan Ulang Area Terminal Joyoboyo menjadi Area Transit Intermoda Daerah Kota Surabaya
Muhammad Dewawisnu Mahdi;
Murni Rachmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1052.869 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22613
Indonesia termasuk dalam negara yang memilki jumlah penduduk yang banyak yaitu sekitar 240 juta jiwa. Meskipun luas tanah pijak masih cukup luas sekitar 1.9 juta meter persegi namun pemerataan jumlah yang tidak seimbang di beberapa wilayah terutama wilayah perkotaan metropolitan seperti Jakarta dan Surabaya mengakibatkan munculnya berbagai kemacetan yang akhirnya menghambat konsistensi mobilitas terutama saat jam kerja. Rencana pemerintah kota Surabaya untuk mengembangkan serta menambah beberapa jenis moda transportasi baru merupakan sebuah langkah yang harus diambil untuk mengatasi persoalan kepadatan lalu lintas di hampir semua ruas jalan penting di kota Surabaya. Pemkot Surabaya sudah menyiapkan desain berupa konnsep poin-poin dimana proyek ini akan berlokasi. Penulis membahas sebuah rancangan bangunan stasiun/ Terminal Hub , yang mengutamakan orientasi terhadap kebutuhan publik terutama dalam kemudahan dan efisiensi akses ke sarana dan prasarana transportasi yang berbeda. Penerapan rancangan bangunan ini dilakukan ke arah vertikal guna menghubungkan beberapa sirkulasi penghubung transportasi yang berbeda elevasi ketinggian.
Conflicting Factors in the Design of Naturally Ventilated Apartment in Warm Humid Tropics
Putri Melati Dewi;
I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (718.098 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22619
One of the most effective strategies in designing a passive ventilation apartment in the warm humid tropical clime is to maximize airflow in a building. However designing such kind of apartment often contradicts with socio-economic aspects such as land usage, privacy and security. The reason for that is on one hand naturally ventilated apartment means maximizing openings as much as possible, on the other hand middle-upper income class people need high security and privacy. Method used for designing this apartment is Evidence Based Design, which makes use of current best evidence from research and precedent in the topic of thermal comfort and residential buildings. This passive design apartment seeks optimum solution to overcome contradictory aspects of thermal comfort and socio-economy, by integrating the main concept of maximizing airflow and maintaining privacy through architectural elements.
Penanganan Anak Korban Kekerasan dengan Menggunakan Metode Ecobehavior
Gagas Dio Agil Liyanto;
Nur Endah Nuffida
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (660.379 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22639
Anak yang mengalami kekerasan akan mengalami dampak dengan gejala berbagai macam dan berbeda-beda tergantung kejadian yang dialami korban. Namun pada umumnya akan memiliki dampak seperti mudah marah, tempramental, stres yang dilampiaskan ke tindakan kasar, trauma, merasa cemas yang berkelanjutan, depresi, pendiam, sensitif, cenderung menarik diri kehidupan sosial, bahkan yang paling parah adanya kecenderungan untuk melakukan bunuh diri karena tidak sanggup menananggung peristiwa yang dialaminya. Perlu adanya penanganan fasilitas yang dapat mendukung proses terapi dan memperbaiki perilaku anak. Dan juga dapat mempersiapkan anak untuk kembali ke lingkungan sosial mereka seperti semula. Objek rancang yang mewadahi respon tersebut adalah Fasilitas Rehabilitasi Anak Korban Kekerasan yang menggunakan metode ecobehavior sebagai penananganannya. Dengan menerapkan metode desain Rationalist Approaches, serta pendekatan Behavior Setting dan Architecture for Children, metode ecobehavior tersebut dapat dihadirkan kedalam fasilitas yang memiliki elemen-elemen arsitektur menyesuaikan kebutuhan dari pengguna.
Penjara, Batas, dan Persepsi: Penggabungan Ruang Publik dengan Penjara untuk Mengubah Stigma Negatif Masyarakat
Muhammad Siraj Darami;
Endy Yudho Prasetyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1015.567 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22663
Sebagian besar masyarakat menafsirkan kata penjara sebagai tempat bagi orang-orang yang mutlak berdosa sehingga membentuk pandangan bahwa orang-orang yang keluar dari penjara adalah orang-orang yang harus dihindari dalam pergaulan sehari-hari. Padahal penjara memiliki peran besar terhadap rehabilitasi narapidana demi terciptanya keadilan serta keamanan bagi masyarakat. Demi mengubah persepsi masyarakat serta narapidana terhadap penjara, maka perlu adanya keterlibatan masyarakat terhadap penjara tersebut. Penjara bukan lagi hanya untuk merehabilitasi narapidana dari tindakan kejahatannya, tapi juga mempersiapkan narapidana untuk terjun langsung berkehidupan bermasyarakat pasca menjalani hukuman penjara. maka dari itu area penjara harus dapat dijangkau masyarakat tanpa menghilangkan kaidah keamanan penjara tersebut agar masyarakat dapat merasakan kebermanfaatan penjara dan ikut serta dalam mengembalikan narapidana untuk berkehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya hal tersebut akan mengubah persepsi masyarakat terhadap penjara dan narapidana serta persepsi narapidana terhadap penjara itu sendiri.
Adaptasi Desain Arsitektur Nusantara pada Desain Griya Dolanan
Khoirun Nisa;
Irvansyah Irvansyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.417 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22756
Perkembangan teknologi dalam bidang permainan sangat mempegaruhi minat anak-anak terhadap permainan tradisional. Saat ini minat anak-anak pada permainan tradisional semakin menurun, anak-anak lebih memilih memainkan gadget, game online, PC game, console game, dan sebagainya. Selain itu pembangunan yang makin pesat berakibat pada semakin terbatasnya lahan kosong yang dapat digunakan oleh anak-anak untuk bermain.Pengaruh keadaan iklim Indonesia juga menjadi pertimbangan dalam proses perancangan bangunan. Penerapan desain arsitektur nusantara mampu untuk menanggulangi beberapa permasalahan iklim tropis lembab yang ada di Indonesia.
Pemanfaatan Lahan Pasca Penambangan Grasberg, Papua, Indonesia
Yasri, Ghina Rasyida;
Sudarma, Erwin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.23232
Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan penambangan di Indonesia memberikan banyak dampak yang positif maupun yang negatif pada lingkungan sekitarnya. Kerusakan lingkungan merupakan dampak negatif yang dapat terlihat secara fisik dan dirasakan secara non fisik. Hal seperti ini mengakibatkan lahan pasca penambangan menjadi tidak produktif lagi. Rehabilitasi lahan harus dilakukan agar lahan dapat dimanfaatkan lagi. Rehabilitasi merupakan salah satu solusi pemulihan lahan agar menjadi lebih bernilai tanpa harus dikembalikan pada bentuk awalnya. Lahan bekas Tambang Grasberg, Papua merupakan salah satu pertambangan di Indonesia yang harus di rehabilitasi dan dimanfaatkan untuk fasilitas lain yang lebih bermakna. Fasilitas edukasi salah satunya, pusat riset khusus pertambangan dengan pendekatan ekologis. Pusat riset ini sangat tepat karena konteks lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber ilmu. Pendekatan ekologis bertujuan agar bangunan arsitektural tidak menambah kerusakan lingkungan sekitar, melainkan membantu memperbaiki lingkungan sekitar.
Redesain Gelanggang Olahraga Bekasi Sebagai Sebuah “Civic Center”
Muhammad Fajar Maulana;
Erwin Sudarma
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1023.872 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.23255
Kota Bekasi berkembang dengan sangat pesat disektor jasa komersil dan pemukiman penduduk. Namun ada satu hal yang terlupakan dalam unsur pembangunan sebuah Kota, yaitu ketersediaan ruang publik yang berfungsi sebagai wadah bagi masyarakat kota untuk dapat saling berinteraksi. GOR Bekasi merupakan salah satu sarana publik di Kota Bekasi yang aktivitasnya paling terlihat. Namun proses renovasi Stadion Patriot yang ada di dalam kawasan GOR mengakibatkan banyak fasilitas pendukung stadion yang hilang. Hal tersebut membuat aktivitas didalam kawasan mati ketika sedang tidak ada even pertandingan sepakbola karena masyarakat tidak lagi dapat beraktifitas disana. Penjabaran di atas melatarbelakangi gagasan untuk “Redesain GOR Bekasi” dengan menjadikannya sebuah civic center yang nantinya diharapkan aktifitas didalam stadion ataupun di kawasan GOR akan selalu hidup baik pada saat ada even pertandingan ataupun tidak.
Pusat Komunitas Tunarungu: Mata yang Mendengar
Cinthia Sofie Devansari;
Murni Rachmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (628.76 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.24279
Sebagai seseorang yang memiliki ketidaksempurnaan, tunarungu sering mengalami permasalahan tersendiri dalam hidupnya. Yang pada akhirnya permasalahan-permasalahan tersebut mempengaruhi kualitas hidup tunarungu, dimana para tunarungu memiliki kualitas hidup yang buruk karena merasa dikucilkan, tidak dianggap dan tunarungu juga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan finansialnya. Padahal sebagai umat manusia, para tunarungu berhak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, sama seperti manusia normal lainnya. Penjabaran di atas melatarbelakangi diperlukannya Pusat Komunitas Tunarungu yang nantinya diharapkan dapat menjadi wadah bagi tunarungu dalam mengembangkan minat dan bakatnya, sekaligus wadah dalam memamerkan dan menunjukan kemampuan dan bakatnya kepada masyarakat luas. Pendekatan DeafSpace dan juga konsep “Mata yang Mendengar” diterapkan dalam objek rancang ini. Pendekatan dan konsep ini dipakai dan diterapkan untuk membuat sebuah objek rancang yang desainnya sesuai dengan kebutuhan seorang tunarungu, baik dari sisi gubahan massa, tatanan zoning, hingga penggunaan material dan warna pada bangunan. Dengan desain objek rancang yang sesuai dengan kebutuhan tunarungu ini, maka diharapkan para tunarungu dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman.
Kampung Gajah: Penginapan Safari dengan Pendekatan Arsitektur Hijau dan Arsitektur Organik
Yuniar Syahnez Muyassharah;
Asri Dinapradipta
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (345.334 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27011
Menurut penelitian WRI (World Resource Institute) 30% dari keseluruhan hutan di bumi telah hilang, sementara 20% telah terdegradasi, sedangkan sebagian besar sisanya telah terfragmentasi dan hanya menyisakan 15% hutan yang benar-benar utuh. Taman Nasional Tesso Nilo ( TNTN ) di Riau, Indonesia, merupakan salah satu hutan yang mengalami degradasi dan fragmentasi terbesar di Indonesia. Menyusutnya luas hutan ini menyebabkan binatang-binatang kehilangan tempat tinggal dan mendatangi pemukiman manusia untuk mencari makan atau sekedar melewati wilayah yang seharusnya miliknya. Salah satu binatang yang mengalami penurunan populasi yang tinggi akibat perubahan fungsi hutan adalah gajah. Penurunan populasi ini disebabkan oleh konflik gajah dan manusia yang menyebabkan manusia membunuh gajah untuk melindungi wilayahnya. Obyek rancangan arsitektur ini diharapkan dapat menjadi media penengah pada konflik gajah dan manusia dengan cara mendekatkan gajah dan manusia. Melalui pendekatan arsitektur hijau dan arsitektur organic, obyek rancang diharapkan dapat mengurangi dampak negatif serta dapat menyatu pada lingkungan sekitarnya.
Pendekatan Biophilic untuk Meningkatkan Kualitas Ruang pada Perkantoran Vertikal
Kartika Rahmasari;
Endy Yudho Prasetyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (756.509 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25528
Manusia hidup dalam sebuah lingkungan yang mampu mempengaruhi kondisi fisik maupun mental nya. Selain itu aktivitas yang dilakukan oleh manusia sehari - hari juga menjadi sebuah kunci utama kondisi tubuhnya. Sadar atau tidak sadar faktor eksternal mempengaruhi kondisi mental manusia itu sendiri. Kondisi mental manusia akan menghasilkan sebuaht respon yang salah satunya adalah emosi yang berkaitan erat dengan produktivitas. Keberadaan fenomena ini kemudian dijabarkan sebagai sebuah kemampuan pengguna dalam menterjemahkan ruangan yang ada disekitarnya. Yang kemudian dapat digambarkan sebagai Spatial Triad. Dengan adanya sebuah fenomena ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah ruang yang ada pada sebuah tempat yang berhubungan dengan produktivitas. Oleh karena itu, sebuah perkantoran merupakan objek yang tepat sebagai wadah penerapan Spatial Triad yang kemudian menggunakan pendekatan desain Biophilic untuk penyelesaiannya.