cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Penggunaan Pendekatan Healing Architecture dan Konsep Therapeutic Spaces pada Rancangan Fasilitas Rehabilitasi Sosial bagi Korban Narkoba Nabilla Azhari; Murni Rachmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.507 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27335

Abstract

Narkoba merupakan zat-zat dan obat-obatan terlarang yang berbahaya untuk tubuh manusia apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Indonesia saat ini sudah masuk menjadi negara darurat narkoba. Telah banyak upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani masalah tersebut, salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas rehabilitasi dan fasilitasnya. Therapeutic community adalah metode penyembuhan yang digunakan dalam rehabilitasi sosial korban narkoba. Konsep utama dari metode ini memiliki motto “Helping man help himself”. Metode penyembuhan tersebut dapat diterapkan melalui konsep therapeutic spaces. Therapeutic spaces dapat dideskripsikan sebagai lingkungan terbangun yang berpusat pada manusia, disiplin evidence-based, yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendukung elemen spasial yang berinteraksi dengan fisiologi dan psikologi manusia. Objek dirancang menjadi wadah dari aktifitas rehabilitasi sekaligus menjadi bagian dari proses penyembuhan. Setiap elemennya harus mendukung penyembuhan penggunanya. Dengan begitu diharapkan fasilitas dapat menjadi sebuah objek arsitektur yang kondusif untuk rehabilitasi dan mendukung aspek-aspek penyembuhan penggunanya mereka dapat menjadi produktif dan kembali ke masyarakat
Desain Interior Hotel Dengan Konsep Budaya Peranakan Cina (Pengaplikasian Wayang Potehi Pada Interior Hotel) Hana Khairunnisa; Anggri Indraprasti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.109 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27338

Abstract

Semarang merupakan kota metropolitan terbesar ke-lima setelah Jakarta, Surabaya, Medan dan Bandung.Hotel Tentrem Semarang adalah hotel bintang lima dandijadikan bahan studi pada riset ini. Keanekaragaman budaya di Semarang sangat beragam dan menarik dieksplor. Karena banyak pendatang dan menghasilkan budaya baru, contohnya kebudayaan Cina. Pendatang di Semarang mayoritas berasaldari etnis Cina sehingga membentuk banyak hasil kebudayaan akulturasi antara Cina dan Jawa. Keberadaan Hotel Tentrem berada di tengah kota,mencakup Jln. Gajahmada – Jln. Pemuda – Jln. Pandanaranhingga bertemu di kawasan Simpang Lima Semarang. Hal inimenyebabkan potensi bersaingnya antar hotel untuk mengembangkan bisnisnya. Hotel sekitar Simpang LimaSemarang mempunyai desain interior yang kontemporer dan modern. Hotel Tentrem merupakan hotel bintang lima dan mempunyai standar interior hotel yang membawa budaya Jawa. Dalam riset ini, metode yang digunakaan ialah metode pendekataan budaya Cina, yaitu Wayang Potehi. Wayang Potehi merupakan wayang pertama hasil akulturasi danasimilasi budaya Cina yang lahir dan berkembang di tanah Jawa. Dengan tujuan mengenalkan Wayang Potehi pada masyarakat luas, dan meningkatkan daya jual Hotel Tentrem karena menjadi ciri khas dari hotel tersebut. Pada interior hotel mengaplikasikan bentuk yang sesuai dengan permintaan konsumen di pasaran, yaitu kontemporer modern. Namun untuk meningkatnya daya saing, memadukan konsep budaya Peranakan Cina dengan mengaplikasikan Wayang Potehi pada interior hotel. Pada lobby mengambil suasana pementasan Wayang Potehi, dan pada guestroom mengambil suana ’tentrem’ atau tenang namun dengan bentuk baju karakter Wayang Potehi dansimbol-simbol Cina pada elemen interior.
Desain Rumah Susun dengan Pendekatan Persepsi Arsitektur Muhammad Whibi Rhouzan Fikri; Angger Sukma Mahendra
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.307 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27341

Abstract

Tingginya tingkat urbanisasi yang terjadi di perkotaan mengakibatkan munculnya berbagai macam permasalahan seperti permukiman kumuh dan permukiman liar. Hak bermukim di kota merupakan isyu yang paling hangat dalam kasus permasalahan pemukiman liar. Fenomena-fenomena yang terjadi antara warga dengan pemerintah dalam menanggapi isyu ini juga menjadi dasar dalam proses desain. Setiap pemikiran, informasi, kebijakan yang terkait dengan pemukiman liar saperti pengadaan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah  juga menimbulkan respon, sikap, persepsi yang berbeda pula. Persepsi warga dalam menanggapi isyu hak bermukim bisa dijadikan sebagai  pendekatan desain dalam mempertahankan kehidupan sosial budaya yang ada di masyarakat. Harapannya, arsitektur bisa menjadi solusi dalam penyelesaian masalah aspek fisik dan non fisik sebagai respon tentang hak bermukim di kota bagi masyarakat yang tinggal di pemukiman liar.
Desain Interior “Restoran Bebek Sinjay Madura” Berkonsep Tradisional dengan Pendekatan Budaya Madura Afridatul Auliyah; Budiono Budiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.318 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27353

Abstract

Bisnis restoran di Pulau Madura mulai berkembang khususnya Restoran yang menyajikan menu bebek, Restoran Bebek Sinjay merupakan salah satu restoran bebek yang berasal dari Madura yang saat ini mulai mengembangkan bisnisnya dengan membuka cabang. Namun, perkembangan bisnis restoran ini tidak didukung dengan perbaikan fasilitas restoran. Masalah lain yang penulis temukan pada restoran Bebek Sinjay yaitu tidak adanya karakteristik khusus yang menunjukkan ciri khas restoran dan tidak terciptanya privasi antar kelompok pengunjung.dari beberapa masalah yang ditemukan maka disusun metode desain. Metode desain dalam hal ini dapat dilakukan melalui dua tahap yaitu pengumpulan data dan tahap analisa data. Tahap pengumpulan data berupa observasi (wawancara karyawan, kuisioner online untuk pelanggan, dan survey restoran Bebek Sinjay) dan studi literatur. Untuk tahap analisa meliputi studi eksisting berupa analisa aktivitas dan kebiasaan pengunjung, kebutuhan ruang, studi pembanding, sirkulasi, corporate image, dan fasilitas. Dari pengolahan data dan analisa tersebut diharapkan dapat menghasilkan sebuah desain interior restoran yang nyaman dan memiliki ciri khas sebagai restoran yang berasal dari Madura dengan mengangkat budaya Madura sehingga dapat menarik pengunjung sekaligus dapat menambah manfaat dan edukasi bagi masyarakat.
Geometri Sebagai Pengaruh Dalam Desain Bentuk Jalur Sepeda Ledi Yuliawati Pertiwi; Angger Sukma Mahendra
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.514 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27354

Abstract

Arsitektur muncul dari kebutuhan akan ruang dan kenyamanan visual penggunanya. Kenyamanan visual mencakup interior dan eksterior pada rancangan sebuah bangunan. Geometri sebagai salah satu bentuk yang sering diterapkan dalam arsitektur. Sejauh ini, seringkali publik menilai sebuah desain bangunan dari bentuk luarnya saja. Geometri dalam arsitektur apakah hanya sebatas itu saja? Kota Bengkulu merupakan kota yang sedang berkembang dalam segi apapun salah satunya arsitektur. Mengangkat permasalahan mengenai indeks kebahagiaan masyarakat kota kini menjadi salah satu faktor yang menjadi acuan untuk menentukan perkembangan suatu daerah. Dalam sebuah buku Happy City salah satu cara untuk meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat adalah dengan membangun sebuag ruang publik. Survey menunjukkan hasil bahwa kegiatan bersepeda merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh masyarakat kota Bengkulu, namun sangat di sayangkan belum adanya tempat untuk melakukan kegiatan tersebut dengan aman dan nyaman. Dalam mendesain objek arsitektur ini, perancangan melewati proses seperti analisa survey keseharian masyarakat dan menerapkan metode geometri dalam perancangan. Tujuannya ialah menghadirkan Taman Sepeda sebagai tempat yang dapat kemampuan dalam konsentrasi, keseimbangan serta kemampuan sensorik dan motorik akan terstimulasi.
Pengalaman Ruang Pada Objek Terhadap Kawasan Wisata Kurang Terjamah Dwimas Maheswara Krisna; irvansyah irvansyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.935 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27362

Abstract

Desa Sangeh merupakan suatu daerah di Kabupaten Badung Kecamatan Abiansemal yang mendapatkan julukan sebagai desa wisata di Kabupaten Badung. Namun sebagai desa wisata rata-rata pengunjung atau wisatawan baik lokal maupun mancanegara setiap tahunnya berada di titik terendah dari setiap objek-objek wisata yang ada di Kabupaten Badung. Desa Sangeh sendiri kurang memiliki hal yang lebih atraktif untuk menarik wisatawan, wisatawan yang datang ke desa sangeh hanya mengenal Desa Sangeh sebagai monkey forest/hutan kera, sedangkan masih banyak hal lain yang dapat di eksplorasi di Desa Sangeh. Oleh karena itu diperlukan sebuah objek sebagai sebuah pusat yang dapat mengenalkan Desa Sangeh dengan lebih jelas dan lebih informatif. Melalui pendekatan desain yang dilakukan didapatkan program-program yang sesuai dengan tipologi sebuah pusat budaya. Pusat budaya Desa Sangeh bertujuan untuk mengenalkan Desa Sangeh secara lebih detail, dan dapat meningkatkan esensi dari pengalaman ruang yang akan didapat dalam sebuah pusat budaya dengan menstimulus panca indra pada wisatawan. Batasan desain dengan opsi yang cukup banyak serta luasan lahan yang cukup luas menjadikan metode layering sebagai alat untuk mendesain. Layer-layer di tumpuk antara satu dengan yang lain dengan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan konteks desa sangeh agar tidak melewati batas dari desain lokalitas arsitektur Bali.
Aplikasi Konsep Luxury pada Interior Hotel Bisnis Pricillia Devi Prahastuti; Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.387 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27364

Abstract

Luxury sebagai salah satu gaya hidup yang saat ini digemari masyarakat sudah berkembang ke industri perhotelan. Hotel bisnis dengan tema luxury sebagai bagian dari industri perhotelan jumlahnya terus meningkat setiap tahun dikarenakan permintaan dan minat pasar yang ikut meningkat. Desain interior dengan tema luxury mempunyai ciri yaitu menggunakan bahan dengan kualitas yang baik dan dibuat dengan teknik yang baik pula, material logam dan reflektif, menggunakan produk dari desainer terkenal, dan memiliki nilai estetis yang lebih dari nilai fungsinya. Pengaplikasian dari konsep luxury ke dalam interior hotel meliputi beberapa bagian seperti plafon yang menggunakan up ceiling dan lampu gantung sebagai elemen estetis, dinding dengan partisi berupa pipa kayu yang disusun secara vertikal, furnitur dengan bentukan sederhana, pemakaian material dengan warna emas, dan penggunaan warna netral pada sebagian besar elemen interior yang ada pada hotel bisnis.
Rancangan Sirkulasi Pada Terminal Intermoda Bekasi Timur Fahrani Widya Iswara; Hari Purnomo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.576 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27366

Abstract

Arsitektur tidak terlepas dari program atau aktivitas seputar pergerakan dan perpindahan yang elemen-elemen mengisinya, baik manusia dengan berjalan kaki atau dengan menggunakan moda lain. Konfigurasi ruang dapat mempengaruhi bagaimana aktivitas dan pergerakan manusia didalamnya, konfigurasi spasial pada skala, luasan, dan batas dalam satu ruang dapat mengakibatkan efek ‘mengarahkan’ , membuat orientasi , sebagai pembeda program satu dengan lainnya, dan juga dapat mempengaruhi kecepatan gerak penghuninya. Rancangan sirkulasi dalam sebuah bangunan sangat dipengaruhi oleh siapa saja dan moda apa saja yang akan diwadahi dalam sebuah bangunan. Pada rancangan Terminal Intermoda Bekasi Timur, pengguna dan moda yang digunakan sangat beragam, sehingga membutuhkan kalkulasi dan pertimbangan tertentu dalam merancang untuk tercapainya ruang gerak yang nyaman dan berkelanjutan. Dengan menitikberatkan pada eksplorasi ruang sirkulasi, menghubungkan, menggabungkan, menumpuk dan memisahkan ruang-ruang berdasarkan analisa programatis, diharapkan rancangan mampu menjadi wadah arsitektural yang mampu menjawab kebutuhan penggunanya, serta mampu menjadi salah satu faktor penggerak untuk menopang aspek keberlajutan dari rancangan itu sendiri.
Desain Interior Restoran dan Pusat Oleh-Oleh dengan Konsep Inovatif Bernuansa Familiarity Karima Oktabrilianza; Aria Weny Anggraita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.844 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27370

Abstract

Persaingan bisnis restoran di Surabaya yang semakin ketat, menuntut sebuah restoran untuk meningkatkan daya saing. Untuk meningkatkan daya saing, sebuah restoran harus mampu memberikan daya tarik bagi pengunjung dan dapat meningkatkan kepuasan pengunjungnya. Dimana hal tersebut dapat dicapai dengan perencanaan desain interior restoran yang tepat. “Bu Rudy” adalah salah satu restoran dan pusat oleh-oleh dengan keunggulan kompetitif brupa keramahan dan keakraban yang memiliki daya tarik tinggi di Surabaya. Restoran ini selalu padat oleh pengunjung yang mayoritas adalah keluarga atau teman. Kondisi tersebut apabila dibiarkan dapat menurunkan tingkat kepuasan pengunjung restoran dalam jangka panjang. Suasana interior restoran dan sarana prasarana restoran “Masakan Khas Bu Rudy” saat ini perlu adanya penyesuaian agar dapat meningkatkan daya tarik pengunjung. . Dengan perancangan desain interior restoran “Masakan Khas Bu Rudy” diharapkan mampu meningkatkan kepuasan dan daya tarik pengunjung yaitu dengan menganalisa tentang kenyamanan dan pelayanan restoran secara optimal, menampilkan desain interior sesuai corporate image secara inovatif dan menampilkan suasana interior yang ramah dan akrab dengan pemilihan bentuk, warna, pencahayaan dan penataan layout.  
Aplikasi Konsep Islami Nuansa Turki Utsmaniyah pada Interior Madrasah mambaul Hasan Al-Misbah Paiton, Probolinggo Sylviana Qurrata A'yun; Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.074 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27404

Abstract

Masuknya modernisme di Indonesia tanpa filtrasi yang baik karena perkembangan teknologi yang tak terkontrol menyebabkan penurunan moral pada kalangan pemuda-pemudi Indonesia. Agama islam memiliki tiga aspek pokok yang harus diperhatikan, yaitu aspek Aqidah (keimanan), aspek Syariah (norma dan hukum) dan aspek Akhlak (moral dan budaya). Penyeimbangan ketiga aspek tersebut akan sangat menentukan kemajuan umat islam, maka dibutuhkan fasilitas yang mampu mengakomodasi ketiganya, yaitu fasilitas pendidikan atau sekolah. Sekolah islam atau madrasah dianggap mampu menciptakan generasi yang beriman dan bermoral atau berakhlak mulia, dengan berlandaskan A-Quran dan As-Sunnah. Konsep desain islami diterapkan pada sekolah dengan nuansa turki utsmaniyah sebagai lambing kejayaan islam. Hal ini diharapkan dapat member kesan positif dan membangun kebiasaan-kebiasaan baik sebagai seorang muslim.