cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Analisis Indikator Tingkat Kemiskinan di Jawa Timur Menggunakan Regresi Panel Almira Qattrunnada Qurratu'ain; Vita Ratnasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.816 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16582

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk mengakibatkan dampak buruk bagi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat, salah satunya adalah kemiskinan. Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak kedua setelah Jawa Barat. Berdasarkan hal tersebut, penelitian mengenai variabel yang berpengaruh terhadap kemiskinan di Jawa Timur penting dilakukan sebagai bahan referensi pemerintah dalam upaya menekan angka kemiskinan. Meningkatnya angka kemiskinan dari tahun ke tahun mengindikasikan bahwa waktu berpengaruh terhadap kemiskinan sehingga waktu (tahun) dimasukkan ke dalam analisis. Oleh karena itu, analisis indikator yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Jawa Timur dilakukan menggunakan analisis regresi panel. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa untuk mengestimasi model digunakan fixed effect model (FEM) dengan efek individu dan waktu. Pemodelan tingkat kemiskinan dengan FEM individu an waktu menghasilkan nilai R2 sebesar 96,08 persen dengan variabel yang signifikan adalah Angka Partisipasi Sekolah SMA (X2) dan Persentase Penduduk dengan Akses Air Bersih (X6). Dari pengelompokkan berdasarkan variabel yang signifikan didapatkan hasil bahwa pada tahun 2005 hingga 2008, kabupaten/kota di Jawa Timur dominan berada pada kelompok dengan persentase penduduk miskin tinggi. Namun sejak tahun 2009, sebagian besar kabupaten/kota berpindah cluster menjadi kelompok dengan persentase penduduk miskin rendah.
Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Kasus Tuberkulosis di Jawa Timur Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Firda Fahrun Nisa'; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.167 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16583

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycrobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. 7,5% angka kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit TB. Provinsi Jawa Timur memiliki kasus TB terbanyak kedua setelah provinsi Jawa Barat. Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2014 menunjukkan kasus TB mencapai 42.458 kasus. Tindakan prefentif yang dilakukan oleh pemerintah dengan mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit TB. Pada penelitian ini, metode regresi nonparametrik spline digunakan untuk memodelkan jumlah kasus TB di Jawa Timur. Metode regresi nonparametrik Spline digunakan karena pola data antara jumlah kasus TB di Jawa Timur tidak menunjukkan kecenderungan pola tertentu dengan faktor-faktor yang diduga mempengaruhinya, yaitu persentase keluarga dengan kepemilikan sarana sanitasi dasar sehat, persentase penduduk miskin, persentase gizi buruk, persentase tenaga kesehatan terlatih dan jumlah rumah tangga ber-PHBS. Berdasarkan hasil pemodelan didapatkan model spline terbaik yaitu spline dengan kombinasi knot (1,3,2,3,2). Nilai koefisien determinasi yang didapatkan adalah 83,42% dengan tiga variabel prediktor dalam model berpengaruh signifikan, yaitu persentase gizi buruk masyarakat, persentase tenaga kesehatan terlatih TB, dan persentase rumah tangga ber-PHBS.
Pemodelan dan Pemetaan Kasus Demam Berdarah Dengue di Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 dengan Generalized Poisson Regression, Regresi Binomial Negatif dan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic Nendy Septi Arniva; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.062 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16585

Abstract

Salah satu penyakit menular yang menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di Indonesia adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). DBD ditularkan oleh vektor nyamuk Aides Aegypti melalui gigitan. Tempat yang paling banyak nyamuk ini berada yaitu di lingkungan yang buruk, lembab. Salah satu Provinsi yang Kasus DBD masih tinggi yaitu Provinsi Jawa Timur. Jumlah kasus DBD di Jawa Timur hingga akhir Januari 2015 sebanyak 1.817 kasus. Dalam penelitian ini dilakukan pemodelan jumlah kasus DBD dengan metode Generalized Poisson Regression (GPR) dan Regresi Binomial Negatif untuk menangani kasus overdispersi. Pendeteksian wilayah yang menjadi kantong DBD menggunakan metode Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic. Pemodelan menggunakan GPR dan regresi binomial negatif didapatkan variabel berpengaruh terhadap kasus DBD di Jawa Timur Tahun 2014 adalah persentase rumah sehat (X3) dan rasio sarana kesehatan per 1000 penduduk (X4). Hasil pendeteksian kantong DBD berdasarkan model GPR dan BNR didapat sepuluh kantong DBD. Kantong dengan nilai resiko tertinggi terdapat pada Kota Surabaya dengan nilai resiko sebesar 3,32 dengan pemodelan GPR, dan 2,84 dengan pemodelan regresi binomial negatif.
Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pneumonia pada Balita di Surabaya Menggunakan Geographically Weighted Negative Binomial Regression Ratnajulie Yatnaningtyas; I Nyoman Latra; Shofi Andari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.508 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16597

Abstract

Penyebab kematian Balita kedua tertinggi di Indonesia pada tahun 2007 yaitu pneumonia. Fakta ini mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan pencegahan. Pemerintah berkomitmen untuk mengurangi angka kematian balita dengan mengontrol kasus pneumonia. Namun, di Surabaya masih memiliki kasus pneumonia yang cukup tinggi. Persebaran penyakit pneumonia dipengaruhi oleh karakteristik dan geografis yang berbeda di setiap kecamatan di Surabaya. Hal tersebut menyebabkan perkembangan penyakit juga berbeda-beda. Sehingga untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh terhadap pneumonia di setiap wilayah yaitu dengan memodelkan kasus pneumonia pada balita menggunakan geographically weighted negative binomial regression (GWNBR). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa terdapat variabel yang bersifat lokal yang mempengaruhi pneumonia dan membentuk kelompok sebanyak sembilan kelompok
Analisis Pengendalian Kualitas Tetes PG Kremboong Sidoarjo Menggunakan Diagram Kontrol MEWMA dan MEWMV Dony Mukthar Harianja; Muhammad Mashuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.831 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16601

Abstract

Gula yang dihasilkan untuk setiap kali proses produksi di PG Kremboong Sidoarjo belum optimal. Hal ini terjadi karena masih banyaknya kandungan gula (sukrosa) yang terdapat dalam ampas tebu, blotong dan tetes. Kandungan gula terbesar terdapat dalam tetes karena sudah dekat dengan stasiun akhir prosesĀ  produksi gula. Tetes atau molases merupakan produk sisa yang tidak dapat dikristalkan lagi dan tidak dapat dikonsumsi dari hasil sistem puteran LGF. Kadar gula dalam tetes diukur melalui perhitungan harkat kemurnian tetes berdasarkan persentase Pol dan Brix. Batas spesifikasi yang digunakan pada pengukuran Pol dan Brix sangat teliti sehingga terdapat indikasi terjadi pergeseran proses yang kecil. Ketelitian batas spesifikasi Pol dan Brix dapat diketahui dari rentang batas spesifikasi yang kecil dimana pengamatan yang keluar dari batas spesifikasi dapat dideteksi hingga nilai satu desimal. Hal ini dapat juga dilihat dari nilai-nilai pengamatan dengan selisih yang kecil. Dalam mengurangi tingkat kehilangan gula untuk setiap kali proses produksi maka dilakukan pengendalian kualitas tetes menggunakan diagram kontrol Multivariate Exponentially Weighted Moving Average (MEWMA) dan Multivariate Exponentially Weighted Moving Variance (MEWMV). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabilitas dan rata-rata proses produksi tetes pada fase 1 bulan September 2015 belum terkendali secara statistik. Pembobot optimum mendeteksi pergeseran variabilitas proses diperoleh h=0,7 dan q=0,1 sedangkan rata-rata proses sebesar h=0,8 . Selanjutnya, pada fase 2 bulan Oktober 2015 diketahui variabilitas dan rata-rata proses belum terkendali secara statistik. Setelah dilakukan perbaikan diagram kontrol pada fase 2 diperoleh variabilitas dan rata-rata proses produksi tetes sudah terkendali. Selanjutnya dilakukan perhitungan kapabilitas proses dan diperoleh hasil sebesar 0,9230, sebesar -0,7610 dan sebesar 0,2056. Sehingga proses produksi tetes PG Kremboong Sidoarjo pada bulan Oktober 2015 belum kapabel dari segi akurasi, presisi serta gabungan akurasi dan presisi karena indeks kapabilitas proses yang lebih kecil dari 1.
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Angka Prevalensi Penyakit Kusta di Jawa Timur dengan Pendekatan Spatial Durbin Model Ernawati Ernawati; I Nyoman Latra; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.026 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16621

Abstract

Persebaran penyakit kusta di Provinsi Jawa Timur harus mendapat perhatian lebih karena pada tahun 2012, Jawa Timur merupakan penyumbang penderita kusta tertinggi di antara provinsi lainnya dengan angka prevalensi kusta per 10.000 penduduk sebesar 1,46. Kejadian penyakit menular seperti kusta, perlu mempertimbangkan pengaruh kedekatan kewilayahan (spasial) sehingga penelitian ini juga mempertimbangkan kabupaten/kota di Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan kabupaten/kota di Jawa Timur. Penelitian ini menganalisis faktor-faktorĀ  yang memengaruhi angka prevalensi penyakit kusta di Jawa Timur dengan menggunakan pendekatan Spatial Durbin Model (SDM) yang merupakan bentuk khusus dari metode Spatial Autoregressive Model (SAR). Matriks pembobot yang digunakan adalah Queen Continguity (persinggungan sisi sudut). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model SDM memberikan hasil yang lebih baik daripada metode OLS dan metode SAR dengan nilai R2 sebesar 83,05% dan nilai AIC sebesar 89,083. Variabel yang signifikan berpengaruh terhadap angka prevalensi kusta adalah persentase rumah tangga ber-PHBS, kepadatan penduduk, persentase penduduk miskin dan persentase puskesmas per 100.000 penduduk.
Analisis Survival Pada Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSU Haji Surabaya Menggunakan Model Regresi Weibull Alifa Silfi Mufidah; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.706 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16633

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena perjalanan penyakitnya cepat dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Kota Surabaya memiliki jumlah kasus DBD yang tinggi di Jawa Timur dan termasuk daerah yang paling rawan terkena DBD. Sebagai upaya untuk mengurangi angka kematian akibat DBD di Surabaya, maka perlu dilakukan analisis terhadap pasien penderita DBD dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju kesembuhan pasien penderita DBD. Regresi Weibull merupakan salah satu metode analisis survival yang digunakan untuk mengetahui efek dari beberapa variabel prediktor terhadap data survival sebagai variabel respon. Pada penelitian ini dilakukan analisis survival pada pasien DBD di RSU Haji Surabaya. Hasil pengujian parsial disimpulkan bahwa variabel usia, jenis kelamin, leukosit, dan hematokrit berpengaruh terhadap laju kesembuhan pasien DBD.
Pemodelan Peran Perempuan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Timur Tahun 2010-2014 Menggunakan Regresi Data Panel Putri Rachmawati; Wahyu Wibowo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.407 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16637

Abstract

Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui keberhasilan pembangunan suatu daerah. Berdasarkan data dari BPS, pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur semakin meningkat dari tahun 2010 sebesar 990648,80 miliar menjadi 1262700,20 miliar pada tahun 2014. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan pembangunan di Jawa Timur telah tercapai. Namun keberhasilan pembangunan tidak hanya didasarkan pada pertumbuhan ekonomi saja, didasarkan pula pada pertumbuhan sumber daya manusia. Provinsi Jawa Timur yang mempunyai penduduk perempuan lebih besar berpotensi untuk meningkatkan keberhasilan pembangunan dengan banyaknya angkatan kerja yang tersedia. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai pertumbuhan ekonomi dimana penelitian tersebut tidak cukup menggunakan data cross section karena perlu dilakukan pengamatan terhadap periode waktu juga, sehingga pada penelitian ini digunakan metode regresi data panel. Penggunaan metode ini didasarkan pada kelebihan data panel yang dapat mengendalikan heterogenitas individu serta mampu memberikan data yang lebih informatif dan bervariasi. Berdasarkan hasil pemodelan didapatkan model regresi data panel terbaik menggunakan FEM dengan variasi individu yang memiliki koefisien determinasi R2 sebesar 99,77%. Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur adalah angka harapan hidup perempuan dan jumlah tenaga kerja perempuan.
Klasifikasi Dynamic Financial Distress Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2014 Menggunakan Regresi Logistik Biner dan Classification Analysis & Regression Tree (CART) Muniroh Muniroh; Suharsono Agus
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.85 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16639

Abstract

Financial distress adalah suatu konsep luas yang terdiri dari beberapa situasi dimana suatu perusahaan menghadapi masalah kesulitan keuangan. Apabila kondisi financial distress ini diketahui, diharapkan dapat dilakukan tindakan untuk memperbaiki situasi tersebut sehingga perusahaan tidak akan masuk pada tahap kesulitan yang lebih berat seperti kebangkrutan ataupun likuidasi. Untuk itu dilakukan klasifikasi dynamic financial distress dengan menggunakan metode rgresi logistik biner dan CART. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang diduga berpengaruh signifikan terhadap financial distress, serta untuk mengetahui model klasifikasi financial distress. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik biner, terdapat dua variabel prediktor yang berpengaruh signifikan terhadap kondisi financial distress perusahaan manufaktur yaitu variabel rasio likuiditas (X1) dan rasio aktivitas (X5), dengan ketepatan klasifikasi sebesar 84,8%. Metode CART menghasilkan pohon klasifikasi maksimum sama dengan pohon klasifikasi optimum, dengan simpul utamanya adalah variabel rasio solvabilitas (X4). Dengan nilai ketepatan klasifikasi sebesar 96,3%. Perbandingan kedua metode menghasilkan bahwa metode CART memiliki nilai ketepatan klasifikasi yang lebih besar 11,5% dari metode regresi logistik biner.
Klasifikasi Berita Online Menggunakan Metode Support Vector Machine dan K-Nearest Neighbor Siti Nur Asiyah; Kartika Fithriasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.727 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16643

Abstract

Teknologi informasi merupakan salah satu hal yang tidak akan lepas dari kehidupan manusia. Tanpa adanya teknologi, manusia akan kesulitan dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi. Perlu adanya sistem yang secara otomatis yang dapat mengelompokkan berita sesuai dengan kategori berita dengan menggunakan text mining. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan dalam klasifikasi adalah SVM dan KNN. KNN memiliki kelebihan dalam hal data training yang cukup banyak. Sebagai komparasi, dalam penelitian ini juga menggunakan SVM karena metode ini merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk klasifikasi data, khususnya data teks. Kedua metode ini akan dibandingkan untuk mengetahui hasil ketepatan klasifikasi yang paling baik. Hasil dari penelitian ini bahwa SVM kernel linier dan kernel polynomial menghasilkan ketepatan klasifikasi yang paling baik adalah kernel polynomial. Apabila dibandingklan dengan KNN maka SVM lebih baik daripada KNN dengan hasil nilai akurasi, recall, precision dan F-Measure sebesar 93.2%, 93.2%, 93.63% dan 93.14%.

Page 38 of 228 | Total Record : 2279