cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Analisis Komposisi Fasa Komposit Keramik Berbasis SiO2-MgO dengan Penambahan B2O3 Pada Temperatur Sinter 1150C Fahad Fahad; Suminar Pratapa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.001 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5350

Abstract

Komposit keramik berbasis SiO2-MgO menggunakan pasir Tanah Laut sebagai bahan baku dengan penambahan variasi B2O3 telah berhasil disintesis. Tujuan penambahan B2O3 adalah untuk meningkatkan densitas dan mereduksi porositas. Komposit dibuat dengan cara mencampurkan serbuk pasir Tanah Laut dan MgO dengan penambahan massa B2O3 sebesar 0%, 4,8%, dan 9,1% (berat) diaduk menggunakan mortar selama 30 menit. Campuran serbuk dicetak dalam bentuk pelet silinder dengan tekanan 4.500 N kemudian disinter pada temperatur 1150°C untuk membentuk komposit keramik padat. Identifikasi fasa dilakukan menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD). Data XRD dianalisis secara kualitatif menggunakan Match!2 dan secara kuantitatif menggunakan Rietica. Hasil analisis data XRD menunjukkan bahwa pada temperatur sinter 1150°C tanpa B2O3 fasa yang ditemukan adalah kuarsa, forsterit dan enstatit. Sedangkan pada penambahan 4,8% dan 9,1% B2O3 fasa yang ditemukan kuarsa dan protoenstatit. Komposit mengalami penyusutan diameter maksimal sebesar 5.4(1)% pada 9,1% B2O3. Dari pendekatan RoM dalam analisis komposisi fasa maka nilai KET sampel-sampel komposit tersebut dapat dikategorikan sebagai kandidat seal fuel cell.
Pengaruh Variasi Temperatur Kalsinasi pada Struktur Silika Chaironi Latif; Triwikantoro Triwikantoro; Munasir Munasir
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.205 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5563

Abstract

Dalam penelitian ini telah dibuat mikrosilika dan silika amorf yang dikalsinasi dengan variasi temperatur 800oC, 1000oC dan 1200oC. Bahan dasar yang digunakan adalah pasir silika berfasa quartz dari pantai Bancar, Tuban, Jawa Timur yang dimurnikan dengan menggunakan HCl. Tahapan yang dilakukan adalah sintesis, kalsinasi, dan kopresipitasi mikrosilika, serta kalsinasi silika amorf. Karakterisasi SiO2 menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD). Fasa quartz terbentuk dari kalsinasi mikrosilika pada temperatur 800oC dan 1000oC, sedangkan fasa quartz dan cristobalite rendah terbentuk pada temperatur 1200oC. Silika amorf terbentuk dari kopresipitasi mikrosilika terkalsinasi, hal ini menyatakan bahwa proses kalsinasi mikrosilika tidak mempengaruhi fasa yang dihasilkan ketika mikrosilika terkalsinasi  dikopresipitasi. Fasa  tridymite dan critobalite terbentuk dari kalsinasi silika amorf pada temperatur 1000oC dan 1200oC, sedangkan pada temperatur 800oC terbentuk silika amorf dengan lebar puncak yang lebih kecil dibandingkan dengan silika amorf yang tidak dikalsinasi.
Analisa Rugi Tegangan Makrobending Serat Optik Multimode FTP 320-10 terhadap Pengaruh Pembebanan dengan Menggunakan Variasi Diameter Lilitan Akbar Sujiwa; Endarko Endarko
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.523 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5702

Abstract

Analisa rugi tegangan makrobending serat optik multimode FTP 320-10 terhadap pengaruh pembebanan menggunakan  variasi  jumlah dan diameter lilitan telah berhasil dilakukan. Penelitian ini menggunakan sumber cahaya LED dan photodioda untuk menganalisa rugi tegangan yang dihasilkan. Proses analisa dilakukan dengan membuat lilitan dari serat optik dengan variasi diameter 3, 4, dan 5 cm dengan jumlah lilitan tetap sebanyak 3lilitan. Metode perpercobaan dilakukan dengan memberikan beban tiap 100 g sampai mencapai beban maksimum sebesar 2000 g. Hasil analisa menunjukkan bahwa pembebanan maksimum 1500 g dapat tercapai ketika sistem dengan jumlah lilitan 3 serta diameter 3 dan 4 cm. Sementara itu untuk rugi tegangan maksimum 204 mV terjadi pada sistem dengan jumlah liltan 3 dan diameter 3 cm. Sedangkan uji histeris untuk melihat rugi tegangan pada analisa pembebanan naik dan turun menghasilkan nilai sebesar 48 mV juga terjadi pada serat optik dengan jumlah lilitan 3 dan diameter 3 cm.
Estimasi Centroid Moment Tensor (CMT), Bidang Sesar, Durasi Rupture, dan Pemodelan Deformasi Vertikal Sumber Gempa Bumi sebagai Studi Potensi Bahaya Tsunami di Laut Selatan Jawa Sayyidatul Khoiridah; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.603 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6774

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengestimasi CMT gempa bumi yang terjadi di laut selatan Jawa, jenis sesar penyebab gempa bumi serta arah bidang sesarnya. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengestimasi Tdur dan hasil pemodelan deformasi vertikal sumber gempa bumi yang dapat berpotensi terjadi tsunami. Daerah penelitian dipilih di laut selatan Jawa. Hal ini karena Jawa merupakan daerah subduksi yang rawan terjadi gempa bumi dan tsunami. Untuk mengestimasi CMT digunakan software ISOLA_GUI yang kemudian diidentifikasi bidang sesarnya dengan metode H-C. Sedangkan untuk mengestimasi Tdur digunakan software Joko Tingkir dan untuk pemodelan vertical displacement digunakan software Tsunami L-2008 dengan dua skenario yaitu data ISOLA_GUI dan IRIS dengan menggunakan korelasi persamaan Wells and Coppersmith dan Hanks and Kanamori. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa bidang patahan terletak pada nodal plane yang memiliki nilai dip lebih besar. Jenis patahan di daerah subduksi ini adalah normal fault dan reverse fault. Berdasarkan hasil vertical displacement diketahui bahwa yang lebih mendekati kondisi geologi adalah skenario IRIS yang menunjukkan bahwa di laut selatan Jawa memiliki arah patahan cenderung ke Utara-Selatan yang searah dengan pergerakan lempeng antara Indo-Australia dan Eurasia. Untuk Tdur gempa Pangandaran yang berpotensi tsunami terjadi selama 144,82 s. Sedangkan gempa dengan magnitudo > 5,5 SR yang terjadi pada periode 2009 sampai 2014 tidak berpotensi tsunami dengan Tdur ≤ 78,04 s.
Analisa Pola Bidang Sesar Pada Zona Subduksi di Wilayah Sumatera Barat dari Event Gempa Pada Tahun 2013 Muhammad Mifta Hasan; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.623 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5717

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penentuan momen tensor dan focal mechanism serta slip dari sesar yang ada di wilayah Sumatera Barat yang diakibatkan oleh Sesar Mentawai dan gerakan Lempeng Eurasia dan Indo-Australia di zona subduksi. Program yang digunakan dalam pengolahan data adalah ISOLA-GUI, dan untuk menggambarkan sesarnya menggunakan program hcplot serta GMT. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa untuk gempa yang diakibatkan oleh Sesar Mentawai mempunyai pola sesar reverse fault dan gempa yang diakibatkan oleh gerakan lempeng di zona subduksi mempunyai pola sesar dip-slip. Besar momen tensor yang dihasilkan untuk tiap komponennya adalah M11 = 3.328 exp15 sampai 1.165 exp18, M22 = 3.195 exp15 sampai 0.805 exp18, M33 = 6.523 exp15 sampai 1.970 exp18, M31 = 5.965 exp15 sampai 5.564 exp18, M32 = 3.617 exp15 sampai 4.253 exp18, dan M12 = 3.587 exp15 sampai 1.100 exp18. Sedangkan untuk besar slip rata-rata dari event gempa di Sumatera Barat pada tahun 2013 di zona subduksi sebesar 198 meter dan di Sesar Mentawai sebesar 113 meter.
Sintesis dan Karakterisasi Serbuk SiO2 dengan Variasi pH dan Molaritas Berbahan Dasar Pasir Bancar, Tuban Nanda Iriawan Ramadhan; Munasir Munasir
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.874 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5721

Abstract

Dalam Tugas Akhir ini telah disintesis serbuk silika dengan variasi konsentrasi larutan Sodium Hidroxyde (NaOH) dan pH akhir kopresipitasi. Bahan dasar yang digunakan adalah pasir silika dari pantai Bancar, Tuban, Jawa Timur, Indonesia yang sudah dimurnikan menggunakan metode leaching, NaOH, HCl, dan aquades. Karakterisasi struktur SiO2 menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD) dengan fasilitas software High Score Plus (HSP). Berdasarkan hasil analisis, ditunjukkan bahwa SiO2 yang terbentuk amorf kemurnian Si pada serbuk silika meningkat dibandingkan dengan pasir alam.
Sintesis Fe2O3 dari Pasir Besi dengan Metode Logam Terlarut Asam Klorida Dewi Linda Kartika; Suminar Pratapa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2698.42 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6688

Abstract

Telah dilakukan pemurnian besi oksida dilanjutkan dengan sintesis besi oksida menggunakan metode logam terlarut asam klorida. Pasir besi lokal dari daerah Lumajang digunakan sebagai bahan dasar. Kemudian, pasir besi diuji XRF dan XRD dari setiap proses pemurnian pasir besi. Pasir besi diproses lebih lanjut dengan cara dilarutkan dalam HCl (37%) pada temperatur 70 oC selama 15 menit. Selanjutnya, hasil pelarutan disaring sebanyak 2 kali dan larutan lolos saring dikeringkan selama 8 jam pada temperatur 100 oC. Serbuk hasil pengeringan ini lalu dikalsinasi pada temperatur 600-800 oC. Serbuk-serbuk hasil kalsinasi dikarakterisasi XRD dan dianalisis menggunakan metode Rietveld melalui perangkat lunak Rietica untuk menentukan volume sel dan faktor skala. Data hasil pemurnian dan sintesis menunjukkan besi oksida dengan prosentase kandungan magnetit (Fe3O4) murni setelah proses awal dan hematit (Fe2O3) murni setelah pelarutan asam dan kalsinasi dengan rentang temperatur 600-800oC.
Evaluasi Formasi Menggunakan Data Log dan Data Core pada Lapangan "X” Cekungan Jawa Timur Bagian Utara Arga Nuryanto; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4015.005 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi formasi pada sumur A pada lapangan “X”, cekungan Jawa Timur bagian utara. Data yang digunakan adalah data log dan data core. Estimasi permeabilitas menggunakan beberapa cara yaitu persamaan Timur, Coates Free Fluid Index, dan Persamaan Coates Dumanoir pada data log dan Single Transformation dari hasil crossplot antara permeabilitas core dengan porositas core pada data core. Untuk estimasi permeabilitas menggunakan Single Transformation didapatkan pengelompokan Hydraulic Flow Unit (HFU) dari perhitungan Flow Zone Indicator (FZI), sedangkan untuk estimasi permeabilitas dengan Persamaan Timur menggunakan data saturasi air (Sw). Hasil evaluasi formasi ditemukan letak zona reservoir pada kedalaman 4270 – 4312ft. Terdapat perbedaan hasil dalam perhitungan nilai permeabilitas. Hal tersebut dikarenakan pada estimasi permeabilitas menggunakan data log dan data core yang diperoleh dengan cara dan prinsip yang berbeda. Hasil permeabilitas yang optimum adalah menggunakan data core karena data core mewakili kondisi batuan sebenarnya dan lebih akurat jika dibandingkan dengan data log.
Karakterisasi Sifat Separator Komposit PVDF/poli(dimetilsiloksan) Dengan Metode Pencampuran Membran (Blending Membrane) Devi Eka Septiyani Arifin; Mochamad Zainuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.295 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6693

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat bahan separator komposit polivinilidene flouride (PVDF) dan poli(dimetilsiloksan) (PDMS) dengan metode pencampuran membran (blending membrane). Perbandingan variasi komposisi PVDF/PDMS yaitu 10:0, 9:1, 8:2, dan 7:3. Tujuan dari peningkatan fraksi konsentrasi dari PDMS terhadap PVDF untuk meningkatkan performa separator komposit yang meliputi dimensi porositas, kerapatan pori, dan konduktivitas listriknya. Berdasarkan analisa kristalografi dengan menggunkan XRD, peningkatan konsentrasi PDMS mengakibatkan menurunnya derajat kristalinitas, dimana derajat kristalinitas tertinggi dicapai pada perbandingan 10:0 sebesar 63,84% dan terendah pada perbandingan 7:3 sebesar 29,26%, dan berdasarkan interpretasi data FTIR material tersebut termasuk kedalam kriteria bahan komposit karena kedua fasa dari bahan tersebut masih bisa dibedakan bilangan gelombang vibrasi molekuler masing-masing bahan penyusunnya. Hasil analisa XRD fasa kristalin PVDF termasuk kriteria jenis fasa α-PVDF. Semakin tinggi konsentrasi PDMS mengakibatkan penurunan dimensi porositas dan meningkatkan kerapatan porositasnya, dengan dimensi pori terkecil sebesar 1,71 µm dan kerapatan pori sebesar 4,07x1011 count/m2 pada perbandingan 7:3. Pada perbandingan komposisi 7:3 mempunyai nilai konduktivitas listrik sebesar 3,45 x 10-4 S/cm dan resistansi meningkat hingga 80% pada penambahan PDMS. Berdasarkan kriteria diatas, material ini dapat dikategorikan sebagai bahan separator pada baterai ion lithium.
Pengaruh Temperatur Kalsinasi pada Pembentukan Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan Metode Solid State Arum Puspita Sari; Dessy Putri Efhana; Mochamad Zainuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5038.858 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6694

Abstract

Sebuah sintesis material katoda Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan metode solid state telah selesai dilakukan. Bahan dasar yang digunakan adalah serbuk Lithium Carbonate sebagai sumber ion Li, Iron(III) Chloride Hexahydrate sebagai ion Fe, Di-ammonium Hydrogen Phosphate sebagai ion phosphate. Pada penelitian ini digunakan variasi temperatur kalsinasi yaitu 500°C, 550°C, 600°C, dan 700°C dengan waktu penahanan selama 10 jam. Karakterisasi dilakukan dengan mengunakan pengujian Difraktometer Sinar-X (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM), Particle Size Analyzer (PSA), dan LCR Two Probe. Analisis data XRD dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak X’pert High Score Plus (HSP). Hasil analisis menunjukkan bahwa prosentase fasa olivine dan konduktivitas listrik tertinggi, yaitu 35% dan 0,0769 S/cm terbentuk pada temperatur kalsinasi 700oC. Partikel material katoda LFP berukuran mikron dalam rentang 0,8 – 1,3μm seperti yang ditunjukkan berdasarkan pengujian Particle Size Analyzer (PSA).

Page 61 of 228 | Total Record : 2279