cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Pengaruh Temperatur Kalsinasi terhadap Konduktivitas Listrik pada Bahan Elektrolit Padat Li1.3Ti1.7Al0.3(PO4)3 (LTAP) dengan Menggunakan Metode Liquid Mixing Dita Viantyas; Mochamad Zainuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.267 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6696

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mensintesis bahan elektrolit padat Li1,3Ti1,7Al0,3(PO4)3 (LTAP) dengan metode liquid mixing. Penelitian dilakukan dengan bahan dasar serbuk Lithium Carbonat, serbuk Aluminium murni, Titanium Butoxide, Asam Phospat dan pelarut HCl. Sintesis elektrolit padat Li1,3Ti1,7Al0,3(PO4)3 dilakukan dengan menggunakan variasi temperatur. Variasi temperatur digunakan pada 600°C, 700°C, 800°C,  900°C dan 1000ºC, dimana waktu kalsinasi untuk semua variasi temperatur selama 2 jam. Karakterisasi bahan dilakukan dengan mengunakan pengujian DTA/TG, Difraktometer Sinar-X (XRD),  Scanning Electron Microscopy (SEM), dan Konduktivitas Listrik. Analisis data XRD dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Match! dan penghalusan Rietveld menggunakan software Rietica. Peningkatan perlakuan temperatur memperkecil struktur NASICON sehingga nilai konduktivitas listrik juga semakin menurun. Pada temperatur 600ºC memiliki struktur NASICON terbanyak yaitu 65,78% dan konduktivitas listrik yang paling tinggi mencapai 8,71×10-5S/cm. Ukuran partikel elektrolit padat Li1.3Ti1.7Al0.3(PO4)3 sebesar 0,1-1µm, semakin tinggi perlakuan temperatur maka ukuran partikel semakin besar.
Sintesis Titanium Dioksida (TiO2) Menggunakan Metode Logam-Terlarut Asam Ella Agustin Dwi Kiswanti; Suminar Pratapa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2051.048 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6697

Abstract

Telah dilakukan sintesis titanium dioksida menggunakan metode logam-terlarut asam. Metode ini menggunakan logam Ti dan HCl 37% sebagai bahan dasar. Serbuk Ti  dilarutkan ke dalam HCl 37% sambil diaduk di atas magnetic stirrer selama 1,5 jam pada temperatur 60-70°C hingga larutan berwarna ungu kehitam-hitaman. Selanjutnya, dikeringkan pada temperatur 100°C. Serbuk hasil pengeringan dikalsinasi pada temperatur 200, 400, 600, 700, dan 800°C. Serbuk hasil kalsinasi diuji dengan XRD, selanjutnya pola difraksi serbuk hasil kalsinasi dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif yaitu dengan mencocokkan puncak-puncak pola difraksi dengan pola difraksi pada database menggunakan search match! dan diketahui fasa yang terbentuk adalah fasa anatas dan rutil. Analisis selanjutnya yaitu secara kuantitatif yang pertama menggunakan perangkat lunak Rietica untuk mengetahui berat relatif fasa serbuk titanium dioksida, didapatkan fraksi berat relative fasa rutil 100% pada temperatur kalsinasi 200, 400, dan 800°C, dan analisis kuantitatif yang kedua dengan perangkat lunak MAUD didapatkan ukuran kristal rutil terkecil adalah 6 nm pada temperatur 200°C dan ukuran kristal rutil terbesar pada temperatur 800°C yaitu 264 nm.
Pre Stack Depth Migration Vertical Transverse Isotropy (PSDM VTI) pada Data Seismik Laut 2D Thariq Guntoro; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7990.191 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6698

Abstract

Pengolahan data seismik dalam domain waktu atau pre stack time migration (PSTM) memiliki kelemahan jika terjadi variasi kecepatan lateral yang tinggi pada data seismik, hal ini mengakibatkan model kecepatan yang dihasilkan dari PSTM tidak sesuai dengan model kecepatan yang sebenarnya. Dalam pengolahan PSTM digunakan model kecepatan rms atau Vrms yang mengasumsikan bahwa kecepatan gelombang seismik semakin dalam semakin cepat. Asumsi ini tidak berlaku jika terjadi variasi kecepatan lateral, dimana pada penelitian tugas akhir ini terdapat variasi kecepatan lateral yang ditandai dengan munculnya lapisan karbonat yang mempunyai kecepatan tinggi. Sehingga perlu dilakukan proses pengolahan data seismik lanjutan yaitu dengan metode pre stack depth migration (PSDM). Metode PSDM memperhitungkan variasi kecepatan lateral, dimana pada metode ini digunakan model kecepatan interval dengan domain kedalaman sebagai data masukan pada tahap migrasi. Model kecepatan interval menggunakan asumsi ray tracing tiap lapisan. Dalam penelitian model kecepatan interval diperoleh dengan menggunakan transformasi Dix dan coherency inversion. Setelah dilakukan PSDM konvensional ternyata masih terdapat gather yang belum lurus pada far offset, dimana terdapat efek hockey stick. Kemudian digunakan metode PSDM VTI untuk mereduksi efek hockey stick pada far offset. Pada PSDM VTI digunakan persamaan Fourth Order Normal Move Out (NMO) dengan parameter epsilon sebagai data masukan. Parameter epsilon diperoleh dari analisa semblance epsilon dari full fold depth gather. Interval epsilon dan model kecepatan interval digunakan sebagai data masukan pada proses migrasi, sehingga diperoleh VTI depth gather. Hasil depth gather dari metode PSDM VTI menunjukkan efek hockey stick yang tereduksi, dimana gather pada far offset relatif lurus. Hasil stacking menunjukkan bahwa, penampang PSDM VTI mampu mencitrakan reflektor yang lebih menerus dan mencitrakan fitur patahan secara optimal.
Aplikasi Inversi Seismik untuk Karakterisasi Reservoir lapangan “Y”, Cekungan Kutai, Kalimantan Timur Satya Hermansyah Putri; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.714 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6699

Abstract

Karakterisasi reservoir di lapangan “Y” telah dilakukan dengan inversi seismik impedansi akustik. Metode inversi impedansi akustik dilakukan untuk memprediksi informasi sifat fisis bumi berdasarkan informasi rekaman seismik yang diperoleh. Pada penelitian ini digunakan empat buah sumur dan delapan buah lintasan seismik yang terletak pada area penelitian. Metode seismik inversi menghasilkan peta distribusi nilai impedansi akustik sedangkan ekstraksi atribut seismik menghasilkan peta distribusi nilai amplitudo. Model inisial dibuat sebanyak tiga buah sesuai dengan klasifikasi rentang nilai distribusi impedansi pada masing-masing sumur. Kombinasi peta sebaran densitas dan porositas menunjukkan area prospektif yang terletak di sebelah timur channel, dengan porositas yang relatif lebih tinggi. Dari hasil analisa crossplot menunjukkan bahwa penggunaan atribut impedansi akustik pada studi ini belum mampu memisahkan litologipada area penelitian.
Pelapisan Permukaan Grafit dengan TiC melalui Proses Difusional Farah Aulia Rahma Wati; Suasmoro Suasmoro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4739.907 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6700

Abstract

Pembentukan lapisan tipis TiC pada permukaan grafit dilakukan dengan menggunakan metode PIRAC (Powder Imersion Reaction Assisted Coating) melalui proses disfusional. Proses difusi dengan titanium saja tidak menghasilkan lapisan TiC selama difusi 24 jam pada 1000oC dalam atmosfer argon mengalir. Sedangkan dengan penambahan iodium 4% ke dalam serbuk titanium telah terbentuk lapisan tipis TiC selama proses 4 jam. Analisis XRD dengan menggunakan metode refinement (pencocokan) Rietveld menunjukkan bahwa lapisan tipis TiC yang diperoleh mempunyai strukturrocksalt dengan parameter kisi a=b=c=4,318657Å.
Rancang Bangun Alat Pemilah Bawang Merah Berdasarkan Ukuran Diameter Moh. Roni Hidayat; Endarko Endarko
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2782.806 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6704

Abstract

Telah dilakukan perancangan dan pembuatan alat pemilah bawang merah berdasarkan ukuran diameternya. Alat ini memanfaatkan  pengolahan citra digital dalam memproses data yang diambil. Data yang diambil dalam penelitian ini berupa data citra berformat bitmap yang diambil menggunakan webcam. Data citra yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan software yang dibuat di Microsoft Visual Studio 2010. Dari hasil pengolahan citra data yang diperoleh maka akan diperoleh nilai ukuran bawang merah yang kemudian akan dikelompokkan kualitasnya berdasarkan ukuran hasil pengolahan data dari alat. Pengujian alat dilakukan terhadap 51 siung bawang merah dengan kualitas yang berbeda-beda. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa telah berhasil difabrikasi sebuah alat  untuk memilah bawang merah berdasarkan ukurannya dengan kecepatan 6 siung per menit. Sistem yang dibuat memiliki kemampuan untuk mengenali tiga perbedaan ukuran. Alat yang telah dibuat dalam Tugas Akhir ini telah berhasil memilah 52 bawang merah dalam tiga kategori ukuran yaitu kelas I (20 siung) dengan error 1.14%, kelas II (11 siung) dengan kesalahan 3.06% dan kelas III (20 siung) dengan kesalahan 3.04%. Perbandingan antara hasil pengukuran alat dengan ukuran sebenarnya adalah sebanding dengan persamaan y = 0,9977x + 4,2791.
Perancangan dan Pembuatan Sensor Level Untuk Sistem Kontrol pada Proses Pengendapan CaCO3 dalam Air dengan Metode Medan Magnet Maylita Martani; Endarko Endarko
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.827 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6706

Abstract

Telah dilakukan pembuatan alat pengukur level air dengan menggunakan sensor Ultrasonic Range Detector PING))). Sistem pengendalian dan monitoring secara otomatis dikerjakan oleh mikrokontroler Atmega16 dan PC. Pada penelitian ini dirancang sebuah mini plant untuk kontrol otomatisasi proses pengendapan air CaCO3 dalam air. Sistem pemantauan dan pengendalian dirancang secara waktu nyata berupa level ketinggian air pada tangki hasil pengolahan. Data level akan diproses oleh mikrokontroler ATMega16 yang selanjutnya dikirim melalui komunikasi serial dengan USB yang disambungkan ke komputer sehingga dapat ditampilkan di layar monitor. Berdasarkan hasil penelitian, sistem ini dapat bekerja dengan baik ketika melakukan monitoring pada level 40−80%.
Koreksi Efek Pull Up dengan Menggunakan Metode Horizon Based Depth Tomography Sando Crisiasa Rahmawan Yanuar; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.95 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6767

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menghilangkan atau mengkoreksi anomali efek pull up pada penampang seismik sehingga didapatkan citra bawah permukaan yang lebih akurat. Efek pull up biasanya terjadi pada litologi batu pasir akibat perbedaan kecepatan yang cukup besar pada shale dan carbonat, karena adanya perbedaan kecepatan secara lateral yang cukup besar mengakibatkan terjadinya kesalahan dalam pembuatan model kecepatan sehingga citra bawah permukaan yang dihasilkan menjadi tidak akurat, oleh karena itu dibutuhkan metode yang lebih efektif dan akurat untuk menyelesaikan permasalahan ini.  Pada penelitian ini digunakan metode horizon based tomography atau pada umumnya bisa juga disebut sebagai metode Pre-Stack Depth Migration (PSDM). Tahapan-tahapan yang dilakukan untuk melakukan koreksi efek pull up meliputi pembuatan model awal kecepatan gelombang seismik atau biasa disebut picking velocity stack, lalu dilakukan proses stacking dan pembuatan model kecepatan RMS (Root Mean Square), setelah itu dilakukan migrasi domain waktu atau Pre-Stack Time Migration (PSTM), lalu interpretasi horizon dan pembuatan model kecepatan interval menggunakan persamaan dix, kemudian dilakukan proses migrasi domain kedalaman atau Pre-Stack Depth Migration (PSDM), lalu tahapan terakhir adalah proses perbaikan model kecepatan menggunakan metode horizon based tomography. Hasil akhir dari penelitian ini adalah citra bawah permukaan seismik yang sudah dilakukan proses koreksi efek pull up.
Sintesis (Ba0,5Ca0,5)(Zr0,5Ti0,5)O3 dengan Metode Reaksi Padat Nahariatul Hikmah; Suasmoro Suasmoro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2375.874 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6771

Abstract

Sintesis material piezoelektrik dengan bebas timbal xKNN-(1-x)BCZT dengan metode reaksi padat telah dilakukan dari bahan karbonat masing-masing unsur sebagai raw material. Sintesis dilakukan untuk mendapatkan material pengganti PZT yang ramah lingkungan. KNN terbentuk pada temperatur kalsinasi 700°C, didukung dengan data XRD. BCZT terbentuk pada temperatur kalsinasi 1200°C dengan Ba dan Ca menempati kation A, sedangkan Zr dan Ti menempati kation B pada perovskite. Material xKNN-(1-x)BCZT terbentuk dengan nilai x=80 %mol. Dilakukan rekalsinasi pada 1250°C selama 1 jam 0,8KNN-0,2BCZT agar terbentuk pola difraksi KNN-BCZT yang single phase. Kation A pada ABO3 ditempati oleh K, Na, Ba dan Ca. Kation B ditempati oleh Nb, Zr dan Ti.
Desain Parameter Akusisi Seismik 3D Menggunakan Metode Statik dan Dinamik dengan Study Kasus Model Geologi Lapangan “ITS” Winda Hastari; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.882 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6775

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukakan untuk menentukan  desain parameter akusisi seismic yang ideal dari target tertentu dari lapangangan “ITS” berdasarkan model geologi yang telah dibuat sehingga akan didapatkan data seismic yang baik yang akan memudahkan dalam pengolahan data (processing). Pada penelitian ini menggunakan metode static yang meliputi pembuatan model geologi dengan  memperhatikan data geologi daerah setempat menggunakan software Tesseral, pembuatan template menggunakan software Mesa Expert 12 dan Processing data menggunakan software Omega untuk mendapatkan hasil stack kemudian dibandingkan antara hasil stack dengan model geologi awal yang telah dibuat. Adapun parameter yang digunakan untuk mengetahui seberapa tepat parameter yang telah kita input kan antara lain frekuensi, jarak antar shotpoint, binsiz, dan variasi penembakan berdasarkan nomor shotpoint. Frekuensi yang digunakan 10 Hz dan 23 Hz, jarak antar shotpoint yang digunakan 50 meter dan 80 meter sehingga binsize yang digunakan 25 meter dan 40 meter karena nilai binsize merupakan setengah dari nilai jarak shotpoint. Frekuensi 23 Hz lebih dapat membedakan lapisan tipis daripada ketika menggunakan frekuensi 10 Hz sedangkan frekuensi 10 Hz lebih baik dalam penetrasi kedalaman. Jarak antara  shotpoint 50 meter menghasilkan data dengan kualitas lebih baik karena dengan jarak yang lebih kecil akan menggunakan jumlah shotpoint lebih banyak.Saat menggunakan binsize yang lebih kecil ukurannya akan menghasilkan fold lebih banyak sehingga kualitas data yang dihasilkan lebih baik. Variasi pun dilakukan saat penembakan, penembakan yang menggunakan shotpoint bernomor ganjil menghasilkan kualitas data lebih baik dibandingkan ketika penembakan menggunakan shotpoint yang bernilai genap. Hasil stack yang merupakan hasil dari processing sudah menunjukkan kemiripan dengan model geologi yang telah dibuat sehingga dapat dikatakan input parameter yang digunakan sudah tepat.

Page 62 of 228 | Total Record : 2279