cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Analisis Pengaruh Antena MIMO 2Tx2Rx Terhadap Kecepatan Akses 4G LTE Yulita Inayatus Shiddiqah; Melania Suweni Muntini; Rino Prasetyanto; Yono Hadi Pramono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17090

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai Analisis pengaruh antena MIMO 2Tx2Rx terhadap kecepatan akses 4G LTE yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecepatan akses atau nilai throughput secara teori dan nilai throughput di lapangan, serta mengetahui pengaruh perbedaan lebar pita frekuensi (Bandwidth) pada antena MIMO 2Tx2Rx terhadap nilai throughput yang dihasilkan. Lokasi penelitian berada di Surabaya di daerah Kertajaya Indah dan Kampus ITS Surabaya. Dalam penelitian ini digunakan 3 data nilai throughput, yaitu nilai throughput berdasarkan perhitungan teori, berdasarkan data Single Site Verification (SSV), dan data Operation Support System (OSS).. Hasil yang didapatkan adalah Perbandingan nilai throughput di lapangan tidak ada yang dapat mencapai target nilai throughput secara teori. Nilai error pada data SSV untuk bandwidth 10 MHz adalah 63% sedangkan pada bandwidth 15 MHz adalah 48%. Untuk data OSS nilai error pada bandwidth 10 MHz adalah 92% dan bandwidth 15 MHz adalah 89%. ini disebabkan banyaknya faktor yang diabaikan ketika menghitung nilai throughput secara teori. Faktor – faktor tersebut diantaranya: interferensi sinyal, noise, ketinggian dan posisi antena, dll. Semakin lebar pita frekuensi yang digunakan oleh suatu jaringan semakin baik pula nilai throughput yang dihasilkan. Dengan kenaikan sebesar 27.9% untuk konfigurasi MIMO 2Tx2Rx. Jumlah jaringan dengan bandwidth 15 MHz lebih sedikit dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan bandwidth 10 MHz. sehingga pada saat tertentu nilai throughput bandwidth 10 MHz lebih tinggi dibandingkan nilai throughput pada bandwidth 15 MHz.  
Desain Double Layer Radar Absorbing Materials dengan Metode Dallenbach Layer Berbasis Bahan Magnetik Alam Tanah Laut dan Polianilin Deril Ristiani; Mochamad Zainuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.1 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17104

Abstract

Pelapisan double layer dengan menggunakan material PANi, BaM, dan komposit PB telah berhasil disintesis sebagai Radar Absorbing Material (RAM). Barium M-Heksaferit (BaFe11,7Zn0,3O19) dan PANi masing-masing disintesis dengan metode kopresipitasi dan reaksi kimiawi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa PANi, BaM, dan komposit PB memiliki nilai konduktivitas listrik sebesar 0,2371 Scm-1, 6x10-6 Scm-1, dan 7,5x10-3 Scm-1. Rugi refleksi single layer (BaM, PANi) dan double layer (P-B, P-PB, B-PB) diukur menggunakan VNA. Desain double layer menghasilkan nilai rugi refleksi terbesar dibandingkan dengan desain single layer. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa double layer P-PB memiliki rugi refleksi maksimum yaitu sebesar -49,6 dB dengan energi gelombang mikro yang diserap ~99,89%. Double layer efektif memperlebar pita penyerapan pada rentang frekuensi X-Band dengan karakteristik membentuk puncak serapan pada frekuensi tertentu yaitu lapisan BaM 8,6-10 GHz, PANi 8,0-9,3GHz, P-B 8,1-9,64 GHz, B-PB 8,5-9,98 GHz, dan P-PB 8,2-10 GHz. Pelebaran pita penyerapan paling optimal adalah pada pelapisan double layer P-PB dengan lebar frekuensi penyerapan sebesar 1,8 GHz.
Sintesis Nickel – Yttria Stabilized Zirconia (Ni– YSZ) sebagai Anoda Solid Oxide Fuel Cell (SOFC) Pulung Subuh Nur Baity; S Suasmoro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.401 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17105

Abstract

Cermet Nickel–Yttria Stabilized Zirconia (Ni–YSZ) diperoleh dari proses reduksi pada material Nickel Oxide–Yttria Stabilized Zirconia (NiO–YSZ) yang disintesis menggunakan metode reaksi padat dari campuran serbuk NiO–7YSZ (7%mol Y2O3 dan 93%mol ZrO2)–pore former (white starch) dengan perbandingan komposisi massa 4:6:1. Reduksi NiO–YSZ dalam bentuk pelet, dilakukan dengan temperatur reduksi 1000°C selama 3 jam dalam aliran gas 10%H2 dan 90%Ar untuk menghasilkan material Ni–YSZ. Karakterisasi dilakukan dengan menggunakan Difraktometer Sinar–X (XRD). Berdasarkan hasil penelitian, cermet Ni–YSZ dihasilkan pada temperatur reduksi 1000°C selama 3 jam dengan kuantitas komposisi fasa YSZ kubik 46,98%, YSZ monoklinik 18,39 %, Ni kubik 31,22% dan NiO kubik 3,40%.
Pengaruh Variasi Temperatur Kalsinasi SiO2 terhadap Sifat Kebasahan pada Permukaan Hidrofobik Roihatur Rohmah; Mochamad Zainuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.437 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17243

Abstract

Terinspirasi dengan biomimetic dari daun talas, permukaan hydrophobic dalam penelitian ini dibuat dengan modifikasi kekasaran dari SiO2 (Silika). TEOS (Tetraethyl Orthosilicate) digunakan sebagai sumber silika yang menghasilkan prekursor SiO2 dengan kemurnian 98,3±0,020 %. Prekursor silika diperoleh dari metode sol gel dengan HCL 0,1 M sebagai katalis. Hasil sintesis ini menghasilkan fasa amorf dengan distribusi ukuran partikel 1232 nm. Prekursor SiO2 diberi perlakuan panas dengan variasi temperatur kalsinasi 800, 1000, 1100, 1150, dan 1200 °C dengan waktu tahan selama 2 jam. Fasa silika hasil dari kalsinasi yaitu semua amorphous dengan puncak berada pada sudut ±21 °2θ. Lapisan hydrophobic diperoleh dengan menggunakan spray gun dengan fasa filler silika hasil kalsinasi berupa fasa amorf. Distribusi ukuran partikel filler silika hasil kalsinasi temperatur 800, 1000, 1100, 1150, dan 1200 °C berturut-turut sebesar 534,9 nm, 538,3 nm, 792,7 nm, 564,3 nm, dan 680,9 nm. Sedangkan permukaan dengan sudut kontak air dengan filler silika hasil kalsinasi temperatur 800, 1000, 1100, 1150, dan 1200 °C berturut-turut sebesar  96,86°, 90,71°, 80,33°, 92,52°, dan 90,61°.
Pencampuran dengan Attritor Mill pada Sintesis Mg0,8Zn0,2TiO3 Sefrilita Risqi Adikaning Rani; S Suasmoro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.697 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17387

Abstract

Material Mg0.8Zn0,2TiO3 disintesis menggunakan metode pencampuran attritor dengan variasi waktu milling 2 jam, 4 jam dan 6 jam. Hasil pencampuran dengan attritor menghasilkan  distribusi ukuran serbuk dalam orde submikronik. Keseragaman distribusi ukuran serbuk yang tinggi diperoleh dari serbuk hasil milling selama 6 jam yaitu sebesar 351,6 nm. Kalsinasi pada termperatur 950oC untuk serbuk campuran yang dimilling 6 jam memperlihatkan terbentuknya fasa tunggal dari (Mg/Zn)TiO3. Analisa dilakukan dengan menggunakan software match2.
Pengaruh Jarak Terhadap Besar Kecepatan Akses Arah Downlink untuk Sistem Komunikasi 1800Hz Fadil Adam Surya Basril; Melania Suweni Muntini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.721 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17420

Abstract

Telah dilakukan penelitian tugas akhir mengenai pengaruh jarak terhadap besar kecepatan akses arah downlink untuk sistem komunikasi 1800Hz. Lokasi penelitian ini pada daerah Wiyung, Surabaya Selatan, provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode drive test, dan model Okumura Hata untuk menghitung besar Path Loss, hasil dalam penelitian ini di bandingkan dengan pengaruh sifat sinyal terhadap propagasi gelombang pada saat sinyal ditransmisikan. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa SINR berbanding lurus terhadap kecepatan akses data, maka ketika semakin besar nilai SINR, kecepatan akses data juga akan semakin cepat. Pengaruh jarak antara antena pengirim dan penerima terhadap besar SINR berbanding terbalik, sedangkan path loss akan semakin besar apabila jarak antara antena semakin jauh
Karakterisasi Impedansi Komposit Isotropik Pani/Bam pada Pelapisan Double Layer sebagai Radar Absorbing Material (RAM) Muhammad Rizki Alfirdaus; Mochamad Zainuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.911 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17463

Abstract

Karakterisasi impedansi komposit isotropik PANi/BAM pada pelapisan double layer sebagai Radar Absorbing Material (RAM) telah berhasil dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai impedansi serta mengetahui kemampuan penyerapan gelombang mikro yang dihasilkan dari pelapisan double layer komposit PANi/BAM. BAM (BaFe11.7Zn03O19) berhasil disintesis dengan metode kopresipitasi dan sintesis PANi dilakukan dengan metode polimerisasi in situ. Identifikasi fasa BAM dan PANi dilakukan dengan menggunakan XRD, sedangkan sifat kemagnetan material magnetik BAM diidentifikasi dengan menggunakan VSM dan diperoleh medan koersivitas sebesar 0,043 T. Karakterisasi impedansi dan kemampuan penyerapan terhadap gelombang mikro dilakukan dengan menggunakan VNA pada frekuensi X-Band. Berdasarkan hasil pengujian VNA, dihasilkan nilai impedansi dan rugi refleksi (RL) maksimum dari pelapisan P-PB, PB-P, B-PB serta PB-B berturut-turut yaitu 406,142 Ω, 478,438 Ω, 612,564 Ω serta 632,216 Ω dan -49,57 dB, -31,30 dB, -22,41 dB dan -22,07 dB. Pelapisan double layer komposit PANi/BAM sangat efektif diterapkan sebagai RAM pada rentang frekuensi X-Band, karena material komposit PANi/BAM dapat meningkatkan kemampuan penyerapan serta memperlebar pita penyerapan.
Analisis Persebaran Seismisitas Wilayah Sumatera Selatan Menggunakan Metode Double Difference Dewi Fajriyyatul Maulidah; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.438 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17465

Abstract

Sumatera Selatan merupakan salah satu pulau yang sering mengalami bencana gempa bumi. Sebagai upaya mitigasi bencana gempa bumi, diperlukan studi kegempaan untuk menentukan pusat gempa dengan presisi yang tinggi. Salah satu teknik yang digunakan untuk merelokasi gempa bumi adalah algoritma double difference. Prinsip dari metode double difference adalah residual time dari waktu tempuh yang diamati dan hasil perhitungan antara dua event gempa bumi yang berdekatan pada stasiun pencatat yang sama, dengan syarat jarak antar event harus lebih dekat daripada jarak event ke stasiun pencatat. Relokasi gempa bumi di Wilayah Sumatera Selatan dilakukan menggunakan software hypoDD. Data yang diperlukan adalah data stasiun, waktu tiba gelombang P, dan model kecepatan bumi. Jumlah gempa bumi yang digunakan sebanyak 106 event. Stasiun pencatat yang digunakan sebanyak 9 stasiun. Proses relokasi dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama menggunakan program ph2dt dan tahap kedua menggunakan program hypoDD. Hasil relokasi memberikan informasi tentang koordinat episenter yang bergeser dari posisi awal sebelum direlokasi. Tidak hanya koordinat episenter yang telah terelokasi dengan baik, didapatkan nilai RMS yang lebih kecil dibandingkan sebelum direlokasi. Pergeseran hiposenter menyebar ke segala arah dan tidak memiliki kecenderungan ke arah tertentu, namun demikian perubahan hiposenter terbanyak ke arah timur laut. Relokasi menggunakan hypoDD menunjukkan adanya peningkatan kualitas relokasi apabila dilihat dari hasil residual.
Penentuan Hiposenter Gempabumi dan Model Kecepatan Lokal di Wilayah Jawa Timur Menggunakan Metode Double Difference Chi Chi Novianti; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.842 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17887

Abstract

Jawa Timur, secara fisiologis maupun geografis,  terdapat gunungapi dan sesar yang masih aktif serta berpotensi terjadi gempabumi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui model kecepatan bumi lokal 1-D, menentukan distribusi persebaran hiposenter dan hasil relokasi hiposenter gempabumi berdasarkan kejadian yang digunakan menggunakan metode double difference yang terjadi di wilayah Jawa Timur. Data yang digunakan dalam penelitian ini data gempa tahun 2007 sampai 2015 di wilayah Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode double difference yaitu metode yang menggunakan data relatif waktu tempuh antar dua hiposenter. Prinsip metode ini adalah jika jarak persebaran hiposenter antara dua gempa sangat kecil dibanding jarak antara stasiun ke sumber, maka ray path gempa dapat dianggap mendekati sama. Hasil yang diperoleh yaitu, model kecepatan bumi lokal 1-D yang diperoleh 5 lapisan dengan kecepatan 4,71 km/s - 7,14 km/s dan moho pada kedalaman mendekati 30 km. Hasil relokasi hiposenter menggunakan metode double difference menunjukkan bahwa metode ini mampu memberikan hasil koordinat episenter yang akurat dengan diperolehnya nilai Rms residual mendekati 0. Adanya penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu upaya mitigasi bencana untuk masyarakat di Jawa Timur.
Sintesis K0,5Na0,5VO3 dengan Metode Reaksi Padat dan Potensi Sebagai Co-Firing Agent Alfian Putra Sambanyu; Suasmoro Suasmoro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.243 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17892

Abstract

Sintesis material K0,5Na0,5VO3 (KNV) telah berhasil dilakukan dengan metode reaksi padat. Penentuan suhu kalsinasi dan suhu sinter material ini didasarkan pada titik leleh vanadium oksida yaitu sekitar 690°C. Sehingga didapatkan suhu kalsinasi 500°C dan suhu sinter 500°C dan 525°C selama masing-masing 2 jam. Hal ini dibuktikan dengan hasil refinement pengujian XRD material KNV yaitu memiliki fasa tunggal dengan struktur monoklinik, parameter kisi a=10,544 Å, b=9,977 Å dan c=5,817 Å dan grup ruang C2/c . Densitas terukur dari KNV 525 adalah 3,03 g/cc, sedangkan untuk KNV 500 adalah 3,25 g/cc. Material KNV dapat digunakan sebagai co-firing agent pada bahan dielektrik keramik.

Page 66 of 228 | Total Record : 2279