cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Sintesis dan Karakterisasi Lapisan Radar Absorbing Material (RAM) Berbahan Dasar BaM/PANi Pada Rentang Gelombang X-Band dengan Variasi Ketebalan Lian Nunisa Usvanda; Mochamad Zainuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.105 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17900

Abstract

Sintesis dan Karakterisasi Lapisan Radar Absorbing Material (RAM) telah berhasil dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat magnetik dari Barium M-Heksaferit yang didoping dengan ion Zn (Seng).Campuran dari Polianilin dan Barium M-Heksaferit digunakan sebagai Radar Absorbing Material (RAM). Prekursor dari ion besi dapat diperoleh dari maerial alamiah yakni pasir besi dari Tanah Laut Kalimantan Selatan. Dalam penelitian ini lapisan RAM terbuat dari komposit BaM/PANi dimana material BaM disintesis dengan menggunakan metode kopresipitasi. Komposit BaM/PANi yang telah dicampur dengan cat, dilapiskan pada permukaan baja AH36. Dalam penelitian ini variasi yang digunakan yaitu ketebalan lapisan (1 mm; 1,5 mm; 2 mm; 2,5 mm; dan 3 mm). Dari penelitian ini diperoleh material Barium M-Heksaferit yang bersifat hard magnetik dapat tereduksi setelah adanya pendopingan, hal tersebut dibuktikan dengan nilai medan koersivitas yang menurun yaitu sebesar 0,25 T. Material PANI dapat dikatakan polimer konduktif dikarenakan PANi memiliki nilai konduktivitas yang paling tinggi yakni sebesar 0,165 s/m. Nilai reflection loss terbesar dihasilkan oleh pelapisan single layer dengan ketebalan 3 mm yaitu sebesar -21,231 dB pada frekuensi 11,5 GHz. Pengaruh ketebalan terhadap nilai reflection loss yaitu semakin tebal lapisan komposit BaM/PANi yang dilapiskan pada plat baja maka akan semakin besar nilai reflection lossnya.
Pengaruh Waktu Tahan Proses Kalsinasi Prekursor Silika sebagai Material Pelapis Hidrofobik Dwi Ratna Setya Pambudi; Mochamad Zainuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.008 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17913

Abstract

Sintesis prekursor SiO2 telah dilakukan dengan menggunakan metode sol-gel. Bahan dasar yang digunakan pada penelitian ini adalah Tetraethyl orthosilicate (TEOS). Prekursor silika yang dihasilkan dari metode sol-gel memiliki distribusi ukuran partikel 1232nm dengan kemurnian 98,3±0,02%. Struktur yang terbentuk adalah amorf. Prekursor silika dikalsinasi pada temperatur 10000C dengan variasi waktu tahan 2, 4, 6, dan 8 jam. Serbuk silika yang telah dicampur dengan cat dilapiskan pada permukaan plat alumunium. Serbuk silika hasil kalsinasi dikarakterisasi dengan menggunakan X-Ray Difractometer (XRD), dan morfologi permukaan lapisan diamati dengan menggunakan Scanning Electron Miscroscope (SEM). Pada penelitian ini, struktur yang terbentuk dari serbuk silika hasil kalsinasi adalah amorf. Sudut kontak diukur dengan menggunakan software image J. Hasil analisa menunjukkan bahwa sudut kontak yang terbentuk untuk kalsinasi prekursor silika pada temperatur 10000C dengan waktu tahan 2, 4, 6, dan 8 jam berturut-turut adalah 90,710; 82,750; 91,100; dan 91,990.
Pelapisan Single Layer Penyerap Gelombang Radar Dispersi Barium M-Heksaferit / Polianilin pada Rentang X-Band Susmita Rachmawati; Mochamad Zainuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.598 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18040

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul Pelapisan Single Layer Pemyerap Gelombang Radar Dispersi Barium M-Heksaferit/Polianilin pada rentang X-Band bertujuan untuk mensintesis Barium M-Heksaferit (BAM) dengan metode solid state dan mengetahui pengaruh variasi massa Polianilin(PANI) terhadap rugi refleksi dengan pelapisan single layer material penyerap gelombang radar pada frekuensi 8-12 GHz. Barium M-Heksaferit disintesis dengan didoping ion Zn2+ menggunakan metode solid state. Sintesis material Barium M-Heksaferit dengan metode solid state doping Zn menghasilkan komposisi fasa BAM 83,68 % dan ZnFe2O4 16,32 % dengan struktur dominan heksagonal. Hasil pengujian VNA pada pelapisan single layer rentang X-band dengan variasi komposisi Polianilin pada perbandingan Barium M-Heksaferit : Polianilin didapatkan nilai Reflection Loss untuk perbandingan 1:0,5 , 1:1 , 1:1,5 , 1:2 dan 1:2,5 berturut-turut adalah -14,53 dB, -19,86 dB, 20,67 dB, -21,28 dB, dan -28,71 dB. Nilai Reflection Loss tertinggi pada perbandingan 1 : 2,5 sehingga dapat disimpulkan semakin meningkat komposisi PANI maka semakin negatif nilai Reflection Lossnya artinya semakin bagus penyerapannya.
Rancang Bangun Directional Coupler Konfigurasi 3x3 Planar Step Index Multimode Fiber Optic sebagai Sensor Kemolaran dan pH Aloysius Niko; Gontjang Prajitno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.251 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18246

Abstract

Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, diperlukan penelitian mendalam serta memiliki keakurasian tinggi, dengan efektif dan efisien agar mendapatkan hasil yang maksimal, dan salah satunya adalah dalam mendeteksi kemolaran serta pH dari suatu larutan. Dalam penelitian ini telah dilakukan rancang bangun directional coupler (DC) konfigurasi 3x3 planar step index multimode fiber optic tipe FD-620-10 dengan panjang kupasan 60 mm, menggunakan pendekatan metode Fused Biconical Tapered (FBT) sebagai sensor kemolaran dan pH. Larutan uji yang digunakan adalah Larutan NaCl, Larutan Asam Sitrat dan Larutan Glukosa, dengan masing – masing variasi kemolaran 0 M (aquades), 1 M, 2 M, 3 M, 4 M, dan 5 M, untuk penelitian sebagai sensor kemolaran, lalu laurtan HCl 0.1 s.d 0.00625 N dan NaOH 0.1 s.d 0.00625 N untuk penelitian sebagai sensor pH. Dengan menggunakan BF5R-D1-N sebagai sensor cahaya, Directional Coupler 3x3 dikarakterisasi untuk mengetahui daya keluaran dari serat optik dengan perubahan konsentrasi larutan dan perubahan pH. Dari hasil karakterisasi, didapatkan hasil berupa hubungan konsentrasi larutan dan pH dengan daya pada output, yaitu semakin tinggi molaritas dan semakin asam dan basa suatu larutan maka semakin rendah daya intensitas cahaya keluar dari serat optik. Dengan adanya DC 3x3 sebagai sensor ini, mampu mengkarakterisasi larutan dengan tiga buah variasi jenis larutan sekaligus, sehingga meningkatkan efisensi Directional Coupler sebagai sensor pH dan kemolaran.
Imaging Subsurface menggunakan metode CRS: Studi Kasus Steep Dip Reflektor dan Data Low Fold Khusna Indria Rukmana; Eko Minarto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18331

Abstract

Metode CRS (Common Reflection Surface) merupakan salah satu metode imaging subsurface untuk mendapatkan penampang bawah permukaan yang sesuai dengan kondisi lapangan. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendapatkan hasil imaging subsurface yang optimal dan mendapatkan hasil migrasi penampang seismik secara konvensional maupun melalui hasil CRS stack. Pada metode konvensional dilakukan analisa kecepatan yang akan membentuk model kecepatan untuk penampang seismik tersebut. Untuk metode CRS sendiri tidak bergantung pada model kecepatan, akan tetapi bergantung pada atribut CRS itu sendiri yakni RN, RNIP dan α.  Pada penelitian ini dilakukan dengan tahap pencarian Automatic CMP-Stack, pencarian Fresnel Zone dan Zero Offset, Atribut CRS dan dilakukan proses migrasi domain waktu. Penentuan Fresnel Zone dan Zero Offset ini bergantung dengan nilai aparture, yang mana nilai optimal dari aparture tersebut adalah 400-5000m. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa stack CRS mampu memberikan gambaran reflektor yang lebih continue dibandingkan dengan hasil stack konvensional. Selain itu metode CRS ini mampu mengatasi masalah terkait data yang memiliki flod coverage rendah dan kemiringan reflektor yang tajam, yang ditunjukkan dengan adanya kemenerusan reflektor.
Karakterisasi Material Penyerap Gelombang Radar Berbahan Dasar Karbon Aktif Kulit Singkong dan Barium M-Heksaferit Khoirotul Yusro; Mochamad Zainuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.683 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18432

Abstract

Sintesis dan karakterisasi material RAM telah dilakukan. Bahan baku alam yang digunakan berupa karbon aktif kulit singkong sebagai material dielektrik yang dikombinasikan dengan barium M-heksaferit sebagai material magnetik. Barium M-heksaferit disintesis menggunakan metode kopresipitasi, dimana prekursor ion Fe didapatkan dari pasir besi hasil tambang Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. RAM pada penelitian ini merupakan campuran karbon aktif kulit singkong dan barium M-heksaferit dengan fraksi massa 1:1 dan cat sebagai media perekatnya. RAM tersebut dilapiskan pada plat baja grade A tipe AH36 melalui metode pelapisan dallenbach single layer dengan variasi ketebalan 2 mm, 3 mm dan 4 mm. Penyerapan gelombang mikro diidentifikasi dengan pengujian VNA. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai rugi refleksi paling besar adalah pada ketebalan 4 mm sebesar -23,479 dB. Sementara nilai rugi refleksi pada ketebalan 2 mm dan 3 mm berturut-turut sebesar -10,147 dB dan -10,494 dB.
Analisis Pengaruh Panjang Kupasan dan Perubahan Suhu Terhadap Pancaran Intensitas pada Serat Ooptik Plastik Multimode Tipe FD-620-10 Puspita Fahmi Ariani; Gontjang Prajitno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.681 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18438

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis pengaruh pemberiankupasan jacket dan cladding pada serat optik plastik mode jamaktipe FD-620-10 terhadap perubahan suhu dengan menggunakandetektor silikon dan BF5R-D1-N. Penelitian dilakukan dengantujuan untuk mengetahui pengaruh kenaikan suhu terhadap losspada serat optik plastik dan mengetahui kemampuan detektorsilikon dan BF5R-D1-N dalam pengukuran tegangan dan intensitaspada variasi panjang kupasan. Variasi panjang kupasan yangdigunakan adalah 30, 40, 50, 60, 70, dan 80 mm. Pengukurandilakukan pada range suhu 30ºC - 75ºC dengan pengambilan datasetiap kenaikan 1ºC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakintinngi suhu di daerah sensing, semakin besar loss yang terjadiakibat adanya pemuaian termal di daerah sensing yangmenyebabkan penurunan indeks bias core. Detektor silikonmampu mendeteksi perubahan intensitas cahaya dan bekerjaoptimal pada serat optik dengan panjang kupasan 80 mm BF5RD1-N dapat merespon perubahan intensitas cahaya dan bekerjaoptimal pada serat optik dengan panjang kupasan 30 mm.
Pengaruh Konstanta Kosmologi Terhadap Model Standar Alam Semesta Muhammad Ramadhan; Bintoro A. Subagyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.465 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18671

Abstract

Metrik FLRW adalah sebuah metrik ruang-waktu yang digunakan un- tuk memodelkan alam semesta. Dalam membangun metrik ini, digunakan asumsi prinsip kosmologi, yaitu alam semesta isotropik dan homogen. Setelah itu, metrik FLRW dikerjakan pada Persamaan Medan Einstein dengan Konstanta Kosmologi, sehingga didapatkan dua solusi Friedmann. Solusi tersebut adalah solusi Friedmann jenis pertama dan solusi Friedmann jenis kedua. Pada tugas akhir ini, digunakan solusi Friedmann jenis pertama yang telah dimodifikasi agar sesuai dengan keadaan fisis alam semesta untuk memodelkan alam semesta. Dari model ini, dibandingkan antara model yang memiliki konstanta kosmologi dan tidak sehingga didapatkan pengaruh konstanta kosmologi terhadap model standar alam semesta.
Kekerasan Dari Lapisan Ti1-xZrx dan TiC pada Grafit yang Disiapkan dengan Metode PIRAC Nur Muhaimin; S Suasmoro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.437 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18729

Abstract

Pelapisan grafit dengan serbuk titanium melalui metode PIRAC (Powder Immersion Reaction Assisted Coating) telah berhasil dilakukan dengan variasi temperatur 8500C, 9000C, dan 9500C selama 10 jam. Pelapisan grafit tanpa penambahan ZrO2 menghasilkan lapisan TiC. Sedangkan pelapisan grafit dengan penambahan ZrO2 menghasilkan lapisan paduan Ti1-xZrx. Lapisan TiC yang dihasilkan dari penelitian ini memiliki kekerasan yang lebih besar dari lapisan paduan Ti1-xZrx yang terbentuk dalam penelitian ini. Masing-masing lapisan memiliki kekerasan lebih tinggi dari grafit yang dilapisi. Grafit yang digunakan memiliki kekerasan 45 HV. Lapisan TiC yang terbentuk memiliki kekerasan rata-rata sebesar 2504 HV. Lapisan paduan Ti1-xZrx yang terbentuk memiliki kekerasan rata-rata sebesar 282 HV.
Pengaruh Variasi Siklus Freezing-Thawing Pada Performansi Elektroda Karbon Dalam Sistem Capacitive Deionization Diani Ainun Nisa; Endarko Endarko; Iim Fatimah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.23 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18735

Abstract

Elektroda karbon dari bahan karbon aktif dengan metode freezing thawing telah berhasil disintesa dan dikarakterisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kapasitansi dan peformansi dari sistem capacitive deionization (CDI) dengan variasi siklus freezing thawing. Dalam penelitian ini menggunakan variasi siklus yakni 3, 4 dan 5 siklus. Selain variasi siklus, diteliti juga perbandingan performasi elektroda karbon menggunakan karbon aktif dimodifikasi dengan HNO3 dan tidak dimodikasi. Karakterisasi dilakukan melalui uji Cyclic Voltammetry (CV) dan uji Electrical Impedance Spectroscopy (EIS). Dalam uji CV elektroda karbon modifikasi memiliki nilai spesifik kapasitasi (26,78 F/g)lebih besar jika dibandingkan elektroda karbon tanpa modifikasi (22,77 F/g), keduanya dalam 5 siklus freezing-thawing. Hasil desalinasi, didapatkan pengurangan kadar garam 596 μs/cm NaCl untuk sistem CDI dengan tegangan sumber 1,9 V yaitu sebesar 55,70 % untuk karbon modifikasi dan 24,80 % untuk elektroda karbon tanpa modifikasi. 

Page 67 of 228 | Total Record : 2279