cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
SINTERING MATERIAL Zn0,9Mg0,1TiO3 VARIASI PENAMBAHAN V2O5 DENGAN METODE REAKSI PADAT Riska Ainun Nisa Riska Nisa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.324 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.12804

Abstract

Telah dilakukan percobaan pembuatan keramik Zinc Titanate (ZnTiO3) dengan menambahkan dopan V2O5 sebagai bahan cair yang berfungsi untuk menurunkan suhu sintering samapai suhu dibawah 1000°C. Pembuatan bahan keramik ZntiO3 dilakukan dengan metode reaksi padat (Solid State). Proses pencampuran bahan menggunakan ballmil. Selanjutnya sampel tersebut di kalsinasi pada suhu 850°C dengan waktu penahanan 2 jam, dicetak menjadi pelet disk dan disinter pada suhu 1000°C, 1100°C selama 4h dan 8h dan pada suhu 900°C selama 24h. Dari data keseluruhan, variasi waktu sintering tidak menunjukkan perubahan nilai densitas yang mencolok. Namun variasi penambahan zat aditif V2O5 menunjukkan bahwa semakin banyak V2O5 yang ditambahkan kedalam material, menghasilkan nilai densitas semakin tinggi. Namun sampel dengan variasi suhu 900°C memiliki nilai densifikasi yang paling baik karena waktu penahanan yang paling lama yaitu 24h. Material yang memiliki waktu penahanan yang paling lama dan densitas paling besar yang memiliki konstanta dielektrik yang paling baik. Didapatkan nilai konstanta dielektrik untuk masing masing sampel ZMT3 900°C murni,1%24h, 2%24h, dan 4%24h berturut-turut yaitu memiliki nilai permitvitas relativitas (εr) sebear14,5; 23,8; 23,4; 26,8. Hal ini dapat terjadi, diduga karena dengan keadaan sampel yang mempunyai densitas tinggi maka didalamnya hanya terdapat sedikit close pore. Variasi komposisi dan ukuran partikel berpengaruh pada kekuatan dielektrik, dielektrik loss, densitas dan porositas semakin kecil ukran partikel maka kekuatan dielektrik semakin tinggi dan rugi dielektrik semakin rendah.
Analisis Pengaruh Perubahan Suhu dan Perubahan Panjang Kupasan Cladding serta Coating Terhadap Rugi Daya yang Dihasilkan Oleh Fiber Optik Multimode Silika Tipe G-651 Rahmi Intan Yunifar; Gontjang Prajitno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.788 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.12954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan suhu dan perubahan panjang kupasan cladding serta coating terhadap nilai rugi daya (loss) yang ditimbulkan pada fiber optik multimode silica tipe G-651. Rugi daya yang dihasilkan diukur dengan alat ukur optical power meter. Variasi panjang kupasan yang digunakan yakni 2 cm, 3 cm dan 4,7 cm. Pengukuran rugi daya dilakukan tiap variasi panjang kupasan yang diberi perubahan suhu dari sumber pemanas berupa lampu bohlam dengan daya 100 watt. Perubahan suhu diukur tiap kenaikan dan penurunan 1°C dari suhu awal. Panjang gelombang pada power source yang digunakan yakni 1310 nm dan 1550 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar panjang kupasan cladding dan coating serat optik menyebabkan nilai rugi daya (losses) semakin besar. Pada panjang gelombang sumber 1310 nm sensitivitas dari serat optik terhadap perubahan suhu lebih tinggi jika dibanding dengan sensitivitas dari serat optik dengan panjang gelombang sumber 1550 nm. Perlakuan pemberian suhu yang semakin tinggi mengakibatkan nilai intensitas daya keluaran (μw) yang ditangkap optical power meter semakin menurun, yang menunjukkan terjadi banyak rugi daya (loss) pada fiber optik yang diuji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan suhu dan perubahan panjang kupasan cladding serta coating terhadap nilai rugi daya (loss) yang ditimbulkan pada fiber optik multimode silica tipe G-651. Rugi daya yang dihasilkan diukur dengan alat ukur optical power meter. Variasi panjang kupasan yang digunakan yakni 2 cm, 3 cm dan 4,7 cm. Pengukuran rugi daya dilakukan tiap variasi panjang kupasan yang diberi perubahan suhu dari sumber pemanas berupa lampu bohlam dengan daya 100 watt. Perubahan suhu diukur tiap kenaikan dan penurunan 1°C dari suhu awal. Panjang gelombang pada power source yang digunakan yakni 1310 nm dan 1550 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar panjang kupasan cladding dan coating serat optik menyebabkan nilai rugi daya (losses) semakin besar. Pada panjang gelombang sumber 1310 nm sensitivitas dari serat optik terhadap perubahan suhu lebih tinggi jika dibanding dengan sensitivitas dari serat optik dengan panjang gelombang sumber 1550 nm. Perlakuan pemberian suhu yang semakin tinggi mengakibatkan nilai intensitas daya keluaran (μw) yang ditangkap optical power meter semakin menurun, yang menunjukkan terjadi banyak rugi daya (loss) pada fiber optik yang diuji.
Analisis Komposisi Fasa Keramik Forsterit dari Bahan Dasar Periklas dan Kristobalit dengan Metode RIR Filza Amalina; Suminar Pratapa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.333 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13221

Abstract

Forsterit (Mg2SiO4) telah disintesis dengan metode reaksi solid-state dengan serbuk  periklas (MgO) dan serbuk silika alam kristobalit (SiO2) yang digunakan sebagai bahan dasar dan polivynil alcohol (PVA) sebagai katalis. Bahan–bahan dicampur dengan menggunakan mortar selama 30 menit dan ball milling selama 1, 2, dan 3 jam dan dikalsinasi pada temperatur 1050 °C. Serbuk-serbuk terkalsinasi dikarakterisasi menggunakan XRD. Analisis komposisi fasa menunjukkan bahwa penambahan waktu aktivasi mekanik dan temperatur kalsinasi mempengaruhi terbentuknya fasa forsterit. penambahan waktu aktivasi akan menambah terbentuknya presentase berat forsterit. Kandungan forsterit bertambah pada waktu aktivasi maksimum yaitu mencapai 62,1%wt
Sintesis Keramik Komposit Berbasis Forsterit dengan Bahan Dasar Periklas dan Silika Amorf Afida Kholifatunnisa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.461 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13231

Abstract

Telah dilakukan sintesis forsterit (Mg2SiO4) menggunakan bahan dasar serbuk periklas (MgO) dan serbuk silika amorf (SiO2) dengan metode reaksi padat. Serbuk silika diperoleh dengan pemurnian pasir silika asal Kabupaten Tanah Laut yang kemudian diolah melalui metode kopresipitasi dan pengeringan di udara. Serbuk-serbuk magnesia dan silika amorf dicampur secara manual selama 30 menit kemudian dikalsin dengan variasi temperatur 950, 1050, dan 1150°C selama 4 jam. Karakterisasi fase dilakukan dengan menggunakan perangkat difraktometer sinar-x (XRD), sedangkan analisis datanya dilakukan menggunakan perangkat lunak Rietica berbasis metode Rietveld. Secara umum fase yang terbentuk setelah sintesis adalah forsterit, periklas, kristobalit, dan protoenstatit. Presentase berat forsterit tertinggi diperoleh pada sampel dengan temperatur kalsinasi 1150°C selama 4 jam, yaitu sebesar 94,8 %wt.
Pengaruh Temperatur Perlakuan Panas Pada Lapisan Hydrophobic Komposit PDMS/SiO2 Dengan Fasa Silika Kristobalit Adhita Ferbi Irawati; Mochamad Zainuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.599 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i1.15523

Abstract

Pasir Silika (SiO2) dari Pantai Bancar Tuban telah berhasil dimurnikan melalui proses leaching dan dapat direduksi ukurannya hingga orde nano. Serbuk SiO2 dengan fasa kristobalit telah dikalsinasi dengan temperatur 1200ºC. Bahan silika dan polydimethylsiloxane (PDMS) dikombinasikan menjadi bahan komposit pelapis yang bersifat hydrophobic. Komposit tersebut dilapiskan pada permukaan kaca ITO dan diperlakukan panas bervariasi, yaitu 100ºC, 200ºC, 300ºC, 400ºC, dan 500ºC. Berdasarkan pengukuran sudut kontak antara air dan permukaan uji yang menggunakan kamera DSLR Cannon 650D dengan reverse ring sebagai pembalik lensa 58 mm, pada temperatur 100-400ºC terjadi kenaikan besar sudut kontak dimana pada saat suhu 400ºC memiliki sudut kontak paling tinggi, yaitu 126,4º yang mengindikasikan permukaan bersifat hydrophobic, tetapi pada temperatur 500ºC menjadi hydrophilic dengan sudut kontak terendah 72,4º. Untuk tingkat transmitansinya, kenaikan temperatur 100-300ºC cenderung 100%, tetapi 400ºC memiliki nilai transmitansi paling rendah 20%
Identifikasi Pola Persebaran Sumber Lumpur Bawah Tanah Pada Mud Volcano Gunung Anyar Rungkut Surabaya Menggunakan Metode Geolistrik Kurnia Amelinda Sholikha; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.357 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i1.15528

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang persebaran sumber lumpur bawah tanah mud volcano Gunung Anyar Rungkut Surabaya dengan metode geolistrik konfigurasi Wenner. Ada enam lintasan yang digunakan pada penelitian ini, yakni tiga membentang dari arah barat ke timur, dan yang lainnya dari arah utara ke selatan. Hasil nilai resisitivitas tanah diolah dengan menggunakan perangkat lunak Res2DInv yang kemudian menghasilkan penampang yang memiliki perbedaan warna. Setiap warna memiliki nilai resisitivitas sesungguhnya dari lapangan. Lumpur memiliki nilai resistivitas yang rendah, karena lumpur bersifat konduktif. Dari interpretasi yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa arah dari persebaran sumber lumpur adalah daerah tenggara mata angin.
Persebaran Hiposenter Maluku Selatan Menggunakan Metode Double Difference Ryandi Bachrudin Yusuf; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.085 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16997

Abstract

Wilayah Maluku Selatan merupakan wilayah bagian timur Indonesia dengan potensi gempa yang tinggi. Salah satu penyebab daerah ini rawan gempa adalah tatanan lempeng tektonik yang masuk dalam zona tektonik kompleks, yaitu zona pertemuan lempeng Eurasia, lempeng Filipina, dan lempeng Pasifik, serta pada bagian Pulau Seram merupakan perbatasan zona subduksi lempeng Indo-Australia. Sebagai upaya mitigasi bencana gempa bumi, perlu adanya studi kegempaan berupa relokasi hiposenter dan menganalisa persebaran hiposenter di wilayah Maluku Selatan. Prinsip metode double difference ini adalah jika ada dua gempa yang saling berdekatan, dimana jarak relative antar gempa lebih kecil daripada jarak relative gempa ke stasiun perekam, maka raypath dan waveform dapat dianggap sama, sehingga kesalahan akibat model kecepatan bisa diminimalkan. Hasil relokasi menggunakan metode double difference mampu memberikan hasil yang lebih akurat, hal ini ditunjukkan dengan nilai RMS hasil relokasi yang jauh lebih baik (mendekati nol) dibandingkan dengan nilai RMS sebelum relokasi. Persebaran hiposenter gempa banyak terjadi dekat patahan, dan zona subduksi lempeng, pergeseran episenter lebih terkumpul pada satu titik dan kedalaman hiposenter lebih tersebar (keluar dari fixed depth) didominasi antara 2-50 Km.
Sintesis Material Feroelektrik Bebas Timbal K0,5Na0,4Li0,1NbO3 dengan Metode Reaksi Padat Nur Lailiyah Isnaini; S Suasmoro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.733 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17000

Abstract

Material feroelektrik bebas timbal K0,5Na0,4 Li0,1NbO3 disingkat KNLN disintesis dengan metode reaksi padat. Bahan dasar yang digunakan adalah K2CO3, Na2CO3, Li2CO3 dan Nb2O5 merck dalam bentuk serbuk. Karakterisasi material meliputi difraksi sinar-X dan analisa parameter kisi. Fasa tunggal pada KNLN telah terbentuk pada temperatur kalsinasi 750°C selama 2 jam serta pada temperatur sintering 1100°C selama 2 jam. Materaial KNLN ini memiliki struktur perovskite tetragonal dengan grup ruang P4mm dengan parameter kisi a=b=3,943 Å dan c=4,011 Å.
Prediksi Log TOC dan S2 dengan Menggunakan Teknik ∆Log Resistivity Dwi Ayu Karlina; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.59 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17024

Abstract

Salah satu dari elemen petroleum sistem adalah source rock, yaitu batuan yang  mengandung banyak material organik. Kualitas batuan ini dapat ditentukan oleh Total Organic Carbon (TOC), dan nilai S2 (material prospek hidrokarbon). Pada tingkat kematangan tertentu, material organik akan bertransformasi menjadi hidrokarbon cair atau gas dan terekam oleh respon well logging tools, seperti log resistivitas. Untuk mempelajari respon well log dilakukan pemodelan dengan teknik Δlog Resistivity dengan pendekatan metode Passey.  Dengan adanya  Δlog Resistivity dapat digunakan untuk menentukan TOC dan S2 pada suatu sumur. Untuk memprediksi log TOC dan S2 digunakan data vitrinite reflectance, log resistivitas, data log sonic, data Hydrogen Index (HI). Pendekatan Passey yang digunakan adalah dengan cara melakukan overlay antara log sonic dan log resistivitas, serta menentukan baseline untuk mendapatkan besar separasi Δlog Resistivity, yang kemudian digunakan untuk memprediksi log TOC dengan mengikutsertakan variable LOM (Level of Organic Maturity) yang didapat dari data vitrinite reflectance. Setelah didapatkan log TOC maka dengan mengetahui sifat hidrokarbon melalui data HI digunakan untuk menentukan log S2. Hasil prediksi log TOC dan S2 memiliki korelasi paling tinggi terletak pada sumur B dengan korelasi antara log TOC prediksi dan log TOC terhitung yaitu sebesar 0.857 dan korelasi prediksi log S2 terhitung dan terukur yaitu 0.774.
Koreksi Struktur Lapangan “LP” dengan Menggunakan Metode Pre Stack Depth Migration (PSDM) Lina Purnawati; Eko Minarto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.635 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17086

Abstract

Telah dilakukan penelitian terkait koreksi struktur lapangan “LP” dengan menggunakan metode pre stack depth migration (PSDM). Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengkoreksi citra bawah permukaan yang dihasilkan oleh proses PSDM, untuk mengetahui pengaruh pemodelan kecepatan dengan menggunakan horizon based depth tomography pada proses PSDM, serta untuk mengetahui manfaat dari metode PSDM common reflection angle migration (CRAM). Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa Proses PSDM memberikan resolusi citra bawah permukaan yang lebih baik dibandingkan dari hasil proses pre stack time migration (PSTM) terbukti dengan adanya kemenerusan pola reflektor yang lebih jelas, dan PSDM mampu mengkoreksi efek pull up yang ada pada proses PSTM. Metode horizon based depth tomography merupakan metode yang tepat untuk menentukan model interval velocity. Metode ini mampu melakukan perbaikan terhadap model interval velocity yang sesuai untuk migrasi domain kedalaman PSDM. Hasil interval velocity yang baik dapat memberikan citra bawah permukaan yang lebih maksimal. Metode PSDM CRAM dapat mengatasi masalah imaging pada struktur yang kompleks sehingga metode PSDM CRAM ini dapat memberikan hasil citra bawah permukaan yang lebih baik karena menggunakan konsep multipath.

Page 65 of 228 | Total Record : 2279