cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Karakterisasi Reservoar Menggunakan Aplikasi Seismik Atribut Dan Inversi Seismik Impedansi Akustik, Studi Kasus Lapangan Teapot Dome, Wyoming Nur Muhammad Zain; Wien Lestari; Firman Syaifuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.111 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25855

Abstract

Lapangan Teapot Dome, Wyoming terletak di Powder Basin yang merupakan cekugan prospek hidrokarbon. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data seismik 3D Post Stack dan 7 data sumur. Zona target terletak pada F1WC dan Redpeak. Zona target memiliki litologi berupa sand dan shaly sand. Dilakukan karakterisasi reservoar pada kedua zona target guna mengevaluasi zona. Kedua data diintegrasi menggunakan metode inversi berbasis model dan metode seismik multiatribut. Metode inversi berbasis model dilakukan guna memprediksi impedansi akustik. Metode seismik multiatribut menggunakan lebih dari satu atribut untuk memprediksi parameter sumur. Parameter yang dicari pada penelitian ini yaitu porositas sehingga didapat persebaran porositas dalam volume seismik. Digunakan pula metode Probabilistic Neural Network guna meningkatkan hasil korelasi antara data seismik dengan data sumur saat memprediksi porositas. Berdasarkan hasil yang didapatkan diketahui bahwa karakter reservoar zona F1WC yaitu impedansi akustik pada rentang 27000-34000 (ft/s)(gr/cc) dan porositas 8-11%. Sedangkan untuk zona RDPK mempunyai rentang nilai impedansi akustik 34000-49000 (ft/s)(gr/cc) dan porositas 5-10%. Berdasarkan justifikasi karakter log, inversi, dan multiatribut diketahui bahwa kedua zona target merupakan zona prospek hidrokarbon.
Pemodelan Tsunami di Sekitar Laut Banda dan Implikasi Inundasi di Daerah Terdampak Nisrina Ikbar Rahmawati; Bagus Jaya Santosa; Wiko Setyonegoro; Bambang Sunardi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.032 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25864

Abstract

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 67% tsunami terjadi di Indonesia timur, salah satunya di sekitar laut Banda. Penelitian terbaru membuktikan adanya palung terdalam Indonesia di Laut Banda, yang pernah memicu tsunami besar pada tahun 1674. Oleh karena itu, pemodelan tsunami di wilayah tersebut penting dilakukan sebagai upaya mitigasi tsunami di masa datang. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan sumber, penjalaran dan run-up tsunami di sekitar Laut Banda serta menganalisis inundasi di area terdampak menggunakan software L2008. Pemodelan tsunami dilakukan menggunakan skenario gempabumi 26 Desember 2009 dengan memodifikasi kekuatan menjadi Mw=8.3, kedalaman 33 km dan mekanisme sumber gempabumi ditentukan dengan software ISOLA. Dimensi patahan dan slip diperkirakan menggunakan persamaan empiris dari Papzachos (2004), Hanks and Kanamori (1979) dan Wells & Coppersmith (1984). Analisis inundasi mengacu pada persamaan Hills, J. G. & Mader, C. L., 1997. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan nilai vertical displacement maksimal sekitar 7,7 m, penjalaran tsunami ke segala arah dan  pertama kali memasuki daerah Seram bagian timur pada menit ke 05.40. Run up tertinggi dijumpai di Tual sekitar 7,71 m dan inundasi tsunami berkisar antara 64,18 m di Kepulauan Aru hingga 1.009,49 m di Kota Tual.
Aplikasi Metode Geolistrik Tahanan Jenis Untuk Identifikasi Zona Bidang Gelincir Tanah Longsor Studi Kasus Desa Nglajo Kec. Cepu Kab. Blora Eka Yuliana; FX. Yudi Tryono; Eko Minarto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.173 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26083

Abstract

Metode geofisika semakin banyak digunakan untuk investigasi tanah longsor. Longsor secara periodik dipicu oleh curah hujan kritis, dan distribusi kadar air bawah permukaan merupakan faktor kunci yang mempengaruhi stabilitas lapisan tanah. Begitu pula yang ditemui disekitar Jalan Taman Bahagia sebelah selatan Taman Makam Pahlawan Nglajo Kecamatan Cepu terjadi gerakan permukaan tanah yang menyebabkan jalan utama komplek perumahan Nglajo rusak walaupun sudah beberapa kali diperbaiki. Analisa data lapangan diperoleh berdasarkan survei geolistrik tahanan jenis dengan metode konfigurasi Wenner dan Dipole-dipole. Zona bidang gelincir dapat terlihat pada penampang resistivitas 2D yang teletak di lintasan 2, 3 dan 4. Dimana bidang gelincir pada daerah penelitian merupakan bidang batas antara batuan dengan nilai resistivity kurang dari 2,4 Ωm diinterpretasikan sebagai batuan aluvium berupa batuan lempung dari Formasi Lidah tersebar dan membentang dari arah utara ke selatan. dengan kedalaman yang berbeda-beda dari 0,5 hingga 11 meter dibawah permukaan tanah.
Penerapan Metode Resistivitas 2D Untuk Identifikasi Bawah Permukaan Situs Maelang Bayuwangi Jawa Timur Mochammad Fauzan Dwiharto; M.Singgih Purwanto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26620

Abstract

Survey geofisika dengan metode resistivitas 2D dilakukan di kawasan Situs Maelang, Dusun Maelang, Desa Watukebo, Kelurahan Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Pengukuran dilakukan unttuk memetakan bawah permukaan kawasan situs maelang. Selain jejak peninggalannya, nama daerah juga memiliki makna dan penting dalam studi sejarah dan arkeologi. Nama daerah Maelang ini dalam Bahasa Madura memiliki arti sengaja dihilangkan. Identifikasi keberadaan situs arkeologi ini diperkuat dengan ditemukannya sebuah goa yang berbentuk simetris dengan tatanan batu yang rapi dan terdapat relief buaya didepannya. Relief buaya ini berasosiasi dengan nama Kelurahan Bajulmati. Dari hasil pengukuran resistivitas 2D sebanyak 5 lintasan dengan konfigurasi Wenner - Schlumberger dan Dipole - Dipole, terdapat beberapa anomali resistivitas. Pada lintasan 1 dan lintasan 2 terdapat anomali bidang batas atap goa yang tebalnya sekitar 1.85 meter dengan rentang nilai resistivitas 90-210 Ωm, sedangkan pada lintasan 3 dan lintasan 4 terdapat anomali resistivitas bernilai 1418–5820 Ωm.  Anomali ini yang diduga adanya ruang dibawah permukaan. Sedangkan pada lintasan 5 anomali batuan penutup goa yang tertutupi tumbuhan jagung teridentifikasi pada kedalaman 0.5 sampai 3 meter.
Pengaruh Fraksi Berat Serat Waru terhadap Sifat Mekanik Kampas Rem Kereta Api Komposit Non Asbestos Bayu Prasetya; Mochamad Zainuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.991 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26816

Abstract

Kampas rem berbahan asbestos telah diketahui memiliki beberapa kelemahan. Bahan komposit non asbestos saat ini mulai banyak digunakan karena sifatnya yang ramah lingkungan, murah, dan mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk membuat kampas rem kereta api berbahan komposit non asbestos dengan penguat serat waru dan untuk mengetahui pengaruh fraksi berat serat waru terhadap sifat mekanik kampas rem. Variasi fraksi berat serat waru yang digunakan adalah 4%, 6%, 8%, 10%, dan 12%. Pengujian sifat mekanik yang dilakukan meliputi kekerasan, densitas, koefisien gesek, dan keausan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi berat serat waru memengaruhi sifat mekanik kampas rem komposit non asbestos. Terjadi penurunan nilai kekerasan dan densitas pada sampel dengan fraksi berat serat waru yang semakin besar. Jumlah fraksi berat serat waru yang semakin besar juga meningkatkan nilai keausan dan koefisien gesek.
Pemodelan Profile Greenhouse Berbasis Neural Network Muhammad Rizky; Melania Suweni Muntini; Iim Fatimah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.841 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26819

Abstract

Pemodelan profile greenhouse merupakan salah satu hal penting untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman yang ditanam di dalam greenhouse. Sebelum dimodelkan, dibandingkan ketika greenhouse dengan sistem otomasi dalam keadaan mati dan ketika greenhouse dengan sistem otomasi dalam keadaan hidup. Dengan diterapkan sistem otomasi dapat meningkatkan kualitas greenhouse dengan cara menurunkan suhu dan meningkatkan kelembaban. Semakin baik kualitas greenhouse maka semakin baik pertumbuhan tanaman dalam greenhouse. Pemodelan dalam penelitian ini digunakan model neural network tipe back-propagation. Profile greenhouse meliputi suhu udara, kelembaban udara, suhu tanah dan kelembaban tanah. Hasilnya ialah profil terbaik dari greenhouse adalah pada suhu udara pukul 16.00 – 07.00, kelembaban udara mencapai 98%, suhu tanah pukul 18.00 – 08.00 dan kelembaban tanah mencapai 98% serta hasil pemodelan mendekati data pengukuran dengan nilai kesalahan mencapai 1%.
Implikasi Sesar Kendeng Terhadap Bahaya Gempa dan Pemodelan Percepatan Tanah di Permukaan di Wilayah Surabaya Vidya Amalia Harnindra; Bambang Sunardi; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27603

Abstract

Kota Surabaya merupakan ibukota propinsi Jawa Timur Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Surabaya dapat dikategorikan sebagai kota yang cukup padat. Salah satu bahaya gempa di wilayah Surabaya berasal dari sesar Kendeng yang terbukti aktif dengan pergerakan 5 milimeter per tahun. Implikasi sesar kendeng terhadap bahaya gempa di wilayah Surabaya dapat dilakukan salah satunya dengan metode Deterministic Seismic Hazard Analisis (DSHA). Perhitungan bahaya gempa dengan metode DSHA dilakukan menggunakan modifikasi software CRISIS 2007 yang akan menghasilkan percepatan tanah di batuan dasar. Hasil dari DSHA selanjutnya dipergunakan untuk memodelkan percepatan tanah di permukaan pada lokasi (site) yang ditinjau di wilayah Surabaya dengan menggunakan software Nonlinear Earthquake site Response Analyses (NERA). Nilai percepatan tanah di batuan dasar untuk wilayah Surabaya dengan memperhitungkan keberadaan sesar Kendeng memiliki nilai berkisar antara 0.26g - 0.71g. Model percepatan tanah di permukaan untuk lokasi yang ditinjau pada koordinat 112,74830 BT dan 7,2890 LS memiliki nilai maksimum sekitar 0.34g.
Identifikasi Struktur Lapisan Bawah Permukaan Daerah Potensial Mineral dengan Menggunakan Metode Gravitasi di Lapangan “A”, Pongkor, Jawa Barat Nurin Wachidah; Eko Minarto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.368 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.28673

Abstract

Indonesia memiliki banyak potensi tambang mineral sehingga memerlukan survey dan analisis agar dapat memanfaatkan potensi tersebut. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan metode geofisika. Oleh karena dilakukan penelitian menggunakan metode gravitasi di daerah Pongkor, Jawa Barat. Pengambilan data gravitasi dilakukan pada 23 Maret hingga 27 Mei Juli 2013 menggunakan alat gravitimeter SCINTREX AUTOGRAV CG-5 dengan 193 titik pengukuran. Anomali Bouguer Lengkap di topografi direduksi ke bidang datar menggunakan metode Dampney. Kemudian dilakukan pemisahan anomali regional dan residual dengan menggunakan metode kontinuasi ke atas pada ketinggian 300 meter. Pemodelan 2,5D dilakukan pada data anomali residual berdasarkan informasi geologi dan analisa struktur dengan menggunakan FHD (First Horizontal Derivative) dan SVD (Second Vertical Derivative) untuk menentukan batas struktur geologi. Hasil pemodelan menunjukkan potensi mineralisasi dengan tipe pengendapan epitermal sulfidasi rendah. Berdasarkan hasil tersebut terdapat 5 lapisan penyusun daerah penelitian yang terdiri dari breksi tuf (2,55 gr/cm3), tuf lapili (2,40 gr/cm3), tuf (2,30 gr/cm3), dan breksi dasit (2,65 gr/cm3), juga terdapat intrusi berupa andesit (2,85 gr/cm3).
Teleportasi Kuantum Informasi Satu Qubit dan Dua Qubit Sembarang Melalui Keadaan Gugus Empat Qubit Fasya Khuzaimah; Heru Sukamto; Agus Purwanto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.965 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.28824

Abstract

Telah dilakukan penyelidikan pada keadaan gugus dua qubit. Keadaan tersebut memenuhi tiga definisi dari keadaan gugus. Ketiga definisi dari keadaan gugus yaitu tebelit maksimal, ketahanan tinggi, dan apabila sekumpulan operator dioperasikan pada keadaan gugus tersebut maka akan menghasilkan keadaan gugus itu sendiri. Keadaan gugus dua qubit ekuivalen dengan keadaan Bell, keadaan gugus tiga qubit ekuivalen dengan keadaan GHZ, dan keadaan gugus empat qubit ekuivalen dengan keadaaan |psi>1234. Selain penyelidikan pada keadaan-keadaan gugus, telah dilakukan perumusan teleportasi kuantum informasi satu qubit dan dua qubit sembarang melalui keadaan gugus empat qubit. Diperoleh hasil, keadaan satu qubit dan dua qubit sembarang dapat diteleportasikan melalui keadaan gugus empat qubit.
Analisis Penggunaan Gelatin Sapi dan Gelatin Babi sebagai Cladding pada Serat Optik untuk Perancangan Sensor Kelembaban Wafa Faziatus Sholikhah; Agus Rubiyanto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.059 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.28828

Abstract

Sensor kelembaban telah dikembangkan menggunakan serat optik plastik jenis multimode step index. Cladding serat optik diganti dengan lapisan gelatin sapi dan babi di bagian tengahnya sepanjang 3 cm dan 4 cm digunakan sebagai sensor. LED ultra bright panjang gelombang 631 nm digunakan sebagai sumber cahaya dan photodioda sebagai detektor cahaya. Pengukuran sensor diukur dari rentang kelembaban relative (65-82)%. Hasil pengukuran memperlihatkan sensor hanya dapat digunakan pada kenaikan nilai kelembaban relatif. Sensor dengan cladding gelatin babi panjang kupasan 3 cm merupakan sensor dengan nilai linearitas dan rentang respon sensor paling baik yaitu pada rentang kelembaban relatif 76% - 81%, sedangkan untuk sensor yang mempunyai sensitivitas tertinggi pada sensor cladding babi dan sapi dengan panjang kupasan 4 cm dengan nilai sensitivitas sebesar 0,0075 V/% kelembaban relatif.

Page 69 of 228 | Total Record : 2279