cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Perbandingan Prevalensi Parasit Pada Insang dan Usus Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Tertangkap di Sungai Aloo dan Tambak Kedung Peluk, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo Aftria Rizvica Ramadan; Nurlita Abdulgani; Ninis Trisyani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.582 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis parasit yang terdapat pada insang dan usus ikan mujair (Oreochromis mossambicus) yang tertangkap di Sungai Aloo dan Tambak Kedung Peluk serta mengetahui prevalensi dari parasit tersebut. Jumlah ikan yang tertangkap di Sungai Aloo yaitu 27 ekor sedangkan di Tambak Kedung Peluk yaitu 40 ekor. Ikan yang diperoleh seluruhnya diukur panjang total dan berat badan kemudian hasil yang diperoleh digunakan untuk uji homogenitas. Nilai signifikansi yang diperoleh untuk Sungai Aloo adalah 0,301 dan Tambak Kedung Peluk adalah 0,937, ini menunjukkan sampel yang diperoleh adalah sama (homogen) karena nilai signifikansi yang diperoleh lebih besar dari taraf signifikansi yaitu 0,05. Organ yang diperiksa yaitu insang dan usus. Pengamatan parasit dilakukan dengan menggunakan metode natif. Pada insang ikan mujair yang diperoleh di Sungai Aloo dan Tambak Kedung Peluk tidak ditemukan ektoparasit. Pada usus ikan mujair di Sungai Aloo ditemukan Ascaris sp. pada fase telur fertil dengan prevalensi sebesar 85%, fase telur yang mengalami pembelahan dengan prevalensi sebesar 22,22%, fase larva dengan prevalensi sebesar 14,8% dan Trichuris trichiura dengan prevalensi sebesar 55,5%. Pada usus ikan mujair di  Tambak Kedung Peluk di temukan  Ascaris sp.  pada fase telur fertil dengan prevalensi sebesar 45%, fase telur unfertil dengan prevalensi sebesar 90% dan fase telur yang  belum menetas dengan prevalensi sebesar 40%
Pengaruh Penambahan Kombinasi Konsentrasi ZPT NAA dan BAP terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Biji Dendrobium Taurulinum J.J Smith Secara In Vitro Aisya Intan Paramartha; Dini Ermavitalini; Siti Nurfadilah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.055 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh NAA dan BAP yang efektif untuk perkembangan biji D. taurulinum secara in vitro. Kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh NAA yang dipakai adalah  (0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5 mg/L) dan BAP (0,1; 0,3; 0,5 mg/L)  dengan perlakuan tanpa penambahan Zat Pengatur Tumbuh sebagai kontrol. Penelitian menunjukkan bahwa setelah 5 bulan inokulasi hasil terbaik ditunjukkan pada medium tanpa penambahan ZPT dengan 100% biji berkembang menjadi planlet. Pada penambahan berbagai kombinasi Zat Pengatur Tumbuh didapatkan hasil dominasi pertumbuhan hanya mampu membentuk protocorm. Hal ini membuktikan bahwa suatu organ dan jaringan tumbuhan mengandung hormon endogen yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organ atau jaringan tersebut hingga tahapan yang paling sempurna walaupun tidak ditambahkan zat pengatur tumbuh dari luar
Perilaku Harian Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dalam konservasi ex-situ Kebun Binatang Surabaya Ari Ganesa; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.093 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1327

Abstract

Panthera tigris sumatrae merupakan subspesies Panthera tigris yang tersisa di Indonesia. Subspesies tersebut terdistribusi hanya di Pulau Sumatera. Status critically endangered menyebabkan Panthera tigris sumatrae dikonservasi secara ex-situ. Maka dari itu, dilakukan program penangkaran di kebun binatang atau suaka marga satwa, salah satunya adalah Kebun Binatang Surabaya. Studi ini bertujuan untuk mengamati perilaku harian dan faktor-faktor yang memengaruhi adaptasi Panthera tigris sumatrae di Kebun Binatang Surabaya, kemudian dibandingkan dengan literatur. Studi menggunakan metode focal animal sampling pada bulan Juni 2012. Metode penelitian ini adalah metode observasi yang dilakukan pada empat individu harimau Sumatera di KBS. Adapun pengamatan yang dilakukan adalah perilaku makan, istirahat, sosial dan lain-lain. Hasil yang didapatkan pada penelitian mengenai perilaku harian empat harimau Sumatera pada habitat ex-situ di KBS yaitu rata-rata perilaku istirahat 74,9%, perilaku sosial 2,86%, perilaku makan 1,5% dan perilaku lain-lain 20,74 %. Secara umum perilaku harian harimau Sumatera di habitat ex-situ KBS punya kesamaan dengan habitat insitu. Baik dalam hal lama waktu aktivitas, cara, serta perilaku harimau Sumatera pada tiap-tiap aktivitas
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Karbohidrat terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Biji Dendrobium capra J.J Smith secara In Vitro Nur Aini Fadhilah; Tutik Nurhidayati; Siti Nurfadilah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber dan konsentrasi karbohidrat terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji D. capra J. J. Smith secara in vitro. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama yaitu sumber karbohidrat yang terdiri dari glukosa, sukrosa, dan amilum. Faktor kedua yaitu konsentrasi karbohidrat yang terdiri dari 0 g/l, 10 g/l, 20g/l, dan 30 g/l. Pengamatan dilakukan setelah 4 MSI (Minggu Setelah Inokulasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber, konsentrasi karbohidrat serta interaksi antara kedua faktor tersebut berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji D. capra secara in vitro. Total persentase pertumbuhan dan perkembangan biji D. capra berkisar antara 0 %-11,30%. Perlakuan yang mampu mencapai fase 2 (primordia daun) yaitu glukosa 10 g/l, sukrosa 10 g/l, dan sukrosa 30 g/l. Perlakuan yang memberikan respon terbaik yaitu sukrosa 30 g/l
Induksi Kalus Daun Nyamplung (Calophyllum inophyllum Linn.) pada Beberapa Kombinasi Konsentrasi 6-Benzylaminopurine (BAP) dan 2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid (2,4-D) Putri Nur Indah; Dini Ermavitalini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.38 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) 2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid (2,4-D) dan 6-Benzylaminopurine (BAP) yang paling optimal menginduksi kalus dari eksplan daun Calophyllum inophyllum Linn. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi 2,4-D yang terdiri dari 0 ppm; 0,5 ppm; 1 ppm; 1,5 ppm dan 2 ppm dan faktor kedua adalah konsentrasi BAP yaitu 0 ppm; 1 ppm; 2 ppm; dan 3 ppm. Parameter pengamatan yang diamati, antara lain berat segar kalus (mg), hari saat muncul kalus (HSI), dan warna serta tekstur kalus. Berat segar kalus dianalisis menggunakan ANOVA two-way. Sedangkan hari saat muncul kalus dan warna tekstur kalus dianalisis secara deskriptif. Pengamatan dilakukan pada 45 hari setelah inokulasi (HSI). Hasil uji ANOVA two-way menunjukkan bahwa konsentrasi 2,4-D, BAP serta interaksi antara kedua faktor tersebut berpengaruh terhadap berat segar kalus daun             C. inophyllum Linn. (P ≤ 0,05). Perlakuan kombinasi konsentrasi 2,4-D 0,5 ppm + BAP 2 ppm merupakan kombinasi konsentrasi ZPT yang paling optimal untuk kandungan berat segar kalus yaitu 197,8 mg dan untuk hari muncul kalus lebih cepat yaitu pada 13 HIS. Sedangkan pengamatan terhadap warna dan tektur kalus menunjukkan paling banyak kalus berwarna coklat tua dan bertekstur kompak pada perlakuan yang membentuk kalus
Pengaruh Sumber dan Konsentrasi Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Biji Dendrobium laxiflorum J.J Smith secara In Vitro Luluk Mukaromah; Tutik Nurhidayati; Siti Nurfadilah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.515 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber dan konsentrasi nitrogen, serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji Dendrobium laxiflorum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama, sumber nitrogen (ammonium, nitrat, dan kombinasi ammonium-nitrat). Faktor kedua, konsentrasi sumber nitrogen, 0 mg/l; 63,75 mg/l; 127,50 mg/l; 255,00 mg/l; 382,50 mg/l; 510,00 mg/l. Pengamatan dilakukan 90 HSI (hari setelah inokulasi). Persentase total pertumbuhan dan perkembangan biji D. laxiflorum 3,5% - 31,1%. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa sumber,dan konsentrasi nitrogen, serta interaksi antara kedua faktor tersebut berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji D. laxiflorum yang dikultur secara in vitro. Interaksi antara sumber nitrogen dan konsentrasi nitrogen ini mengindikasikan bahwa pengaruh sumber nitrogen spesifik pada berbagai level konsentrasi nitrogen.  Perlakuan kombinasi sumber nitrogen (ammnoium nitrat) dengan konsentrasi terendah 63,75 mg/l menghasilkan total persentase pertumbuhan dan perkembangan tertinggi dibandingkan perlakuan ammonium dan nitrat secara tunggal
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Vitamin terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Biji Dendrobium laxiflorum J.J Smith secara In Vitro Riska Amalia; Tutik Nurhidayati; Siti Nurfadilah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.432 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi vitamin terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji anggrek Dendrobium laxiflorum secara in vitro. Penelitian dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 Faktorial. Faktor pertama adalah jenis vitamin yang terdiri dari thiamin, niasin dan piridoksin sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi vitamin yang digunakan adalah 0 ppm; 0,1 ppm; 0,3 ppm; 0,5 ppm. Pengamatan dilakukan setelah 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total persentase pertumbuhan dan perkembangan biji D. laxiflorum berkisar antara 2,48%-75,66%. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa jenis vitamin dan konsentrasi vitamin berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji D. laxiflorum (P≤0,05). Berdasarkan hasil uji ANOVA tidak ada interaksi antara jenis dan konsentrasi vitamin
Kemampuan Isolat Bacillus sp. dalam Mendegradasi Limbah Tangki Septik Andarini Ayu Retnosari; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.469 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat Bacillus sp. dalam mendegradasi bahan organik yang terdapat pada limbah tangki septik. Penelitian ini menggunakan sistem pengolahan limbah berupa bioreaktor secara tertutup (anaerob) dan hasil proses biodegradasi diketahui dari nilai parameter derajat keasaman (pH), total suspended solid (TSS), total dissolved solid (TDS) dan viabilitas mikroorganisme yang dilakukan pada awal dan akhir masa inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bacillus sp. dapat menyebabkan terjadinya penurunan derajat keasaman (pH) dari 8 menjadi 6,7; penurunan nilai kandungan TSS dari 504 mg/l menjadi 205 mg/l ; penurunan nilai kandungan TDS dari 81667 mg/l menjadi 24067 mg/l; dan peningkatan jumlah rata-rata sel/ml dari 2,56 x 1011 CFU/ml menjadi 1,05 x 1014 CFU/ml selama 31 hari masa inkubasi
Isolasi dan Identifikasi Jamur Kayu Lignolitik dari Vegetasi Mangrove Wonorejo Devi Meiliawati; Nengah Dwianita Kuswytasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.276 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2588

Abstract

Lingkungan Indonesia yang beriklim tropik dan lembab merupakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan jamur. Salah satunya adalah Wonorejo yang merupakan kawasan hutan mangrove di pesisir Pantai Timur Surabaya. Daerah ini memiliki keanekaragaman tumbuhan mangrove, yang didominasi oleh tegakan mangrove Avicennia marina, Avicennia alba, Rhizophora mucronata dan Sonneratia alba. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis jamur kayu yang hidup di vegetasi Mangrove Wonorejo. Eksplorasi dilakukan pada seluruh batang tanaman Mangrove di vegetasi Mangrove Wonorejo. Identifikasi dilakukan secara makroskopis maupun mikroskopis. Identifikasi jamur dilakukan menggunakan kunci identifikasi dari buku The Complete Encyclopedia of Mushrooms dan The Great Encyclopedia of Mushrooms. Hasil eksplorasi didapatkan 24 isolat jamur kayu yang terdiri dari 10 spesies jamur Basidiomycetes yaitu Climacodon septentrionalis, Climacodon pulcherrimus, Inonotus hispidus, Inonotus radiatus, Schizophyllum commune, Ganoderma applanatum, Piptoporus betulinus, Fomitopsis pinicola, Inonotus dryadeus, Inonotus rheades dan 1 spesies jamur Ascomycetes yaitu  Daldinia concentrica
Isolasi, Karakterisasi dan Potensi Bakteri Aerob sebagai Pendegradasi Limbah Organik Dinda Zahidah; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.315 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2589

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri aerob yang mampu mendegradasi amilum, protein dan selulosa. Penelitian ini berhasil memurnikan dan mengkarakterisasi isolat bakteri C5 yang cenderung masuk ke genus Bacillus. Berdasarkan uji kualitatif amilolitik, selulolitik dan proteolitik, diketahui bahwa isolat C5 memiliki indeks amilolitik (IA) sebesar 0.93, indeks selulolitik (IS) sebesar 1.95 dan indeks proteolitik (IP) sebesar 1.39

Page 86 of 228 | Total Record : 2279