cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Aspek Reproduksi Ikan Kerapu Macan (Epinephelus sexfasciatus) di Perairan Glondonggede Tuban Putri Ratna Mariskha; Nurlita Abdulgani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.973 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek reproduksi dari ikan kerapu macan (Epinephelus sexfasciatus) berupa penentuan Tingkat Kematangan Gonad (TKG) secara morfologi dan Gonado Somatic Index (GSI) yang tertangkap di perairan Glondonggede Tuban. Pengambilan sampel dengan jaring payang dilakukan pada bulan Oktober dan November tahun 2009. Pengamatan dilakukan secara langsung meliputi: panjang tubuh, berat tubuh, berat gonad, tingkat kematangan gonad, dan GSI. Berdasarkan pengamatan didapatkan hasil pada bulan Oktober TKG untuk ikan jantan antara lain TKG I 34,8%, TKG II 47,8%, TKG III 13%, dan TKG IV 4,4%. Pada ikan betina TKG I 4%, TKG II 12%, TKG III 64%, dan TKG IV 20%. Pada bulan November untuk ikan jantan TKG I 61,5% dan TKG II 38,5%, sedangkan untuk ikan betina TKG I 7,1%, TKG II 28,6%, dan TKG IV 64,3%. Nilai GSI terendah pada ikan jantan sebesar 0,01% dengan TKG I sedangkan nilai GSI yang tertinggi sebesar 0,64% dengan TKG IV. Nilai GSI terendah pada ikan betina sebesar 0,27% dengan TKG I dan nilai yang tertinggi sebesar 10,84% dengan TKG IV. Semakin bertambah panjang dan berat tubuh maka tingkat kematangan gonad makin tinggi dan nilai GSI semakin bertambah.
Biodegradasi Limbah Organik Pasar dengan Menggunakan Mikroorganisme Alami Tangki Septik Putri Paramita; Maya Shovitri; Nengah Dwianita Kuswytasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.313 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.780

Abstract

Limbah organik merupakan limbah yang paling besar mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mikroorganisme alami tangki septik sebagai inokulum dalam mendegradasi bahan organik yang terdapat pada limbah pasar. Limbah yang telah ditambah dengan pupuk NPK 0,1% dan urea 10% diinkubasi selama 5 hari, dan diuji nilai BOD, COD, TSS, TDS dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroorganisme alami tangki septik mampu mendegradasi bahan organik dalam limbah pasar. Hal ini ditunjukkan oleh perubahan parameter BOD dari 1830 mg/l menjadi 600 mg/l, COD dari 1640 mg/l menjadi 226,7 mg/l, TSS dari 0,85 mg/l menjadi 0,19 mg/l, TDS dari 3,76 mg/l menjadi 4,587 mg/l dan pH dari 2 menjadi 9.
Biodegradasi Limbah Domestik Dengan Menggunakan Inokulum Alami Dari Tangki Septik Prawita Herdin Doraja; Maya Shovitri; Nengah Dwianita Kuswytasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.642 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi mikroorganisme dari tangki septik dalam proses biodegradasi bahan organik limbah domestik pada kondisi terang. Penelitian ini menggunakan sistem pengolahan limbah bioreaktor secara tertutup (anaerob) dan hasil proses biodegradasi diketahui dari nilai parameter Derajat Keasaman (pH), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), dan Total Dissolved Solid (TDS). Hasil menunjukkan bahwa inokulum mikroorganisme mampu mendegradasi limbah organik dengan rasio inokulum : limbah domestik = 1:4 (v/v) selama 5 hari massa inkubasi. Perubahan yang terjadi terutama pada pH, BOD, dan TSS; pH 5 (asam) menjadi pH 10 (basa). Nilai BOD5 dari nilai awal sebesar 1770 mg/lt menjadi 388,33 mg/lt dan nilai TSS dari nilai awal sebesar 20200 mg/lt menjadi 193,33 mg/lt.
Persaingan Tanaman Jagung (Zea mays) dan Rumput Teki (Cyperus rotundus) Pada Pengaruh Cekaman Garam (NaCl) Rizka Amalia Pranasari; Tutik Nurhidayati; Kristanti Indah Purwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.879 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan Zea mays yang bersaing dengan Cyperus rotundus pada pengaruh cekaman garam (NaCl).Metode yang digunakan replacement series menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 ulangan. Dengan perlakuan cekaman garam (NaCl) 0ppm, 500ppm, 1000ppm, dan 1500ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kultur tunggal terjadi persaingan intraspesies antara Zea mays maupun Cyperus rotundus sedangkan pada kultur campuran terjadi persaingan interspesies antara Zea mays dan Cyperus rotundus. Pada (0ppm) dan (500ppm) Cyperus rotundus lebih dominan dari pada Zea mays.Pada (1500ppm) Zea mays lebih dominan dari pada Cyperus rotundus.Sedangkan pada (1000ppm) Zea mays dan Cyperus rotundus terhambat pertumbuhannya.
Pengaruh Konsentrasi Larutan Madu Dalam Nacl Fisiologis Terhadap Viabilitas Dan Motilitas Spermatozoa Ikan Patin (Pangasius Pangasius) Selama Masa Penyimpanan Rahardhianto Arsetyo; Nurlita Abdulgani; Ninis Trisyani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.96 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.917

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh konsentrasi larutan madu dalam NaCl fisiologis terhadap kualitas sperma dalam penyimpanan yang meliputi motilitas spermatozoa dan viabilitas spermatozoa ikan patin dan berapakah dosis konsentrasi larutan madu dalam NaCl fisiologis terhadap proses penyimpanan sperma ikan patin (Pangasius pangasius). Penelitian ini disusun rancangan percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perbedaan perlakuan dari pengencer madu dalam NaCl fisiologis antara lain DO (0%), D1 (0,2 %), D2 (0,4 %), D3 (0,6 %), D4 (0,8 %). Simpan perlakuan tersebut pada lemari es dengan suhu 4oc dan selanjutnya diamati setiap 6 jam sekali selama 48 jam. Data dianalisa dengan Anova dan dilanjutkan dengan Uji Jarang Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan larutan NaCl fisiologis dan madu sebagai bahan pengencer dalam penyimpanan sperma ikan patin (Pangasius pangasius) berpengaruh terhadap pergerakan (motilitas) dan ketahanan hidup (viabilitas) spermatozoa ikan patin. Pada penelitian interaksi yang menghasilkan persentase motilitas tertinggi yaitu D3 dan D2 pada pengamatan T1 (6 jam). Dan persentase viabilitas spermatozoa ikan patin paling baik terdapat pada larutan pengencer D3 dan D4 pada pengamatan T1 (6 jam).
Struktur Komunitas Fitoplankton pada Tambak dengan Pupuk dan Tambak Tanpa Pupuk di Kelurahan Wonorejo, Surabaya, Jawa Timur Syaikhul Mahmud; Aunurohim Aunurohim; Indah Trisnawati Dwi Tjahyaningrum
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.291 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1069

Abstract

Wonorejo merupakan kawasan pertambakan yang menjadi tumpuan dan salah satu pemasok hasil perikanan tambak di Surabaya dan sekitarnya, budidaya perikanan tambak tidak lepas dari pakan alami yang terdapat di dalam media budidaya tambak, dimana pakan alami yang paling utama di dalam budidaya tambak adalah fitoplankton, fitoplankton sangat bergantung pada keberadaan nutrien terlarut didalam air, dimana nutrien ini didapatkan dari media air awal dan juga dari nutrien tambahan seperti pupuk. Terkait penggunaan pupuk, tambak wonorejo dibagi menjadi dua, yaitu tambak dengan pemberian pupuk dan tambak tanpa pemberian pupuk, perbedaan ini dapat mempengaruhi struktur komunitas fitoplankton pada perairan budidaya tambak, sehingga dibutuhkan analisa mengenai struktur komunitas fitoplankton pada perairan tambak dengan pemberian pupuk dan tambak tanpa pemberian pupuk. Hasil dari analisa struktur komunitas fitoplankton pada tambak Wonorejo didapatkan 61 spesies dari 5 klas berbeda. Secara umum pada tambak dengan pemberian pupuk didapatkan 52 spesies, dengan kepadatan total komunitas fitoplankton pada saat mengalami kepadatan tertinggi sebesar 45.211 sel/l dari 33 spesies yang ditemukan, dan didominasi oleh spesies Chaetoceros sp., sedangkan pada tambak tanpa pemberian pupuk secara umum didapatkan 23 spesies, dengan kepadatan total komunitas fitoplankton pada saat mengalami kepadatan tertinggi sebesar 3.733 sel/l dari 16 spesies yang ditemukan, dan didominasi oleh spesies Cladophora sp
Adaptasi Isolat Bakteri Aerob Penghasil Gas Hidrogen pada Medium Limbah Organik Nur Hidayah; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.818 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1076

Abstract

Hidrogen merupakan salah satu energi alternatif yang efisien dan ramah lingkungan. Hidrogen dapat dihasilan oleh bakteri aerob dengan menggunakan limbah organik sebagai substratnya. Perbedaan medium dari medium pengaya ke medium limbah organik cair akan menyebabkan stres pada bakteri. Sehingga perlu adanya proses adaptasi agar bakteri mampu bertahan hidup dalam medium limbah organik. Pengadaptasian dilakukan dengan memindahkan inokulum dari medium pengaya ke medium limbah organik cair. Setelah berumur 24 jam dipindahkan kembali ke medium limbah organik cair yang baru dan diukur pertumbuhannya dengan optical density (OD600nm) setiap 24 jam hingga 3 kali transfer adaptasi. Pertumbuhan bakteri aerob isolat A6, A27 dan A31 selama adaptasi menunjukkan adanya kenaikan pertumbuhan setelah mengalami tiga kali transfer adaptasi. Isolat bakteri A31 menunjukkan proses adaptasi yang signifikan mulai dari transfer I hingga transfer III. Adaptasi pertama menunjukkan adanya peningkatan OD dari 0.56, 1.02, hingga 1.3. Adaptasi kedua dari 0.62, 2.16. hingga 2.34. Adaptasi ketiga 0.54, 2.3, hingga 2.88. Hal ini menunjukkan bakteri A6, A27 dan A31 mampu hidup dalam medium limbah organik cair
Identifikasi dan Intensitas Ektoparasit pada Kepiting Bakau (Scylla serrata) Stadia Kepiting Muda di Pertambakan Kepiting, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo M. Yusuf Irvansyah; Nurlita Abdulgani; Gunanti Mahasri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.105 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1105

Abstract

Penelitian tentang jenis dan intensitas ektoparasit pada kepiting bakau (Scylla serrata) stadia kepiting muda di pertambakan kepiting, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2012 dengan tujuan untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit dan penghitungan intensitas ektoparasit yang menyerang karapaks, kaki jalan, kaki renang dan insang Scylla serrata stadia kepiting muda di pertambakan kepiting, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Sampel Scylla serrata muda diambil di pertambakan kepiting, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo pada hari kesepuluh setelah tebar Scylla serrata muda. Sampel Scylla serrata muda yang diambil sebanyak 150 ekor. Hasil pengamatan diperoleh 4 spesies Protozoa yaitu Zoothamnium sp., Carchesium sp., Epistylis sp. dan Vorticella sp. serta 1 spesies Arthropoda yaitu Octolasmis sp. Intensitas serangan ektoparasit pada karapaks 12.066 %, kaki renang 11.534 %, kaki jalan 11.139 % dan insang 65.259 %. Intensitas total serangan Zoothamnium sp., Epistylis sp., Vorticella sp., Carchesium sp. dan Octolasmis sp. sebesar 72.654 %
Eksplorasi Vesicular Arbuscular Mycorrhiza (VAM) Indigenous pada Lahan Jagung di Desa Torjun, Sampang Madura Desi Puspitasari; Kristanti Indah Purwani; Anton Muhibbudin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.243 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1119

Abstract

Kondisi lahan pertanian jagung di Madura serta jenis tanaman yang berbeda, memungkinkan keberadaan mikrobia dalam lahan tersebut juga beranekaragam. Semua mikoriza tidak mempunyai sifat morfologi dan fisiologi yang sama, oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui identitasnya. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui jenis dan komposisi Vesicular Arbuscular Mycorrhiza (VAM) indigenous dari rhizosfer tanaman jagung (Zea mays) di desa Torjun Sampang Madura. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (Random Sampling). Dari hasil isolasi sampel melalui proses penyaringan basah dan bertingkat dan dilanjutkan teknik sentrifugasi sukrosa, maka di desa Torjun ditemukan tiga jenis spora VAM yaitu jenis Glomus, Acaulospora dan Gigaspora dengan kelimpahan spora sebanyak 712 spora/500 gr dengan 11 jenis Glomus, 1 jenis Acaulospora dan 2 jenis Gigaspora
Survival Rate Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) dalam Media Pemeliharaan Menggunakan Rekayasa Salinitas Salim Arrokhman; Nurlita Abdulgani; Dewi Hidayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.63 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan Survival Rate (SR) ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) yang dipelihara dengan salinitas berbeda dalam rangka diversifikasi spesies perikanan budidaya air payau. Penelitian ini dilakukan dengan memelihara ikan bawal bintang dalam akuarium berkapasitas 70 L menggunakan 4 perlakuan salinitas yaitu salinitas laut (32‰), 24‰, 14‰, dan 4‰ selama 28 hari. Parameter utama yang diamati adalah survival rate (SR) sedangkan parameter kualitas air yang diamati meliputi salinitas (‰), suhu (oC), oksigen terlarut/DO (mg/L), dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SR tidak berbeda nyata antar perlakuan (P>0,05) berdasarkan uji ANOVA one-way dengan taraf kepercayaan 95% dengan kisaran antara 97,1% hingga 100%. Kualitas air masih dalam kisaran aman yaitu suhu antara 28-30oC, DO antara 4 – 5 mg/L, dan pH antara 7,77 – 8,2. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Survival rate ikan bawal bintang yang dipelihara pada salinitas yang berbeda selama 28 hari tidak menunjukkan adanya perbedaan sehingga dapat dikatakan bahwa ikan bawal bintang dapat beradaptasi dengan baik di salinitas yang lebih rendah daripada salinitas laut dan berpotensi untuk dibudidayakan pada skala pertambakan bersalinitas rendah dalam rangka diversifikasi spesies budidaya perikanan air payau

Page 85 of 228 | Total Record : 2279