cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Bioakumulasi Logam Berat Timbal (Pb) dan Hubungannya dengan Laju Pertumbuhan Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) Sumah Yulaipi; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.412 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioakumulasi logam berat timbal (Pb) dan hubungannya dengan laju pertumbuhan ikan Mujair (Oreochromis mossambicus). Penelitian ini meliputi uji pendahuluan penentuan konsentrasi PbCl2, persiapan ikan uji, uji AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry), pengamatan pertumbuhan ikan dengan parameter yang diamati adalah panjang dan berat ikan.Hasil uji  pendahuluan penentuan konsentrasi PbCl2 diperoleh nilai LC5096jam sebesar 313,232 mg/L. Variasi konsentrasi yang digunakan adalah 0%; 2,5%; 5%; dan 10% dari LC5096jam. Konsentrasi timbal (Pb) dan hari paparan mempengaruhi konsentrasi timbal (Pb) pada daging ikan dengan nilai p pada uji ANOVA two – way adalah 0,000 dan konsentrasi yang paling berpengaruh adalah konsentrasi 10%LC5096jam pada hari paparan ke – 30. Terkait laju pertumbuhan ikan semakin besar konsentrasi yang digunakan dan semakin lama paparan timbal, maka laju pertumbuhan (laju pertumbuhan spesifik dan laju pertumbuhan panjang harian ) menurun, sedangkan setelah dilakukan uji ANOVA one – way menurunnya laju  pertumbuhan spesifik dan laju pertumbuhan panjang harian ternyata tidak dipengaruhi oleh kandungan logam berat timbal (Pb) yang ada di dalam daging ikan. Hal ini dapat diketahui dari nilai p uji ANOVA one – way pada laju pertumbuhan spesifik (SGR) adalah 0,453 dan nilai p pada laju pertambahan panjang harian sebesar 0,223
Tingkah Laku Makan Rusa Sambar (Cervus unicolor) dalam Konservasi Ex-situ di Kebun Binatang Surabaya Vina Sita; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.476 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3968

Abstract

Rusa sambar (Cervus unicolor) merupakan rusa yang terbesar ukurannya di Indonesia dan salah satu rusa yang paling banyak dipilih pemburu sebagai satwa target buru. Satwa yang populasinya semakin berkurang ini  perlu dilestarikan dengan melakukan konservasi secara ex-situ. Kebun binatang Surabaya merupakan salah satu tempat penangkaran rusa sambar (Cervus unicolor) secara ex-situ. Penelitian mengenai tingkah laku makan rusa sambar (Cervus unicolor) di Kebun Binatang Surabaya dilaksanakan pada bulan Desember 2012-Januari 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkah laku makan serta tingkat kesukaan pakan rusa sambar. Pengamatan dan pengambilan data menggunakan 2 ekor rusa sambar yang dilakukan pengamatan secara langsung, serta menggunakan metode cafetaria feeding untuk mengetahui uji palatabilitas pakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku makan rusa sambar selama 24 jam yaitu lama makan 310,16-316,79 menit, lama ruminasi 286,50-296,36, jumlah periode ruminasi 14,07-16,21 kali dan jumlah siklus ruminasi per periode sebanyak 26,39-28,26 kali. Uji palatabilitas pakan yang paling disukai berturut-turut adalah pisang, kacang panjang, ubi jalar, rumput gajah, dan wortel
Pengaruh Salinitas terhadap Kandungan Protein dan Pertumbuhan Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) Hutami Tri Retnani; Nurlita Abdulgani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.319 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein dan pertumbuhan  Ikan Bawal Bintang yang diberi perlakuan salinitas yang berbeda dalam  rangka diversifikasi spesies perikanan budidaya air payau. Penelitian ini dilakukan dengan memelihara Ikan Bawal Bintang dalam akuarium berkapasitas 70 L menggunakan 4 perlakuan salinitas yaitu salinitas laut (34‰), 24‰, 14‰, dan 4‰ selama 28 hari. Parameter utama yang diamati adalah kandungan protein ikan (%), laju pertumbuhan panjang, dan laju pertumbuhan berat spesifik ikan, sedangkan parameter kualitas air yang diamati meliputi salinitas (‰), suhu (oC), DO (mg/L), dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein tidak berbeda nyata antar perlakuan (P<0,05) berdasarkan uji ANOVA one-way dengan taraf kepercayaan 95% dengan nilai kandungan protein pada salinitas 34‰ sebesar 45,78%, salinitas 24 ‰ sebesar 54,43%, salinitas 14‰ sebesar 62,5%, dan salinitas 4‰ sebesar 55,86%.  Kandungan protein tertinggi ada pada salinitas 24 ‰. Laju pertumbuhan berat spesifik Ikan Bawal Bintang sebesar 10,59% per hari,dan laju pertumbuhan panjang barian adalah sebesar 1,84 mm per hari. Kualitas air masih dalam kisaran aman yaitu suhu antara 28-30oC, DO antara 4-5 mg/L, dan pH antara 7,77-8,2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada kandungan protein dan pertumbuhan ikan baik Ikan Bawal Bintang salinitas laut maupun payau
Pengaruh Kombinasi Konsentrasi Media Ekstrak Tauge (MET) dengan Pupuk Urea terhadap Kadar Protein Spirulina sp Dwi Riesya Amanatin; Tutik Nurhidayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.142 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4054

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kombinasi konsentrasi Media Ekstrak Tauge (MET) dan pupuk urea yang dapat menghasilkan kadar protein Spirulina sp. tertinggi. Kultur Spirulina sp. yang telah memasuki fase puncak pertumbuhan dipanen dengan metode filtrasi dan dianalisa kadar protein kasar dengan metode Kjeldhal. Kombinasi MET dengan pupuk urea terdiri dari P1, P2, P3, P4, P5, P6, P7, P8, P9 dan P10 sebagai kontrol yang menggunakan pupuk walne. Hasil penelitian yang dianalisa dengan Dunnet menunjukkan bahwa P5 memiliki perbedaan nyata terhadap kontrol dengan kadar protein tertinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain yaitu sebesar 20,99%
Populasi Burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi, Stresemann 1912) Hasil Pelepasliaran di Desa Ped dan Hutan Tembeling Pulau Nusa Penida, Bali Citra Fitrie Riany; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.06 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4056

Abstract

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dalam Red Data Book IUCN tahun 2012 dikategorikan sebagai satwa yang paling terancam punah (Critically Endangered). Pengurangan daerah jelajah dan ditambah lagi penangkapan burung secara ilegal untuk perdagangan ataupun sebagai burung peliharaan telah menurunkan jumlah populasi liarnya di alam sampai batas kritis terendah. Salah satu usaha konservasi ex situ terhadap Jalak Bali telah dilakukan oleh Friends of the National Parks Foundation (FNPF) yaitu pelepasliaran Jalak Bali di Pulau Nusa Penida untuk mencegah kepunahan Jalak Bali di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi populasi dan penggunaan habitat Jalak Bali hasil pelepasliaran di Desa Ped dan Hutan Tembeling, Pulau Nusa Penida, Bali. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 28 Januari - 12 Februari 2013 di Hutan Tembeling dan Desa Ped, Pulau Nusa Penida, Bali. Lokasi pengamatan ditentukan berdasarkan observasi awal yaitu 6 stasiun di Hutan Tembeling dan sekitarnya serta 5 stasiun di Desa Ped. Sampling populasi Jalak Bali dilakukan dengan menggunakan metode terkonsentrasi (Purposive Random Sampling) dengan cara membuat plot imajiner berbentuk lingkaran dengan jari-jari ±150 m selama maksimal 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan Jalak Bali hanya ditemukan di Desa Ped sebanyak 25±2 ekor. Habitat Jalak Bali di Desa Ped mendiami wilayah sekitar Yayasan, Pura Dalem, Pura Puseh, Banjar Sental, dan Banjar Biaung. Jalak Bali memanfaatkan 29 spesies tumbuhan dari habitus semak hingga pohon. Jalak Bali di Desa Ped menggunakan sarang dari nest box dan sarang alami di Pohon Ancar dan Pohon Randu (Ceiba pentandra). Pohon Kelapa (Cocos nucifera) merupakan tumbuhan yang paling sering dimanfaatkan Jalak Bali di seluruh lokasi. Sedangkan Pohon Bunut (Ficus glabela) merupakan spesies yang paling bermanfaat bagi Jalak Bali sebagai tempat bertengger, mencari makan, dan bersarang
Paparan Sub Lethal Insektisida Diazinon 600 EC terhadap Pertumbuhan Ikan Mujair (Oreocrhomis mossambicus) Anis Suryani; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.066 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan sub lethal dari insektisida diazinon 600 EC terhadap pertumbuhan ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang meliputi pertumbuhan berat, panjang dan konsumsi pakan harian. Ikan mujair yang digunakan adalah fase juvenil. Penelitian ini diawali dengan uji hayati untuk menentukan nilai LC50-96 jam diazinon terhadap ikan mujair, selanjutnya dilakukan pemaparan ikan mujair selama 28 hari dalam air dengan konsentrasi diazinon yang berbeda, yaitu 0; 2,5; 5 dan 10 % dari nilai LC50- 96 jam sehingga variasi konsentrasi untuk uji sub lethal adalah 0 mg/L; 0,0625 mg/L; 0,125 mg/L; dan 0,25 mg/L. Pengukuran pertumbuhan berat, panjang dan konsumsi pakan harian dilakukan setiap 7 hari sekali. Data yang didapatkan dianalisa menggunakan ANOVA two-way yang dilanjutkan dengan uji tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan lamanya pemaparan berpengaruh nyata terhadap terhambatnya laju pertumbuhan harian (SGR), laju pertumbuhan panjang harian (dL) dan laju konsumsi pakan harian (KPH) sedangkan interaksi antara konsentrasi dan lama pemaparan mempengaruhi laju pertumbuhan panjang harian (dL), yaitu pada konsentrasi 0,25 mg/L dengan nilai 0,4 mm/d dan laju konsumsi pakan harian (KPH), yaitu pada konsentrasi 0,25 mg/L dengan nilai 2,9 %berat tubuh ikan
Pengaruh Pemberian Pakan Alami dan Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) pada Skala Laboratorium Novita Mardhia Anggraeni; Nurlita Abdulgani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.543 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami dan pakan  buatan terhadap laju pertumbuhan spesifik, laju pertumbuhan panjang harian dan laju konsumsi pakan harian ikan Betutu (Oxyeleitris marmorata). Penelitian ini dilakukan dengan memelihara ikan betutu dalam akuarium berkapasitas 20 L menggunakan 4 perlakuan pemberian pakan yaitu cacing sutra (Tubifex sp.), cacing darah (larva Chironomus sp.), ikan mas (Cyprinus carpio) dan pakan buatan pelet selama 28 hari. Pengukuran berat dan panjang dilakukan setiap 7 hari. Hasil Anova one-way menunjukkan bahwa pemberian pakan alami cacing sutra (Tubifex sp.), cacing darah (larva Chironomus sp.), ikan mas (Cyprinus carpio) dan pakan buatan pelet berpengaruh terhadap laju pertumbuhan spesifik, laju pertumbuhan panjang harian dan laju konsumsi pakan harian ikan betutu (Oxyeleotris marmorata). Perlakuan pemberian pakan alami cacing sutra (Tubifex sp.) memperlihatkan laju pertumbuhan spesifik, laju pertumbuhan panjang harian, dan laju konsumsi pakan harian yang tinggi, yaitu sebesar 1,595%, 0,271% dan 6,923% dibandingkan dengan perlakuan pemberian pakan buatan pelet yaitu 0,505%, 0,139% dan 5,304%
Pengaruh Paparan Sub Lethal Insektisida Diazinon 600 EC terhadap Laju Konsumsi Oksigen dan Laju Pertumbuhan Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) Maretha Mega Damayanty; Nurlita Abdulgani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.956 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan Sub Lethal insektisida Diazinon 600 EC terhadap laju konsumsi oksigen dan laju pertumbuhan ikan mujair. Metode penelitian menggunakan metode “ Bioassay” statis, meliputi 2 tahapan, yaitu penentuan uji pendahuluan dan penentuan konsentrasi toksisitas Sub Lethal. Hasil dari uji pendahuluan penentuan konsentrasi Diazinon 600 EC adalah LC50 dari Diazinon sebesar 2,491 mg/L. Variasi konsentrasi yang digunakan adalah 0%; 2,5%; 5%; dan 10% dari LC50. Sehingga variasi konsentrasi Diazinon yang digunakan toksisitas Sub Lethal adalah 0 mg/L, 0,0625 mg/L, 0,125 mg/L, dan 0,25 mg/L. Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) dipaparkan pada akuarium selama 30 hari kemudian dihitung laju konsumsi oksigen dan laju pertumbuhan. Data yang diperoleh selanjutnya diuji statistik dengan menggunakan Analysis of variance (ANOVA). Jika ada perbedaan nyata (P<0,05) maka dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 0,0625 mg/L mampu menghambat laju konsumsi oksigen dan laju pertambahan panjang harian ikan uji, Sedangkan konsentrasi 0,125 mg/L mampu menghambat Laju pertumbuhan spesifik. Hasil uji Anova menunjukkan bahwa konsentrasi Diazinon berpengaruh terhadap laju konsumsi oksigen dan Laju pertumbuhan spesifik, sedangkan konsentrasi dan lama pemaparan berpengaruh pada laju pertambahan panjang harian. Berdasarkan hasil uji Anova tidak ada interaksi antara konsentrasi dan lama pemaparan
Struktur Komunitas Polychaeta Kawasan Mangrove Muara Sungai Kali Lamong-Pulau Galang, Gresik Muhammad Romadhoni; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.521 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4073

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas Polychaeta pada kedalaman 0-5 cm, 5-10 cm, dan 10-15 cm pada 4 stasiun dengan dominasi mangrove Avicennia alba (M1), Bruguiera gymnorrhiza (M2), Rhizophora mucronata (M3), dan Sonneratia alba (M4) di kawasan mangrove muara sungai kali Lamong-pulau Galang. Parameter fisika kimia yang diukur meliputi suhu, pH, DO, salinitas, analisa granulometri (tipe sedimen) dan TOM (Total Organic Matter). Analisa data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan metode ordinasi dengan menggunakan program Canoco for Windows 4.5. Hasil penelitian menunjukkan di kawasan mangrove muara sungai kali Lamong-pulau Galang ditemukan 7 jenis dari 7 famili Polychaeta. Jenis Polychaeta terbanyak adalah spesies Capitella sp. yang ditemukan di stasiun M1 pada kedalaman 5-10 cm, yaitu sebanyak 11 individu (47.5 %) dari total individu yang ditemukan. Polychaeta pada kawasan mangrove muara sungai kali Lamong-pulau Galang memiliki komposisi spesies yang berbeda di setiap stasiun dan kedalaman substrat
Bioakumulasi Logam Berat Kadmium (Cd) oleh Chaetoceros calcitrans pada Konsentrasi Sublethal Wenny Devinta Dwi Rahmadiani; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.477 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Chaetoceros calcitrans dalam menyerap kadmium (Cd) pada konsentrasi sublethal. Penelitian ini menggunakan logam berat kadmium (Cd) yang dipaparkan pada fitoplankton uji selama 96 jam. Konsentrasi yang digunakan adalah konsentrasi sublethal (10% dari LC50), Analisa kandungan kadmium dilakukan pada seluruh tubuh Chaetoceros calcitrans dan air media pemaparan dengan menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chaetoceros calcitrans dapat menyerap logam berat kadmium (Cd) dari air media pemaparan setelah 96 jam yaitu sebesar 7,036; 7,385; dan 5,071 mg/g dw pada masing-masing konsentrasi 0,1; 0,2; dan 0,4 ppm. Sedangkan untuk kemampuan Chaetoceros calcitrans dalam mengakumulasi logam berat kadmium (Cd) ditunjukkan oleh nilai faktor biokonsentrasi (BCFs) pada masing-masing konsentrasi tersebut berturut-turut adalah 1000,515; 679,936; dan 120,106. Berdasarkan nilai BCFs tersebut Chaetoceros calcitrans termasuk dalam kategori sifat akumulatif sedang hingga tinggi. Hasil analisa one way ANOVA yang telah dilakukan, menunjukkan tidak adanya pengaruh antara konsentrasi kadmium dan nilai BCFs yaitu dengan P-value sebesar 0,617 pada Chaetoceros calcitrans

Page 90 of 228 | Total Record : 2279