cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Korelasi Komunitas Nudibranchia dengan Komunitas Porifera di perairan Pasir Putih, Situbondo Linda Novita Sari; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.275 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4168

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai korelasi komunitas Nudibranchia dengan komunitas Porifera di perairan Pasir Putih, Situbondo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode belt transect (transek sabuk), dengan panjang 100 meter dan lebar 2 meter (1 meter ke sisi kanan dan 1 meter ke sisi kiri). Jumlah spesies Nudibranchia teramati pada studi ini 14 spesies Nudibranchia yang merupakan representasi dari tiga famili yaitu Phyllidiidae (10 spesies, 71.43%), Chromodoridae (3 spesies, 21.43%) dan Kentrodoridae (1 spesies, 7.14%). Kelimpahan total spesies Nudibranchia pada lokasi Batu Lawang, Teluk pelita dan Karang Mayit berturut-turut adalah 9 individu, 15 individu dan 14 individu. Nilai indeks H´ Nudibranchia sendiri di lokasi studi berkisar antara 1.195 hingga 1.748. Tingkat keanekaragaman Nudibranchia di lokasi penelitian termasuk dalam kategori sedang (moderate; 1 < H < 3).. Nilai korelasi Pearson untuk variabel kelimpahan Nudibranchia dengan kelimpahan Porifera adalah 0.344 sedangkan untuk variabel nilai H´ Nudibranchia dengan H´ Porifera adalah sebesar 0.348
Pengaruh Konsentrasi Substrat dan Konsentrasi Bakteri Pada Produksi Alga Dalam Sistem Bioreaktor Proses Batch Febri Indah Sri Utami; Joni Hermana
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.494 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4180

Abstract

Pesatnya perkembangan zaman juga diiringi meningkatnya kebutuhan akan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang merupakan sumberdaya energi yang tidak dapat diperbarui. Salah satu energi alternatif yang termasuk energi terbarukan adalah biodiesel. Alga merupakan salah satu alternatif bahan yang dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Pada penelitian ini akan dilakukan penumbuhan alga dengan konsentrasi substrat dan konsentrasi bakteri yang berbeda-beda sehingga didapatkan konsentrasi ideal pada produksi alga untuk bahan baku biodiesel. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh konsentrasi substrat dan konsentrasi bakteri pada produksi  alga dalam bioreaktor sistem batch. Pada penelitian ini akan dilakukan penelitian mengenai pengaruh konsentrasi substrat sebesar 50 mg/L, 100 mg/L dan 150 mg/L dan untuk konsentrasi bakteri sebesar 50 mL, 100 mL dan 150 mL. Pengambilan sampel dilakukan satu kali dalam sehari pada pagi hari dan dilakukan setiap hari selama pelaksanaan penelitian berlangsung. Penambahan konsentrasi substrat yang tepat pada bioreaktor dengan sistem batch ini yaitu 100 mg/L dengan konsentrasi bakteri sebesar 150 mg/L. Hal ini disebabkan konsentrasi klorofil a memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan reaktor lainnya. Pada produksi alga pengaruh konsentrasi substrat dibutuhkan oleh alga untuk tumbuh dimana bakteri akan menghasilkan karbon dioksida yang akan digunakan alga sebagai proses fotosintesis. Sehingga penambahan substrat yang tepat dapat memproduksi alga dengan jumlah yang berkecukupan
Pengaruh Konsentrasi Inokulum Bakteri Zymomonas mobilis dan Lama Fermentasi Pada Produksi Etanol dari Sampah Sayur dan Buah Pasar Wonokromo Surabaya Mutiara Arum Kusumaningati; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.069 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi inokulum bakteri Zymomonas mobilis dan lama fermentasi terhadap produksi etanol yang optimum. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2012 sampai Mei 2013 di Laboratorium Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Penelitian ini menggunakan variasi perlakuan yaitu konsentrasi inokulum (0, 5, 10 dan 15%) dan lama fermentasi (0, 2, 4, 6, dan 8 hari). Masing-masing perlakuan diulangi sebanyak 2 kali, sehingga diperoleh 40 unit percobaan dan dianalisis menggunakan uji ANOVA. Parameter yang diamati adalah kadar etanol. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kadar etanol optimum sebesar 9,5% (v/v) dihasilkan pada interaksi konsentrasi inokulum 10% dan lama waktu fermentasi 6 hari
Potensi Basidiomycetes Koleksi Biologi ITS sebagai Agen Biodekolorisasi Zat Warna RBBR Syayyida Muslimah; Nengah Dwianita Kuswytasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.968 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4300

Abstract

Basidiomycetes menghasilkan enzim ligninolitik untuk merombak zat warna anthraquinon dengan mengoksidasi senyawa karbon menjadi CO2 dan H2O. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan 22 isolat Basidiomycetes koleksi Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Biologi ITS sebagai agen biodekolorisasi zat warna RBBR. Uji dekolorisasi zat warna RBBR (Remazol Brilliant Blue R) dilakukan pada Medium Basal Agar Chloramphenicol (MBA-C) yang mengandung 100 ppm RBBR dengan mengamati pemudaran warna selama 7 hari inkubasi. Penelitian ini dianalisa menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat mampu mendekolorisasi RBBR. Dekolorisasi terbesar ditunjukkan pada isolat LM 3002 (Climacodon septentrionalis). Pertumbuhan koloni basidiomycetes tercepat adalah isolat LM 3002 (Climacodon septentrionalis) yaitu mencapai 9 cm dalam 3 hari inkubasi.
Efektivitas Kombinasi Salvinia molesta dengan Hydrilla verticillata dalam Remediasi Logam Cu pada Limbah Elektroplating Muhammad Tsabitul Fuad; Aunurohim Aunurohim; Tutik Nurhidayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.434 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4303

Abstract

Studi tentang efektivitas kombinasi Salvinia molesta dan Hydrilla verticillata dalam meremediasi logam Cu pada limbah elektroplating telah dilakukan untuk mengetahui besarnya total konsentrasi Cu yang tertinggal pada limbah setelah perlakuan fitoremediasi oleh kombinasi kedua tumbuhan tersebut dan untuk mengetahui nilai faktor transfer Cu oleh kombinasi keduanya. Penelitian menggunakan metode Rancang Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu: variasi kombinasi S. molesta dan H. verticillata serta waktu pemaparan dengan tiga kali pengulangan. Penelitian dilakukan dengan tiga variasi kombinasi pada media berupa 5L limbah elektroplating selama 14 hari setelah dilakukan aklimasi selama 5 hari. Tiga variasi kombinasi yang digunakan disebutkan sebagai kombinasi A (perbandingan berat S. molesta sebanyak 25 gram dengan H. verticillata sebanyak 10 gram), kombinasi B (perbandingan berat S. molesta sebanyak 10 gram dengan H. verticillata sebanyak 25 gram), dan kombinasi C (perbandingan berat S. molesta sebanyak 10 gram dengan H. verticillata sebanyak 10 gram). Total konsentrasi logam Cu yang tertinggal setelah perlakuan fitoremediasi oleh kombinasi kedua tumbuhan itu tidak berkurang secara signifikan. Namun, faktor transfer yang terbesar didapat dari kombinasi B, yaitu sebesar 10,2 L/kg
Eksplorasi Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) Indigenous pada Tanah Aluvial di Kabupaten Pamekasan Madura Ni Kadek Marina Dwi Cahyani; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.283 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5525

Abstract

Mikoriza merupakan simbion mutualistik antara jamur dengan akar tanaman. Kondisi lingkungan yang bervariasi di Indonesia dapat memungkinkan beranekaragamnya komposisi genus mikoriza pada suatu lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi genus mikoriza vesikular arbuskular indigenous apa sajakah yang diperoleh dari jenis tanah aluvial di Pamekasan Madura.Tanah aluvial diisolasi menggunakan metode tuang saring basah dilanjutkan dengan teknik sentrifugasi sukrosa. Identifikasi dilakukan dengan menggunakan buku panduan Working with Mycorrhizas in Forestry and Agriculture.Hasil penelitian menunjukkan genus mikoriza vesikular arbuskular yang ditemukan tergolong ke dalam tiga genus yaitu Glomus, Gigaspora, dan Acaulospora. Jumlah spora mikoriza tertinggi diperoleh di Pademawu sebesar 11 spora/100 gr dengan 5 tipe genus Glomus, 3 tipe genus Acaulospora dan 3 tipe genus Gigaspora. Sedangkan di Pamekasan sebesar 7 spora/100 gr dengan 6 tipe genus Glomus dan 1 tipe genus Gigaspora. Dan di Tlanakan 9 spora/100 gr dengan 5 tipe genus Glomus dan 4 tipe genus Acaulospora
Eksplorasi Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) Indigenous pada Tanah Regosol di Pamekasan, Madura Siti Nurhalimah; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.229 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5526

Abstract

Mikoriza merupakan simbiosis mutualistik antara jamur dengan akar tanaman. Kondisi lingkungan yang bervariasi di Indonesia seperti jenis tanah dapat memungkinkan beranekaragamnya jenis mikoriza pada suatu lahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genus Vesikular Arbuskular Mikoriza (MVA) indigenous pada jenis tanah regosol di Pamekasan Madura. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Dari hasil isolasi sampel tanah melalui proses penyaringan basah dan bertingkat dan dilanjutkan teknik sentrifugasi sukrosa, maka di  kecamatan Larangan ditemukan tiga genus spora MVA yaitu genus Glomus, Acaulospora dan Gigaspora dengan jumlah spora sebanyak 7 spora/100 gram tanah yang terdiri dari  3 spora Glomus, 2 spora Acaulospora dan 2 spora Gigaspora. Kecamatan Palengaan ditemukan sebanyak 9 spora/100 gram tanah dengan jumlah Glomus 3 spora, Gigaspora 5 spora dan Acaulospora 1 spora. Serta di kecamatan Pegantenan ditemukan sebanyak 6 spora/100 gram tanah yang terdiri dari  Glomus 2 spora dan Gigaspora 4 spora.
Pengaruh HgCl2 terhadap Viabilitas Bacillus S1 dan Potensi Enzim Pendegradasi Senyawa Organik Wahyu Dewi Iftita; Maya Shovitri; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.325 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5528

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui viabilitas Bacillus S1 terhadap paparan HgCl2 2,5 mg/L selama 36 jam dan aktivitas enzim amilase, protease, selulase dan lipase. Penentuan viabilitas dilakukan dengan menghitung CFU Bacillus S1 yang ditumbuhkan pada medium NA setelah terpapar HgCl2 2,5 mg/L dengan metode pour plate, sedangkan aktivitas enzim ditentukan dengan menumbuhkan Bacillus S1 pada medium spesifik dan diamati zona bening yang terbentuk di sekitar koloni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viabilitas Bacillus S1 terhadap paparan HgCl2 2,5 mg/L mengalami penurunan dalam kurun waktu 36 jam dari 4,7 × 108 CFU/ml menjadi 0,6 × 108 CFU/ml. Bacillus S1 mampu menghasilkan enzim amilase, protease dan selulase.
Laju Dekomposisi Serasah Daun Trembesi (Samanea saman) dengan Penambahan Inokulum Kapang Aisyah Maulida Hanum; Nengah Dwianita Kuswytasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.753 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5529

Abstract

Serasah dedaunan merupakan hasil dari aktifitas alami tumbuhan. Serasah daun dapat terurai secara alami, namun membutuhkan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju dekomposisi serasah daun Trembesi, serta mendapatkan variasi kapang yang paling efektif untuk proses dekomposisi serasah daun. Isolat kapang yang digunakan adalah Trichoderma sp.1,  Pennicilium sp.3 dan Gliomastix sp.2, serta variasi konsorsium diantara kapang-kapang tersebut. Kemudian dihitung nilai laju dekomposisinya menggunakan persamaan Olson [1], lalu dianalisa dengan ANOVA Two Ways. Variasi inokulum kapang paling efektif untuk proses dekomposisi serasah pada daun Trembesi (Samanea saman), adalah perlakuan C4 (variasi isolat kapang Pennicilium sp.3 dan Gliomastix sp.2), dengan nilai 0,01382.
Isolasi dan Identifikasi Yeast dari Rhizosfer Rhizophora mucronata Wonorejo Naning Widiastutik; Nur Hidayatul Alami
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.187 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5612

Abstract

Yeast merupakan mikroorganisme uniseluler eukaryotik yang bersifat saprofit atau parasit serta memiliki sifat antimikroba dan lebih bisa tahan terhadap stres lingkungan. Eksplorasi yeast di kawasan mangrove indonesia belum banyak dilakukan, terutama di daerah rhizofer Rhizophora mucronata Wonorejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi yeast dari rhizosfer R. Mucronata Wonorejo hingga tingkat genus. Yeast diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologi makroskopis dan mikroskopis, reproduksi seksual, serta ciri fisiologis dan biokimianya. Pada penelitian ini diperoleh 19 isolat yang diidentifikasikan ke dalam 6 genus, yakni Candida, Saccharomyces, Pichia, Hansenula, Debaryomyces, dan Torulaspora

Page 91 of 228 | Total Record : 2279