cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Efektivitas Penggunaan Bioetanol Sari Buah Semu Jambu Mete (Anacardium occidentale L.) Terhadap Lama Pembakaran Kompor Bioetanol Astrid Rizka Raysendi; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1607.977 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8696

Abstract

Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif ramah lingkungan dan sifatnya terbarukan. Jambu mete (Anacardium occidentale L.) merupakan tanaman berpotensial sebagai bahan baku bioetanol melalui buah semunya. Buah semu jambu mete mengandung karbohidrat sebanyak 15,8 gram per 100 gram buah semu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bioetanol yang efektif dari sari buah semu jambu mete terhadap lama pembakaran kompor bioetanol. Dari hasil penelitian, didapatkan etanol hasil destilasi dengan kadar 90% dan 70%. Data menunjukkan kecepatan pendidihan air menggunakan bahan bakar etanol 90% dengan waktu 17 menit 5 detik, bahan bakar etanol 70% dengan waktu pendidihan 21 menit 22 detik, hal ini dipahami karena nilai kalor dari etanol 90% masih lebih tinggi dari etanol 70%. Sedangkan untuk bahan bakar minyak tanah dengan waktu pendidihan 28 menit 7 detik. Jadi, berdasarkan data yang diperoleh, bioetanol yang paling efektif terhadap lama pembakaran kompor bioetanol yaitu bioetanol kadar 90%
Efektivitas Penggunaan Bioetanol dari Limbah Padat Alang-Alang (Imperata cylindrica (L) Beauv.) Terhadap Lama Pembakaran Kompor Bioetanol Dyah Agustina; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1990.154 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8699

Abstract

Alang-alang (Imperata cylindrica (L.) Beauv.), merupakan tanaman pengganggu pada tanaman padi, tebu, jagung, dan sebagainya. Namun, tanaman ini mengandung bahan selulosa yang dapat dikonversi menjadi gula sederhana, sehingga dapat dijadikan sumber bahan baku ethanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ethanol yang berasal dari bahan baku alang-alang  (Imperata cylindrica (L.) Beauv.) terhadap lama pembakaran dan titik didih kompor bioetanol. Konsentrasi ethanol 70%, 90% dan 93% digunakan sebagai variasi perlakuan untuk memperoleh ethanol yang efektif sebagai bahan bakar kompor bioetanol. Pada penelitian ini proses pretreatment dilakukan secara mekanis, fisik dan kimiawi terlebih dahulu dengan cara penjemuran, penggilingan dan perendaman NaOH. Selanjutnya proses sakarifikasi menggunakan enzim StargenTM 002 (no cook), lalu fermentasi dengan menambahkan urea, NPK, serta Saccharomyces cereviseae. Dari hasil ini diperoleh bahwa alang-alang yang difermentasi terbukti mampu menghasilkan ethanol sebanyak 600 ml konsentrasi 93% dari hasil destilasi. Ethanol konsentrasi 93% diencerkan menjadi konsentrasi 70% dan 90 %. Dari hasil uji lama pembakaran pada kompor bioetanol dan pengamatan titik didih didapati bahwa ethanol pada konsentrasi 93% adalah perlakuan terbaik untuk bahan bakar kompor bioetanol
Pola Persebaran Burung Pantai di Wonorejo, Surabaya sebagai Kawasan Important Bird Area (IBA) Putri Ayu Jannatul Firdaus; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2386.084 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8726

Abstract

Setiap tahunnya, lebih dari satu juta burung pantai bermigrasi ke dan dari Australia. Sementara Indonesia dengan lebih dari 17.000 ribu pulaunya, terletak diantara daratan Australia dan Asia. Kondisi tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu kawasan transit bagi burung-burung pantai tersebut saat melakukan perjalanan panjang mereka; karena Indonesia diketahui mendukung tersedianya habitat yang mendukung kehidupan burung pantai tersebut; salah satunya kawasan ekowisata mangrove, Wonorejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran burung pantai di Wonorejo, Surabaya. Penelitian ini dilakukan pada musim migran burung pantai antara bulan April – Juni 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah belt transect dengan area pengamatan adalah pertambakan Wonorejo Surabaya hingga ke arah Pantai. Data dianalisis menggunakan metode Persebaran Poisson. Dari penelitian selama di lapangan, ditemukan 7 spesies burung pantai dari 3 famili. Hasil analisa menggunakan indeks Poisson pola persebaran burung pantai di Wonorejo memiliki pola sebaran mengelompok
Komunitas Ikan Karang pada Tiga Model Terumbu Buatan (Artificial Reef) di Perairan Pasir Putih Situbondo, Jawa Timur Ahmad Yanuar; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3247.391 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8947

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kondisi komunitas ikan karang pada berbagai model terumbu buatan (Artificial Reef) di perairan Pantai Pasir Putih, Situbondo. Pengambilan data dilakukan pada 3 tipe terumbu buatan dengan bentuk kubus piramida (KP), kubus tersebar (KT) dan Reefball (RB), waktu pengamatan dilakukan sebanyak 3 kali selama 3 bulan. Hasil dari pengambilan data ikan karang pada ketiga terumbu buatan tersebut didapatkan sebanyak 72 spesies dengan komposisi terbanyak terdapat pada terumbu buatan RB sebanyak 44 spesies, sedangkan untuk kelimpahan tertinggi terdapat pada terumbu buatan KP dengan ditemukan 1243 individu. Seluruh spesies yang ditemukan termasuk kelompok yang memiliki sifat berasosiasi dengan ekosistem terumbu karang. Nilai keanekaragaman di ketiga lokasi tersebut termasuk sedang, berkisar antara 2,643-2,904. Didukung dengan nilai dominansi yang sangat kecil 0,077-0,108. Ketertarikan ikan pada terumbu buatan tersebut terlihat berkorelasi positif dengan jumlah lubang, panjang, tinggi dan volume dari terumbu buatan
Peningkatan Masa Simpan Aktivator Kompos melalui Variasi Sumber Nitrogen Arida Wahyu Barselia; Dr.techn.Endry Nugroho Prasetyo,MT; Endry Nugroho Prasetyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.797 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i1.14917

Abstract

Kompos merupakan hasil degradasi bahan organik secara aerob maupun anaerob dengan memanfaatkan potensi mikroorganisme sebagai aktivator kompos. Kualitas aktivator kompos sangat tergantung dari kecepatan degradasi yang dimiliki dan lama masa simpannya. Medium pertumbuhan berpengaruh penting terhadap masa simpan aktivator kompos karena untuk mengomptimalkan viabilitas sel dalam waktu yang lama. Salah satu komponen medium pertumbuhan adalah nitrogen berupa protein atau senyawa peptida yang dapat memengaruhi masa simpan (life span) aktivator kompos. Kompleksitas struktur protein menyebabkan pemanfaatan nitrogen untuk pertumbuhan juga berbeda, yang salah satunya berpengaruh terhadap masa simpan aktivator kompos. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh beberapa sumber nitrogen antara lain yeast extract, pepton, susu skim, dan rumput laut, yang berpotensi untuk meningkatan masa simpan aktivator kompos. Konsorsium aktivator kompos berupa Aspergillus niger dan Rhizobium sp. dengan perbandingan 1:1 dikultur pada medium variasi sumber nitrogen dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 2,5% dan 1,25% dengan 3 kali pengulangan. Jumlah koloni dihitung dengan metode TPC (Total Plate Agar), Kadar protein terlarut pada medium kultur dianalisis dengan metode Bradford. Hasil kultur aktivator kompos diaplikasikan untuk pembuatan kompos. Data dianalisis secara deskriptif berupa kurva pertumbuhan koloni, kemiringan kurva pertumbuhan aktivator kompos,kadar protein terlarut, suhu kompos, dan tabel analisis rasio C/N. Hasil penelitian didapatkan bahwa medium rumput laut konsentrasi 1,25% mampu meningkatkan masa simpan aktivator kompos karena hasil kemiringan kurva pertumbuhan relatif rendah sehingga diasumsikan jumlah sel yang cenderung stabil. Sedangkan nilai rasio C/N terbaik adalah aktivator kompos pada medium rumput laut konsentrasi 1,25% karena nilai yang didapatkan sebesar 14,15/1.Sehingga medium rumput laut konsentrasi 1,25% dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan masa simpan aktivator kompos.
Resistensi Bacillus Endogenik Kalimas Surabaya Terhadap Logam Besi (Fe) Septa Tri Farisna; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.78 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.14050

Abstract

Besi merupakan logam yang dibutuhkan oleh organisme untuk metabolismenya, namun dalam konsentrasi tinggi besi dapat membahayakan organisme dan lingkungan. Beberapa bakteri resisten terhadap logam besi, salah satu genus bakteri resisten besi adalah Bacillus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolat Bacillus yang resisten terhadap logam besi dan viabilitasnya saat terpapar logam besi. Uji resistensi Fe dilakukan di medium nutrient agar-FeCl3.6H2O 0,1 mg/L dan dilanjutkan sampai dengan konsentrasi yang mampu ditoleransi isolat. Uji viabilitas isolat Bacillus dilakukan dengan menumbuhkan isolat pada medium nutrient broth-FeCl3.6H2O dengan tingkat konsentrasi di bawah konsentrasi maksimum yang dapat ditoleransi isolat. Viabilitas divisualisasi dengan pola kurva pertumbuhan. Hasil dari penelitian isolat Bacillus A6, DA11, S6, dan SS19 resisten terhadap logam besi (Fe) pada medium nutrient agar-Fe sampai dengan 300 mg/L. Semua isolat mempunyai viabilitas terhadap pemaparan logam Fe dengan pola pertumbuhan isolat  lebih tinggi daripada tanpa penambahan logam besi (Fe). Isolat Bacillus yang memiliki kemampuan viabilitas baik dalam medium terpapar Fe adalah Bacillus A6, DA11, dan SS19.
Viabilitas Azotobacter A1a, A3, dan A9 pada Medium yang Terpapar Logam Cadmium (Cd) Denaya Andrya Prasidya; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.6 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.14056

Abstract

Kadmium adalah salah satu logam berat yang beracun walaupun dalam konsentrasi yang rendah. Beberapa bakteri genus Azotobacter resisten terhadap logam kadmium. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan genus Azotobacter yang resisten terhadap CdCl2. Uji resistensi menggunakan medium Nutrient Agar (NA) yang mengandung CdCl2 10-50 mg/L. Uji viabilitas Azotobacter dilakukan pada 3 isolat yang dipilih dari uji resistensi. Isolat tersebut dikategorikan lebih resisten dari isolat yang lain. Uji viabilitas dilakukan pada medium Nutrient Broth (NB) yang mengandung CdCl2 10, 20, dan 30 mg/L. Kepadatan sel diukur dengan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 600 nm selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan isolat Azotobacter A1a, A1b, A2, A3, A5, A6, A7, A8, A9, A10 resisten pada medium Nutrient Agar (NA) yang mengandung CdCl2 sampai dengan konsentrasi 50 mg/L. Kurva pertumbuhan isolat Azotobacter yang tercekam CdCl2 relatif lebih rendah dibandingkan isolat Azotobacter yang tidak tercekam CdCl2.
Resistensi dan Viabilitas Bacillus S1, SS19 dan DA11 pada Medium yang Terpapar Logam Kadmium (Cd) Trio Verdian; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.818 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.14055

Abstract

Abstrak— Keberadaan logam berat  di lingkungan memiliki efek toksik. Upaya untuk mengurangi efek toksik di lingkungan salah satunya menggunakan mikroorganisme yang resisten logam berat. Bacillus S1, SS19 dan DA11 resisten logam kadmium, apakah isolat Bacillus tersebut juga mempunyai viabilitas yang tinggi pada media yang terpapar logam Cd. Uji rekonfirmasi untuk resistensi genus Bacillus S1, SS19 dan DA11 menggunakan media nutrient agar yang mengandung CdCl2 dengan konsentrasi 10, 20 mg/L dan seterusnya sampai konsentrasi yang dapat ditoleransi isolat. Uji viabilitas dilakukan pada media nutrient broth yang dipapar CdCl2 dengan konsentrasi 10, 20 dan 30 mg/L. Viabilitas divisualisasi dengan bentuk kurva pertumbuhan Semua isolat Bacillus S1, SS19 dan DA11resisten pada media nutrient agar yang mengandung CdCl2 sampai dengan konsentrasi 30 mg/L.
PENGARUH EKSTRAK DAUN MANGKOKAN (Nothopanax scutellarium) SEBAGAI LARVASIDA NYAMUK Culex sp. Ifa 'Ahdiyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.153 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.10804

Abstract

Nyamuk genus Culex dikenal sebagai vektor penular arbovirus, dan demam kaki gajah. Pengendalian nyamuk dengan insektisida alami merupakan pengendalian alternatif yang relatif aman bagi lingkungan dengan memanfaatkan tanaman yang terdapat di kampus ITS sebagai pestisida nabati, yaitu tanaman mangkokan. Daun mangkokan mengandung senyawa alkaloid, tannin, saponin dan flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak daun mangkokan terhadap mortalitas nyamuk Culex sp.. Ekstrak mangkokan dengan metode maserasi etanol 96% diaplikasikan pada 20 larva Culex sp. instar 3 dengan konsentrasi 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, 2%, 2,5% dan 3%. Parameter yang diamati meliputi mortalitas, LC50 dan pembentukan pupa. Nilai LC50 dianalisis dengan Probit. Data hasil pengamatan mortalitas dianalisis dengan ANOVA dengan uji lanjut Tukey. Data pembentukan pupa dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mangkokan memberikan pengaruh terhadap mortalitas nyamuk Culex sp.. Semakin tinggi nilai konsentrasi, semakin meningkat jumlah mortalitas larva nyamuk. Nilai LC50 diperoleh pada konsentrasi 1,338%. Ekstrak daun mangkokan memberikan pengaruh terhadap gagalnya pembentukan pupa nyamuk Culex sp
Pengaruh Ekstrak Buah Cabe Jamu (Piper retrofractum Vahl.) terhadap Perkembangan Larva Grayak (Spodoptera litura F.) Layniyatul Umami; Kristanti Indah Purwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.329 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.11496

Abstract

Piper retrofractum merupakan salah satu tanaman yang mempunyai karakteristik sebagai insektisida nabati karena mengandung beberapa senyawa kimia  seperti piperin, kavisin dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari ekstrak buah P. retrofractum yang berada di Kabupaten Pamekasan, Madura terhadap perkembangan larva grayak. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 95%. Pengujian dilakukan dengan pengolesan daun pakan pada masing-masing konsentrasi ekstrak buah P. retrofractum, yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%. Setiap perlakuan menggunakan larva grayak instar 3 sebanyak 20 ekor dengan pengulangan tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah P. retrofactum berpengaruh terhadap perkembangan larva grayak, yaitu pada konsentrasi ekstrak buah cabe jamu 5-30% menyebabkan pembentukan pupa terhambat.

Page 94 of 228 | Total Record : 2279