cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Potensi Isolat Bakteri Pseudomonas Sebagai Pendegradasi Plastik Atik Sriningsih; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.214 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13495

Abstract

Plastik adalah salah satu polimer sintetik atau buatan manusia yang merupakan rantai panjang molekul polimer. Plastik yang terakumulasi menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu solusi untuk menangani adanya masalah lingkungan ini adalah dengan biodegradasi dengan menggunakan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan isolat Pseudomonas L1 dalam mendegradasi plastik. Plastik warna hitam, putih dan transparan dengan ukuran 10x3 cm diinkubasi selama 3 bulan didalam botol uji yang berisi 300 gram plastik steril, 315 medium MSM dan 35 ml isolat Pseudomonas L1. Biodegradasi plastik dihitung berdasarkan selisih berat kering sebelum dan setelah 3 bulan masa inkubasi dengan interval waktu pengukuran setiap 3 minggu sekali. Isolat Pseudomonas L1 terbukti mampu mendegradasi plastik hitam dengan rata-rata degradasi sebesar 2,7%, plastik putih sebesar 3,3% dan plastik transparan sebesar 4,5% selama 3 bulan masa inkubasi. Kerapatan sel isolat Pseudomonas L1 uji terdeteksi dengan mengukur kekeruhan isolat pada OD dengan panjang gelombang 600 nm. Isolat Pseudomonas L1 lebih cenderung membentuk biofilm dibandingkan hidup bebas pada kolom air. Kepadatan sel pada biofilm plastik hitam relatif lebih tinggi daripada 2 plastik yang lain. Pada plastik hitam OD biofilm yang terdeteksi dengan panjang gelombang 600 nm sebesar 0,038, sedangkan pada plastik putih sebesar 0,026 dan plastik transparan sebesar 0,029.
Isolat Bacillus Pelarut Fosfat dari Kalimas Surabaya Nadia Ulfiyati; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.716 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.14049

Abstract

Ketersediaan fosfat terlarut di dalam tanah sangat terbatas karena kecenderungannya terikat dengan mineral tanah membentuk fosfat kompleks. Bakteri pelarut fosfat, salah satunya adalah Bacillus, dapat digunakan untuk membantu ketersediaan fosfat terlarut di dalam tanah sehingga dapat menggantikan pupuk fosfat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi isolat Bacillus spp. koleksi laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Biologi ITS Surabaya dalam melarutkan fosfat. Potensi pelarutan fosfat dilihat dari kemampuannya membentuk zona bening pada medium Pikovskaya. Hasil penelitian menunjukkan Bacillus S1, Bacillus SS19, dan Bacillus DA11 mampu melarutkan fosfat secara kualitatif dengan nilai IPF secara berurutan 2,44; 2,34; dan 2,42. Berdasarkan nilai IPFnya, Bacillus S1 memiliki kemampuan melarutkan fosfat tertinggi dibanding isolat Bacillus SS19 dan Bacillus DA11.
Potensi Mikroorganisme Air Sampah Mangrove untuk Mendegradasi Plastik Hitam Neneng Uswatun Hasanah; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.287 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13191

Abstract

Plastik telah menjadi salah satu bahan industri utama karena sifat fisiknya yang unggul sehingga banyak digunakan untuk menghasilkan produk. Namun jumlah plastik yang dikonsumsi tiap tahunnya semakin meningkat secara signifikan dan menimbulkan dampak pada jumlah plastik yang dibuang ke lingkungan. Upaya pengelolaan sampah plastik telah banyak dilakukan salah satunya adalah biodegradasi menggunakan aktivitas mikroorganisme. Penelitian terdahulu oleh Ainiyah dan Shovitri (2014), menunjukkan bahwa inokulum dari tanah sampah mampu mendegradasi plastik. Sebagai upaya eksplorasi mikroorganisme pendegradasi plastik, pada penelitian ini inokulum yang digunakan adalah inokulum dari air sampah mangrove (M), karena beberapa jenis mikroorganisme di substrat mangrove berpotensi untuk mendegradasi plastik (Wang et al., 2003); isolat yeast Debaryomyces R1.10 (Y) ; dan inokulum I dari penelitian plastik terdahulu (Ainiyah dan Shovitri, 2014). Penelitian ini menggunakan metode inkubasi dalam pasir steril selama 3 bulan untuk mengetahui potensi ketiga inokulum di atas untuk mendegradasi kantong plastik belanja warna hitam. Parameter yang diamati adalah kehilangan berat kering plastik (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap jenis inokulum memiliki kemampuan yang berbeda dalam mendegradasi plastik. Inokulum tunggal yeast Debaryomyces R1.10 memiliki kemampuan tertinggi dalam mendegradasi plastik hitam  sebesar 10,4%.
Viabilitas Bacillus S1, SS19 dan DA11 pada Medium yang Terpapar Logam Kromium (Cr) Adisya Prima Nurmalita Sari; Enny - Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.225 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.14048

Abstract

Kromium (Cr) tergolong logam berat yang dapat masuk ke lingkungan melalui limbah industri sehingga mencemari lingkungan. Telah diketahui terdapat bakteri resisten Cr yang diisolasi dari limbah yang mengandung logam Cr. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi dan viabilitas Bacillus yang tercekam Cr. Uji resistensi Bacillus dilakukan pada medium nutrient agar yang mengandung K2Cr2O7 50 mg/L, 100 mg/L, 150 mg/L. Uji viabilitas Bacillus dilakukan pada 3 isolat yang dipilih dari uji resistensi. Isolat tersebut dikategorikan lebih resisten dari isolat yang lain. Uji viabilitas dilakukan pada media nutrient broth yang mengandung K2Cr2O7 50, 100, dan 150 mg/L. Kepadatan sel diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 600 nm selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan isolat Bacillus resisten pada medium nutrient agar yang mengandung logam Cr pada konsentrasi ≤ 250 mg/L. Pola pertumbuhan isolat Bacillus yang tercekam logam Cr relatif lebih rendah dibandingkan kontrol. Semakin tinggi konsentrasi Cr yang digunakan, semakin rendah pola pertumbuhan Bacillus.
Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Pada Agency Problems dan Keputusan Stock Repurchase di Indonesia Christian Yendi Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.768 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i1.15021

Abstract

Agency problems merupakan suatu permasalahan karena adanya perbedaan kepentingan antara manajemen perusahaan dan shareholder maupun debtholder. Salah satu alternatif untuk memitigasi agency problems, yaitu stock repurchase di mana perusahaan membeli kembali saham yang sudah beredar di pasar modal. Dalam melakukan stock repurchase, perusahaan perlu mempertimbangkan managerial discretion, ownership structure, agency problem, dan valuation, sehingga mampu menunjukkan signal positif dan tingkat kebaikan fundamentalnya kepada pasar. Penelitian ini menggunakan aktivitas stock repurchase pada listed company di Indonesia dari tahun 2002 hingga 2014. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antar variabel yang mempengaruhi agency problems dan pengaruhnya terhadap keputusan stock repurchase antara perusahaan milik swasta dan negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya, yaitu partial least square (PLS-SEM). Penelitian ini menggunakan 108 aktivitas stock repurchase. . Penelitian ini menunjukkan bahwa agency problems pada perusahaan di Indonesia dipengaruhi oleh managerial discretion dan ownership structure khususnya dominasi institutional holdings. Sedangkan stock repurchase pada perusahaan milik negara dipengaruhi oleh managerial discretion. Penelitian ini juga memberikan suatu fakta bahwa perusahaan di Indonesia melakukan stock repurchase di saat harga saham overvalue karena perusahaan ingin memaksimalkan kesejahteraan shareholder. Kata Kunci : Agency Problems, Partial Least Square, Overvalue, Stock Repurchase.
Potensi Azotobacter sebagai Penghasil Hormon IAA (Indole Acetic Acid) Fahima Tahta Kholida; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.231 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.14047

Abstract

Azotobacter adalah kelompok bakteri rhizosfer yang dapat menambat N atmosferik. Azotobacter juga mampu mensintesis hormon pertumbuhan IAA (auksin alami) yang terlibat dalam regulasi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tujuan penelitian ialah  untuk mendapatkan isolat Azotobacter yang berpotensi menghasilkan hormon IAA (Indole-3-Acetic Acid). Purifikasi isolat Azotobacter dilakukan menggunakan media Nutrient Agar. Uji potensi sintesis IAA dilakukan dengan metode Salkowski pada media Nutrient Agar-triptofan yang ditunjukkan dengan perubahan warna merah pada isolat. Isolat Azotobacter yang mampu menghasilkan hormon IAA adalah isolat Azotobacter A1a, A1b, A3, A6, A9, dan A10 dengan isolat Azotobacter A9 dan A10 diindikasi merupakan isolat yang produktivitas IAA nya lebih besar dibandingkan isolat lainnya.
Pengaruh Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica) terhadap Mortalitas dan Perkembangan Larva Spodoptera litura F. Roqib Mutaali; Kristanti Indah Purwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.134 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13373

Abstract

Beluntas (Pluchea indica)merupakan salah satu tumbuhan yang belum dimanfaatkan. Beluntas merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki kandungan senyawa bioaktif metabolit sekunder, senyawa tersebut antara lain tannin, alkanoid, flavonoid dan saponin. Senyawa metabolit sekunder dapat memberikan efek toksik terhadap hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan besar konsentrasi ekstrak daun beluntas terhadap mortalitas dan perkembangan S. litura F. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maserasi dan leaf dipping. Parameter yang diamati adalah mortalitas dan pembentukan pupa. Ekstrak daun beluntas berpotensi sebagai insektisida nabati terhadap hama S. litura F. Konsentrasi ekstrak kontrol, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, dan 90% pada perlakuan 24 jam mampu memperoleh nilai LC50 sebesar 28%. Sehingga dapat mempengaruhi perkembangan dengan menghambat pembentukan pupa.
Komunitas Meiofauna Bentik yang Terpengaruh Air Bahang di Perairan PLTU Paiton Probolinggo Muhammad Ali Sofani; Farid Kamal Muzaki
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.119 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13048

Abstract

Pembangkit listrik merupakan salah satu teknologi untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Pembangkit listrik tenaga uap mempunyai produk samping berupa limbah air panas hasil pendinginan kondensor yang dialirkan kembali ke perairan di sekitar PLTU. Air pendingin yang bersuhu relatif tinggi, volume besar dan secara terus menerus dialirkan ke perairan akan mempengaruhi kondisi lingkungan dan biota yang ada di dalamnya. Dari sekian banyak komponen biotik penyusun ekosistem pesisir yang menarik untuk dikaji dan diteliti adalah komunitas meiofauna bentik. Meiofauna bentik secara ekologis mampu memberikan respon terhadap perubahan lingkungan sehingga dapat dijadikan sebagai bioindikator kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air bahang terhadap struktur komunitas meiofauna bentik di perairan PLTU Paiton. Parameter yang diamati adalah kelimpahan dan keanekaragaman meiofauna bentik. Sedangkan parameter lingkungan meliputi suhu, salinitas, pH, DO, TOM, dan ukuran partikel. Hasil penelitian ini ditemukan 16 taksa meiofauna yang mewakili 8 Famili/Ordo,  dan taksa meiofauna yang mendominasi adalah Foraminifera (38%) dan Harpacticoida (21%), sedangkan yang paling rendah adalah Amphipoda 1%. Keanekaragaman komunitas meiofauna bentik termasuk kategori sangat baik dengan nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 2,526 – 2,642.
Biodegradasi Plastik Putih dalam Kolom Winogradsky Laellatul Badriyah; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.77 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13262

Abstract

Plastik merupakan polimer sintetis yang paling banyak digunakan di masyarakat. Sifat plastik yang sulit untuk didegradasi menyebabkan plastik menjadi sumber pencemaran di lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi mikroorganimse air sampah dan inokulum campur koleksi laboratorium, serta yeast M 2.3 dalam mendegradasi plastik putih. Metode biodegradasi plastik yang digunakan adalah kolom Winogradsky. Penelitian ini menggunakan  botol berukuran 600 ml yang berisi 300 gram pasir steril, medium MSM, inokulum air sampah (S) , inokulum campur (X) serta yeast M 2.3 (Y), dan plastik uji warna putih. Parameter yang diukur adalah persen degradasi, Optical Density (OD) biofilm dan kolom air selama 3 bulan masa inkubasi dengan waktu panen 3 minggu sekali. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Inokulum X, S dan Y memiliki kemampuan yang sama dalam mendegradasi plastik putih. Degradasi plastik putih paling tinggi terjadi pada inokulum X setelah 9 minggu masa inkubasi dengan persentase degradasi 3,6%, dimana kerapatan sel pada masa inkubasi setelah 9 minggu untuk biofilm dengan λ 600nm adalah 0.036 dan λ 540nm adalah 0,039, serta kerapatan sel pada kolom air dengan λ 600nm adalah 0.034 dan λ 540nm adalah 0,055.
Potensi Bakteri Bacillus sp. dalam Mendegradasi Plastik Lisa Marjayandari; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.814 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13387

Abstract

Sifat plastik yang tidak mudah didegradasi akibatnya akan terakumulasi di tempat pembuangan sampah dan tertimbun di dalam tanah. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan ini yaitu dengan biodegradasi. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan bakteri Bacillus sp. koleksi Laboratorium Mikrobiologi Biologi ITS dalam mendegradasi plastik kantong belanjaan bewarna hitam, putih dan transparan. Biodegradasi diukur berdasarkan persentase kehilangan berat plastik uji yang ditanam ke dalam botol 660 ml berisi pasir steril 300 gram : Mineral Salt Medium (MSM) sebanyak  315 ml. Plastik uji yang digunakan berukuran 10 x 3 cm. Botol diisi 3 potongan plastik. Proses biodegradasi dilakukan selama 3 bulan, dengan parameter pengukuran kehilangan berat kering plastik, dan pengukuran Optical Density bakteri uji pada λ 600 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri Bacilus sp. memiliki potensi dalam mendegradasi plastik uji hitam, putih dan transparan. Persentase degradasi plasti hitam, putih dan transparan berturut-turut adalah 8%, 5% dan 7%. Pertumbuhan bakteri Bacillus sp. yang terlihat dari pada biofilm pada plastik hitam, putih dan transparan adalah sebesar 0,050, 0,025, 0,022 dan pada kolom air sebesar 0,023, 0,110, dan 0,070.

Page 95 of 228 | Total Record : 2279