cover
Contact Name
Yulianti
Contact Email
jis@eng.maranatha.edu
Phone
+6222-200345
Journal Mail Official
jis@eng.maranatha.edu
Editorial Address
Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri No. 65 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Integrated System
ISSN : -     EISSN : 26217104     DOI : http://doi.org/10.28932/jis
Core Subject : Engineering,
Journal of Integrated System (JIS) focuses on contributing to the development of science and research in the field of Industrial Engineering, also information dissemination of research results for lecturers, researchers and practitioners. The journal welcomes manuscripts with topics related to Industrial Engineering (Industrial System Optimization, Ergonomics, and Industrial Management).
Articles 174 Documents
Penentuan Persyaratan Teknik dari Mesin Pemutar adonan es, Menggunakan QFD Fase Pertama Abiyyu Satriawan; Yuswono Hadi
Journal of Integrated System Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v1i2.1048

Abstract

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) XYZ merupakan salah satu produsen es puter, yang mana proses produksinya masih dilakukan secara manual. Salah proses porduksinya adalah proses proses pemutaran adonan es yang memerlukan waktu sekitar 2,5 jam. Hal ini tentu sangat tidak efisien, boros waktu, dan membutuhkan tenaga yang besar. Resiko lainnya adalah pekerja menjadi cepat lelah sehingga dapat menimbulkan kesalahan dalam proses produksi dan mengakibatkan kerugian. Keberadaan mesin pemutar adonan es tentu akan sangat membantu para produsen es puter. Pada penelitian ini, pendekatan dilakukan dengan Metode QFD sehingga dapat memahami kebutuhan alat bantu atau mesin yang digunakan pada proses pemutaran adonan es. Metode QFD yang digunakan adalah QFD fase pertama yakni perencanaan produk atau matriks HOQ (House of Quality). Hasil dari pendekatan menggunakan metode QFD adalah atribut-atribut yang dapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan rancang bangun mesin pemutar adonan es. Penyusunan QFD fase pertama atau matriks HOQ (House of Quality) mendapatkan sembilan atribut kebutuhan konsumen. Atribut kebutuhan konsumen yang didapatkan antara lain: mesin tidak mudah panas, kecepatan putaran dapat diatur sesuai kebutuhan, dapat memutar 2 tabung sekaligus, mesin mudah dibersihkan, tabung es mudah dimasukkan dan dikeluarkan dari mesin, mesin menggunakan material yang kuat dan kokoh, mesin mudah diperbaiki, mesin tidak makan tempat, dan mesin mudah dibuat. Berdasarkan diskusi dengan narasumber ahli, didapatkan sepuluh atribut persyaratan teknik. Atribut persyaratan teknik tersebut antara lain: mesin listrik, kecepatan putaran, diameter pulley, belt pemutar, desain modular, alas mesin, jenis material, jenis pengunci, dimensi mesin, serta bentuk rangka mesin. Kata kunci: QFD, QFD fase pertama, atribut kebutuhan konsumen, persyaratan teknis
Implementasi Algoritma Greedy Untuk Menyelesaikan Travelling Salesman Problem di Distributor PT. Z Muhammad Zakaria Usman; Teguh Oktiarso
Journal of Integrated System Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v1i2.1049

Abstract

Departemen logistik merupakan departemen yang memegang peran penting dalam perusahaan karenabertugas untuk menyalurkan barang ke konsumen. PT. Z merupakan  perusahaan distributor produk-produk obat dan barang kebutuhan sehari-hari menghadapi permasalahan rute distribusi dalam menyalurkan produk obat dan barang kebutuhan sehari hari. Penyelesaian masalah yang dihadapi oleh PT. X adalah menggunakan Travelling Salesman Problem dengan pendekatan algoritma Greedy untuk mendapatkan rute distribusi terpendek.. Hasil dari rancangan rute distribusi baru menghasilkan bahwa rayon Tangerang Kota memiliki total waktu pengiriman 6 jam 44 menit, rayon Bumi Serpong Damai 6 jam 38 menit, rayon Ciledug 5 jam 21 menit, rayon Pamulang, Bintaro, Ciputat 5 jam 01 menit, rayon Curug, Cikupa, Balaraja 5 jam 41 menit, dan rayon Seluruh Rumah Sakit 6 jam 50 menit. Hasil dari perancangan rute baru juga menyebabkan perubahan terhadap biaya distribusi yaitu perubahan pada biaya penggunaan bahan bakar minyak yang lebih kecil dari sebelumnya. Kata kunci: rute distribusi, algoritma Greedy, Travelling Salesman Problem
PERANCANGAN ALAT BANTU PERPINDAHAN BARANG YANG ERGONOMIS (STUDI KASUS DI PT.”X”, BANDUNG) Novi Soesilo; Yohanna Alexander
Journal of Integrated System Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v1i2.1104

Abstract

Dewasa ini, persaingan usaha semakin ketat. Hal ini menyebabkan banyak perusahaan berusaha meningkatkan profuktifitas perusahaannya. Dengan jumlah output yang sama, tetapi dengan input yang lebih kecil, produktifitas akan meningkat.Salah satu aspek yang perlu dicermati terkait hal ini yaitu masalah tenaga kerja. PT. “X” sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi angkutan barang, saat ini berusaha melakukan efisiensi tenaga kerja dalam rangka meningkatkan produktifitas perusahaan. Aktivitas yang dilakukan pekerja di perusahaan ini yaitu melakukan perpindahan barang dari mobil milik PT.”X” ke mobil lain. Saat ini ada 3 orang pekerja yang melakukan pekerjaan perpindahan barang. Perusahaan ingin mereduksi jumlah pekerja dengan cara merancang suatu alat bantu yang dapat membantu mempermudah dan mempercepat pekerjaan. Berdasarkan kondisi inilah maka dilakukan perancangan alat bantu perpindahan barang yang ergonomis sehingga proses perpindahan barang menjadi lebih mudah dan pada akhirnya jumlah pekerja dapat diminimasi. Sebagai langkah awal penelitian, dilakukan pengumpulan data meliputi kuesioner Nordic Body Map, proses perpindahan barang, dimensi mobil,jumlah dan dimensi barang yang dipindahkan,antropometri pekerja, serta postur pekerja. Selanjutnya dilakukan perancangan 3 alternatif alat bantu perpindahan barang. Alat bantu dirancang sesuai dengan ukuran antropometri pekerja juga mempertimbangkan postur kerja saat alat bantu digunakan. Metode REBA digunakan untuk mengetahui postur kerja dari para pekerja.Dari ketiga alternatif usulan, dipilih alternatif terbaik menggunakan metode penilaian konsep. Hasilnya menunjukkan bahwa alternatif 1 yang dipilih sebagai alat bantu usulan terbaik. Kata kunci : Produktifitas, alat bantu, ergonomis
Pengendalian Persediaan Obat Ternak untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan di PT X Marco Samudra; Vivi Arisandhy; Rainisa Maini Heryanto
Journal of Integrated System Vol. 2 No. 1 (2019): Journal of Integrated System
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v2i1.1116

Abstract

PT X merupakan produsen dan distributor obat untuk hewan ternak. Produk yang dijual berasal dari hasil produksi sendiri atau hasil impor dari Belanda.Saat ini perusahaan melakukan pemesanan setiap satu bulan sekali dan jumlah yang dipesan berdasarkan batas maksimum persediaan dikurangi dengan jumlah persediaan yang ada di gudang saat ini. Masalah yang dihadapi oleh perusahaan adalah perusahaan sering mengalami kekurangan dan kelebihan persediaan barang.Kelebihan persediaan mengakibatkan biaya simpan tinggi, sedangkan kekurangan persediaan mengakibatkan biaya stockout tinggi. Â Dalam penelitian ini diusulkan tiga alternatif metode pengendalian persediaan yaitu Metode Q, Metode P dan Metode Optional.Berdasarkan hasil pengolahan data, diketahui total biaya yang dihasilkan dari penerapan metode pengendalian persediaan saat ini adalah sebesar Rp.27.563.174/bulan. Metode pengendalian persediaan usulan yang memiliki total biaya minimum adalah metode P yaitu Rp.24.940.907 dan diperoleh penghematansebesar Rp.2.622.266/bulan atau 9,51%. Namun biaya pesan dan biaya stock out meningkat. Peningkatan biaya pesan terjadi karena interval pemesanannya lebih singkat. Peningkatan biaya stockout terjadi karena pengaruh lead time yang besar yaitu 2 bulan. Namun, biaya simpan menjadi lebih hemat sebesar Rp.3.064.783/bulan atau 13,03%. Â Kata kunci: pengendalian persediaan, biaya, kekurangan, kelebihan
Usulan Strategi Promosi untuk Meningkatkan Penjualan di PT. Antar Putra Motor, Bandung Barat Firdhan Mezzalundi; Yulianti Talar
Journal of Integrated System Vol. 2 No. 1 (2019): Journal of Integrated System
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v2i1.1134

Abstract

PT. Antar Putra Motor merupakan dealer resmi Yamaha yang telah berdiri sejak 1993. Beberapa tahun terakhir terjadi penurunan penjualan walaupun pihak perusahaan telah meningkatkan biaya promosinya. Penelitian ini bertujuan memberikan usulan strategi promosi yang tepat bagi perusahaan agar penjualan dapat meningkat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner yang mengacu pada model Bauran Promosi dan teori segmentasi- targeting-positioning. Kuesioner penelitian disebarkan pada 100 orang responden usia minimal 17 tahun yang sudah mengetahui promosi yang dilakukan perusahaan. Data tingkat kepentingan divalidasi menggunakan metode Analisis Faktor sehingga menyisakan 6 variabel. Data tingkat kepentingan dan kinerja bauran promosi dari keenam variabel tersebut kemudian diolah menggunakan metode Importance Performance Analysis dan uji hipotesis rata-rata. Informasi mengenai profil konsumen digunakan untuk usulan targeting dan mempertajam usulan penelitian. Prioritas perbaikan diberikan kepada keenam variabel bauran promosi dengan prioritas berdasarkan penggabungan hasil pengolahan Importance-Performance Analysis yang uji hipotesis rata-rata. Bagi perusahaan disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pemilihan warna dan kekontrasan untuk media cetak brosur, memilih kualitas kertas brosur yang baik, menggunakan kata-kata yang unik/lucu bagi orang dewasa atau kata berbahasa Sunda, menyiapkan karyawan khusus yang menangani kunjungan perusahaan, menyesuaian periode cash back dengan masa panen petani, memberikan diskon lebih besar untuk pembelian tunai, bekerjasama dengan bank untuk diskon, menyiapkan SPG dengan informasi tentang motor yang dijualnya, serta menginformasikan acara promosi melalui brosur/radio RRI/radio Elshinta/acara pameran/car free day. Kata kunci: Bauran promosi, analisis faktor, importance-performance analysis, pengujian hipotesis
Usulan Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Penjualan (Studi Kasus: Cikopi Café, Komplek Batununggal, Bandung) Kevin Benny Cipta; Jimmy Gozaly
Journal of Integrated System Vol. 2 No. 1 (2019): Journal of Integrated System
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v2i1.1135

Abstract

Cikopi Cafe merupakan sebuah cafe yang didirikan pada bulan Agustus 2015 dan berlokasi di daerahBatununggal, Bandung. Pada awalnya penjualan yang dilakukan meningkat di setiap bulannya, namun padaakhir-akhir ini terjadi penurunan, sehingga target yang telah ditetapkan tidak pernah tercapai. Hal tersebutdapat disebabkan oleh rendahnya daya saing Cikopi Café dibandingkan dengan usaha-usaha sejenislainnya.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan proses Segmentation, Targeting dan Positioningbagi café, mengetahui faktor – faktor yang dipentingkan oleh pengunjung, mengetahui tingkat kepuasanpengunjung, mengetahui kinerja café, mengetahui posisi café terhadap pesaing utamanya, dan memberikanusulan strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan.Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pendahuluan dan kuesioner penelitian.Kuesioner pendahuluan berisi faktor-faktor yang dianggap penting oleh konsumen pada saat mengunjungisebuah café dan penetapan pesaing potensial Cikopi Café. Kuesioner penelitian terdiri atas 3 bagian, yaitumengenai profil konsumen, tingkat kepentingan dan penilaian kinerja café, serta posisi café dibandingkandengan pesaing utamanya. Hasil kuesioner bagian 1 diolah dengan menggunakan metode persentase, bagian2 diolah dengan menggunakan metode IPA dan Uji Hipotesis, sedangkan bagian 3 diolah dengan metodeCorespondence Analysis. Gabungan pengolahan data tersebut menghasilkan prioritas perbaikan yangmendasari usulan strategi pemasaran bagi Cikopi Café.Kata Kunci : Importance Performance Analysis, Uji Hipotesis, Correspondence Analysis, Segmentation-Targeting-Positioning, Strategi Pemasaran.
Perencanaan Produksi Minyak Biji Kapuk di PT. Singa Mas Anugerah Berkah Christian Adi Wibowo; Teguh Oktiarso
Journal of Integrated System Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v1i2.1200

Abstract

Singa Mas Anugerah Berkah adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi minyak nabati berbahan dasar biji kapuk. Perencanaan produksi di perusahaan ini dinilai kurang karena proses produksi dan sumber daya yang ada belum terintegrasi dengan baik. Perencanaan produksi merupakan kegiatan untuk menentukan jumlah produk yang harus diproduksi untuk memenuhi permintaan pasar. Perencanaan produksi agregat dilakukan untuk mengetahui berapa banyak produk yang harus diproduksi dengan mempertimbangkan sumber daya yang ada. Peramalan permintaan dilakukan untuk mengetahui perkiraan permintaan pada periode yang akan datang. Metode yang terpilih adalah regresi linear karena permintaan cenderung menurun setiap tahunnya. Hasil dari penelitian ini adalah jadwal induk produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kata kunci: perencanaan produksi, perencanaan agregat, jadwal induk produksi
Perancangan Tata Letak Lantai Produksi Baru dengan Metode Systematic Layout Planning Retty Chaterin Siahaan; Teguh Oktiarso
Journal of Integrated System Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v1i2.1201

Abstract

CV Ika Raya Sentausa adalah industri yang bergerak dalam bidang makanan. Produk yang dihasilkan yaitu saus sambal, saus manis, kecap, dan tepung tapioka. Area pabrik terdiri dari kantor utama, lantai produksi, dan packing tepung tapioka. Pemilik ingin memindahkan area lantai produksi ke area packing tepung tapioka dikarenakan jumlah produksi saus sambal, saus manis, dan kecap belum mencapai target penjualan perusahaan. Selain itu, luas packing lantai produksi saat ini masih belum dimaksimakanl. Berdasarkan masalah tersebut digunakan metode Systematic Layout Planning supaya dapat menghitung luas lantai produksi yang dibutuhkan pada area baru, membantu perusahaan dalam mengusulkan layout alternatif baru pada area packing tepung tapioka dan memilih jarak aliran material terkecil dari produksi saus sambal, manis, dan kecap. Pada layout lantai produksi saat ini, jarak aliran material pada saus sebesar 78,53 m dan kecap sebesar 108,45 m dengan luas sebesar 830 m². Setelah melakukan langkah-langkah dalam metode Systematic Layout, maka dibuat tiga alternatif layout usulan yang memiliki jarak aliran material lebih kecil dibanding awal. Diantara ketiga layout, terpilihlah layout alternatif III karena memiliki jarak aliran material yang lebih sesuai dibanding usulan lainnya dengan jarak aliran material saus sebesar 77,3689725 m dan kecap sebesar 62,08776 m dengan luas yang dibutuhkan sebesar 1.056,44255 m². Kata kunci: Jarak Aliran Material, Kebutuhan Luas Area, Systematic Layout Planning
Analisis dan Perancangan Kursi Penumpang Bis Pariwisata Ditinjau dari Aspek Ergonomi di PT XYZ Bandung Wawan Yudiantyo; Dwi Hartadinata
Journal of Integrated System Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v1i2.1218

Abstract

PT XYZ Bandung adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang penyediaan jasa transportasi khususnya bis pariwisata, dimana perusahaan tersebut ingin meningkatkan kualitas pelayanannya untuk memenangkan persaingan bisnis. Masalah-masalah yang dihadapi perusahaan antara lain: Desain kursi penumpang bis yang kurang nyaman, fasilitas fisik yang kurang memadai, lingkungan fisik yang masih kurang baik, aspek K3 yang perlu perbaikan, serta tata letak bis yang juga perlu dilakukan perbaikan. Dari hasil analisis data, diketahui bahwa desain kursi penumpang bis tidak ergonomis karena tidak sesuai dengan ukuran antropometri tubuh yang disarankan. Masalah lainnya, tingkat kebisingan dan tingkat pencahayaan yang perlu dilakukan perbaikan, belum tersedianya prosedur dan peralatan K3, serta tata letak bis yang kurang ergonomis. Untuk menanggulangi permasalahan di atas, maka dirancang kursi penumpang bis yang lebih ergonomis, fasilitas fisik bis yang ergonomis (sandaran tangan, meja makan, tempat majalah, sabuk pengaman, tempat gelas/botol, sandaran kaki, rel, dan kursi penumpang). Fasilitas fisik dirancang beberapa alternatif, kemudian digunakan metode concept scoring untuk memilih alternatif terbaik. Selain itu diusulkan juga lingkungan fisik yang lebih ergonomis (kebisingan dan pencahayaan), penerapan aspek K3, serta beberapa alternatif tata letak bis baru yang dapat dipergunakan. Dengan usulan tersebut diharapkan penumpang dapat merasa nyaman saat duduk dan berada di dalam perjalanan karena desain kursi penumpang serta fasilitas fisik yang ergonomis, lingkungan fisik yang lebih memberikan kenyamanan,, penerapan prosedur K3 yang akan meningkatkan kesehatan dan keselamatan bagi penumpang maupun pengemudi, serta beberapa alternatif tata letak baru (ekonomis/realistis dan ergonomis/idealis) yang menjadi pilihan bagi perusahaan untuk digunakan. Kata kunci : Kursi Penumpang Bis, Ergonomis, Antropometri, Concept Scoring, Tata Letak Bis.
Cover Depan VOL 1 NO 2 Novi Soesilo
Journal of Integrated System Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v1i2.1244

Abstract

Cover Depan VOL 1 NO 2

Page 2 of 18 | Total Record : 174