cover
Contact Name
Al Hasibunur
Contact Email
selayar.gemacendekia@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
selayar.gemacendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Biduri Sandik Atas Desa Sandik, Kec. Batu Layar, Lombok Barat - NTB, Indonesia 83355
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30896355     DOI : https://doi.org/10.71094/selayar
SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat (SJPM) is aimed at publishing the results of the community service activity related to the development and application of science and technology, including concepts, models, and its implementation as an effort to enhance community participation in development. It is in the national and international level that covers a lot of common problems or issues related to community services, development, strengthening, and empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 50 Documents
Kesehatan Ibu dan Anak: Edukasi Pencegahan Stunting pada Masyarakat Menengah Kebawah Irsan Priyohadi Agustira; Gusti Andrawida; Adinda Adisanyoto
SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juni 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/selayar.v2i3.424

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan ibu dan anak yang banyak terjadi pada masyarakat menengah ke bawah di Indonesia. Rendahnya tingkat pendidikan, keterbatasan akses informasi kesehatan, kondisi sosial ekonomi keluarga, serta kurangnya pemahaman mengenai gizi dan sanitasi menjadi faktor yang memengaruhi tingginya risiko stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kesehatan ibu dan anak terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku pencegahan stunting pada masyarakat menengah ke bawah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental melalui metode one group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri atas 60 responden yang merupakan ibu hamil dan ibu balita. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan serta media edukasi berupa leaflet, poster, dan media digital berbasis smartphone. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan responden setelah diberikan edukasi kesehatan. Nilai rata-rata pengetahuan mengenai stunting meningkat dari 56,4 menjadi 82,7 dengan nilai p-value 0,000. Selain itu, terjadi perubahan perilaku positif pada responden, seperti peningkatan praktik pemberian ASI eksklusif, perhatian terhadap gizi seimbang, kebiasaan memantau pertumbuhan anak, dan partisipasi dalam kegiatan posyandu. Edukasi kesehatan berbasis komunitas dengan dukungan media edukasi sederhana dan digital terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program kesehatan ibu dan anak yang lebih berkelanjutan dan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian Menjadi Produk Bernilai Ekonomi: Peran Value Added Product, Packaging Design, dan Market Access Warji Pradipta Putera; Kamidin Halim; Hadi Prasetyo
SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juni 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/selayar.v2i3.425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi melalui penguatan value added product, packaging design, dan market access. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan dukungan data kuantitatif sederhana melalui metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan kelompok tani dan pelaku UMKM di sektor pertanian lokal. Tahapan penelitian meliputi identifikasi permasalahan, perancangan pelatihan, pelaksanaan pelatihan, serta monitoring dan evaluasi hasil program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah seperti makanan olahan, produk pangan instan, dan produk berbasis komoditas lokal lainnya. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada kualitas desain kemasan yang sebelumnya sederhana menjadi lebih modern, informatif, dan memiliki identitas merek yang jelas. Perubahan ini berdampak pada peningkatan daya tarik produk serta kepercayaan konsumen. Pada aspek pemasaran, peserta mulai memanfaatkan media digital seperti media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar, sehingga terjadi peningkatan akses pasar yang sebelumnya terbatas pada lingkungan lokal. Integrasi antara pengolahan produk, desain kemasan, dan strategi pemasaran digital terbukti mampu meningkatkan nilai ekonomi produk hasil pertanian serta memperkuat kemandirian usaha masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis pemberdayaan masyarakat memiliki peran penting dalam mendorong transformasi ekonomi lokal berbasis potensi pertanian. Dengan demikian, model pelatihan terpadu ini dapat menjadi alternatif strategi pengembangan UMKM pertanian yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan pasar modern.
Pemanfaatan Panel Surya Skala Rumah Tangga: Peran Renewable Energy Literacy, Cost Awareness, dan Energy Independence Ade Widiastuti; Dirja Saptono; Julia Handayani
SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juni 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/selayar.v2i3.426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh renewable energy literacy, cost awareness, dan energy independence terhadap pemanfaatan panel surya skala rumah tangga. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya tingkat adopsi energi surya di rumah tangga meskipun teknologi ini memiliki potensi besar dalam mendukung transisi energi bersih, penghematan biaya listrik, serta peningkatan kemandirian energi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatori dengan metode survei terhadap rumah tangga yang memiliki akses listrik PLN dan telah mengetahui atau menggunakan panel surya. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemanfaatan panel surya rumah tangga. Renewable energy literacy berperan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat energi terbarukan, cost awareness mendorong pertimbangan ekonomi dalam pengambilan keputusan energi, sedangkan energy independence menjadi faktor dominan yang mencerminkan motivasi rumah tangga untuk mencapai kemandirian energi. Secara simultan, ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan sebagian besar variasi dalam keputusan penggunaan panel surya, yang menunjukkan bahwa adopsi teknologi energi terbarukan merupakan proses multidimensional yang melibatkan aspek kognitif, ekonomi, dan psikologis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan model perilaku adopsi energi terbarukan di tingkat rumah tangga serta implikasi praktis bagi perumusan kebijakan peningkatan penggunaan energi surya melalui edukasi, penguatan kesadaran biaya, dan dorongan kemandirian energi masyarakat.
Penggunaan Chatbot Layanan Pelanggan pada UMKM: Peran Response Speed, Customer Experience, dan Repeat Purchase Rian Warsa Firmansyah; Tina Pudjiastuti; Darman Megantara
SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juni 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/selayar.v2i3.427

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) mendorong UMKM untuk mengadopsi chatbot sebagai media layanan pelanggan digital guna meningkatkan efisiensi pelayanan dan kualitas interaksi dengan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh response speed chatbot terhadap customer experience dan repeat purchase pelanggan UMKM, serta menguji peran customer experience sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner online kepada 200 responden yang pernah menggunakan chatbot layanan pelanggan pada UMKM berbasis digital di Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria responden pernah berinteraksi menggunakan chatbot dan melakukan transaksi pada UMKM digital. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa response speed berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer experience. Selain itu, customer experience juga berpengaruh positif terhadap repeat purchase pelanggan UMKM. Response speed terbukti memiliki pengaruh langsung terhadap repeat purchase, namun pengaruh tidak langsung melalui customer experience menunjukkan hasil yang lebih kuat. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa customer experience mampu memediasi hubungan antara response speed dan repeat purchase. Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan chatbot dengan respons cepat, komunikasi yang nyaman, dan layanan yang efisien dapat meningkatkan pengalaman pelanggan serta mendorong loyalitas pelanggan pada UMKM berbasis digital. Hasil penelitian diharapkan menjadi referensi bagi UMKM dalam mengembangkan strategi layanan pelanggan berbasis teknologi AI.
Program Literasi Media bagi Ibu Rumah Tangga: Peran Hoax Resistance, Digital Confidence, dan Family Information Safety Febi Novitasari; Faizah Yulianti; Pranata Gunarto
SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juni 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/selayar.v2i3.428

Abstract

Perkembangan media digital telah meningkatkan intensitas penggunaan media sosial dalam lingkungan keluarga, termasuk pada kelompok ibu rumah tangga. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan baru berupa meningkatnya penyebaran hoaks, rendahnya kemampuan verifikasi informasi, dan ancaman terhadap keamanan informasi keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran program literasi media bagi ibu rumah tangga melalui penguatan hoax resistance, digital confidence, dan family information safety. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada ibu rumah tangga pengguna media digital yang aktif menggunakan media sosial dalam aktivitas sehari-hari. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat hoax resistance ibu rumah tangga berada pada kategori sedang, terutama pada aspek verifikasi informasi dan identifikasi berita palsu. Digital confidence responden berada pada kategori sedang menuju tinggi, namun masih ditemukan keterbatasan dalam penggunaan fitur keamanan digital dan perlindungan data pribadi. Family information safety juga berada pada kategori sedang karena sebagian responden belum menerapkan pengamanan informasi keluarga secara optimal. Hasil analisis menunjukkan bahwa hoax resistance dan digital confidence berpengaruh positif dan signifikan terhadap family information safety. Penelitian ini menegaskan bahwa program literasi media berbasis keluarga penting dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, ketahanan terhadap hoaks, dan keamanan informasi digital dalam lingkungan rumah tangga.
Penguatan Literasi Numerasi Siswa Sekolah Dasar melalui Game-Based Learning: Peran Learning Engagement, Feedback Instan, dan Problem Solving Rizkah Setiawati; Nabila Rahma; Fajar Hidayat
SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4: SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Agustus 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/selayar.v2i4.486

Abstract

Literasi numerasi merupakan kompetensi esensial yang harus dikembangkan sejak pendidikan dasar karena berperan penting dalam membentuk kemampuan berpikir logis, analitis, dan pemecahan masalah. Namun, pembelajaran matematika di sekolah dasar masih didominasi pendekatan konvensional yang menyebabkan rendahnya keterlibatan belajar siswa dan belum optimal dalam mengembangkan kemampuan literasi numerasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Game-Based Learning dalam memperkuat literasi numerasi siswa sekolah dasar melalui peran learning engagement, feedback instan, dan problem solving. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experimental dan desain pretest–posttest control group. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas IV sekolah dasar yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan Game-Based Learning dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes literasi numerasi, angket learning engagement, lembar observasi, rubrik problem solving, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, independent sample t-test, N-gain, dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Game-Based Learning secara signifikan meningkatkan kemampuan literasi numerasi dibandingkan pembelajaran konvensional. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh tingginya learning engagement yang mendorong partisipasi aktif siswa, pemberian feedback instan yang mempercepat koreksi kesalahan dan memperkuat pemahaman konsep, serta aktivitas problem solving yang mengembangkan penalaran matematis dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menghasilkan model konseptual yang menjelaskan bahwa efektivitas Game-Based Learning dalam memperkuat literasi numerasi dibangun melalui interaksi sinergis antara learning engagement, feedback instan, dan problem solving. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan model pembelajaran matematika berbasis permainan sekaligus menjadi rekomendasi praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan berorientasi pada penguatan literasi numerasi siswa sekolah dasar
Pemberdayaan Difabel melalui Pelatihan Menjahit Berbasis Inclusive Entrepreneurship, Adaptive Skills, dan Kemandirian Ekonomi Ahmad Musthofa; Ruhana Fatiha
SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4: SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Agustus 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/selayar.v2i4.487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pelatihan menjahit berbasis inclusive entrepreneurship, adaptive skills, dan kemandirian ekonomi. Kajian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan mensintesis berbagai penelitian terdahulu yang relevan mengenai pelatihan keterampilan vokasional, kewirausahaan inklusif, pengembangan UMKM difabel, serta penguatan kemampuan adaptif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pemberdayaan difabel tidak dapat hanya bertumpu pada pelatihan keterampilan teknis semata, melainkan membutuhkan integrasi antara penguatan jiwa kewirausahaan, kemampuan adaptasi, serta dukungan ekosistem yang inklusif. Pelatihan menjahit terbukti memiliki potensi strategis sebagai media pemberdayaan karena bersifat aplikatif, fleksibel, dan dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri berbasis rumah tangga maupun UMKM. Namun, efektivitas pelatihan sangat dipengaruhi oleh kemampuan peserta dalam mengembangkan adaptive skills seperti komunikasi, pemecahan masalah, dan pengelolaan usaha, serta pemahaman terhadap prinsip inclusive entrepreneurship yang menekankan kesetaraan akses terhadap peluang ekonomi. Integrasi ketiga aspek tersebut menghasilkan model pemberdayaan yang lebih holistik dan berkelanjutan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Selain itu, dukungan komunitas, lembaga pelatihan, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor penguat dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan keberlanjutan usaha difabel. Dengan demikian, model pemberdayaan berbasis pelatihan menjahit yang terintegrasi dengan inclusive entrepreneurship dan adaptive skills dapat menjadi alternatif strategi efektif dalam meningkatkan inklusi ekonomi dan sosial penyandang disabilitas.
Implementasi Aplikasi Keuangan Sederhana untuk Meningkatkan Akuntabilitas BUMDes: Peran UX Design, Transparansi Anggaran, dan Literasi Data Rizky Aditya; Suci Aulia; Farhan Syamsuri
SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4: SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Agustus 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/selayar.v2i4.490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi aplikasi keuangan sederhana dalam meningkatkan akuntabilitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan menekankan peran desain pengalaman pengguna (UX design), transparansi anggaran, dan literasi data. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kualitas pelaporan keuangan BUMDes, keterbatasan pemahaman digital aparat desa, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur sistematis dengan mengintegrasikan temuan dari berbagai penelitian terkait sistem keuangan desa, aplikasi finansial, serta transformasi digital dalam tata kelola keuangan publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi keuangan sederhana mampu meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi, mempercepat pelaporan, serta memperkuat transparansi anggaran. Namun, efektivitas implementasi sangat bergantung pada kualitas UX design yang menentukan kemudahan penggunaan sistem oleh pengelola BUMDes. Selain itu, transparansi anggaran terbukti berkontribusi langsung terhadap peningkatan kepercayaan publik dan akuntabilitas kelembagaan. Literasi data menjadi faktor penting yang memengaruhi kemampuan pengguna dalam membaca, memahami, dan mengambil keputusan berbasis data keuangan. Integrasi ketiga aspek tersebut membentuk model penguatan tata kelola keuangan BUMDes yang lebih adaptif terhadap transformasi digital. Kesimpulannya, implementasi aplikasi keuangan sederhana tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga melibatkan aspek desain sistem dan kapasitas sumber daya manusia. Kombinasi UX design yang baik, transparansi anggaran yang konsisten, serta peningkatan literasi data dapat memperkuat akuntabilitas BUMDes secara berkelanjutan.
Program Literasi Al-Qur’an Berbasis Aplikasi Mobile: Peran Tajwid Feedback, Learning Motivation, dan Consistent Practice Fauzan Hadi; Nurintihana Nurintihana; Tatang Soedibyo
SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4: SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Agustus 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/selayar.v2i4.491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tajwid feedback, learning motivation, dan consistent practice dalam program literasi Al-Qur’an berbasis aplikasi mobile. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya penggunaan aplikasi digital dalam pembelajaran Al-Qur’an yang belum sepenuhnya mengintegrasikan aspek umpan balik, motivasi belajar, dan konsistensi latihan secara terpadu. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain explanatory research untuk menguji hubungan antar variabel secara kausal. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada pengguna aktif aplikasi pembelajaran Al-Qur’an berbasis mobile. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tajwid feedback berpengaruh signifikan terhadap learning motivation. Umpan balik yang cepat, jelas, dan akurat meningkatkan pemahaman pengguna terhadap kesalahan bacaan sehingga memperkuat dorongan belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa konsistensi praktik tidak hanya dipengaruhi oleh fitur teknologi, tetapi juga oleh motivasi yang terbentuk melalui pengalaman belajar digital. Integrasi antara tajwid feedback, learning motivation, dan consistent practice membentuk model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an berbasis aplikasi mobile. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan desain aplikasi pembelajaran Al-Qur’an yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada aspek perilaku belajar pengguna.
Sosialisasi Pencegahan Bullying di Sekolah Berbasis Literasi Hukum Digital, Empati Sosial, dan Iklim Sekolah Inklusif Ahmad Fatrian Ramdoni; Nurul Syifa Putriarti
SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4: SELAYAR: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Agustus 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/selayar.v2i4.495

Abstract

Bullying masih menjadi salah satu permasalahan serius di lingkungan pendidikan yang berdampak terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik peserta didik. Perkembangan teknologi digital turut memperluas bentuk perundungan melalui cyberbullying yang semakin sulit dikendalikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program sosialisasi pencegahan bullying berbasis literasi hukum digital, penguatan empati sosial, dan pengembangan iklim sekolah inklusif dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran peserta didik terhadap perilaku anti-bullying. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest pada 180 siswa sekolah menengah pertama. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dokumentasi, dan wawancara terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji peningkatan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa mengenai bullying meningkat dari 61,3% menjadi 86,5%, pemahaman literasi hukum digital meningkat dari 58,7% menjadi 84,8%, tingkat empati sosial meningkat dari 63,1% menjadi 88,2%, serta persepsi terhadap iklim sekolah inklusif meningkat dari 66,5% menjadi 89,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi literasi hukum digital, pendidikan empati, dan penguatan budaya sekolah inklusif mampu membentuk kesadaran kolektif dalam mencegah perilaku bullying. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi preventif yang lebih komprehensif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.