cover
Contact Name
M.A. HANNY FERRY FERNANDA
Contact Email
apt.fernanda@unesa.ac.id
Phone
+6285733115522
Journal Mail Official
s1pendidikantatarias@unesa.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya | Gedung A1, Jl. Ketintang, UNESA, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231 Telp : (031) 8280009 | Fax : (031) 8280796 | Contact : 085733115522
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : 3063718X     DOI : https://doi.org/10.26740/jtr
Jurnal Tata Rias publishes high-quality research and scholarly articles focused on cosmetology education. It covers curriculum development, teaching methodologies, professional training, trends, innovations, educational technology, and practical applications in cosmetology. Managed by the S-1 Pendidikan Tata Rias program of the Faculty of Engineering at Universitas Negeri Surabaya (UNESA), the journal is published three times a year in April, August, and December. It employs a rigorous double-blind peer-review process and adheres to an open access policy, ensuring global accessibility of its content.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 730 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KONSUMEN PADA PELAYANAN JASA SPA DENGAN HOT STONE DI HOUSE OF REYTHA SALON AND DAY SPA NOVITA MAYA C, MARIA
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.8870

Abstract

Abstrak: House Of Reytha Salon and Day SPA merupakan salah satu usaha atau jasa perawatan tubuh yang menyediakan berbagai macam perawatan. Perawatan yang paling digemari oleh konsumen adalah hot stone, dengan jumlah konsumen ±3-5 konsumen setiap harinya. Pada hari Sabtu,Minggu dan hari libur lainnya, konsumen yang menikmati jasa hot stone massage yaitu ±5-10 konsumen. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen pada pelayanan jasa spa dengan hot stone di House of Reytha Salon and Day SPA.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen pada pelayanan SPA dengan hot stone di House Of Reytha Salon and Day SPA. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara menyebarkan angket dan dokumentasi, dengan teknik acak. Jumlah konsumen sebanyak 30 yang menggunakan jasa SPA dengan hot stone pada tanggal 10-16 Juni 2014. Data disajikan secara analisa korelasi dan ditarik kesimpulan.Hasil penelitian ini menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen meliputi kualitas produk, kualitas pelayanan, kualitas citra industri dan kualitas sumber daya. Hubungan variabel kualitas produk terhadap variabel kualitas pelayanan pada faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen di House Of Reytha erat, dengan nilai korelasi sebesar 0,43. Hubungan variabel kualitas pelayanan terhadap variabel kualitas citra industri pada faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen di House Of Reytha sangat erat, dengan nilai korelasi sebesar 0,59. Hubungan variabel kualitas citra industri terhadap variabel kualitas sumber daya pada faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen di House Of Reytha cukup erat, dengan nilai korelasi sebesar 0,40. Hubungan variabel kualitas sumber daya terhadap variabel kualitas produk pada faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen di House Of Reytha sangat erat, dengan nilai korelasi sebesar 0,53 Kata Kunci : kualitas produk, kualitas pelayanan, kualitas citra industri dan kualitas sumber daya Abstract: House Of Reytha Salon and Day Spa is a business or personal care services that provide a variety of treatments. Treatment is most favored by consumers is the hot stone, the number of consumers ± 3-5 consumers every day. On Saturdays, Sundays and other holidays, consumers who enjoy the services of a hot stone massage is ± 5-10 consumers. The purpose of this study is to reveal the factors that affect customer satisfaction in services spa with hot stone in the House of Reytha Salon and Day Spa. This research is descriptive quantitative aims to determine the factors that affect customer satisfaction in service SPA with hot stone in the House Of Reytha Salon and Day Spa. Quantitative data collection was done by distributing questionnaires and documentation, with random techniques. The number of consumers who use the services of as many as 30 SPA with hot stone on 10 to 16 June 2014 presented data correlation analysis and conclusions drawn. The results of this study stated that the factors that affect customer satisfaction including product quality, service quality, image quality and the quality of the resources industry. Relation to variable product quality variable quality of service on the factors that affect customer satisfaction in House Of Reytha closely, with a correlation value of 0.43. Relation to variable service quality variable image quality of the industry on the factors that affect customer satisfaction in House Of Reytha very closely, with a correlation value of 0.59. Industrial relations quality variable to variable image quality resources on the factors that affect customer satisfaction in House Of Reytha quite closely, with a correlation value of 0.40. Relationship quality variable resource to variable quality of products on the factors that affect customer satisfaction in House Of Reytha very closely, with a correlation value of 0.53 Key Words : product quality, service quality, image quality and industry quality resources
PENGARUH PENGGUNAAN WARNA FOUNDATION TERHADAP HASIL TATA RIAS WAJAH CIKATRI PADA BEKAS JERAWAT MAWLIDAH, EVI
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.8914

Abstract

Abstrak: Tata rias wajah cikatri merupakan salah satu jenis tata rias wajah yang bertujuan untuk mempercantik wajah dengan menonjolkan bagian-bagian yang sudah indah dan menyamarkan atau menutupi cacat pada wajah. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1)Mengetahui hasil tata rias wajah cikatri pada bekas jerawat dengan menggunakan warna foundation satu tingkat lebih gelap dari warna kulit, 2)Mengetahui hasil tata rias wajah cikatri pada bekas jerawat dengan menggunakan warna foundation satu tingkat lebih terang dari warna kulit, 3)Mengetahui pengaruh penggunaan warna foundation terhadap hasil tata rias wajah pada bekas jerawat, 4)Mengetahui warna foundation mana yang lebih baik digunakan untuk tata rias wajah cikatri pada bekas jerawat. Jenis penelitian ini adalah eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui warna foundation mana yang lebih baik digunakan untuk tata rias wajah cikatri pada bekas jerawat. Warna foundation yang digunakan adalah satu tingkat lebih gelap dan lebih terang dari warna kulit. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan melibatkan 30 observer. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji beda t-test dengan menggunakan bantuan program SPSS 16 dengan taraf signifikan 5%(P < &prop;0,05). Hasil penelitian ini diperoleh data pengaruh warna foundation yang berpengaruh pada hasil tata rias wajah cikatri pada bekas jerawat dilihat dari aspek kehalusan riasan, permukaan kulit pada bekas jerawat, kesesuaian pengaplikasian kosmetik, penggunaan waktu, dan tingkat kesukaan observer. Dapat disimpulkan 1)Hasil tata rias wajah cikatri pada bekas jerawat dengan menggunakan warna foundation satu tingkat lebih gelap dari warna kulit mempunyai nilai rata-rata 3,58, dengan rincian aspek kehalusan riasan 3,58, permukaan kulit pada bekas jerawat 3,43, kesesuaian pengaplikasian kosmetik 3,48, penggunaan waktu 3,83, dan tingkat kesukaan observer 3,57, 2)Hasil tata rias wajah cikatri pada bekas jerawat dengan menggunakan warna foundation satu tingkat lebih terang dari warna kulit mempunyai nilai rata-rata 2,94, pada aspek kehalusan riasan 2,68, permukaan kulit pada bekas jerawat 2,77, kesesuaian pengaplikasian kosmetik 2,98, penggunaan waktu 3,47, dan tingkat kesukaan observer 2,80, 3)Terdapat pengaruh penggunaan warna foundation terhadap hasil tata rias wajah cikatri pada bekas jerawat karena nilai P < &prop; 0,05 (5%), 4)Warna foundation yang lebih baik digunakan untuk tata rias wajah cikatri pada bekas jerawat warna foundation satu tingkat lebih gelap dari warna kulit. Kata Kunci: Warna foundation, tata rias wajah cikatri, dan bekas jerawat Abstract: Make up cicatri is one of type make up that aims to beautify face with self-assertive a part already is beautiful and blurring or lack mantle on face. To the effect this research is subject 1)to be know the results cicatri make up on ex acne using a foundation shade darker than the color of skin, 2)knowing the results cicatri makeup on ex acne using a foundation color level lighter than the color of skin, 3)knowing the effect of the use of color for the outcome of foundation makeup on ex acne, and 4)knowing which color foundation for a better use for cicatri makeup on ex acne. This observational type is experiment that aims to know color foundation which that more correct being utilized for manner to make-up cicatri's face on ex acne. Color foundation one that is utilized is one darker zoom and more bright of skin color. Methodic data collecting that is utilized is observation by involve 30 observer. Analysis&rsquo;s tech data that is utilized is difference quiz t test by use of SPSS'S program help 16 by significant levels 5% (P < &prop;0,05). This observational result acquired data covers color influence foundation one that ascendant on yielding make up cicatri's on ex acne being seen from make-up smoothness, skinned surface on ex acned, application&rsquo;s suitability cosmetics, turnaround time, and observer's hobby zoom. It can be concluded that there are 1)Results cicatri makeup on ex acne using a foundation shade darker than skin color has an average value of 3.58, smoothness point 3,58, skinned surface on ex acned 3,43, application&rsquo;s suitability cosmetics 3,48, turnaround time 3,83, and observer's hobby zoom 3,57 2) Results cicatri makeup on ex acne using a foundation color level lighter than the color of the skin has an average rating of 2.94, smoothness point 2,68, skinned surface on ex acned 2,77, application&rsquo;s suitability cosmetics 2,98, turnaround time 3,47, and observer's hobby zoom 2,80 3)There is the influence on the results of the use of color foundation makeup cikatri on ex acne because the value of P <&alpha; 0.05 (5%), 4)The color of foundation is better used for cicatri makeup on ex acne one foundation shade darker than skin color. Key word : Color foundation,makeup cicatri, and ex acne.
PENGARUH SUDUT LIGHTING DAN TEKNIK APLIKASI SHADING TERHADAP HASIL BEAUTY PORTRAIT PHOTOGRAPHY RIZQI WULAN SUCI, EDA
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.8990

Abstract

Abstrak: Beauty photography adalah salah satu jenis karya seni lukis menggunakan wajah orang sebagai media, melalui proses tata rias dengan caramenganalisa kekurangan serta kelebihan wajah. Foto beauty adalah foto yang menampilkan atau menonjolkan kelebihan yang tedapat pada wajah agar terlihat cantik. Untuk menciptakan sebuah foto dan tata rias yang baik, dibutuhkan kolaborasi dari kedua bidang tersebut. Pada bidang fotografi mempuyai aspek yang penting berupa pengaturan lighting, yaitu mengatur sudut lighting obyek yang akan difoto sedangkan pada bidang tata rias adalah pengoreksian wajah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sudut lighting dan teknik aplikasi shading terhadap hasil beauty portrait photography. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Terdapat dua variabel bebas yaitu sudut lighting dan teknik aplikasi shading, dengan variabel terikat yaitu hasil beauty portrait photography. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi dengan bantuan observer sebanyak 30 orang. Terdiri dari mahasiswa, dosen, perias dan fotografer. Teknik analisis data yang digunakan adalah Anava Ganda menggunakan program komputer SPSS 20 dengan taraf signifikan 5% (&alpha;<0.05) Hasil penelitian diperoleh data meliputi pengaruh sudut lighting dan teknik aplikasi shading terhadap hasil beauty portrait photography. Pada aspek tampilan shading pada bagian pipi kanan dan kiri memiliki nilai tertinggi adalah shading dalam yaitu 3.4 dengan sudut lighting 450 dan 3150, aspek tampilan shading pada hidung kanan dan kiri memiliki nilai tertinggi adalah shading dalam yaitu 3.7 pada sudut lighting 450 dan 3150. Aspek kecerahan cahaya memiliki nilai tertinggi adalah shading dalam (stick) yaitu 3.7 pada sudut lighting 00 dan 450. Pada hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh teknik aplikasi shading terhadap hasil beauty portrait photograpy, namun pada aspek kecerahan cahaya terdapat pengaruh sudut lighting terhadap hasil beauty portrait photograpy. Kata Kunci : beauty portrait photography&cedil; teknik aplikasi shading, sudut lighting. Abstract: Beauty photography is one a kind of painting art works someone's face as a medium, through the process of make up technique using analyzingthe deficiency and excess on theface. Beauty photois a photograph that displays or artifacts highlighting the good looking face.Creating a good quality photograph in makeup colabaration,need makeup skill and photography skill. The goal is determine the effect of lighting angles and shading techniques for application of beauty portrait photography. The type of research is experimental. There are two independent variables, namely the angle of lighting and shading application technique, the dependent variable is the photograpy result. The using methode of beauty portrait photography iscollecting data observation by 30 obeserver: student of beauty and health UNESA, lecturers, and photographers. Technique of analysis using the Double Anovawith SPSS version 20 computer program with a significant level of 5% (&alpha;> 0.05). The results obtained from the data include the effect of the angles of lighting and application shown that shading technicqueabout beauty portrait photography. The aspect of shading view on the right and left chiks the highest value is shading 3,4 whith 45 degrees and 315 degrees lighting angels, the aspect of shading view nose right and left have the highest value is shading in 3.7 whith 45 degrees and 315 degrees lighting angels. The brightness aspects of the highest value is shading 3.7 with 0 degrees and 45 degrees lighting anggels.The result of experiment shown that no effect on application shading technicque, but brightness aspect have an influence effect on the out come about beauty portrait photography. Keywords: beauty portrait photography&cedil; application techniques shading, lighting angle
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG SUB KOMPETENSI PERAWATAN KULIT KEPALA DAN RAMBUT SECARA BASAH ( CREAMBATH) PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 2 LUMAJANG NUR HABIBAH ASRIFAH, SITI
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.9164

Abstract

Abstrak: Guru mempunyai tanggung jawab dalam keberhasilan proses pembelajaran. Salah satu upaya meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan menerapkan beragam inovasi model pembelajaran, salah satu model pembelajaran yang sesuai untuk penguasaan pengetahuan deklaratif dan prosedural adalah dengan model pembelajaran langsung. Pada penelitian ini akan menerapkan model pembelajaran langsung pada sub kompetensi perawatan kulit kepala dan rambut secara basah (creambath). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1). pelaksanaan proses belajar mengajar dengan menerapkan model pembelajaran langsung, 2). hasil belajar siswa pada mated perawatan kulit kepala dan rambut secara basah (creambath) dan 3). respon siswa pada penerapan pembelajaran langsung pada materi perawatan kulit kepala dan rambut secara basah (creambath). Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental atau eksperimen semu pada siswa kelas X Kecantikan rambut yang jumlahnya 27 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakaii adalah 1). Observasi, 2). Tes 3). Angket. Instrumen yang digunakan yaitu: 1) lembar pengamatan pengelolaan pebelajaran. 2). lembar penilaian hasil tes kognitf dan tes kinerja/psikomotor 3) lembar respon siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh pertemuan pertama rata-rata penilaian pengelolaan pembelajaran 84,2% dan suasana kelas 87,5%. untuk pertemuan kedua rata-rata penilaian pengelolaan pembelajaran 85,9% dan suasana kelas 90,9%. yang menunjukkan pengelolaan pembelajaran pelaksanaannya sangat baik. Hasil belajar siswa tes kognitif rata-rata nilai kelas 81,3 terdapat 26 siswa mencapai ketuntasan individual dan seorang siswa belum tuntas (70). Pada tes kinerja seluruh siswa dinyatakan tuntas dengan dengan rata-rata nilai kelas 88,4 nilai akhir, siswa dinyatakan tuntas secara individual dan ketuntasan klasikal tercapai, dengan yang dikategorikan sangat baik. Sedangkan pada respon siswa memberikan respon positif sebesar 93.7% dan memberikan respon negatif 6,3%. Dari data di atas menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung pada perawatan kulit kepala dan rambut secara basah (creambath) dikatakan berhasil. Kata kunci : Model pembelajaran langsung, perawatan kulit- kepala dan rambut secara basah (creambath),dikatakan belajar. Abstract: Teachers have a responsibility on learning success. One effort to improve the learning quality is by applying varied learning model innovation. One that compatible to mastering declarative knowledge and procedural is by using direct instruction model. This research will apply the direct instruction on sub competence of scalp and hair treatment in wet (creambath). The purpose of this research were to know 1) the implementation of learning process by applying direct instruction, 2) the student achievement on subject matter of scalp and hair treatment in wet (creambath)' and 3) the students responses on the implementation of direct instruction on subject matter of scalp and hair treatment in wet (creambath). This research was pre-experimental research and quasi-experimental on 27 hairstyling students of grade X. Data collection technique used were 1) observation, 2) test, and 3) poll. The instruments used were: 1) learning management monitoring sheet, 2) assessment sheet of cognitive and psychomotor test, 3) students response sheet. The data analysis Technique used was descriptive quantitative technique. The research resulted that on first lesson the average of learning management was 84.2% and classroom situation was 87.5%. For the second lesson the average of learning management was 85.9% and classroom situation was 90,9%). This results shows that the implementation of learning management was excellent. The student cognitive test achievement have classroom average grade was 81.3, there were 26 students achieved individual completeness while uncompleted (70). On psychomotor test, the whole students were completed individually and classical completeness achieved by excellent category. Whereas on student responses giving positive response 93.7% and negative response 6,3%. Those data shows that the implementation of direct instruction model on scalp and hair treatment in wet (creambath) was successful. Keywords : Direct instruction model, scalp and hair treatment in wet (creambath), learning achievement.
PENGARUH PERBEDAAN VOLUME EKSTRAK LAPISAN PUTIH BUAH SEMANGKA (Citrullus vulgaris Schrad) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK KOSMETIK HAIR TONIC DWI KARTIKA, LIYA
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.9400

Abstract

Abstrak: Lapisan putih buah semangka kuning berbiji (Citrullus vulgaris Schrad) dapat digunakan sebagai penumbuh rambut alami karena mengandung metabolit sekunder likopen, saponin, flavonoid, dan polifenol yang tinggi dibanding jenis semangka lainnya. Kandungan tersebut dapat digunakan sebagai bahan aktif dalam pembuatan kosmetik hair tonic dengan cara mengekstrak lapisan putih buah semangka kuning berbiji lalu dicampur kedalamnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan volume ekstrak lapisan putih buah kuning berbiji terhadap sifat organoleptik kosmetik hair tonic. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Perlakuan yang diterapkan adalah menambahkan volume ekstrak lapisan putih buah semangka kuning berbiji 2% dan 4%. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dengan sampel sebanyak 30 panelis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis uji-t independent dengan menggunakan program SPSS 16, selanjutnya produk dianalisis mutunya berdasarkan jenis bakteri, jumlah mikroba, dan kadar pH yang sesuai dengan standar Badan Standarisasi Nasional dan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh perbedaan volume ekstrak lapisan putih buah semangka kuning berbiji terhadap sifat organoleptik warna, tetapi kurang berpengaruh terhadap aroma, ada tidaknya endapan, dan kesukaan. Kosmetik hair tonic terbaik dihasilkan dari produk dengan penambahan volume ekstrak lapisan putih buah semangka kuning berbiji 4% yang menghasilkan produk cukup beraroma ekstrak lapisan putih buah semangka kuning berbiji, warna yang sangat kuning, tidak terdapat endapan, dan disukai panelis. Hasil uji mutu kosmetik hair tonic yang terbaik adalah negatif dari bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomoras aeruginosa, Candida albicans, dan partikel asing, serta pengujian mikroba sebesar 2,1x102 koloni/ml, tidak menggunakan bahan yang dilarang dan melebihi batas ketentuan, kadar pH dilihat dengan menggunakan kertas lakmus dan ph indikator menunjukan angka 5 Kata kunci : hair tonic, ekstrak lapisan putih buah semangka kuning berbiji Abstract: The white layer of seeded yellow watermelon (Citrullus vulgaris Schrad) is able to be used as naturaly hair grower because it contains secondary metabolites like lycopene, saponins, flavonoids and high polyphenols than other watermelon. Those contains are able to be used as active ingredients in manufacturing hair tonic cosmetics by extracting white layer of seeded yellow watermelon, then mixed into it. This study aims to know the effect of different volume of extract of white layer of seeded yellow watermelon to organoleptic trait of hair tonic cosmetics. The type of this study is experimental study. Treatment applied is by adding white layer of seeded yellow watermelon with concentration 2% and 4%. And collecting data method uses observation with 30 panelists. Data analyse technique used is independent t-test analysis by using SPSS 16 programe, furthermore the product quality will be analysed based on bacteri, microbes and degree of acidity that is appropriate to the standard of National standardisation and Food and Drug Administration general director. The result of study shows that different volume of extract of white layer of seeded yellow watermelon gives effect to organoleptic trait like colour, but less influent to aroma, the existance of sediment and user favourite. The best hair tonic cosmetics is produced from product with addition 4% of extract of white layer of seeded yellow watermelon, that produce aromatic enough product, very yellow colour, no sediment exist, and loved by panelists. Quality test result of the hair tonic cosmetics is negative from Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Candida albicans, and foreigns partikel, also microbes test that reach result 2,1 x 102 colonies//ml, didn&rsquo;t use fobidden materi and exceed the specified limits, degree of acidity tested by litmus paper and the degree of acidity shows 5. Keyword : hair tonic, extract of white layer of seeded yellow watermelon
RIASAN WAYANG WONG TOKOH RAHWANA DAN ANOMAN KISAH RAMAYANA DI TAMAN HIBURAN RAKYAT SURABAYA SETYOWATI, INDAH
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.9409

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk 1)Mengetahui alat dan bahan kosmetik yang digunakan, 2)Tahapan riasan, 3)Hasil riasan, 4)Busana dan aksesoris tokoh Rahwana dan Anoman. 5)Interpertasi seniman terhadap riasan Rahwana dan Anoman. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan riasan wayang wong meliputi alat dan bahan, riasan wajah, busana,aksesoris dan interpertasi seniman terhadap riasan tokoh Rahwana dan Anoman di THR Surabaya dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian adalah: 1)Alat dan bahan kosmetik yang digunakan masih tradisional yaitu alat tradisional welat dan bahan kosmetik tradisional singwit. 2)Tahapan riasan Rahwana: a)mengaplikasikan singwit merah pada wajah, b)membentuk taring dengan bentuk runcing pada bagian sisi kanan dan kiri,c)membentuk riasan pada kelopak mata warna hitam dan pada sudut warna putih, d)membentuk alis tegas, dan e)membentuk kerutan wajah bagian hidung dan bawah mata dengan warna hitam. Tahapan riasan tokoh Anoman: a)mengaplikasikan singwit warna putih pada wajah, b)membentuk alis melengkung dan kerutan wajah bagian hidung dan pipi,c)membentuk riasan mata dengan warna hitam pada sudut mata d)memasang bibir palsu. 3)Hasil riasan wayang wong tokoh Rahwana yaitu alis thelengan tajam dan tebal, riasan mata plelengan (mata raksasa), riasan hidung dempok, dan riasan taring(gusen). Tokoh Anoman yaitu riasan mata kapi, alis luruh(tonggeng), dan riasan hidung pesekan. 4)Penggunaan busana dan aksesoris tokoh Rahwana: kain motif parang barong (besar), celana monte, makhuta dan praba, yang bermakna Rahwana adalah raja raksasa. Tokoh Anoman: kain motif poleng, dan gelung supit urang yang bermakna identitas Anoman Kesatria. 5)Interpertasi seniman terhadap riasan tokoh Rahwana dan Anoman adalah riasan yang dibuat berdasarkan pemahaman karakter tokoh dan mengacu pada bentuk wayang kulit sehingga riasan pada tokoh Rahwana menunjukkan karakter angkaramurka dan riasan tokoh Anoman menunjukkan karakter kesatria kera. Kata Kunci: Riasan Rahwana dan Anoman THR Surabaya Abstract: This research aims to know (1) tool and cosmetic material used in wayang wong : (2) makeup stages; (3) result of makeup; (4) custom and accessories character of Rahwana and Anoman; (5) interpretation of artists on makeup of the character of Rahwana and Anoman. This is a descriptive qualitative research. It means this research descript makeup of wayang wong that consist of tool and material, face makeup, custom, accessories, and interpretation of artists on character of Rahwana and Anoman in THR Surabaya with three data collection technique that is interview, observation, and documentation. Data analysis is provided in descriptive form.Result of the research about make up of Rahwana and Anoman in THR Surabaya is (1) tool and material of cosmetic used in wayang wong is still traditional that is traditional tool of welat and cosmetic traditional material of singwit; (2) stages of makeup of Rahwana : a) applying red singwit on face, b) forming sharp canine on left and right of mouth, c) forming black makeup on eyelid and white on corner of the eyes, d) forming firm eyebrows, and e) forming black facial wrinkles on nose parts and below the eyes. Stages of makeup of Anoman : a) applying white singwit on face, b) forming warped eyebrows and facial wrinkles on nose and cheek parts, c) forming eye makeup with black color on corner of the eyes and d) installing fake lips; (3) result of makeup of Rahwana is sharp and bold eye brows (thelengan), makeup of eyes (plelengan / giant eye) , makeup of nose (dempok), and make of canine (gusen). Result of makeup of Anoman is eye (kapi), eyebrows (luruh/tonggeng), and nose (pesekan); (4) the use of custom and accessories of Rahwana : motif fabric of parang barong , pants of monte, makhuta, and praba meaning Rahwana is a giant king. Character of Anoman : motif fabric of poleng, and gelung supit urang meaning identity of Anoman as a knight; (5) interpretation of artists to makeup of Rahwana and Anoman is this makeup is made based on comprehension of the characters and refers to wayang wong form so that makeup of Rahwana indicates character of insolence and makeup of Anoman indicates character of ape knight. Keywords: makeup of Rahwana and Anoman, THR Surabaya
PELATIHAN MERANGKAI SIMBOLIS UANG MAHAR PENGANTIN ADAT BALI BAGI IBU- IBU PKK KELURAHAN PENELEH KECAMATAN GENTENG SURABAYA TIA ANDINI, AW
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.9444

Abstract

Abstrak: Pelatihan diberikan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia. Salah satu pelatihan yang dapat diberikan yakni merangkai simbolis uang mahar pengantin adat Bali. Pembuatan mahar disini menggunakan replika uang kertas (bukan uang kertas asli), hanya sebagai simbol saja. Hal ini dimaksudkan agar tidak merusak atau mengurangi nilai dan bahan mata uang sebenarnya sebab dalam merangkai uang mahar menggunakan berbagai cara dalam melipat, menggulung bahkan merekatkan dengan lem. Penelitian bertujuan untuk mengetahui. 1)aktivitas instruktur 2) aktivitas peserta pelatihan 3) hasil pelatihan 4) respon peserta pelatihan. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen desain, menggunakan desain &ldquo;One shot case study&rdquo;. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode observasi, tes dan metode angket. Metode observasi digunakan untuk menilai aktivitas instruktur dan peserta pelatihan. Jumlah observer sebanyak empat orang terlatih yang terdiri dari satu dosen keterampilan dan satu anggota PKK dan dua mahasiswa tata rias 2009. Tes digunakan untuk menilai hasil pencapaian materi yang telah diajarkan oleh peneliti. Sedangkan angket digunakan untuk mengetahui respon peserta terhadap pelatihan. Adapun jumlah peserta pelatihan sebanyak 30 orang. Hasil pengambilan data diolah dengan menggunakan rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aktivitas instruktur dalam pelatihan terlaksana dengan baik, tepat dan sistematis, Aktivitas peserta juga memenuhi kriteria penilaian baik, yakni dilaksanakan dengan tepat dan sistematis. Hasil nilai dari ditinjau dari soal tes pilihan ganda dan pembuatan simbolis uang mahar pengantin adat Bali ditinjau dari aspek modifikasi tiap lipatan busana pengantin memenuhi kriteria sangat baik. Respon peserta terhadap pelatihan merangkai simbolis uang mahar pengantin adat Bali hampir semua jawaban positif, namun ada 8 aspek yang belum terpenuhi jawaban &ldquo;ya&rdquo; sempurna yakni aspek kemudahan dan manfaat dalam mempraktekkan materi, mampu mempraktekan sendiri materi yang sudah diajarkan di rumah. Hal tersebut menunjukkan bahwa materi yang diberikan cukup sulit bagi peserta namun setelah didemonstrasikan oleh instruktur peserta lebih memahami. Sedangkan tentang handout ditunjang dengan gambar namun ada beberapa peserta yang kurang belajar membaca handout. Selain itu materi pelatihan ini relatif baru dan menyenangkan bagi mereka maka perlu dikembangkan lebih lanjut. Kata kunci: Pelatihan, simbolis uang mahar, Hasil Jadi simbolis uang mahar pengantin adat Bali Abstract: The training is given to improve the human resource. One of the trainings is arrangging the money as the symbol of dowry for Balinese traditional bride. The arrangement of dowry meant here is by using the unreal money ince it is only the symbol..it is proposed not to break or decrease the value of the real money. It is because arrangging the money as the symbol of dowry need various ways to hold and stick the money with the glue. The purpose of the research are: 1)instructor activities, 2) participant activities, 3)training result, 4) participants response at the training. This research is a experiment design by using &ldquo;One Shoot Case Study&rdquo;. The data collecting methods used are obesrvation, test and questionaire. The observation is used to describe the instructors activities and participants activities. There are four observers. They are the lecturer, the member of PKK, two of students of make up 2009. The test is sued to get the material achieved and learnt. The questionaire is used to find the participants response for training. There are 30 participants of the training who also become the research subject. The data is analyzed by using average and percentage. The results of the research shows that all instructors in the training activities in the trainings run well, appropriate and systematic. The Participants activities also meet the criteria of good. This conducted appropriately and systematically. The results is based on a multiple-choice test questions and the making of money as the symbol of dowry for the traditional bride. The participants responses forthe training is positive. Unfortunately, there are 8 aspects which have not got &ldquo;yes&rdquo; as the answers. There are easiness and the advantage to practice the materials, enable to practice the materials learnt.it shows that that materials give is difficult enough for the participants. After it is demonstrated, the participants can understand more. The handouts supported by picture, but there are some participants who are lack of reading their handout. The materials of this training is relatively new and enjoyable for them and further it needs to be developep. Keywords: Training, symbolic dowry money, the symbolic result of money as dowry for Balinese Bride
PENGARUH SUDUT PENGAMBILAN FOTO PADA PENATAAN KERUDUNG PENGANTIN INTERNASIONAL BENTUK WAJAH BULAT TERHADAP HASIL FOTOGRAFI ERLINA,
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.9478

Abstract

Abstrak: Untuk menciptakan sebuah foto yang baik maka perlu diperhatikan sudut pengambilan foto karena dapat mengoreksi bentuk wajah. Didalam mengoreksi bentuk wajah juga diperlukan desain penataan kerudung yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sudut pengambilan foto pada penataan kerudung pengantin internasional bentuk wajah bulat terhadap hasil fotografi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian eksperimen ini menggunakan metode pengumpulan data observasi. Data hasil penelitian yang diperoleh meliputi pengaruh sudut pengambilan foto secara horizontal terhadap hasil fotografi pada penataan kerudung pengantin internasional bentuk wajah bulat terhadap hasil fotografi. Pada aspek keberfungsian penataan kerudung terbaik adalah pada model kerudung top style dengan sudut pengambilan foto vertical bird dan pengambilan foto horizontal 45&deg; yaitu sebesar 3,9 untuk ahli fotografi dan untuk khalayak adalah pada model kerudung top style dengan sudut pengambilan foto vertical bird dan pengambilan foto horizontal 45&deg; yaitu sebesar 3,82. Pada aspek hasil pengambilan foto secara horizontal terbaik adalah pada model kerudung top style dengan sudut pengambilan foto vertical bird dan pengambilan foto horizontal 45&deg; yaitu sebesar 3,69 untuk ahli fotografi dan untuk khalayak adalah pada model kerudung top style dengan sudut pengambilan foto vertical bird dan pengambilan foto horizontal 45&deg; yaitu sebesar 3,71. Pada aspek hasil Pengambilan foto secara vertikal terbaik adalah pada model kerudung top style dengan sudut pengambilan foto vertical bird dan pengambilan foto horizontal 45&deg; yaitu sebesar 3,69 untuk ahli fotografi dan untuk khalayak hasil terbaik adalah pada model kerudung top style dengan sudut pengambilan foto vertical bird dan pengambilan foto horizontal 45&deg; yaitu sebesar 3,71. Kata Kunci: sudut pengambilan foto, koreksi bentuk wajah bulat, kerudung Abstract: Angle of photography is part of photography composition. There are two angles of taking photo : vertical and horizontal angles. To create a good photography need concern angle of taking photo because it can correct face line. Face line must be corrected, and also design of veil structure. The goal of this research is to know about the influence of taking photo&rsquo;s angle on veil structure for international bride with round face line to output of photograph. This reseacgh using an experimental design and the method of collecting data is observation with the help of observers consisting 30 person coming from students of beauty and health, lectures of beauty and health, relevant participants in beauty and health also photography. The technique of data analysis is three lines anava using computer program SPSS ver. 16 with significant level of 5% ( p<0.05 ). The result of the research consist of influence of taking photo&rsquo;s angle in horizontal way to result of photograph on veil structure of international bride with round face line to result of photograph. On aspect of functionality of veil structure, the best choise is on veil structure of top style with angle of taking photo of vertical bird and horizontal taking photo 450 that is 3.9 for the master of photography and for general the best is veil structure of top style with angle of taking photo of vertical bird and horizontal taking photo 450 that is 3.82. On aspect of result of photograph in horizontal way, the best is on veil model of top style with angle of taking photo of vertical bird and horizontal taking photo 450 that is 3.69 for the master of photography and for general the best is on veil model of top style with angle of taking photo of vertical bird and horizontal taking photo 450 that is 3.71. On aspect of result of photograph the best vertical way is on veil model of top style with angle of taking photo of vertical bird and horizontal taking photo 450 that is 3.69 for the master of photography and for general, the best is on veil model of top style with angle of taking photo of vertical bird and horizontal taking photo 450 that is 3.71. Keywords: angle of photography, correction of round face line, veil
PENERAPAN MODUL AJAR KOMPETENSI MENATA SANGGUL (UP STYLE) MODIFIKASI PUSUNG TAGEL DI KELAS XII SMK NEGERI 3 JEMBER MEIFETA SARI, KURNIA
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.9479

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui bagaimana keterlakanaan proses pembelajaran kompetensi menata sanggul pusung tagel modifikasi melalui penerapan modul ajar di kelas XII SMK N 3 Jember., 2) Mengetahui bagaimana hasil belajar kompetensi menata sanggul pusung tagel modifikasi melalui penerapan modul ajar di kelas XII SMK N 3 Jember, 3) Mengetahui bagaimana respon siswa dalam pembelajaran kompetensi menata sanggul pusung tagel modifikasi melalui penerapan modul ajar di kelas XII SMK Negeri 3 Jember. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan penelitian tindakan kelas. Analisis data disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian adalah: 1)bagaimana keterlaksanaan proses pembelajaran (aktivitas guru dan siswa) dalam kompetensi menata sanggul (up stayle) pusung tagel modifikasi melalui modul ajar di kelas XII SMK Negeri 3 Jember. 2)bagaimana hasil belajar kompetensi melalui penerapan modul ajar di kela XII SMK Negeri 3 Jember. 3)Bagaimana respon siswa dalam pembelajaran kompetensi menata sanggul pusung tagel modifikasi melalui penerapan modul ajar di kelas XII SMK Negeri 3 Jember. Kata Kunci: Aktivitas Guru, aktivitas Siswa, Hasil Belajar, Respon Siswa Abstract. This research aims to know (1) how is accomplishment of competence learning process in arranging pusung tagel bun modification through implementation of teaching modules in class XII SMKN 3 Jember; (2) how is competence learning outcomes of arranging pusung tagel bun modification through implementation of teaching modules in class XII SMKN 3 Jember; (3) how is students&rsquo; response in competence learning of arranging pusung tageli bun modification through implementation of teaching modules in class XII SMKN 3 Jember. This is a descriptive qualitative research which is descript class action research. Data analysis is providedn in descriptive format. Result of the design is : (1) how is accomplishment of competence learning process(teachers&rsquo; and students&rsquo; activity) in arranging pusung tagel bun modification through teaching modules in class XII SMKN 3 Jember; (2) how is competence learning outcomes through implementation of teaching modules in class XII SMKN 3 Jember; (3) how is students&rsquo; response in competence learning of arranging pusung tageli bun modification through implementation of teaching modules in class XII SMKN 3 Jember. Keywords: learning outcomes, teachers&rsquo; activity, students&rsquo; activity, students&rsquo; response
Teknik Massage Pada Solus Per Aqua (SPA) Ibu Hamil Untuk Perawatan Kecantikan Dan Kesehatan Tubuh Di Nahdya Women Center-Malang AMALIA, KIKI
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.9485

Abstract

Abstrak: Massage merupakan salah satu alternatif SPA kecantikan ibu hamil yang dapat menjaga keseimbangan tubuh agar senantiasa sehat dan bugar. Tujuan dari peneliti ini 1). Untuk mendeskripsikan proses teknik massage pada body massage ibu hamil untuk kecantikan dan kesehatan tubuh 2). Mengetahui seberapa besar 3). Respon klien terhadap penerapan tersebut. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses massage SPA ibu hamil, dengan menggunakan One-shot case study. Hasil Mean Pelaksaaan Teknik Massage pada SPA Ibu Hamil untuk Perawatan Kecantikan dan Kesehatan Tubuh berdasarkan pada 4 Aspek yang telah diamati yaitu: 1). Aspek Ketepatan dalam melakukan persiapan 4,00 yang berarti dalam kriteria baik sekali, 2). Aspek Teknik gerakan massage 3,00 yang berarti dalam kriteria baik, 3). Aspek Ketepatan waktu pada prosedur massage 3,50 yang berarti dalam kriteria baik sekali, 4). Aspek kebersihan dan kerapian area 4,00 yang berarti dalam kriteria baik sekali. Hasil Proses Teknik Massage pada SPA Ibu Hamil untuk Perawatan Kecantikan dan Kesehatan Tubuh berdasarkan 5 aspek yang telah diamati,yaitu: 1). Aspek Menyatakan kuat tidaknya tekanan yang diberikan sesuai postur tubuh pada klien adalah sebesar 60% yang berarti dalam kategori cukup baik, 2). Aspek Menyatakan tingkat kenyamanan yang dirasakan adalah sebesar 100% yang berarti dalam kategori baik, 3). Aspek Menyatakan tingkat kebersihan pada kulit adalah sebesar 80% yang berarti dalam kategori baik, 4). Aspek Menyatakan pengaruh hasil teknik massage ini dapat mengurangi rasa sakit dan pegal-pegal adalah sebesar 100% yang berarti dalam kategori baik, 5). Aspek menyatakan efek relaksasi adalah sebesar 100% yang berarti dalam kategori baik. Respon Responden Teknik Massage pada SPA Ibu Hamil untuk perawatan kecantikan dan kesehatan Tubuh berdasarkan 4 aspek yang telah diamati,yaitu: 1). Aspek yang menyatakan kepuasan setelah melakukan perawatan SPA ibu hamil adalah 100% yang berarti dalam kategori baik, 2). Aspek yang menyatakan kemanfaatan teknik massage SPA ibu hamil untuk kecantikan dan kesehatan tubuh adalah 100% yang berarti dalam kategori baik, 3). Aspek yang menyatakan minat melakukan perawatan SPA lanjutan pasca melahirkan adalah 75% yang berarti dalam kategori baik, 4). Merekomendasikan pada orang lain khususnya ibu hamil tentang perawatan SPA ibu hamil adalah 100% yang berarti dalam kategori baik. Kata Kunci: Body massage, SPA ibu hamil, Kecantikan, Kesehatan tubuh. Abstract: Massage is one alternative to the SPA beauty pregnant woman who can balance the body in order to be healthy and fit. The purpose of this research 1). To describe the process of body massage techniques massage on pregnant women for the beauty and health of the body 2). Knowing how big 3). Client's response to the application. This is a type of quasi-experimental research to determine and describe the process of SPA massage pregnant women, by using One-shot case study. Results Mean Implementation Techniques Massage in Pregnancy SPA for Beauty and Body Health Care is based on four aspects that have been observed are: 1). The accuracy in the preparation aspect of 4.00 which means that the criterion very well, 2). Technical aspects of massage movements which means 3.00 in both criteria, 3). Timeliness aspects on massage procedure in the criteria of 3.50 which means excellent, 4). Aspects of hygiene and grooming area of 4.00 which means the criteria very well. The process results in the SPA Massage Techniques for Pregnant Women and Health Beauty Care Body based on 5 aspects that have been observed, namely: 1). Stating aspects of how strong the pressure is given according to the client's posture is 60% which means that the category is quite good, 2). Stating aspects of perceived comfort level is at 100%, which means in either category, 3). Stating aspect is the level of cleanliness of the skin by 80% which means that in the good category, 4). Stating aspects influence the results of these massage techniques can reduce pain and stiffness is at 100%, which means in either category, 5). Aspects of the relaxation effect is stated at 100% which means that in both categories. Respondents Response Techniques Massage in Pregnancy SPA for beauty care and health body based on four aspects that have been observed, namely: 1). Aspects expressed satisfaction after SPA treatments pregnant women is 100% which means that in the good category, 2). Aspects which states benefit SPA massage techniques for pregnant women beauty and health of the body is 100% which means that in the good category, 3). Aspects expressed interest SPA treatment of postpartum follow-up was 75%, which means in either category, 4). Recommend on others, especially pregnant women on maternal care SPA is 100% which means that in both categories. Keywords: Body massage, SPA pregnant women, Beauty, Health body.

Page 9 of 73 | Total Record : 730


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 3 Tahun 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 2 Tahun 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 1 Tahun 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 3 Tahun 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 2 Tahun 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 1 Tahun 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Berikut publikasi nomer 3 tahun 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Berikut publikasi nomer 2 tahun 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Berikut publikasi nomer 1 tahun 2023 Vol. 12 No. 4 (2023): Jurnal Tata Rias Edisi Khusus Tahun 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Tata Rias Vol. 11 No. 1 (2022): jurnal tata rias Vol. 10 No. 3 (2021): Vol. 10 No. 3 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Vol. 10 No. 1 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): jurnal tata rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020) Vol. 8 No. 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019) Vol. 7 No. 01 (2018): Vol.07 N0.1 Edisi Yudisium Februari 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol.07 No.2 Edisi Yudisium Juni 2018 Vol. 7 No. 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018) Vol. 6 No. 01 (2017): Vol.06 No.1 Edisi Yudisium Februari 2017 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol. 6 No.3 Edisi Yudisium Oktober 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol.6 No. 2 Edisi Yudisium Juni 2017 Vol. 5 No. 03 (2016): Vol.05 N0.03Edisi Yudisium Oktober 2016 Vol. 5 No. 02 (2016): Vol.05 No.02 Edisi Yudisium Juli 2016 Vol. 5 No. 01 (2016): Vol.05 No.1 Edisi Yudisium Februari 2016 Vol. 4 No. 03 (2015): Vol.04 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2015 Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015 Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015 Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014 Vol. 3 No. 02 (2014): Vol. 03 No. 02 Edisi Yudisium Juni 2014 Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014 Vol. 2 No. 02 (2013): Vol. 02 No. 02, edisi Yudisium periode Mei 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): e-journal vol.2 No. 03, Edisi Yudisium Oktober 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): volume 2, nomor 1, tahun 2013 More Issue