cover
Contact Name
M.A. HANNY FERRY FERNANDA
Contact Email
apt.fernanda@unesa.ac.id
Phone
+6285733115522
Journal Mail Official
s1pendidikantatarias@unesa.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya | Gedung A1, Jl. Ketintang, UNESA, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231 Telp : (031) 8280009 | Fax : (031) 8280796 | Contact : 085733115522
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : 3063718X     DOI : https://doi.org/10.26740/jtr
Jurnal Tata Rias publishes high-quality research and scholarly articles focused on cosmetology education. It covers curriculum development, teaching methodologies, professional training, trends, innovations, educational technology, and practical applications in cosmetology. Managed by the S-1 Pendidikan Tata Rias program of the Faculty of Engineering at Universitas Negeri Surabaya (UNESA), the journal is published three times a year in April, August, and December. It employs a rigorous double-blind peer-review process and adheres to an open access policy, ensuring global accessibility of its content.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 730 Documents
PENGARUH PERBEDAAN PERSENTASE TEPUNG BIJI BUAH PINANG TERHADAP KUALITAS SEDIAAN MASKER KULIT WAJAH BERBAHAN DASAR TEPUNG BERAS SEBAGAI KOSMETIKA TRADISIONAL SULISTIANINGRUM, FITRIANA
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 02 (2014): Vol. 03 No. 02 Edisi Yudisium Juni 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n02.7910

Abstract

Abstrak Masker kulit wajah merupakan salah satu jenis kosmetika tradisional yang dapat digunakan sebagai perawatan wajah untuk mempertahankan kesehatan kulit wajah. Buah pinang merupakan salah satu jenis buah-buahan yang dapat diolah secara tradisional dan memiliki banyak manfaat untuk membantu mengurangi noda hitam bekas jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan persentase tepung biji buah pinang terhadap kualitas sediaan masker kulit wajah berbahan dasar tepung beras sebagai kosmetika tradisional dinilai dari sifat organoleptik meliputi warna, kelembutan, daya lekat, dan kesukaan panelis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Variabel yang digunakan adalah variabel bebas yaitu pada penambahan tepung biji buah pinang dengan persentase 7,5%, 5%, dan 2,5%. Variabel terikat yang digunakan yaitu uji sifat organoleptik masker kulit wajah meliputi warna, kelembutan, daya lekat, dan kesukaan panelis. Sedangkan variabel kontrol yang digunakan yaitu waktu pembuatan masker kulit wajah, persiapan alat dan bahan pembuatan masker kulit wajah, penggunaan tepung beras dengan komposisi sama rata pada 50 gr, dan penggunaan air mawar dengan takaran 50 ml. Berdasarkan hasil uji anava tunggal, terdapat pengaruh perbedaan persentase tepung biji buah pinang terhadap kualitas sediaan masker kulit wajah berbahan dasar tepung beras sebagai kosmetika tradisional meliputi warna, kelembutan, daya lekat, dan kesukaan panelis. Hasil masker kulit wajah terbaik dengan persentase tepung biji buah pinang 7,5%terhadap kualitas sediaan masker kulit wajah berbahan dasar tepung beras sebagai kosmetika tradisional dengan kriteria warna coklat tua, cukup lembut, lekat, dan disukai panelis. Kata Kunci: Tepung Biji Buah Pinang, Tepung Beras, Masker Kulit Wajah, Kosmetika Tradisional. Abstract Face masker is one of traditional cosmetic which can be used as face treatment to preserve skin face healthy. Betel fruit is one of fruit variety which can be processed traditionally and has many advantages to help decreases black spot of acne scars. This research aimed to know is there effect of difference percentage of betel nut powder on quality of rice flour-base face mask preparation as traditional cosmetic assessed from organoleptic characteristic including color, smoothness, adhesiveness, and preference of panelist. This research used experimental research method. Variable used were independent variable that was additional of betel nut powder with percentage 7.5%, 5%, and 2.5%. Dependent variable used was organoleptic characteristic test of face mask including color, smoothness, adhesiveness, and preference of panelist. Control variable used were time to made face mask, preparation of tools and ingredients of face mask, using of rice flour 50gr and rosewater 50ml. Based on result of one way anava, there was effect of difference percentage of betel nut powder on quality of rice flour-base face mask preparation as traditional cosmetic including color, smoothness, adhesiveness, and preference of panelist. The best product of face masker was on betel nut powder percentage 7.5% with color criteria dark brown, smooth enough, sticky, and preferred by panelists. Keywords: betel nut powder, rice flour, face mask, traditional cosmetic
PENGARUH PENAMBAHAN SARI ALOE VERA TERHADAP SIFAT FISIK DAN MASA SIMPAN SEDIAAN SABUN TRANSPARAN UNTUK WAJAH ANJANI ROSO PUTRI, IKE
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 02 (2014): Vol. 03 No. 02 Edisi Yudisium Juni 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n02.7918

Abstract

Abstrak Sabun transparan dapat membersihkan kulit wajah dari debu, sisa-sisa kosmetik, melindungi kulit dari sinar matahari, mencegah timbulnya jerawat, dan mengurangi sel-sel kulit mati dari epidermis. Salah satu bahan yang digunakan untuk menambah nilai guna sabun transparan yaitu sari aloe vera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1)pengaruh penambahan sari aloe vera terhadap sifat fisik yang meliputi aroma, transparansi, tekstur, dan daya buih, 2) pengaruh penambahan sari aloe vera terhadap masa simpan sediaan sabun transparan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan (Tru Experiment). Variabel bebas yaitu penambahan sari aloe vera dengan jumlah 2.5g, 5g, dan 7.5g. Variabel terikat yaitu uji sifat organoleptik sabun transparan meliputi aroma, transparansi, tekstur, dan daya buih serta uji mikrobiologi yang diamati selama 4 hari. Teknik pengambilan data melalui observasi dengan melakukan uji fisik yang meliputi aroma, transparan, tekstur, dan daya buih dengan 30 panelis Untuk mengetahui masa simpan dilakukan uji mikrobiologi dengan metode ALT (Angka Lempeng Total) yang dilakukan di Laboratorium Biologi, Fakultas MIPA, UNESA. Sedangkan untuk mengetahui adanya pengaruh penambahan sari aloe vera yang nyata, menggunakan perhitungan ANAVA tunggal kemudian dilanjut dengan uji Duncan. Berdasarkan hasil uji anava tunggal, terdapat pengaruh penambahan sari aloe vera terhadap kualitas sediaan sabun transparan meliputi aroma, transparansi, tekstur, dan daya buih. Hasil sabun transparan untuk wajah terbaik dengan penambahan sari aloe vera 5g dengan kriteria beraroma aloe vera, transparan dan dapat menembus <6cm, tekstur keras tidak berminyak, dan daya buih mudah berbuih. Hasil uji mikrobiologi, tidak terdapat pengaruh dengan penambahan sari aloe vera terhadap sediaan sabun transparan, jumlah mikroba pada sabun transparan dengan jumlah koloni >105. Kata Kunci: Sabun transparan, sari aloe vera. Abstract Transparent soap can be used to clean up face from dust, remaining cosmetic, protect skin from sun light, prevents the presence of acne, and decreases epidermis perish skin. One of ingredient used to gain uses of transparent soap is aloe vera extract. This research aims to know 1) effect addition of aloe vera extract on physical properties including aroma, transparency, texture, and foaming, 2) effect addition of aloe vera extract on reserve time of transparent soap preparation. This research was true experiment. The independent variable was addition of aloe vera extract 2.5gr, 5gr, and 7.5gr. Dependent variable was physical properties of transparent soap including aroma, transparency, texture, and foaming, also microbiology test observed for minimum 4 days up to 4 weeks. Data collecting technique through observation by performing organoleptic test including aroma, transparency, texture, and foaming conducted by 30 panelists consist of 5 lecturers of Cosmetology and 25 students of Cosmetology that performed at PKK Department, engineering faculty, UNESA. In order to know significant effect addition of aloe vera extract, it was used one way ANAVA calculation then continued with Duncan test. To know reserve time microbiology test was conducted with method of TPC (Total Plate Count) performed in Biology Laboratory, Science Faculty, UNESA. Based on one way result, there was effect addition of aloe vera extract on quality of transparent soap including aroma, transparency, texture, and foaming. The best product of transparent facial soap was on addition of aloe vera 5gr with criteria scented aloe vera, transparent less than 6cm, texture is hard with non oily, and easy to foaming. For microbiology test, there was no effect addition of aloe vera extract on reserve time of transparent soap preparation with number of colony >105. Keywords: transparent soap, aloe vera extract
KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN JASA BODY SPA DI SALSA BEAUTY SALON AND CENTRE SURABAYA DIAH ANJARSARI, SEPTINA
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.8374

Abstract

Abstrak Body spa adalah salah satu perawatan kecantikan yang biasanya dilakukan oleh kaum hawa, yang meliputi perawatan dari pangkal rambut hingga ujung kaki yang bertujuan untuk meregangkan otot-otot syaraf serta melancarkan peredaran darah seluruh tubuh. Kepuasan pelanggan merupakan tingkat perasaan dimana seseorang menyatakan hasil perbandingan atas kinerja product yang diterima. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan layanan jasa perawatan spa di Salsa Beauty Salon and Centre Surabaya dan mengetahui kepuasan pelanggan terhadap layanan jasa perawatan spa di Salsa Beauty Salon and Centre Surabaya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1). Layanan jasa perawatan tubuh Spa di Salsa Beauty Salon and Centre Surabaya baik dan layak dijadikan alternatif tujuan melakukan perawatan tubuh. Terdapat empat indikator layanan jasa, yaitu fasilitas perawatan tubuh mendapat 4,09 dinyatakan baik, nilai rata-rata komunikasi mendapat 4,45 dinyatakan baik, nilai rata-rata kehandalan mendapat 4,34 dinyatakan baik, nilai rata-rata daya tanggap mendapat 4,29 dinyatakan baik, (2). Kepuasan pelanggan 4,33 dinyatakan baik karena pelanggan merasa nyaman dan mendapat efek positif setelah melakukan Body Spa di Salsa Beauty Salon and Centre Surabaya. Kata kunci : Spa, Body spa, Jasa, Kepuasan Pelanggan, Perawatan Tubuh Abstract Body Spa is one of the beauty treatments that are usually done by women, which includes treatment from the base of hair to toe that aims muscles and nerves stretching and improving blood circulation in the entire body. Customer satisfaction is a state of feeling in which a person expressed the comparison results of a product performance received. The aim of this research is to describe the services of spa treatment at Salsa Beauty Salon and Centre Surabaya and to determine customer satisfaction of spa treatments service at Salsa Beauty Salon and Centre Surabaya. Type of this research is descriptive, The data gained through interviews and questionnaires. Data Analysis technique is qualitative descriptive analysis. The result of this research shows that (1). Spa body care services at Salsa Beauty Salon and Centre Surabaya is good and worthy to be an alternative destinations for body treatments. There are four service indicators, they are: body care facilities which is good with score 4.09, the average score of communication is 4.45 stated as better, the average value of reliability with score 4.34 stated as better, the average value of responsiveness is 4.29 stated as better, (2). The customer satisfaction score is 4.33 stated as better because customers feel comfortable and received a positive effect after doing body spa at Salsa Body Spa Centre Beauty Salon Surabaya. Key words: Spa, Body spa, Customer service, Body Care.
MINAT KONSUMEN UNTUK PERAWATAN KULIT WAJAH DENGAN MENGGUNAKAN PERALATAN FACIALELECTRIC DI KECAMATAN KAMAL KABUPATEN BANGKALAN NURESA GENGKI YULFIDHAR, RAYI
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.8376

Abstract

Wajah merupakan salah satu bagian tubuh yang menjadi perhatian utama bagi setiap orang, baik pria maupun wanita, karena wajah merupakan hal pertama yang menjadi pusat perhatian bagi orang lain. Salah satu cara untuk mencegah masalah kulit adalah dengan melakukan perawatan wajah menggunakan facial electric. Facial electric ini memberikan hasil yang memuaskan dan lebih cepat terlihat hasilnya, diantaranya adalah mengencangkan kulit, menghilangkan kerutan dan melancarkan peredaran darah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui minat konsumen dalam perawatan wajah menggunakan facial electric dan mengetahui keunggulan dari facial electric. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengelompokkan data sesuai kualifikasi, jenis, sifat, atau kondisinya sesuai dengan buku Arikunto. Sasaran penelitian ini adalah konsumen Dimas salon dan House Of Linda yang berjumlah 40 konsumen. Metode pengumpulan datanya menggunakan wawancara pemilik salon dan chapster juga menggunakan kuisioner untuk konsumen salon.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik berdasarkan pendekatan kuantitatif, dengan obyek yang diteliti adalah konsumen salon kecamatan Kamal, pemilik, dan chapster salon. Hasil penelitian ini adalah berupa hasil respon konsumen dilihat dari faktor budaya rata-rata 63,13% menyatakan setuju, pada faktor sosial rata-rata 61% konsumen menyatakan setuju, dan dilihat dari faktor pribadi rata-rata 59,17% menyatakan setuju, juga pada faktor psikologis rata-rata ada 55% konsumen menyatakan setuju. Adapun hasil wawancara, menyatakan bahwa pemilik salon dan chapsternya mengetahui prosedur dan keunggulan facial electric sehingga konsumen juga mengetahui keunggulan peralatan facial electric.Kesimpulan pertama dari penelitian ini adalah menyatakan bahwa konsumen berminat menggunakan peralatan facial electric dalam perawatan wajah.Kedua adalah konsumen mengetahui keunggulan peralatan facial electric. Kata Kunci : Minat Konsumen, Perawatan Kulit Wajah, Facial Electric Abstract Face is a part of body which has the most attention for everyone, men or women, because face is the first center of interest for other people. One of method to prevent skin face problem is by performing face treatment using electric facial. Electric facial equipment give satisfying result and the result is seen faster. It includes skin face tightening, removing face wrinkle, and smoothing the blood flows. The aims of this research were to know consumer interest on face treatment using electric facial and to know the advances of electric facial. Type of this research was descriptive quantitative by grouped data as qualification, type, characteristic, or condition according to literature of Arikunto. Objects of this research were consumer of Dimas Salon and House of Linda as much as 40 consumers. Data collecting method were by interviewing the owner and stylists, also used questionnaire for consumers. Data analysis technique used was statistic based on quantitative approach, while object researched were salon consumers at sub district of Kamal, the owner, and salon stylists. Results of this research are responses of consumers viewed from cultural factor has mean 63.13% stated agree, at social factor has mean 61% stated agree, at personal factor has mean 59.17% stated agree, and at psychology factor has mean 55% stated agree. Result of interview stated that the owners and stylists had known the procedure and advantages of electric facial equipment, thus consumers also knew too. The first conclusion of this research is stated that consumer interested on using electric facial equipment in face treatment. The second is consumers knew the advantages of electric facial equipment. Keywords: consumer interest, face treatment, electric facial
SURVEI TERHADAP PRODUK KOSMETIK BERBAHAN DASAR EMAS PADA KONSUMEN WANITA YANG MELIPUTI MINAT DAN PERSEPSI KUALITAS DI KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA SEPTIANI, IKA
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.8466

Abstract

Abstrak Survei merupakan metode yang sangat baik untuk mengukur sikap dan orientasi suatu masyarakat melalui berbagai kegiatan jajak pendapat (public opinion poll). Berdasarkan hasil pengamatan awal di lapangan dan juga hasil wawancara dengan produsen produk kosmetik A (nanogold) bahwa pengguna kosmetik berbahan dasar emas yang memiliki hak paten (nanogold) dalam kurun waktu setengah tahun banyak digunakan oleh dosen, karyawan dan mahasiswi di Kampus Ketintang Universitas Negeri Surabaya sedangkan jika diperhatikan selain produk kosmetik nanogold ada juga produk kosmetik non nanogold yang tidak banyak diminati. Peneliti ingin mengkaji lebih dalam faktor yang mempengaruhi konsumen tertarik pada produk dalam kurun waktu tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pengaruh faktor intrinsik terhadap minat konsumen pada produk kosmetik berbahan dasar emas ,2) pengaruh faktor ekstrinsik minat konsumen pada produk kosmetik berbahan dasar emas, 3) perbedaan produk kosmetik A (nanogold) dan produk kosmetik B (pond&rsquo;s gold radiance) terhadap kualitas produk dan minat beli. Jenis penelitian ini adalah diskriptif korelasional. Subyek penelitian adalah wanita yang bekerja di Universitas Negeri Surabaya Ketintang. Metode pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan uji friedman. Sedangkan analisis data menggunakan chi square . Hasil penelitian dalam membandingkan pengaruh produk kosmetik A dan produk kosmetik B terhadap kualitas produk menunjukkan bahwa uji chi square sebesar 4.000 dengan probabilitas sebesar 0.046, maka dapat diartikan produk kosmetik A dan produk kosmetik B memiliki kualitas yang berbeda, di mana produk A memiliki rata-rata kualitas produk yang lebih tinggi dibandingkan produk B. Pengaruh produk kosmetik A dan produk kosmetik B terhadap minat beli menunjukkan bahwa uji chi square sebesar 20.000 dengan probabilitas sebesar 0.000, maka dapat diartikan produk kosmetik A dan produk kosmetik B menghasilkan minat beli yang berbeda, di mana produk A memiliki rata-rata minat beli yang lebih tinggi dibandingkan produk B. Sehingga dapat disimpulkan bahwa produk A memiliki kualitas yang lebih unggul dibandingkan produk kosmetik B. Sedangkan untuk minat beli produk kosmetik A lebih besar dibandingkan minat beli produk kosmetik B. Kata Kunci: faktor intrinsik minat, faktor ekstrinsik minat, kualitas produk dan kosmetik berbahan dasar emas Abstract Survey is a very good method to measure attitude and orientation of public through many public opinion polls. Based on former observation at field and result of interview with producer of Cosmetic A that user of gold-based cosmetic which has patent a long six months is used by many lecturers, staff, and women students in campus Ketintang, State University of Surabaya. Beside that, there are other products of non Nanogold that not interested by many consumers. Researcher wish to study deeper factor effect of consumer interested.on product a long time. The aims of this research were to know: 1) intrinsic factor effect of consumer interest on product of gold-based cosmetics, 2) extrinsic factor effect of consumer interest on product of gold-based cosmetic, 3) product quality effect of cosmetic A and cosmetic B on purchasing interest. Type of this research was descriptive correlation. Research subject were women work at State University of Surabaya. Data collecting method used questionnaire and documentation. Data analysis method used Friedman test and Chi Square. Result of product comparison Cosmetic A and Cosmetic B on product quality shows that chi square test 4.000 with probability 0.046. It meant that cosmetic A and Cosmetic B has different quality, where Cosmetic A has higher quality than Cosmetic B. The effect of Cosmetic A and Cosmetic B on purchasing interest shows that chi square test was 20.000 with probability 0.000. It meant that Cosmetic A and Cosmetic B has different purchasing interest, where Cosmetic A has higher purchasing interest than Cosmetic B. Then could be concluded that Cosmetic A has higher quality than Cosmetic B. Purchasing interest of Cosmetic A higher than Cosmetic B. Keywords: intrinsic factor of interest, extrinsic factor of interest, product quality, and cosmetic based gold ingredient
PERBANDINGAN HASIL JADI EFEK LUKA BAKAR PADA TATA RIAS KARAKTER DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN KOSMETIK LEM BULU MATA DAN GELATIN NARWASTU D, SARAH
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.8474

Abstract

Abstrak: Pembuatan efek luka bakar merupakan tata rias karakter cacat. tata rias karakter cacat merupakan suatu riasan sebagaimana kita membuat model atau luka sehingga klien dalam penampilannya seperti orang cacat/luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan dan respon panelis tentang hasil jadi efek luka bakar pada tata rias karakter dengan menggunakan bahan kosmetik lem bulu mata dan gelatin crystal gel sehingga didapatkan bahan kosmetik alternatif untuk tata rias karakter efek luka bakar dengan derajat tingkat dua. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Objek penelitian ini adalah tangan 1 orang model, tangan kanan model menggunakan gelatin crystal gel, tangan kiri model menggunakan lem bulu mata. dengan kriteria tidak terdapat luka/bekas luka. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dokumentasi. Metode analisis data menggunakan statistik t dua sampel bebas (independent sample T test). Aspek yang dinilai dalam observasi penelitian ini adalah proses pengaplikasian, kesesuaian hasil dengan obyek asli, efek penggunaan, Efesiensi waktu pengerjaan, tingkat ketertarikan observer. Hasil penelitian untuk observasi terdapat 3 aspek yang signifikan yaitu proses pengaplikasian, efek penggunaan, efesiensi waktu pengerjaan. Aspek yang dinilai dalam respon panelis adalah bentuk hasil riasan, warna hasil riasan, elastisitas hasil riasan, tekstur riasan, daya tahan, daya kuat, daya lekat. Hasil penelitian untuk respon panelis menunjukkan bahwa penggunaan lem bulu mata mendapat kriteria tertinggi pada 5 aspek, yaitu elastisitas hasil riasan, tekstur riasan, daya tahan, daya kuat, daya lekat. Gelatin crystal gel mendapat kriteria tertinggi pada 2 aspek, yaitu bentuk hasil riasan, warna hasil riasan, Dapat disimpulkan terdapat perbandingan hasil pembuatan efek luka bakar pada tata rias karakter dengan menggunakan bahan kosmetik lem bulu mata dan gelatin crystal gel. Kata Kunci : tata rias karakter, efek luka bakar, bahan kosmetik lem bulu mata, gelatin crystal gel Abstract: The creation of burn effect is a part of deformed character makeup. Deformed character makeup is a type of makeup where the makeup artist creates a model of artificial injury or deformation to make his or her client look like an injured or deformed person. Furthermore, the purpose of this research is to find out the result of the comparison and the responses of the panelists on the final result of the artificial burns in character makeup by using eyelash adhesive and crystal gel gelatin. In addition, this research is also aimed to find an alternative cosmetic for the character makeup of second-degree burn. The current research is an experimental research. The objects of the research are the hands of 1 model. For the right hand, the researcher uses crystal gel gelatin, and the eyelash adhesive for the left hand. In the meantime, the criterion applied to the model is the absence of scar or injury on both hands. The methods used to collect the data are observation, questionnaire, and documentation. Then, the data is analyzed by using the independent two-sample T test statistics. The aspects being assessed in the observation stage of this research include the application process, realistic aspect, function effect, production time&rsquo;s efficiency, and attractiveness for observers. The result of the observation revealed that there are 3 significant aspects out of the aspects mentioned previously. Those aspects are: the application process, the function effect, and the production time&rsquo;s efficiency. In the meantime, the aspect being assessed by the panelists&rsquo; responses are the form, the color, the elasticity, the texture, durability, strength, and adhesion of the makeup&rsquo;s final result. To sum up, the result of the research on the panelists&rsquo; responses shows that the application of eyelash adhesive obtains the highest criteria for 5 aspects, they are: the elasticity, texture, durability, strength, and adhesion of the makeup&rsquo;s final result. On the other hand, crystal gel gelatin obtains the highest for 2 aspects; they are the shape and the color of the makeup&rsquo;s final result. Finally, it can be concluded that there are differences in the results of character makeup for burn effect by using eyelash adhesive and crystal gel gelatin. Key Words: character makeup, burn effect, eyelash adhesive, crystal gel gelatin
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MENJADI HAIR STYLIS PADA PESERTA DIDIK PROGRAM KEAHLIAN TATA KECANTIKAN RAMBUT KELAS XI DI SMK NEGERI 2 NGAWI HARLIA PALUPI, RETNO
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.8492

Abstract

Abstrak Hair stylis adalah suatu bidang profesi tata kecantikan rambut yang semakin banyak dibutuhkan khususnya di Kabupaten Ngawi. Peluang kerja sebagai hair stylis yang cukup tinggi membuat pemerintah Kabupaten Ngawi menyediakan lembaga penghasil hair stylis yang terdiri dari lembaga pendidikan formal dan non formal. SMK Negeri 2 Ngawi merupakan lembaga pendidikan formal yang memiliki visi dan misi dalam proses pembelajarannya. Visi dan misi SMK Negeri 2 Ngawi dapat menumbuhkan minat peserta didik menjadi hair stylis dengan dipengaruhi beberapa faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor &ndash; faktor yang mempengaruhi minat menjadi hair stylis pada peserta didik program keahlian Tata Kecantikan Rambut kelas XI di SMK Negeri 2 Ngawi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sasaran penelitian adalah seluruh peserta didik program keahlian Tata Kecantikan Rambut Kelas XI di SMK Negeri 2 Ngawi sebanyak 57 orang karena sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan sampel total. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan angket faktor minat menjadi hair stylis untuk peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data statistik sederhana berdasarkan pendekatan kuantitatif dengan rumus persentase. Hasil angket faktor yang mempengaruhi minat menjadi hair stylis meliputi faktor internal menunjukkan bahwa faktor paling dominan adalah faktor kondisi umum jasmani sebesar 20% yang memilih sangat setuju sedangkan faktor terendah adalah faktor usia sebesar 3% yang memilih sangat setuju. Hasil angket faktor yang mempengaruhi minat menjadi hair stylis meliputi faktor eksternal menunjukkan bahwa faktor paling dominan adalah faktor bahan / sumber belajar sebesar 13% yang memilih sangat setuju sedangkan faktor terendah adalah faktor sarana dan prasarana sebesar 5% yang memilih sangat setuju. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor internal yang paling mempengaruhi minat menjadi hair stylis adalah faktor kondisi umum jasmani sedangkan faktor eksternal yang paling mempengaruhi minat menjadi hair stylis adalah faktor bahan / sumber belajar. Kata kunci : minat menjadi hair stylis, faktor internal, faktor eksternal. Abstract Hair stylist is a professional hairdo that needed more, especially at Ngawi Regency. The high vacancy of hair stylist make the government of Ngawi Regency provides institution that produce hair stylist which composed of formal educational institution and non formal. SMK Negeri 2 Ngawi is a formal educational institution which has vision and mission within it teaching and learning process. Vision and mission of SMK Negeri 2 Ngawi may improved interest of learner to be hair stylist by affecting some factors. The aims of this research were to know factors affecting the interest of being hair stylist on students of Hair Styling Vocational Program Grade XI in SMK Negeri 2 Ngawi. Type of this research was descriptive quantitative. The object of this research were entire learner of Hair Stylist Vocational Program grade XI in SMK Negeri 2 Ngawi as many 57 students because sample used in this research was total sampling. Data collection method in this research was using interest factor questionnaire of being hair stylist for learner. Data technique analysis used in this research was simple statistic data analysis based on quantitative approach with percentage formulation. Result of internal factor questionnaire shows that the most dominant factor was on common physical condition 20% choose very agree, while the lowest factor was age factor 3% choose very agree. Result of external factors questionnaire shows that the most dominant factor was matter/ learning resource factor 13% choose very agree, while the lowest factor was facilities and infrastructure factor 5% choose very agree. The conclusions of this research were the most internal factor affecting interest of being hair stylist was on common physical condition, while the most external factor affecting interest of being hair stylist was matter/learning resource. Keywords: interest of being hair styling, internal factor, external factor
PENGARUH JUMLAH EKSTRAK DAUN TEH TERHADAP SIFAT FISIK DAN SIFAT MIKROBIOLOGI CREAM CREAMBATH UNTUK RAMBUT RONTOK SYAHRUL R, DIAN
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.8728

Abstract

Abstrak Cream creambath merupakan kosmetik yang digunakan untuk perawatan rambut secara basah, yang dapat memberi nutrisi yang dibutuhkan oleh rambut. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh jumlah ekstrak daun teh terhadap sifat fisik cream creambath meliputi kekentalan, aroma, dan warna. Serta sifat mikrobiologi dengan menggunakan uji angka lempeng total. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas pada penelitian ini adalah jumlah ekstrak daun teh dengan tiga perlakuan yaitu 5ml (X1), 15ml (X2), dan 25ml (X3). Variabel terikat, yaitu sifat fisik dari cream creambath yang meliputi kekentalan, aroma dan warna, serta sifat mikrobiologi. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan check list melalui pengamatan fisik oleh 30 orang panelis, serta uji mikrobiologi dengan menggunakan uji angka lempeng total, hasil uji sifat fisik dianalisis menggunakan uji anava dengan bantuan program SPSS 16, jika terdapat perbedaan pengaruh maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian ini terdapat pengaruh jumlah ekstrak daun teh terhadap sifat fisik dan sifat mikrobiologi cream creambath untuk rambut rontok. Kekentalan X2 (3,63) lebih kental daripada X1 dan X3, cream creambath X1(2,93) sedikit kental sedangkan cream creambath X3(2,33) encer. Aroma X3 (3,63) lebih kuat daripada X1 dan X2, sedangkan cream creambath X1 (1,9) beraroma paling lemah daripada X2 dan X3. Warna cream creambath X3 (3,23) paling hijau daripada X1 dan X2, cream creambath X2(3,23) cukup hijau, dan X1 (2,03) sedikit hijau. Cream creambath aman digunakan sampai dengan hari ke-4 karena uji mikrobiologi hanya sampai hari ke-4 jumlah mikroba yang tumbuh sebanyak 102. Jumlah tersebut masih berada dibawah standar yang telah ditetapkan oleh BPOM yaitu 105 koloni. Saran untuk dilakukan penelitian lebih lanjut tentang uji mikrobiologi cream creambath, dengan rentang waktu yang lebih lama. Kata Kunci: Cream creambath, ekstrak daun teh, sifat fisik, sifat mikrobiologi Abstract Creambath cream is a cosmetic that used for wet hair treatment, which can provide nutrients needed by the hair. The purpose of this study is to know the effect of the amount of tea leaf extract on the physical properties of creambath cream including viscosity, scent, and color. Also microbiological properties by using the total plate count test. Type of this study os experiment. Independent variable in this research is the amount of tea leaf extract with three treatments, they are 5ml (X1), 15ml (X2), and 25ml (X3). The dependent variable, are the physical properties of the cream creambath that includes viscosity, scent of Creambath cream, and microbiological properties. The data gained through observation by physical observation conducted by 30 panelists, microbiological test by total plate count.. Physical properties test results were analyzed by ANOVA test using SPSS 16, if there are different effects, so it will be continued with Duncan's test. The result of this study are there effects from adding tea leaf extract toward physical and microbiological properties of hairfall creambath cream. X2 has most viscosity than X1 and X3, X1 (2,93) creambath cream has more viscosity than X3, while X3 (2,33) creambath cream is watery. X3 (3,36) has the strongest scent than X1 and X2, while X1 (1,9) creambath cream has the waekest scent then X2 and X3. X3 (3,63) creambath cream has the darkest green color than X1 and X2. X2 (3,23) creambath cream color is green, and X1 (2,03) has lighter green color. The creambath cream best used before day fourth, because the microbiologocal test conducted up to day four which is the number of growth microbes shows 102. The amount of the microbes are bellow the standard of BPOM 105 colonies. Suggestion, for further research on the microbiological test of creambath cream conducted in longer time span. Keywords: creambath cream, Tea leaf extract, Physical properties, microbiological properties
PENGARUH PENGGUNAAN JUMLAH BULU MATA TERHADAP HASIL RIASAN MATA SIPIT UNTUK TATA RIAS WAJAH PANGGUNG HAJAR ZANI, HENY
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.8868

Abstract

karena rias wajah panggung merupakan tata rias wajah dengan penekanan efek-efek tertentu seperti pada mata, hidung, bibir dan alis supaya perhatian secara khusus tertuju pada wajah. Tata rias wajah panggung yang sukar untuk dilakukan adalah membuat mata terlihat sempurna karena mata adalah hal yang pertama kali dilihat disetiap penampilan. Mata adalah jendela hati, salah satu bentuk mata yang perlu dikoreksi adalah mata sipit. Untuk menghasilkan riasan mata sipit yang ideal dan sempurna, dibutuhkan penggunaan bulu mata palsu yang tepat sesuai kebutuhan mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan jumlah bulu mata terhadap hasil riasan mata sipit untuk tata rias wajah panggung. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain penelitian True Experimental (posttest only control design) yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh jumlah penggunaan bulu mata terhadap hasil riasan mata sipit untuk tata rias wajah panggung. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan melibatkan 25 observer, yang terdiri dari 4 dosen dan 21 mahasiswa tata rias. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji beda t-test dengan menggunakan bantuan program spss 16 dengan taraf signifikan 5% (P<0,05). Hasil penelitian ini diperoleh data meliputi jumlah penggunaan bulu mata yang berpegaruh pada mata sipit untuk tata rias wajah panggung dilihat dari aspek kehalusan dan kerataan riasan mata, ketepatan pegaplikasian bulu mata, kerapian pemasangan bulu mata, kesesuaian hasil riasan dengan bentuk mata dan ketepatan waktu. Jumlah penggunaan bulu mata yang lebih bagus adalah menggunakan tiga bulu mata yang mempunyai nilai kehalusan dan kerataan riasan mata sebesar 2,671, ketepatan pengaplikasian bulu mata 2,949, kerapian pemasangan bulu mata sebesar 2.688, kesesuaian hasil riasan dengan bentuk mata sebesar 2.780 dan ketepatan waktu sebesar 3,143. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh penggunaan jumlah bulu mata terhadap hasil riasan mata sipit untuk tata rias wajah panggung dengan kategori nilai baik. Hasil riasan terbaik rias wajah panggung yaitu pada model dengan teknik menggunakan tiga bulu mata dan smokey eyes. Kata kunci : Tata rias wajah panggung, bulu mata dan mata sipit. Abstract: Arrange makeup face is one of factor that must paid attention in arranging makeup podium face because makeup podium face is arranges makeup face with certain effects emphasis like at eye, nose, lip and eyebrow so that attention particularly concentrated to face. Arrange makeup difficult podium face for conducted is make eye is seen perfect because of eye is the first matter multiplies seen each appearance. Eye is liver window, one of eye form that must refined is slit eyes. To produce makeup ideal and perfect slit eyes, required the usage of spurious eyelash correct according to eye need. Research Target this is the to know influence the usage of eyelash amount to result makeup slit eyes to arrange makeup podium face. Research Type this is the experiment by using research design True Experimental (posttest only control design) that bent on to know what/wheter existed amount influence the usage of eyelash to result makeupan slit eyes to arrange makeup podium face. Data collecting Method that used by is observation by entangle 25 observers, that consist of 4 lecturers and 21 students arrange makeup. Technique of data analysis that used by is test of t-test difference by using program aid spss 16 with significant level 5% (P<0,05).This research Result is obtained data covers amount the usage of eyelash that take effect at slit eyes to arrange makeup podium face is seen from softness aspect and horizon makeup eye, accuracy application eyelash, accuration of eyelash installation, result compatibility makeup by eye form and fine timing. Amount the usage of nicer eyelash is will use three eyelash&rsquo;s that will have softness value and horizon makeup eye as high as 2,671, accuracy application eyelash 2,949, accuration of eyelash installation as high as 2.688, result compatibility makeup by eye form as high as 2.780 and fine timing as high as 3,143. Can be concluded existed influence the usage of eyelash amount to result makeup slit eyes to arrange makeup podium face with good value category. Result best makeup podium face that is at model with technique of use three eyelash&rsquo;s and Smokey eyes. Keyword: Arrange makeup podium face, eyelash and slit eyes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH MENGGUNAKAN MODUL AJAR PADA SUB KOMPETENSI PERAWATAN TANGAN, KAKI DAN MERIAS KUKUDI SMKN 1 BUDURAN MAISYATURRAHMA, THIKA
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.8869

Abstract

Abstrak: Kurikulum 2013 yang saat ini diintroduksikan untuk DIKDASMEN menerapkan model pembelajaran berdasarkan masalah. Proses pembelajaran mengacu Discovery Learning dan aplikasi pembelajarannya menggunakan Scientific Approach. Kompetensi perawatan tangan, kaki dan merias kuku perlu dipelajari di SMK. Mengingat jenis kulit tidak selalu sama untuk setiap individu manusia, maka menimbulkan permasalahan untuk bisa dipecahkan supaya tetap terjaga fungsi dan keindahannya. Untuk mencapai tujuan pembelajarannya, guru perlu mengembangkan materi yang diantaranya dapat melalui modul ajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktifitas guru, aktifitas siswa, hasil belajar dan respon siswa tentang model pembelajaran berdasarkan masalah menggunakan modul ajar. Rancangan penelitian menggunakan One-Shot Case Study. Sasaran penelitian yaitu siswa Kelas X dengan jumlah 34 siswa. Prosedur penelitian diawali dengan pembuatan RPP berdasarkan silabus dan mengembangkan modul ajar. Metode pengumpulan data untuk aktivitas guru dan aktivitas siswa menggunakan observasi, hasil belajar siswa dengan tes dan respon siswa menggunakan angket. Teknik analisis data untuk aktifitas guru dan siswa menggunakan presentase keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar siswa dengan presentase ketuntasan belajar, dan respon siswa dengan presentase penerimaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan Aktifitas guru pada pertemuan I memperoleh nilai 82,5% dan pertemuan II memperoleh nilai 89,9% yang memiliki kategori &ldquo;sangat baik&rdquo;. Aktifitas siswa diamati dengan Scientific Approach dengan perolehan nilai mengamati 79,15% kategori &ldquo;baik&rdquo;, mempertanyakan 81,25% kategori &ldquo;sangat baik&rdquo;, mengeksplorasi 91,7% kategori &ldquo;sangat baik&rdquo;, mengasosiasi 81,25% kategori &ldquo;sangat baik&rdquo;, mengkomunikasikan 76,4% dengan kategori &ldquo;baik&rdquo;. Pada Hasil belajar kognitif mendapatkan nilai rata-rata 86,4 dengan ketuntasan klasikal sebesar 94,1%, hasil belajar psikomotor mendapatkan nilai rata-rata 82,76 dengan hasil 100% siswa tuntas dalam melakukan perawatan tangan, kaki dan merias kuku. Penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berdasarkan masalah menggunakan modul ajar dapat dijadikan acuan untuk diterapkan pada mata pelajaran lainnya. Kata kunci: Model pembelajaran berdasarkan masalah, Modul Ajar, Perawatan Tangan, Kaki dan Merias kuku Abstract: Curriculum 2013 which is being introduced to DIKDASMEN implements problem based learning. Learning process refers to Discovery Learning and its learning application uses Scientific Approach. Competency of manicure, padicure and nail art is necessary to be learned at SMK. As type of skin is not always as same as each person has, therefore it can be a problem to be solved in order to maintain its function and beauty. To obtain learning objective, the teacher need to develop learning materials by using learning module. The objective of this research is to find out teacher, students, learning achievement and students responses concerning problem based learning using learning module. Research design in this research is One-Shot Case Study. Object of this research is Class X students with total of 34 students. Procedure of this research is started with drafting the Lesson Plan based on Syllabus and to improve learning module. Methods of data collection for the teacher and student activities are using observation, students learning achievement by using test and to find out students responses by using a questionnaire. Data analysis techniques to the teachers and students activities by using the percentage of learning feasibility, students learning achievement by using the percentage of learning completeness and student responses by using learning acceptance percentage. Result of this research is the teacher activity on the first meeting obtained score of 82.5% and the Second meeting the teacher obtained score of 89.9% which refers to &ldquo;very good&rdquo; category. Students activity is observed by Scientific Approach with observation score of 79.15% which refers to &ldquo;good&rdquo; category, questioning score is 81.25% which refers to &ldquo;very good&rdquo; category, exploration score is 91.7% which refers to &ldquo;very good&rdquo; category, association score is 81.25% which refers to &ldquo;very good&rdquo; category, communication score is 76.4% which refers to &ldquo;good&rdquo; category. Result of cognitive learning is on the average of 86,4 with classical completeness is 94.1%, result of psychomotor learning is 82.76 with result of 100% of the students are complete in conducting Manicure, padicure and nail art. Based on this research it can be concluded that implementation of problem based learning by using teaching module can be used as guidance to be implemented in other subject. Keywords: The problem based learning model, Teaching Modules, Manicure, padicure dan nail art

Page 8 of 73 | Total Record : 730


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 3 Tahun 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 2 Tahun 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 1 Tahun 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 3 Tahun 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 2 Tahun 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 1 Tahun 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Berikut publikasi nomer 3 tahun 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Berikut publikasi nomer 2 tahun 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Berikut publikasi nomer 1 tahun 2023 Vol. 12 No. 4 (2023): Jurnal Tata Rias Edisi Khusus Tahun 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Tata Rias Vol. 11 No. 1 (2022): jurnal tata rias Vol. 10 No. 3 (2021): Vol. 10 No. 3 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Vol. 10 No. 1 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): jurnal tata rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020) Vol. 8 No. 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019) Vol. 7 No. 01 (2018): Vol.07 N0.1 Edisi Yudisium Februari 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol.07 No.2 Edisi Yudisium Juni 2018 Vol. 7 No. 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018) Vol. 6 No. 01 (2017): Vol.06 No.1 Edisi Yudisium Februari 2017 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol. 6 No.3 Edisi Yudisium Oktober 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol.6 No. 2 Edisi Yudisium Juni 2017 Vol. 5 No. 03 (2016): Vol.05 N0.03Edisi Yudisium Oktober 2016 Vol. 5 No. 02 (2016): Vol.05 No.02 Edisi Yudisium Juli 2016 Vol. 5 No. 01 (2016): Vol.05 No.1 Edisi Yudisium Februari 2016 Vol. 4 No. 03 (2015): Vol.04 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2015 Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015 Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015 Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014 Vol. 3 No. 02 (2014): Vol. 03 No. 02 Edisi Yudisium Juni 2014 Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014 Vol. 2 No. 02 (2013): Vol. 02 No. 02, edisi Yudisium periode Mei 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): e-journal vol.2 No. 03, Edisi Yudisium Oktober 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): volume 2, nomor 1, tahun 2013 More Issue