cover
Contact Name
Murtiyana Sari
Contact Email
murtiyana.sari@universitasmulia.ac.id
Phone
+6285247539679
Journal Mail Official
farmasi@universitasmulia.ac.id
Editorial Address
Program Studi Farmasi Universitas Mulia Jl. Letjend Z.A. Maulani No. 9 Kel. Damai Bahagia Kota Balikpapan
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Pharmacia
Published by Universitas Mulia
ISSN : 30896142     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacia Jurnal merupakan Jurnal farmasi yang berisi artikel-artikel ilmiah yang meliputi bidang-bidang: farmasi klinis, manajemen farmasi, teknologi farmasi, dan bahan alam, serta penelitian-penelitian lain yang terkait dengan bidang-bidang tersebut. Terbit dua kali dalam setahun bulan Maret dan September. Pharmacia Jurnal pertama kali publikasi untuk Volume 1 No 1 Tahun 2023 oleh Program Studi Farmasi Universitas Mulia. Jurnal PHARMACIA adalah jurnal Program Studi Farmasi yang berfokus pada: Analisis Farmasi Farmakologi dan Toksikologi Farmasi Klinik Farmakognosi Fitokimia Bioteknologi Farmasi Formulasi dan Teknologi sediaan Manajemen Farmasi Undang - Undang dan Etika Kefarmasian
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2023): Pharmacy" : 5 Documents clear
EFEKTIVITAS POLIHERBAL TEH SASELIA (DAUN SALAM, SEREH DAN LABU SIAM) SEBAGAI ANTI KOLESTEROL PADA HEWAN UJI MENCIT Miftahul, Aulia
PHARMACIA Vol. 1 No. 2 (2023): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karena gaya hidup yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas, kolesterol merupakan salah satu penyakit yang dapat menyerang siapa saja dan berujung pada penyakit jantung koroner. Karena mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin, minuman herbal seperti teh yang diseduh dengan daun salam, sereh, dan labu siam dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Hewan uji yang digunakan yakni mencit putih jantan yang diberi kuning telur puyuh dan propil tiourasil (PTU) pada pakannya selama 7 hari. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu eksperimental kontrol desain. Hasil penelitian diperoleh dari pengukuran kadar koleterol darah yang diambil sebelum dan sesudah induksi. Pada hari ke 7 sebelum memulai pengobatan, kadar kolesterol darah diperiksa. Setelah itu, masing-masing kelompok menerima terapi, yang meliputi akuades untuk kelompok kontrol negatif, atorvastatin untuk kelompok kontrol positif, dan infusa daun salam, sereh, dan labu siam dengan dosis yang sesuai untuk dosis I (1:1:1), dosis II (1:1:2), dan dosis III (2:2:1). Pada hari ke-1, 2, 3, dan 4,setelah pengobatan dilakukan pengukuran kadar kolesterol pada hewan uji. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok perlakuan berbeda secara signifikan satu sama lain. Berdasarkan pengukuran dosis herbal II daun salam, sereh, dan labu siam merupakan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kolesterol.
HUBUNGAN REGIMEN TERAPI TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER MENGGUNAKAN KUESIONER EORTC QLQ C-30 DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA wahyuni, Fitri ayu; Woro Supadmi; Endang Yuniarti
PHARMACIA Vol. 1 No. 2 (2023): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan suatu kondisi sel yang telah mengalami kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya sehingga mengalami pertumbuhan sel yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Efek kemoterapi berkaitan dengan penurunan kualitas hidup. Kualitas hidup pasien diukur menggunakan kuesioner EORTC QLQ-C30. Kualitas hidup merupakan persepsi setiap individu terhadap fungsinya dalam kehidupan. Kualitas hidup dipengaruhi oleh rejimen kemoterapi dan dapat dipengaruhi oleh jenis kanker , jenis kanker dalam hal ini berkaitan dalam menentukan rejimen kemoterapi. Pemilihan dan penentuan jenis rejimen kemoterapi didasarkan atas profil imunohistokimia dan hispatologi masing-masing pasien. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui hubungan rejimen kemoterapi dengan kualitas hidup pasien kanker di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan subjek penelitian semua pasien kanker yang menjalani kemoterapi periode September-Oktober 2020 dan memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis. Dari hasil analisis diperoleh tidak terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik pasien dan rejimen kemoterapi dengan nilai kualitas hidup pasien kanker (p>0,05).
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN DI BPSILHK SAMBOJA DENGAN MEMBUAT FORMULASI SABUN CAIR DARI INFUSA DAUN (Clidemia hirta.): Praktik Kerja Lapangan Irmayanti, Irmayanti
PHARMACIA Vol. 1 No. 2 (2023): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan suatu aspek penting yang mempengaruhi quality of life pada individu anggota tubuh yang berperan penting untuk beraktifitas sehari-hari salah satunya tangan. Sabun cair merupakan suatu sediaan berbasis cair yang dapat digunakan untuk membersihkan kotoran yang ada di kulit, dibuat dari bahan dasar dengan ditambahkannya surfaktan, penstabil busa, pengawet, pewarna serta pewangi yang telah diizinkan, sehingga dapat digunakan untuk sabun mandi tanpa adanya iritasi pada kulit. Salah satu tumbuhan herbal yang dapat berperan dalam sediaan sabun cair ialah Daun herendong bulu (Clidemia Hirta). Tumbuhan herendong bulu (Clidemia Hirta) merupakan salah satu tanaman asli dari Negara tropis dengan nilai ekonomis serta banyak mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tannin, dan steroid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis suatu sediaan sabun cair dari infusa daun herendong bulu (Clidemia Hirta). Metode penelitian yaitu eksperimental di Laboratarium. Hasil skrining fitokimia ekstrak Clidemia Hirta menunujkkan hasil positif bahwa ektrak dapat bersifat antimikroba dengan adanya senyawa tannin dan saponin, serta positif mengandung senyawa flavonoid, alkaloid dan steroid. Menurut SNI-2588-2017 untuk memenuhi kriteria dari sabun cair yang akan diuji, sabun cair pembersih tangan syarat Ph yang baik ialah 4-10, hasil produk sabun cair yang kami buat menghasilkan nilai pH 7-8 sehingga dapat dikatakan masih masuk dalam syarat SNI.
FORMULASI DAN EVALUASI STABILITAS FISIK SERUM EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN syahrul fatul hikmah
PHARMACIA Vol. 1 No. 2 (2023): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit bawang merah banyak mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan, antara lain seperti flavonoid, antosianin, saponin, tanin, glikosida dan steroida atau teriterpenoid. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan formula sediaan serum ekstrak kulit bawang merah yang memenuhi stabilitas fisik serum dan untuk mengetahui aktivitas antioskidannya. Metode yang digunakan berupa eksperimental dengan memformulasikan serum dengan variasi konsentrasi ekstrak kulit bawang merah yaitu 100 x IC50, 500 x IC50, 1000 x IC50. Kemudian dilakukan evaluasi stabilitas fisik sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, dan viskositas serta aktivitas antioksidan. Uji aktivitas antioksidan dengan metode analisis kuantitatif menggunakan persamaan regresi linear untuk menentukan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula memenuhi persyaratan stabilitas fisik serum. Hasil uji antioksidan menunjukkan bahwa formulasi I memiliki IC50 sebesar 2,288 ppm, formulasi II sebesar 1,441 ppm, dan formulasi III sebesar 0,738 ppm. Ketiga formula menunjukkan IC50< 50 ppm yang artinya ketiga formula serum memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Berdasarkan hasil tersebut,makadisimpulkan bahwa ketiga formula serum kulit bawang merah memenuhi syarat mutu fisik sediaan dan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
STANDARDISASI SIMPLISIA DAN PENETAPAN KADAR SAPONIN EKSTRAK DAUN Miconia crenata Deby, Deby Sandri Febriyanti
PHARMACIA Vol. 1 No. 2 (2023): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An invasive plant that has the potential to develop into a medicinal raw material is Miconia crenata. Standardization parameter values are by defining specific and non-specific parameters on simplicia and extracts. The study uses an experimental method, which is an experiment conducted to find out the results of a particular treatment or experiment by studying the standardization of simplicia and extracts as well as the determination of the level of saponins extracted from the Miconia crenata leaf. The macroscopic test results of simplisia leaves Miconia crenata are fine powdered and thick extracts, with a characteristic aromatic scent, a color simplisia brown green and black brown extract with a bitter taste. The microscopic results obtained covered hair, carrier files, oxalate crystals, upper epidermis, sclerenchyma, and lower epiderms with stomata. Phytochemical screening results contain flavonoids, alkaloids, saponins, tannins and steroids. Specific and non-specific parameters on simplicia and Miconia crenata leaf extract have been tested in accordance with MMI and FHI standardization which can potentially be used as standard herbal medicine raw materials. (FHI). For the determination of the saponin levels of Miconia crenata leaf extract using the gravimetric method, the average value of saponins was 17.38%±0.025.

Page 1 of 1 | Total Record : 5