cover
Contact Name
Ipung Dwiansyah
Contact Email
ipungdwiansyah@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
hexagon@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Jember 68121
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Hexagon
ISSN : 25282379     EISSN : 25408135     DOI : https://doi.org/10.32528/hexagon
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Hexagon yang terbit sejak tahun 2016 dimulai secara offline dan daring, dengan frekuensi 2 (dua) kali dalam setahun, pada bulan Juni dan Desember. Jurnal Rekayasa Infrastruktur Hexagonadalah jurnal ilmiah yang diterbitkan secara on-line dan menerbitkan artikel atau makalah penelitian di bidang teknik sipil yang berisi artikel tentang perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi bangunan sipil.
Articles 20 Documents
Analisis Perbandingan Efisiensi Produktivitas Tower Crane Proyek Pembangunan Apartemen Di Surabaya Barat Rini Pebri Utari; Afrida, Inthan Noer
Jurnal Rekayasa Infrastruktur HEXAGON Vol 8 No 1 (2023): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hexagon.v8i1.809

Abstract

Proyek pembangunan Apartment Westown View di Wiyung Surabaya Barat memiliki perencanaan 2 gedung dengan masing-masing 45 lantai, sehingga proyek membutuhkan alat berat Tower Crane untuk mempermudah pekerjaan lapangan. Faktor yang dapat mempengaruhi kerja Tower Crane ialah faktor manajemen, kondisi lapangan, kondisi alat, dan kemampuan operator. Penentuan letak posisi alat berat Tower Crane dan pemilihan tipe Tower Crane juga menjadi hal penting dalam hal ini. Metode analisis penelitian ini dengan melakukan perbandingan spesifikasi, Cycle Time, Produktivitas dan Biaya Operasional. Tipe yang dianalisis Tower Crane Potain MC 205 B, Potain MC 175 B dan Zoomlion TC 6520- 10 E. Berdasarkan hasil perhitungan secara teoritis diperoleh Cycle Time pada Potain MC 205 B selama 25,57 bulan, pada Potain MC 175 B selama 26,33 bulan, dan pada Zoomlion TC 6520-10 E selama 24,53 bulan. Adapun nilai Produktivitas yang diperoleh Potain MC 205 B sebesar 120,57 m3/jam, pada Potain MC 175 B sebesar 118,11 m3/jam, dan pada Zoomlion TC 6520-10 E sebesar 128,88 m3/jam. Dari sisi perbandingan Biaya Operasional keseluruhan Potain MC 205 B didapat Rp. 5.597.075.310, pada Potain MC 175 B Rp. 5.669.201.140, dan Zoomlion TC 6520-10 E didapat Rp. 5.398.389.240.
Perencanaan Perkerasan dan Drainase Jalan Nasional Baru di Kabupaten Jember Manggala, Adhitya; Rizal, Nanang Saiful; Erfandi, Purnama
Jurnal Rekayasa Infrastruktur HEXAGON Vol 8 No 1 (2023): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hexagon.v8i1.811

Abstract

Konstruksi jalan memegang peran yang sangat penting dalam memajukan pembangunan nasional. Transportasi darat seperti jalan raya dapat mempercepat perkembangan ekonomi dan membantu dalam pembangunan nasional.. Sebuah jalan baru akan dibangun di Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember dengan panjang 3.839 km. Studi ini mencakup tiga aspek dari perencanaan infrastruktur jalan, yaitu perencanaan geometrik, perkerasan, dan drainase. Dalam perencanaan geometrik jalan, trase jalan akan mengikuti garis lurus dan sudut tikungan akan ditentukan melalui perhitungan alinyemen horizontal dan vertikal, dengan hasil jari-jari tikungan pertama 170m dan kedua 250m serta elevasi berkisar antara -1.10% hingga 0.03%. Perekerasan akan dilakukan dengan metode binamarga 2013 dengan memperhitungkan jumlah kendaraan dan kekuatan tanah, dengan ketebalan 3cm untuk HRS WC, 3.5cm untuk HRS Base, 25cm untuk LPA Kelas A, dan 12.5cm untuk LPA Kelas B. Perencanaan drainase memperhitungkan curah hujan selama 10 tahun dan kemiringan jalan, dengan membagi dimensi saluran drainase menjadi tiga jenis, saluran pertama memiliki dimensi B=1.2m, H=0.8m, dan R=0.3m, saluran kedua B=0.6m, H=0.4m, dan R=0.2m, dan saluran ketiga B=1.8m, H=1m, dan R=0.5m.
Analisa Biaya Perencanaan Saluran Tersier Irigasi Daerah Irigasi Pondokwaluh Kabupaten Jember Setiyo Ferdi Yanuar; Ahmad, Hilfi Harisan; Ahmad Iqbal F.P
Jurnal Rekayasa Infrastruktur HEXAGON Vol 8 No 1 (2023): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hexagon.v8i1.813

Abstract

Saluran tersier merupakan bagian dari Jaringan Irigasi. Saluran ini menghubungkan dari bangunan sadap pada saluran sekunder dan bangunan box tersier. Jaringan tersier pada jaringan irigasi ini memiliki fungsi sebagai sistem prasarana layanan air yang ada di dalam petak tersier. Saluran ini terdiri dari saluran pembawa yang nantinya dibagi oleh saluran kuarter dan saluran pembuang. Saluran tersier terdiri atas sekumpulan petak kuarter berukuran kurang lebih dari 8-15 Ha. proses pembuatan saluran tersier perlu mengetahui batasan yang jelas seperti, jalan, parit, batas desa dan batas-batas lainnya. Saluran tersier biasanya berukuran kecil dan terletak jauh dari jalan akses. Sehingga dalam pembangunannya mengalami kesulitan dalam langsir material. Pada jurnal ini membandingkan analisa biaya perencanaan Saluran Tersier yang menggunakan beton dan yang menggunakan pasangan batu kali. Dari hasil perhitungan dimensi saluran di dapat ukuran saluran beton lebih kecil dari ukuran dimensi saluran pasangan batu kali. Hal ini dikarenakan faktor hambatan dari saluran beton lebih kecil. Sedangkan untuk biaya, saluran beton dinilai lebih mahal daripada pasangan batu. Hasil perhitungan untuk saluran 1, 2, dan 3 berturut-urut didapat selisih harga Rp.130.822, Rp.129.400, dan Rp.186.287.
Evaluasi Kelayakan Angkutan Kota (Koasi) Terhadap Biaya Opersional Selama Pandemi Di Kota Bekasi Sri Nuryati; Yulius, Elma
Jurnal Rekayasa Infrastruktur HEXAGON Vol 8 No 1 (2023): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hexagon.v8i1.814

Abstract

Penurunan jumlah penumpang angkutan kota (koasi) di Kota Bekasi selama pandemi Covid 19 awal bulan Maret 2020 sangat dirasakan oleh pengemudi angkutan kota, penurunan tersebut terjadi bukan saja disebabkan oleh pandemi tetapi juga disebabkan oleh maraknya angkutan umum online (ojek online). Penelitian ini akan mengevaluasi besarnya pendapatan/upah pengemudi angkutan kota (Koasi) terhadap jumlah penumpang, biaya operasional per hari, dan karakteristik penumpang terhadap tingkatan kelayakan kendaraan selama pandemi dengan metode PCI dan analisis karakteristik penumpang dengan metode IPA. Berdasarkan hasil analisis maka diperoleh total biaya operasional selama pandemi untuk angkutan kota K02, K25 dan K11 dengan panjang rata-rata pegamatan sepanjang ±2,9 km adalah sebesar Rp. 656.649,00 per kilometer. Dengan rincian biaya BBM sebesar Rp. 19.890/km, biaya oli sebesar Rp. 77.318,00/km selama 6 bulan, biaya/upah Supir Rp. 540.000/km dan biaya overhead sebesar Rp. 19.442,00/km. Jumlah pendapatan supir selama 2 (dua) minggu untuk Koasi K25 sebesar Rp. 152.000,00, K11 sebesar Rp. 112.000,00 dan K02 sebesar Rp. 92.000,00. Tingkat kesesuian kelayakan kinerja pelayanan angkutan kota sebesar 95,6%. Tingkat kelayakan fasilitas dan pelayanan bernilai A, B dan C atau tingkat keamanan dan kenyamanan kurang dengan nilai GAP keamanan 0,28, kenyaman 0,58 dan kebersihan dengan nilai terendah yaitu 0,2.
Analisis Perubahan Garis Pantai Tanjung Bira Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba Anto, Sahril; Aldi; Andi Makbul Syamsuri; Kasmawati
Jurnal Rekayasa Infrastruktur HEXAGON Vol 8 No 1 (2023): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hexagon.v8i1.816

Abstract

Permasalahan utama di Tanjung Bira yaitu proses alam yang terjadi di wilayah pesisir adalah erosi dan sedimentasi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui seberapa besar perubahan garis pantai di Pantai Tanjung Bira Kecamatan Bontobahari dengan menggunakan metode Matlab dan Arcgis dan untuk mengetahui berapa besar perbandingan perubahan garis pantai menggunakan metode Matlab dan Arcgis. Metode penelitian yang digunakan adalah Matlab dan Arcgis. Hasil analisis perubahan garis pantai dengan Matlab menunjukkan daerah yang mengalami abrasi paling tinggi terjadi, di stasiun 2 sebesar 40% , dan mengalami akresi di stasiun 3 sebesar 39%. Sedangkan yang paling rendah mengalami abrasi terjadi stasiun 1 sebesar 4% dan tidak mengalami akresi di stasiun 4. Dan menggunakan Arcgis menunjukkan daerah yang mengalami abrasi paling tinggi sebesar 52 % terjadi di stasiun 2, dan mengalami akresi sebesar 37% di stasiun 5. Sedangkan yang paling rendah mengalami abrasi sebesar 4% terjadi di stasiun 1 dan tidak mengalami akresi di stasiun 4. Hasil perbandingan menggunakan Matlab dan Argis dari garis pantai awal, pada stasiun 1 sampai 5 hasil persentase tidak jauh berbeda yang mengalami abrasi dan akresi.
Analisis Settlement Embakment Dengan Metode Analitis Pembangunan Rumah Susun Pondok Pesantren Nurul Qarnain Arief Alihudien; Priyono, Pujo; Irawati, Irawati
Jurnal Rekayasa Infrastruktur HEXAGON Vol 8 No 1 (2023): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hexagon.v8i1.817

Abstract

Dalam pembangunan untuk menunjang pemerataan dan perkembangan ekonomi yang menyangkut untuk pembangunan permukiman, transportasi, perkantoran, seperti misalnya pabrik, Bandar, rumah susun, pabrik, baik pasar tradisional maupun modern. Dari banyaknya pertumbuhan pembangunan pada segala aspek, tidak menutup kemungkinan pemakaian lahan yang dengan kondisi tanahnya tidak atau belum memenuhi secara kajian teknis, sehingga sudah semakin sulit dan harus dilakukan pembangunan   di tanah yang sulit atau belum memadai semisal tanah   yang mempunyai penurunan besar dan proses penurunannya sangat lama ataupun dengan daya dukung kecil. Dan demikian pembangunan agar dapat dilakukan perlu suatu usaha perbaikan tanah yang menyangkut untuk perhitungan penurunan atau settlement yang secara akurat dan tepat dan kajian atau usaha untuk meningkatkan daya dukung tanah. Sehingga untuk tercapai hal demikian, agar perlu dilakukan pengujian analisis perhitungan dengan beberapa cara seperti misalnya menghitung penurunan dengan cara analitis diuji dengan cara menggunakan program bantuan.
Analisis Kondisi Existing Jalan Rel Blitar – Malang Berdasarkan Nilai Track Quality Index: Analysis of the Existing Condition of the Blitar – Malang Railway Based on the Track Quality Index Santoso, Toni Budi; Al Zakina, Bella Lutfiani; Ikhwan, Mohammad Zainul
Jurnal Rekayasa Infrastruktur HEXAGON Vol 8 No 2 (2023): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hexagon.v8i2.1058

Abstract

The value or output in the form of a number from the measurement results of the measuring train which can provide information on the quality of the railroad track that is passed on a railroad segment is called the Track Quality Index (TQI). The TQI value is obtained from the sum of 4 measurement parameters, namely track width, lift, power and height. The higher the TQI value indicates the higher the level of rail damage. Several train accident investigation reports, especially derailments, were influenced by poor TQI values. The government has limitations in obtaining TQI values ​​due to the limited number of measuring trains it has and operations are periodic. Therefore, alternatives are needed to predict TQI values ​​other than measuring train operating data. The method used to solve this problem is direct measurement with a measuring train for a track width of 1067 mm. Then an analytical calculation is carried out to find the average deviation, variance and standard deviation. The calculation results show an average deviation of 93.78 and an average standard deviation of 37.81. Based on the provisions for grouping TQI values, a high TQI value is taken, namely the average deviation with track conditions is at a value of 4. Taking a higher number is indicated for the safety of railway operations, the higher the worse the condition of the railway, so high frequency maintenance of the railway is required.
OPTIMASI ALAT BERAT EXCAVATOR PADA REHABILITASI SALURAN IRIGASI PRIMER UTAMA BLOK A KAPUAS: dwi kuryanto, totok; Galuh, Senki Desta
Jurnal Rekayasa Infrastruktur HEXAGON Vol 8 No 2 (2023): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hexagon.v8i2.1059

Abstract

Construction equipment, particularly the expertise of heavy equipment mechanics, plays a pivotal role in the implementation of construction projects. Beyond simply reducing the required labor force, mechanical heavy equipment also ensures a more expeditious completion of tasks. When choosing heavy equipment, it is imperative to align it with the specific requirements of the construction work, considering the equipment's efficiency. The refurbishment of the food estate irrigation network situated in Dadhub subdistrict, Kuala Kapuas district, constitutes a construction undertaking that necessitates the use of heavy equipment. Consequently, effective management of time and costs associated with utilizing heavy equipment is crucial for this activity. The objective of this research is to scrutinize the optimal combination of heavy equipment concerning the execution time for excavation and landfill tasks, aiming to mitigate losses incurred due to project delays. The research methodology employed involves the calculation of production capacity and time efficiency for each heavy equipment type. The analysis results reveal a cycle time coefficient of 0.6, an hourly productivity of 28.26 m3, and a daily productivity of 226.08 m3. If heavy equipment is utilized, the results indicate the capability to accomplish the excavation of 148,200 m3 within 655.46 days. By incorporating three additional tools, bringing the total to four tools, the excavation work can be finalized in 163.88 days under prevailing conditions.  
Identifikasi Jenis Tanah Wilayah Dekat Pantai Puger Menggunakan Bagan Klasifikasi Tanah Robertson 1990.: Identifikasi Jenis Tanah Wilayah Dekat Pantai Puger Menggunakan Bagan Klasifikasi Tanah Robertson 1990. Arief Alihudien; Priyono, Pujo
Jurnal Rekayasa Infrastruktur HEXAGON Vol 8 No 2 (2023): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hexagon.v8i2.1083

Abstract

To obtain information on soil characteristics and behavior to the foundation structure can be started by knowing the type of soil. Identifying the soil type depends on the sampling technique.  It is easy if the sampling uses bore hole test, because the sample can be taken to the laboratory and then tested using a hydrometer and mechanical sieve to obtain the soil type. hydrometer and mechanical sieve to get the soil type. When using the CPT test, we generally do not get samples that can be tested in the laboratory. in the laboratory.  Robertson 1986 has created a soil classification system based on the CPT test, based on the values of conus resistance qc and friction ratio fr.  In this article this article, the results of the identification of common soil types in the area of near the coast of Puger Jember, in order to predict its soil behavior.  The method used is by conducting CPT test for 13 points in the area. Based on the results CPT data processing, it can be seen geologically that the soil in the Puger sub-district area, especially the coastal area, on average is a sandy soil with the characteristics of silt. with the characteristics of sandy silt to sand. With this type of soil, it can be illustrated that there is potential for liquefaction in the area. in the area.
Analisis Jaringan Irigasi pada Daerah Irigasi Waduk Tenggor Desa Tenggor Kecamatan Balongpanggang Gresik: Analysis of Irrigation Network in the Tenggor Reservoir Irrigation Area, Tenggor Village, Balongpanggang Subdistrict, Gresik Yuli Hariyanti; Dewi Nusantara, Danayanti Azmi
Jurnal Rekayasa Infrastruktur HEXAGON Vol 8 No 2 (2023): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hexagon.v8i2.1104

Abstract

The irrigation system at Tenggor Reservoir in Tenggor Village, Balongpanggang, Gresik cannot be used to irrigate rice crops. Water volume frequently decreases and is not used to its fullest potential. Therefore, in order to correctly manage water resource management, it is required to analyze the irrigation network in an attempt to restore the irrigation network's functionality. The FJ Mock method for calculating the mainstay discharge gave the highest 80% value of 1,597 m3/s with the greatest discharge requirement of 1,456 m3/s. The overall reservoir capacity was calculated using reservoir storage. The reservoir's overall storage capacity was found to be 219345 m3, as well as its effective capacity of 186443 m3 and its dead capacity of 32902 m3. The NFR of Tenggor Irrigation Area with the paddy's planting pattern is 1.083 lt/dt/ha. The total capacity needed for irrigate is 287067 m3 whereas the availability of an effective capacity is 186443 m3. So, with the availability of 70% of the effective capacity, it can supply the irrigation areas of 860 ha with twice of planting patterns. The study's findings include five different channel dimensions with various water levels. Type 1 for tertiary channels with B and H dimensions of 0.50 meters each. For secondary channels with various B sizes in order, type 2, type 3, and type 4: B = 0.50, 0.70, 0.80, and the same H sizes are 1.00 meters, respectively. Type 5 with B = 1.30 m and H = 1.50 m for the main channel.

Page 1 of 2 | Total Record : 20